Naruto belongs to Masashi Kishimoto

T+

Summary : Ciuman itu baik untuk hati dan kesehatan, meningkatkan kadar adrenalin, menenangkan, menambah tekanan darah, dan mengurangi kolesterol

"Sai menciumku kemarin," akunya. Wajah barbie-nya mulai memerah, tangan lentiknya memegang bibir pink tipisnya, gadis berambut blonde kuncir kuda itu berakali-kali menutup mukanya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya kekanan-kekiri.

"APA?" seru teman-temannya nyaring setelah beberapa saat loading akan pengakuan gadis barbie ituIno.

"Wah, ternyata si pucat tukang senyum itu romantis juga ya," celetuk Tenten. Ada rasa kagum yang terpancar di kedua matanya saat mengatakan itu. Yang lain mengiyakan dengan memberi anggukan masing-masingmenyetujui pendapat gadis bercepol dua itu.

Ciuman adalah cara umum untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Bukan hal asing lagi bagi para umat manusia untuk mendeskripsikan tentang ciumandari yang muda sampai yang tua. Tidak jarang para remaja berpendapat ciuman itu sebagai cara membuktikan cinta kita pada pasangan atau keluarga. Ciumanbagi mereka yang sudah menjadi hal 'lumrah' bisa berdefinisi sebagai kebutuhan, keinginan, atau malah menjadi suatu kewajiban.

"Jadi, apa kalian juga pernah ciuman dengan kekasih kalian masing-masing?" tanya Ino. Ada nada sombong dalam perkataannya, bangga akan dirinya karena telah mendapatkan 'bukti cinta' dari kekasihnya. Teman-temannya hanya menggeleng lemah sebagai respon. Dipikiran masing-masing mereka membayangkan kalau seandainya mereka berciuman dengan pujaan hatinya.

Lain ceritanya dengan gadis bersurai merah mudaSakura yang menatap mereka bingung. Pasalnya dia sering melakukannyadengan kekasihnya. "Apa ciuman itu se-WOW yang mereka bayangkan?" gumamnya tanpa sadar.

"Sakura, kau mengatakan sesuatu?" tanya Ino penasaran.
"Eh?" gadis pink itu terlonjak kaget dan dengan cepat menggelengkan kepalanya.

Ino memandangnya dengan mata menyipit, lalu bertanya, "Apa Sasuke sudah pernah menciummu?" pertanyaan Ino mengundang rasa penasaran teman-temannyayang beberapa saat lalu sibuk dengan khayalan masing-masing.

"Ngh... itu..."

"Sakura-san." Semua gadis yang berada di bangku duduk belakang pertengahan itu menoleh ke sumber suara, tak terkecuali dengan Sakuraorang yang dipanggil.

"Ditunggu Sasuke-senpai di perpustakaan," lapornya dan pergi begitu saja. Sakura berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kelas yang tidak begitu ramai itu namun suara Ino menghentikan langkahnya, "Kami tunggu ceritamu, forehead," ucapnya sambil megerlingkan mata. Sakura mendesah dengan anggukan kepalanya dan melanjutkan perjalanannya ke perpustakaan, menemui kekasihnya.

.

.

Selama perjalanan tak henti-hentinya Sakura berpikir tentang ciuman. "Apanya yang istimewa dari ciuman? Bukannya kata Sasuke-kun ciuman itu agar tetap sehat?" gumam Sakura. Pikirannya mulai teringat setiap kali Sasuke menciumnya.

—"Jadilah kekasihku." datartidak ada emosi dalam suaranya ataupun wajahnya. Malah bisa juga dikatakan sebagai perintah daripada menyatakan cinta.

"Eh?" dan pertama kalinya Sakura merasakan ciuman dari orang yang memintanyaatau memerintahnya?sebagai kekasihnya, pemuda berambut chickenbutt yang sedang merengkuhnya.

.

bel berunyi, tanda berakhirlah penderitaan para siswa dari pelajaran-pelajaran laknat yang menggerogoti otak mereka selama setengah hari. Semua berhamburan keluar kelas, tidak sabar untuk pulang ke rumah masing-masing dan menemui sahabat setia merekabantal, guling, selimut, kipas angin, dan sebangsanya.

Terlihat pemuda berambut raven menyandarkan tubuhnya sambil bersedekap di dinding di depan kelas"Sasuke-kun?" dan oh di depan kelas gadis pink ternyata.

"Hn" pemuda yang dipanggilnya Sasuke-kun itu menegakkan tubuhnya dan berdiri menjulang dihadapan Sakura.

"Sedang apa kau disini?" tanya Sakura dengan alis mengkerut.

"Menjemputmu. Kita pulang bersama," jawab Sasuke dan menarik pergelangan tangan Sakura agar mendekat ke arahnya dan menciumnya lembut. Hanya sesaat tapi mampu membuat wajah Sakura memerah, mengalahkan warna rambut pink-nya.

Setelah melepaskan ciumannya, Sasuke menggandeng tangan mungil gadisnya keluar sekolah.

.

Ciuman itu terlepas, mereka mengatur nafas masing-masing. Sakura memberanikan diri mengangkat wajahnya, menatap wajah Sasuke yang merengkuhnya.

"Kenapa Sasuke-kun selalu menciumku saat kita bertemu?" pertanyaan polos memang tapi Sakura memang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

"Aku hanya ingin agar kamu tetap sehat," jawaban bodoh Uchiha.

.

"Aduh, apa yang aku pikirkan sih," ucap Sakura sambil menjitak kepalanya sendiri.

Sesampainya di perpustakaan dia langsung mencari-cari Sasuke-kun-nya.

.

.

Sakura hanya bisa menjatuhkan kepala pink-nya diatas meja dan meniup-niupkan poninya. Rasa bosan yang melandanya mengharuskannya untuk menghela nafas berkali-kali.

"Berhenti lah menghela nafas, Sakura," suara itu... suara dingin itu...

Sakura langsung menegakkan tubuhnya dan menghela nafas sekali lagi, "Buat apa aku disini kalau hanya untuk dikacangin. Kacang sekarang mahal, Sasuke-kun," jawabnya kesal, terlihat dari pipinya yang dikembungkan.

"Aku memintamu kesini hanya untuk menemaniku mengerjakan tugas," jawab Sasuke enteng. Sakura kesal dibuatnya.

Hening menyelimuti namun tiba-tiba Sakura mendapatkan ilham, dia penasaran 'kenapa ciuman itu sehat' dan saat ini lah yang tepat untuk menanyakannya. Fufufu~ inner Sakura goyang patah-patah "Kau memang pintar, Sakura. Tak menyesal aku mempunyai jidat seluas bandara,"

Sasuke yang menyadari perubahan raut wajah Sakura hanya menaikkan alisnya tinggi-tinggibingung.

"Sasuke-kun, kamu kan pernah bilang kalau kamu menciumku itu hanya biar aku tetap sehat. Nah kenapa ciuman itu menyehatkan?" rasa penasaran yang tak terbendung lagi membuat muka serius Sakura jadi kelihatan lucu dimata Sasuke.

Sasuke menyeringai tengil, menarik Sakura duduk dipangkuannya dan menciumnya lembut.

.

.

"HAH? Ja-jadi Sasuke-senpai selalu menciummu saat kalian bertemu?" tanya Ino tak percaya sekligus takjub. Teman-temannya yang lain menatap kagum Sakura. Dan Sakura hanya bisa mengangguk pelan, memandang bingung teman-temannya yang memandangnya takjub seakan-seakan Sakura itu manusia paling beruntung di dunia.

"Wah, gak nyangka ternyata Sasuke-senpai mesum juga ya," celetuk Tentenlagi. Yang lain mengiyakanlagi.

"Ih bukan mesum! Dia hanya ingin aku tetap sehat," jawab Sakura kesal.

"Sehat?" tanya teman-temannya hampir bersamaanmereka tidak mengerti.

"Iya. Karena kata Sasuke-kun Ciuman itu baik untuk hati dan kesehatan, meningkatkan kadar adrenalin, menenangkan, menambah tekanan darah, dan mengurangi kolesterol, begitu," jawab Sakura yakin. Teman-temannya cengo.

.

.

Sasuke melepaskan ciumannya dan menatap wajah penasaran Sakurayang kini masih duduk dipangkuannya.

"Ciuman itu baik untuk hati dan kesehatan, meningkatkan kadar adrenalin, menenangkan, menambah tekanan darah, dan mengurangi kolesterol" dengan mata jenaka Sasuke melanjutkan...

"—dan aku tidak mau kekasihku terserang penyakit apapun," jawab Sasuke santai.

Sasuke melanjutkan mengerjakan tugasnya dengan Sakura yang masih duduk dipangkuannyameloading jawaban yang diberikan Sasuke.

-FIN-


A/N : Halo... ada yang masih inget saya? ._.

Saya kembali setelah hampir 2 tahun hibernasi(?) XD

Saya pernah bilang pada beberapa author SasuSaku (kalo mereka masih inget saya) bahwa saya mau berhenti nulis tapi ntah kenapa ini tangan gatel buat nulis lagi setelah dapet ide dari tweet-nya orang XD

review, concrit, flame, saya terima ^^V