From Author: Readers, chapter ini aku panjangin. Tapi kayaknya malah kepanjangan ya…=.="

Last chapter…

"Baiklah, ayo kita jalan-jalan ke luar dan merayakan hari Aimomoiro ini bersama-sama!" seru Karin bersemangat.

"Yaaa!" seru yang lainnya.

Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu © Koge Donbo

Yuujin's Plans to Get Together © Riez Natsumi Khafiza

Character: Hanazono Karin, Kujyou Kazune, Kujyou Himeka, Nishikiori Michiru, Kuga Jin, Kujyou Kazusa, Yi Miyon, Sakurai Yuuki, Karasuma Rika, Tsutsumu Shingen.

Warning: OOT, Abal, GaJe, Humor garing, Romance tingkat rendah.

Chapter three: Micchi's Plan Part Two

**Yuujin's Plans to Get Together

Chapter 4: Micchi's Plans Part 2

Di taman utama Konoha, -ralat Sakuragaoka (Kebanyakan nonton Naruto nihh… XD )…

"Yosh…! Lalu kita ngapain sekarang?" tanya Karin. Dia memakai baju putih bertuliskan 'Aphrodite' dengan glitter berwarna pink dan biru, rok merah muda selutut dan berumbai-rumbai dengan pita yang warnanya perpaduan antara merah muda dan putih, lalu memakai jaket panjang tidak berkancing yang berwarna merah muda, memakai sepatu biasa berwarna merah muda dan kaoskaki putih panjang dengan pita berwarna merah muda, memakai tas selendang kecil berwarna merah muda bertuliskan 'Athena', dan memakai hiasan rambutnya yang berbentuk love berwarna merah muda dengan sayap (Ahh… gomen kalau jadinya malah jelek… Rie orangnya agak pusing kalau berhubungan dengan fashion XD).

"Terserah kalian, mau ke café, ke toko es krim, ke Trans Studio (?), terserah kalian saja. Kami juga akan pergi ke tempat lain," jawab Himeka.

"Kalau kalian kemana?" tanya Kazune. Dia memakai baju biru tua bertuliskan 'Uranus' berwarna putih, memakai jaket berwarna biru aqua seperti warna matanya, memakai topi (Tumben!) berwarna biru dengan tulisan 'Apollo' berwarna putih, memakai celana jins biru, dan sepatu berwarna putih.

"Kami akan jalan-jalan, melihat Sakuragaoka yang sedang mempersiapkan festival untuk acara puncak nanti malam," jawab Micchi.

"Baiklah, kami pergi duluan! Sepertinya ada permainan yang mengasyikan di sebelah sana!" seru Rika sambil menarik tangan Shingen.

"Kami pergi dulu ya, Karin-chan~!" pamit Miyon sambil menggandeng Yuuki.

"Kami juga akan pergi, jaa nee Karin-chan~! Semoga kau menikmati hari ini!" pamit Himeka lalu pergi dengan dua orang pengawal (?), Micchi dan Jin.

"Jaa nee, Himeka-chan!" seru Karin sambil melambaikan tangannya.

Mereka pergi berpencar sambil menghabiskan hari Aimomoiro ini, -ralat sebenarnya, hanya Kazune dan Karin saja yang pergi menghabiskan waktu berdua, teman-temannya yang lain malah memata-matai mereka (Kurang kerjaan banget sih…Jin: Kamu yang suruh! Kami jadi nggak bisa main-main nih!).


"Kazune-kun! Ayo kita ke stand Obake itu!" ajak Karin bersemangat sambil menarik tangan Kazune.

"Kamu berani?" tanya Kazune (Ooh… kamu yang takut ya, Kazune-kun? #Pletak! Kazune: Enak saja!).

"Tentu saja!" jawab Karin Pe-De.

"Kalau begitu, ayo!" kata Kazune.

"Bagus! Mereka masuk ke stand Obake!" seru Micchi.

"Kita juga ikut masuk?" tanya Yuuki.

"Tentu, ayo masuk!" ajak Micchi.


"Kyaaaaaa! Hantu!" jerit Karin sambil… memeluk Kazune. Aah…iri banget lah…!

Kazune yang mendengar jeritan Karin dan dipeluk Karin tidak merespon sama sekali. Tapi… malah balik memeluk Karin dengan tangan kanannya.

"Berisik, katanya tadi nggak takut!" sindir Kazune.

"Soalnya, kirain hantunya nggak seserem ini," jawab Karin yang sekarang hanya memegang tangan Kazune saja. Entah karena dia malu karena yang tadi atau memang dia sudah tidak takut.

Tep! Karin merasakan dia menabrak sesuatu… sesuatu yang menggantung!

"KYAAAAA…! MAYAT GANTUNG DIRI!" jerit Karin makin keras dan kembali… memeluk Kazune dengan erat (Plis-lah… iriiiii! XD).

"BERISIK! BISA DIEM NGGAK?!" bentak Kazune.

"KALAU NGGAK KENAPA?! MASALAH?!" bentak Karin balik. Yah… malah saling nyolot-nyolotan (Bentak-bentakan) …

"Mereka malah saling bentak-bentakan…" ujar Micchi sambil sweatdrop.

Yang lain ikut sweatdrop melihat mereka yang nggak berhenti bentak-bentakan selama 10 menit (Readers: Trus gue harus bilang 'Wow' gitu?).


Singkatnya, mereka (Kazune & Karin) keluar dengan keadaan Karin memeluk Kazune, dan Kazune memeluk Karin dengan tangan kanannya. Sungguh seperti sepasang kekasih!

Sementara teman-temannya yang lain keluar dengan keadaan yang berbeda-beda. Jin dan Shingen masih terlihat ketakutan, Yuuki dan Miyon masih berpegangan tangannya dengan erat, Rika terlihat cuek-cuek saja, Micchi dan Himeka juga biasa-biasa saja. Untung Micchi tanggap, jadi dia langsung memfoto keadaan teman-temannya saat keluar dari stand Obake. Tidak lupa, dia juga memfoto Kazune dan Karin yang keadaannya masih seperti yang dijelaskan di atas (Kok kata-katanya kayak guru?).

"Yak! Kita dapat fotonya!" seru Micchi gembira.

"Ayo cepat! Mereka pergi ke stand itu!" seru Himeka sambil menunjuk suatu stand.


Di Mansion Kujyou sebelum Aimomoiro Matsuri dimulai…

"Ah! Himeka-chan! Kawaiii !" seru Miyon. Dia memakai kimono merah muda bergaris-garis hijau dan dibelakangnya ada pita berwarna hijau tosca seperti warna rambutnya.

"Ehehe… A-arigatou… Miyon-chan juga kok," kata Himeka. Ia memakai kimono merah muda bermotif daun yang berguguran dan dibelakangnya ada pita berwarna ungu.

Lalu ia melihat Karin yang sepertinya masih ragu akan baju yang dipakainya itu. "Doushita no, Karin-chan?"

"Iee, aku hanya merasa aneh memakai kimono ini… agak berbeda dari yang kau berikan kepadaku tahun kemarin…" jawab Karin. Ia memakai kimono merah muda bermotif sakura yang mahkotanya berwarna putih dan titik tengahnya merah muda, dan pita berwarna biru aqua.

"Daijobu, malah kau terlihat lebih cantik, Karin-chan!" puji Himeka.

"Arigatou, Himeka-chan. Kau juga cantik," kata Karin sambil tersenyum.

"Udah acara muji-mujiannya? Ayo, yang lain udah nunggu tuh!" kata Rika yang muncul dari balik pintu. Ia memakai kimono merah muda bermotif bunga tulip berwarna putih dan dibelakangnya ada pita berwarna merah.

"Waaaahhh… Rika-chan! Kawaiii !" seru Himeka, Miyon, dan Karin.

"Ya sudah, ayo kita keluar!" ajak Miyon.

Karin, Himeka, dan Rika mengangguk.


"Jadi kita ketemuan lagi di belakang kuil ini, oke?" tanya Jin. Dia memakai kimono biru kehijauan bermotif naga api.

"Baiklah!" seru yang lain.

"Kami pergi duluan ya! Sepertinya di sebelah sana ada yang rame!" pamit Micchi sambil menggandeng tangan Shingen.

Lho, Shingen? Nggak salah orang tuh, Micchi?

"Eh, kok malah megang tanganmu sih? Awas, aku mau ke Himeka-san!" kata Micchi.

"Kamu yang narik tangan aku!" balas Shingen.

"Nee mite! Bukankah itu Jin-kun?" seru seseorang dari jauh.

"Uwaaahh…! Fans…!" teriak Jin sambil lari menjauhi teman-temannya.

"Baiklah, sepertinya tinggal kita berdua, sebaiknya kita kemana dulu?" tanya Kazune.

"Bagaimana kalau kita makan ramen? Kita berlomba, siapa yang tahan makan ramen level 7, maka akan diberi hadiah dari yang kalah!" tantang Karin.

"Oke! Siapa takut!" balas Kazune.

Mereka pun masuk ke dalam kedai ramen. Dan setelah 30 menit kemudian…

"Yaaa…! Akulah pemenangnya! Ayo, mana janjimu, Karin?" tanya Kazune.

"Hmph! Kau licik! Di mangkokku yang ketujuh, kau memasukan sambal lagi! Tentu saja aku kepedasan!" keluh Karin.

"Biasa aja kali, lagipula selama ini aku belum pernah diberi hadiah olehmu!" balas Kazune.

Karin memutar otaknya. Betul juga, selama ini dia belum memberikan hadiah kepada Kazune. Padahal Kazune sudah memberikan 2 hadiah untuk Karin. Yang pertama adalah gantungan kelinci saat festival 2 tahun lalu. Yang kedua adalah kalung berbentuk salib yang sepasang saat Kazune akan pergi ke Inggris, Karin yang pendek, dan Kazune yang panjang.

"Yah, baiklah!" jawab Karin setelah menimbang-nimbang.


"Oi Karin, ayo kita kesana! Permainannya cocok denganmu!" ajak Kazune sambil menarik tangan Karin.

"Permainan yang mana?" tanya Karin.

"Itu, permainan memukul!" jawab Kazune sambil menunjuk suatu stand.

Bletak!

"Maksudmu kemampuanku itu memukul, apa?!" protes Karin.

"Kalau iya?" balas Kazune.

Bletak! Sudah ada dua baso yang terlihat seperti menara yang menempel di kepala Kazune.

"Enak saja kau bicara, Kazune-kun!" bentak Karin. "Tapi baiklah, hitun-hitung untuk membayar utang lomba tadi,"

Mereka pun pergi ke stand yang tadi ditunjuk Kazune. Aturan mainnya, si pemain harus memukul sebuah bulatan yang ada di atas meja stand itu sekeras-kerasnya. Jika kekuatan pukulannya mencapai angka 10, maka si pemain dapat 1 hadiah. Jika kekuatan pukulannya mencapai 20, maka si pemain dapat 2 hadiah. Si pemain hanya punya 3 kesempatan memukul.

"A…aku tidak yakin bisa melakukannya, Kazune-kun," kata Karin saat memegang palunya.

"Konsentrasikan saja pikiranmu, rileks, baru pukul, kau pasti bisa!" balas Kazune.

"Yosh! Konsentrasi… konsentrasi…" ujar Karin sambil menutup matanya mencoba konsentrasi. "Rileks… rileks… rileks…"

"Baru pukul!" seru Karin sambil memukul sebuah bulatan yang ada di atas meja stand.

Alat pengukur menunjukkan kekuatan pukulan Karin. Tanda panahnya berhenti di angka tujuh, lalu kembali turun ke bawah.

"Kuso ! Aku hanya punya 2 kesempatan lagi!" keluh Karin.

"Tenanglah dulu, nona." Kata si penjaga stand.

Karin dan Kazune melihat dengan seksama siapa penjaga stand yang ada dibalik topi itu. Dan ternyata adalah…

"Micchi?" tanya Karin.

"Micchi? Siapa Micchi?" tanya si penjaga stand.

"Kau bukan Nishikiori?" tanya Kazune balik. Entah mengapa, tapi sepertinya mereka malah main bolak-balik pertanyaan.

"Nishikiori?" tanya penjaga stand lagi. Tuh kan, malah nanya lagi.

"Umm… tidak, kami kira kau teman kami," jawab Karin.

"Ayolah Karin, masa kamu tidak bisa memukul yang seperti ini!" seru Kazune mengalihkan pembicaraan sambil memukul bulatannya.

Alat pengukur kembali naik ke angka tujuh dan turun di angka nol.

"Kazune-kun! Kau menghancurkan kesempatanku!" seru Karin.

"Aah! Iya, iya! Maaf!" balas Kazune sambil menutup telinganya.

"Ayolah naiiiiikkk!" seru Karin sambil memukul bulatannya lagi.

Alat pengukur langsung naik dengan cepat menuju angka 20. Karin dan Kazune dengan setia menantikan alat pengukur itu akan berhenti dimana. Dan…

Ting! Ting! Ting! Bel berbunyi (?)! lonceng alat pengukur itu berbunyi sangat keras. Alat pengukur menunjukan angka 20. Kazune dan Karin diam sebentar melihat pemandangan (?) tadi.

"Yoshaaa…! Aku berhasil!" seru Karin.

Aku ingin tahu bagaimana nasibku jika dipukul Karin sekeras itu… pikir Kazune sambil bergidik ngeri.

"Waaahh…! Kau hebat, Hanazono-san!" seru seseorang dari belakang Karin dan Kazune.

"Micchi!" seru Karin.

"Nishi-kun, mereka teman-temanmu?" tanya si penjaga stand.

"Iya Yama-kun, mereka teman-temanku," jawab Micchi.

"Kalian saling kenal?" tanya Kazune.

"Tentu, dia adalah sepupuku, Yamaki Dara," jawab Micchi.

"Kalian mirip sekali," kata Karin.

"Ah, iya gitu? Entahlah, kami selalu dibilang kembar dari kecil. Hahaha…" kata Dara sambil tertawa dan diikuti oleh Micchi.

"Bahkan mata kalian pun sama," kata Kazune.

"Ah, Yama-kun, Kazune-kun, Hanazono-san! Aku pergi dulu ya! Himeka-san tadi memanggilku!" pamit Micchi.

"Baiklah! Oya, apa hadiah yang kalian mau?" tanya Dara.

"Hmm… apa ya? Kira-kira apa, Dara-kun?" tanya Karin.

"Kalian pemeran anime Kamichama Karin, bukan? Bagaimana jika… ini dan ini?" tanya Dara sambil menunjukan sebuah patung kecil chibi Karin dan gantungan kunci berbentuk hati berwarna merah muda dan di tengahnya ada gambar Karin.

"Uwaaaahh… kawaiii…!" puji Karin.

"Karena sepertinya kalian adalah couple yang cocok, maka aku akan memberikan kalian bonus pasangannya," kata Dara. Dia menunjukan sebuah patung kecil chibi Kazune dan gantungan kunci berbentuk hati berwarna biru aqua dan di tengahnya ada gambar Kazune.

"Waaaaa…! Arigatou gozaimasu, Dara-kun!" kata Karin sambil mengambil hadiahnya. "Jaa nee !"

Karin pun berlari ke tempat Kazune. Si pemuda pembenci serangga itu sedang melihat stand menembak. Dasar, inilah akibat dari hobi nembak.

"Kazune-kun!" seru Karin sambil berlari dan melambaikan tangannya.

"Oi Karin!" seru Kazune sambil melambaikan tangannya juga.

"Mite yo ! Aku dapat 2 hadiah dan bonusnya!" kata Karin senang.

"Kalau begitu, kita punya hadiah masing-masing," kata Kazune. Dia mengambil patung chibi Kazune dan gantungan kunci yang bergambar Karin.

Mereka pun kembali berjalan-jalan melihat-lihat stand yang lain.


"Arigatou yo, kau sudah membantu kami," ujar seseorang berambut cokelat karamel yang mata kirinya ungu, dan kanannya biru, Micchi.

"Bukan masalah. Kau tahu, di masa depan mereka terlihat bahagia, begitu pula kami," jawab seseorang yang ciri-cirinya sama dengan lawan bicaranya, hanya lumayan tinggi 7 cm, Dara.

"Baguslah, kalau begitu. Usaha kami berarti tidak sia-sia!" kata Micchi.

"Ya begitulah, oya mana jam Chronos-ku?" tanya Dara.

"Ya, ya… ini, tenang saja!" jawab Micchi sambil melemparkan sebuah jam kepada Dara.

Dengan sigap, Dara menangkap jam itu. Ia pun mengacungkan jam Chronos itu. Tiba-tiba muncul lubang putih antar dimensi waktu. Tapi hanya orang-orang yang mempunyai jam Chronos yang bisa melihat lubang dimensi itu. Dara pun mulai masuk ke dalam lubang itu.

"Hei, sampaikan salam dari kami ya!" seru Micchi.

"Pasti!" balas Dara sambil mengacungkan jempolnya.

Whooopp! Dara pun masuk ke lubang itu dan menghilang bersama lubang tersebut.

"Semoga saja masa depan kami sama seperti yang kau katakan, Nishikiori Michiru," gumam Micchi.


"Rencana kita yang ini berhasil tidak sih?" tanya Rika.

"Tenang, berhasil kok! Kalau tidak percaya, lihat saja ke kamar mereka. Pasti ada benda baru di kamar," jawab Micchi.

"Baiklah, giliran siapa sekarang?" tanya Miyon.

"B-bisakah giliranku nanti saja?" tanya Jin.

"Jangan bilang kau masih belum punya rencana," kata Shingen sambil sweatdrop.

"Baiklah! Kalau begitu, aku!" seru Yuuki.

"Tapi Yuuki-kun, penampilanmu di anime dan di manga Kamichama Karin setara dengan Miyon-chan. Jadi kalian harus mengerjakannya berdua sekaligus!" tukas Himeka.

"Baiklah, lagipula aku memang membutuhkan Miyon untuk mengerjakan rencanaku ini," kata Yuuki sambil melirik Miyon.

"Aku juga memang butuh bantuanmu untuk menjalankan rencanaku," balas Miyon.

"Yosh, ini rencana kami…"

**Tsuzuku**

Readers~! Tentang hari Aimomoiro itu… Author ngarang nama hari itu… XD. Oya, tentang selingan jam Chronos itu, ada yang tahu siapa sebenarnya Dara itu? Kalau tahu, review ya!