Tatapan Min Ah tidak bergeming, tetap tertuju pada jok belakang mobilnya. Dia terpana dengan makhluk yang ada di depannya saat ini, wajahnya sangat rupawan dan tampak sangat pucat. Tapi untuk saat ini, rasa takut lah yang lebih mendominasi perasaan Min Ah. Min Ah sangat gugup, kebingungan dengan apa yang akan dilakukannya. Dengan agak tergesa-gesa dia membuka pintu mobilnya dan berlari sekencang mungkin, sejauh mungkin dari mobilnya. Pikirannya sangat kacau, antara takut dan bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi. Lalu Min Ah melihat halte bus tak jauh dari tempat ia berada, sebuah bus masih menunggu penumpang di halte itu. Min Ah mempercepat langkahnya, berlari menuju bus itu. Min Ah pun sampai di halte itu dan segera masuk ke dalam bus tersebut, tanpa mengetahui bus tersebut menuju kemana. Saat ini, yang terpenting bagi Min Ah adalah pergi sejauh mungkin dari mobilnya.

Min Ah's POV

"Hahh..hahhh..hahh" nafasku tersengal-sengal. Rasanya sangat lega bisa masuk ke dalam bus ini. Aku segera duduk di salahsatu tempat kursi penumpang yang kosong. Beberapa orang menatapku aneh tapi aku mengacuhkannya karena aku sangat khawatir. Sebenarnya apa yang terjadi? makhluk apa itu? Aku teringat akan makhluk itu. Dia memiliki wajah yang rupawan, kulitnya sangat pucat, dan rambutnya yang berwarna coklat tampak berantakan. Dan aku yakin, dibalik bibirnya yang merah itu terdapat taring-taring mematikan. Aku langsung teringat dengan tanda yang ada di leherku, aku merabanya. Lalu aku bergidik, semua ini sangat mengerikan.

Writer's POV

Gadis yang tadi berlari menuju halte bus itu pun naik bus tersebut. Dengan nafas yang ngosngosan, dia duduk di salah satu kursi penumpang yang kosong. Dia tampak sedang berfikir keras, dan ketakutan.

Tangannya yang bergetar lalu meraba isi tasnya dan mengambil ponselnya. Ia menekan-nekan nomor pada layar ponsel touchscreennya, lalu menempelkannya ke telinga mungilnya. ... "Yeoboseyo: .. "Ne, ini aku, apa kau ada di rumah?" ... "Ceritanya panjang, nanti akan ku ceritakan saat aku sampai di tempatmumu.." "Ne, gwaenchana, bye". Min Ah mengakhiri telfonnya dengan seseorang itu, perasaan gelisahnya berangsur berkurang seiring dengan semakin dekatnya jarak rumah yang dituju Min Ah, rumah sahabatnya yaitu So Ra.

Sesampai di depan rumah So Ra, Min Ah segera memencet bel yang ada di dekat pagar. Pintu terbuka, dan So Ra menyambut Min Ah. Mereka berdua pun masuk ke rumah.

Sementara itu, di luar rumah So Ra, seorang namja sedang berkonsentrasi mengintip kedalam rumah So Ra. Namja itu sudah mengikuti Min Ah sejak tadi, tapi Min Ah tak menyadarinya. Gerakan namja itu sangatlah cepat, bahkan dia sampai lebih dulu di halte bis dengan berlari. Kecepatan adalah salah satu keahlian namja itu. Eh, tunggu, bisakah kita sebut dia "namja"? Karena sebenarnya dia bukan manusia.

Flashback

Namanya Cho Kyu Hyun. Dia dirubah pada tahun 1987 oleh seorang vampire dari Rusia, Alexander. Saat itu Alexander menemukan Kyuhyun dalam keadaan sekarat, dalam sebuah kecelakaan mobil. Alexander yang memiliki kemampuan melihat masa depan, telah melihat masa depan kyuhyun yang cerah. Hal itulah yang menggerakkan hati alexander untuk merubah kyuhyun, memberi kesempatan bagi kyuhyun untuk hidup lebih lama, bahkan abadi. Kyuhyun sendiri saat itu berusia 24 tahun, dan kecelakaan itu diakibatkan oleh kekecewaan kyuhyun karena dihianati kekasihnya saat itu. Kyuhyun sangat terluka, sehingga malam itu dia minum dan mabuk berat, lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Mobilnya menabrak pembatas jurang, kyuhyun hampir mati dan disaat itulah alexander datang.

Setelah kyuhyun bertransformasi menjadi vampire, dia tidak begitu senang dengan keberadaannya. Dia ingin mati. Kyuhyun sangat membenci hidupnya, terlebih lagi mengingat mantan kekasihnya, dia benar-benar ingin bunuh diri, tapi apa yang bisa dia lakukan? Vampire tidak bisa bunuh diri. Kenyataan pahit baginya, harus hidup dalam penderitaan batin. Tapi kyuhyun tidak tahu, kebahagiaan apa yang akan terjadi pada masa depannya.

Sekitar seperempat abad ini, kyuhyun tinggal di korea dengan nomaden, dia berpindah pindah mencari buruan. Sering kali ia datang ke bar, menggaet wanita cantik, mengencaninya, lalu menjadikan wanita itu asupan makanannya. What a horror.

Tapi akhir akhir ini berbeda, kyuhyun menemukan seseorang wanita. Dia sangat mirip dengan kekasihnya dulu, tapi jelas bukan. Namanya Jung Min Ah, 20 tahun, mahasiswi Kyunghee University. Tinggal sendirian di sebuah apartemen mewah. Sangat menguntungkan bagi kyuhyun. Selain kemiripannya dengan mantan kekasih kyuhyun, aroma darah Min Ah juga sangat menarik perhatian Kyuhyun. Sudah satu kali kyuhyun mencoba mendekatinya, saat Min Ah tertidur. Kyuhyun sangat ingin merasakan darah Min Ah, sampai ia tak bisa mengontrol dirinya, tapi itu gagal karena Min Ah tersadar dari tidurnya, hanya menyisakan bekas di lehernya. Dan kyuhyun masih tetap membuntuti Min Ah, mengikutinya kemanapun ia pergi.

Waktu normal.

Min Ah dan So Ra berada di dalam rumah. So Ra mendengarkan dengan seksama tentang apa yang dijelaskan oleh min ah. Semuanya terdengar tidak masuk akal baginya, tapi ia tetap mendengarkan sahabatnya itu. Ia ingin menenangkan sahabatnya. Mungkin jika saat ini yang mendengar cerita Min Ah bukanlah So Ra melainkan orang lain, orang itu pasti akan mengira bahwa Min Ah sudah gila. Min Ah menceritakan semuanya, bukti tanda di lehernya. Min Ah bahkan baru ingat jika dia meninggalkan mobilnya begitu saja di pinggir jalan daerah Huamdong. Dan untuk malam itu, So Ra menawarkan agar Min Ah tidur di rumahnya dulu malam ini dengan harapan tidak akan terjadi apa-apa dengan nya. Min Ah segera menelpon jasa penderek mobil dan mengantarkan mobilnya ke rumahnya. Min Ah tidak berani naik mobil itu lagi.

Keesokan harinya.

Benar saja, Min Ah tidak apa-apa. Tidak terjadi apa-apa. Min Ah berterimakasih kepada Sora dan berpamitan untuk pulang. Min Ah sudah tidak takut lagi. Dia tahu segalanya akan baik-baik saja. Mungkin kemarin aku memang terlalu berlebihan. Pikirnya. Jung Min Ah naik bus menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, Min Ah merasa sedikit takut tapi segera menepis perasaanya itu. Min Ah melanjutkan dengan membersihkan rumah dan mandi, lalu memasak. Hari ini hari minggu, tidak ada kegiatan. Sekitar pukul 2 siang, min ah merasa bosan. Ia menuju kamarnya, lalu mengambil ponselnya, dan membuka akun social medianya. Sibuk mengotak-atik ponselnya, sampai tidak terasa waktu berlalu dan Min Ah tidak sengaja tertidur.


Rencananya bakal ada lemon di episode selanjutnya hwehehe :9 Tunggu yaa :3