I want your love (part 1)

Disclaimer: Code Lyoko © Moonscoop season 2.

Rated: T

Genre: Romance, Humor, Fantasy, Friendly (semuanya mungkin #eh?)

Summary: Ketika Odd menyatakan perasaannya pada Lizzie lagi, hatinya dag…dig..dug tidak karuan. Sampai di depan kamar Lizzie jantungnya hampir mau copot dan wajahnya penuh dengan keringat serta tangannya bergetar sehingga membuat bunga dan cokelat yang dia bawa ikut bergetar.

:P

Makan malam, di kantin…

Odd sedang mengobrol dengan pacar dunia maya-nya di Laptop Jeremy. Tersenyum-senyum sendiri tanpa sebab seperti orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa (RSJ).

"Hei, apa dia pacar dunia maya-mu yang tidak jelas itu? " Tanya Ulrich saat melihat Odd sedang senyum-senyum sendiri.

"Hmm..lalu apa yang kau lihat? Bermain dengan Kiwi? " Odd balik bertanya dengan membawa-bawa nama Kiwi.

"Lihat malaikatmu. Kurasa dia benar-benar menyukaimu seperti kau menyukainya. Tapi dia menyimpan rasa itu dan kau…kau mengkhianatinya. Bilang saja kalau kau suka padanya dan katakana dengan jujur dan tulus dari hatimu," ujar Ulrich dengan berbisik.

Yuki: Tumben tuh anak bener

Ulrich: Berisik kau!

B.T.T.S

"Aku sudah menyatakannya, tapi dia menolak,"

"Mmm…mungkin karena dia baru kenal denganmu. Sekarang dia kan sudah akrab denganmu, bahkan sangat akrab dan yang lain pikir kau dan dia sudah berpasangan dengan resmi, padahal kan belum,"

"Ya, ya. Lalu?,"

"Huftt. Terserah kau saja,"

"Memangnya kau sudah menyatakan perasaanmu pada Yumi? Kau saja tidak berani bilang itu padanya,"

"Hei, jangan membawa-bawa namaku dan Yumi. Menurutku itu belum waktunya. Dan saat ini kita sedang membicarakanmu dan dia," ucap Ulrich, sesaat terbentuklah pipi merah yang sangat terlihat jelas oleh siapa pun.

"Hei, seharusnya kita sudah berjalan menuju kamar sekarang," Jeremy mengingatkan.

"Kau benar. Mungkin kalau kita tidak bergegas kita akan bertemu dengan makhluk besar itu..ooppss..(Jim)," ucap Aelita. Mereka kembali ke kamarnya masing-masing.

:P

Di kamar Odd dan Ulrich…

"Hufftt..," Odd menghela nafas.

"Ada apa denganmu, Odd? " Tanya Ulrich.

"Emm..aku sedang memikirkan perkataanmu tadi. Waktu aku menyatakan perasaanku, dia bilang kalau dia hanya ingin berteman. Tapi aku manganggap dia sudah menjadi pacarku dan kurasa….dia juga begitu…Dari bola matanya yang hijau berkilau, aku sudah tahu…ta-tapi..kalau aku menyatakan perasaanku lagi padanya, apa dia akan menerimaku? Bagaimana, Ulrich?"

"Kurasa…iya,"

"Baiklah, mungkin besok aku akan melakukannya," gumam Odd.

:P

Keesokan harinya…

Odd baru saja membeli bunga dan cokelat di toko. Tentu saja bunga dan cokelat itu untuk malaikatnya. Setelah itu, dia pergi ke kamar Lizzie.

~~~Odd P.O.V~~~

Saat aku mendekati kamarnya, aku jadi bingung mau mengucapkan apa padanya nanti. Tidak seperti dulu saat awal aku menyatakan perasaanku padanya. Mungkin waktu itu aku tidak serius dan dia juga belum kenal betul diriku. Hatiku semakin Dag…dig…dug…tidak karuan. Jika dia menolakku bagaimana? Entah mengapa hanya pertanyaan itu yang berputar-putar dikepalaku. Aku teralu gugup dan tidak terlalu siap untuk melakukan hal ini. Tapi kalau aku tidak menyatakannya, nanti ada laki-laki lain yang lebih dulu mendapatkan hatinya.

"Hufftt…tarik nafas dalam-dalam dan jangan mengatakan sesuatu yang bodoh padanya. Jangan tegang..errghh..jangan tegang…" batinku.

Bunga mawar dan cokelat berbentuk hati kecil yang kubawa bergetar dan wajahku semakin berkeringat. Haduh..bagaimana ini? Tapi ini bukan valentine, ah masa bodo. Akhirnya aku mengetuk pintu kamarnya dan kutunggu beberapa waktu.

~~Normal P.O.V~~

"Iya," ucap Lizzie saat membuka pintu.

"Hai… " sapa Odd sambil menyembunyikan cokelat dan bunga mawar yang dia bawa di belakangnya dan tersenyum lebar.

"A-ada apa? Memangnya X.A.N.A berulah lagi? Eh iya, ayo masuk," Lizzie mempersilakan masuk dan mereka duduk.

"Tidak….Emm…Lizzie… "

"Iya… "

"A-aku… i-ingin… bilang padamu..ka-kalau a-aku…su...suka...padamu. I-iya, aku sudah pernah bilang itu kan padamu?"

DEEGGG…

"Eh…ke-kenapa kau menanyakan hal itu?"

"Iya..karena aku memang suka padamu sejak pertama kali aku melihatmu,"

"Emm..a-aku …"

CEKKREKK…

Ulrich, Jeremy, Yumi, dan Aelita datang tanpa mengetuk pintu sehingga membuat Odd dan Lizzie terkejut.

"Hei, X.A.N.A mengaktifkan menara! Ayo cepat! " seru Ulrich.

"E...eh…ta-tapi...aku belumm..." Odd belum selesai bicara.

"Sudah, ayo! " Belum saja Odd mendapat jawaban dari Lizzie, tapi X.A.N.A sudah berulah. Huh, memang dia itu kerjanya selalu mengganggu orang yang sedang serius.

Akhirnya mereka pergi ke pabrik dengan terburu-buru karena kalau tidak X.A.N.A bisa melancarkan serangan yang dahsyat dan dapat mencelakakan orang lain.

:P

Di pabrik…

"Odd, Lizzie dan Ulrich. Ingat, tujuan kalian ke sector gurun," ucap Jeremy.

"Transfer Odd!"

"Transfer Lizzie!"

"Transfer Ulrich!"

"Scanner Odd!"

"Scanner Lizzie!"

"Scanner Ulrich!"

"Virtualisasi!"

"Ok, sekarang yang lain,"

"Transfer Yumi!"

"Transfer Aelita!"

"Scanner Yumi!"

"Scanner Aelita!"

"Virtualisasi!"

"Apa semua lengkap? Kurasa iya. Baiklah, hah? Maaf teman-teman, aku tidak bisa mengirim kendaraan karena tenaganya tidak cukup. Ya, selalu saja masalah itu yang sering terjadi. Memang ini computer yang lemah tenaga tapi cukup hebat!," jelas Jeremy dan meninggikan nada suara di bagian kata 'hebat'.
"Hemm..itu kan sudah biasa. Dan kurasa computer itu memang cukup hebat," ucap Yumi dan mengiyakan pendapat Jeremy.

"Wow…sepertinya kita kedatangan monster yang sedang marah," ucap Ulrich.

"Kau benar sekali, Ulrich. Monsternya ada enam dan kalian harus cepat-cepat memusnahkan mereka sebelum datang lagi monster yang lain," perintah Jeremy.

30 menit kemudian, monster-monster itu sudah lenyap. Mereka semua sudah merasa cukup aman karena memang belum ada lagi monster yang datang. Tapi tanpa disadari ada seekor 'tarantula' yang datang tiba-tiba. Tarantula itu menembakkan laser-nya tanpa arah. Laser itu menuju kearah Lizzie dan…

DUARR…

Lizzie terkena tembakkan laser Tarantula. Tubuhnya bergeser dan kakinya sudah menginjak sudut sector dan sedikit lagi ia akan jatuh ke sungai digital dan menghilang. Mengetahui hal itu, Odd dengan sigap berlari dan menarik tangan Lizzie. Lalu yang terjadi adalah…tubuh Lizzie menimpa tubuh Odd. Dan hal yang lebih keren lagi… Lizzie hampir mencium bibir Odd.

"…Odd…mengenai pertanyaanmu tadi. Jawabannya…iya. Odd aku menerimamu sebagai pacarku….," ucap Lizzie kemuadian mencium pipi Odd (WOW! u ).

"Lizzie, untuk apa kau menciumku? Aku tidak bisa merasakannya karena tubuh ini hanya tubuh virtual yang tidak bisa merasakan apa-apa. Seandainya dia menciumku lagi di bumi. Tapi…," batin Odd.

"…Haha….Hiiyeeee!" seru Odd. Yang lain hanya menatap mereka dengan senyuman puas dan merasa iri.

"A-ada apa? Kenapa Odd begitu gembira?" Tanya Jeremy penasaran.

"Nanti saja Jeremy, nanti akan kuberi tahu. Ini sangat menarik dan sangat keren," jawab Ulrich.

"Baiklah, kalau begitu kalian harus cepat pergi kea rah selatan, disana ada menara yang aktif,"

Lalu mereka pergi ke tempat yang diperintahkan Jeremy.

:P

Skip time… Di kamar Jeremy…

"O iya, Ulrich. Tadi kau bilang kau akan memberi tahukan padaku tentang suatu hal yang terjadi di Lyoko," ucap Jeremy.

"O iya. Jadi… Odd sudah menyatakan perasaannya pada Lizzie! Tadi begitu mesra sekali…hihihi…Lizzie mencium Odd. Sayangnya bukan bibirnya yang ia cium,"

"Hah? Bukannya mereka sudah berpacaran?"

"Iya, tapi itu tidak resmi,"

"Hufftt..seandainya saja tadi aku melihatnya…,"

"Hahaha,"

"Tunggu, tapi dimana pangeran dan malaikatnya itu? Aku tidak melihatnya sejak kita kembali kesini," Tanya Yumi.

"Mungkin mereka sedang berkencan resmi untuk yang pertama kalinya," tebak Aelita.

"Ya…mungkin saja,"

"Kira-kira apa yang terjadi saat mereka datang ke sini?"

"Kita beri mereka pelukan atau selamat," ucap Jeremy.

"Hahahaha…"

*T.B.C*

Yuki: Ceritanya ok, nggak? Romantis, nggak?

Ulrich: Nggak!

Yuki: Ulrich kejam!

Odd: Tau, Ulrich kejam

Ulrich: Tumben, Odd kau membela Yuki

Odd: Iya, soalnya Yuki bikin aku sama Lizzie ciuman…hehehe…

Ulrich: Ok, bagi review-nya dong!

Yuki: Ulrich! Kasar baget sih!

Ulrich: Sorry. Ok minna-san, Yuki minta review-nya

Yumi: Sejak kapan dia bisa bahasa Jepang?

Ulrich: Barusan!

Yumi: Terus, aku harus bilang WOW gitu?

Yuki: Terserah Yumi aja. Mau keliling lapangan 5 kali sampe kejang-kejang terus pingsan juga boleh

Odd: Itu sih aku sama Ulrich kalau di hukum sama Jim karena telat

Yuki: Haha, kasian

Ulrich: Hah, padahal kalo Yuki telat ke lapangan juga di suruh lari

GUBRAKK..

Yuki: Hahh…terserah. O iya, maaf ya minna-san, ceritanya kurang romantis atau nggak romantis sama sekali., soalnya bingung nih. Mending mereka-mereka bantuin -_-

Ulrich: (masukin Yuki ke dalam karung terus di buang ke sungai digital)

Yuki: (ilang)

Odd: Bagus, Ulrich. Tapi, kayaknya dia bakal ada lagi deh. Dia kan orangnya gaje

Ulrich: Bener tuh…

Aelita: Ok, dari pada nungguin Yuki, mending readers nge-review aja

Lizzie: Dan…terima kasih yang udah baca fic Yuki yang gaje ini ya…

Yumi: Sampai ketemu lagi di new chapter, minna-san…Thanks ^u^