MAMA

Author : TheLost13
Disclaimed : I own everything, except the humble casts, are the God's. J

Title : MAMA – Legend (2/?)

Genre : Hurt/comfort, fluff, crime, adventure, friendship, romance, action, (WARNING!) BL.

Rating : T+ (yang matanya masih perawan harap pakai kacamata!)

Casts : EXO members, also other casts~

Pair : Official pair of EXO (KrisTao, HunHan, ChanBaek, XiuChen, SuLay, KaiSoo).

Summary : "This is a story about The God, and the victims."

Note~ : Kebetulan senggang, jadi saya update kilat._. Disini bakal ada 'sedikit' HanTao (LuhanTao). Okeee crack pair shipper harap berkumpul~ Dilarang mem-bash pair yang ada, karena mereka hanya untuk keperluan cerita. Bash lah saya kalau mau, karena EL adalah biang keladinya. Otte? Crack pair hanya akan dipakai untuk sementara. ^-^

.

.

.

Reviewers tercintuahh~ (please deh Thor, gapake kuah.)

Minki 'Light Pearl' Kim : Jelas dong, soalnya saya kurang suka crack pair. Udah dilanjut cinteeh. :*

.

fyeahkaisoo : Wohohohoho, untuk romance, tenang. Author sudah menyiapkan yang terbaik. Tapi munculnya nanti. :P

Anii, EL maunya pake XiuChen. tau ga kenapa? Kasih tau ga yaaa... Oh tentang Thehunnie? alasan kenapa saya masih makein dia nama asli, karena entah di chapter berapa, bakalan ada 'sesuatu'! *sok misterius*

.

BLUEFIRE0805 : Udah diupdate nih~

.

Ryu Chanhyun : Sekeren itukah? o.o Mongomong, you ship BaekYeol? KYAAAA, me tooo! *heboh* xDD

.

Woo Jihye : *ikutan melambai*

XiuChen atau ChenMin yaa? :P Udah dilanjut, cinteeh. :*

.

Shim Agassi : Boleh dong! :D

saya ga masalah kamu Author atau bukan, selama kamu mau menjadi teman saya, hohoho.. Hiks, jadi terharu ada yang nyambut kedatangan say. T^T

Wah yang belum sadar? Siapa aja yaa... :P Muka doi kocak tuh, jarang-jarang liat Chanyeol yang manly kayak gitu.

Udah dilanjut yooo~

.

littleyeoja : Aw, nih udah Author lanjut, cintaa~ *ikutan puppy eyes* :3

.

bebe fujo : Hohoho, Author juga bikinnya sambil ngakak ngebayangin si happy virus kelabakan. xD

Suho, ternyata ada yang bingung dengan kehadiranmu. o.o hohoho... saya suka bikin orang penasaran.

.

HunHanShipper : Aih, udah dilanjut nih~ :P

.

Baek Lalla Chan EXOtics : Ommo! ini dia Author yang sering saya baca fanfict-nya. Hehehehe.. ._. *Sider banget sih lo yak Thor*

.

Numpangbaca : Saya panggil kamu Aca ya? :D

Hayooo, siapa tuh yang ngintipin si panda? Seneng deh liat kamu terhibur ama fanfict ini. padahal saya amatiran loh. xD

second chapter udah up nih~ :*

.

Sari2min : Pangeran? xD

.

Qikeys : Ohoho, udah jarang ya? berarti saya pasaran? o.o

Udah dilanjut nih. cepet kan~ :P

.

rha0108 : Udah dilanjut~ ^-^

*Big hug before start*

Lit'Lethal © Enjoy~

.

.

.

When the twelve forces reunite...

EXO is Here

Jemarinya memainkan tombol 'tikus elektronik' lihai. Sungguh, matanya pegal, setelah tiga jam lamanya memandangi layar monitor. Ia dikejar rasa penasaran, tentang apa yang terjadi bila ke-12 pemilik kekuatan abnormal―begitu sebutannya― mengadakan pertemuan kembali. Telunjuknya sibuk men-scroll tonjolan mouse ke bawah, kadang berhenti sebentar untuk memastikan apa yang ia temukan pada lembaran Microsoft Word. Tanpa benar-benar membaca paragraf yang ada, sebenarnya.

"The reunion between twelve forces should be done in order to stabilize the world's society." (Reuni ke-12 pemilik kekuatan diharuskan terjadi demi menjaga keutuhan stabilitas masyarakat dunia).

Cukup.

Sampai disitu saja, Kim Joonmyun mematikan PC setelah sebelumnya memindahkan data Microsoft Word tersebut ke sebuah flashdisk. Biarlah sisanya ia baca esok hari. Saat ini, baik tubuh dan hatinya perlu istirahat. Joonmyun beranjak menuju ranjangnya di sudut ruangan. Merebahkan diri disana dan mengemas badan dengan selimut hangat.

"...Harus cepat," bisiknya pelan.

Author tak mengerti ditujukan pada siapa. Jaadi, mari sedikit mengintip hati Joonmyun 'kita' ini.

'Duabelas anggota...'

―Duabelas, katanya.

'Pertama, Wu Yi Fan si tengil.'

―Kris.

'Xi Luhan, yang sering menemaninya spar.'

―Luhan.

'Park Chanyeol, orang lebay yang kutemui siang ini di toko CDay.'

―Chanyeol.

'Orang yang bersamanya tadi, siapa namanya? Jogging, kalau tak salah...'

―Jong In, bukan Jogging.

'Ah, hampir lupa. Kim Jong Dae dan Do Kyungsoo, petir dan tanah.'

―Jong Dae, Kyungsoo.

'Luhan pernah bilang, adiknya mungkin adalah pengendali waktu.'

―Adik tiri Luhan, Tao? Kemungkinan terlibat.

'Ditambah diriku sendiri, ada delapan.'

―Joonmyun termasuk.

Joonmyun menghela nafas ringan. Sedikit puas. Delapan dari duabelas itu angka yang lumayan. Tinggal menemukan empat orang sisanya.

Ya, hanya sisa empat dari duabelas. Joonmyun tahu ia harus mencarinya. Sebuah kewajiban, karena merupakan orang pertama yang menemukan script itu. Script yang berisi cuplikan perjuangan ke-12 pemilik kekuatan abnormal.

Jujur, Joonymun kurang mengerti apa yang selanjutnya akan terjadi bila ke-12 pemilik kekuatan dipertemukan. Joonmyun belum membaca kelanjutan script nya, dan ada beberapa bagian yang hilang―jadi mana dia tahu. Pemuda itu seperti mendapat insting, bahwa sesuatu yang jelas-jelas baik akan terjadi kalau ia berhasil mengumpulkan kawanannya.

'Karena begitulah menurut legenda.'

Tetapi, ada juga sepintas rasa was-was terhadap yang akan datang nanti. Takut, seperti ada yang salah, entah apa. Joonmyun bukannya apatis, ia hanya tak suka pikiran buruk berkelana menghantui tidurnya, jadilah ia buang pemikirannya jauh-jauh.

Terbatuk ketika ia berniat memejamkan mata. Batuk yang tidak berdahak, pelan, namun ekspresinya sungguh terlihat menyakitkan. Seolah-olah batuk itu merenggut suatu bagian dari tubuhnya. Nyelekit, kalau Author bilang. Tangan yang refleks menutup mulut ketika terbatuk, dinodai darah. Joonmyun mengambil tissue dari kotak yang tersedia disamping ranjangnya, lalu menyeka darah segar itu.

"Shit!" desis Joonmyun.

Karena kesal, akhirnya ia melempar sembarangan tissue sehabis pakai. Tak peduli, tidak lagi.

EXO is Here

.

.

.

"There was a time where twelve owners of natural forces, used their power to keep the balance of this humanic conditional place, called 'world'."

(Pernah ada saat dimana ke-12 pemilik kekuatan alamiah, memakai kekuatan mereka untuk mengatur keseimbangan tempat yang berbau kemanusiaan ini, 'dunia'.)

"The twelve forces, however, were not surprisingly meet each other in the same place, upon the same time, or magical way."

(Ke-12 pemilik kekuatan itu, bagaimanapun, bukannya bertemu satu sama lain secara mengejutkan, di tempat yang serupa, dan waktu yang sama, atau dengan cara yang ajaib.)

"They neede some progress; the thing that made every single of them, moved slowly to comprehend the other."

(Mereka butuh proses; sesuatu yang membuat tiap-tiap pribadi tergerak perlahan untuk memahami yang lain.)

"And the next step, was facing enemies. Evil creatures, who claimed themselves as the right hand of The God."

(Dan langkah berikutnya, adalah menghadapi musuh. Iblis, yang mencap diri mereka sebagai tangan kanan Tuhan.)

"The first war would begin. They'd be the winner, and get to the next step of the war."

(Perang pertama dimulai. Mereka pasti menang, dan beranjak ke tingkat perang berikutnya.)

*some text missing*

"The reunion between twelve forces should be done in order to stabilize the world's society."

(Reuni ke-12 pemilik kekuatan diharuskan terjadi demi menjaga keutuhan stabilitas masyarakat dunia).

"Without them, this world and its' entity will slowly begin of destroying itself."

(Tanpa mereka, dunia beserta isinya akan menghancurkan diri sendiri, sedikit demi sedikit.)

"And without them, the cycle of life cannot continue, due to the lack of personage."

(Dan tanpa mereka, siklus kehidupan mustahil berlanjut, akibat kekuarang pemain―tokoh.)

.

.

.

Di tempat, dan pada layar komputer lainnya...

*some text missing*

"In the end, God has wait for them, whenever the twelve forces done fighting the army of God's."

(Pada akhirnya, Tuhan telah menunggu mereka, kapanpun siap seandainya ke-12 pemilik kekuatan selesai merobohkan pasukannya.)

"And second war, between God and that twelve chosen, could not be avoided."

(Dan perang kedua, antara Tuhan dan ke-12 manusia terpilih, tak dapat dihindari.)

"World would be distracted by the power of the two. Balance of this land would have no one to stabilize."

(Terganggulah dunia oleh kekuatan dahsyat kedua kubu. Keseimbangan tanah ini kehilangan pengendalinya.)

"That fight was championed by The God. Twelve forces wuld have no choice but to take their punishment, separated from each other, born without even a piece memory of who truly they were."

(Pertarungan itu dimenangi oleh Tuhan. Ke-12 pemilik kekuatan hanya dapat nmenerima hukuman mereka karena telah menentang, yaitu terpisah dari kelompoknya, terlahir kembali tanpa sepotong pun ingatan tentang siapa mereka sesungguhnya.)

*some text missing*

"Pitifully, it is fate of the twelve natural forces owners to stabilize the world―with no repayment, to fight The God and its' right hand, and to be separated."

(Sayangnya, sudah menjadi takdir ke-12 pemilik kekuatan alamiah untuk menstabilkan dunia―tanpa imbalan, untuk melawan Tuhan dan tangan kanannya, dan untuk dipisah-pisahkan."

"They live to be destroyed, as the chosen."

(Mereka lahir untuk dihancurkan, sebagai yang terpilih.)

.

.

.

EXO is Here

Luhan mengendap-endap, udah kayak maling di rumah sendiri-_-. Dia bukannya mau malingin barang milik adiknya―Huang Zi Tao. Cuma pengin ngagetin tuh anak cengeng, kok. Luhan ber-evil laugh ria membayangkan pemikirannya sendiri.

Luhan mengarahkan dirinya menuju dapur. Ditengoknya pintu dapur, Tao'nya' tidak ada. Luhan menelan kekecewaan. Dari dapur, ia beranjak ke kamarnya. Ehm, ralat―kamar 'mereka'. Tapi begitu ditengok, lagi-lagi Tao tidak ada! Dari kamar mandi yang ada di dalam kamar Luhan dan Tao, tak terdengar sedikitpun cipratan air. Luhan sangsi adiknya sedang mandi.

'Aisssh! Kemana anak itu!'

Dengan berat hati, Luhan berjalan ke halaman belakang. Iya, opsi terakhir untuk menemukan Tao. Kalau ngga ada juga, ya takdi― ups. Maksud Author, kalau ngga ada juga, gawat dong!

Nyatanya , tidak sia-sia Luhan mampir ke halaman tadi evil laugh, sekarang emuda itu menyunggingkan evil smirk di bibir cherry-nya. Kenapa? Karena Tao ada disana. Menginjak barisan rumput dengan tangan menggenggam pedang. Udara dingin malam hari dikalahkan panas tubuh Tao, peluh membasahi tubuh bagian atas Tao yang terbuka, tanpa pengaman (dan Luhan pun ngiler melihatnya ).

Tao sedang berlatih Wushu, rupanya! *standing applause*

Pedang digerakkan kesana kemai, menebas udara kosong. Menimbulkan bunyi sabetan yang mengerikan, juga menciptakan angin dari tebasan super kuat itu yang menyebabkan rerumputan bergoyang. Tidak lupa tangan dan kakinya digerakkan seiring permainan pedang. Ia melakukannya seakan-akan tengah menari. Luwes, namun tegas.

Kedua mata Tao tertutup, seolah dengan melakukannya, hatinya dapat meresapi ketenangan yang ada. Hal itu menjadi keuntungan sendiri bagi Luhan. Perlahan-lahan ia dekati lelaki yang masih menari bersama pedang disana.

Tinggal enam langkah.

Lima.

.

Empat.

.

Tiga.

.

Du―

.

SRET!

Karena masih ingin hidup, otomatis pergerakan Luhan terhenti―saat mata pedang sedingin es, menyentuh lehernya. Hei, Luhan tak pernah meminta Tao mengakhiri hidupnya, 'kan?

"Pilih mati, atau berhenti?" (Hey! It rhymes! :D #abaikan)

Sial!

Insting Tao terlalu bagus untuk dijadikan sasaran kejahilan. Bahkan tanpa membuka mata sudah tahu ada orang yang berniat membuatnya jantungan. Ketangkap basah, deh. Apa boleh buat, ya terang-terangan saja kalau beg-beg-beg-gitu!

Pemuda berwajah tamp―ekhem, manis itu, Luhan, manju selangkah. Tapiii, sebelumnya ia mengunci pedang Tao dengan telekinesisnya. Begitu pedangnya dikunci, Tao juga ikut terkunci. "Pilih hidup dan kiss darimu."

"Gila!" Tao membuka matanya dalam sekejap, tak sadar baru saja menggertak sebal.

"Biar begini, kau suka 'kan?"

Dan Luhan pun beraksi. Tangannya, perlahan tapi pasti, menurunkan pedang yang teracung padanya. Lagi, dengan telekinesisnya, Luhan mengekang tubuh di depannya hingga benar-benar kaku.

Mau tahu apa itu telekinesis? Kekuatan 'ab'normal yang mampu merasuki pemikiran sesuatu atau seseorang, dan mengendalikan tanpa menyentuhnya. Kendali itu dapat dilaksanakan bila objeknya menyetujui untuk dikendalikan. Bila tidak setuju mampun tidak mau, tinggal lihat ketahanan sang objek dalam melawan kendali telekinesis Luhan.

Okay, back to the story~

Tao menggidik ngeri saat Luhan menaikkan dagunya. Kakaknya yang berkelainan itu, agaknya tahu soal telekinesisnya yang selalu dapat menguasai Tao. And yeah, Luhan did it straightly, kissing his lil' bro right in his lips.

Ciuman yang diselingi nafsu itu, sebenarnya tulus. Tulus setulus-tulusnya (#Author lebay) dengan kasih sayang Luhan ditujukan pada sang adik. Begitu juga sebaliknya.

Itulah kebiasaan mereka. 'Kakak-beradik' hanyalah title. Hubungan sesungguhnya, tak ada yang tahu. Jangan menganggap Tao hanyalah pelarian Luhan karena dirinya berkelainan. Tao sendiri tidak merasa seperti itu. Luhan pantas mendapatkan kasih sayang dari Tao, setelah bertahun-tahun menanti adik tirinya membalas cintanya yang terglong 'bodoh' itu.

Bibir yang saling mengecap itu terpisah. Bibir Luhan menjelajah turun ke leher sang adi. Luhan mengecupnya berkali-kali sebelum menyesapnya lama, supaya timbul bercak merah hasil karyanya yang ia banggakan.

"Mmh..Ha..n―sudaah..."

Dikarenakan geraknya terkunci, Tao hanya bisa melenguh sebagai tanda. Tanda bahwa ia tak mengizinkan Luhan melakukannya lebih jauh. Ini masih di luar rumah, dan Tao tidak ingin ada yang melihat mereka bermesraan di tengah rerumputan. Satu kecupan lagi di hidung Tao, dan Luhan menyudahi kegiatannya bermain kissmark.

"Pilih letakkan pedangmu, atau lakukan this-and-that malam ini?"

Mata panda itu terbelalak. "Ngga lucu!"

EXO is Here

Kris mengaduk-aduk kopi di cangkirnya. Serius, ia bakaln membunuh orang yang duduk di seberangnya bila dalam satu menit berikutnya, lelaki itu tidak juga bicara. 59 menit menunggu, kesabaran Kris sudah habis. Mesti beli lagi di Toko Sabar terdekat, sayangnya di sekitar kafe tempat ia duduk sekarang tidak ada cabangnya.

Pembicaraan menyebalkan ―yang belum dimulai― ini, memuakkan. Membuang waktu saja. Banyak yang harus dilakukan seorang Kris di waktu-waktu begini. Mahasiswa seumurannya tidak selalu senggang, tahu?

.

.

.

-Flashback-

"Hey, Naga bodoh."

Oke, itu sungguh panggilan yang kasar terhadap orang yang baru saja rela menengokkan kepala dari jalanan aspal, untuk menatapmu, Joonmyun. Eh, tapi salah yang dipanggil juga sih. Kenapa nengok dipanggil begitu?

Naga bod― maksudnya, Kris, menghela nafas kesal. Berharap seseorang memenggal kepala 'makhluk air' di hadapannya ini (sebelum ia sendiri yang melakukannya).

"Aku ingin bicara denganmu."

-End of Flashback-

.

.

.

"Apa maumu?" desis Kris, disertai tatapan 'akan-kucincang-kau-kalau-sampai-hal-ini-tidak-penting'.

Joonmyun menggaruk tengkuknya, gugup. Ngeri juga ngelihat Kris sekarang. Benar-benar deh, lelaki di depannya ini mirip peliharaannya sendiri. Long, naga milik Kris, kalau marah tatapannya kira-kira sama kayak majikannya. Tajam. Dingin. Menusuk.

Tak berani berlama-lama lagi, Joonmyun mengutarakan maksud kehadirannya. "Ini tentang legenda..."

". . ."

"Tinggal empat orang lag―"

"Kau masih berusaha?"

"Wu Fan, kau tahu legenda adalah takdir."

"Panggil aku KRIS. Jangan lupa pakai GEGE atau HYUNG."

"Baik, terserah. KRIS HYUNG, legenda itu tujuan hidup kita."

"Legenda itu sebuah kesalahan!"

Amarah Kris terbakar. Apanya yang tujuan hidup? Bah! Omong kosong! Hidup ya hidup, legenda ya legenda. Jangan menyamakan masa kini dan masa lalu yang belum tentu benar kenyataannya!

Kris paling sebal dengan orang yang menyinggung ke-12 pemilik kekuatan abnormal. Kenapa memangnya kalau ia pemilik kekuatan flight? Harus menyelamatkan dunia, gitu? Menyelamatkan dari apa? Menstabilkan dunia? Untuk apa? Dunia sudah stabil, ga butuh bantuan 12 kekuatan alamiah yang melegenda itu!

Toh kalau benar ia adalah bagian dari legenda, Kris belum tentu mau turun tangan, ikut menyeimbangkan dunia. Nambahin kerjaan aja, gerutunya.

"Aku sedang coba mengumpulkan mereka, yang terpilih. Termasuk kau, hyung. Akan kupaksa sampai kau bersedia. Bagaimanapun, dunia membutuhkan kita. Hal itu dijelaskan pada script kuno yang kubaca."

"Jangan sok jadi pahlawan, Joonmyun."

Joonmyun mengangkat bahu acuh, "Lebih baik daripada dirimu yang memilih bermalas-malasan."

Kris diam. Buakn karena merasa tersindir. Pemuda itu tahu, sia-sia ngadu bacot dengan Joonmyun yang merupakan hoobae-nya semasa Senior High School dulu. Mungkin sifat keras kepala Kris menular pada Joonmyun? Entahlah...

EXO is Here

"Ya gege!"

Minseok tak memperlambat kecepatan berjalannya. Hal itu membuat Yi Xing dibelakang mesti mempercepat langkahnya. Heran deh, kok bisa dengan kaki sependek itu (Xiumin's shipper jangan santet EL!), jalan Minseok melebihi Yi Xing si pohon pisang?

"Min geee!"

'Bawel ah.' Minseok memaki dalam hati. Pagi-pagi Yi Xing udah berisik aja. Siapa yang ga badmood, coba? Ya tau suaranya Yi Xing bagus, tapi gausah pamer juga kali. (Mentang-mentang di MV MAMA part-nya rada banyakan dari Kris!)

Eh udah udah! Ini kenapa jadi ngomongin kebagusan suara Yi Xing?!

"Ge―"

BRUGH!

"―apooo!"

Eh Yi Xing. Nabrak siapa tuh? Sakit ngga bokongmu membentur aspal?

"Ish! Jalan lihat-lihat!" sekarang coba pikirkan posisimu sebagai orang yang lebih tinggi, Yi Xing. Harusnya kau yang lihat-lihat.

Minseok, yang batinnya(?) merasa terpanggil, menoleh―tanpa bermaksud menghampiri, apalagi menolong. Kenapa lagi tuh anak, Minseok berpikir.

Orang yang dibentak Yi Xing diam, tak bersuara. Tapi dari sorot matanya, dia kelihatan lebih badmood dibanding Minseok. Ia memelototi Yi Xing seakan-akan tiada hari esok untuk balas dendam. Bukannya takut, Yi Xing malah semakin ngocol. Yi Xing baru dari jatuhnya, "Apa lihat-lihat, pendek!?" tanyanya dengan senyum mengejek.

Merasa menang karena tingginya, terlebih lelaki pendek yang ia tabrak tadi tidak menyahut. Gantian pemuda pendek itu yang beranjak bangun. Menepuk-nepuk celananya yang kotor akan debu, takut dibilang ga elit kalau ada bekas aspal. Masih dengan pelototannya untuk Yi Xing, ia bertanya: "Unicorn?"

"Ap―?"

Lagi-lagi ucapan Yi Xing terpotong. Tepat saat 'ap―' itu, tiba-tiba kumpulan aiir berkecepatan tinggi 'mencium' wajahnya. Bunyi deburan terdengar nyaring. Selanjutnya air itu membentuk bulatan dan menggenangikepala Yi Xing. Hanya kepalanya, entah bagaimana. Yi Xing awalnya menganggap itu adalah sulap. Tapi kalau sulap, kok airnya terasa nyata? Seandainya benar-benar sulap, kok, dia bisa bernafas walau hidungnya tergenang air?

Yi Xing meraba kerongkongannya, tidak terasa sesak. Ia menyentuh hidungnya, tak ada gelembung udara keluar, tapi juga tidak perih terkena air.

"Mwoya!? Yi Xing! Astaga!" ngelihat adegan berbahaya(?) itu, Minseok panik. Ya ampun, darimana datangnya air itu dan kenapa bisa melayang?! Berlari menghampiri Yi Xing, lengan seseorang menahan langkahnya. Orang yang tadi tabrakan sama Yi Xing!

"Apa maumu!? Kau apakan Yi Xing?!"

'Min gege, aku―'

"Biarkan saja. Berisik sekali kau ini."

'―bisa bernafas dalam air ini!'

Simpan saja rasa banggamu itu, Yi Xing! Kau tak tahu apa yang selanjutnya menjadi takdirmu setelah mengetahui kekuatanmu, adalah hal yang tidak menyenangkan.

Minseok selaku gege jasi-jadiannya Yi Xing, menggeram marah. Cemas akan 'keadaan' Yi Xing yang ia tidak ketahui. Kelihatannya aja Yi Xing tidak mendapat asupan oksigen. Sebenarnya sih, ntu anak adem ayem di dalam air. Nafasnya normal, kok!

Tangan Minseok mengepal. Tiba-tiba, bulatan air yang membekap kepala Yi Xing membeku. Pergerakan Yi Xing berhenti, gumpalan es―air yang beku― itu mencekiknya!

Membeku? Kenapa bisa? Entah, Author tak ikut andil. Hanya menulis jalannya cerita. Tanyakan saja pada Minseok, atau― seorang lagi disana yang dengan tubuh pendeknya menyeringai senang.

Si pendek menatap Minseok, sok misterius dengan senyumnya itu. "Sebaiknya sepat kau lepaskan es itu, Frost. Oh, dan kalian berdua―" diliriknya Minseok dan Yi Xing yang wajahnya membiru disana.

"―Selamat datang 'kembali'."

EXO is Here


"I'm your secret admirer."

.

"Sama-sama chagiya~"

.

"Ga ngerti ya kalau tamu itu raja!?"

.

"IGE MWOYA?!"


Messing with Auhtor

Saya ga bakal banyak cincong lagi karena takut telat ke sekolah. Sekolah saya masuk siang karena lagi numpang. *ELcurcol ._.

Intinya, buat semua Readers, Reviewers, maupun Siders seperti saya *plakk*

TERIMA KASIH BANYAK TELAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK BACA FANFICT ABAL INI. SAYA SANGAT MENGHARGAI WAKTU DAN OCEHAN(baca: Review) KALIAN. SALAM HANGAT JUGA PEYUK DAN CIUM UNTUK KALIAAAN! :*

Regards,

TheLost13 (29 Oktober, 2012 / 11:30)