Title : RISING STAR Chapter 38

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Henry.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , MAsih perlu banyak perbaikan, If Read Don't Bash, Fanfic just fanfic, jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu . Gomawo

Summary : "Kau mau apa, Zhoumi ge?" / "Hyung, dia akan baik-baik saja kan?" / Cepatlah kembali… / "Kau meragukan mereka bukan?" / "Tapi malam ini aku melihat Hangeng yang berbeda."

.

.

Hankyung berbalik. Ia bangkit berdiri dari kursinya dan menatap lurus ke arah Kyuhyun.

"Itulah SJ M. Apapun yang terjadi, dengan cara apapun, aku akan memastikan ketujuh bintang itu bersinar. Tak satu pun yang boleh lenyap. Jadi Cho Kyuhyun, apakah kau akan menentangku? Sedikit pun aku takkan mundur dari keputusan yang aku ambil."

.

.

RISING STAR

Chapter 38

.

catatan kecil

Ini merupakan Rising Star chapter 38 (remake)
Dibuat ulang karena author merasa kurang pas dengan hasil sebelumnya,

dan karena ada beberapa timeline yang salah

Untuk itu disarankan untuk membaca ulang, meski ada juga beberapa bagian yang sama.
Keputusan saya serahkan kembali kepada masing-masing reader.

Kamsahamnida (^_^)

.

.

Malam itu Zhoumi tidak bisa tidur. Penolakan fans membuat pikirannya terasa penuh. Ia sedang duduk di depan televisi sambil berharap kantuknya datang ketika Donghae muncul. Meski saat ini mereka tidak di dorm, semua tetap dengan teman sekamarnya masing-masing.

"Zhoumi, kau belum tidur?"

"Sebentar lagi, Dong Hai. Aku belum mengantuk."

"Tapi aku tak berani tidur sendirian…rasanya sepi…" Donghae menarik tangan Zhoumi. "Ayo, tidurlah, Zhoumi. Jadwal kita sangat padat. Jangan sampai kau jatuh sakit. Bagaimana-pun, kau belum terbiasa dengan kesibukan seperti ini."

"Dong Hai, aku setahun lebih menjadi trainer di SM. Ini bukan hal baru. Kita ditempa 20 jam sehari bukan?" Meski begitu, Zhoumi bangkit berdiri. "Baiklah, aku akan mencoba tidur."

Wajah Donghae langsung berseri-seri. Kedua namja itu tengah berjalan menuju kamar mereka ketika pintu kamar Hankyung terbuka. Sekilas terlihat sosok Kyuhyun yang hendak keluar.

"Kyuhyunie, hyung bersungguh-sungguh!" Baru saja keduanya hendak menyapa, suara Hankyung membuat mereka mundur serentak. "Aku bukan Teuki hyung yang bisa membuatmu menurut. Aku bukan Heenim yang bisa menanganimu. Tapi aku leader di sini. Aku berharap kau bisa memahamiku, Kyuhyunie. Aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu dan kebaikan SJ M!"

"Lepaskan!" Kyuhyun menyentak tangan Hankyung dan membuka pintu lebih lebar, bersiap untuk keluar. Wajahnya yang tegang berubah menjadi tersenyum dalam sepersekian detik, ketika melihat Zhoumi dan Donghae yang berdiri terpaku. Hankyung kembali meraih tangan Kyuhyun, namun gerakannya juga terhenti saat melihat kedua namja itu di depan pintu kamarnya.

Kyuhyun berbalik dan menepuk bahu Hankyung. "Jangan khawatirkan aku, hyung, aku baik-baik saja. Istirahatlah… Jjaljayo." Kyuhyun membalik tubuh Hankyung, mendorongnya ke dalam kamar, kemudian menutup pintu tanpa memberi kesempatan Hankyung berkata apa-apa lagi.

"Hyungdeul, kalian tidak tidur? Aku mau ambil minum. Jjaljayo…"

Kyuhyun melangkah meninggalkan Donghae dan Zhoumi yang hanya bisa saling memandang. Keduanya untuk beberapa saat memperhatikan sosok Kyuhyun dan pintu kamar Hankyung bergantian.

"Dong Hai, kembalilah ke kamar. Aku akan menemani Gui Xian," kata Zhoumi sambil tersenyum.

"Ani, sebaiknya aku saja yang…." Donghae menutup mulutnya ketika Zhoumi memberi isyarat ke tempat Kyuhyun berada. Dongsaeng-nya itu tengah mengambil wine dan mulai menuangnya ke dalam gelas.

"Kau tidak pernah minum. Biar aku yang menemaninya."

"Baiklah. Malam ini aku akan tidur sambil mendengarkan musik lewat earphone."

Zhoumi melangkah ke ruang duduk yang temaram setelah Donghae masuk ke dalam kamarnya. Namja itu mengambil sebuah gelas wine, dan duduk di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun memandang Zhoumi sebentar, lalu menuangkan wine ke gelas yang diangsurkan ke arahnya. Mereka melakukan toss sebelum minum sambil duduk bersisian dengan diam. Tak ada satu pun yang berbicara hingga Kyuhyun menambahkan wine untuk ketiga kalinya.

"Gui Xian, ini sudah cukup…" Zhoumi menahan tangan Kyuhyun yang hendak mengisi gelas miliknya. "Kita tidur, arra? Di mana Shi Yuan?"

"Zhoumi ge tidur saja. Aku belum mengantuk. Siwon hyung langsung tidur begitu aku ucapkan selamat tidur."

"Shi Yuan bilang, suaramu seperti menghipnotis. Begitu kau bilang 'Hyung, jjaljayo', dia langsung jatuh tertidur."

"Begitulah." Kyuhyun akhirnya bisa tertawa kecil bersama Zhoumi. Keduanya membayangkan Siwon yang terkadang sangat polos dan imut, tidak sejalan dengan tubuhnya yang tegap dan kekar.

Kyuhyun mengembalikan botol ke atas meja, kemudian menyesap wine di gelasnya perlahan. Ia tidak menghiraukan Zhoumi yang memperhatikan setiap gerakannya. Namun saat wine di gelas itu tandas, Kyuhyun memandang Zhoumi sambil tersenyum. "Gomawo sudah menemaniku, Zhoumi ge…"

"Ssst…tak perlu mengatakan apapun." Zhoumi tiba-tiba menarik Kyuhyun, merebahkan kepala Kyuhyun di pangkuannya. "Selonjorkan kakimu. Naikkan ke bantal. Aku akan membuatmu tidur dengan nyenyak, Gui Xian."

"Kau mau apa, Zhoumi ge?" Kyuhyun berusaha bangun namun Zhoumi menekan bahunya hingga ia terpaksa berbaring.

"Diam dan pejamkan matamu. Cobalah bernapas lewat hidung saja."

Kyuhyun memilih untuk menurut. Namun baru sebentar ia mencoba, namja itu menggeleng. "Itu sulit, Zhoumi ge… Napasku terasa sedikit sesak…"

"Kau masih sering bernapas lewat mulut?" Zhoumi memandang prihatin, namun Kyuhyun tidak melihatnya. Namja itu hanya mengangguk pelan. "Baiklah, tak apa. Tapi usahakan lebih dominan lewat hidung, arrachi? Itu akan membuat udara yang kau hirup terasa dingin, dan udara yang kau hembuskan terasa hangat."

Kyuhyun menyamankan posisi kepalanya di pangkuan Zhoumi, mencoba memejamkan mata dan bernapas melalui hidung, meski terkadang mulutnya masih sedikit terbuka.

Melihat Kyuhyun menurut, Zhoumi menggosokkan kedua telapak tangannya sampai terasa hangat. Namja itu mulai menempatkan kedua telunjuk dan jari tengahnya di kedua sisi hidung Kyuhyun. Jari-jarinya menggosok perlahan dari daerah hidung hingga sepanjang alis. Ia mengulangnya sekitar 4 kali.

"Zhoumi ge, ini enak sekali…," gumam Kyuhyun pelan.

Zhoumi tidak menyahut. Ia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya. Kini Zhoumi menempatkan keempat jarinya tadi di bagian tengah dahi Kyuhyun. Ia menggosok lembut dengan membuat lingkaran kecil ke kiri dan kanan secara bersamaan hingga menyentuh pelipis. Ia melakukannya sampai Kyuhyun terlihat tidak lagi mengerutkan kening.

Jari-jarinya bergerak turun dari pelipis ke arah rahang. Zhoumi melakukan pijatan dengan gerakan lingkaran kecil di sepanjang garis rahang Kyuhyun, seluruh pipi, dan berakhir di titik awal yaitu bagian sisi hidung.

Kyuhyun benar-benar merasa nyaman. Wine tadi tidak terlalu membantunya, tapi pijatan Zhoumi membuat dirinya merasa rileks. Ketegangan yang tadi ia alami perlahan memudar, matanya pun mulai terasa berat. Zhoumi tak bisa menahan senyum saat kepala Kyuhyun terkulai, menandakan namja itu tertidur pulas. Namun Zhoumi tetap melanjutkan pijatannya untuk beberapa saat.

Tidak tega membangunkan Kyuhyun, Zhoumi tetap di posisi duduknya. Sofa yang besar dan empuk itu cukup nyaman untuknya merebahkan punggung. Memandangi wajah Kyuhyun yang tampak polos dan damai saat tertidur membuat kantuknya datang. Tak lama kemudian, Zhoumi pun ikut tertidur. Keduanya tidak sadar saat Hankyung yang terbangun dan melihat keduanya di sofa, mengambil selimut tebal dan menyelimuti mereka.

Mianhe, Kyuhyunie, hyung sudah melukai perasaanmu lagi. Tapi hanya ini satu-satunya cara yang bisa aku lakukan saat ini. Zhoumi, kau dan juga Henry harus bersabar, arra? Kami tak akan berhenti berusaha agar kalian berdua diterima oleh mereka semua. Hyung berjanji…

Ketika kembali ke tempat tidur, Hankyung terserang mual yang hebat. Ia bergegas ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh makan malamnya tadi. Seperti biasa, Hankyung melakukannya sehening yang ia bisa, tidak ingin membuat yang lain terbangun.

Aku ingin bertanya, berapa banyak makanan yang selalu hyung muntahkan kembali?

Kata-kata Kyuhyun tergiang saat Hankyung bersandar lemas di lantai kamar mandi. Namja itu menangis diam-diam karena seluruh tubuhnya terasa sakit. Ia tahu, keadaan lambung dan ginjalnya semakin parah. Tapi ia tidak bisa membiarkan dirinya beristirahat.

Bertahanlah, Hangeng… SJ M baru saja debut… Semua akan hancur jika kau bersikap lunak terhadap dirimu sendiri. Kau harus bertahan…

.

.

9 April 2008

Waktu baru menunjukkan pukul 3 dini hari tetapi dorm SJ M sudah sibuk. Hari ini mereka mendapat jadwal rekaman pagi. Tugas paling berat adalah membangunkan member yang tidur, karena ada saja yang sulit dibangunkan, terutama Donghae. Mereka baru tahu bahwa namja itu sangat sulit dibangunkan, jauh lebih sulit dari Kyuhyun, karena selama ini Leeteuk lah yang selalu membangunkan Donghae.

"Aku akan menanyakan Teuki hyung cara membangunkannya," keluh Siwon setelah berhasil menyeret Donghae ke kamar mandi

"HANGENG!"

Suara Kyuhyun memecah kesibukan pagi itu. Semua menoleh, melihat Kyuhyun sudah rapi dengan kostumnya yang terbilang paling simple. Namja itu menghampiri Hankyung yang pura-pura tidak mendengar, dan memeluknya dari belakang.

"Hankyung hyung," kata Kyuhyun dengan nada manja, membuat yang lain tersenyum mendengarnya. Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggang Hankyung dan menempelkan kepalanya ke punggung hyung-nya itu. "Hankyung hyung, ajari aku beberapa kata Mandarin… Jebal..."

"Bukankah aku sudah mengajarimu? Ini di China, belajarlah sendiri!" sahut Hankyung dengan nada tegas. Namun tak urung tangannya menepuk tangan Kyuhyun yang melingkari pinggangnya. Ia juga tersenyum lebar saat kepala Kyuhyun bergerak-gerak menggelitik punggungnya.

"Hyung, aku butuh seseorang untuk membantuku dalam pengucapan," rengek Kyuhyun lagi. Henry menahan tawa melihat ulah manja hyung termuda-nya itu.

"Tetapi kata-kata yang mau kau ucapkan saja kau tidak tahu, bagaimana belajar mengucapkannya? Itu akan sulit."

"Ya! Hankyung hyung!" Kyuhyun berpindah ke depan Hankyung untuk menunjukkan pipinya yang menggembung karena kesal.

"Mau protes? Bukankah kau juga tak pernah mengajariku bahasa Korea?!" balas Hankyung.

"Mwo?"

Hankyung akhirnya tertawa ketika Kyuhyun mengangkat alisnya dengan bingung. Ia benar-benar lupa bahwa Kyuhyun baru bergabung setelah SJ05 debut hampir setahun.

"Ah, egois… Hankyung hyung benar-benar egois," goda Ryeowook. Ia berpura-pura menghela napas panjang, protes dengan penolakan Hankyung terhadap Kyuhyun.

Hankyung benar-benar tertawa sekarang dan memeluk Kyuhyun dengan erat. "Arra…arra… Hyung akan mengajarimu kata-kata mandarin setiap hari. Tapi kau harus belajar sungguh-sungguh."

"Apakah kami kurang sungguh-sungguh selama ini?" Kali ini Donghae yang mengajukan protes. Ia baru saja selesai mengeringkan rambutnya.

"Kalian membuatku berpikir: Lupakan, gunakan bahasa Korea saja."

"Hyung yang selalu berbahasa Korea!" seru dongsaengdeul serempak.

Hankyung hanya bisa tergelak. Sejak kemarin, karena melihat dongsangdeul tampak lelah, dia selalu menggunakan bahasa Korea, sehingga yang lain mengikuti. Hankyung ingin mereka merasa nyaman di luar kamera.

"Hankyung hyung, hatimu terlalu lembut," kata Donghae sambil memeluk Hankyung dari sisi yang lain. Namun sedetik kemudian ia didorong Kyuhyun menjauh.

"Hankyung hyung is mine," kata Kyuhyun sambil memeluk Hankyung sangat erat, menyatakan kepemilikannya.

"Dong Hai is mine," goda Zhoumi sambil merangkulkan tangannya ke bahu Donghae. Keduanya tersenyum ketika melihat mata Kyuhyun melebar.

"Andwae!" protes Kyuhyun sambil mengerucutkan mulutnya. "Hyungdeul is mine. Kalian tidak boleh akrab dengan yang lain selain denganku!"

"Ah, egois… Kyuhyunie benar-benar egois."

Semua menautkan alis mereka mendengar gumaman Ryeowook yang berulang.

"Hangeng gege, jangan-jangan Li Xu ge mengalami depresi…" Henry meringis.

"Tidak memasak dua hari bisa membuatnya depresi," sahut Siwon yang muncul dari dapur dengan secangkir espresso di tangannya. "Apalagi selama ini."

"Sudah! Sudah! Semua bersiap! Kita berangkat 5 menit lagi!" seru Hankyung. Namun wajah namja itu tidak sejalan dengan ucapannya. Wajah lembutnya berhias senyum melihat dongsaengdeul berpencaran memeriksa tas masing-masing, kecuali Kyuhyun yang masih melekat erat padanya.

"Hyung, aku mengantuk… Sangat mengantuk…" Kyuhyun menyandarkan kepalanya dan bertumpu pada punggung Hankyung.

"…Kau tidak marah lagi, Kyuhyunie?" tanya Hankyung dengan suara yang hanya bisa didengar mereka berdua. Dari gerakan di punggungnya, Hankyung tahu Kyuhyun menggeleng.

"Aniyo… Aku sangat menyayangi hyung China-ku…"

Bisikan Kyuhyun membuat Hankyung tersenyum senang.

"Tapi…"

"Tapi apa, Kyuhyunie?" Suara Kyuhyun yang bernada serius membuat senyum di wajah Hankyung memudar.

"Hankyung hyung harus menjaga diri juga… Hyung tidak boleh mengabaikan penyakitmu meski untuk SJ M, arrachi? Kalau tidak, aku tidak mau menurut pada hyung!" kata Kyuhyun dengan nada mengancam.

Ah, ternyata hanya itu… Hankyung mengangguk mantap. "Baiklah, hyung berjanji. Asal kau menuruti kata-kataku, hyung akan menjaga diri baik-baik."

Zhoumi yang memperhatikan keduanya dari jauh hanya bisa tersenyum tipis. Ia tahu pasti Kyuhyun bukan mengantuk. Kondisi Kyuhyun mulai melemah karena jadwal ketat SJ M yang sangat padat. Meski belum ada dua minggu mereka di China, jadwal Kyuhyun di SJ M berbeda begitu jauh dengan jadwalnya saat di SJ paska kecelakaan 2007. Kyuhyun menjalani semuanya tanpa mengeluh, namun tubuhnya tidak mampu mengikuti semangatnya. Ingatan Zhoumi melayang pada peristiwa tadi pagi…

"Gui Xian, kau minum lagi?" Zhoumi terkejut ketika terbangun dan mendapati Kyuhyun bersama gelas berisi wine. Ia memandang sekeliling. Tampaknya member lain masih nyenyak di tempat tidur mereka. Zhoumi tidak yakin berapa lama Kyuhyun sudah terjaga. Wajah Kyuhyun tampak pucat, bukan hanya mengantuk.

"Satu gelas lagi saja, Zhoumi ge…"

"Gui Xian, kau harus jujur padaku. Apakah kau merasa sakit? Obatmu tidak mempan lagi?!" Pertanyaan Zhoumi hanya dijawab gelengan dan ringisan oleh Kyuhyun. Tapi Zhoumi yakin dugaannya tidak jauh meleset. Pijatan yang ia lakukan seharusnya mampu membuat Kyuhyun tidur nyenyak. Hanya rasa sakit yang muncul dari dalam yang bisa menghilangkan efeknya.

Ia memperhatikan Kyuhyun yang berjalan untuk menyimpan botol wine. Langkah Kyuhyun masih lurus menandakan ia tidak mabuk. Tetapi langkah itu seperti berat dan diseret. "Gui Xian, wine tidak mampu menghilangkan rasa sakit."

Kyuhyun menoleh dan mengangguk samar. "Tapi aku merasa lebih hangat dan pikiranku mengambang, tidak terlalu merasakan perasaan lainnya."

"Kau akan seperti zombie. Sebaiknya kau berterus terang pada Hangeng gege." Zhoumi menjadi cemas. "Kau tak bisa begini terus-menerus."

"Aku akan menuruti apapun kata Hankyung hyung; Menerima kondisiku yang dibeberkan pada media; Istirahat kapanpun dia menyuruhku. Apakah itu tidak cukup, Zhoumi ge?"

Tatapan terluka Kyuhyun membuat Zhoumi tidak bisa berkata apa-apa lagi. Perkenalan mereka sampai saat ini sudah memberinya kesimpulan bahwa Kyuhyun orang yang sulit dibelokkan keinginannya. Jika Kyuhyun sudah memutuskan sesuatu, hampir tak ada orang yang bisa membuatnya merubah keputusan itu kecuali dirinya sendiri.

"Itu sudah cukup. Selebihnya, serahkan pada Zhoumi ge." Zhoumi tertawa ketika Kyuhyun memasang wajah heran. Ia merangkul bahu Kyuhyun sejenak lalu meninggalkan namja itu dalam kebingungannya. Gui Xian, wo hui baohu ni...

.

Acara SJ M di CRI berlangsung lancar meski Kyuhyun tampak seperti orang yang sangat mengantuk. Zhoumi sering merangkul bahunya dan Siwon menepuk kakinya jika Kyuhyun mulai tidak fokus akan acara yang berlangsung. Mereka benar-benar berjaga di sekitar Kyuhyun, terkadang mengulang apa yang diucapkan Dan Na, sang MC jika Kyuhyun tidak mendengarnya.

Seperti yang diminta Hankyung, kameramen tidak memfokuskan kamera kepada Kyuhyun. Di sisi kiri ia akan berhenti pada Zhoumi, dan di sisi kanan ia akan meliput mulai dari Siwon. Sesekali saja Kyuhyun terpantau kamera jika hal itu tidak bisa dihindari dan memang bagiannya untuk ditanya.

Kyuhyun sendiri menepati janjinya kepada Hankyung untuk tidak menyembunyikan kondisinya. Merasa tubuhnya tidak fit untuk melakukan dance, Kyuhyun mencoba memberitahu Dan Na untuk melewatinya setelah berhasil memaksa Hankyung menggantikan gilirannya. Sayang yeoja itu tidak mendengar kata-kata Kyuhyun dan tetap memintanya maju setelah yang lain mendapat giliran. Kyuhyun menoleh ke arah Siwon yang langsung mengerti maksudnya.

"Gui Xian ingin bernyanyi untuk semua penonton," jelas Siwon.

"Zhen de ma? (benarkah?)" Dan Na bertanya kepada Kyuhyun.

"Dui. Dui." Lagi-lagi Siwon mewakili Kyuhyun menjawab.

"Padahal akhirnya giliran Gui Xian tiba," sesal sang MC. "Gui Xian, kau sangat pendiam. Apa kau setengah tertidur?"

"Ah, bu (tidak)." Kyuhyun menggeleng, tersenyum sambil mencoba mempertahankan kesadarannya. Ia merasa melayang dan reaksinya sangat lambat. Melihat hal itu, pihak acara memutarkan musik pengiring dance.

"Aniyo!" Kyuhyun yang terkejut langsung menyilangkan tangannya memberi kode 'tidak'. Reaksinya membuat yang lain tertawa terpingkal-pingkal. Kyuhyun sendiri tidak pernah melepaskan senyum dari wajahnya.

"Kalau tidak menyanyi, kamu harus melakukan dance," desak Dan Na.

Kyuhyun akhirnya menyanyikan lagu Moon Represents My Heart. Zhoumi memberinya semangat dengan melambaikan tangannya mengiringi Kyuhyun bernyanyi. Ketika Kyuhyun mulai lupa lirik lagu itu, Zhoumi merangkul bahunya, memberi kode bahwa ia akan membantu. Kyuhyun akhirnya berhasil menyelesaikan bait tersebut dengan bisikan lirik dari Zhoumi.

Namun sebagai salah satu lead vocal SJ M, Kyuhyun menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mengambil suara pertama kali setiap mereka diminta menyanyikan sebuah lagu secara live.

.

18.00 KST

Suasana di SOHU sangat padat. Fans berkumpul di luar gedung, parkiran mobil, bahkan koridor di sana juga dipenuhi para penggemar yang mendesak masuk. Member SJ M tiba disambut oleh para fans. Bodyguard bersiap menjaga jalur dari mobil hingga ke pintu masuk. Kyuhyun yang turun lebih dulu langsung berlari ke dalam gedung. Ia masih merasa kikuk jika berhadapan dengan fans dari dekat. Hankyung yang menyusul di belakangnya berjalan dengan lebih tenang dan melambaikan tangan diikuti member SJ M yang lain.

Semua berkumpul di dalam lift yang akan membawa mereka ke tempat wawancara. Ternyata di dalam lift terdapat kamera yang meliput. Begitu pun di ruangan di mana mereka diberi waktu untuk makan. Dulu, sorotan kamera di mana-mana membuat Kyuhyun merasa lelah karena berusaha menjaga sikapnya. Namun sejak percakapannya dengan Shindong di pemandian, ia mencoba berlaku apa adanya. Hal itu membuatnya bisa sedikit rileks meski tahu semua tindakannya tersorot.

Kyuhyun menyantap ayam goreng tepung dengan diam. Semua member yang lain juga makan dengan diam, meski mereka melakukannya untuk keharusan daripada selera. Makanan fast food mulai terasa membosankan, namun tak ada satupun yang protes. Tanpa menunggu, stylist mulai beraksi merapikan make up dan kostum mereka.

Di ruang wawancara, semua diminta mencoba mike mereka masing-masing.

"Wei wei wei… (halo 3x) OK." Zhoumi mengangguk.

"Dajia hao, wo shi Li Xu (Halo semua, saya Li Xu)."

"Hello, hello, yi er san (halo3x 1 2 3)." Henry mencoba setelah giliran Ryeowook.

"Zhen de ma bu haoyisi (benar-benar menyesal)."

"Dia sedang mempelajari kalimat itu," jelas Hankyung saat semua tertegun mendengar kalimat yang Siwon pakai untuk menguji mike nya.

"Shi Yuan, katakan sekali lagi. Dengan kalimat lain," pinta Mickey, salah satu MC, karena mike belum diatur dengan baik. Namun Siwon hanya menggumamkan kata 'ah' tanpa menambahkan kalimat apapun. Namja itu terlihat lelah meski ia selalu tersenyum.

"Yi er san yi er san." Hankyung mengucapkan 123 dengan sangat cepat untuk menguji miliknya.

"Women chuqu yiqi chi. Hao ma? (Mari kita pergi makan bersama-sama. Ok?)"

"HAO!" seru para fans. Donghae tertawa senang.

"Gui Xian, tes mikrofon-mu," pinta Mickey dalam bahasa Mandarin.

"Wo bu hui huan yu (saya tidak bisa bahasa mandarin)," sahut Kyuhyun sambil mencoba mike-nya. Meski kedua MC dan para fans tertawa, Kyuhyun tetap mengucapkan kalimat itu dengan wajah serius.

"Wo bu hui huan yu (saya tidak bisa bahasa korea)," kata Mickey sambil tersenyum lebar. Pengucapan Korea dan Mandarin memang sama, hanya terdapat perbedaan penekanan nada. Tapi Kyuhyun tetap bergeming. Ia yakin pengucapannya sudah benar. MC tidak menggoda lagi karena memang pengucapan Kyuhyun untuk kata 'mandarin'sudah sesuai.

Ketika akhirnya wawancara dimulai, Kyuhyun semakin terlihat tidak fokus. Hankyung yang berharap Kyuhyun bisa lebih fokus jika duduk di sebelah MC, hanya bisa tersenyum pasrah melihat Kyuhyun sering tidak mengerti apa yang dibicarakan. Dongsaeng-nya itu lebih banyak duduk diam sambil tersenyum.

"Bagaimana perasaan kalian datang ke SOHU kembali, di tempat yang sama, tapi dalam sub grup yang berbeda? Tahun lalu kalian juga datang dengan sub grup yang berbeda, bukan?" tanya Mickey setelah perkenalan selesai.

"Terakhir kali kami datang sebagai Super Junior yang beranggotakan 13 orang. Sebelumnya lagi kami datang sebagai SJ KRY dan T, tapi sekarang kami datang sebagai SJ M. Kami merasa sangat antusias sekaligus sangat khawatir," jelas Siwon yang diterjemahkan oleh Hankyung ke dalam bahasa Mandarin.

"Tapi seperti kalian lihat, ada begitu banyak fans yang datang. Mereka akan memberi kalian dukungan penuh. Seharusnya kalian merasa lebih baik 'kan?"

"Saya pikir saat ini saya sangat bahagia bisa kembali membawa beberapa member dan 2 member baru," jawab Hankyung. Wajahnya tak urung sedikit suram. Di depan tadi, banyak fans yang menolak keberadaan Zhoumi dan Henry. Hal itu membuat kedua membernya merasa terpukul. Hankyung bisa merasakan bagaimana perasaan keduanya, namun ia mencoba tetap tersenyum, sama seperti yang dilakukan Zhoumi dan Henry.

"Kami merasa cocok satu dengan yang lain. Ketika kami mempersiapkan album, kami bekerja sangat keras. Kami menyiapkan sekitar 3 bulan... 2-3 bulan," ralat Hankyung. Rasa lelah mulai membuatnya sedikit tidak fokus. Stylist sudah berusaha keras menyamarkan garis hitam di bawah matanya, namun tak urung kelelahan itu tetap terlihat. "Itu benar-benar sebuah kerja keras."

Mickey dan Shasha memaklumi perasaan leader Super Junior M yang tengah menghadapi pro dan kontra itu. Ia menghadap ke arah penonton, meminta perhatian mereka. "Sekarang kami akan menanyakan hal ini: ketika album dirilis, semua akan memberi dukungan penuh untuk itu. Dui bu dui?"

"DUI!" seru para fans yang hadir di dalam studio.

Hankyung tak dapat menahan rasa harunya. Sambil tersenyum lembut, ia mengacungkan jempol ke arah penonton.

"Jadi, sudah tak ada masalah apapun," hibur Mickey.

Percakapan pun berlanjut. Donghae memperagakan rap dalam bahasa Mandarin-nya yang menuai pujian. Selama di SJ M, Donghae selalu membawa notes di dalam tasnya. Ia menuliskan kata-kata baru, menghafalnya, dan berusaha keras menggunakan bahasa mandarin di setiap kesempatan. Usahanya membuahkan hasil yang menggembirakan. Di antara yang lain, kemampuan bahasa mandarinnya maju dengan pesat.

"Terakhir kalian datang, sayangnya Gui Xian tidak ikut serta. Gui Xian, bagaimana kesehatanmu sekarang?" Mickey melemparkan pertanyaan. Hankyung kembali menerjemahkan pertanyaan itu ke dalam bahasa Korea ketika Kyuhyun menoleh ke arahnya untuk bertanya.

"Ah!" Kyuhyun mengangguk setelah mendengar penjelasan Hankyung. Ia berusaha menjawab namun akhirnya tak satu katapun yang keluar dari mulutnya. Ia tidak bisa berpikir apa yang harus ia katakan, meski jawaban pertanyaan itu cukup mudah. Melihat itu, Donghae segera membisikan jawabannya.

"Mengapa Dong Hai berbisik begitu lama?" tanya kedua MC kebingungan.

Kyuhyun yang merasa kurang jelas, berbalik mendekati Donghae, namun wajah keduanya berselisih sehingga akhirnya tangan Donghae merangkul leher Kyuhyun dan kembali membisikan kalimat mandarin yang ia maksud. Melihat hal itu fans berteriak histeris sehingga Donghae kembali ke posisi semula, mengibaskan tangannya sambil tersipu. Kyuhyun tersenyum melihat reaksi fans.

"Wah, kalian membuatku takut!" Mickey ikut bereaksi.

Mendengar itu, Kyuhyun yang mulai berhasil mengumpulkan konsentrasinya pun tersenyum. Tiba-tiba tangan kanannya meraih leher Donghae, sedangkan tangan kirinya menahan wajah hyungnya. Kyuhyun bergerak seakan hendak mencium Donghae. Fans kembali berteriak histeris dan Donghae mendorong Kyuhyun dengan cepat. Kyuhyun tertawa lebar mendengar studio itu langsung riuh. Member yang lain ikut tertawa melihat ulah usilnya.

"Gui Xian…" Hankyung menggeleng tak percaya. Ia tak habis pikir Kyuhyun yang biasanya tenang di depan kamera kini berani berbuat usil seperti saat di dorm.

"Hangeng, jangan cemburu begitu," goda Mickey saat Hankyung menunjuk Kyuhyun sambil menggelengkan kepala. Donghae tidak mempedulikan semua itu. Ia kembali berbisik kepada Kyuhyun.

"Dong Hai, apa yang kamu lakukan?" tanya Shasha.

"Kesehatannya sangat baik," jawab Donghae dalam bahasa mandarin. Ia mengira Shasha menanyakan kesehatan Kyuhyun kepadanya. Namja itu langsung tersipu ketika menyadari kesalahannya.

"Dong Hai, apakah kamu mengajari Gui Xian kata demi kata?"

"Dui. Dui. Dui," jawab Donghae cepat. Ketika fans mentertawakannya, Kyuhyun membuat tanda silang sambil menggeleng dan tersenyum.

"Dong Hai mengajari Gui Xian," cetus Siwon. "Hangeng ge mengajari Dong Hai."

"Jadi kalian menolong satu sama lain…" Mickey terkagum-kagum. "Itu memang cara yang baik untuk belajar."

"Ya, jika mereka saling menolong, mereka akan berkembang sangat cepat." Shasha membenarkan.

"Sesungguhnya lingkungan kami mendukung untuk belajar berbagai bahasa. Ada member yang berbahasa Korea, China dan Inggris." Hankyung memaparkan.

"Henry lebih banyak menggunakan bahasa inggris, bukan?" tanya Mickey.

"Ya." Hankyung membenarkan. "Itulah sebabnya lingkungan kami sangat mendukung untuk belajar berbagai bahasa."

"Henry, sebagai member termuda, apakah mereka memperlakukanmu dengan baik?"

"Mereka semua sangat memperhatikanku," jawab Henry sambil tersenyum.

"Mengapa kalian semua selalu berbisik?" tanya Shasha saat Siwon membisikan sesuatu kepada Henry.

"Karena kami semua mengajarkan bahasa mandarin saat akan digunakan," jelas Hankyung sambil tertawa.

"Apa yang kau ajarkan?"

"Ta shi shushu. (Dia adalah ajussi)," jawab Siwon sambil menepuk kaki Hankyung yang duduk di sisinya.

"Shushu atau shi (guru)?" Kedua MC kebingungan.

"Bu (bukan), yang Shi Yuan maksud adalah saya sangat tua. Jadi saya adalah pamannya Henry," jelas Hankyung tak dapat menahan tawa.

"Kalian semua tampak sangat bahagia bisa bersama-sama." Mickey tersenyum.

"Sangat bahagia," sahut Henry. Jawabannya yang diiringi ekspresi bahagia, membuat MC dan penonton tidak meragukan kebenarannya. Ketujuh member SJ M jelas terlihat akrab satu dengan yang lain.

"Saya percaya dengan dukungan semua orang. penjualan album ini akan mencapai angka yang fantastik. Orang-orang yang menyukai SJ M akan semakin banyak." Mickey kembali menghadap ke arah penonton. "Kita harus memberi mereka dukungan dan semangat. Kalian semua setuju dengan saya?"

"Setuju!" seru para fans yang hadir.

"Hari ini, untuk memberi selamat atas album baru SJ M, fans sudah menyiapkan hadiah," tutur MC membuat member SJ M tertegun.

Dua orang fans membawa sebuah kue yang sangat besar, sementara yang seorang lagi membawa buket bunga.

"Hati-hati langkahmu," kata Hankyung lembut. Ia dan Siwon segera membantu keduanya mengambil alih kue tersebut. Semua member SJ M berdiri dan berkumpul mengamati kue tadi.

"Pertama-tama selamat untuk debutnya SJ M. Kami berharap kalian akan sukses di China," kata salah seorang perwakilan fans.

"Xie xie," sahut ketujuh namja itu sambil tersenyum.

Kue pun diletakkan di luar jangkauan kamera agar acara bisa berlanjut. Ryeowook sesekali merangkul Zhoumi. Ia tahu perasaan Zhoumi saat ini sedang tidak baik setelah mendapatkan seruan-seruan penolakan dari beberapa fans di luar.

"Hadiah dari para fans ini kami harap bisa membuat kalian semua bahagia," kata Mickey. "Hadiah semacam ini selalu bisa menghangatkan hati orang yang menerimanya. Hangeng, bagaimana jika kau menceritakan tentang album baru kalian?"

Hankyung mulai menjelaskan mengenai album Me milik SJ M. Jumlah lagu, perubahan koreografi, masuknya nuansa jazz, tarian hip hop, perbedaan tema MV, penampilan, juga peran Henry untuk bagian biola.

"Tiga dari enam lagu baru yang terdapat di dalam album, liriknya ditulis oleh Zhoumi," kata Hankyung. Meski hanya dua tiga fans yang bertepuk tangan, Zhoumi tersenyum ramah. Ryeowook menepuk punggungnya untuk menghibur dan memberi selamat.

"Zhoumi yang menulis liriknya? Itu hebat!" puji Mickey.

"Siapapun yang mendengarkan CD nya akan berpikir yang menyanyikan adalah orang China. Cara pengucapannya sangat mengagumkan." Hankyung tersenyum bangga. "Kami sangat keras mengenai pengucapan saat rekaman."

"Aku ingin bertanya, apakah hal itu tidak terlalu sulit untuk mereka?"

Semua saling berpandangan mendengar pertanyaan sang MC. Pertanyaanpun ditujukan kepada Ryeowook yang sibuk bertanya kepada Zhoumi tentang apa yang mereka bicarakan.

"Yang lucu dari Li Xu adalah, saat bernyanyi, ia memiliki aksen Beijing yang terkenal dengan 'r' nya." Zhoumi mengalihkan perhatian MC.

"Aksen Beijingnya memang sangat bagus." Hankyung membenarkan.

Ryeowook hanya bisa tersipu malu mendengar pujian itu.

"Minta Li Xu mengatakan sesuatu," pinta Mickey dan Shasha merasa penasaran.

"Aku selalu mengatakan kepada Li Xu agar menghilangkan aksen 'r' itu. Tapi aksennya justru semakin kental," sahut Zhoumi. "Aku sampai berpikir, dia adalah orang Beijing yang sedang bernyanyi."

"Dia bernyanyi seperti orang Beijing kuno," kata sang MC disambut gelak tawa hadirin.

Ketika MC kembali meminta Ryeowook mencontohkan aksennya, Ryeowook menolak dengan alasan dia tak bisa memikirkan kata apapun saat itu.

"Kami akan mengajarimu," kata Mickey. "Guai ge war."

"Guai war saja, itu terlalu sulit," protes Shasha.

"Sedikit sulit tidak apa."

"Guai ge war." Saat kedua MC sedang berdebat, Ryeowook berhasil menyebutkannya meski dengan aksen yang tidak terlalu kentara.

"Itu bagus!" puji Mickey dan Shasha.

"Li Xu bagus, tetapi kadang kala Gui Xian lebih baik," kata Hankyung setelah mendengar aksen Ryeowook kurang mencolok. Ia memberi kode agar Kyuhyun mengucapkan kata mandarin.

"Fu wu yuan." Kyuhyun mengucapkan dengan aksen 'r' yang kental. Melihat reaksi fans yang berteriak kegirangan, Kyuhyun ikut bersemangat. "Fu wu yuan!" Ia mengulang pengucapannya sekali lagi sambil berakting seolah sedang memanggil pelayan rumah makan.

Suasana semakin heboh dengan suara tepuk tangan dari fans . Siwon, Donghae dan Hankyung yang terkejut dengan 'pembawaan baru' Kyuhyun, ikut bertepuk tangan. Mickey merasa takjub. Ia langsung berdiri dan memberi Kyuhyun boneka maskot SOHU.

"Dia benar-benar terdengar seperti orang Beijing," puji Mickey. "Di mana Gui Xian mempelajarinya?"

Kyuhyun menyahut dengan jawaban yang melenceng dari pertanyaan. Ia justru menerangkan saat mereka makan di rumah makan dan ia memanggil pelayan untuk memesan menu. Meski pikirannya kurang focus, tetapi wajahnya sudah lebih baik daripada di CRI tadi pagi. Reaksi fans terhadap apa yang dilakukannya membuatnya senang.

Shindong hyung, ternyata sangat nyaman jika aku menerima ELF sebagai bagian dari hidupku. Aku tak perlu merasa sungkan. Aku bisa menjadi diriku sendiri di hadapan mereka. Gomawo sudah mengajariku, hyung. Naneun neoreul bogo shipeoyo…

Ketika MC meminta Donghae mencoba sebuah kalimat mandarin yang panjang, Hankyung melakukan protes.

"Itu terlalu sulit!" protes Hankyung.

Namun ternyata, saat kalimat itu dipenggal-penggal, Donghae yang selalu berusaha keras dalam hal apapun, berhasil mengucapkannya dengan baik.

"Bahasa mandarinku memang bagus," aku Donghae ketika MC dan fans bertepuk tangan untuknya. Namun sedetik kemudian namja itu menutup mulut dan menekan dahinya yang terasa sakit. Jadwal ketat mulai membebaninya juga. Tapi tak lama kemudian ia kembali tertawa mengikuti percakapan yang ada.

Siwon sedikit kesulitan mengucapkan kalimat yang diminta, jauh lebih sulit dibandingkan dengan Henry. Namun semua berlangsung baik secara keseluruhan. Hankyung merasa cukup puas.

"Saya membaca blog milik Hangeng," tutur Mickey. "Di sana Hangeng mengatakan telah menunggu selama 5 tahun untuk momen ini. Dan sekarang, akhirnya Hangeng dapat datang ke China serta mendapat sambutan yang baik. Hangeng, mengapa tidak kau katakan sesuatu kepada semua yang hadir?"

Hangeng mengangguk pelan.

"Saya telah berada Korea sekitar 5 tahun dan saya selalu bekerja bersama dengan Super Junior." Hangeng mulai menerangkan maksud status blognya itu. "Tetapi mimpi terbesarku adalah kembali ke China dan memiliki sebuah album mandarin untuk memperkenalkan member Korea. Kemarin merupakan langkah pertama impian saya terwujud. Jadi saya merasa sangat bahagia sekaligus sangat cemas. Meskipun saya pernah tampil di China sebelumnya, kemarin adalah saat yang paling menegangkan. Saya ingin aksi panggung dan penampilan kami sempurna. Dan saya berharap kami akan menjadi salah satu artis top di China. Itulah tujuan terbesar kami saat ini."

"Mengapa kita tidak memberi mereka semangat?" tanya Mickey ketika suasana tetap hening. Seruan dan tepuk tangan pun mulai terdengar menanggapi himbauan itu.

"Mereka sudah sangat terkenal," kata Shasha. "Dalam dua hari blog mereka dibuka, pengunjungnya sudah melebihi 1.500.000 orang."

"Tentu saja, kau pikir mereka siapa?' tegur Mickey.

Acara bergulir ke pertanyaan yang pihak SOHU terima lewat email.

"Saya akan bertanya kepada member baru." Mickey melihat daftar pertanyaan di laptopnya sebelum memandang Zhoumi. "Zhoumi, hal apa yang kau miliki yang menurutmu akan menarik bagi fans?"

Mendengar pertanyaan itu Zhoumi tertawa getir. "Aku pikir…"

Ryeowook langsung mendekatkan mike miliknya kepada Zhoumi karena merasa suara namja itu terlalu pelan, namun Zhoumi menolaknya. Meski begitu, tangan Zhoumi menggenggam tangan Ryeowook untuk meminta dukungan.

"Saya pikir…."

"Apakah ini kelebihanmu?" tanya Sasha saat Zhoumi tak melanjutkan kata-katanya dan hanya tersenyum.

"Bukan, saya pikir…"

"Jangan menangis," kata Mickey saat menyadari mata Zhoumi mulai basah meski berusaha tersenyum. Ryeowook menggosok tangan Zhoumi yang berada di pangkuannya untuk memberi semangat.

"Apa yang terjadi?" Shasha merasa bingung ketika Zhoumi mulai meneteskan air mata.

Ryeowook berusaha menarik tangan Zhoumi namun namja itu bergeming. Akhirnya Ryeowook mendekat dan menarik paksa Zhoumi ke dalam rangkulannya. Ia juga memeluk namja tinggi semampai itu untuk menghiburnya. Member yang lain menatap dengan diam dari bangku masing-masing. Mereka sangat memaklumi perasaan Zhoumi.

"Zhoumi jadilah kuat!" seru Mickey mencoba membesarkan hati Zhoumi.

Zhoumi menghapus air matanya dan tersenyum. "Aku merasa sangat bahagia," ucapnya dengan susah payah. Zhoumi kembali menangis dan Ryeowook merangkulnya.

"Mengapa kita tidak memberi dukungan untuk Zhoumi?" tegur Mickey kepada fans yang hadir.

"Zhoumi! Jia You!" Fans mulai meneriakan dukungan. Stylist maju untuk memberi tissue kepada namja itu.

"Zhoumi, kau tidak harus bicara banyak. Semua orang mendukungmu. Kamu harus kuat, mengerti?" Mickey kembali membesarkan hati Zhoumi. "Menjadi bagian dari SJ M adalah sesuatu yang membahagiakan, jadi mengapa harus menangis? Jadi kita…."

"Kau tahu? Kau benar," potong Zhoumi sambil tersenyum meski air mata sesekali masih mengalir di pipinya. "Sebelum acara saya ingin ke restroom, tapi saya takut untuk pergi ketika melihat semua fans di luar. Jadi saya mengajak Shi Yuan."

Zhoumi mentertawakan kelakuannya saat datang ke SOHU.

"Sebenarnya saya merasa sangat senang bisa bersama member SJ M yang lain. Itu karena sifat kami saling melengkapi. Kami sudah bersama beberapa kali sebelum grup ini dibentuk. Saya selalu berpikir bahwa kami sudah bekerjasama dengan baik, di training atau di manapun. Sesudah datang di China, saya juga merasa sangat bahagia karena saya selalu ingin menjadi seorang penyanyi. Saya bekerja sangat keras untuk bisa mewujudkan impian ini. Apalagi bisa melakukan debut di tanah air sendiri. Jadi saya tidak tahu apa yang ingin saya katakan lagi."

Zhoumi mulai bisa tertawa.

"Bagaimanapun, saya harap grup ini bisa diterima baik di China dan menjadi yang terbaik."

Kali ini semua bertepuk tangan untuk mendukung Zhoumi dan Henry.

Acara pun bergulir ke permainan dengan menggunakan bahasa Mandarin. Semua menikmati kegiatan itu. Berusaha memenangkan semua game dengan kekompakan mereka. Kyuhyun pun bertindak lebih apa adanya di depan kamera meski dia masih sering terlihat bingung dan tidak fokus.

.

"Ini semua untukku? Ini benar-benar untukku?" Kyuhyun terkesiap saat menerima banyak hadiah dari para fans seusai acara. Ia langsung berteriak kegirangan dan membuka hadiah itu satu per satu. Matanya berbinar setiap kali melihat benda yang ia terima. Hadiah itu belum termasuk game portable dari pihak sponsor untuk mereka semua.

Member yang lain juga menerima beberapa hadiah dari fans. Hankyung mendapat jumlah hadiah terbanyak. Tapi mereka semua membuka hadiah dengan tenang, tidak seperti Kyuhyun yang selalu melonjak atau berteriak kegirangan.

"Aku ingin punya sifat seperti dia," kata Ryeowook sambil memandang Kyuhyun yang masih sibuk membuka kado.

"Sifat Kyuhyun hyung?" Henry merapat.

"Imutnya?" Donghae tertegun. "Wookie juga imut."

"Donghae hyung juga," cetus Siwon sambil tersenyum.

"Jangan katakan kau ingin sifat usilnya." Hankyung menautkan alis.

"Ani… Sifat tidak sadar kalau dia terkenal."

Semua serentak menoleh ke arah Ryeowook dengan heran. Kyuhyun sendiri terlalu sibuk mengagumi hadiahnya sehingga tidak menyadari mereka semua tengah membicarakan dirinya.

"Mwo? Tidak sadar?" Zhoumi memandang Ryeowook, meyakinkan telinganya tidak salah dengar.

"Kyuhyun hyung narsis." Henry meringis.

"Ne, waktu ada yang memuji kalau dia itu cool, dia bilang: aku tahu."

"Donghae hyung, aku lebih narsis," bela Siwon.

Ryeowook menggeleng tidak setuju.

"Coba hyungdeul lihat… Kyuhyunie selalu terkejut dan gembira setiap menerima hadiah, padahal itu sesuatu yang wajar mengingat dia salah satu yang paling terkenal di SJ." Ryeowook memandang Hankyung, Donghae dan Siwon. "Dia juga selalu bahagia menerima kado apapun. Seperti anak kecil. Aku ingin segembira itu saat menerima hadiah. Terkadang, karena sudah terbiasa, semua menjadi hambar. Tetapi Kyuhyunie tidak pernah begitu."

Kini mereka memandang Kyuhyun dan mengakui kebenaran kata-kata Ryeowook. Merasa diperhatikan, Kyuhyun menoleh. Dengan senyum lebar, Kyuhyun mengacungkan sebuah CD lagu kepada mereka.

"Hyungdeul! Henry-ah! Ada fans memberiku CD lagu ini karena aku menyanyi Moon Represents My Heart di acara CRI tadi pagi. Katanya lagu-lagu penyanyi ini sangat bagus. Aku akan mempelajarinya, dan menyanyikannya suatu saat nanti di atas panggung sebagai tanda terima kasih."

Mata Kyuhyun berbinar sambil membolak-balik CD itu, mencoba membaca tulisan kanji yang tertera di sana. Hankyung yang berdiri di belakang member lainnya, menepuk ringan mereka. "Kyuhyunie hidup dari hari ke hari. Itu sebabnya setiap hari bagi dia adalah sesuatu yang baru. Kalian bisa bersikap begitu jika berpikir seperti caranya berpikir."

"Hyung, dia akan baik-baik saja kan?" Ryeowook memandang Hankyung dengan cemas.

"Tentu. Kita akan menjaganya bersama. Dia akan baik-baik saja." Hankyung bergerak mendekati Kyuhyun, mengambil CD lagu dan memeriksa daftar lagunya. "Ini CD lagu Qi Qin."

"Ne, penyanyi yang sama dengan yang menyanyikan Moon Represents My Heart, hyung. Fans ini melihat siaran CRI, lalu datang ke SOHU untuk memberikannya. Hankyung hyung tahu lagu-lagu ini?"

"Tentu saja. Qi Qin penyanyi yang bagus dengan lagu yang bagus pula." Hankyung meneliti kembali daftar lagu tersebut dan menunjuk sebuah judul. "Bu Rang Wo De Yan Lei Pei Wo Guo Ye. Kau latih saja lagu itu, Kyuhyunie. Aku dan Zhoumi akan membantumu."

"Xie xie ni de ai, gege (terima kasih untuk cintamu)."

Hankyung tersenyum mendengar kalimat itu.

"Kyuhyunie, kemasi hadiahmu segera, biar manager hyung yang membawanya ke dorm," jelas Hankyung. Ia berdiri dan bertepuk untuk menarik perhatian semua membernya. "Kalian semua bersiap-siaplah. Besok kita meninggalkan Beijing menuju ke Nanjing."

Kyuhyun memandang hadiah yang berserakan dengan sedikit sedih. Diambilnya CD lagu tadi. "Aku akan mempelajarinya selama kita berkeliling China. Semoga kita bisa segera kembali ke dorm."

"Tentu." Hankyung tersenyum menenangkan. "Bawalah apa saja yang ingin kalian bawa dan simpan. Yang tidak bisa terbawa, serahkan kepada manager hyung untuk dikirim ke dorm SJ M."

Semua mengangguk. Meski lelah, mereka sibuk memilih apa saja yang akan mereka bawa ke kota selanjutnya, karena besok pagi-pagi mereka akan langsung berangkat.

Kyuhyun mengecek ulang ranselnya. Hadiah Natal dari hyungdeul, beberapa hadiah saat ulang tahun debut pertamanya, dan celengan beruangnya ia pastikan terbawa dalam ranselnya. Juga bando milik Yesung.

Meski Hankyung seorang pemimpin yang baik, tegas dan berhati lembut, Kyuhyun sangat merindukan Leeteuk. Leeteuk selalu membuat mereka tertawa di ruang tunggu, mendekati siapa pun yang berwajah murung dan berusaha membuatnya ceria kembali.

Bukan hanya kepada member SJ. Leeteuk juga melakukan itu untuk grup lain yang sedang bersama mereka. Ia akan meminta dongsaengdeul bergurau dan membuat lelucon bersamanya, agar grup lain yang melihat mereka terhibur. Padahal justru hal itu sering kali membuat SJ dicap sebagai pelawak. Tapi Leeteuk tidak peduli.

Kyuhyun meraih HP dan mulai menghubungi leader Super Junior. Beberapa kali ia mencoba, namun tak ada nada sambung yang terdengar. Wajahnya menjadi sedih. Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan mengisi jurnal pemberian hyungnya. Sesekali diliriknya HP-nya, namun benda itu tidak juga berbunyi.

Teuki hyung, aku merindukanmu… Mengapa hyung tidak mengangkat teleponku? Mengapa hyung tidak menelepon balik? Apakah hyung sangat sibuk? Atau hyung tidak mau mengeluarkan uang untuk biaya telepon? Teuki hyung memang paling pelit sedunia…. Meski begitu, aku sangat menyayangimu, hyung….

Mata Kyuhyun memanas. Ia mengelus sekali lagi celengan beruangnya sebelum memasukkan benda itu ke dalam ransel.

.

Leeteuk menimang HP-nya dengan bingung. Kyuhyun tadi menelepon, dan ia tidak punya keberanian untuk mengangkatnya. Park Jungsoo, apa yang kau lakukan? Kau tinggal angkat telepon dan mendengarkannya berbicara. Kenapa itu saja tidak bisa kau lakukan?

Suara Kyuhyun mengalun saat Leeteuk memutar musik. Teuki hyung, kenapa kau menggunakan lagu Ryeowookie sebagai ringtone-mu? Ganti! Hyung harus memakai laguku! Leeteuk tersenyum mengingat evil magnaenya merengut. Dan karena ia tidak mengganti ringtone-nya juga, akhirnya Kyuhyun nekad menjebol password-nya dan menggantinya sendiri.

Kau sangat nakal, Kyuhyunie. Tapi hyung tidak bisa membencimu. Hyung bahkan sangat merindukanmu… Mianhe, hyung tidak sanggup menerima teleponmu… Hyung takut akan menangis dan membuatmu bingung…. Cepatlah kembali… Kalian semua cepatlah kembali. Hyung sangat kesepian di sini….

Air mata Leeteuk mengalir tanpa bisa dicegah. Namja itu bergegas menghapus air matanya ketika dongsaengdeul masuk ke dorm lantai 12, bergabung dengannya di ruang tengah. Sungmin menyalakan televisi sementara yang lain mengambil tempat masing-masing.

Eunhyuk, Shindong dan juga Leeteuk memperhatikan tayangan live M!Countdown dengan diam. Begitu pula Kangin yang belakangan cukup sering tidur di dorm. Mereka memperhatikan SS501 membawakan acara yang telah mereka gawangi selama hampir dua setengah tahun, di mana Kangin yang ada di formasi awal digantikan oleh Eunhyuk.

"SS501 sudah pasti menggantikan Super Junior?" tanya Yesung yang ikut menonton.

"Belum pasti," jawab Leeteuk sambil merebahkan punggungnya ke sofa.

"Katanya mereka juga yang akan menggantikan Heechul hyung di Inkigayo."

"Itu juga belum pasti, Sungmin hyung." Kali ini Eunhyuk yang menjawab sambil menatap tangannya yang sudah sembuh. "Mereka bukan MC tetap, hanya sementara sampai ada keputusan lain."

"Super Junior sedang sibuk mempersiapkan album baru dan Super Show." Kangin tertawa getir. "Alasan yang aneh…. Bagaimana bisa menyiapkan semua itu tanpa lima anggota lainnya? Sepertinya kita hanya sibuk variety show, itu pun Teuki hyung dan Hyukie saja yang memiliki jadwal cukup padat."

"Kangin hyung, jangan berpikir negatif terus," tegur Eunhyuk halus.

"Ya! Hyukjae! Kau berani mengajariku?!" hardik Kangin sambil bangkit berdiri. Matanya memandang dengan gusar, membuat Eunhyuk beringsut memeluk Leeteuk.

"Kontrol dirimu, Kangin-ah." Leeteuk kali ini tidak tersenyum. Ia melempar pandangan menegur. "Belakangan ini kau sering mabuk-mabukan. Aku bahkan harus menjemputmu kemarin. Aku tidak melarangmu minum, tetapi jangan sampai mabuk. Untuk berdiri dan berjalan lurus saja kau tidak sanggup. Ingatlah Hankyung-ah dan dongsaengdeul yang sedang bekerja keras di sana. Mereka berjuang untuk kita. Setidaknya kau jaga kelakuanmu di sini."

Kangin tak bisa membantah apapun. Ia terduduk dengan wajah muram.

"Aku juga ingin bekerja keras, hyung. Aku tidak tega melihat mereka seperti itu di sana, sementara kita di sini hampir tak ada kegiatan. Bahkan Kibumie tengah bekerja keras di drama serial."

"Hyung, bukankah Kangin hyung juga main drama?"

Kangin melempar death glare kembali pada Eunhyuk.

"Aku tahu." Kali ini Leeteuk tersenyum lembut. Tak ada yang meragukan Kangin soal bekerja. Selain gemar minum dan temperamen tinggi, Kangin benar-benar pekerja keras dan selalu memposisikan dirinya sebagai pelindung member yang lain. Leeteuk mengerti bagaimana perasaan Kangin saat ini. Tidak sibuk dan tidak bisa melindungi.

"ELF memboikot album SJ M. Apa hyung tahu?" tanya Kangin hati-hati.

"Tentu saja." Leeteuk juga yang lain mengangguk.

"Hyun-ah…di siaran tadi pagi…" Kangin berhenti untuk menghapus air mata yang mulai mengalir di wajahnya. Sungmin dan Eunhyuk segera merangkul namja kekar namun perasa itu di kiri dan kanannya. "Saat tadi dia ditanya hadiah apa yang ia inginkan dari fans di China… Hyun-ah bilang ia tak menginginkan hadiah apapun. Ia hanya ingin mereka mendukung SJ M... Hyung, tidak adakah yang bisa kita lakukan untuk mereka di sana?"

Semua terdiam mendengar kata-kata Kangin. Mereka semua menonton siaran itu meski tidak bersama. Mereka tahu Kyuhyun sempat tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya sebelum bisa menjawab pertanyaan itu dengan lancar. Boikot penjualan album SJ M yang dikerjakan dengan susah payah membuat mereka semua bersedih. Meski album U dan Don't Don mengalami permintaan kembali akibat aksi boikot, dan mereka paham yang dilakukan ELF adalah untuk mempertahankan eksistensi mereka, namun tak urung mereka juga tak bisa menutup mata akan tekanan yang dihadapi member lain yang tergabung dalam SJ M.

"Waktu luang ini… Sebaiknya kita anggap ini kesempatan melatih apa yang kurang pada diri kita." Shindong mencoba memulihkan suasana. "Kalian masih ingat kata-kata Kyuhyunie waktu itu?"

"Yang mana?" Sungmin mulai tertarik.

Yesung duduk dengan penuh perhatian. "Tentang mengapa dia terpilih menjadi member SJ M?"

"Tentu aku ingat." Eunhyuk menjawab sambil tertunduk, membuat Yesung yang peka mengerutkan keningnya. "Dia bilang, dia terpilih menjadi member SJ M karena kemampuan dance-nya yang baik. Uri magnae memang kurang ajar."

"Tidak tahu kemampuan diri sendiri." Kangin mulai bisa tersenyum.

"Itu tantangan buat kita. Kita akan berlatih menyanyi mulai besok. Setuju?" Mata Leeteuk berbinar.

"Aku siap melatih kalian semua." Yesung berkata dengan semangat.

"Aigoo… Aku lupa siapa yang akan melatih kita vokal."

Semua tertawa mendengar keluhan Eunhyuk. Yesung sendiri hanya diam tanpa ekspresi. Namun matanya mengawasi Eunhyuk sedikit lebih lama. Saat mata mereka bertemu, seperti yang Yesung duga, Eunhyuk mengalihkan pandangan menghindarinya.

.

Eunhyuk baru saja pulang dari SUKIRA ketika Yesung mengetuk pintu kamarnya.

"Ada apa, Yesung hyung? Aku sangat mengantuk." Eunhyuk duduk di meja rias sambil membersihkan wajahnya sementara Yesung duduk di tepi tempat tidur.

"Donghae-ah menghubungimu?"

"Ne, tapi aku sedang sibuk. Jadi aku tidak mengangkatnya," kata Eunhyuk. Ia mengamati wajahnya di cermin, lalu bangkit untuk berganti pakaian tidur.

"Member yang lain meneleponmu juga?"

"Aku sibuk, hyung, aku tidak bisa mengangkat telepon," jawab Eunhyuk. "Sebenarnya Yesung hyung ingin bicara apa?"

"Kau meragukan mereka bukan?"

Kalimat langsung yang Yesung ucapkan, membuat wajah Eunhyuk pucat pasi. Ia kemudian duduk di sebelah Yesung dan mengangguk. Semua tahu, sia-sia menyembunyikan sesuatu dari Yesung yang berintuisi tajam.

"Hankyung hyung… Kata-kata Hankyung hyung membuatku cemas," kata Eunhyuk lirih. Ia tidak takut berbicara dengan Yesung, karena Yesung selalu menutup mulutnya rapat-rapat terhadap rahasia member lainnya. "Hankyung hyung bilang, impian terbesarnya adalah kembali ke China dan membuat album dalam bahasa Mandarin…"

"Untuk memperkenalkan member Korea di SJ," lanjut Yesung.

"Ne, aku tahu, dugaanku terdengar konyol, tetapi…."

"Tetapi kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri kalau kau ragu."

Eunhyuk mengangguk. Yesung menghela napas panjang.

"Hyung, aku masih berusaha mempercayai mereka… Meski blog mereka sangat ramai, aku masih mempercayai mereka." Mata Eunhyuk mulai basah dan suaranya gemetar. "Aku tak ingin mengalami perpisahan lagi dengan teman satu grup-ku. Itu sangat menyakitkan… Apalagi kita semua sudah seperti saudara."

Yesung menepuk bahu Eunhyuk dan tersenyum.

"Hyung tahu, Hyukjae sangat mencintai SJ. Sangat mencintai semua member lainnya." Yesung menepuk pipi Eunhyuk hingga dongsaengnya itu mengaduh.

"Hyung! Kau itu memukul pipiku, bukan menepuk."

Wajah Yesung tetap tanpa ekspresi menerima protes Eunhyuk. Ia bangkit berdiri dan berjalan ke arah pintu.

"Hyung, kau hanya ingin tahu soal itu?" Eunhyuk kebingungan melihat Yesung hendak keluar dari kamarnya.

"Apakah kau ingin mengatakan hal lainnya?"

Eunhyuk menggeleng dengan bingung.

"Itu bagus. Aku sudah mengantuk. Kasihan ddangkoma jika aku tak menemaninya di kamar." Tanpa berpamitan, Yesung meninggalkan Eunhyuk yang hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya. Jika Yesung menjadi tenang, Eunhyuk merasakan hal yang sebaliknya. Ia menjadi tidak bisa tidur malam itu.

.

.

10 April 2008

Hari-hari Super Junior maupun SJ M bergulir dengan rutenya masing-masing. Meski pemboikotan masih terjadi oleh sebagian ELF, Hankyung berhasil mempertahankan semangat membernya untuk tetap memberi yang terbaik.

"Ingat, jika kita tenggelam, Super Junior yang setengah vakum pun akan ikut tenggelam. Jangan pedulikan apapun, baik itu rumor, penolakan sebagian fans SJ, tekanan dari netizen kalau SJ terancam bubar, bahkan perasaan kalian yang rindu rumah… Aku mohon, semua itu harus kalian simpan rapat-rapat selama kita tampil, arra? Promo ini akan menentukan penjualan album nantinya."

Semua mengangguk. Penampilan mereka tanggal 10 April di Jiangsu TV dalam acara Very Big Star membuktikan mereka sanggup menempatkan semua masalah yang mereka hadapi di belakang. Kyuhyun pun melakukan apa yang dipesankan oleh Shindong, menjadi dirinya sendirinya sendiri. Ia sempat membuat Hankyung dan Siwon mempertahankan posisi baju mereka masing-masing saat Kyuhyun memperkenalkan diri. Para penonton seketika heboh karena baju Siwon dan Hankyung hampir tersingkap akibat ulah Kyuhyun. Hari itu Kyuhyun juga mendapat gelar baru sebagai SexyKyu akibat tariannya.

Semua menikmati jadwal yang padat sambil bersenang-senang, tampil sebaik mungkin namun apa adanya diri mereka, saling berinteraksi satu sama lain sehingga penampilan SJ M selalu dinanti meski ditengah kekacauan dan berita perpecahan Super Junior.

Namun jadwal mereka yang sudah tersusun padat hingga bulan Mei tidak diimbangi dengan pengaturan waktu yang baik. Mereka makan tidak teratur dengan asupan gizi yang seadanya. Hamburger, ayam goreng tepung, pizza, dan makanan cepat saji lainnya menjadi konsumsi mereka sehari-hari. Tidak jarang mereka baru makan malam sangat larut.

.

.

11 April 2008

Di ruang duduk hotel, Kyuhyun asyik bermain game ketika Donghae muncul.

"Kyuhyunie, kau belum tidur? Apa kata Hankyung hyung jika kau sakit?"

"Aku tidak bisa tidur, hyung." Kyuhyun tersenyum tipis. Sebenarnya ia sudah berusaha tidur, tetapi tubuhnya terasa sangat pegal sehingga tak ada posisi yang membuatnya bisa terlelap. Akhirnya Kyuhyun memilih bermain dengan harapan ia akan mengantuk dan bisa tertidur.

Kyuhyun menautkan alisnya ketika Donghae ikut membuka laptop dan duduk di seberang meja berhadapan dengannya. "Kyuhyunie, aku membuka UFO. Coba kau lihat siapa saja yang sedang aktif di sana."

Donghae tersenyum lebar ketika melihat wajah Kyuhyun berubah sangat cerah. Ia tahu, meski Kyuhyun tidak pernah mengucapkannya, dongsaengnya itu sangat merindukan keluarga dan member lain di Korea.

"Ini menyenangkan," ucap Kyuhyun sambil mulai membaca komen yang baru masuk di UFO Super Junior.

ELF: Aku bermimpi memiliki hubungan cinta segitiga dengan Kangin oppa dan Kyuhyun oppa hari ini. Ini mimpi yang bagus.

Kangin: Kenapa tidak dengan namja yang tepat?

"Mwo?!" Kyuhyun mempoutkan mulutnya membaca balasan Kangin.

Kyuhyun: Dog dream.

Donghae tertegun namun kemudian tergelak melihat mimik Kyuhyun. "Mungkin yang Kangin hyung maksud, kau terlalu kecil untuk mengalami cinta segitiga."

"Ya! Donghae hyung, aku ini bukan anak kecil!" Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Tapi bersaing dengan Kangin hyung itu menyebalkan. Dia sangat tahu cara memperlakukan yeoja."

"Aha! Aku masih ingat, kau bilang Kangin hyung tidak mungkin kau tolak jika kau seorang yeoja." Donghae kembali tergelak.

"Aku bilang, aku takkan mengenalkan yeojachingu-ku pada Kangin hyung!"

"Itu artinya, dugaan fans tadi benar bukan?"

"Berisik!" sungut Kyuhyun.

ELF: Siapa saja, tolong ceritakan tentang KING WANG ZZANG!

Leeteuk: Oh, itu adalah cinta antara Super Junior dan ELF.

Heechul: Ck, orang ini….

Donghae dan Kyuhyun tergelak membaca balasan Heechul. Mereka bisa membayangkan betapa gemasnya Heechul kepada Leeteuk. Jika Leeteuk ada di dekatnya, Heechul pasti mencium pipi Leeteuk saking gemasnya. Leeteuk sendiri memilih jawaban yang aneh untuk menghindari bocornya berita sebelum waktunya.

"Itu lagu yang ditulis Heechul hyung untuk Defconn kan? Meski tidak semua liriknya, tapi lagu itu Heechul hyung sekali. King Wang Zzang. Super King Cool. Aku hafal part Heechul hyung." Kyuhyun bangkit berdiri dan mulai menirukan Heechul yang menyanyikan lagu rap yang belum dirilis itu.

ujudaeseuta heenimida
nae ireum ttan heenim-byeoldo itda
jalnancheok geonbangjyeo maldeureun maneo
bakkeseon balladeu aneseon metal utgyeo
ne salm gyehoegena gwanshimgatji geurae
taja chil shigane peneul deulji ijen
nam yokhan soneuro
bumonim eokkaerado jumulleodeuryeo
nuwo dwinggulgeorijiman malgo

Kali ini Donghae tidak lagi tertawa. Dengan cemas ia mendekati Kyuhyun dan memaksanya duduk kembali.

"Ya! Donghae hyung! Apa aku tidak cocok menyanyikan lagu rap?" Kyuhyun memandang wajah Donghae yang tengah meringis. "Kalau begitu, hyung harus mengajariku, arra? Suatu hari, aku akan bernyanyi rap di panggung. Aku ingin mencoba menjadi rapper."

"Bukan…bukan soal rap-nya, Kyuhyunie. Tapi lirik itu tidak cocok untukmu. Apa kata Cho ajussi jika mendengarnya? Hyung tidak ingin beliau mendengar kata-kata seperti itu dari mulutmu."

"Heechul hyung boleh menyanyikannya." Kyuhyun memandang dengan tidak senang.

"Percayalah kata-kataku, lagu itu akan dicekal komisi penyiaran jika muncul." Donghae kembali ke posisinya semula. "Sebaiknya kau tidak menyanyikannya."

"Tapi itu lagu yang bagus."

"Bagus, tapi liriknya terlalu keras." Donghae meringis. "Kau bukan anak yang selalu menentang orang tua. Lirik tadi tidak cocok untukmu."

"Heechul hyung sekali." Kyuhyun mengangguk pelan.

Donghae melihat mata Kyuhyun meredup. "Kau merindukannya, eoh?"

"Mwo?" Kyuhyun kembali ke dunia nyata dan memasang evil smirknya. "Aniyo. Aku bukan Donghae hyung yang selalu bilang merindukan Korea sejak hari pertama. Kau tahu, hyung, setiap kau berdiam diri dengan wajah sedih, Ryeowookie sangat mencemaskanmu. Ia senang sekali ketika hyung mulai bisa tersenyum dengan tulus."

"Begitukah?" Donghae mencoba memandang Kyuhyun lebih dalam, namun sudah tak tersisa perasaan sedih sedikit pun di wajah dongsaengnya. Ia hanya bisa menghela napas melihat hal itu. "Aku tidak akan membuatnya khawatir lagi mulai besok. Aku akan mencoba bersenang-senang di sini."

"Itu bagus. Hyung tidak boleh membuat dongsaengdeul khawatir." Kyuhyun kembali tertawa, tidak menyadari Donghae yang terdiam.

"Kalian sedang apa?" Ryeowook muncul dengan wajah mengantuk. Ia duduk di sebelah Kyuhyun dan tersenyum. "Ah! Banyak sekali yang online!"

Seperti Kyuhyun dan Donghae, Ryeowook pun senang melihat Kangin, Leeteuk, Heechul, Shindong, dan Sungmin sedang aktif di UFO. "Aku juga online kalau begitu. Kyuhyunie, apa cukup jika tambah satu lagi?"

"Cukup, Ryeowookie. Aku sudah memastikan agar kita bertujuh bisa online sekaligus jika menginginkannya."

Ryeowook bergegas mengambil laptopnya dan bergabung bersama mereka di ruang duduk. Ia tertawa ketika ada ELF yang mengajak Eunhyuk menonton film dewasa, Sungmin yang ditegur karena bersikap diam saat bertemu fans, juga Heechul yang meminta dibagi roti saat ada ELF yang menulis akan pergi sebentar untuk membeli roti.

"Mata Hyukie pasti langsung berbinar," celetuk Donghae sambil tergelak.

ELH: Pembunuhan namja-namja populer. Aah…

Heechul : Cari mati!

"Ommo…apa yang Heechul hyung tulis?"

"Jangan terkejut, Wookie. Kyuhyunie membalas ELF dengan 'dog dream' tadi."

"Mwo?!"

"Itu artinya mengigau," kata Kyuhyun membela diri. "Ck, kenapa kalian peduli sekali dengan kata-kata seperti itu?"

"Kenapa kau dan Heechul hyung tidak peduli dengan kata-kata yang kalian tulis?" balas Ryeowook.

ELF: Kangin oppa! Apakah makan daging harus dengan minum bir? Berhentilah minum!

Kangin: Apakah saya sedang berdiet?

Donghae menggelengkan kepalanya. "Sepertinya tak ada yang beres dalam menjawab pertanyaan fans." Ia melirik ke arah Kyuhyun yang sibuk bermain PSP sambil memantau perkembangan di UFO. "Omong-omong soal minum… Kyuhyunie, kau minum 3 botol sehari. Apakah kau tahu dapat nick name baru di sini?"

"Beer chair?" Ryeowook tersenyum lebar.

"Ryeowookie, kau sudah tahu, jangan berpura-pura tidak tahu." Kyuhyun tidak mau membahas hal itu lebih lanjut. Ia melepaskan pandangannya dari PSP dan beralih ke laptop. Saat itu Donghae tengah membalas komen seorang ELF lainnya. "Donghae hyung, apa yang kau tulis?"

"Dia bertanya mengapa Siwonie tidak selalu membalas UFO. Aku jawab dia sibuk berdoa. Bukankah itu tidak salah? Dia selalu berdoa setiap pagi dan malam, juga setiap ada hal yang mengganggu pikirannya."

Belum sempat menyahut kata-kata Donghae, mata Kyuhyun terbelalak membaca balasan UFO Ryeowook.

ELF: Kibum oppa! Oppa tidak punya tangan atau kaki?! Tidak pernah ada balasan!

Ryeowook: Tidak punya jari…

Kyuhyun memandang kedua namja di sekitarnya dengan wajah prihatin. "Hyungdeul, berhentilah bersikap kita ini normal. Kalian menegurku, tapi jawaban kalian juga sembarangan seperti ini."

Ryeowook dan Donghae tertawa, apalagi tak lama kemudian Eunhyuk dan Leeteuk membalas UFO dengan jawaban yang membuat mereka tersenyum. Ketiganya memakan sebungkus besar popcorn yang dituangkan Ryeowook ke mangkuk. Untuk beberapa saat UFO tampak sepi. Tak ada komen apapun yang masuk. Mereka menghabiskan popcorn sambil melihat-lihat berita.

Ketiganya membuka UFO ketika ada penanda komen masuk.

"Kyuhyunie, aku akan membalas dengan baik sekarang. Kau amati caranya, arra? Ini…komen ini mudah untuk dijawab." Donghae tersenyum sambil mengetik sesuatu di laptopnya. Kyuhyun dan Ryeowook mengamati dari laptop masing-masing.

ELF: Oppa sudah tidur? Semua sudah tertidur? Kalian bermimpi begitu cepat?

Donghae: Pergilah ke dunia mimpi sekarang. Kita bertemu di mimpiku?

"Uhm, itu bagus." Ryeowook mengangguk sambil tersenyum salah tingkah. Kyuhyun tidak berkata apapun. Ia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"MWO?! Apa-apaan ini?" Kyuhyun menunjuk layar saat sebuah komen masuk. Tapi tampaknya Kangin yang masih aktif sudah menanggapinya.

ELF: Super Junior itu bodoh.

Kangin: Apa?!

ELF: Super junior adalah kumpulan anak bodoh. Childish Junior!

Kyuhyun: Begitu pun kamu.

Ryeowook dan Donghae mengerang bersamaan ketika Kyuhyun membalas UFO tersebut.

ELF: Oppa itu bodoh.

Kyuhyun : Lebih pintar daripada kamu.

ELF: Balasan apa itu?! Jelaskan!

Kyuhyun melirik ke arah Ryeowook dan Donghae yang menggeleng keras ke arahnya. Keduanya memasang tampang memelas, memintanya untuk tidak membalas dengan kata-kata yang lebih tajam lagi.

Kyuhyun: Tidak perlu kujelaskan.

Ryeowook dan Donghae menghembuskan napas lega ketika membaca balasan Kyuhyun. Ryeowook menutup laptopnya, lalu menarik Kyuhyun berdiri. "Kyuhyunie, jangan melihat UFO lagi. Tidak semua yang berkomentar di sana adalah fans kita. Ayo kita tidur. Palli."

Ryeowook tidak memberi kesempatan kepada Kyuhyun untuk membantah. Ia menarik dongsaengnya itu sekuat tenaga, sehingga Kyuhyun terpaksa berdiri. "Donghae hyung, tolong matikan laptop Kyuhyunie."

"Baik." Donghae tersenyum melihat Ryeowook yang bertubuh mungil mendorong-dorong Kyuhyun hingga ke pintu kamarnya. Namun saat Ryeowook ikut lenyap ke dalam kamarnya dan Henry, senyum Donghae menghilang. Ia baru menyadari kesendiriannya di ruang duduk itu. Namun ia harus mematikan dua buah laptop sebelum bisa menyusul masuk ke kamarnya sendiri.

.

Hankyung benar-benar kelelahan setelah syuting Very Big Star kemarin malam. Namun jadwal tidak memungkinkannya untuk bangun lebih siang. Setelah menjalani wawancara, pemotretan dan jadwal lainnya hari ini, Hankyung terkapar di tempat tidur hotel sejak jam 3 sore. Sebelumnya ia sudah menyempatkan diri berpesan kepada member yang lain untuk tidak tidur larut malam karena jadwal mereka besok.

"WHOAAAAAAAA! HYUUUUNG!"

Teriakan itu membuat Hankyung tersentak dari tidurnya, bersamaan dengan sesosok tubuh yang memeluknya dengan erat. Kepala Hankyung terasa berputar akibat gerakan yang tiba-tiba. Jantungnya berdetak sangat cepat. Namja itu memejamkan mata, berusaha mengumpulkan kesadarannya.

"Hankyung hyung, aku takuuuut!"

Sosok yang kini ia kenali sebagai Donghae, mengguncang-guncang tubuhnya sambil menangis. Hankyung meringis saat tubuhnya yang kelelahan semakin sakit akibat ulah dongsaengnya itu.

"Donghae-ah, lepaskan pelukanmu," kata Hankyung sambil menjauhkan Donghae. Ia berusaha menahan emosinya yang naik akibat terbangun dengan mendadak. "Ada apa? Kau takut apa?"

"Hantu, hyung… Aku takut hantu…" isak Donghae. "Tadi waktu aku di ruang duduk, aku mendengar suara-suara aneh."

"Hantu?!" Hankyung bangkit berdiri dengan gusar. "Kau membangunkanku hanya karena takut hantu? Donghae-ah, kau ini bukan anak kecil lagi!"

Selembut apapun seseorang, jika sedang mengalami sakit dan kelelahan yang amat sangat, sulit baginya untuk memikirkan kelemahan orang lain. Itu juga yang terjadi pada Hankyung. Perasaan tertekan, lelah, dan sakit, membuat emosinya naik dengan cepat. Namja itu menghardik Donghae, menariknya ke ruang duduk, dan menceramahinya sampai kedua mata Donghae merah karena menahan tangis.

"Gege, apa yang terjadi?" Zhoumi keluar dengan wajah mengantuk, membuat Hankyung merasa bersalah.

"Apa gege membangunkanmu?"

"Bu (tidak), aku kebetulan ingin mengambil minum." Zhoumi memandang Donghae yang duduk di sofa dengan wajah tertunduk, jelas terlihat sedang menahan isakannya hingga mata dan hidung namja itu tampak memerah.

"Ingat baik-baik, Donghae-ah! Kau sering sekali membayangkan yang tidak-tidak! Itu semua hanya ilusimu sendiri!" Hankyung meneruskan omelannya.

Zhoumi yang ingin menenangkan Hankyung terpaksa mengurungkan niatnya saat bel terdengar. Ia bergegas membuka pintu, lupa untuk mengecek siapa yang datang. Namja itu menautkan keningnya saat melihat sosok asing berdiri di muka pintu.

Bukan manager hyung. Siapa yang bertamu selarut ini?

"Kamu mengerti?! Sekarang lekas tidur! Jangan sampai kau tampil tidak baik di acara nanti!"

Suara Hankyung terdengar hingga ke pintu, membuat Zhoumi tersenyum meminta maaf kepada sang tamu yang mendengarnya.

"Itu Hangeng?" Sang tamu menautkan alis dengan keheranan. "Maaf saya bertamu selarut ini. Tapi saya sudah membuat janji dengan Hangeng. Dia meminta saya menemuinya malam ini, karena di jam lain kalian semua sibuk."

"Sun Le?" Hangeng terkejut melihat sahabatnya muncul setelah Zhoumi mempersilahkan masuk. Namja itu memandang ke arah Donghae yang kini sudah benar-benar menangis. "Donghae-ah, masuk ke kamarmu dan pikirkan baik-baik perkataanku tadi."

Hankyung memberi kode kepada Zhoumi yang langsung merangkul Donghae dan menuntunnya ke kamar.

"Maaf aku memintamu untuk bertemu selarut ini." Hankyung memeluk sahabatnya dengan wajah gembira. "Duduklah, kau sudah makan malam?"

"Sudah, terima kasih."

"Kalau begitu temani aku makan. Aku tertidur dan belum sempat makan malam." Hankyung meraih telepon dan menghubungi service room. Wajah namja itu dalam hitungan menit memerah ketika tidak dapat memesan makan malam. Tangannya terkepal, namun Hankyung berusaha menekan suaranya selembut mungkin. "Ah, jadi tidak bisa? Kalau begitu tolong bawakan beberapa macam snack dan minuman. Xie xie."

Kening Sun Le bertaut mendengar suara gagang telepon dibanting.

"Hotel macam apa ini? Aku belum makan malam tapi tidak bisa memesan makan malam! Apa kerja koki mereka?!" Hankyung menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan wajah gusar.

Sun Le memperhatikan sahabatnya itu dengan diam. Ia mengajak Hankyung berbicara hal-hal yang menyenangkan sehingga wajah namja itu melunak dan tertawa. Ketika room service tiba, mood Hankyung sudah membaik. Namja itu meminta maaf karena memesan makanan tengah malam, lalu menuangkan minuman untuk Sun Le sambil bercerita dengan gembira.

"Hangeng, aku dengar berita bagus tentangmu dari para kru yang bekerja bersama SJ M. Katanya Hangeng seorang artis yang sangat baik, lembut dan tidak arogan." Sun Le mengamati mimik Hangeng yang tersenyum saat mendengar kata-katanya.

"Pujian itu terlalu tinggi. Aku hanya tampil apa adanya." Hankyung tersenyum lembut.

"Tapi malam ini aku melihat Hangeng yang berbeda."

Hankyung berhenti menyantap roti lapis, dan memandang sahabatnya dengan bingung. Ia merasa sedikit terganggu dengan kalimat tadi.

"Yup, tepat seperti itu ekspresimu yang sebenarnya," tambah Sun Le. "Hanya selisih dua bulan dari terakhir kita bertemu, kau berubah begitu banyak, Hangeng. Kesibukan SJ M membuatmu tertekan? Kau menjadi seperti orang bingung, kacau dan…pemarah."

Kata-kata terakhir itu Sun Le ucapkan dengan pelan, namun memukul Hankyung dengan telak. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang ia lakukan belakangan ini.

"Hangeng yang kukenal adalah orang yang sabar dan lembut. Dia punya ambisi, dia perfeksionis. Tapi dia tahu bahwa semua orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Hangeng sahabatku akan berusaha menerima semua itu dengan baik. Dia tidak akan menunjuk kelemahan seseorang seperti yang kau lakukan tadi."

"Benarkah aku berubah, Sun Le?" Hankyung terdiam ketika Sun Le mengangguk. Ia meraup wajahnya dengan kedua tangan. Tampak jelas namja itu merasa menyesal. "Terima kasih sudah mengingatkanku… Semua jadwal ini membuatku sangat tertekan, tapi bukan alasan buatku membuat dongsaengdul ikut terseret di dalamnya. Aku akan berusaha menekan emosiku."

"Menekan emosi? Hangeng, kau harus katakan pada mereka perasaanmu. Kalian satu kelompok. Sudah sewajarnya susah dan senang kalian bagi bersama. Jika kau menyimpan semua masalahmu sendiri, suatu saat kau akan meledak."

"Sun Le, bisakah kita membicarakan hal yang menyenangkan saja?"

Senyum lemah itu membuat Sun Le tak bisa berbuat apa-apa. Ia pun mengikuti keinginan Hankyung untuk berbicara mengenai hal-hal menyenangkan. Namun di sudut hatinya, ia merasa cemas akan kondisi sahabatnya.

.

.

13 April 2008

SJ M tiba di Changsha dengan pesawat terbang lalu menuju Hunan eTV untuk melakukan siaran live. Fans menyambut mereka mulai dari bandara hingga stasiun TV tersebut. Setelah melakukan perform U, mereka semua duduk dalam 2 barisan. Henry, Siwon, Kyuhyun dan Zhoumi di barisan belakang. Donghae, Hankyung dan Ryeowook di barisan depan diapit oleh kedua MC.

Wawancara bergulir seperti hari-hari kemarin, dihadiri oleh beberapa perwakilan fans yang diperbolehkan memasuki ruangan.

"Gui Xian, kesehatanmu tampak lebih baik," kata salah seorang MC.

"Xianzai meiyou wenti (tidak ada masalah sekarang)," sahut Kyuhyun sambil tersenyum.

"Dari dance yang baru saja Gui Xian lakukan, kalian semua bisa melihat bahwa ia berusaha sangat keras untuk pulih bagi kita semua," tutur MC yang sedari tadi mencemaskan keadaan Kyuhyun setelah mendapat penjelasan dari Hankyung di belakang layar. Zhoumi dan Hankyung menoleh ke arah Kyuhyun yang tengah mengusap peluhnya.

"Namun pada kenyataannya, beberapa luka masih akan terasa sakit untuk waktu yang lama di dalam tubuhnya," tutur sang MC kepada penonton.

Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke arah Siwon yang mencoba membisikan apa yang MC katakan dalam bahasa Korea.

"Gui Xian mencoba menari sebaik mungkin untuk semua orang. Ini adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan."

Kini perhatian Zhoumi dan Hankyung mulai tersita oleh Siwon yang masih sibuk mengartikan perkataan MC kepada Kyuhyun. Seperti yang mereka duga, Kyuhyun tampak tidak senang saat mengetahui kondisinya dibeberkan sedemikian rupa. Namun Kyuhyun mencoba tersenyum meski sempat menghela napas panjang.

"Jadi saya pikir kita harus benar-benar mengurangi aksi penolakan kita, dan mengubah seruan-seruan itu menjadi suara dukungan untuk SJ M." Sang MC menghimbau. "Kita harus membuka hati kita untuk mencintai mereka. Dui bu dui?"

"DUI!"

MC kemudian meminta semua bergilir menyanyikan lagu dalam bahasa mandarin. Hankyung meminta Kyuhyun dan Siwon bersamanya menyanyikan Moon Represent My Heart; Ryeowook menyanyikan lagu Kiss You Good Bye; Zhoumi menyanyikan lagi Forever Love. Ketika tiba giliran Heny, ia mengajak Siwon dan Donghae untuk menemaninya.

"Kami akan menyanyikan lagu yang kami latih di pesawat," jelas Henry. Ketiganya menyanyikan lagu Two Tiger. Ketiganya tampak sangat lucu dan imut ketika menyanyikan lagu kanak-kanak itu.

"Terimakasih semuanya!" seru sang MC ketika Henry, Siwon dan Donghae kembal ke tempat duduk. "Tidak ada yang belum tampil bukan?"

"Gui Xian," cetus MC yang lain.

Mendengar namanya disebut, Kyuhyun terbelalak. Sepasang mata hitamnya melebar ketika Hankyung menjelaskan kata-kata MC tadi.

"Gui Xian bilang: Gege, saya sudah bernyanyi." Hankyung menterjemahkan sambil tertawa.

"SOLO! SOLO! SOLO!"

Seruan fans yang berteriak meminta Kyuhyun bernyanyi solo, juga tepukan Siwon yang memintanya untuk memenuhi permintaan mereka, membuat Kyuhyun bangkit berdiri dan menuju panggung. Ia menyanyikan I Believe, OST dari My Sassy Girl.

"Sebenarnya ada lagu lain yang benar-benar mewakili perasaan kami saat ini," kata Hankyung saat MC hendak menutup sesi menyanyi. Ryeowook meletakkan tangannya di pundak Hankyung untuk memberi semangat ketika leader SJ M itu bersiap untuk bernyanyi.

Lagu I'm Willing milik Faye Wong yang dinyanyikan Hankyung dengan sepenuh hati, membuat banyak fans menangis. Lagu itu menyampaikan perasaan Hankyung yang merindukan negaranya. Meski ia jauh, namun kembali ke China adalah impian terbesarnya dan saat ini mimpi itu terwujud.

Seruan-seruan dukunganpun tercetus setelah lagu itu usai. Hankyung menangis bahagia. Meski belum sepenuhnya mereka diterima, ia merasa usaha mereka mulai memberikan hasil sedikit demi sedikit. Hal itu memberi semangat baru kepada member SJ M yang lain.

.

.

15 April 2008

Seperti biasa, SJ M bersiap di belakang panggung untuk tampil. Hankyung tengah bercakap-cakap dengan salah seorang kru televisi untuk mengetahui apa saja yang akan mereka lakukan di atas panggung nanti. Hankyung tidak menyukai kejutan. Ia selalu meminta penjelasan mengenai acara dengan detail, termasuk pertanyaan apa yang akan dilontarkan kepada mereka.

Zhoumi, Siwon, Donghae, Ryeowook dan Henry mendiskusikan beberapa kalimat mandarin yang mereka pelajari, dan melatih pengucapan dengan berulang.

Sejak tadi pagi, Kyuhyun merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya pun terasa pusing seiring dengan napasnya yang semakin berat. Karena itu Kyuhyun lebih memilih berdiam diri sambil bermain PSP.

"Kyuhyunie, gwenchana?"

Kyuhyun dengan kesal menghentikan permainannya dan memandang Siwon yang sudah bertanya hal yang sama sebanyak 3 kali. "Hyung, gwenchanayo. Kapan hyung mau belajar percaya padaku?" desis Kyuhyun setengah berbisik.

"Kau setiap malam demam dan mengigau, bagaimana hyung bisa percaya?" Siwon ikut berbisik. "Mintalah ijin untuk ke dokter. Mungkin kau harus menambah beberapa vitam…."

Kyuhyun bergegas ke toilet setelah melempar PSP nya begitu saja di bangku. Kyuhyun merasa mual dan berhasil tiba di wastafel sebelum isi perutnya keluar.

"Kyuhyun sshi, jika otak kekurangan oksigen, lambung akan memproduksi asam berlebih. Hal itu membuatmu merasa mual dan juga muntah. Jika seperti itu, kau harus beristirahat sampai paru-parumu bekerja dengan baik dan kebutuhan oksigen di dalam darahmu cukup. Anggap saja itu alarm untuk batas kemampuanmu beraktifitas."

Kyuhyun berpegangan kuat pada wastafel saat kakinya terasa lemas. Tubuhnya gemetar dan tak bertenaga. Ia berusaha menarik napas sebanyak-banyaknya, dengan harapan kondisinya membaik dengan cepat.

Mianhe, euisa-nim… Aku tidak bisa beristirahat sekarang… Aku harus tampil di atas panggung… Aku tidak boleh tumbang saat ini…

Kyuhyun merasa lega saat berhasil menarik tubuhnya berdiri. Dengan cepat ia membasuh muka dan mulutnya. Ia memandang wajah pucatnya yang terpantul di cermin.

Cho Kyuhyun, bertahanlah… Setidaknya sampai pertunjukan hari ini berakhir….

Kyuhyun tersenyum di depan cermin sebelum berbalik menuju pintu. Langkahnya terhenti melihat Siwon berdiri di salah satu dinding toilet sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Wajah Kyuhyun memerah. Ia begitu sakit dan lemas sehingga tidak menyadari Siwon mengikuti dan memperhatikannya sejak awal.

"Sekarang kau tahu mengapa hyung tidak percaya?" Siwon memandangnya dengan pandangan menegur. Namun sedetik kemudian Siwon tersenyum, melingkarkan sebelah lengannya ke bahu Kyuhyun dan menuntunnya keluar. Ia tidak peduli Kyuhyun menggembungkan pipinya yang pucat.

Keduanya berjalan menuju rombongan SJ M yang berkumpul di belakang panggung. Mereka masih berjarak sekitar 10 meter dari yang lain ketika tiba-tiba tubuh Hankyung terjatuh ke belakang. Leader SJ M itu meringkuk kesakitan sambil memegang tangan kanannya. Tangan itu gemetar dengan kuat. Keringat mengalir deras di tubuhnya yang tampak semakin kurus.

Siwon langsung melepaskan rangkulannya dari Kyuhyun dan berlari cepat ke arah Hankyung. Butuh beberapa detik lebih lama bagi yang lain untuk hilang dari keterkejutannya. Mereka berkumpul saat Siwon berhasil memapah Hankyung berdiri.

"Gwenchanayo… gwenchanayo…" Hankyung berbisik dan tersenyum lemah, berusaha menenangkan dongsaengdeul yang tampak cemas.

"Aku akan menelepon ambulan!" seru salah seorang kru.

"Jangan. Dia berkata dia baik-baik saja," kata manager SJ M, mencegah sang kru menelepon.

"Aku baik-baik saja. Kami masih bisa tampil," bisik Hankyung lemah.

"Tapi…" Kru itu hendak membantah namun Hankyung menggeleng.

Dengan bantuan Siwon, Hankyung beristirahat di bangku. Ia mulai merasa lega karena tangannya tidak lagi gemetar. Wajah pucatnya pun memerah setelah meminum teh hangat yang disodorkan kru acara.

"Kalian jangan khawatir, hyung hanya kelelahan. Nanti kita tampil dengan baik, arra?" Hankyung menenangkan dongsaengdeul. Senyumnya menghilang ketika menyadari ada seseorang yang tidak berada di dekatnya. Saat ia mengedarkan pandangan ke sekeliling, matanya bertemu sepasang mata hitam milik Kyuhyun.

Kyuhyun ingin berteriak dan berlari saat melihat tubuh Hankyung melayang. Namun paru-parunya yang kekurangan oksigen membuat tubuhnya terasa berat. Ia hanya bisa memandang semua kejadian itu dengan diam. Ia begitu terkejut dan marah hingga tidak bisa melangkah mendekat sedikit pun.

Jantung Hankyung berdetak lebih cepat begitu melihat tatapan tajam Kyuhyun. Ia bisa melihat jelas perasaan sedih, kecewa sekaligus marah yang terpancar di mata dongsaengnya sebelum sosok itu menghilang kembali ke dalam toilet.

"Zhoumi…."

"Ada apa, hyung?"

"Gui Xian… Tolong tengok Gui Xian. Dia ada di dalam toilet."

Zhoumi memandang Siwon. Namja tampan itu memberinya kode untuk mengikuti perintah Hankyung. Zhoumi pun bergerak menyusul Kyuhyun. Ia nyaris bertabrakan dengan sosok yang dicarinya saat membuka pintu toilet.

"Gui Xian, Hangeng gege mencarimu."

"Aku hanya ke belakang sebentar, Zhoumi ge, ayo kita menyusul yang lain." Kyuhyun menarik lengan Zhoumi. Namja itu menjadi lebih tenang sesudah melampiaskan kekesalannya dengan menghentak-hentakkan kaki di dalam toilet. Kyuhyun bersikap seperti biasa saat menunggu giliran mereka tampil. Namun ia menghindari tatapan Hankyung yang sesekali tertuju ke arahnya.

Henry yang selama ini tidak banyak bicara, mulai merasa tertekan oleh penolakan terhadap dirinya dan Zhoumi yang belum juga mereda. Kondisi Hankyung tadi membuat ia kesal dan memutuskan untuk mencoba menjernihkan suasana saat wawancara berlangsung.

"Super Junior dan Super Junior M bukan sebuah grup yang sama. Saya tidak berusaha untuk bergabung dalam Super Junior. Tolong jangan salah paham terhadap saya." Henry kali ini tidak dapat menahan perasaan sesaknya lagi.

"Saya tahu banyak yang tidak menyukai saya, tetapi saya akan terus berbuat yang terbaik. Saya sebenarnya menguasai bahasa Mandarin, tetapi karena saya besar di Kanada, saya jarang memiliki kesempatan untuk belajar mengucapkannya dan kesulitan untuk menuliskannya. Tetapi saya mengerti bahasa Mandarin."

Member yang lain tahu, Henry saat ini sedang mengalami home-sick. Ia merindukan appa, eomma, juga hyung dan yeodongsaeng-nya. Sejak datang di Korea tahun 2006, ia belum pernah bertemu mereka lagi.

Reporter kembali mencecarnya karena profil tersembunyinya saat album Don't Don. Di MV itu Henry juga berdandan dengan wajah yang tertutup, sehingga banyak pihak yang kesulitan untuk mengenalinya saat berita penggantian Kyuhyun itu menyebar.

Henry hanya bisa tersenyum getir sementara member yang berada di sisinya merangkulnya untuk memberi dukungan.

"Saya juga tidak suka wajah saya tertutup seperti itu. Tetapi pihak managemen tidak mengijinkan wajah saya terekspos sampai waktu debut SJ M. Setiap hari kami semua berlatih dengan keras. Besok pun kami sudah harus bangun pagi-pagi sekali. " Henry menutup wawancara dengan senyum.

Semua akhirnya kembali ke dorm dengan perasaan sangat lelah.

Hankyung mendekati Kyuhyun yang sedang berganti pakaian. Matanya sedikit memicing ketika melihat bekas luka di dada dan perut Kyuhyun. Kyuhyun sendiri sudah terbiasa dengan keadaannya dan mulai merasa nyaman untuk berganti di mana pun selama tidak ada orang lain di luar member. Ia bahkan sering tidak mengenakan pakaian bagian atas jika cuaca sedang sangat panas.

"Kyuhyunie, apa kau sedang sakit? Ada yang kau perlukan? Atau ada yang hyung bisa bantu?" Hankyung duduk di sisi Kyuhyun yang kini merapikan peralatan make-up-nya.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum. "Ani, hyung, aku baik-baik saja."

"Kyuhyunie, kau tidak boleh berbohong." Hankyung memandangnya dengan cemas.

Kini Kyuhyun memandang Hankyung dengan tatapan tajam. Sangat berbeda dengan senyum lembutnya tadi. "Hyung, kenapa kau tidak mau ke rumah sakit? Aku berjanji menurut jika hyung juga menjaga diri sendiri. Tapi hyung bahkan memaksakan diri tampil di atas panggung dengan kondisi seperti tadi!"

"Kyuhyunie, kau harus mengerti, aku melakukan ini…"

"Untuk SJ dan SJM. Aku mengerti." Kyuhyun bangkit berdiri. Lagi-lagi ia mengukir senyumnya. "Aku juga melakukan yang sama dengan yang kau lakukan, hyung. Kita impas. Aku tak berhutang apapun padamu. Untuk SJ dan SJM. Kita berdua akan mengorbankan apapun untuk itu."

"Kyuhyunie, kita berbeda."

"Kita sama. Sama-sama menganggap Super Junior penting. Bagaimana bisa Hankyung hyung berpikir kita berbeda? Jangan hyung bilang karena kondisiku akibat kecelakaan itu. Sampai kapan kalian menjadikannya alasan?"

Hankyung memandang Kyuhyun setelah terdiam beberapa saat.

"Baiklah, hyung mengerti." Hankyung menarik napas panjang. "Kyuhyunie, aku menginginkan semuanya berjalan baik. Kau tahu itu, bukan?"

Ketika Kyuhyun mengangguk, Hankyung bangkit berdiri, mendekatinya dan meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun.

"Aku tak akan sungkan sekarang. Kita sama-sama akan berusaha keras. Besok aku akan memeriksakan diri ke dokter. Dan kau…" Hankyung menepuk pipi Kyuhyun yang mulai tirus dan tampak pucat dengan kedua tangannya. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan bersungguh-sungguh. "Dan kau, Kyuhyunie….minumlah obatmu dan tampillah sebaik mungkin. Pastikan kau melakukannya setiap hari."

Hankyung berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya. Mereka tidak menyadari Zhoumi dan Siwon mendengar semua itu. Donghae, Ryeowook dan Henry sudah keluar ruangan sejak tadi untuk membeli minuman.

"Shi Yuan, ini tidak baik… SJ M belum diterima oleh fans, album masih diboikot, dan sekarang, kita memiliki permasalahan di dalam."

"Jangan berbuat apapun, Zhoumi ge." Siwon memandang Kyuhyun yang masih berdiri menatap punggung Hankyung yang menjauh. "Hangeng gege sulit didekati. Gui Xian sulit untuk dicegah. Mereka berdua akan memaksakan diri hingga batas kemampuan mereka."

"Kita tidak bisa diam saja, Shi Yuan."

Siwon berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya. "Kita sebaiknya menjaga Gui Xian agar semua berlangsung baik hingga SJ M berada pada posisi aman."

"Tapi kondisi Gui Xian…"

"Aku tahu, Zhoumi ge… Kondisinya semakin parah. Ia hanya mati-matian menutupinya." Wajah Siwon menjadi suram. "Tapi tak ada yang bisa kita lakukan selain mendukungnya di atas panggung. Gui Xian tidak akan berkata apa-apa. Kita akan memastikan ia bisa mengikuti semua acara dengan baik, mengalihkan porsi yang berat untuknya ke pundak kita berdua."

"Aku tahu, seperti kemarin bukan?"

"Betul. Seperti kemarin." Siwon tersenyum lebar. "Aku senang ketika Zhoumi ge mengisi giliran Kyuhyun menari."

"Kau juga begitu." Zhoumi mengingatkan sambil tersenyum lebar.

"Ah, tapi Hankyung hyung dan Donghae hyung juga berbuat yang sama." Siwon menautkan alisnya. "Sepertinya semua yang tahu kondisi Kyuhyunie selalu siap sedia menggantikannya menari selain di lagu U."

"Ya! Aku tidak mau menari bukan karena sakit, tapi karena aku tidak bisa menari! Jika mereka memintaku menari, tarianku sangat aneh, dan menjadi bahan tertawaan. Jangan berpikir yang tidak-tidak!" Kyuhyun menepuk pundak kedua namja tinggi semampai itu dengan keras. Matanya membelalak kesal. "Aku sudah mewarisi kekuatan Heechul hyung, lihat saja, semakin hari aku pasti semakin kuat!"

Kedua namja itu melongo melihat Kyuhyun yang beranjak menjauh.

"Heechul hyung mewariskan kekuatannya?" Siwon menautkan kedua alisnya dengan bingung.

"Sejak kapan Heechul hyung kuat?" Zhoumi ikut tertegun memikirkan kata-kata Kyuhyun tadi.

.

.

16 April 2008

"Ke Korea?" Semua terkejut dengan pemberitahuan itu.

"Besok ada syuting iklan Lemonade bersama SNSD." Manager hyung memeriksa kembali jadwalnya. "Super Junior dan SNSD akan melakukan syuting tanggal 17 dan 18. Lalu tanggal 19 Siwon sshi dan Donghae sshi melakukan syuting iklan di Thailand hingga tanggal 21."

"Kenapa selalu seperti ini?" Donghae memandang jadwal barunya dengan bingung. "Selalu saja mendadak. Bahkan aku sering tidak tahu akan memainkan drama dengan judul apa dan tentang apa. Tiba-tiba jadwal sudah ditentukan."

"Apa kami bisa pulang ke rumah?" tanya Ryeowook. "Di sini tertulis, tanggal 19 kami baru kembali ke China. Aku berharap bisa pulang ke rumah sebentar."

"Mianhe, Ryeowook sshi. Tanggal 17 dan 18 kita akan melakukan syuting, pemotretan, dan wawancara untuk iklan ini. Tak ada hari libur."

Kyuhyun yang sempat berharap untuk pulang ke Nowon yang hanya berjarak satu jam setengah dari Seoul, menyembunyikan kekecewaannya rapat-rapat. Ia justru menepuk-nepuk bahu Ryeowook untuk menghiburnya. Donghae tak kalah kecewa mendengar kata-kata sang manager.

"Juni kita sudah kembali ke Korea sepenuhnya. Saat itu, mungkin kalian bisa menengok ke rumah masing-masing," hibur Hankyung meski ia sendiri tidak yakin ijin untuk itu akan terjadi. Namun saat ini ia ingin semua bisa kembali bersemangat. "Manager hyung, jam berapa kami berangkat?"

"Kau tidak ikut serta, Hankyung sshi."

Kata-kata itu seperti tamparan bagi Hankyung. Ia memicingkan matanya, mencoba menyembunyikan perasaannya.

"Bukankah iklan itu antara SJ dan SNSD?" Siwon terheran-heran. "Hankyung hyung member Super Junior. Seharusnya dia juga ikut."

"Aniyo. Hankyung sshi memiliki jadwal wawancara di sini. Zhoumi sshi dan Henry sshi juga tidak kembali ke Korea. Hanya kalian berempat yang kembali."

"Tapi…"

"Heechul sshi dan Kibum sshi juga tidak ikut dalam iklan ini." Manager hyung memotong pertanyaan Ryeowook. "Kita harus bersiap untuk acara nanti siang. Sebaiknya kalian mulai berkemas untuk kembali ke Korea."

.

Siwon, Donghae, Ryeowook dan Kyuhyun tiba di Korea sore itu. Mereka langsung berangkat menuju studio di mana iklan Lemonade bersama SNSD akan dibuat. Keberangkatan mereka diatur diam-diam sehingga tidak menimbulkan kerumunan fans di bandara. Namun ada saja beberapa fans yang mengetahui kedatangan mereka dan mengambil foto.

Agenda hari itu diisi dengan pengepasan kostum yang akan dipakai besok, juga adegan yang akan mereka ambil. Eunhyuk dan Shindong yang sudah tahu akan adanya tarian leher di iklan tersebut, mencoba melatih member yang lain.

Melihat para member yang tergabung dalam SJ M terlihat lelah, member SJ lainnya tidak banyak bertanya malam itu. Semua langsung bersiap untuk tidur saat latihan 'menari leher' selesai.

"Hyukjae, mengapa kau tidak menyapaku?" Donghae menarik lengan sahabatnya yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ia sengaja tidak kembali ke lantai 12 karena merasa ada yang aneh pada Eunhyuk.

"Donghae-ah, kalian kelihatan sangat lelah. Mengikuti jadwal yang padat, terbang ke Korea dan langsung bekerja bukan perkara mudah. Aku hanya tidak ingin menyulitkanmu."

"Kalimat apa itu? Mana ada sapaan seorang teman bisa menyulitkan?" Donghae memandang Eunhyuk penuh selidik. "Kita masih sahabat bukan? Apakah jarak dan waktu sudah membuat semua ini berbeda? Astaga, Hyukjae, kami belum sebulan di sana!"

Eunhyuk menepis tangan Donghae yang menggenggam tangannya. "Belum sebulan, tapi semua orang nyaris membicarakan SJ M. Mianhe, kami memang bagian yang tersisa."

"Ya! Hyukjae! Apa maksudmu?"

"Donghae-ah, sebaiknya kita jangan terlalu dekat. Bagaimana pun, kita ini hanya rekan sekerja. Tidak lebih dari itu."

"Mwo?" Donghae menatap Eunhyuk dengan bingung. Ia tersadar ketika mendengar pintu kamar tertutup. Namja itu berusaha mengetuk pintu kamar Eunhyuk beberapa kali, namun sahabatnya tidak juga bereaksi. Akhirnya Donghae kembali ke lantai 12 dengan wajah muram.

Di ujung ruangan, Kyuhyun yang sedari tadi mengamati keduanya, terdiam.

Kalian bisa membanggakan kata persaudaraan di hadapanku, tetapi kalian yang paling tahu, kalau kalian akan terpencar oleh semua kesibukan ini. Tanpa sadar, Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan kencang ketika teringat kata-kata Petinggi SM.

.

17 April 2008

"Donghae-ah, Wookie, Kyuhyunie, dan Siwonie, serahkan wawancara kepada kami. Kalian baik-baiklah istirahat selama berada di Korea." Leeteuk memberi pengarahan. "Tenang saja, di sini tersedia orang-orang yang bisa berbicara sangat banyak dan lama."

"Serahkan pada kami." Kangin tersenyum lebar.

Seperti yang diatur sebelumnya, Leeteuk, Kangin dan Shindong mengambil alih percakapan saat sesi wawancara, sehingga semua yang tergabung di SJ M bisa beristirahat sebanyak mungkin selama pengambilan gambar. Hanya Siwon sebagai visual SJ yang mendapat giliran menunjukkan tarian leher dalam iklan sekaligus menunjukkan abs andalannya. Namja itu pun tidak mengucapkan kalimat apa-apa selain tersenyum.

.

"Sayang sekali, Hankyung hyung, Heechul hyung, dan Kibumie tidak ada di sini." Siwon menyeruput espresso-nya sambil setengah termenung. Selesai pengambilan gambar tadi mereka berkumpul di dorm untuk membahas jadwal besok.

"Aku kira kau tidak mengingat mereka." Eunhyuk berkata sambil mendengus. "Kenapa aku tidak lahir sebagai Choi Siwon saja? Benar-benar tidak adil. Selain kaya, kau juga tampan. Berbeda denganku. Appa masih saja berharap nae noona yang menjadi artis, dan bukan aku yang berwajah jelek ini."

Semua saling berpandangan mendengar kata-kata Eunhyuk yang tajam itu.

"Eunhyuk hyung, siapa bilang kau tidak tampan? Tak ada yang menyangkal bagaimana mempesonanya machine dance Super…."

"Tutup mulutmu, Siwonie!" Eunhyuk bangkit berdiri dengan gusar. "Kau bahkan terpilih sebagai member SJ M! Apa kau tidak menyadari atau berpura-pura bodoh?!"

"Eunhyuk hyung?" Ryeowook mengerjap tak percaya, sementara Siwon yang pucat pasi tidak berani berkata-kata lagi.

"Waeyo, Wookie? Kau diam-diam mentertawakan kami bukan? Kau dan Kyuhyunie terpilih menjadi member SJ M karena suara kalian bagus dan kalian tidak seaneh Yesung hyung! Bahkan Donghae-ah yang tidak terlalu pandai dance terpilih karena dia pandai berakting! Kalian memang orang-orang pilihan! Aku hanya bisa dance! Aku hanya bisa melakukan dance!"

"HYUKIE!"

Kangin menempeleng keras kepala Eunhyuk. Seketika itu juga Eunhyuk menangis dan menghambur ke dalam kamarnya. Suara pintu terbanting membuat semua terdiam.

"Aku justru senang Wookie dan Kyuhyunie bisa bersama-sama." Yesung tertegun ketika semua mata memandang ke arahnya. "Apakah aku salah?"

.

Waktu belum tengah malam, tapi keributan kecil tadi membuat member SJ merasa lelah sehingga tidur lebih awal. Kyuhyun menyandarkan diri di sofa ruang tamu setelah hyungdeul masuk ke kamar masing-masing. Ia mengambil sebotol wine dan menuangkannya ke dalam gelas. Namja itu meringis ketika teringat teguran-teguran dari hyungdeul tentang kebiasaan barunya belakangan ini.

Kyuhyun tidak berani bercerita bahwa semakin hari tubuhnya semakin terasa berat dan sakit. Untuk setiap gerakan yang ia lakukan, ia harus berusaha lebih keras dari biasanya. Ia bersyukur sampai saat ini tidak kesulitan melakukan dance untuk lagu U. Tetapi untuk tarian lainnya, ia berusaha menghindar sebisa mungkin dibantu oleh Hankyung, Zhoumi, Donghae, dan juga Siwon. Keempatnya selalu mencari cara dan alasan agar Kyuhyun tidak melakukan tarian di luar perform mereka.

"Aigoo…bagaimana caranya agar rumor mereda? Sedikit banyak hal ini sudah mempengaruhi hyungdeul, terutama Eunhyuk hyung. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin efek domino akan terjadi. Kami semua akan bentrok satu sama lain…"

Kyuhyun meneguk minumannya sambil berpikir keras. Namun ia tidak bisa memikirkan hal lain. Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan gemas.

"Aish! Saat ini cuma satu orang yang terpikirkan olehku. Mungkin dia punya cara untuk menyelesaikan semua ini."

Kyuhyun meraih HP nya, menimangnya sejenak, kemudian mengetik sesuatu di sana.

"Hyung, aku mengandalkanmu," gumam Kyuhyun setelah mengirim pesan yang ia tulis.

.

Hyung…

Berulang kali Heechul memandangi HP nya dengan wajah kesal.

"Dasar setan kecil! Jelek! Pabo! Sebenarnya kau mau menulis apa malam-malam begini?"

Heechul mengacak rambutnya yang sudah memanjang ke bahu dengan kesal. Ia berjalan hilir mudik sebelum berhenti sambil memandang Heebum yang berada di pangkuan Hongki.

"Kau tahu apa yang Kyuhyunie maksud dengan sms seperti itu?"

Heechul melemparkan tubuhnya ke ranjang hingga terdengar suara cukup keras dari benda malang itu. Dihembuskannya napasnya keras-keras. "Aku tidak boleh buntu. Aku ini pintar dan cerdik, tidak kalah dengan si Jelek dan Kibumie. Apa yang kira-kira ia maksud?"

"Hyung, waeyo?" Hongki yang duduk di kursi kamarnya sedari tadi, cukup bingung melihat ulah Heechul. Seperti biasa, Hongki mampir ke rumah Heechul untuk menghabiskan waktu senggangnya. Malam ini ia berencana untuk menginap.

"Si jelek. Dia hanya menulis satu kata di sms, lalu mengirimnya padaku. Menyebalkan."

"Satu kata?"

"Ne. Hyung. Hanya hyung!" Heechul menghentakkan kakinya dengan kesal.

"Mungkin dia tidak jadi mengatakannya."

"Mungkin."

"Hyung menyeramkan, karena itu dia tidak berani mengatakannya."

Hongki langsung terdiam ketika Heechul mendekatinya dengan mata membelalak. Ia merapat ke punggung kursi, bersiap menerima pukulan di kepala oleh Heechul. Namun tak terjadi apapun.

"Hongki-ah, dia tidak takut padaku," kata Heechul seakan bergumam pada dirinya sendiri. "Dia hanya takut pada Teuki hyung. Kepadaku, ia hanya tidak mau mencari masalah. Dia tidak takut padaku."

Heechul duduk dan merenung. Ia mencoba mengira-ngira apa yang ingin Kyuhyun tulis sebenarnya.

Ya! Jelek! Meski aku pernah berjanji akan mencoba lebih memperhatikanmu, bukan berarti kau boleh menyuruhku! Ingat itu! Yah… tapi bagaimanapun… jika kau memerlukanku… meski aku tidak selalu ada untukmu…. panggilah 'hyung' dan akan kulihat apa yang bisa aku lakukan untukmu, Kyuhyunie. Saengil chukha hamnida…

Heechul mendadak melompat dari duduknya, membuat Hongki tersentak kaget. Wajah Heechul tampak berseri-seri.

"Aigoo… Kenapa Kim Heechul yang cantik, tampan dan pandai ini melupakan apa yang ditulisnya sendiri?"

"Heechul hyung menulis apa?" tanya Hongki keheranan.

"Tulisan menyebalkan." Heechul berdecak. "Dia memaksaku menulis kartu untuknya. Mana ada magnae sekurang ajar dia. Kau jauh lebih baik darinya."

"Kalau Kyuhyun-hyung mendengarnya, dia akan semakin kesal padaku, hyung."

"Kyuhyunie…. dia membutuhkanku." Heechul tidak menghiraukan kata-kata Hongki. Ia sudah sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Dia ada di Korea kan? Datangi saja dia."

"Tidak bisa. Aku masih ingin berlibur."

Hongki hanya bisa menggelengkan kepala. Heechul selalu saja berkata seenaknya seakan tidak peduli. Tapi yang dekat dengan namja itu tahu, Heechul jauh lebih peduli dari yang dirinya sendiri menyadarinya.

Heechul bergegas membuka laptopnya, membaca berita beberapa hari terakhir yang tidak sempat ia sentuh. Ia juga menonton beberapa tayangan acara SJ M. Namja itu kembali bangkit sambil berdecak kesal. Hongki tersenyum maklum. Ia tahu sekali Heechul tidak bermaksud mengabaikannya. Begitulah gaya Heechul. Karena mereka saling mengerti, maka keduanya sangat akrab.

"Aku perlu menghubungi seseorang. Hong…" Heechul termangu saat Hongki sudah mengangsurkan HP-nya. "Hyung pasti lupa mengisi."

"Kau sangat pengertian. Perlukah aku menciummu?" Mata indah Heechul mengerjap.

"Tidak, terima kasih." Hongki meringis lebar disambut seringai Heechul.

Heechul kembali sibuk menekan beberapa nomor. Ia tersenyum saat nada sambung terdengar. "Sunggie, maaf membangunkanmu. Aku butuh kabar tentang dongsaengdeul dan Teuki hyung."

Wajah cantik dan tampan itu berubah serius. "Hyukie sedikit goyah? Apa dia mengatakan sesuatu? Ah, ne, aku mengandalkanmu, Sunggie. Jaga Teuki hyung dan yang lain untukku. Aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan. Aku mempercayaimu."

Heechul menutup telepon. Ia mengelus-elus Heebum sambil berpikir.

"Hongki-ah, si Jelek mengajarkan padaku, bahwa sebagus apapun kita, jika tak ada yang menoleh itu sama saja sia-sia. Karena tidak ada yang tahu bahwa kita bagus."

Hongki mengangguk. "Itu benar, Heechul hyung. Berlian sebagus apapun tidak akan ada yang tahu keindahannya jika hanya disimpan di dalam brankas."

"Itupun yang akan aku lakukan sebagai langkah pertama."

Heechul mematut dirinya sejenak di cermin. "Aigoo, untuk si jelek itu aku menyembunyikan ini semua… Kalau masih di dorm, Teuki hyung bisa menceramahiku setiap hari. Hongki-ah, bagaimana penampilanku?"

Hongki meringis melihat penampilan Heechul. Rambut Heechul yang semula lurus, halus dan indah kini menjadi panjang, berantakan dan bergelombang. Kumis dan janggut mulai tumbuh di wajah cantik Heechul, membuat penampilannya sangat berbeda dan maskulin.

"Ehm…sempurna, hyung, kau selalu… ehem…sempurna."

"Bagus. Reaksimu seperti yang aku inginkan." Heechul tersenyum puas melihat Hongki yang kesulitan mencari kata-kata. "Hongki-ah, ikut aku!"

"Ke mana, hyung?"

"Membuat pertolongan pertama untuk si Jelek."

Hongki tidak banyak bertanya, ia hanya mengikuti Heechul sambil tersenyum. Dugaannya tidak meleset, Heechul pasti bergerak. Ia juga tak bertanya apa yang namja itu lakukan dengan berjalan-jalan dengan penampilan barunya yang ia sembunyikan belakangan ini, memotret diri sendiri dan menguploadnya ke cyworld miliknya. Heechul tersenyum puas melihat hasilnya.

.

.

18 April 2008

Kyuhyun nyaris tersedak ketika melihat cyworld Heechul. Hyungnya yang terakhir kali masih terlihat tampan dan cantik itu muncul dalam foto yang sangat maskulin. Dia terlihat sangar dengan penampilan barunya. Namun ia bersyukur hidung Heechul bisa pulih seperti semula. Namja itu juga membaca status yang Heechul tulis saat meng-upload foto itu.

[Saya juga ingin memiliki jenggot yang sexy di seputar rahang saya, namun rambut saya tidak tumbuh di sana. Saya pikir saya akan mencari beberapa krim penumbuh rambut dan mengoleskannya di rahang.]

Hyungdeul tertarik mendengar suara tawa Kyuhyun yang bergema seantero dorm. Ketika namja itu menunjukkan foto Heechul, semua ikut tertawa dan berkomentar. Kyuhyun kembali tersenyum melihat wajah-wajah ceria itu. Ia tidak menyadari, Leeteuk menunjukan reaksi yang sedikit berbeda. Leader SUper Junior itu menatap foto Heechul dengan diam.

"Tutup laptopmu, Kyuhyunie, waktunya berangkat." Leeteuk yang tersadar bahwa jadwal mereka sudah dekat, memberi peringatan sehingga Kyuhyun bergegas menutup laptopnya.

Hari ini SJ dan SNSD kembali melakukan syuting untuk terakhir kalinya. Selama syuting, Kyuhyun berkeringat sangat banyak. Diam-diam member SJ lainnya merasa khawatir. Bahkan Kyuhyun satu-satunya artis yang dipayungi selama syuting atas permohonan Leeteuk kepada manager hyung. Namun karena Kyuhyun selalu tersenyum dan menanggapi gurauan mereka, perlahan kekhawatiran itu menghilang.

Kyuhyun menuju mesin minuman ketika waktu break tiba. Ia sedikit murung setelah tahu Kibum dan Heechul tidak bisa datang ke dorm hari ini. Pikirannya melayang ke percakapannya dengan Hankyung sebelum berangkat.

"Hankyung hyung, kau tidak ikut kembali ke Korea? Setidaknya kau bisa bertemu Heechul hyung."

"Kau dengar kata-kata manager hyung bukan? Ada wawancara televisi yang harus aku lakukan, Kyuhyunie. Bersenang-senanglah di sana." Hankyung tersenyum sambil menepuk kepala Kyuhyun. Sejak kesepakatan mereka waktu itu, keduanya justru menjadi lebih akrab. Kyuhyun sering bermain ke kamar Hankyung. Keduanya mengeluhkan kelelahan masing-masing untuk kemudian mentertawakan diri mereka sendiri.

"Apanya yang bersenang-senang? Begitu iklan selesai kami akan kembali ke China. Bahkan aku tidak ada waktu untuk menemui Kibum hyung dan Heechul hyung." Kyuhyun mempoutkan mulutnya sambil memilih minuman yang akan ia beli.

Pikiran Kyuhyun kembali kepada foto Heechul.

Hyung, inikah jawaban SOS-ku? Apa yang hyung rencanakan? Dalam sehari, cyworld-mu yang sudah ramai semakin ramai. Kulihat ada sekitar 29 juta pengunjung di sana, hanya selisih 7 juta pengunjung dari posisi nomor 1 yang paling sering dikunjungi di Korea. Apakah kau berencana menaikkan pengunjung di sana, hyung? Menarik perhatian pers dan semua orang kepadamu? Kejutan apa yang kau simpan setelah mereka semua menoleh?

Kyuhyun tersenyum.

Apapun yang kau rencanakan, aku mempercayaimu, Heechul hyung. Kau selalu bisa aku andalkan.

Saat hendak kembali ke tempat pengambilan gambar, langkah Kyuhyun terhenti ketika sang Petinggi SM berpapasan dengannya.

"Annyeong hasimnika, Seonsaengnim." Kyuhyun membungkukan tubuhnya. Ia kembali tegak setelah Petinggi SM membalas salamnya.

"Oraemaniyeyo (lama tidak bertemu), Kyuhyun sshi." Sang Petinggi SM tersenyum. "Jal jinae syeosseoyo? (Apa kau baik-baik saja?)"

"Jal jinaeyo, Seonsaengnim." Kyuhyun ikut tersenyum. "Apa Anda merindukan saya?"

Petinggi SM tergelak sementara Kyuhyun mengukir evil smirk di wajahnya. "Sepertinya berada di China membuatmu sedikit berubah."

"Benarkah?"

"Itu benar." Petinggi SM mengamati wajah Kyuhyun beberapa saat. "Manusia memang selalu berubah. Hanya saja, apakah perubahan itu ke arah yang baik atau yang buruk?"

"Apa maksud Seonsaengnim?"

"Beer chair…." Seonsaengnim menatap tajam ke arah Kyuhyun. "Anak dari keluarga baik-baik, menghabiskan 3 botol minuman setiap malam…. Aku rasa, hanya orang yang terlalu polos yang tidak menyadari apa yang kau lakukan. Terlalu bodoh akan terasa lebih tepat."

Kyuhyun tersenyum tipis, mencoba bersikap setenang mungkin.

"Sepertinya tubuhmu sudah sampai batas kemampuannya. Kau harus menerima kenyataan, Kyuhyun sshi."

Kyuhyun terdiam sejenak, kemudian mengangguk samar. "Bagaimana jika saya mengajak Seonsaengnim minum wine? Kita bisa berbicara sebagai sesama penikmat wine. Mungkin masih banyak nasihat yang ingin Seonsaengnim sampaikan kepada saya."

Kyuhyun sedikit menautkan alisnya ketika Petinggi SM tertawa begitu keras.

"Kyuhyun sshi, itu tidak baik untukmu. Kau masih terlalu kecil untuk mengajak orang minum-minum. "

Sang Petinggi SM kembali berjalan, berhenti tepat di sebelah Kyuhyun untuk mengacak puncak rambutnya sejenak, lalu berlalu tanpa menoleh. Ia hanya meninggalkan suara tawanya.

"Aku bukan anak kecil!" Kyuhyun mempoutkan bibirnya. Ketika pengambilan gambar kembali di mulai, ia mematut dirinya sendiri di kaca dan akhirnya mengeluh keras-keras. "Aigoo…aku memang terlihat seperti anak kecil."

.

Leeteuk sangat gembira ketika tugas mereka selesai dengan baik. Ia mengumpulkan semua dongsaengnya di ruang ganti.

"Kita kembali dulu ke dorm untuk mandi, lalu pergi berjalan-jalan ke luar. Bagaimana?"

"Teuki hyung tidak salah makan?" tanya Donghae was-was.

"Ini tidak mungkin… Ini pasti Teuki hyung palsu," celetuk Shindong sambil meringis lebar.

"Lalu…di mana yang asli? Kita harus mencarinya!" Yesung menampakan wajah panik.

"Yesung hyung, kalau bukan hyungku, aku ingin mencekikmu." Kangin menggelengkan kepalanya dengan kesal. "Kalian dengarkan dulu Teuki hyung baik-baik!"

"Ah, itu benar… Belum tentu kita ditraktir makan." Eunhyuk mengangguk paham.

Donghae mengamati sahabatnya yang selama dua hari ini lebih banyak berdiam diri. Bahkan saat wawancara, Eunhyuk tidak banyak berbicara. Sejak kemarin, tak ada seorang pun yang berusaha membahas masalah di antara mereka. Sepertinya semua berharap masalah itu akan berlalu seiring waktu.

"Padahal aku benar-benar berharap ditraktir." Kyuhyun mempoutkan mulutnya.

"Jangan khawatir, Kyuhyunie, aku akan memasak apapun makanan kesukaanmu." Ryeowook menyahut dengan semangat. Semua langsung berteriak serentak menanggapi ucapan Ryeowook. Sejak kemarin, namja itu selalu memasak di setiap kesempatan dan memaksa mereka semua menghabiskannya.

"Kalian ini bisa diam tidak?" Leeteuk mulai merasa kesal. "Besok pagi, kita sudah terpisah lagi. Kemarin semua masih lelah. Hyung pikir, hari ini kita bisa berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama. Mungkin kita perlu membicarakan beberapa hal."

"Ah, itu benar…" Sungmin merangkul Kyuhyun yang duduk di dekatnya.

"Nah, jadi kita mau makan apa dan pergi ke mana?"

Leeteuk langsung menyesali pertanyaannya. Kesembilan dongsaengnya serentak mengusulkan tempat dan menu yang berbeda. Tak satu pun kalimat masuk dengan utuh ke dalam kepalanya, sehingga Leeteuk memberi kode agar semua berhenti berbicara.

"Kalian tenang sedikit. Kalau seperti ini, waktu kita habis untuk berunding."

"Teuki hyung, kita ke rumah makan yang waktu itu saja. Di sana tersedia semua menu kesukaan kita kan?"

"Siwon hyung, aku setuju. Jjangmyeon di sana enak sekali!" Kyuhyun nyaris melompat kegirangan mendengar usulan Siwon.

"Tapi di sana mahal…."

"Tapi enak, hyung!" Dongsaengdeul serentak memprotes keberatan Leeteuk.

"Soal biaya, kali ini aku akan mentraktir kalian semua."

Semua serentak bersorak mendengar kata-kata Siwon, tak terkecuali Leeteuk. Kyuhyun langsung memeluk Siwon penuh semangat.

"Siwon hyung, kau memang hyungku yang paling baik."

"Kau selalu bilang begitu, Hyun-ah, kepada siapapun di antara kami," kata Kangin sambil mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. Pipi Kyuhyun membulat ketika hyungdeul mentertawakannya.

Mereka kembali ke dorm dan bergegas mandi untuk bersiap-siap. Leeteuk dan Eunhyuk, juga Sungmin akan langsung menuju radio sesudah makan malam. Hari ini Kangin tidak memiliki acara radio. Meski waktunya sempit, semua merasa cukup dengan waktu yang tersedia.

Kyuhyun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Rasa lelahnya selama syuting menguap begitu saja. Ia tidak sabar untuk menghabiskan sore ini bersama hyungdeul, apalagi sambil menikmati jjangmyeon yang tidak bisa ia temui di China.

"Aku tidak ikut!" Seruan Eunhyuk membuat Kyuhyun mengerutkan kening. Ia bergegas menyelesaikan mandinya dan bergabung dengan yang lain di ruang duduk. Semua tengah menghadap ke arah Eunhyuk yang sudah merah padam. "Aku tahu kalian akan menasehatiku kan? Aku saat ini tidak ingin mendengar apa-apa. Kalian pergi saja bersenang-senang selama masih bisa."

"Apa maksudmu, Hyukie?"

"Aku lelah, Teuki hyung… Sampai kapan kita terombang-ambing dalam ketidakpastian ini?"

"Ketidakpastian apa?" Kangin tidak kalah heran dari Leeteuk.

"Super Junior akan bubar. Jika seperti ini terus, kita hanya tinggal menghitung waktu." Eunhyuk mulai menangis. "Kali ini kita akan benar-benar terpecah. Aku tidak sanggup menahan semua perasaan ini lagi. Begitu banyak pihak yang menginginkan kita hancur."

"Kau berpikir terlalu jauh, Hyukie." Shindong menggelengkan kepala.

"Aku berpikir terlalu jauh?" Eunhyuk membelalakkan matanya. "Oh, tentu saja, hanya aku yang peduli dengan nasib Super Junior."

"Hyung, itu tidak benar." Siwon mencoba menenangkan.

"Apa yang tidak benar? Kalian yang di SJ M mana mengerti perasaanku?" Eunhyuk memandang Siwon, Donghae, Ryeowook dan Kyuhyun bergantian. "Aku baru saja memiliki konser, tapi hampir sebulan ini aku tidak naik ke atas panggung sebagai penyanyi! Apa kalian paham?!"

"Itu bukan salah mereka. Kita menunggu Juni dan akan berkumpul kembali seperti semula," sahut Yesung.

"Seperti semula? Astaga, hyung, apa kau tidak lihat betapa terkenalnya mereka sekarang? Meski ada pro dan kontra, mereka tetap terkenal! Apa hyung yakin semua akan kembali? Kibumie sibuk dengan akting. Siapapun tahu itu adalah mimpinya. Apa Yesung hyung pikir aku tidak merasakan tanda-tandanya? Apa Yesung hyung yang paling tahu segalanya?!"

"Cukup, jangan bertengkar lagi… Kumohon…" Ryeowook menangis sambil memeluk Yesung. Meski apa yang Eunhyuk katakan itu benar, bahwa mereka semua bisa merasakan beratnya Kibum berada di SJ, tetapi Ryeowook tidak sanggup mendengar kemungkinan keluarnya Kibum dari Super Junior.

"Aish! Kau benar-benar keterlaluan!" Kangin merangsek ke arah Eunhyuk. Leeteuk berusaha menahannyan, namun saat ini namja itu benar-benar marah. Ia berusaha berontak apalagi Eunhyuk juga semakin keras. Semua kecuali Kyuhyun berusaha menenangkan kedua namja itu.

Kyuhyun tak percaya melihat mereka semua bertengkar hebat. Saling tuduh, menyalahkan, lambat laut kata-kata yang terlontar semakin tajam. Yang terkena membalas dengan sama tajam bahkan lebih tajam lagi.

"HENTIKAN!" Kyuhyun berteriak sekuat yang ia bisa, mencoba menandingi suara kesembilan hyungdeulnya. "Apa-apaan ini? Kibum hyung sedang fokus berakting, dia tidak akan keluar dari SJ. Heechul hyung juga sedang memulihkan diri. Aku yakin, Heechul hyung akan kembali setelah ia merasa cukup beristirahat. Apa yang Hankyung hyung lakukan di China, semata-mata untuk SJ juga! Kenapa semua bertengkar seperti ini? Jangan egois!"

"Ya! Kyuhyunie, apa yang kau maksud itu aku?!" Eunhyuk maju dengan berang, namun Donghae mencoba menahannya.

"Jika aku tidak sanggup lagi berdiri di atas panggung, apa hyungdeul akan meninggalkanku?"

Pertanyaan Kyuhyun membuat semua terdiam. Eunhyuk pun menyurutkan langkahnya.

"Jangan mengada-ada, Kyuhyunie," desis Eunhyuk kesal.

"Apa aku suka mengada-ada?" Kyuhyun merasa, rasa sakit yang hilang tadi, kini mulai menjalari tubuhnya. Ia memejamkan mata, berusaha menghalau rasa sakit yang muncul menekan kepalanya, membuat matanya terasa panas. Ketika ia membuka mata, Eunhyuk masih memandangnya dengan berang. Kyuhyun meringis sedih melihat hal itu. "Kita sedang menghadapi seseorang…apa Eunhyuk hyung lupa? Bahkan ELF berulang kali mengingatkan kita untuk berhati-hati… Hanya karena kekuatan dari kalian semua, aku bisa di sini saat ini. Tapi jika kalian bertengkar dan pecah, untuk apa lagi aku bertahan di atas panggung?!"

"KYUHYUNIE!"

Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi. Ia hanya merasa kosong. Matanya menangkap sosok Eunhyuk berlari ke arahnya mendahului yang lain, memeluknya, dan menggenggam tangannya erat-erat. Ia merasa seperti dejavu, kembali ke malam nahas itu. Kepalanya terbaring di pangkuan Eunhyuk, paru-parunya terasa panas, dan napasnya tersenggal.

"…Hyung… Eunhyuk hyung…" Ingatan tentang malam itu membuat Kyuhyun menggigil ketakutan. Ia mencengkeram tangan Eunhyuk yang memegangnya, seakan jika ia melepaskannya, kali ini ia akan benar-benar pergi.

"Kyuhyunie, kamu akan baik-baik saja. Hyung mohon…bertahanlah!"

Eunhyuk menangis dengan keras ketika Kyuhyun tak sadarkan diri di pangkuannya. Ia berulang kali memanggil nama magnaenya itu, namun Kyuhyun tidak bisa mendengar apa-apa lagi, tidak juga panggilan hyungdeulnya yang lain.

.

Semua berdiri ketika euisa keluar dari kamar Kyuhyun dan Sungmin. Heechul dan Kibum hadir di sana setelah mendapat telepon dari Leeteuk. Semua merasa was-was melihat wajah muram euisa.

"Bagaimana keadaannya, euisa nim?" Leeteuk memberanikan diri bertanya.

Euisa menghela napas panjang. "Leeteuk sshi, saya sudah pernah mengatakan ini sebelumnya. Kyuhyun sshi sebaiknya tidak meneruskan karir di dunia artis. Ia mengalami kekurangan oksigen. Paru-parunya yang pernah robek tidak mampu bekerja maksimal. Kebutuhan tubuhnya akan oksigen tidak terpenuhi jika ia kelelahan."

"Tapi, dia terlihat baik-baik saja sepanjang hari ini. Hanya berkeringat lebih banyak." Sungmin menerangkan pengamatannya hari itu.

"Seharusnya Kyuhyun sshi sudah merasa sakit kepala, perasaan tidak nyaman di seluruh tubuh, juga mual dan muntah."

"Dia tidak bilang apapun kepada kami, euisa nim." Kata-kata Kangin disambut anggukan oleh member yang lain.

"Ia bahkan terlihat bersemangat ketika kami berencana pergi sore ini." Shindong terpekur.

"Sudah saya duga. Semangatnya selalu lebih tinggi dari kemampuan tubuhnya." Euisa kembali menghela napas panjang. "Saya bukan menakut-nakuti. Tidak sadarkan diri adalah gejala yang sudah cukup parah. Jika ia terus seperti ini, tidak mustahil Kyuhyun sshi akan mengalami kondisi koma bahkan kematian."

"Apa yang harus kami lakukan untuk masalah ini?"

Euisa memandang Yesung sejenak, sebelum menjawab dengan berat hati. "Minta dia berhenti sebagai artis."

"MWO?!" Semua berpandangan dengan wajah pucat pasi.

.

Euisa sudah pergi sejak satu jam yang lalu, namun suasana di dorm tetap hening. Tak ada satu pun yang bersuara. Sungmin masih menemani Kyuhyun di dalam kamar.

"Hyung, apa yang harus kita lakukan?" Siwon mencoba memecah keheningan.

"Aku tidak bisa memintanya berhenti," jawab Leeteuk pelan.

"Tapi…"

"Ryeowookie, kita sudah berjanji akan mendukungnya bukan?" Leeteuk mengingatkan Ryeowook. Namun wajahnya sama cemasnya dengan dongsaengnya itu.

"Aku akan mendukungnya." Jawaban mantap Heechul membuat semua menoleh. Bahkan Leeteuk tidak menjawab semantap itu tadi. Mereka mencoba menilik wajah Heechul yang terlihat kaku.

"Kalau pun ada apa-apa denganku, jangan menyesali apapun… Karena aku pun tidak akan menyesalinya. Ingat saja, bahwa magnae kalian sudah berusaha untuk berjalan bersama kalian sampai akhir." Semua saling berpandangan tak mengerti dengan kalimat yang diucapkan oleh Heechul dengan suara bergetar itu. "Kyuhyunie mengatakannya ketika aku memintanya keluar dari SJ M."

"Ommo…" Leeteuk tidak sanggup berbicara. Air matanya tak terbendung lagi. "Apa yang kita lakukan tadi? Saat dia berusaha keras mengimbangi kita, kita justru nyaris terpecah…"

"Mianhe, ini semua salahku…. Ini semua salahku…" Eunhyuk menangis dengan keras, sementara member yang lain memandangnya dengan diam. Tak satu pun yang berusaha memeluk dan menenangkannya. Mereka masih merasa kesal dengan sikap Eunhyuk dua hari ini.

"Mianhe, aku hanya ingin SJ bertahan, aku hanya ingin bersama kalian dan ELF lebih lama lagi…" gumam Eunhyuk di sela tangisnya. "Aku benci merasakan hal ini lagi. Ketika Junsu-ah terpilih untuk debut, aku merasa ditinggalkan. Aku memberinya selamat tetapi jauh di dasar hatiku aku sangat sedih tidak bisa debut. Dan kini, SJ M menjadi topik hangat di mana-mana. Bukan tidak mungkin kita akan terpecah dan kalian meninggalkan kami di sini sebagai penghias variety show!"

"APA KATAMU?!" Donghae berteriak keras. Ia menatap Eunhyuk dengan wajah tak percaya. Donghae sangat kecewa dengan dugaan sepihak itu. Ia meraih bantal duduk yang terdapat di sofa dan bersiap melemparnya, ketika kata-kata Eunhyuk waktu semua kekacauan ini di mulai terngiang di telinganya.

"Tolong ingatkan aku jika aku menjadi lemah…. Kadang perkataanku tidak sejalan dengan hatiku. Tolong jangan langsung salah paham terhadap ucapanku."

Donghae menurunkan kembali tangannya yang siap melempar, dan mengamati wajah Eunhyuk. Sahabatnya itu lebih tampak sedih dan takut daripada marah dan iri. Pengalaman terpisah dengan Junsu sangat membekas di ingatan Eunhyuk, dan kini sahabatnya itu takut hal yang sama akan terjadi pada mereka berdua, juga pada seluruh Super Junior. Eunhyuk sangat menyayangi semua member dan ELF. Donghae bisa membayangkan ketakutan yang Eunhyuk rasakan saat ini.

Eunhyuk sungguh terkejut ketika Donghae tiba-tiba memeluknya dengan erat. Ia bahkan bisa merasakan tubuh sahabatnya itu bergetar. Bahunya pun terasa hangat dan basah. Dengan ragu, ia memeluk Donghae yang menangis di bahunya. Ia bingung dengan sikap Donghae yang mendadak berubah.

"Aku mengerti… Aku bisa mengerti…" Kata-kata yang diucapkan Donghae berkali-kali membuat Eunhyuk tersadar apa yang dimaksud oleh Donghae. Ia kembali teringat kata-katanya sendiri waktu itu. Perasaan menyesal sekaligus bersyukur membuat Eunhyuk kembali menangis dengan keras.

"Mianhe, Donghae-ah… Mianhe, hyungdeul, dongsaengdeul… Mianhe aku telah melukai kalian…"

"Ah, kadang kita lupa kesepakatan kita sendiri." Leeteuk tersenyum. Ia mulai mengerti semua ini. Namja itu bangkit berdiri dan memeluk keduanya. Satu per satu member yang lain bangkit, melapisi lingkaran itu sehingga semua berpelukan menjadi satu. Di tengah lingkaran, Eunhyuk berulang kali mengucapkan terima kasih atas pengertian member lain akan sikapnya.

"Kyuhyun memutuskan berusaha bersama kita hingga akhir. Bagaimana dengan kalian?" Heechul membuka pertanyaan saat semua kembali duduk di tempatnya.

"Aku tidak tahu apa aku sanggup melihatnya lebih parah dari ini. Tapi jika itu sudah keputusan Kyuhyunie, aku akan mendukungnya." Kibum mencoba tersenyum.

"Teuki hyung?" Semua memandang ke arah Leeteuk, meminta keputusan terakhir dari semua yang sudah mereka sepakati.

"Akuilah kalau kau sudah menyerah, Leeteuk sshi. Kau lemah, kau mudah cemas, kau tidak punya kemampuan untuk mendukung orang sekeras Kyuhyun sshi. Cepat atau lambat kau akan mengalami hal yang sama seperti hari ini. Kau hanya akan melukai kalian berdua."

Leeteuk menarik napas panjang mengingat perkataan Petinggi SM tentang dirinya dan Kyuhyun. Ketika ia mengangkat wajahnya, dongsaengdeul tampak tengah menunggu keputusannya. Leeteuk tersenyum, ia mencoba menyingkirkan perasaan cemasnya dan membulatkan tekadnya. "Aku akan mendukung Kyuhyunie."

Seruan senang langsung memenuhi dorm lantai 11 itu. Leeteuk tersenyum melihat semua dongsaengdeul saling berpelukan, menguatkan satu sama lain. Sesekali ia juga membalas pelukan mereka yang menghampirinya.

Seonsaengnim, aku memang lemah dan mudah cemas. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku sudah lebih kuat sekarang. Selama Kyuhyunie menginginkannya, aku akan menerima dan melindunginya. Begitu pula dengan dongsaengdeul yang lain.

"Kyuhyunie sudah sadar." Sungmin tersenyum melihat wajah-wajah cerah mereka.

"Biar aku saja yang masuk. Dia perlu beristirahat." Leeteuk mendahului yang lain. Di kamar, Leeteuk duduk di sisi Kyuhyun yang masih terbaring pucat. Kyuhyun tersenyum lemah menyambut kedatangan Leeteuk. Matanya menatap hyungdeul yang berdesakan di mulut pintu. Ia kembali tersenyum ketika melihat Heechul dan Kibum.

"Kalau setiap aku sakit,… Heechul hyung dan Kibum hyung bisa kembali ke dorm…. Aku akan sakit berkali-kali…"

"Ya! Jelek! Sakit pun mulutmu masih menyebalkan!" seru Heechul geram. Ia hendak melangkah masuk, namun pandangan tajam Leeteuk membuatnya mengurungkan niatnya. Leeteuk tidak ingin Kyuhyun menjadi susah bernapas karena mereka semua berada di dalam kamar. Kyuhyun sendiri tak sanggup menahan tawa melihat ekspresi Heechul, juga senyum Kibum yang seakan memberinya selamat karena berhasil membuat hyungnya yang cantik sekaligus tampan itu geram. Tapi hal itu hanya berlangsung sebentar. Kyuhyun memegang dadanya yang terasa sakit karena tertawa.

"Gwenchana, Kyuhyunie?"

"Gwenchanayo, hyung," sahut Kyuhyun lemah. "Hyungdeul, pergilah berjalan-jalan… Aku tak mau mengacaukan acara kalian…"

"Ssst…jangan pikirkan apapun, istirahatlah, arra?"

Sebulir air mata mengalir dari sudut mata Kyuhyun, membuat semua diam tertegun. Namja itu menggigit bibirnya, mencoba menahan tangis yang menyeruak keluar. Apakah keinginanku untuk hidup dan bersama hyungdeul… adalah sebuah keinginan yang egois? Tuhan, aku tak ingin menjadi beban untuk hyungdeul… Kumohon, berikan aku kekuatan untuk berdiri di atas panggung bersama mereka. Seberapa besar pun rasa sakit yang harus aku tahan, aku sanggup. Tapi biarkan aku berdiri bersama mereka semua di atas panggung…

"Kyuhyunie, waeyo?" Leeteuk mengelus kepala Kyuhyun yang masih saja terdiam.

"Hyungdeul, jangan tinggalkan aku… Kumohon… jangan tinggalkan aku…"

Leeteuk sontak menoleh ke arah pintu. Dongsaengdeul yang lain tampak sama terkejutnya dengannya.

"Kau ini bicara apa?" Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun sambil tersenyum. "Mana mungkin kami meninggalkan uri-magnae?"

"…Meski aku… tidak bisa berdiri di panggung?" Kyuhyun beralih memandang Leeteuk, meminta kepastian dari leader Super Junior itu. "Meski aku tidak bisa mengikuti jadwal… Meski tubuhku tidak sanggup melakukan aktifitas bersama kalian lagi… Apa hyungdeul yakin masih bisa bersamaku?"

Leeteuk menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya. Kedua tangannya mengelus punggung Kyuhyun, mencoba memberi perasaan tenang. "Kau sangat kesakitan eoh? Karena itu kau cemas dan berpikir macam-macam."

"Jika bukan hyungdeul, managemen pasti mengeluarkanku dari Super Junior…."

Sungmin menahan napas. Selama ini, hal itu tidak lepas dari pemikiran mereka semua. Namun saat ini, Kyuhyun tidak membutuhkan kenyataan. Mereka pun tidak menginginkan hal itu terjadi.

"Kyuhyunie, jika hal itu terjadi, aku tak tahu apa yang bisa kami lakukan untuk mencegahnya. Tapi satu hal yang hyung yakin, kami akan mempertahankanmu. Mempertahankanmu sampai kapan pun."

Kata-kata Sungmin, juga anggukan dari semua hyungdeulnya, membuat Kyuhyun sedikit tenang. Meski hal itu tidak menjanjikan apapun, namun ia tahu, bahwa mereka akan selalu mendukungnya. Perasaan itu membuat Kyuhyun nyaman dan tanpa sadar tertidur.

Eunhyuk yang berdiri di mulut pintu mengamati semua itu dengan perasaan bercampur aduk.

Tak lama kemudian, mereka semua kecuali Kyuhyun, berkumpul di ruang tengah.

"Hyukie, hapus air matamu. Kita akan berangkat ke SUKIRA sekarang." Leeteuk mengingatkan. " Sungminie akan ke Chunji. Mianhe, sepertinya acara keluar bersama harus kita batalkan."

"Kyuhyunie biar kami yang menjaganya," sahut Kibum. "Besok pagi aku harus kembali ke lokasi syuting, tetapi malam ini aku bebas."

"Bagaimana jika kita menyiapkan sesuatu?" usul Siwon.

.

Kyuhyun dan Donghae sedang mengobrol di tempat tidur ketika Leeteuk dan member lainnya masuk ke dalam kamar. Kangin membawa sebuah meja lipat kecil. Ia mendesak Kyuhyun agar duduk di tengah ranjang, kemudian menaruh meja itu di pangkuan Kyuhyun.

"Kangin hyung, apa-apaan ini?" Belum habis rasa terkejutnya, Ryeowook menaruh seporsi besar jjangmyeon ke atas meja tadi.

"Kyuhyunie, kami memutuskan makan bersama di sini saja."

"Ini sudah tengah malam."

"Kau kan belum tidur." Kibum memamerkan killer smilenya. Siwon membantu Ryeowook mengeluarkan makanan lainnya.

"Mwo?!" Kyuhyun memandang Sungmin yang tersenyum lebar. "Tapi nanti kamar kita berantakan!"

"Aigoo, kau ini pelit sekali. Kan yang membersihkan nanti Sungminie." Shindong duduk di dekat kaki Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Aku tidak keberatan." Sungmin tersenyum.

"Ya! Minimie! Kau ini terlalu baik," protes Kyuhyun. "Hyungdeul, lekas bawa keluar semua ini!"

"Tidak mau!" Heechul mulai membuka beberapa botol minuman. Ia mengangsurkan sekaleng susu hangat untuk Kyuhyun yang langsung membelalakan matanya.

"Anak kecil itu minum susu. Bukan beer." Yesung yang sudah mendengar cerita member lain di SJ M, menjewer pelan telinga Kyuhyun.

Kyuhyun ingin melontarkan protes, namun kegiatan hyungdeul yang lain menyita perhatiannya. "Ya! Apa yang kalian lakukan? Kenapa semua makan di sini? Aigoo…jangan taruh minuman di mejaku! Awas kalau ada yang tumpah!"

Semua hanya tertawa melihat Kyuhyun sibuk melontarkan protesnya. Hanya dalam hitungan menit, kamar itu sudah berantakan dan dipenuhi wangi berbagai masakan. Akhirnya dengan pasrah Kyuhyun menerima keadaan kamarnya dan mulai menyantap jjangmyeonnya.

"Enak," gumam Kyuhyun pelan. Tanpa terasa air matanya merebak hendak keluar, sehingga ia langsung menghapusnya.

"Hyung sudah bilang, kau harus terus terang kepada kami. Jangan sendirian lagi, Kyuhyunie." Donghae merangkul bahu Kyuhyun. "Magnae tetap magnae. Kau boleh bersandar pada kami."

"Kalau kau sakit atau lelah, katakan saja. Kami akan memikirkan cara untuk meringankan bagianmu." Siwon tersenyum. Ia duduk di sisi ranjang dan menepuk pipi Kyuhyun.

"Kangin-ah bersedia menggendongmu jika kau merasa sakit saat kita berjalan-jalan. Dia bilang begitu tadi. Untung hyung mencegahnya."

"Mwo?" Kyuhyun menatap Yesung tak percaya, lalu memandang ke arah Kangin. Saat melihat wajah Kangin memerah, Kyuhyun sadar apa yang dikatakan Yesung tadi benar. Wajahnya pun langsung ikut memerah karena senang dan terharu.

"Kalau aku tahu kau sesenang itu, seharusnya aku tidak mencegahnya." Kalimat Yesung langsung ditanggapi dengan gelak tawa dari yang lain, sementara Kangin dan Kyuhyun masih tersipu.

"Hyun-ah, lain kali kau harus terus terang, arra? Kalau cuma menggendongmu, hyung masih sanggup."

"Aku percaya." Kyuhyun meringis membayangkan Kangin menggendongnya.

"Ah, bagus… Jadi kapan kalian menikah?" Eunhyuk langsung tercekik saat Kangin berbalik dan mengenggam lehernya dengan kedua tangan. "Mianhe, hyung… Aku hanya bercanda… Aku hanya bercanda…"

Eunhyuk mengelus lehernya yang sakit sementara kamar itu masih dipenuhi tawa mereka. Ia memandang Kyuhyun yang tampak gembira dengan perasaan lega. Diam-diam ia bersyukur semua masalah bisa mereka lewati lagi kali ini. Ia tidak bisa membayangkan seandainya ketakutannya membuat semua menjadi berantakan.

.

.

19 April 2008

Hari sudah berganti saat acara makan di kamar selesai. Leeteuk meminta mereka keluar dari kamar Kyuhyun dan Sungmin, agar Kyuhyun bisa beristirahat.

Eunhyuk berguling di kamarnya dengan gelisah. Ia tidak bisa tidur meski jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Matanya yang menerawang, kini terhenti pada kalender di kamarnya. Serta merta ia bangun dan menghampiri, memastikan bahwa ia tidak salah melihat tanggal. Tanpa sadar, namja itu memeluk tubuhnya yang menggigil.

.

19 April 2008

Annyeong, Eunhyuk imnida

Si pembuat masalah, Eunhyuk si usil...

Aku terluka dan sakit...

dan aku membuat kalian semua khawatir...

dan aku membuat kalian terluka...

Mengapa begitu...?

Mungkin karena aku terlalu berpusat menjadi Eunhyuk daripada Lee Hyukjae.

Seperti apa sebenarnya image seorang Eunhyuk?

Lee Hyukjae adalah Eunhyuk, dan Eunhyuk adalah Lee Hyukjae

Jadi tidak ada bedanya...

Apakah ini karena aku tidak berpikir...

atau karena terlalu banyak berpikir...

Semakin berpikir, aku semakin kehilangan banyak jawaban...

Memberdeul, kita punya begitu banyak kenangan di antara kita bukan?

Apakah kalian lelah?

Tetapi, aku masih ingin melihat ELF dan senyumannya

Aku harap ELF dapat selalu tersenyum (^_^)

19 April...hari ini tepat setahun yang lalu,

selamanya akan menjadi kenangan yang menakutkan dan menyakitkan.

Tetapi...

Kita diperlihatkan miracle (keajaiban) oleh magnae kita, Kyuhyunie…

Karena itu, kita merasa bahwa ia lebih berharga dan kita menjaganya seperti harta kita

Dan setahun sejak itu, kita berhasil bersama-sama sampai sekarang (^_^)

Karena kita menguatkan satu sama lain, kita bisa tersenyum bersama-sama (^_^)

Aku menuliskan semua ini tanpa direncanakan.

19 April... Sulit untuk merencanakannya dengan begitu banyak hal yang dipikirkan...(^_^)

Ini hanya sebuah hari dimana aku ingin bertemu kalian semua lebih sering lagi...(^_^)

Sesuatu yang selalu ELF katakan...dan mereka masih mengatakan hal itu kepada kita sekarang...

'hati-hatilah...!'

Aku akan terus menyimpan kata-kata itu dalam hati dan tidur sekarang.

.

Suasana pagi yang sibuk yang sudah lama tidak mereka nikmati, kini kembali menghiasi dorm SJ. Ryeowook sedari subuh sudah bangun untuk pergi ke pasar. Ia memuaskan keinginannya memasak hingga yang lain menyerukan seruan protes. Berbagai macam hidangan tertata rapi di meja ketika mereka bangun.

"Wookie, kau bisa membuat kami gemuk," protes Donghae.

"Ini sarapan atau makan siang?"

"Jangan protes, Kyuhyunie. Aku sudah membuat kimchi untukmu. Kau harus makan yang banyak, arra? Di China kita nyaris tidak memakan sayuran." Wajah Ryeowook sangat berseri. "Kalau ada yang tersisa, kalian akan terima hukuman dariku."

"Ini tidak adil! Kau memasak untuk tiga belas orang, bahkan 20 orang, tetapi kita hanya bersepuluh! Kibumie dan Heechul hyung sudah pergi sejak aku bangun," protes Eunhyuk. Namun sedetik kemudian ia hanya bisa menelan ludah ketika Ryeowook mengacungkan alat masak di tangannya. "Baiklah, kami akan menghabiskannya."

"Itu pintar." Ryeowook tersenyum manis.

"Teuki hyung, kau lihat kan? Wookie bisa terlihat innocent sekaligus kurang ajar di waktu yang sama."

Leeteuk hanya tersenyum menanggapi pengaduan Kangin. Ia menikmati para dongsaengnya yang mengeluh dengan banyaknya makanan, namun menyantapnya dengan lahap bahkan kadang berebut. Rasanya sudah lama sekali ia tidak merasakan hal ini. Ia tahu, wajah-wajah gembira itu tidak lepas dari status yang Eunhyuk buat di akunnya. Semua merasa lega dengan apa yang Eunhyuk ceritakan mengenai perasaannya.

"Kyuhyunie, kau harus makan yang banyak."

Suara Sungmin mengalihkan perhatian Yesung yang sedari tadi lebih banyak berdiam diri. Ia mengamati wajah Kyuhyun yang masih sedikit pucat. Magnaenya itu menggeleng ketika Sungmin menambahkan lauk dan kimchi ke dalam mangkuknya. Sepertinya nafsu makannya sangat buruk.

"Biar hyung yang menggantikanmu memakannya," kata Yesung sambil memindahkan lauk dan sayur tadi ke mangkuknya sendiri. Untuk beberapa saat semua tertegun dengan ulah Yesung.

"Lauknya masih banyak, ayo kita habiskan sebelum diamuk Wookie!" seru Shindong memecahkan suasana hening tadi.

Kyuhyun sendiri hanya bisa tersenyum meminta maaf sementara Sungmin mengelus kepalanya, memberitahu bahwa semua baik-baik saja. Perhatian Kyuhyun kembali kepada Yesung yang tampak bersusah payah menelan semua makanan itu.

"Hyung, biar aku saja. Kau tidak pernah makan begitu banyak." Kyuhyun menjumput lauk dari piring Yesung dan mulai memakannya. Ia kembali membuka mulutnya ketika Yesung menyuapkan kimchi untuknya.

"Kau semakin kurus. Meski tidak ingin makan, kau harus memaksakan diri untuk makan. Makanlah yang banyak, arrachi?"

Kyuhyun mengangguk sementara Yesung terus menyuapinya.

Ketika keempat member yang tergabung dalam SJ M harus meninggalkan Korea, tak ada yang mengucapkan selamat tinggal. Mereka yakin, semua akan berkumpul kembali seperti ini, meski memerlukan banyak waktu.

"Siwonie dan Donghae ah yang akan ke Thailand, juga Wookie dan Kyuhyunie yang kembali ke China. Kata apa yang harus kalian ingat?"

"HATI-HATILAH!"

Seruan serempak itu, juga ringisan Leeteuk, membuat Eunhyuk sadar semua sudah membaca statusnya. Wajah namja itu memerah karena malu. Donghae langsung memeluk sahabatnya itu sambil tersenyum lembut. "Jangan khawatir, Hyukie… Kita akan bersama dengan ELF lebih lama lagi. Kami pergi juga untuk mewujudkan hal itu, arra?"

Eunhyuk mengangguk. Sudah tak tersisa keraguan lagi di hatinya saat ini.

.

Dorm SJ M

Karena Donghae dan Siwon tengah melakukan syuting di Thailand, jadwal SJ M hingga tanggal 21 cukup senggang. Mereka selalu berada di dorm jika tidak ada jadwal. Karena fans mulai mengetahui kediaman mereka, banyak yang berkumpul di sekitar dorm sehingga mereka tidak leluasa keluar.

Untuk mengisi waktu selain berlatih dance, menyanyi dan belajar bahasa mandarin, Kyuhyun mengajarkan cara bermain game. Donghae kemampuan gamenya melesat dengan cepat saat belajar bermain game. Member yang lain berharap bisa menyusul kemampuan Donghae selama namja itu berada di Thailand. Hankyung tidak melarang bermain selama mereka melakukan itu tanpa melupakan jadwal berlatih lainnya.

.

Meski usaha yang member SJ M cukup keras, namun situasi belum juga benar- benar reda. Fans Super Junior mulai resah dengan tidak adanya berita terbaru mengenai konser Super Show. Rumor mengenai dibatalkannya konser pun kembali memanaskan suasana.

Member SJ yang berada di Korea kecuali Heechul dan Kibum mengikuti jumpa pers. Mereka akan tampil sebagai salah satu grup penyanyi yang akan meramaikan SBS Hope TV24 marathon pada tanggal 9 sampai 10 Mei 2008. Maraton ini berlangsung selama 24 jam, menempuh 42.195km mengelilingi kota Seoul. Selain Super Junior, Shinhwa, Jewelry, Shim Hyung Rae, Andre Kim, Song Yoon Ah, SNSD dan SS501 juga ikut serta.

"Hyungdeul ikut marathon?" Kyuhyun menatap takjub berita yang dibacanya.

"Aku ingin ikut serta," gumam Ryeowook sedih. "Pasti menyenangkan 24 jam berjalan kaki mengelilingi kota Seoul bersama-sama."

"Sepertinya asyik," kata Henry sambil menyodorkan segelas air kepada Kyuhyun. Ia melihat hyung nya itu banyak berkeringat meski hanya duduk di depan laptop-nya.

"Dimsum!" Hankyung muncul dengan tangan penuh.

"Banyak sekali, Hangeng ge." Zhoumi langsung mengambil plastik yang dibawa Hangeng. Ryeowook membantunya menyusun semua itu di meja makan.

"Ini untuk merayakan ulang tahunmu, Zhoumi. Ada mie panjang umur. Kau harus memakannya."

Zhoumi merasa terharu dengan perayaan sederhana itu.

"Hari ini ada peristiwa lain juga yang patut dirayakan, yaitu selamatnya empat member SJ dari kecelakaan." Ryeowook tersenyum cerah. "Ayo kita semua makan."

"Kyuhyunie, ayo makan dulu."

Hankyung duduk di sisi Kyuhyun dan meraba keningnya. Ia merasa lega mengetahui demam yang Kyuhyun alami saat penerbangan ke China sudah reda. Sejak Leeteuk memberitahu kondisi yang Kyuhyun sembunyikan selama ini, Hankyung mengatur agar mereka bergantian memantau Kyuhyun setiap malam selama Siwon dan Donghae pergi.

"Dimsum dari toko Mei Hua memang paling enak," puji Henry sambil memenuhi piringnya dengan dimsum.

"Xie xie," Hankyung tersenyum. Ia kembali mengalihkan perhatiannya kepada Kyuhyun. "Kyuhyunie, ayo makan."

"Sebentar, hyung, coba hyung baca ini." Kyuhyun menunjuk beberapa artikel yang membeberkan kejadian saat Hankyung ambruk di backstage. Mereka membahas mengenai kondisi Hankyung yang semakin kurus. Bahkan ada beberapa fans yang menyelidiki dan mengetahui pola makan member SJ M yang selalu mendapat asupan fast food. Makanan seperti itu tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh mereka di tengah jadwal yang padat.

Kyuhyun meringis lebar saat Hankyung melirik ke arahnya. "Hyung, sepertinya kau jauh lebih mengkhawatirkan daripada aku. Jadi Hankyung hyung jangan cerewet. Jaga diri hyung baik-baik, arra?"

"Itu karena kau penipu kecil." Hankyung menjitak pelan kepala Kyuhyun. "Coba kupinjam."

"Ya! Hankyung hyung kan punya laptop sendiri," protes Kyuhyun saat Hankyung menyingkirkannya dari depan layar.

"Lebih mudah membuka blog di sini daripada harus menyalakan laptop-ku," jawab Hankyung sambil tersenyum. "Zhoumi-ah, Wookie, sumpal mulut Kyuhyunie dengan dimsum!"

Kyuhyun mempoutkan mulutnya dengan kesal, namun saat Ryeowook dan Zhoumi datang menyuapinya, ia membuka mulut dan menerima makanan tersebut sambil sesekali meniupkan udara karena dimsum yang masih panas.

Kami semua baik-baik saja.

Meski sangat lelah tetapi hati kami senang.

Saya sudah melakukan pemeriksaan medis lengkap ditemani mama saya

dan dinyatakan sehat.

Saya harap kalian jangan khawatir tentang tubuh saya dan member lainnya.

Saya akan merawat mereka.

Untuk kami semua dan kalian, saya harap kalian semua sehat.

Saya akan selalu datang untuk menjumpai kalian

Wo ai nimen

"Mereka sangat menyayangi Hankyung hyung," kata Ryeowook. "Mereka pasti senang membaca status Hankyung hyung dan menjadi tenang."

"Tentu saja. Hankyung hyung berhati lembut, pasti banyak yang menyayanginya." Henry mengangguk setuju.

"Hyung, wo ai ni," ujar Zhoumi sambil memeluk Hankyung.

"Ya! Hankyung hyung is mi….umph?!" Mata Kyuhyun terbeliak ketika Zhoumi memasukkan sebuah dimsum ke mulutnya.

"Kyuhyun hyung, untung waktu itu kursi di studio cukup kuat menampung kita semua." Henry menggelengkan kepala dengan mimik heran. "Kyuhyun hyung cemburuan sekali."

"Zhoumi hyung yang mulai!" Kyuhyun mengelak.

"Ani, Zhoumi hanya memintaku duduk di kursinya. Lalu aku menariknya untuk duduk dipangkuanku." Hankyung tersenyum mengingat kejadian di HneTV waktu itu. "Lalu temanku yang juga MC duduk dipangkuanku juga."

"Hal itu yang aku tidak suka." Kyuhyun menggembungkan pipinya.

"Begitu melihat Kyuhyunie berdiri dan duduk di pangkuan Zhoumi, aku dan Donghae hyung merasa itu menarik." Ryeowook tertawa mengenangnya. "Lalu aku mengajak Henry dan memangkunya. Siwon hyung dipangku Donghae hyung."

"Ne, kalian nyaris membuat tulangku kembali patah," celetuk Kyuhyun.

"ITU SALAHMU!" seru yang lain serempak. Kyuhyun hanya bisa meringis mendapat keroyokan dari yang lain.

Hankyung mengamati dongsaengdeul yang berebut dimsum dengan senyum tipis. Saat sebagian member berada di Korea, dorm terasa sangat sunyi. Wajah Hankyung menjadi muram teringat kejadian beberapa hari yang lalu.

"Manager hyung, aku hanya memiliki beberapa jadwal wawancara. Bolehkah aku pulang ke rumah dan tinggal di sana selama member yang lain ke Korea? Lagipula SJ M tidak ada jadwal televisi hingga Siwon sshi dan Donghae sshi kembali dari Thailand."

"Dui bu qi (maaf), Hangeng. Kebijakan managemen tidak membolehkan kalian menginap di luar dorm dan tempat yang sudah ditentukan."

"Tapi…."

"Tidak ada perkecualian. Selama di China, kami ingin semua member tinggal di dorm. Kau bisa berkunjung ke rumah, tetapi harus kembali."

Hankyung diam-diam beranjak masuk ke dalam kamarnya dan termenung. Ia meneliti ulang jadwal kerjanya.

"Mengapa aku tidak diikut sertakan dalam iklan? Bukankah aku juga member Super Junior?" Hankyung bergumam saat melihat jadwalnya yang masih bisa dipindahkan ke hari lain sehingga ia bisa mengikuti syuting iklan di Korea bersama member Super Junior lainnya.

"Hangeng, kau harus katakan pada mereka perasaanmu. Jika kau menyimpan semuanya sendiri, suatu saat kau akan meledak."

"Aku tidak bisa, Sun Le. Aku hanya bisa bertanya 'mengapa aku tidak ikut ini…mengapa aku tidak ikut itu' di dalam hati. Aku tidak berani menanyakannya kepada manager hyung."

Hankyung meremas kepalanya yang terasa berat. Sejak diberitahu oleh Sun Le, dia mulai belajar menekan emosinya. Namun perasaannya semakin lama semakin sesak. Semua pertanyaan, semua yang ia rasakan ganjil dan tidak adil mulai bertumpuk semakin besar. Hankyung tidak tahu sampai kapan ia akan kuat menahannya.

"Anda menderita peradangan lambung dan kerja ginjal memburuk. Sebaiknya Anda mulai mengatur pola hidup dan pola makan dengan lebih baik."

Hankyung tidak bisa melupakan tangis mamanya saat mendengar diagnosis dokter saat memeriksakan diri.

"Hangeng, nama besar dan uang sudah tak berarti bagi mama jika harus mengorbankan dirimu. Kau harus menjaga dirimu baik-baik."

Hankyung merebahkan tubuhnya sambil menutup wajahnya dengan lengan dan menangis. Ia mengucapkan maaf berkali-kali kepada wanita yang paling dicintainya hingga akhirnya ia tertidur.

.

.

23 April 2008

"Kurasa kalian tahu bahwa nama SJ M semakin menanjak meski masih belum diterima sepenuhnya." Petinggi SM membuka percakapan saat Leeteuk, Heechul, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, dan Eunhyuk datang memenuhi panggilannya. "Nama Super Junior semakin tenggelam. Bagaimana jika kalian membentuk grup baru dari personil yang tersisa?"

Heechul menggeleng mendengar kata 'tersisa', seakan kata-kata itu ditujukan untuk membuat mereka merasa menjadi yang terbuang dari Super Junior. Ia bertemu pandang dengan Yesung yang memandangnya seakan berkata-kita-bisa-bertahan-hyung. Heechul tersenyum. Ia tahu ia bisa mempercayakan semua kekhawatirannya pada Yesung. Ketika ia melayangkan pandangannya kepada Eunhyuk, dongsaengnya itu tersenyum, memberi kode bahwa kali ini ia akan lebih kuat dari sebelumnya.

"Bagaimana? Aku akan mengorbitkan kalian di Jepang, sama seperti yang DBSK lakukan saat ini. Sebagian di China, sebagian lagi di Jepang. Langkah yang bagus bukan?"

Petinggi SM mengamati wajah mereka satu per satu. "Kita akan memberi nama Super Junior Happy. Masih Super Junior. Jadi tidak akan terlalu membuat keributan."

Tanpa itupun keributan sudah banyak terjadi. Super Junior Happy akan menyulut masalah ini semakin besar. Heechul mendengus dan membuang tatapannya ke arah dinding.

Petinggi SM melirik namja yang datang dengan penampilan berantakan itu, untuk kemudian melanjutkan kalimatnya. "Tapi kalau ternyata kalian merasa nyaman dengan posisi masing-masing, tidak menutup kemungkinan untuk kami pecah. Aku rasa, dengan jumlah personil yang lebih sedikit, kalian bisa lebih bekerjasama dengan baik."

Semua saling berpandangan dengan bingung, apalagi Petinggi SM langsung mengangsurkan sebuah perjanjian. "Kalian boleh membaca perjanjian ini. Tidak akan merubah kontrak kerja, hanya pengaturan kegiatan dan gaji."

Heechul dan Leeteuk maju dan membacanya. Heechul tersenyum lebar.

"Tanda tangani saja, Teuki hyung."

Leeteuk memandang Heechul beberapa saat. Tanpa banyak bicara ia menandatangani perjanjian itu. Member yang lain kecuali Heechul ikut menandatanganinya.

"Heechul sshi, giliranmu."

"Mianhamnida, Seonsaengnim. Bukankah saya sudah mengatakan bahwa saya tak akan berdiri di atas panggung selain sebagai Super Junior?" Kata-kata Heechul membuat semua terkejut kecuali Leeteuk. "Selamat untuk berdirinya Super Junior Happy. Saya akan menemani Kibumie di luar garis."

"SJ M di China, SJ H di Jepang, kau dan Kibum sshi bersolo karir. Itu sungguh berita bagus untuk Super Junior," sindir Petinggi SM. Heechul hanya tersenyum. "Baiklah. Aku tak akan memaksamu, Heechul sshi. Persiapan SJ H akan dimulai besok. Kalian akan naik panggung tanggal 3 Mei."

"Tiga Mei?" Leeteuk terkejut.

"Yup, anggap saja itu masa orientasi. Kami belum memperkenalkan kalian secara resmi sebagai sub grup yang baru. Lagu yang akan kalian bawakan adalah Mirror dan Rokkugo. Bersiaplah." Petinggi SM tersenyum.

"Super Junior Happy juga akan membuat mini album. Lima buah lagu, cukup untuk sebuah awal. Album itu akan kita rilis 30 Mei bersamaan dengan pengumuman resmi tentang SJ H."

"Seonsaengnim, waktunya sangat singkat." Kangin tercekat.

"Tidak perlu persiapan banyak. Lakukan saja sebisa kalian."

"Sebisa kami? Bagaimana jika hasilnya tidak memuaskan?"

"Hyukkie…" Sungmin menepuk bahu Eunhyuk dan menggeleng, memberi kode agar namja itu tidak meneruskan protesnya. Shindong terlihat kesal namun tidak berbicara sepatah kata pun.

Ketika semua berjalan keluar ruangan, tak ada yang berbicara hingga tiba di mobil. Heechul berdiri di pintu dan menatap ke dalam saat kelima dongsaengnya yang lain sudah naik. Hanya tinggal Heechul dan Leeteuk yang masih berdiri di luar.

"Heechul hyung, kau akan meninggalkan kami?" Eunhyuk memandang dengan mata yang sudah basah ke arah namja cantik sekaligus tampan itu. Heechul tersenyum dan menepuk keras kepalanya.

"Kau ini cengeng sekali…" Kangin menegur.

"Jangan berpikir yang tidak-tidak, Hyukie." Shindong mencoba tersenyum meski raut wajahnya sangat suram. "Aku tidak menyangka kita akan terpecah-pecah seperti ini."

"Hyungdeul dan Hyukie…. SJ M di China sedang berusaha untuk Super Junior." Sungmin berusaha bersikap tenang meski dadanya berdebar cemas. "Kita di SJ H, akan berusaha untuk mengibarkan nama Super Junior di Jepang. Seperti kita sepakati, kita semua akan membawa nama Super Junior."

"Begitu pula Kibumie dan aku. Jangan ragu sedikit pun, arra?"

"Chulie…"

Panggilan lembut itu membuat Heechul menoleh. Ia tersenyum ke arah Leeteuk yang memandang cemas kepadanya.

"Wajahmu kenapa, Teuki hyung? Seperti melihat orang mati saja," goda Heechul.

"Aku mengenalmu, Chullie, sangat mengenalmu hingga aku tahu kau akan melakukan sesuatu. Karena itulah kau memisahkan diri dan tidak bergabung dengan SJ H. Dugaanku benar?"

"Teuki hyung, aku hanya malas saja jika tidak bersama memberdeul yang lain." Heechul menyeringai lebar. "Apalagi tidak ada si jelek yang menyebalkan itu."

"Chullie, aku leader Super Junior. Jika ada yang perlu melakukan hal berbahaya, itu adalah aku." Leeteuk berusaha menahan air mata yang mulai menutupi pandangannya.

"Apa yang Teuki hyung katakan?" Heechul menggeleng tidak setuju. "Justru karena kau leader, hyung, kau harus tetap di posisimu. Bagaimana jika sesuatu menimpamu? Kau tak tahu bagaimana bingungnya kami saat kau kecelakaan tahun lalu!"

"Aku setuju dengan Heechul hyung." Yesung kembali keluar dan bergabung. "Teuki hyung, saat seperti ini, kami justru sangat membutuhkanmu sebagai pegangan."

"Tapi…."

"Jangan khawatir, hyung, aku akan melakukannya lebih dewasa. Aku telah berjanji, jika dia pulang dalam keadaan hidup, dia akan menemukanku di sini. Karena itu aku akan menjaga posisiku sebisa mungkin."

"Kyuhyunie?"

Heechul mengangguk.

"Teuki hyung, aku hanya punya satu hyung di Super Junior. Aku selama ini tidak bisa membantumu, bahkan sering menimbulkan masalah untukmu. Ijinkan sekali ini aku bertindak yang seharusnya,…membantumu melindungi dongsaengdeul."

Leeteuk memandang Heechul dengan ragu. Namun pandangan namja itu dan juga Yesung meneguhkannya.

"Aku mengandalkanmu, Chullie. Setelah itu, kembalilah kepada kami, arra?"

"Soal SJ H, bukan pertama kali kita melakukan persiapan singkat. Kami akan mengusahakan yang terbaik." Kangin tersenyum dari dalam mobil.

"Untuk koreo, serahkan kepadaku dan Hyukkie." Shindong menyeringai lebar.

"Aku bisa membuat rap dengan bagus selain dance." Eunhyuk kembali bersemangat.

"Kadang aku iri dengan DBSK yang bisa ke negara lain sebagai satu tim utuh. Tetapi kurasa aku harus membiasakan diri." Sungmin tersenyum.

"Aku senang melihat kita semua sibuk kembali seperti ini." Kangin mengangguk dengan wajah cerah. "SJ M berjuang di sana, kita berjuang di Jepang. Sama-sama mengibarkan nama Super Junior."

Semua kembali turun dan memeluk Heechul satu per satu sebelum meninggalkan gedung SM dengan mobil. Heechul memandang kepergian mereka hingga menghilang dari pandangan matanya.

Heechul pun beranjak dari sana untuk pulang. Sesampai di rumah, namja itu masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri. Ia mencoba memikirkan segala hal, mencoba menyusunnya dan menemukan apa yang bisa ia perbuat untuk memperbaiki semua itu.

"ARRRGH! Kenapa semua terasa buntu?"

Heechul bangkit dan menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia mencoba mengarahkan matanya ke sekeliling kamar, mencoba mencari hal yang bisa membantunya memecahkan masalah. Saat matanya terhenti pada lemari pakaian, ia membuka lemari itu dan mengeluarkan sepotong gips. Heechul duduk sambil mengelus tulisan dari spidol berwarna merah muda yang tertera di sana.

Kyuhyunie, kau tidak boleh menghilang. Hyung sudah berjanji akan mengantarmu menjadi penyanyi yang terkenal di dunia. Untuk itu, aku harus berdiri sendiri agar tidak menyeret siapa pun di SJ. Bertahanlah, uri magnae… Hyungmu tidak akan diam saja.

Mereka belum mengeluarkan semua langkah mereka. Jika itu sudah terjadi, aku akan ambil tindakan. Semoga tindakanku bisa membalikkan keadaan kita.

Kalau ada apa-apa denganku, jangan menyesali apapun, uri magnae. Ingat saja, bahwa hyung-mu ini sudah berusaha untuk melindungi kalian sampai akhir…

.

.

TBC

.

.

Apa yang Heechul rencanakan?

.

RS chapter 38 remake semoga lebih baik daripada sebelumnya

Gomawo buat semua yang membaca

Benci sider? Tidak. Sider di ff RS ini 90% dari pembacanya hehehe
Tapi untuk reviewer, gomawo

Review yang masuk membuat saya sedikit banyak tahu apa yang sudah pas

apa yang masih kurang, dan apa yang perlu ditambah

Ah, sepertinya TBC nya sudah terlalu panjang hehehe

Kamsahamnida

.

Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

.

Kamsahamnida

.

.

Jawaban review Chapter

pecinta ff 8/17/13 . chapter 37

Diusahakan sebelum akhir tahun, chingu

lee sang ki 8/14/13 . chapter 37

Iya, itu salah dan sudah diedit hehehe

Sebenarnya dengan gagalnya Kyuhyun dan berhasilnya Donghae, itu sudah jadi warning khusus. Tidak semua treatmen bahkan yang bagus sekalipun bisa cocok untuk semua orang hehehe
Aku rasa pembaca jaman sekarang sudah lebih pintar. Btw, gomawo buat masukannya, itu masukan yang bagus.

Aku selalu membalas semua review yang masuk, kecuali yang terakhir kali yach, tapi rencanaku semua akan dibalas juga, hanya bulan-bulan kemarin waktunya sedikit amburadul jadi banyak yang terbengkalai. Tapi semua akan dibalas

Sebaiknya nikmati fanfic sebagai fanfic. Itu akan jauh lebih menyenangkan.

ahra rahayu 8/14/13 . chapter 37

SOal itu benar, chingu, videonya bisa dilihat di FB ku dekat-dekat link CH37 ini

Semua sebenarnya juga berat. Siwon saja sampai tumbang di atas panggung. Nanti akan diceritakan, tunggu saja. Tapi ketahanan tiap orang kan tidak sama. Kalau beratnya semua jelas berat.

Manusia pandai beradaptasi. Jika terlalu kaku tidak bisa hidup. Berat pasti berat, tapi kalau memikirkan yang berat2 terus kapan jalan majunya? hehehe

Princess kyumin 8/13/13 . chapter 37

Betul. Hankyung keluar digantikan Sungmin dan Eunhyuk.

KyunnieCho 8/13/13 . chapter 37

Hanya berusaha aja chingu, aku sendiri merasa masih banyak kekurangannya di sana-sini. Gomawo buat dukungannya

Littlehope 8/13/13 . chapter 37

Ne, aku juga merasa begitu hehehe

Sepertinya RS tidak akan sampai ke sana

Fanfic just fanfic. Gomawo reviewnya

phiex 8/12/13 . chapter 37

Belum pernah. Gomawo hehehe

parkjinjeng 8/11/13 . chapter 37

Gomawo buat semangatnya

xxxgigy 8/10/13 . chapter 37

Soal itu saya kurang tahu

Yup sepertinya tidur beneran

Soal solo album saya akan bilang no komen hehehe

Manusia jika berusaha pasti bisa, tinggal ahli atau tidak. Terkadang begitu merasa tidak bisa sudah berhenti mencoba. Kyuhyun orang yang memiliki banyak impian seperti yang pernah dikatakan oleh Ryeowook dan appa-nya. Jadi ia selalu senang mempelajari banyak hal baru

Iya, ibunya majelis

Aku juga sennag membaca reviewnya. Gomawo

xxxgigy 8/10/13 . chapter 37

Iya, selain hyungdeul, semua menceritakan ssi baik Kyuhyun ha ha ha

DIa hanya manja pada hyungdeulnya saja

Sepertinya member yang lain juga belajar sebelum show dimulai hehehe

Sebenarnya bukan dingin. DIa bilang begitu kan dalam rangka Heechul sering pergi dengan Hongki. Buktinya Heechul juga minum bersama dia dan BoA, banyak lagi moment yg bisa dicari

Hanya saja Heechul bukan orang yang banyak di dorm, berbeda dengan Kyuhyun

Iya aku pernah baca tapi timelinenya tidak ada

Sama-sama, gomawo buat reviewnya

Sei 8/8/13 . chapter 37

Sama-sama aku juga minta maaf hehehe

Siapa tahu aku temanmu? kkk

Hidup ini memang penuh misteri ya? Terus terang, aku sedang curhat dengan sahabatku tentang ff ini di saat review chingu masuk ke email. Jeongmal gomawoyo, review chingu dan juga reader yang lain, lagi-lagi menjadi kekuatan untukku. Aku sungguh berterima kasih.

Aku akan berusaha tetap berjuang, meski ch 37 dan 38 terus terang benar2 disereeeeeeeet kkk

Sepertinya begitu, itu juga yang membuat Hankyung hengkang. Kesehatannya terus menurun.

Karena lelah. Muntah darah itu karena mimisan yang berusaha dihirup, jadi keluar lewat mulut. Kasus seperti itu kadang terjadi. Jadi bukan muntah darah murni tapi krn mimisan yang dia hirup agar tetap menari, tahu2 keluar lewat mulut. Itu pun dia tetap menari

Shinhwa pun mengakui solidaritas SJ tidak kalah dengan mereka. Shinhwa bilang, kalau terus seperti ini, SJ bisa bertahan lama selama fans tetap mendukung mereka, karena di dalam mereka cukup kuat

Iya, He Jiong itu baik sekali

Iya, semoga pada berbahagia dengan keluarga hehehe

Oh ya? Yang makan?

Wkwkwk…itu ada kok, chingu, di salah satu ff ku (*jadi spoiler deh.) Pasti bisa nebak yg mana

Yup, Henry udah dari dulu kkkk

Ne, rasi bintang biduknya tidak ada lagi… semoga 8 bintang SJ M ini bertahan.

gyuroro 8/8/13 . chapter 37

Karakter Kyuhyun bikin geli? Gomawo sudah mengikuti ff ini

elly 8/8/13 . chapter 36

iyagi7154 nama FBku. Soal buku mampir ke FB aja

Sei 8/7/13 . chapter 36

Gomawo, nanti akan saya edit. Langsung beritahu yang mana akan lebih mudah hehehe

Sebenarnya itu hal yang wajar. Tidak semua orang punya kemampuan bersosialisasi yang sama. Teman2ku justru lebih dekat dengan nae njch padahal mereka lebih lama mengenalku. Itu karena dia bisa masuk ke semua sifat orang.

Kyuhyun pun begitu. Beberapa artis cerita pengalaman mereka dengan Kyuhyun selain Zhoumi. Ada yang saat itu pertama kali bekerja dengan Kyuhyun, dia hanya bisa duduk diam tak ada yang menegurnya karena tidak dekat. Tiba-tiba Kyuhyun datang, menyapanya, bercakap-cakap sehingga ia merasa diterima, lalu setelah dia nyaman, Kyuhyun memperkenalkannya kepada yang lain. Sejak itu dia tidak kesepian lagi.

Banyak contohnya, disurfing aja nanti akan ketemu berita2nya. Ada yang dari staff di mana dia heran Kyuhyun tahu pas dia yang dipindah akhirnya dapat kerjaan baru lalu memberi selamat, masih suka menghubunginya. Yang kesulitan main star craft dikenalkan kepada yang pandai main star craft dengan pilihan pemain yang sama… Membuat artis baru yang kenalan dengannya berkenalan dengan yang lian… Seperti kabel penghubung. Kyuhyun selalu begitu.

Tak heran dari IM2, drama musical dll, banyak yg jadi dekat dan sayang pada Kyuhyun.

Tidak semua orang punya sifat dan kemampuan masuk ke segala tipe, dan tidak salah juga yang tidak punya kemampuan itu. Seperti kata Kyuhyun, ketika 13 personality yang berbeda itu bergabung akan tercipta harmoni hehehe

Mungkin saat selesai kontrak? Beberapa kontrak artis setahuku melarang pernikahan

Iya, itu aja aku udah berusaha memasukkannya hehehe. Mianhe

Aku juga suka interaksi duo evil SJ itu

Yup. Zhoumi jadi penulis buku hehehe. Biasanya yang suka menulis lebih nyaman tidak terlalu sibuk, mungkin itu cocok untuknya. Semoga ke depan Zhoumi bisa kayak Yesung, dr yang diomelin karena fans nya dikit, jadi berkembang juga

Iya, Yesung nggak dapat kesempatan sama sekali, kalau Leeteuk malah sampai jawab sendiri kkkk

Aku juga merasa begitu hehehe

Kyuhyun itu punya 2, yg waktu kuliah, itu nggak jelas tuh kambuhan atau tidak. Pneumothorax 2 yang gara2 tulang rusuknya nimbus paru-paru kiri dan kanan akibat kecelakaan. Katanya kalau yg seperti ini kemungkinan kambuh itu 40-50%. Angka yang cukup tinggi.

Terima kasih juga reviewnya heheh Mianhe kalau jawabannya kepanjangan.

ratihkyu 8/7/13 . chapter 37

Ne, gomawo

Sei 8/6/13 . chapter 35

Soal itu aku tidak tahu hehehe

Melihat dia suka kumpul sesama gamer star craft, bukan mustahil dia ikut perkumpulan wine juga. Dia juga pernah ngasih ttd di jas staff wine33, sebuah shop wine terkenal

Tidak, hidung mereka setahuku asli

Tidak, menurutku dugaanmu cukup tepat.

Bahkan di best artist 2007 kan gelar mereka sempat ditolak Petinggi SM, alasannya: SJ itu bukan murni penyanyi, padahal itu ajang musik. Tapi akhirnya penghargaan itu tetap diberikan kepada SJ hehehe

ajib itu apa?

Iya, suka itu relative, Dan SJ lah yang berhasil merebut hati kita, merebut hati Siwon sehingga memilih SJ kkkk

Guest 8/6/13 . chapter 37

Kayaknya sih udah lumayan

kyuzi 8/6/13 . chapter 37

Heechul itu muntah darahnya bukan muntah darah sungguhan, tapi mimisan yang dia tahan jadi keluar dari mulut.

Betul hehehe

Iya, sekarang mulai merata, tinggal Zhoumi

wkwkwk bisa jadi 100 ciuman kkkk

Aku juga suka saat mereka bersalaman

Mianhe hehehe menyesuaikan scene

aniss 8/5/13 . chapter 37

Aku suka jika Kyuhyun sedang berinteraksi dengan semua hyungnya

Nia Wardhany 8/3/13 . chapter 37

Gomawo sudah membaca dan mereview hehehe

Atika 7/31/13 . chapter 37

Mianhe, sedang diusahakan

andhinicempluk 7/25/13 . chapter 37

Ff yang selesai baru MP dan KKHM, chingu. Yang lain belum

Andhiniseptiyamu 7/25/13 . chapter 33

PUnya tapi tidak diaktifkan

chibyka 7/23/13 . chapter 37

Beberapa memang aku buat flashback saja

Memang Ryeowook di awal tidak sempat memasak, mereka selalu pesan

Ne, Seoul itu salah satu kota teraman di dunia. Katanya kamu bisa jalan sendirian malam2 dengan tenang

Gomawo buat dukungan dan reviewnya hehehe

Rhara 7/21/13 . chapter 37

Gomawo chingu, reviewnya membuatku semangat .

aci sri lestari 7/18/13 . chapter 37

Memang pertanyaan yang aneh kkkk

Lain kali nemu typo langsung kasih tahu aja kalimatnya jadi bisa diperbaiki hehehe

Ffn tidak bisa memuat gambar, chingu

Gomawo untuk doanya

zizahchoi 7/15/13 . chapter 37

Aku orang yang suka pada detail

Akupun berterima kasih karena chingu mau membacanya

Next week? Next moon lebih tepat hehehe Gomawo

celin 7/14/13 . chapter 37

Itu sih keren banget…nggak berasap kepalanya? kkkk

Iya, entah mengapa mereka malam itu lagi pakai mobilnya Kangta

Just call me Iyagi. Gomawo buat reviewnya

dessy 7/12/13 . chapter 37

Chingu berlebihan, aku sampai malu bacanya wkwkwk Gomawo

Saat debut mereka jerawatan dan Kyuhyun sangat parah

Sepertinya memang begitu karena Siwon sekamar kkk

Yang di Korea melakukan variety2 show begitu tapi nggak selalu yang di studio TV.

parkjinjeng 7/10/13 . chapter 37

Aku juga sedih saat membayangkan apa yang Kyuhyun rasakan saat debut 7 tahun lalu, dan sangat bersyukur dengan kondisinya saat ini

Itu sih aku juga mau nepuk2 kkkk

Ne, dia manja sama hyungdeulnya saja, sama dongsaengnya di SM dia hyung dan sunbae yang bak, di pekerjaan dia professional. Jadi siapa yang bikin gara2 di sini? (*lirik hyungdeul SJ kkk)

Aku juga berharap mereka semua bersatu lagi

Lho, kalau chingu follower author-nya di klik, nanti tiap aku update ff baru aka nada pemberitahuan kok

Gomawo buat reviewnya

ChoHyeonAe 7/9/13 . chapter 30

Capek banget menggali harta karun di dalam samudera dapatnya cuma nano-nano hehehe
Gomawo reviewnya chingu

Semoga ke depan bisa lebih baik…yang jelas bisa lebih cepat

Haneuls 7/9/13 . chapter 37

Itu sebagian besar pernah diceritakan oleh member SJ kok Aku hanya mengolahnya menjadi kalimat hidup.

Aigoo…authornya biasa banget malah judes kkkk

Ini namanya doain aku jarang rejeki kkk tapi mau juga sih kerja dikit uang banyak hehehe
Gomawo reviewnya

macchiato88 7/9/13 . chapter 37

sedih boleh saja chingu, tetapi kita harus tetap mendukung keputusannya

gomawo buat reviewnya

dlestariningsih 7/4/13 . chapter 37

Heechul caranya tidak sekarasar Kangin meski sepak terjangnya lebih seenaknya kkk
Yup, mereka berdua sama jadi Heechul mengerti, bukan melunak

Iya, Kyuhyun dan sosial media tidak cocok

Siwon kan baik hati kkkk

Ani, Kyuhyun jerawatan parah itu di SJM, saking parahnya sampai rusak mukanya

Dicoba aja, itu obat jerawat beneran kkkk

Ne, He Jiong orangnya tukus

Soo Youngie 7/4/13 . chapter 37

Fanfic just fanfic

Atika 7/3/13 . chapter 37

Sejak awal ff ini mengikuti akte lahir Siwon, karena pada februari 2007 pun SM mengadakan acara ulang tahun dengan SIwon dimasukkan sebagai salah satu yang ultah jadi aku mengikuti yang pihak SM jalankan.

Ne, aku tahu, tapi tidak menggunakannya

dlestariningsih 7/3/13 . chapter 36

tidak akan sepanjang biasanya? Kkkk

ini sudah termasuk panjang chingu :D

sepertinya semua setuju bahwa dapur tidak cocok untuk Kyuhyun..

Kyuhyun-shi, jauhkan dapur sekarang juga! kkkk

winda 7/3/13 . chapter 37

gomawo reviewnya chingu ^^

7/2/13 . chapter 37

lanjutannya selalu di post di ffn disini chingu, mungkin Cuma perlu waktu lebih lama daripada biasanya.

Azusakina 7/2/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya chingu, author bukan artis yang patut punya fans hehehe

1 7/1/13 . chapter 9

Gomawo buat semangatnya hehehe

Iya, suaranya bikin merinding

Tidak ada di youtube cari yang full di google

ekha sparkyu 7/1/13 . chapter 36

Sayangnya ada kejadian beneran kan? Meski bukan di sini hehehe

Ne, Yesung hebat yach pegang janjinya. Padahal aku lihat Kyuhyun kalau lagi ditegur Yesung malah kelihatan girang banget wkwkwk

ryeo ryeo ryeong 6/30/13 . chapter 37

memang akan lebih banyak momen itu chingu karena mulai masuk SJM.

Gomawo reviewnya ya

6/30/13 . chapter 10

ne gak apa2 chingu,

gomawo sudah mereview

kyu'shine 6/28/13 . chapter 37

gomawo dukungan dan reviewnya, tanpa reader, author bukan apa2 ^^

DdangKie 6/28/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya chingu ^^

Kalau chingu tahu timeline nya, ini lebih banyak lagi hehe

chairun 6/28/13 . chapter 37

panggil apa saja boleh chingu

kenapa harus malu mereview?

Ne, kyuhyun kurusan lagi, author lebih suka kyuhyun yang chubby hehehe

Gomawo reviewnya ya chingu

PutriRubiyatniN 6/28/13 . chapter 37

Pasti di lanjut kok ff nya ^^

Cuma mungkin perlu waktu lebih lama saja, gomawo sudah mereview

lemonade 6/27/13 . chapter 37

Ne ^^ gomawo reviewnya

elfishy 6/26/13 . chapter 37

fanfic just fanfic

Okta1004 6/26/13 . chapter 37

Soal berantem atau nggak nya, kita lihat chapter ini saja chingu

Gomawo sudah mereview

ChoKyu 6/26/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya ^^

nisa 6/25/13 . chapter 37

ini sudah update kkkk

bella0203 6/25/13 . chapter 37

Ne, Kyuhyun sering manggil Siwon pabo kkk

Malu dan salting si Heechul kkk

Wkwkwk mana pandangan matanya kedua orang itu beda banget, kkkk

Gomawo reviewnya

heeeHyun 6/24/13 . chapter 37

cepat?

Itu karena menghayati kkkk

Gomawo reviewnya chingu

NatasyaELF132 6/24/13 . chapter 37

fanfic just fanfic

Ne, Ryeowook itu imut, tapi ia ingin dibilang tampan aja jangan imut kkk

parkjinjeng 6/24/13 . chapter 37

waahhh kali ini banyak momen yang chingu suka, syukurlah, jadi senang

meski review panjang, tapi author baca semuanya loh hehe

gomawo reviewnya ya chingu

sparkyu amore 6/24/13 . chapter 37

Sudah mulai panjang kayaknya, tapi dia lebih suka bicara pendek

meski review panjang, tapi author baca semuanya loh hehe

mereka berdua kasusnya masih lama

miracahya 6/23/13 . chapter 37

gomawoooo jugaaa revieeewww nyaaaaa

*ikut teriak2 kkkk

ahra rahayu 6/23/13 . chapter 37

Secara tanggal itu 2 bulan, tapi persiapan dipotong acara SJ dll, efektifnya tidak sampai 1 bulan.
yup, itu semua sungguhan

ila 6/23/13 . chapter 37

fanfic just fanfic

mutia tiara 6/23/13 . chapter 37

Itu puisi real tentang SJ M saat mereka debut

cheche 6/23/13 . chapter 37

ne kasihan, tapi kan hanya sebentar chingu

jiyeolchan baek 6/22/13 . chapter 1

meski pegel, review dari reader yang membuat author semangat buat menulis lagi lagi dan lagi...gomawo buat reviewnya

diahretno 6/22/13 . chapter 37

fanfic just fanfic

Siwon memang perhatian sekali dengan Kyuhyun

Yup, Heechul bisa dikatakan hiatus selain karena hidungnya juga

Hankyung memang tegas. Urusan duduk dan berdiri di posisi mana pun dia atur katanya

Yup, kedekatan mereka bukan sandiwara, kita bisa lihat itu setelah bertahun-tahun bahkan SHinhwa dan yang lain juga mengakuinya

Olovyannaya Verona 6/22/13 . chapter 31

Di tunggu saja chapter selanjutnya chingu

NESkyu 6/22/13 . chapter 37

Ok, di lanjut..ini sudah update :P

nara 6/22/13 . chapter 37

Itu alamat blog nya masih aktif sampai saat ini. itu official. dibuka aja

Guest 6/22/13 . chapter 37

Mianhe, Ending ff ini sudah ditentukan sejak awal, tidak bisa dirubah

Gomawo buat reviewnya

.56232 6/22/13 . chapter 37

sekarang sudah baca kan? kkkk

.heart 6/22/13 . chapter 37

nggak apa chingu, menulis sendiri itu perlu keberanian, kenapa tidak coba saja di publish?

Kan belum tahu kalau belum di coba, gomawo reviewnya ya chinggu

Cho sahyo 6/22/13 . chapter 37

Fanfic just fanfic hehehe

chichi 6/22/13 . chapter 37

sampai sekarang juga begitu chingu, semua sayang sama Kyuhyun, bahkan henry pun begitu.

fitria 6/22/13 . chapter 37

mari kita tunggu chapter selanjutnya wkwkwk

review chinggu kaya kalimat akhir TBC aja, gomawo sudah mereview

kyufit0327 6/21/13 . chapter 37

ne, ini juga sudah update kok hehe

Khe-Ai Dyanka 6/21/13 . chapter 37

Itu puisi nya SJ M

baboddang 6/21/13 . chapter 37

salam kenal ^^ , di usahakan secepatnya..gomawo sudah menunggu

.WKS 6/21/13 . chapter 37

Selamat buat akunnya hehehe. Klik follow nanti kalau ada yg baru akan dikirim pesan otomatis

Kyuhyun sering berbuat ekstrim. Kayak waktu memaksa naik panggung, manager hyung sampai ketakutan sendiri, begitu pula member lain

puisi itu real tentang SJ M

Tidak kosong tapi dikiiiiiiiiiiiiit

Cheyabelfs 6/21/13 . chapter 37

Ne, selanjutnya memang mulai masuk SJM.

Gomawo reviewnya chinggu ^^ jangan bosan menunggu ya

xoxoxo 6/21/13 . chapter 37

di chapter ini di jelaskan kok chinggu

gomawo

jj 6/20/13 . chapter 37

oh yang itu, cuma nggak ada timelinenya

kalau baca ff ini, di atas judul ka nada nama iyagi7154. klik aja, nanti muncul judul ff ku semua

Jelas senang. Aku udah siapkan sebuah ff untuk keluarnya Heechul nanti meski bukan ff baru hehehe tapi chapter baru di mana Heechul muncul`

fikyu 6/20/13 . chapter 37

ini sudah di atur tbc nya chinggu, kalau sepanjang ini di buat dua part, bisa2 RS itu mencapai ratusan chapter kkkk

gomawo reviewnya chinggu

tya andriani 6/20/13 . chapter 37

Gomawo sudah mereview ^^

Olovyannaya Verona 6/20/13 . chapter 30

Tidak ada undangan untuk membaca, terbuka untuk umum kok

Gomawo reviewnya ya

Zaireen oksismi 6/20/13 . chapter 37

- Ne, Kyuhyun memang paling di sayang

- Ne, 3 bulan

- Karena Kibum mau konsentrasi ke akting

Gomawo ^^

BunnyKyunnie 6/20/13 . chapter 1

Wahh, author bingung, karena terkubur di dalam bunga hehehe

Gomawo reviewnya, lain kali jangan bunga, bagaimana kalau makanan saja kkkk

RieraZee 6/20/13 . chapter 37

Choenmanayo

Putri2434 6/20/13 . chapter 37

Kalau mau tanya-tanya chingu bisa lewat FB atau PM di ffn saja.

readerfanpit 6/20/13 . chapter 37

akhirnya mereview juga ^^

gomawo sudah mereview...

LayChy 03 6/20/13 . chapter 37

Annyeong haseyoo eonni

Salam kenal juga

- kalau itu, bisa di lihata beberapa chapter lagi. Sepertinya sudah mendekati hehe

- Masih belum tahu, tapi doakan bisa di lanjut ya ^^

Deyerraa 6/20/13 . chapter 37

Gomawo sudah membaca dan mereview

hauraddict 6/20/13 . chapter 37

kalau kurang, sambil gigit apaan gitu biar greget,kkkk

youngmin407 6/20/13 . chapter 37

gomawo for your suport and review

Cho MinHyun 6/20/13 . chapter 37

Rekaman itu beneran

Reka ELF 6/20/13 . chapter 37

Gomawo, masih banyak yang lebih baik dari author kok.

Kim Anna 6/20/13 . chapter 37

Cepet di balikin toa nya, di cari orang banyak tuh

Gomawo reviewnya

ichigo song 6/20/13 . chapter 37

Mau nyoba dipukul Donghae?

Di Changsha malah nyuapin lagi si Zhoumi wkwkwk

Iya, Ryeowook sepertinya kalau soal belajar bahasa termasuk mahir dan rajin

Iya betul, Happy Camp, yang doain Kyuhyun juga waktu koma

Ne, Heechul memang pintar dan nyentrik

Leader dan magnae aneh wkwkwk

Ay 6/20/13 . chapter 37

Kita lihat saja nanti hehehe. Gomawo

iGaemGyu 6/20/13 . chapter 37

Ada yang lebih panjang sebenarnya, gomawo sudah mereview

Endah dewi 6/19/13 . chapter 37

Itu beneran di tahun 2004, sebelum masuk SM

Polosnya sama cuma beda tipe.

Song Yong 6/19/13 . chapter 37

Gomawo sudah membaca dan mereview chingu ^^

Gloria 6/19/13 . chapter 37

AIgoo…susah nggak nagnkap novel yang berjalan? hehehe

Heechul lebih dewasa dikiiiiiiiiiit kkkkk

Katanya sih dia member paling banyak nangis (kata Shindong atau Kangin aku lupa)

Keduanya, Kyuhyun dan Hangeng sering melewati batasan yang lain juga begitu

Waduh…. satu kata? ff nya satu kata juga boleh nggak? kkkk

Gomawo buat doa dan semangatnya

kim eun ra 6/19/13 . chapter 37

Ne ^^

OnyKyu 6/19/13 . chapter 37

Gomawo sudah menunggu dan gomawo buat reviewnya

TabiWook 6/19/13 . chapter 37

Jangan terlalu memuji, itu tidak baik

Author menulis karena hobi dan salut dengan perjalanan SJ

JustELF 6/19/13 . chapter 37

Ini RS kan? Bukan DD, hehe

Di tunggu juga untuk RS dan DD nya chingu

sfsclouds 6/19/13 . chapter 37

Me too

Amin

Tidak sampai sana

sarangchullpa92 6/19/13 . chapter 37

Hooo untung wajahnya kagak jadi cappuccino karena di shaker kkkk

Aku juga, udah sebentar lagi yach tanggal 30-an agustus hehehe

KyuChul 6/19/13 . chapter 37

MP sudah tamat chingu kkkk

Gomawo buat semua dukungannya

SnowyDictator 6/19/13 . chapter 37

Selamat datang reader baru \^.^/

Gomawo buat reviewnya

ChoithyaraELF 6/19/13 . chapter 37

Syukurlah kalau nggak kecewa, gomawo buat review nya chingu

Yujin Rei 6/19/13 . chapter 37

Meski ngantuk tapi sudah paham kan kkkk

gomawo

Kiyuh 6/19/13 . chapter 37

Bukan kkk hanya mimisan hehehe

Hehehe kita lihat saja nanti

ELF Al 6/19/13 . chapter 37

Siapa yang bakal jadi main cast nya kalau begitu? hehe

lyELF 6/19/13 . chapter 37

Memang timeline nya lagi di sana, SJ di Korea hanya kegiatan rutin

Aku juga begitu, kadang ingin melihat mereka utuh kembali

Sinar mata Donghae kalau lagi melas kan berbanding 180 derajat dari Kyuhyun kalau lagi kesal kkkk

Yang jelas barang dilemparin semua kalau Hae lagi marah

Dasarnya Hankyung bukan orang yang sabar meski dia lembut. Hankyung sendiri mengakui itu kalau dia mudah marah. Plus Heechul mengajarinya memaki wkwkwk

Gomawo reviewnya

chemista112 6/19/13 . chapter 37

orang yang pendiam itu terkadang justru menyimpan tenaga yang tidak dapat di bayangkan

Chocoteuk 6/19/13 . chapter 37

Gomawo sudah menunggu ^^

Azurasky Elf 6/19/13 . chapter 37

Sampai saat ini aku masih menilai hubungan mereka itu brothership dalam skala namja Korea yang notabene ekspresif melampiaskan perasaan.

Jangan menonton yang dipotong, karena kita tidak tahu konteks sebenarnya kejadian itu, meski kadang saya akui susah banget dapetin yang full hehehe

Gomawo buat reviewnya

GaemGyu92 6/19/13 . chapter 37

Itu sungguhan yang Hankyung bilang soal kondisi Kyuhyun

Mianhe belum bisa update cepat

Parksangkyung 6/19/13 . chapter 37

Mianhe, untuk soal tanya-tanya bisa lewat FB dan ffn. Gomawo ^^

vietaKyu 6/19/13 . chapter 37

Tidak, meski lambat akan aku selesaikan apa yang sudah aku mulai. DUkuangan kalian juga yang bisa bikin aku bangkit saat godaan hiastu dan buntu itu datang hehehe

Ani, aku melihat mereka biasa, hanya benar2 seperti keluarga

Kalau pakai titik begitu dianggap link akan jadi kosong dif fn. aku sudah mengalaminya beberapa kali

Wkwkwk ancaman Heechul kudu ngeri lah…

Donghae hecoh kalau soal muka kkkk

Video itu ada di dekat link chapter saat upload.

Guest 6/19/13 . chapter 37

Di usahakan secepatnya chingu, gomawo reviewnya

casanova indah 6/19/13 . chapter 37

Yang maskeran jerawat beneran

Isi interview real

Kang Shin Ah 6/19/13 . chapter 37

Sebelum di update, Kyuhyun sudah tahu kok

Author sudah mengirim ff ini ke Kyuhyun.

cho kyusnul 6/19/13 . chapter 37

batu bata jaman sekarang canggih-canggih loh, jangan salah kkkk

vha chandra 6/19/13 . chapter 37

SJ T udah dari Kyuhyun belum kecelakaan, chingu

Kalau karatan dikasih penghilang karat

YeyeGaemGyu 6/19/13 . chapter 37

*lap muka sendiri karena muncrat kemana mana

Author mengambil sifat asli milik memberdeul SJ, jadi sifat disini memang sifat asli mereka, bukan karangan auhtor.

Kyuline 6/19/13 . chapter 37

Ne, gomawo ^^

ciziDee 6/19/13 . chapter 37

sudah tamat chingu, hehe

tempat mengirim review kan memang tempatnya bertanya, jadi jangan sungkan untuk bertanya ya ^^

artriastanti 6/19/13 . chapter 37

Yup, dia sudah jauh lebih sehat, bisa lompat2 lama, jingkrak2 kkkk

Beberapa real beberapa tidak. Nikmati saja sebagai fanfic

Raiaryeong9 6/19/13 . chapter 37

Itu beneran

Guest 6/19/13 . chapter 37

Itu real chingu,

Gomawo buat reviewnya

KyuWook Couple 6/19/13 . chapter 37

Yang jerawatan dan bikin obat jerawat ala Donghae itu benar

kyuqie 6/19/13 . chapter 37

nggak bisa ngomong, tapi kan review itu nulis, bukan ngomong kkkk

gomawo

rhaekyu 6/19/13 . chapter 37

Ne, memang menyentuh banget, gomawo

riekyumidwife 6/19/13 . chapter 37

Ne, kita baca saja cerita selanjutnya. Gomawo

cloud prince 6/19/13 . chapter 37

Yup, persaudaraan mereka kuat sekali

Ne, akhirnya malah Hankyung yg menyerah duluan hehehe

Mungkin juga

Itu puisi real SJ M Bukan Hankyung yang menulis. Tapi itu melambangkan SJ M waktu itu

Sepertinya ada di dekat chapter2, atau kalau tidak masukkan saja piahk tv, tanggal dan hankyung yang ada di ff, nanti kan muncul videonya

6/19/13 . chapter 37

fanfic just fanfic. Gomawo sudah mengikutinya

kyutket88 6/19/13 . chapter 37

karena review dari reader adalah penyemangat buat author di saat auhtor kesulitan

gomawo reviewnya

Hyorim 6/19/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya ^^

Augesteca 6/19/13 . chapter 37

Changmin sibuk di Jepang. Tidak semua dibahas

AngeLeeteuk 6/19/13 . chapter 37

Ne, author juga rindu dengan hanggeng, tapi juga harus bisa menerimanya.

Gomawo reviewnya

Armi Cho 6/19/13 . chapter 37

Kalau ada momentnya, kalau nggak aku nggak bisa hehehe

Di SJ M? dengan Siwon dan Zhoumi

shantyy941 6/19/13 . chapter 37

Yang pertama bisa nerima Kyuhyun adalah Donghae, yang kedua itu Sungmin.

gomawo reviewnya

YuKyu 6/19/13 . chapter 37

Kesasar? Kkkk

Ne gomawo sudah membaca dan mereview

AreynaKyuminElf 6/19/13 . chapter 37

Mungkin akan lebih banyak moment itu chingu, mengingat ini sudah masuk SJM.

Tapi jangan di bayangkan yang tidak-tidak, ini pure brothership

Gomawo reviewnya

SunakumaKYUMIN 6/19/13 . chapter 37

Gomawo review dan dukungannya, memang membayangkan wajahnya pasti sangat lucu ^^

Name zhagy 6/19/13 . chapter 37

EHB kan masih agak santai, chingu, sesekali aja ikut

Kyuline 6/19/13 . chapter 37

Mianhe chapter ini tidak sesuai keinginan chingu 2 minggu

Tapi author akan berusaha tepat waktu lain kali

guest 6/19/13 . chapter 37

kalau feelnya ilang, chingu baca lagi saja, author juga begitu kalau sudah kehilangan feelnya

gomawo reviewnya

reaRelf 6/19/13 . chapter 37

Orang yang polosa dan pendiam memang menakutkan jika mereka marah

Gomawo reviewnya

keyq 6/19/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya

lovely yesungielf 6/19/13 . chapter 37

fanfic just fanfic. Soal tenaga Donghae yang cenderung merusak itu real kkkk

LeeRa 6/19/13 . chapter 37

Aku belum pernah ngecek2 cyworld mereka lagi

Beda jenis aja kali

Iya hehehe

Gomawo

Diamond 6/19/13 . chapter 37

Blog SJM masih aktif sampai saat ini

bee Kuikui 6/19/13 . chapter 37

Ne, Kyuhyun memang manis ^^

Gomawo sudah mereview

V3 6/19/13 . chapter 37

Wkwkwk intinya sama saja chingu, Cuma ini versi panjangnya

Tapi author berterima kasih sudah membaca dan mereview

Fitri MY 6/19/13 . chapter 37

Ne, kepanasan dan capek, full acara dr pagi hingga malam

lunkyu 6/19/13 . chapter 37

yang mana? rasanya semua review dibalas satu per satu lho

Soal itu kita lihat saja nanti hehehe

Jmhyewon 6/19/13 . chapter 37

Dan kamu tahu? Kkkk

Alasan itu juga yang membuat author menyukasi SJ dan berfikir untuk membuat ff tentang mereka

Amin,

Ria 6/19/13 . chapter 37

Gomawo reviewnya, memang banyak pergolakkan emosi di chapter ini..

nining wulan 6/19/13 . chapter 37

dan aku berakhir dengan tetap membalas review ini kkkk

nggak tahu tuh :P kamu kan baru bilang

bagus kalau masih bisa membayangkan adegan nya

Ne kkkk

Elfishy 6/19/13 . chapter 37

Feelingmu bagus, chingu

Gomawo dukungan dan reviewnya :D

Blackyuline 6/19/13 . chapter 37

Mwo? Bayanganmu chingu kkkk

Ini ff brothership kkkk

Gomawo buat reviewnya

Hwang Tae Rin 6/19/13 . chapter 37

Ne, awal mereka masuk Zhoumi dan Henry memang ditentang ELF.

Itu awal yang sulit, dan sedihnya sampai sekarang status mereka masih masih di bicarakan ELF yang mendukung mereka dan yang tidak.

dewdew90 6/19/13 . chapter 37

mulai sekarang dan detik ya... janji? Kkkk

gomawo sudah berusaha mereview

HwangTae Rin 6/19/13 . chapter 37

Author juga yakin akan hal itu, jangan berhenti mendukung mereka dan author ya..eh?

Kkkk gomawo reviewnya

Jum'ah 6/19/13 . chapter 37

Fanfic just fanfic, chingu

Yeon Love Yeye 6/19/13 . chapter 37

Yup yang itu acaranya

Itu puisi China untuk debut SJ M

Gpp, nabung dulu aja, kapan2 masih ada kok hehehe

Gomawo reviewnya

elennasparkyuELF 6/19/13 . chapter 37

fanfic just fanfic

choelf 6/19/13 . chapter 37

ranjang dorm patah itu benar

Panda 6/18/13 . chapter 37

Oh ya? (evil smirk)

Yup, itu juga bukan review (asah golok)

Miss you too kkkk

Kenapa kamu itu reviewer pertamaaaaaaaaaaaa?

kkkk

Gomawo