Title : RISING STAR Chapter 4

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Cho family. Changmin. Henry.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : Aku yang paling tahu bagaimana sakitnya belajar berdiri dan berjalan lagi. / You're a man who mysteriously. / "Kau sahabatku. Selama itu baik, aku akan lakukan untukmu." / "Hei, kenapa kita bawa dia?" / Kalau kalian ingin bukti, besok pagi berhadapan denganku di ruang training.

.

.

"Seorang penyanyi yang tidak bisa berdiri dan bernyanyi, sama saja sudah mati!"

.

.

RISING STAR

Chapter 4

.

"Kau gila, Kyuhyunnie! Aku ingin membantumu berjalan, bukan membuatmu mati!" seru Heechul geram. Ia tak habis pikir, sejak kedatangan Petinggi SM, Kyuhyun sehari bisa beberapa kali ke ruang terapi.

"Tapi, hyung…waktuku hanya dua hari lagi, dan aku belum bisa berdiri sama sekali!"

Heechul memandang ke arah Kyuhyun. Amarahnya langsung surut melihat wajah putus asa itu. Sesungguhnya, ia pun merasakan hal yang sama. Tapi melihat Kyuhyun kepayahan setiap kali berlatih, ia juga tak tahan.

"Jebal, Heechul hyung. Antarkan aku ke sana. Heechul hyung tidak usah membantuku tak apa."

"Pabo! Mana mungkin aku membiarkanmu begitu saja?! Aku yang paling tahu bagaimana sakitnya belajar berdiri dan berjalan lagi." Heechul melunak. "Aku temani setengah jam saja. Setelah itu berjanjilah kau akan beristirahat."

"Aku tak mau berjanji."

"Ya! Cho Kyuhyun! Kau ini menyebalkan!"

"Hyung boleh sebal sepuasmu! Tapi aku akan meminta orang lain lagi mengantarku!" Kyuhyun berkeras. "Aku tak mau keluar dengan cara begini! Aku harus bisa berjalan!"

"Baiklah! Pokoknya, aku akan menemanimu setiap aku senggang. Tapi urusan lain, itu tanggung jawabmu." Heechul menyerah. Ia tahu, menentang Kyuhyun pun percuma.

.

Keadaan di dorm Super Junior sedang panas ketika Heechul yang dalam keadaan lelah kembali pulang. Di sana, tampak seorang namja dengan tas biola di tangannya. Heechul memandangnya dengan tidak senang.

"Siapa dia, Teuki hyung?" tanya Heechul. "Hei, bukankah kau Henry-ah yang menjadi cameo di movie kami?"

Leeteuk tampak gelisah. Hangeng, Kibum, Ryeowook, Eunhyuk dan Donghae saling berpandangan. Ketika Heechul memandang mereka satu per satu, semua menunduk. Tahulah Heechul 'siapa' namja yang berada di dorm mereka saat ini.

"Teuki, hyung? Kenapa kau menerima seorang pengganti untuk Kyuhyunnie?" Heechul yang sudah sangat lelah, langsung naik pitam. Ia memandang Henry dengan tidak senang, dan bergerak maju ke arahnya.

"Chullie, jangan!" Leeteuk menahan dongsaengnya. "Jeongmal mianhe… Jangan kita lakukan kesalahan yang sama lagi pada Henry. Cukup Kyuhyunnie yang menjadi kesalahan kita. Kumohon, terimalah Henry sshi!"

"Jangan bercanda!" Heechul menepiskan tangan Leeteuk. "Teuki hyung, saat ini Kyuhyunnie sedang berjuang keras untuk bisa bersama kita. Waktu tiga harinya belum habis, tetapi kau sudah menerima dia?"

"Chullie, kau salah paham!"

Heechul mencopot sepatunya dan melemparkannya ke dinding. "Baru saja aku membaca pesan anti fans yang bilang mengapa Kyuhyunnie tidak mati saja, sama seperti pesan yang dikirim saat aku kecelakaan. Kini, kalian bahkan…"

"Aku hanya bermain biola untuk Don't Don," kata namja yang dipanggil Henry tadi. "Belum ada keputusan apapun soal …"

"Aku tak berbicara padamu!" hardik Heechul kesal. "Berapa usiamu? Kenapa kau tidak memanggilku hyung?!"

"Heechul hyung, sebaiknya kau duduk dulu. Kau pasti lelah," kata Ryeowook sambil beranjak ke dapur untuk membuatkan minuman. Hangeng dan Kibum segera menggandeng Heechul untuk duduk di sofa.

"Annyeonghaseyo… to bweibgessemnida. Saya pamit." Henry beranjak keluar, diantar oleh Donghae dan Eunhyuk.

Leeteuk duduk di dekat Heechul dengan wajah suram. "Dia hanya datang untuk memperkenalkan dirinya. Sementara ini dia akan memainkan biola untuk lagu unggulan kita di album kedua, Don't Don. Permainannya sangat bagus, kau harus melihatnya nanti. Kumohon, Chullie… Jangan bersikap keras padanya."

"Mianhe, aku lelah. Aku ingin tidur." Heechul bangkit berdiri. Tetapi di pintu kamarnya, ia berhenti. "Meski saat ini dia hanya bermain drama dan music bersama kita, tapi kita tahu siapa dia, bukan? Kalian jangan kuatir, aku tak akan menyakitinya. Kesalahanku cukup pada Kyuhyunnie. Tapi aku takkan menerimanya sebagai pengganti Kyuhyunnie. Tolong jangan paksa aku untuk itu."

Semua menatap pintu kamar Heechul yang kini tertutup dengan pikiran mereka masing-masing.

.

Kyuhyun sedang merintih kesakitan ketika seorang namja masuk ke kamarnya. Biola yang dibawanya mengingatkan Kyuhyun terhadap seseorang. Apalagi wajah namja itu sangat khas.

"Henry-ah?"

"Annyeonghaseyo, Kyuhyun hyung."

"Ah! Kebetulan kau ke sini. Antarkan aku ke ruang terapi! Kau bantu aku pindah ke kursi roda ya."

Henry memandang Kyuhyun dengan prihatin sekaligus rasa bersalah. "Maafkan aku, Kyuhyun hyung… Di luar tadi, perawat sudah melarangku menolongmu pergi ke ruang terapi. Katanya, kau tidak boleh ke sana lagi hari ini. Kondisi kesehatanmu sudah menurun."

"Aish!" Kyuhyun mendecak kesal. "Apa mereka tidak tahu pentingnya ini buatku?"

"I'm sorry," kata Henry lirih sambil tertunduk.

"Mwo? Kenapa kau yang minta maaf? Aku tidak memarahimu," kata Kyuhyun yang masih meringis kesakitan. Sepertinya aku terlalu keras berusaha. Tetapi tidak ada pilihan lain, bukan? "Kau bisa bahasa Inggris ya? Pelafalanmu sangat bagus."

"Mianhe, Kyuhyun hyung, aku hanya ingin kau tahu, aku sama sekali tak bermaksud menggantikanmu."

Butuh waktu beberapa detik untuk Kyuhyun mencerna kalimat itu. Ditatapnya namja yang masih berdiri di dekat pintu itu dengan diam. Jadi Henry yang akan menjadi penggantiku?

"Kau ini bilang apa? Belum ada keputusan resmi kan?" Kata-kata Kyuhyun yang bernada riang itu membuat Henry memandang Kyuhyun. "Tenanglah, aku tak akan menyerah semudah itu. Duduklah di sini! Ayo!"

Henry duduk di bangku yang ditunjuk Kyuhyun. Ia masih takjub dengan reaksi Kyuhyun yang tak terpengaruh dengan ucapannya.

"Bisakah kau mainkan sesuatu untukku?"

"Don't Don?"

"Don't Don? Kau tahu lagu itu?" Jantung Kyuhyun berdebar semakin keras, namun ia mencoba tetap tersenyum. "Ya, coba kau mainkan Don't Don dengan biola untukku."

Kyuhyun takjub melihat permainan biola Henry. Ia sangat memahami manakah pemain biola yang bagus dan mana yang tidak, karena Ahra noona juga pemain biola sejak berusia 6 tahun. Ia bertepuk tangan dengan keras saat permainan biola itu berakhir.

Henry tersipu malu sekaligus bingung atas reaksi Kyuhyun.

"You're crazy, boy!" Kyuhyun tertawa senang. "Gayamu memainkan biola sangat bagus! Coba kau buat lebih menonjol lagi."

"Maksud Kyuhyun hyung?"

"Kau harus buat semua hanya melihatmu! Lakukan sesuatu yang lebih attraktif dari dance yang kau lakukan tadi. Don't Don itu panas! Keren! Garang! Dance-mu terlalu manis. Buat sedikit keras dan misterius. You're a man who mysteriously."

Henry memikirkan sebentar. Dia kemudian berdiri dengan tangan terkembang di samping tubuh dan sedikit membungkuk, seperti baru turun dari langit, kemudian mulai memainkan biolanya sambil berdance. Ia tidak terlalu banyak melakukan gerakan seperti sebelumnya, tetapi mendekati akhir, dia berlutut di lantai, memainkan biolanya sambil menekuk badannya ke belakang hingga sejajar lantai. Kyuhyun menatap dengan takjub.

"Aish! Itu bagus sekali!" Kyuhyun kembali bertepuk tangan. "Aku tak sabar membayangkan MV yang kita buat nanti pasti sangat keren!"

Henry kembali tertegun menatap Kyuhyun yang terlihat sangat antusias. Apa Kyuhyun hyung tidak menyadarinya? Bagaimana mungkin kami berdua ada di dalam MV tersebut? Henry semakin merasa tidak enak hati.

"Kenapa tampangmu seperti itu? Apa kau tak suka kita berdua ada di MV tersebut?"

"Bukan, hyung, tapi…"

"Aku pasti ikut! Kau tak perlu kuatir. Nanti, aku akan usul agar kau masuk dalam MV tersebut." Kyuhyun tertawa senang. "Hyungdeul pasti bisa membuat kita berdua ada di sana. Percayalah, mereka sangat hebat. Cuma sedikit perlu dorongan. Ck, aku ini memang jenius."

Sampai saatnya Henry pulang, namja itu masih tidak mengerti sama sekali tentang sikap Kyuhyun yang jauh di luar perkiraannya semula. Namja itu mengangguk hormat saat ia berpapasan dengan seorang namja bertubuh tinggi yang merupakan sunbae-nya di SM.

Namja itu membalas anggukannya, dan terus berjalan ke ruang di mana Kyuhyun dirawat. Henry tak menyangka namja yang terkenal itu dekat dengan Kyuhyun.

"Changminie!" seru Kyuhyun gembira. Sejak melihat permainan Henry tadi, Kyuhyun kembali bersemangat dan hilang semua rasa sakitnya. Ia tak bisa tidur membayangkan seperti apa MV Don't Don dengan adanya Henry. "Changminnie, kebetulan kau datang. Ayo, cepat bantu aku ke kursi roda!"

"Aniyo… aku…."

"Perawat sudah melarangmu menolongku pergi ke ruang terapi? Katanya, aku tidak boleh ke sana lagi hari ini?" Kyuhyun mengulang kata-kata Henry tadi, membuat Changmin tersenyum lebar. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Kyuhyun.

"Changmin-ah, kunci pintunya, cepat!"

"Mwo?!"

"Cepatlah, mumpung eomma ada keperluan penting hari ini, hyungdeul juga sibuk."

Meski bingung, Changmin mengunci pintu kamar. Kyuhyun tersenyum senang. Ia mengembangkan kedua tangannya ke arah Changmin.

"Sekarang peluk aku."

"Mwo?" Wajah Changmin memerah. Dipandangnya Kyuhyun dengan seksama. Tetapi Kyuhyun tampak biasa saja. "Kau mau apa? Aku masih normal!"

"Aku juga normal! Mana mau aku punya uke setinggimu?"

"Aish!" Changmin tergelak, membayangkan dia menjadi uke dan Kyuhyun menjadi seme. "Kau lebih pantas jadi uke dan aku yang jadi seme-nya."

"Jangan banyak bicara, cepat peluk aku! Aku akan mencoba berdiri sambil berpegangan padamu."

"Kau gila!"

"Ini jauh lebih baik daripada dengan palang-palang besi yang dingin itu. Dengan palang, beban di tanganku juga meningkat. Berbeda jika aku bersandar padamu. Aku bisa lebih konsentrasi dengan kakiku lebih dulu."

Changmin memikirkan hal itu, kemudian meraih HP disakunya. "Tunggu sebentar, chagiya," katanya sambil mengedipkan mata ketika Kyuhyun melotot. Namja itu menekan beberapa angka di HP nya.

"Yunho hyung? Mianhe, aku tak bisa latihan hari ini. Ne. Ada keperluan sangat penting. Aku tak keberatan kau beri latihan 2 porsi besok, tetapi tolong kosongkan jadwal latihanku hari ini. Ne, jebal, hyung. Gomawo." Namja itu tersenyum lebar memandang Kyuhyun. "Sudah beres. Ayo, peluk aku, chagiya."

"Ck! Menyebalkan!" Kyuhyun mengalungkan tangannya ke leher Changmin, sementara namja itu menariknya bangun sambil mengalungkan tangannya ke pinggang Kyuhyun. Nafas Kyuhyun mulai berat. Kakinya sedikit gemetar. Changmin merapatkan pelukannya, sehingga Kyuhyun bertumpu sepenuhnya padanya.

Kyuhyun mulai mencoba mengatur nafas seperti yang pernah diajarkan Heechul. Keringat membasahi wajahnya. Kelihatan sekali ia berusaha menahan sakit. Namun perlahan, nafasnya mulai teratur. Ketegangan di wajahnya mengendur. Ia menapakkan kedua kakinya, mencoba rileks dengan posisi kakinya.

Ketika ketegangan di tangan Kyuhyun terasa berkurang, Changmin perlahan mengurangi topangannya. Ia akan berhenti mengulur saat tangan Kyuhyun yang melingkari lehernya kembali menegang. Kyuhyun akan kembali mengatur nafas hingga bisa bernafas dengan normal.

Semua itu mereka lakukan berulang-ulang, sampai akhirnya, Changmin bisa melepaskan semua sanggahannya. Keduanya tertawa senang saat Kyuhyun bisa berdiri tanpa ditopang, bahkan kedua tangannya sudah tak melingkari leher Changmin lagi.

"Kyuhyun-ah kita berhasil!"

"Ne!" Kyuhyun tersenyum senang. Tapi detik berikutnya ia limbung. Changmin langsung merengkuh Kyuhyun sehingga tidak terjatuh. Dibantunya sahabatnya itu duduk di tepi tempat tidur. Wajah Kyuhyun basah oleh peluh. Begitu pula dengan Changmin. Tapi keduanya sangat gembira.

"Akhirnya aku bisa berdiri biar pun sebentar." Kyuhyun menerima air yang diangsurkan Changmin dan meminumnya hingga tandas. Begitu pula dengan gelas kedua dan ketiga. "Gomawo."

"Jangan sungkan,aku tahu kau gentong air," kata Changmin sambil tertawa. "Nanti kita coba lagi."

"Kau tak keberatan?" Mata Kyuhyun terbelalak.

"Kau sahabatku. Selama itu baik, aku akan lakukan untukmu."

"Gomawo, Changmin-ah. Aku bersyukur kau ada di sini."

"Ya! Caramel macchiato! Baru kali ini kau bersyukur jadi sahabatku. Nasibku sungguh menyedihkan."

"Jangan merajuk. Kau merajuk kepada hyungdeulmu saja." Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya. "Kau masih kuat menahanku kan?"

"Jangan mengejek, tubuh sekurus kamu seperti barbel saja untukku." Changmin tertawa ketika Kyuhyun tampak tersinggung. Dalam hati, Changmin merasa sedih. Ia bisa merasakan betapa ringannya tubuh Kyuhyun sekarang. "Ayo, chagiya, aku sudah tak sabar memelukmu lagi."

.

.

Hari ketiga pun tiba. Member SUJU sepakat menengok Kyuhyun dengan tujuan memberi semangat. Namun mereka sangat terkejut ketika melihat Kyuhyun tidak ada di kamarnya. Kursi rodanya pun begitu.

"Aish! Pasti dia tengah berlatih di palang lagi!" cetus Heechul. Mereka semua hendak menuju ruang terapi ketika Kyuhyun muncul dari ujung koridor sambil tersenyum. Dongsaengnya tidak lagi mengenakan kursi roda. Dia justru berjalan sambil mendorong kursi rodanya.

"Kyuhyun, apa yang kau lakukan? Kau sudah bisa berjalan?"

"Ne, hyungdeul. Aku berlatih dua hari ini," kata Kyuhyun. Ia meringis teringat Changmin yang hari ini pasti menghadapi latihan berat dari Yunho. "Changmin-ah membantuku belajar berjalan dengan metode buatanku sendiri."

"Metode apa?" Hangeng penasaran.

"Bagaimana?" tanya Donghae tak kalah penasaran.

"Kau bisa memberitahu orang lain yang memerlukan," kata Sungmin serius.

Kibum menatap penuh selidik. "Dia tidak akan mengatakannya. Pasti metodenya aneh."

Wajah Kyuhyun langsung memerah. "Sudahlah, jangan dibahas. Yang penting aku bisa berjalan sekarang, meski harus pelan-pelan. Kursi roda yang berat ini sungguh membantuku."

"Kau sudah kelihatan lelah, sebaiknya kau segera duduk." Tanpa peringatan, Kangin langsung mengangkat Kyuhyun dan mendudukkannya ke kursi roda. Leeteuk langsung memeluk Kyuhyun dengan girang begitu Kyuhyun duduk dengan mantap..

"Kyuhyunnie, akhirnya kau berhasil! Mianhe, hyungdeulmu tidak banyak membantu."

"Teuki hyung bilang apa?" Kyuhyun mengerucutkan mulutnya. "Meski bukan kalian yang membuatku berjalan, tetapi kalian lah yang selama ini berada di sisiku dan menopangku. Kalau bukan kalian, mungkin aku masih tertidur di ranjang dengan kebosanan tingkat tinggi."

"Kita sampaikan kabar ini kepada seonsengnim secepatnya, jadi beliau akan membatalkan niatnya semula."

"Tidak perlu, Shindong hyung, mereka pasti sudah menyampaikannya," kata Siwon sambil mengarahkan dagunya ke arah staff SM yang berada agak jauh dari mereka.

"Tinggal satu masalah lagi," kata Yesung.

"Apa itu?" tanya yang lain.

"Aku harus sanggup bernyanyi." Kyuhyun tersenyum lebar. "Jangan kuatir, hyung, selain belajar berjalan, aku tak akan mencoba yang lainnya. Aku akan berusaha agar kondisi tubuhku cepat pulih, sehingga aku bisa segera bergabung dengan kalian."

"Kau sungguh akan kembali, ya, Kyuhyunnie," tuntut Ryeowook.

"Ne." Kyuhyun memeluk Ryeowook menenangkan. "Hyungdeul, Henry-ah…"

"Jangan sebut-sebut nama itu! Urusan kita dengannya sudah beres kan?!" protes Heechul.

"Bukan itu maksudku."

Tapi pandangan Heechul tidak ingin dibantah. Sementara, hyungdeul yang lain memberinya kode agar tutup mulut. Akhirnya dengan terpaksa Kyuhyun mengurungkan niatnya.

.

.

Beberapa hari kemudian, Leeteuk mendapat jadwal menjenguk Kyuhyun, karena dia sedang tidak ada kegiatan. Seperti biasa, mereka menghabiskan waktu bercakap-cakap tentang kondisi Kyuhyun sampai jadwal yang sedang dijalani para member Super Junior yang lain.

"Hari ini mereka syuting terakhir Attack on the Pin-Up Boys." Leeteuk tampak tertunduk lesu. "Nasib kita menyedihkan… Saat SM pertama kali bikin film dan mempercayakannya kepada Super Junior, kita berdua malah tidak bisa ikut."

Kyuhyun menautkan kedua alisnya. "Aku memang tidak bisa ikut. Tapi Teuki hyung kan bisa."

"Mereka sudah menempatkan Ryeowook sebagai penggantiku." Wajah Leeteuk semakin sedih.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat keadaan Leeteuk. "Jadi sejak keluar rumah sakit, Teuki hyung tidak ikut syuting? Meski bukan peran utama, hyung kan bisa menjadi figuran. Setidaknya hyung bisa muncul di film itu."

Leeteuk menepuk kepalanya, menyadari kebodohannya. Tetapi kemudian kembali lesu. "Sudah terlambat, Kyuhyun-ah… hari ini syuting terakhir."

"Aish! Kadang aku ingin sekali memukul kepalamu, Teuki hyung. Sebentar pun kalau sekedar muncul kan bisa? Telepon lah manager hyung, minta ijin kau muncul sebagai figuran hari ini."

Leeteuk kembali bersemangat. Ia segera menghubungi manager hyung.

"Kyuhyunnie! Manager hyung mengijinkanku! Katanya masih sempat, syuting baru saja dimulai!" Leeteuk memeluk Kyuhyun dengan semangat hingga dongsaengnya meringis. "Mianhe, kau tak apa-apa, Kyuhyunnie?"

"Aku tak apa, hyung. Sekarang cepatlah kau ke sana. Aku baik-baik saja di sini."

Leeteuk melambai berpamitan kepada Kyuhyun. Namun baru lima menit dia keluar kamar, Leeteuk kembali dengan wajah bingung.

"Aku lupa menanyakan di mana tempatnya, Kyuhyunnie." Leeteuk terduduk dengan wajah nyaris menangis. "Aku menghubungi manager hyung, tapi HP nya mati. Mungkin baterenya habis. Dongsaengdeul tak ada yang mengangkat teleponku. Mungkin mereka tidak membawanya, karena katanya hari ini pengambilan gambar di adakan di luar ruangan…"

"Teuki hyung, kau harus bersyukur punya magnae sepertiku," kata Kyuhyun sambil meraih laptopnya. Namja itu sibuk mengetikkan kata-kata di keyboard.

Leeteuk mengintip. Ia melihat Kyuhyun membuka sebuah website milik ELF. Dongsaengnya itu mengetik 'kalian tahu di mana Super Junior syuting hari ini?' di kolom chatting.

Tak berapa lama terlihat sahutan. Kyuhyun menarik Leeteuk mendekat, kemudian menunjukkannya. "Di sekolah ini mereka syuting. Panggil taxi saja agar hyung tidak tersasar."

"Gomawo, Kyuhyunnie!" Leeteuk memeluk sang dongsaeng. Namun saat ia hendak membuka pintu, Kyuhyun memanggilnya. "Ada apa, Kyuhyunnie?"

"Hyung bawa uang untuk naik taxi?"

Kyuhyun menghela nafas saat Leeteuk tersipu malu. Ia meraih dompetnya yang ditaruh di laci nakas, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang.

"Gomawo, Kyuhyunnie," kata Leeteuk sambil memeluk Kyuhyun lagi. Namun kali ini ia juga mengelus kepala Kyuhyun. "Kau harus ingat, aku selalu bersyukur punya magnae sepertimu."

Kyuhyun memandang Leeteuk yang menghilang di balik pintu. Ia senang melihat wajah sang leader yang bahagia. Namun di sudut hatinya, ia sedikit merasa sedih. Lagi-lagi ia tertinggal sendiri, sementara mereka berduabelas melakukan suatu hal bersama-sama. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, harapnya sambil merebahkan diri.

.

23 Mei 2007

"Cepat! Kalian sudah bawa semuanya?" Leeteuk memandang dongsaengdeulnya yang berpencaran ke seluruh dorm. Ia tak habis pikir kenapa mereka tidak menyiapkan sejak tadi malam, padahal ia ingin tak ada waktu terbuang hari ini.

Leeteuk tersenyum teringat kejadian beberapa hari lalu. Ia akhirnya bisa ikut syuting Attack on the Pin-Up Boys meskipun hanya bisa muncul sebagai mascot berbentuk panda. Dongsaengdulnya tidak habis akal. Mereka tiba-tiba menariknya ke tengah di akhir lagu, dan membuka kepala panda itu. Movie pun berakhir dengan wajahnya terpampang dengan sangat jelas di moment yang penting. Ia sangat bersyukur, karena semua dongsaeng nya termasuk Kyuhyun membuat impiannya itu terwujud.

"Ayo, cepat! Nanti waktu kita habis!" seru Leeteuk lagi.

"Sebentar, aku cek ulang!" seru Eunhyuk.

"Teuki hyung, aku lupa di mana dompetku!" seru Donghae.

"Sungmin-ah, kau sudah selesai? Kalau begitu kau bantu Donghae mencari dompetnya!" seru Leeteuk gemas.

"Hyung, benarkah kita tidak perlu bawa makanan? Hyung yakin?"

"Sangat yakin, Wookie. Kita akan membuat Kyuhyunnie sedih karena tidak bisa memakannya. Dia baru boleh makan makanan yang diblender dan air putih." Leeteuk sedikit merasa sedih.

"Aku bawakan sup burung wallet. Kalau ini, pasti dia bisa memakannya," kata Siwon sambil menunjukkan wadah makanan berpendingin. "Ini juga sangat bagus untuk kesehatannya."

"Wadah itu pasti mahal," kata Shindong.

"Isinya lebih mahal lagi. Hyung akan terkejut jika tahu," ujar Hangeng.

"Jangan sebut! Nanti aku sakit kepala!" Leeteuk menepukkan kedua tangannya kencang-kencang. "Ayo, semua cepat! Kita cuma punya waktu luang setengah hari!"

"Itu juga sudah banyak, hyung… Kapan kita punya waktu sebanyak ini?" keluh Heechul.

"Aku mau menghabiskan setengah hari ini bersama Kyuhyunnie, bukan melihat kalian beres-beres di dorm." Leeteuk merengut.

"Kita masih harus menjemput Kangin hyung di kantor SM." Kibum mengingatkan.

"Justru itu, ayo cepat!"

"Aku sudah siap, Teuki hyung." Yesung bergerak menuju pintu dorm.

Akhirnya rombongan yang heboh itu masuk ke dalam dua buah van. Mereka berhenti di depan kantor SM, di mana Kangin sudah menunggu. Semua orang yang lewat melirik kepada dua van yang dipenuhi suara riuh memanggil Kangin. Henry yang sedang berada di sana berhenti berjalan, ikut menonton keriuhan itu.

Tiba-tiba Donghae turun dari mobil.

"Kebetulan sekali! Kami butuh pemain musik!" Tanpa babibu, namja itu menarik tangan Henry yang sedang membawa tas biolanya. "Eits, kau tak ada kegiatan penting kan?"

"Hanya latihan biasa, hyung."

"Bagus, ikut kami!"

Henry tersenyum sambil mengangguk ketika berada di dalam mobil yang langsung melaju. Di mobil yang ia naiki, tampak Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, Heechul, Hangeng dan Kangin. Ia berpikir suasana akan memanas ketika ia melihat Heechul. Namun dugaannya meleset.

Semua member SUJU yang ada di sana berebut menanyakan lagu apa yang dia bisa, lalu mereka menyanyikan lagu yang dipilih. Henry mengiringi dengan biola. Mereka tersenyum puas dengan hasilnya.

"Ada yang ulang tahun, hyung? Kalau begitu kenapa bukan lagu ulang tahun saja?" tanya Henry saat semua mulai berhenti bernyanyi.

Keenam pasang mata itu menatapnya dengan kaget, seakan baru menyadari kehadiran Henry.

"Hei, kenapa kita bawa dia?" tanya Kangin.

"Donghae-ah yang menariknya ke mobil!" Eunhyuk menyikut sahabatnya.

"Siapa yang tadi malah menanyakan lagu padanya?" Hangeng tersenyum geli.

"Kau juga ikut bernyanyi, kan?" Heechul tersindir.

"Ternyata kita mulai terbiasa dengan kehadirannya." Leeteuk mengangguk, langsung disambut pandangan tajam member SUJU yang ada di situ.

"Hei! Ini harinya Kyuhyunnie! Jangan merusaknya!" protes Kangin.

Heechul memegang kedua pundak Henry dengan wajah serius. "Henry-ah, jangan pernah berpikir kau akan jadi Super Junior, arra? Super Junior hanya 13, dan yang ke-13 adalah Kyuhyunnie. Ingat itu!"

"Kau jadi teman kami saja." Donghae tersenyum ramah.

"Pemain musik!" Leeteuk mengangguk senang.

"Back Dancer!"usul Eunhyuk. "Dia jago dance juga."

"Bagus, dance nya memang bagus!" Hangeng mengakui. Di Attack on the Pin-Up Boys, Henry memang menjadi back dancer menggantikan Hangeng yang berubah peran menjadi pemain basket menggantikan Kyuhyun. Ryeowook yang seharusnya menjadi anggota Flower Boy band, digantikan oleh Suho karena Ryeowook menjadi wakil ketua OSIS menggantikan Leeteuk.

"Whooa! Buketku jatuh!" Donghae menjerit histeris. Semua langsung sibuk memunguti bunga yang sebagian terlepas dari buket.

"Eunhyuk! Kau saja yang pegang! Nanti Donghae bikin keributan lagi!"

Henry memperhatikan dengan tertarik keenam orang yang menurutnya aneh itu. Ia yakin mobil yang satunya tak jauh beda. Namja itu melihat sambil tersenyum getir. Mereka sepertinya ingin merayakan sesuatu dengan Kyuhyun hyung. Betapa senangnya jika bisa menjadi bagian dari mereka.

"Teuki hyung, apa tak apa kita bikin acara seperti ini?" Tiba-tiba Donghae bertanya dengan mimik serius.

"Memangnya kenapa? Apa kau tak lihat wajah Kyuhyunnie Oktober lalu, saat kita merayakan 1st anniversary SUJU? Dia merasa belum saatnya merayakan hal itu. Aku tak mau dia merasa terasing."

"Tapi aku jadi merasa sedih jika ingat kejadian-kejadian setahun lalu. " Eunhyuk tampak bingung.

"Ne. Apa Kyuhyun akan merasa setahun yang lalu itu saat menyenangkan untuknya, hyung?" Hangeng mulai ikut kebingungan.

TIba-tiba semua menjadi terdiam. Leeteuk sendiri menarik nafas panjang. Ia tak pernah memikirkan itu, karena Kyuhyun belakangan sudah menjadi bagian tak terlepaskan dari mereka, sehingga ia melupakan saat-saat sebelumnya.

"Hei! Apa-apaan wajah kalian?" seru Heechul kesal. "Aku yang paling merasa tak enak di sini! Tapi aku yakin, Kyuhyunnie juga tak akan mengingatnya lagi."

"Tapi kalau aku ingat kejadian malam itu…"

"ANDWAE!" Kangin berteriak panik. "Hyukjae! Jangan kau sebut yang itu! Aku jadi tak berani ketemu Kyuhyunnie!"

Henry terkejut melihat wajah-wajah bersalah itu, meski ia tak tahu ada apa sebenarnya, namun ia mulai bisa sedikit menerka dari kata-kata yang dikatakan Leeteuk dan yang lain saat ia pertama ke dorm SUJU.

Ternyata Kyuhyun hyung sudah melewati masa-masa yang sulit sebelum mendapat semua kebaikan ini. Henry merasa malu karena sempat merasa iri. Dia belum melakukan apapun yang bisa membuat orang lain merasa sayang kepadanya, seperti yang member SUJU rasakan terhadap Kyuhyun.

Henry merasa bersedih, karena sepertinya tak ada tempat untuknya di Super Junior. Tapi Super Junior tanpa Kyuhyun hyung, pasti bukanlah Super Junior yang kuinginkan.

.

Kyuhyun terkejut saat semua hyungdeulnya datang, juga Henry. Tetapi hyungdeul lebih terkejut melihat kondisi Kyuhyun yang tergeletak lemah dengan selang infus menusuk tangan kirinya. Eomma Kyuhyun yang menungguinya tersenyum dan berdiri.

"Mianhe, kalian sudah datang, tetapi Kyuhyunnie seperti ini. Tadi malam kondisinya menurun, jadi ia harus diinfus lagi. Ajumma permisi dulu. Silahkan kalian di sini." Eomma Kyuhyun beranjak keluar.

Sungmin duduk di sebelah Kyuhyun dengan cemas dan mengelus rambut dongsaengnya.

"Kau terlalu banyak main game ya?"

"Tidak, hyung. Nafasku saja yang tiba-tiba berat." Kyuhyun mencoba tersenyum menenangkan, namun wajah-wajah di sekitarnya masih saja suram. "Ada apa hyungdeul semua ke sini?"

"Kami ingin merayakan setahun kau bersama kami," kata Leeteuk.

Kyuhyun mengerjap dengan bingung.

"Mungkin kau sudah bersama kami beberapa minggu sebelumnya…tetapi kami menganggap saat dirimu resmi diumumkan sebagai anggota Super Junior, itulah saat kamu bersama kami. Hari ini pas setahun," jelas Kangin.

Kyuhyun tertegun. Jelas terlihat ia mencoba menahan rasa harunya. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membisikkan sesuatu. Sungmin bangkit, lalu mengatur agar ranjang bagian punggung Kyuhyun naik hingga posisi ia setengah duduk.

"Nah, begitu memang lebih enak. Kau tak apa, Kyuhyunnie?"

"Tidak apa, Hankyung hyung, kan aku tetap berbaring penuh."

"Kalau begitu, kita langsung ke pemberian kado saja." Siwon tersenyum cerah.

"Bukan bernyanyi dulu?" tanya Donghae.

"Tidak usah. Langsung kado saja." Shindong menolak.

"Siapa duluan?" Heechul melirik yang lain.

"Urut umur!" seru Eunhyuk

"Urut tinggi!" usul Ryeowook.

"Urut kemampuan menyanyi." Usul Yesung langsung dibalas dengan death glare oleh yang lain. Bukan karena mereka menganggap Yesung sombong. Yesung tidak pernah menyombongkan diri. Tetapi mengurutkan kemampuan menyanyi itu sangat sulit.

Kibum hanya bisa menggeleng melihat hyungdeulnya ribut sendiri. Namja itu langsung mendekati Kyuhyun dan mengangsurkan kado miliknya. Mata Kyuhyun berbinar melihatnya.

"Starcraft edisi terbaru! Gomawo, Kibum hyung!"

"Setidaknya, aku harus bertanggung jawab karena membuatmu keranjingan game itu," kata Kibum sambil tersenyum. "Nanti kalau kau kembali ke dorm, kita bertanding lagi, arra?"

"Arraseo, Kibum hyung. Kau juga jangan lupa mengajariku piano."

"Ne, cepatlah sembuh dan kembali ke dorm. Aku tak mungkin ke rumahmu. Terlalu jauh."

Kyuhyun tersenyum. Ia juga ingin sekali segera berada di dorm bersama yang lain. Namun ia tak tahu kapan diijinkan keluar rumah sakit.

"Ini hadiah dariku, Kyuhyunnie. Maaf agak berantakan, tadi jatuh di mobil," kata Donghae sambil meringis mengangsurkan buket bunganya yang berantakan.

"Kau ini, masak namja dikasih bunga?!" Heechul menegur dongsaeng kesayangannya.

"Biar saja, Heechul hyung, Donghae hyung memang romantis seperti ini." Kyuhyun tersenyum. "Gomawo, Donghae hyung… kau sudah memberi hadiah persahabatan buatku. Aku tak bisa di sini sekarang, jika saat itu aku tidak mengenalmu."

Donghae langsung menangis mendengar kata-kata Kyuhyun. Dipeluknya Kyuhyun pelan, takut menyakitinya. "Kau harus cepat sembuh, Kyuhyunnie… Aku sangat kehilanganmu."

"Jangan bikin suasana sedih!" Kangin hyung menarik Donghae menjauh. Namja itu dengan hati-hati memakaikan sebuah beanie hat ke kepala Kyuhyun, dan tampak puas dengan pilihannya. "Warnanya putih, jadi kau tak akan terlihat terlalu tirus dan pucat jika memakainya. Kau akan memerlukan topi ini untuk menghangatkanmu saat kau kembali."

"Gomawo, Kangin hyung."

Kangin memeluk Kyuhyun. Meski ia tadi melarang Donghae menangis, namun saat memeluk tubuh Kyuhyun yang terasa begitu ringkih, namja itu meneteskan air matanya dan menangis di bahu Kyuhyun. "Mianhe, Kyuhyunnie… Aku sudah banyak berbuat salah padamu."

"Kangin hyung, kebaikanmu jauh lebih banyak. Kau selalu melindungi kami semua. Jadi jangan katakan itu lagi. Aku sangat bangga punya hyung sepertimu," kata Kyuhyun sambil balas memeluk Kangin.

"Tampaknya hadiahku sangat cocok dengan topi itu." Shindong sambil tersenyum lebar membentangkan kaos super besar berwarna putih, salah satu warna kesukaan Kyuhyun.

"Shindong hyung, apa kau tidak salah beli? Itu kan ukuran tubuhmu?" Sungmin tertegun.

"Aniyo. Aku memang sengaja memilihnya agar Kyuhyunnie tidak meminjam kaosku lagi."

"YA! Shindong hyung! Kau sungguh pelit!" seru Kyuhyun sambil merengut.

"Aku tak keberatan kau meminjam kaosku! Tapi kau mengenakannya untuk baju tidur, dan kau tak memakai celana panjang lagi sebagai bawahannya!" Shindong membela diri.

"Itu karena kaosmu sudah cukup panjang!" Kyuhyun tak mau kalah.

"Tapi aku malu melihatmu berkeliaran seperti itu!" Shindong merengut.

"Kenapa heran? Kyuhyunnie saja jarang mengenakan pakaian dalam dibalik celana panjangnya." Donghae tersenyum lebar.

Leeteuk menghela nafas melihat dongsaengnya beradu mulut. Ryeowook mencolek Shindong sehingga hyungnya yang bertubuh tambun itu menoleh.

"Hyung, bukankah dengan hadiahmu itu, Kyuhyunnie justru lebih bebas berkeliaran hanya dengan kaos saja?"

Wajah Shindong memucat. Semua tertawa sementara Kyuhyun menutup wajahnya yang sudah memerah. Ryeowook tidak menyadari efek kata-katanya. Dia mengeluarkan sebuah toples kecil yang diikat pita. Di dalam toples itu terdapat banyak guntingan kertas warna-warni.

"Ini hadiah untukmu, Kyuhyunnie."

"Apa ini?" Kyuhyun mencoba membaca tulisan di kertas-kertas itu tanpa membukanya.

"Itu kartu bebas hukuman makan."

"MWO?!" Semua memandang Ryeowook dengan heran.

Ryeowook meringis malu-malu. "Kau kan tahu, kalau aku marah, aku akan menjejalimu dengan makanan. Sekarang lambungmu tidak seperti dulu. Tolong kalau aku marah dan melakukannya padamu, kau tunjukkan kartu itu. Aku akan melepaskanmu. Sungguh."

"WHOAA! Aku mau!" seru beberapa member SUJU kecuali Shindong.

"Kyuhyunnie, juallah kartu itu padaku!"

"Aku juga mau, nanti aku tukar barang yang kau suka!"

"Aku akan belikan game untukmu! Kehilangan uang lebih baik daripada perutku meletus!"

"YA! Hyungdeul! Kartu itu hanya berlaku untuk Kyuhyunnie." Ryeowook mendengus marah. "Kalau kalian buka mulut lagi soal ini, pulang ke dorm, aku akan masakkan kalian lebih banyak lagi dari hukuman biasa."

Semua langsung menutup mulutnya. Henry yang duduk di pojok, terheran-heran melihat kelakuan mereka. Ternyata Super Junior itu aneh memang benar. Henry menggelengkan kepalanya.

Sungmin yang masih setia di dekat Kyuhyun, membantu merapikan kado yang diterima Kyuhyun dan menyimpannya di lemari yang ada di nakas.

Yesung maju, mengambil HP Kyuhyun, lalu memasangkan sebuah gantungan HP untuknya. "Ini untukmu."

"Gomawo, hyung." Kyuhyunnie memandang gantungan HP mungil itu dengan senang. Gantungan itu hanya sederhana, tapi di dalamnya terukir tulisan yang membuatnya tersenyum. Keep Praying.

"Aish! Yesung hyung… Apa kau tidak bisa lebih jujur sedikit?" protes Eunhyuk. Ia mengeluarkan HPnya, mencari sesuatu di sana dan tersenyum. "Aku sudah menduga kalau Yesung hyung pasti begitu. Jadi, ini hadiahku untukmu, Kyuhyunnie. Dengarkan baik-baik ya…"

Eunhyuk menyetel HP nya ke volume tertinggi dan memutar Cyworld Yesung.

Kyuhyun dan semua yang ada di ruangan itu terdiam mendengar suara Yesung yang diselingi isak tangis.

Dan magnae kami, Kyuhyunnie. Meskipun kau mungkin tidak dapat mendengar suaraku sekarang, aku pikir kau akan tertawa ketika kau mendengar pesan suaraku ini nanti.

Kau sering menjadi bintang tamu di acara radioku, MFY. Kau selalu mengejekku jika aku melakukan kesalahan. Dan meskipun kau seorang dongsaeng, kau tak sungkan menggodaku. Tapi kau adalah magnae kami yang tidak bisa tidak aku sukai.

Hyung mendoakanmu agar segera bangun dan sehat. Jika kau kembali beraktifitas bersama member Super Junior yang lain, aku tidak akan marah, bahkan jika kau menggoda dan bermain-main. Jadilah kuat, arrachi?

Kyuhyun memandang Yesung yang berdiri di dekatnya. Hyungnya itu tampak gelisah sekaligus malu. Tangan Kyuhyun yang bebas menggapai hyungnya dan menariknya ke dalam pelukannya. Kali ini Kyuhyun yang menangis di bahu Yesung. "Gomawo, hyung… Gomawo telah berdoa untukku…."

Untuk beberapa saat, semua terdiam, tidak ada yang berusaha menyela kejadian mengharukan itu. Eunhyuk, Shindong dan Leeteuk juga ikut menangis. Mereka sudah mendengar apa yang Yesung katakan untuk mereka semua. Donghae dan Ryeowook juga tak dapat menahan air matanya.

"Sekarang giliranku," cetus Heechul ketika suasana mulai normal, dan Kyuhyun sudah melepaskan pelukannya. "Eunhyuk-ah, ternyata derajat pelitmu kali ini lebih tinggi dari Teuki hyung. Hadiahmu gratis sekali."

"Tapi yang penting maknanya!" protes Eunhyuk.

"Sudah, Chullie, kau mau kasih apa ke Kyuhyunnie?" Leeteuk melerai.

Heechul mengeluarkan beberapa kertas dari dompetnya, dan menyerahkannya kepada Kyuhyun. "Sebenarnya aku ingin membelikanmu donut, tetapi karena kau belum boleh memakannya, jadi aku bawakan kuponnya saja."

"Pantas, hampir tiap hari kami dijejali donut." Shindong menepuk kepalanya.

"Ne. Aku sampai trauma setiap melihat Heechul hyung membawa donut!" Donghae bergidik.

"YA! Kalian kenapa membeda-bedakan? Saat Kyuhyunnie, kalian dengan senang memakannya. Kenapa kalau aku yang beli, reaksi kalian berbeda?"

"KARENA HYUNG BELI SETIAP HARI!" seru semuanya serempak.

Kyuhyun tak dapat menahan tawa, tapi ia segera terbatuk dan kesakitan.

"Kyuhyunnie, gwencahana?" tanya Sungmin cemas. Yang lain ikut memandang kuatir.

"Gwenchanayo, hyung, aku tak apa-apa."

Heechul kembali kepada Kyuhyun. "Kupon itu sudah cukup banyak. Aku tak tahu kau suka hadiah yang mana, kau tukarlah sendiri nanti jika sudah sembuh."

"Gomawo, hyung."

Hangeng maju sambil membuka sebuah kantong dari beludru. Dari dalamnya ia mengeluarkan sebuah batu giok berukir huruf. "Aku meminta tolong mama…maksudku eomma-ku untuk memesankan ini." Hangeng menyerahkan batu giok itu ke tangan Kyuhyun. "Tulisannya adalah Gui Xian . Namamu. Di China, kami percaya batu giok akan membawa keberuntungan untuk pemiliknya, juga membawa kesehatan."

"Xie xie, Hangeng gege." Kyuhyun menggenggam giok itu hati-hati. "Sampaikan terima kasihku kepada ajumma."

"Kau akan menyampaikannya sendiri jika kita ke sana," kata Hangeng sambil tersenyum. "Tagih Siwonnie jika dia lupa janjinya padamu."

"Aku tak akan lupa," kata Siwon sambil maju ke dekat Kyuhyun. "Aku beli weker ini untukmu. Lagu-lagunya bagus sekali. Kuharap kau suka."

Siwon menekan sebuah tombol. Lagu gospel yang mengalun lembut langsung memenuhi ruangan itu. "Ini limited edition. Beda dengan weker lain, lagunya panjang dan banyak. Kuharap kau akan terbantu dengan weker ini."

"Terbantu semakin nyenyak tidur, " gerutu yang lain.

Tapi Siwon tampaknya tidak tanggap. Weker dia pun seperti itu, dan itu bisa membuatnya bangun setiap hari. Ia lupa Kyuhyun dengan weker yang memekikkan telinga saja sulit bangun, apalagi dengan lagu-lagu lembut itu.

"Sekarang giliranku." Sungmin mengeluarkan sebuah sweater pink dari dalam kantungnya. "Kau belum punya warna ini, bukan?"

Terdengar seruan-seruan dari seisi ruangan. Hanya Kyuhyun yang tersenyum menerima sweater pink dan manis itu. "Gomawo, hyung, aku pasti memakainya."

"Kalau tampan, meski pun pakai pink, tetap saja tampan!" cetus Sungmin sambil melemparkan pandangan tajam ke arah yang lain. "Kalau kalian ingin bukti, besok pagi berhadapan denganku di ruang training."

Kali ini kata-kata maaf bertebaran di ruangan. Tak ada yang mau menantang Sungmin jika sedang marah. Jago martial art nan imut itu bisa menghabisi mereka semua. Mungkin tidak dengan Kangin dan Hangeng. Tapi mereka juga tak mau coba-coba.

"Ini hadiahku." Leeteuk membuka sebuah bungkusan besar. Semua takjub, tak menyangka kalau sang leader mau mengeluarkan uang banyak. Tetapi begitu melihat di dalamnya hanya sebuah foto dan pigura, semua mengangguk paham terhadap hadiah yang besar tapi murah itu.

Reaksi Kyuhyun yang membuat mereka kaget. Sang magnae menerima hadiah itu sambil menangis terharu. "Gomawo, hyung."

"Aku tahu kau pasti menyukainya," kata Leeteuk puas sambil mengelus kepala Kyuhyun. "Aku harap, setiap kau melihat ini, kau tahu kau adalah bagian dari kami. Sampai kapan pun, kami akan berada di sisimu, Kyuhyunnie. Kau jangan menghadapi semuanya sendirian lagi. Ada kami hyungdeulmu yang akan melindungimu."

Kyuhyun memandang foto Super Junior ber-13 dengan senang. Saat ia mengangkat wajahnya dari pigura, ia melihat sosok Henry yang masih berdiri dipojokkan. Ia mengulurkan tangan, melambai kepada namja itu.

"Henry-ah, kemarilah!"

Henry kaget tak menyangka Kyuhyun akan memanggilnya.

"Hyung, aku tak tahu ada acara ini, jadi aku tak menyiapkan apapun untukmu."

"Kau sudah punya. Sekarang tunjukkanlah lagi padaku." Kyuhyun memberi kode agar semua hyungdeulnya merapat kepinggir, sehingga tersisa ruangan yang cukup luas. "Hyungdeul, aku ingin kalian perhatikan dia baik-baik. He is a man who mysteriously."

Henry berbalik menoleh kepada Kyuhyun sejenak. Kyuhyun tersenyum menenangkan. Henry mulai memainkan lagu Don't Don seperti yang ia tunjukkan kepada Kyuhyun terakhir kali.

Semua yang ada di ruangan itu menahan nafas. Hingga lagu berakhir, tak ada yang bersuara. Terdengar suara tepuk tangan dari seluruh member SUJU, termasuk Heechul yang mau tak mau mengagumi kesan misterius yang ditampilkan Henry.

Henry menunduk hormat dalam-dalam.

"Bagus sekali!" Eunhyuk dan Donghae langsung memeluk Henry dengan senang.
"Sangat bagus!" Leeteuk membenarkan.

"Ini semua berkat arahan Kyuhyun hyung. Tadinya aku agak sulit mendapat gambaran tentang Don't Don."

Kyuhyun meringis ketika mata hyungdeul menatap tajam ke arahnya.

"Kau sudah merencanakannya ya?" tegur Heechul.

"Aku melihat dia punya kemampuan, aku saja tak tahu dia akan sebagus itu." Kyuhyun menarik Henry hingga duduk di sisi ranjang, dan merangkul pundaknya. "Hyungdeul, bisa kah kau meminta ijin memasukkan dia ke dalam MV Don't Don?"

"MWO?!"

"Bukankah Henry memang sudah dipersiapkan masuk ke dalam MV itu? Buktinya dia sudah tahu tentang lagu kita. Aku hanya minta tolong kalian memastikannya." Kyuhyun tersenyum. "Tolong pastikan juga kehadiranku di sana. Aku akan berusaha sembuh sebelum pembuatan album kedua kita."

Hyungdeul hanya bisa saling berpandangan sambil menelan ludah. Ini akan cukup sulit.

.

.

TBC

.

.

Gomawo buat semua reader dan reviewer

Gomawo udah mengikuti ff ini

Gomawo udah bersedia member review

Seperti biasa, author minta reviewnya ya

Kamsahamnida

.

.

Jawaban Review Chapter 3

Azurasky Elf 10/21/12 Gomawo sudah baca dan mereview, chingu. Ne, author juga berharap ff ini bisa dibaca member SUJU, seperti ff yg dibaca Heechul

careon88 10/21/12 Ne, itulah ryeowookie yang kita suka xixixi. Gomawo buat semangatnya, chingu

stevy see 10/21/12 Sebenarnya Kyuhyun kan udah beberapa hari belajar, Cuma belum berhasil saja (^_^)

Chiti 10/21/12 PM saja ke FB saya (Iyagi –I nya huruf besar yg depan). Nanti akan saya beritahu. Agar nggak merusak cerita hehehe

asa 10/21/12 Gomawo buat reviewnya, chingu. Kebetulan chingu dapat detailnya, tapi maaf nggak bisa disebutkan. Tapi ada juga yang dari mengumpulkan video2 SUJU serta mengurutkannya.

Princess kyumin 10/21/12 Soal itu akan terjawab di chapter2 kemudian, akan dibuka sedikit-sedikit. SOal pelevelan dan perbedaan, itu sudah biasa. Artis terkenal, agensi terkenal, pasti dapat lebih mudah dan dapat lebih pelayanan. Tak ada yg sama rata di dunia sekarang. Contohnya, radio star nggak akan sanggup bayar Siwon, tapi sanggup bayar Kyuhyun hehehe

yekyuhaehyuk 10/21/12 Petinggi SM saja. Itu nama tokoh fanfic ini. Fanfic just fanfic, chingu.

ApreelKwon 10/21/12 Faktanya, perjuangan Kyuhyun memang tidak mudah. Kalau lihat wawancara di beberapa event, hyungdeul mengakui itu. Mereka jelas-jelas memuji ketangguhan Kyuhyun saat menghadapi masa-masa penolakkan mereka dan saat pemulihan dari kecelakaan.

Cho rae in 10/20/12 Just petinggi SM, ya, nanti kalau ff ini ditutup bisa repot (^_^) Gomawo reviewnya chingu

aninkyuelf 10/20/12 Kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya, chingu. Ia seorang karakter unik (^_^)

JK0603 10/20/12 Gomawo sudah mereview, chingu

han rae eun 10/20/12 Gomawo

trilililili 10/20/12 Dunia entertaint memang kejam, itu harus diakui. Bukan sekedar dunia penuh senyum seperti yang terlihat. Dan orang2 yang sukses di dunia itu membuat author kagum, karena mereka selalu berusaha tampil terbaik untuk para fans nya, apapun kondisi mereka di belakang layar. Gomawo reviewnya.

lalalala 10/20/12 Di Chapter ini akan terjawab, chingu. Gomawo

Princess Kyunnie 10/20/12 Gomawo reviewnya, chingu. Selama banyak review yang kasih masukan, author akan bertahan menyelesaikan ff ini. Gomawo

Gyurievil 10/20/12 Gomawo udahngikutin ff ini dan rajin review hehehe

dhianelf4ever 10/20/12 Gomawo buat semangatnya

ArenaKyuminElf 10/20/12 Kyuhyun tipe ngotot memang

ay 10/20/12 Ne, keduanya menjaga banget. Yang lain begitu juga.

1414 10/20/12 Kebenarannya bagaimana author nggak tahu. Yang jelas Henry sudah ikut sejak Attack on the Pin-Up Boys, lalu lanjut ke Don't Don

thiefhanie fha 10/20/12 Gomawo buat reviewnya, chingu

Isnaeni love sungmin 10/20/12 Ne, semoga semua berjalan baik sampai akhirnya

BabyHae 10/20/12 Aish! Kyuhyun memang baik dan perhatian. Kalau Cuma jahil dan evil aja, mana ada yang sayang *plak …author lebay

FiungAsmara 10/20/12 Populer menurut kita, tapi masih jauh dari yang lain. Sampai album ke 2 saja….ah, nanti lihat aja chingu, akan dibahas kenapa SJ belum masuk yang hebat…bahkan Donghae sempat…ah, nanti saja, nggak enak bocorannya xixixi

hanifElfkyu 10/20/12 Video yang Ryeowookie dan Eunhyuk di SUKIRA itu? Ne, memang mengharukan.

bella 10/20/12 Gomawo udah bersedia review, chingu. Maaf kalau main cast nya Kyuhyun terus, soalnya dia yang paling author hafal karakternya.

Elfma Ayu Sparkyu 10/20/12 Gomawo buat reviewnya

ChoHuiChan 10/20/12 Pertanyaan chingu sudah ada jawabannya di chapter 4 ini. Gomawo udah mereview, jangan bosan review ya (^_^) Lebih jangan bosan lagi mendukung oppadeul.

kyuminjoong 10/20/12 DBSK sibuk banget di tahun itu. Changmin Cuma bisa datang sesekali. Tanggal chapter kemarin hanya sedikit…

10/20/12 Bekasnya nggak Cuma satu. Itu sebabnya saat lengan atas kanannya kelihatan waktu SS4 acara ultahnya dia, semua pada bantuin ngeberesin lagi… dia nggak pernah buka lengan kanan atasnya juga kan? Ada kira-kira 6 bekas jahitan katanya, kebenarannya 6 atau berapa, author nggak tahu, yang jelas lebih dari 2.

Kadera 10/20/12 Endingnya…endingnya kalau Kyuhyun sudah menggenapi tantangan sang Petinggi SM mungkin hehehe

AiZa 10/20/12 Mianhe, author Cuma bercanda, kok…tapi akan senang jika chingu mau review. Soalnya tiap lagi mentok lalu ada bunyi review masuk, itu bisa dorong author ngetik lagi.

Kyuline 10/20/12 Mianhe, soalnya mau diputus di sana. Chapter ini lebih panjang …

Nuryewookie 10/20/12 Sukira its real. Bisa lihat di video yang di FB author. FB nya Iyagi (i depannya huruf besar, kagak pakai angka ya…)

kyuqie 10/20/12 Itu bisa ditanyakan pada Heeppa dan Kyuppa (^_^)

tya andriani 10/20/12 Wkwkwk…Iya, ampun dah…Wookie polos abis. Kyuhyun pasti udah mangkel2 aja pas nonton

ryeofha2125 10/20/12 Gomawo dan mianhe…memang masih bagian sedih soalnya

misskyuKYU 10/20/12 Kondisi Kyuhyun masih naik turun. Itu sebabnya meski dalam 1 bulan dia sudah bisa jalan, ia harus menunggu 2 bulan lagi untuk boleh keluar

SunakumaKYUMIN 10/20/12 Author hampir nangis waktu lihat Kyuppa di 7th anniversary kemarin main basket. Terharu banget. Biar pun kondisinya kadang masih suka drop, tapi dia mulai stabil dan semakin sehat.

lee gyuraaa 10/20/12 Ada di video yang ada di FB ku, chingu.

Park Nara Quinnevil 10/20/12 Panjangnya tergantung author maumotongnya, chingu. Tapi memang chapter 3 pendek banget. Author minta maaf…

sarangchullpa92 10/20/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan setia mereview, chingu

kyukyu712 10/20/12 Ha ha ha,…mari kita ikuti saja. Gomawo reviewnya

Momo ShinKaI 10/20/12 Gomawo reviewnya

Sytadict 10/20/12 Ne, Changmin lagi sibuk, nggak bisa datang sering2. Gomawo

Blackyuline 10/20/12 Ssst…di sini tak ada nama itu, hanya ada Petinggi SM, seorang tokoh fiktif

choyeonrin 10/20/12 Gomawo reviewnya, chingu. Jangan bosan ya.

osoichan says 10/20/12 Nggak bosen dan nggak keberatan kok. Ya-chan panggilan yang manis, author suka. Yg sukira itu real. Bisa lihat di FB author (Iyagi –nggak pakai angka, I depan huruf besar) . SOal line…line berapa ya? Rahasia hehehe yg jelas bukan 92

Perisai SUJU 10/20/12 Video ada di FB author, alamatnya bisa lihat di review di atas (^_^)

Emas bukanlah emas sebelum ditempa, bukan? Dia hanya bongkahan batu biasa. Kyuhyun tidak pernah di gips kakinya, dan dalam 1 bulan sudah bisa berjalan. Dia masih di rumah sakit untuk pengobatan paru-parunya yg sobek, dan ada beberapa operasi lagi. Terakhir pada Oktober 2007, di sela-sela kegiatan SUJU (ini operasi yg untuk kecelakaan…bukan yg telinga).

sitara1083 10/20/12 SM termasuk sangat keras. Kalau baca kasus hangeng dan DBSK bisa kelihatan kalau mereka cukup tidak manusiawi. Tapi sejak kehilangan hangeng dan 3 personil DBSK, mereka mulai berbenah diri. Ya. Don't Don MV pertamanya

gaemwon407 10/20/12 Gomawo udah mereview, chingu

reaRelf 10/20/12 Gomawo chingu

wolfy 10/20/12 Go Kyuhyun! Author ikutan deh, hehehe

VietaKyu 10/20/12 Heechul menjadi jinak sejak Kyuhyun kecelakaan. Real nya begitu. Ada kata-kata yang selalu ia teriakan saat Kyuhyun sembuh untuk menggoda Kyuhyun hehehe…itu nanti akan diceritakan di ff ini.

10/20/12 Ne. tokoh yg ini mmg begitu

xoxoxo 10/20/12 Gomawo reviewnya

Guest 10/20/12 Gomawo reviewnya, chingu. Soal nick name mmg sulit, karena di tiap web, pasti kalau kita nggak pakai duluan, akan ada yg make. Semoga semua ini tak mengganggu membaca ff ini ya. Gomawo

Kim ryokie 10/20/12 Belakang yg kapan? Pertama Siwon menutupi Kyuhyun dan Henry yg berjajar dibelakangnya. Begitu Henry selesai maju, di belakangnya ada Heechul.

umi elf teukie 10/20/12 Coba cari id author aja, Iyagi. Cuma iyagi aja nggak pakai angka, I nya yg depan hyuruf besar. Gambarnya SJ komplit 13 pakai seragam sekolah

dinikyu 10/20/12 cemen itu apa ya?

Ahjumma Namja 10/20/12 Kenyataannya Heechul memang berubah saat dia kecelakaan dan saat Kyu kecelakaan. Dia bilang, dia merasa bersalah karena hanya membalas perhatian dongsaengdeulnya 1/100 dari yg mereka berikan. Jadi dia berusaha berubah

ShillaSarangKyu 10/20/12 Ini hanya ff saja. Namanya petinggi SM, bukan yang lain hehehe

kyuzi 10/20/12 Kecepatan cahaya kayak Ultraman? Hehehe Mianhe, belum bisa, nanti ceritanya malah jadi abal2… Gomawo udah setia mereview

Guest 10/20/12 Gomawo reviewnya

Fitri MY 10/20/12 Author sendiri bingung #lho? Hehehe Gomawo reviewnya