Return Of The Legend

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T+ (For now)

Genre : Fantasy, Adventure, Romance

Main Pair : Naruto x Hinata

Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), Overpower!Naruto, Slight Crossover.

.

.

.

.

A/N : Entah kenapa pas lagi ngetik The Cursed Eyes of Hatred tiba-tiba macet di tengah jalan dan malah berakhir ngetik nih fic. Tapi yah~ apa boleh buat sudah terlanjur. Sekarang sebelum mulai ada beberapa pertanyaan dari reviewers yang perlu dijawab :

"Sebenernya ini alur zamannya gimana, Natsu-san? Ninja-Youkai-Youkai atau Youkai-Ninja-Youkai?"

Jawabannya bukan di antara dua-duanya. Di fic ini, dunia manusia dan dunia youkai (Makai) berada di dimensi yang berbeda, bagaikan Seiretei (Soul Society) sama dunia manusia lah kalo di anime Bleach. Jadi sejak zaman dahulu memang sudah ada youkai, dan sementara youkai terus berkembang di Makai, manusia juga terus berkembang, dari zaman Shinobi sampai modern sekarang di dunia manusia. Di sini Juubi diceritakan pernah berkuasa di Makai sebelum akhirnya menghilang ke dunia manusia.

"Pair?"
Seperti yang dicantumkan, tentu saja NaruHina, tapi slight pair yang lain akan diperlihatkan sejalan dengan cerita.

"Updatenya lama?"

Ya, maaf banget, bukannya sok sibuk tapi saya jarang ada waktu luang buat ngetik fic, jadi mohon maklum.

"Main game apa sampai-sampai kena WB?"
Heheh, main game web Crystal Legacy English, tapi gara-gara level alami udah mentok (120) jadi sekarang udah jarang main, bosen.

Segitu dulu aja untuk sesi tanya jawab, kalau masih ada kebingungan, tanyakan saja di kolom review

OK, langsung saja, selamat membaca~

.

.

.

.

Akatsuki's HQ, Youkai Gakuen…

"Ne, ne, Suigetsu, apakah kau tahu kenapa Naruto-sama tiba-tiba saja meminta kita untuk datang ke sini?"

Membuka salah satu matanya dengan malas untuk melihat sahabat masa kecilnya, Suigetsu kembali menutupnya sambil mengangkat kedua bahunya dan menurunkannya kembali sebelum akhirnya kembali bersandar di kursinya di seberang Karin.

"Kalau Naruto-sama sampai meminta seluruh anggota Akatsuki untuk berkumpul seperti ini, aku yakin pasti ada sesuatu yang sangat penting yang ingin Naruto-sama sampaikan." Sahut Juugo yang duduk di samping Suigetsu.

"Hm, kau benar sekali Juugo. Naruto-sama itu sungguh orang yang baik hati dan tidak suka merepotkan orang lain, jadi memang jarang sekali dia meminta kita berkumpul seperti ini." Ujar Neji yang telah kembali aktif sebagai anggota Akatsuki dan telah berpindah kesetiaan pada ketuanya yang baru, Uzumaki Naruto.

"Diamlah kalian, Naruto-sama akan segera datang." ucap sebuah suara datar dari ujung meja panjang yang para anggota Akatsuki tempati di mana terdapat dua kursi untuk Naruto dan wakilnya, Sabaku no Gaara.

Tak lama setelah seluruh anggota Akatsuki yang berjumlah empat puluh empat murid itu diam, pintu masuk ruangan tiba-tiba saja terbuka diikuti dengan Naruto yang berjalan masuk dan mengambil posisi duduk di samping Gaara.

"Selamat siang, semuanya." Seru Naruto pada seluruh anggota Akatsuki yang membalasnya dengan ucapan hormatnya masing-masing.

Berdiri dari posisi duduknya dan menatap anggotanya satu per satu, Naruto menarik napas panjang sebelum memulai pembicaraannya.

"Di sini aku tidak akan bertele-tele. Saat ini, Youkai Gakuen tengah berada dalam bahaya." Mendengar perkataan mengejutkan dari Naruto, banyak anggota yang saling berbisik satu sama lain dalam kebingungan.

"Sebuah Hyakki Yakou yang dipimpin oleh Hagoromo Gitsune saat ini tengah menuju Youkai Gakuen dan diperkirakan akan sampai saat matahari terbenam nanti. Kepala sekolah telah memperkuat Kekkai di sekitar Youkai Gakuen semampu yang ia bisa. Tapi seperti yang kita ketahui, cepat atau lambat Hagoromo Gitsune akan menghancurkan Kekkai ini. Saat ini akupun belum mengetahui apa tujuan Hagoromo Gitsune, tapi perintah dari Kepala Sekolah sangatlah jelas… Hentikan Hagoromo Gitsune apapun yang terjadi!" seru Naruto membuat hampir seluruh anggota Akatsuki membulatkan mata mereka. Bertarung melawan Hyakki Yakou pimpinan Hagoromo Gitsune? Bahkan merekapun belum siap!

"Aku tahu bagaimana kalian semua merasakan ketakutan dan kebimbangan dalam perang yang akan segera terjadi ini. Dan aku tidak memaksa! Mereka yang telah menyerah pada ketakutan bahkan sebelum memasuki medan perang, hanya akan menjadi sampah mayat di medan perang! Sekarang juga, yang merasa tidak mau mengikuti perang ini, keluarlah dari ruangan ini. Aku tidak akan menyalahkan kalian." Setelah sesi penuh bisikan dan sedikit kericuhan berlalu, satu demi satu anggota Akatsuki mulai berdiri dari kursi mereka dan memberi hormat terakhir pada Naruto dan berjalan menuju pintu keluar ruangan.

Belum sempat mengambil tiga langkah dari posisi mereka semula, para anggota yang akan pergi ke luar ruangan tiba-tiba saja berhenti saat teriakan Naruto mencapai telinga mereka.

"Bagi mereka yang ingin teman, saudara, kekasih, dan orang tersayangnya yang berada di Youkai Gakuen merasakan kengerian perang melawan Hagoromo Gitsune, pergilah! Bagi mereka yang ingin membiarkan kenangan mereka hancur bersama Youkai Gakuen, pergilah! Kalian akan hidup dengan aman!" mendengar ini, seluruh anggota yang akan berjalan ke luar ruangan langsung berhenti berjalan dan membulatkan mata mereka sambil memandang ke arah Naruto.

"Dan bagi kalian yang siap mati untuk teman kalian, untuk saudara kalian, untuk orang-orang tersayang kalian, maka ikutlah denganku! Melawan musuh dengan jumlah dan pengalaman yang jauh lebih banyak daripada kita, kalian akan berjalan bersamaku menuju neraka!" membalikkan badannya, Naruto segera berjalan meninggalkan ruangan dengan jubah Akatsukinya yang berkibar lembut.

Untuk sejenak, ruangan diselimuti keheningan yang sangat memacu tensi sampai akhirnya Gaara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.

"Pemimpin kita berjalan menuju jalan kehancuran tanpa peduli apapun yang menghalanginya. Sungguh keputusan yang bodoh, tapi itulah yang membuatku menaruh kesetiaanku padanya." Ujar Gaara sambil terus berjalan ke luar. Melihat ini, Neji tersenyum kecil pada dirinya sendiri sebelum akhirnya juga berdiri dari posisi duduknya dan berjalan ke luar ruangan.

"Aku adalah youkai. Aku berasal dari kegelapan, dan aku tidak keberatan jika sekali lagi harus kembali ke kegelapan itu." Ujar Neji yang terus berjalan ke luar. Meniru contoh Neji, Karin dan Juugo berdiri dari posisi duduk mereka.

"Aku selalu mungkin akan gugur di medan perang, tapi aku akan terus mengikuti Naruto-sama sampai ke neraka sekalipun." Ujar Karin sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan diikuti Juugo yang tak mengatakan sepatah katapun.

Melihat hal ini, seluruh anggota Akatsuki langsung membulatkan tekat mereka dan menajamkan pandangan mereka.

"Heh, baiklah semuanya, kita perlihatkan kepada para bajingan itu apa yang terjadi saat mereka macam-macam dengan Akatsuki!" seru Suigetsu pada teman-temannya yang dibalas oleh berbagai macam teriakan persetujuan yang membuatnya menyeringai lebar.

.

.

.

Gerbang raksasa yang membatasi Youkai Gakuen dengan area luar Hutan Kematian secara perlahan terbuka, menampakkan sebuah kabut putih tebal yang keluar dari gerbang Youkai Gakuen.

Berjalan ke luar dari gerbang dengan kabut tipis di sekitar mereka, adalah para anggota Akatsuki dengan Naruto berada di posisi paling depan.

Melihat ke langit Makai yang lebih mendung daripada biasanya, semua anggota Akatsuki tahu bahwa pertempuran hanya tinggal menghitung menit.

"Semuanya, persiapkan diri kalian! Hyakki Yakou Hagoromo Gitsune akan segera datang!" seru Naruto sambil melihat ke arah depannya dengan mata Rinnegan merah bertomoe miliknya.

.

.

.

Headmaster Office, Youkai Gakuen…

Melihat para anggota Akatsuki dengan senyuman tipis dari jendelanya, Hashirama kembali memfokuskan pandangannya pada sosok Naruto yang berada di barisan paling depan pasukan pelindung Youkai Gakuen.

Sosok Mito yang setia menemani Hashirama tampak berdiri di sampingnya dan memandang langit luar yang perlahan menghitam.

"Mito, tolong umumkan untuk seluruh warga penghuni Youkai Gakuen untuk segera menghentikan kegiatan belajar mengajar mereka saat ini juga dan suruh mereka untuk masuk ke kamar asrama mereka masing-masing." Ujar Hashirama tanpa mengalihkan pandangannya dari Naruto.

"Ha''i." jawab Mito singkat sambil berjalan pergi untuk menjalankan perintah Hashirama.

Merasakan Mito telah pergi, Hashirama segera mengizinkan seringai lebar untuk muncul di wajahnya sambil menatap sosok Naruto. Akhirnya waktunya telah tiba!

"Naruto… hadapi dan lewatilah ujian pertamamu menuju kejayaan… dan jadilah Raja dari Seluruh Arwah Jahat!"

.

.

.

.

Hinata's Room, Youkai Gakuen…

Duduk di pinggir tempat tidurnya dengan gelisah, Omote Hinata hanya bisa berharap apapun yang tengah –atau akan- terjadi di Youkai Gakuen tidak akan membawa dampak yang terlalu buruk bagi sekolah.

"Ura-chan, menurutku kenapa seluruh warga Youkai Gakuen diinstruksikan untuk berdiam diri di kamar masing-masing sampai pengumuman lebih lanjut?" tanya Omote Hinata memecah keheningan.

Ura Hinata yang saat ini tengah berdiri dengan bersandarkan tembok, hanya bisa menatap ke luar jendela di mana cuaca mulai memburuk seolah ada badai yang akan datang.

"Aku tidak tahu, Omote. Tapi apapun alasannya, aku tahu itu bukanlah hal yang bagus. Mungkin juga karena alasan inilah Naruto masih belum kembali. Bagaimanapun juga, dia adalah ketua Akatsuki, organisasi pelindung Youkai Gakuen. Mau tidak mau ia harus terlibat dengan urusan seperti ini." Jawab Ura Hinata sambil menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.

Mendengar jawaban dan logika dari Ura Hinata, Omote Hinata tidak bisa berbuat apapun selain menyetujuinya. Dan itu membuatnya khawatir.

"Apa… apa kau pikir kita juga bisa ikut membantu Naruto-kun, Ura-chan?" tanya Omote Hinata lirih yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Ura Hinata.

"Tidak mungkin Hinata. Aku merasakan bahwa saat ini seluruh bangunan di Youkai Gakuen telah dilapisi Kekkai milik Kepala Sekolah. Kalaupun kita bisa keluar dari kamar ini, kita tidak akan bisa keluar dari bangunan asrama ini." Jelas Ura Hinata yang menyebabkan Omote Hinata menundukkan kepalanya kecewa.

'Naruto-kun… tolong kembalilah dengan selamat!'

.

.

.

Berdiri dengan tatapan tajam yang terus tertuju lurus ke depan, seluruh anggota Akatsuki menunggu dengan tegang kedatangan Hyakki Yakou pimpinan Hagoromo Gitsune yang sudah bisa mereka semua rasakan aura youkinya.

Merapal sebuah segel tangan dengan cepat, Naruto mengejutkan anggotanya saat tiba-tiba ia menghentakkan telapak tangannya ke tanah dan memunculkan sebuah dinding Rashomon di hadapan mereka.

"Kuchiyose : Rashomon."

Tak lama setelah dinding Rashomon itu berdiri, terlihat sebuah tombak meluncur dengan cepat menuju arah mereka sebelum akhirnya menabrak Rashomon dan terpental kembali ke dalam kegelapan Hutan Kematian.

Melepas kontrolnya pada dinding Rashomon, Naruto segera mengambil kembali posisi berdiri diikuto anggotanya yang mengambil posisi siap bertarung.

"Keluarlah, Hagoromo Gitsune! Tidak ada gunanya bersembunyi dariku!" seru Naruto dengan nada seriusnya.

Sesaat setelah perkataan Naruto, sebuah kabut putih tebal muncul dari celah-celah pepohonan Hutan kematian dan menghalangi pandangan para anggota Akatsuki.

"Fufufufu, luar biasa seperti biasanya, Naruto-kun…" ujar sebuah suara feminim dari dalam kabut, diikuti dengan munculnya sosok Mei Terumi dengan tujuh ekor rubah miliknya yang salah satunya tengah melilit sebuah tombak.

Mengikuti petunjuk Mei, satu demi satu Hyakki Yakou milik Mei mulai muncul dari dalam kabut dan menunjukkan diri mereka, membuat para anggota Akatsuki mempersiapkan diri mereka.

"Hagoromo Gitsune, atau harus kupanggil Mei Terumi… kenapa kau datang ke Youkai Gakuen?" tanya Naruto datar yang diikuti dengan suara tawa merdu Mei.

"Ara, ara, Naruto-kun, sangat tidak sabaran~" ujar Mei dengan nada menggoda yang hanya dibalas dengan tatapan dingin oleh Naruto. Menarik napas panjang atas usahanya menggoda Naruto yang tak berhasil, Mei memutuskan untuk tidak berbasa-basi lagi.

"Kau mungkin belum tahu ini, Naruto-kun… tapi sebenarnya Hashirama adalah salah satu dari tiga Dark Lords yang membunuh Tengu sama beberapa ribu tahun silam!" seru Mei membuat Naruto dan para anggota Akatsuki membulatkan mata mereka tidak percaya.

"Seperti yang mungkin kalian semua sudah ketahui, aku adalah penentang pemerintahan Dark Lords sejak zaman pertama mereka berkuasa. Dan hari ini, setelah kami mengumpulkan kekuatan dan sumber daya selama bertahun-tahun, kami akan mulai membasmi para Dark Lords satu per satu dimulai Hashirama!" lanjut Mei dengan nada penuh kebencian yang membuat para pengikutnya meraung menyetujui perkataan pemimpin mereka.

Sadar dari rasa shocknya, Naruto segera menggelengkan kepalanya dan kembali memfokuskan pandangannya pada Mei.

"Jika… jika memang itu yang kalian inginkan, aku akan memanggil Kepala Sekolah dan menyuruhnya menemui kalian semua di sini!" seru Naruto yang hanya dibalas oleh tawa mengejek dari para Hyakki Yakoi Mei Terumi.

"Fufufu, kau terlalu naif, Naruto-kun. Apa kau pikir saat para Dark Lords membunuh Tengu-sama, mereka membiarkan para pengikutnya untuk kabur dan hidup tenang? Tidak! Mereka memburunya, membunuhnya dan memperlakukan para pengikut Tengu-sama seperti sampah yang lebih baik tidak ada di dunia ini! Bahkan para pengikut yang tak menentang para Dark Lords pun ikut dibunuh…" balas Mei dengan nada yang mulai berbahaya.

"Kadang, pengorbanan memang dibutuhkan dalam mencapai perubahan. Menyingkirlah dari jalan kami, Naruto-kun, dan kami akan membiarkanmu hidup." Ujar Mei kali ini dengan nada dingin.

Berdiri dengan kokoh di hadapan anak buahnya, Naruto menyilangkah kedua tangannya di dadanya dan memandang Mei dengan tatapan tajamnya.

"Kau memang benar, Mei. Pengorbanan memang dibutuhkan untuk mencapai kedamaian. Dan aku tidak berpikir pihak yang diserang adalah pihak yang harus dikorbankan." Ujar Naruto menentang Mei.

Menyeringai kecil pada dirinya sendiri, Mei langsung melepaskan seluruh youkinya dan membuat area di sekitarnya dibanjiri oleh youki asing berwarna putih yang anehnya membuat para anggota Akatsuki merasa semakin lebih lemah.

'Hati-hati Naruto, youki Hagoromo Gitsune bukanlah youki yang merusak. Youki milik mereka adalah youki yang bersifat menetralkan youki musuh.' Ujar Juubi dari alam bawah sadar Naruto, membuat Naruto menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Naruto turut melepaskan youki hitam pekatnya yang segera mendorong mundur youki putih milik Mei yang sebelumnya menyelimuti para anggota Akatsuki.

"Hmph, aku harap kau tidak menyesali keputusanmu ini, Naruto-kun." Dan dengan itu, Mei pun mengangkat telapak tangan kanannya, memberi kode pada Hyakki Yakou miliknya untuk maju menyerang.

Dengan berbagai macam raungan dan teriakan yang keras, Hyakki Yakou milik Mei segera menerjang ke depan, meninggalkan Mei, Haku dan Zabuza di barisan paling belakang.

"Tahan dulu, semuanya!" teriak Naruto sambil membuat rentetan segel dengan satu tangan dan segera menarik napas dalam-dalam hingga pipinya menggelembung menahan udara di dalam tubuhnya.

Memastikan seluruh Hyakki Yakou milik Mei telah bergerak ke arahnya, Naruto segera membuka mulutnya dan menyemburkan sebuah aliran api raksasa yang membakar hangus apa saja yang dilewatinya.

"Katon : Goka Mekkyaku!"

Terlambat untuk kabur, para youkai bawahan Mei hanya bisa pasrah saat dinding api raksasa yang mendekati mereka segera melahap sebagian besar dari jumlah pasukan mereka yang berada di barisan depan. Beberapa youkai yang beruntung dan lebih berpengalaman bisa selamat dengan menyelam ke bawah tanah ataupun terbang ke udara.

Mengakhiri jutsu miliknya, Naruto menatap puas melihat sebagian besar pasukan Mei telah hangus tak berdaya tergeletak di tanah yang menghitam. Kini, jumlah bukan lagi halangan.

"Semuanya! Ayo serang!" teriak Suigetsu sambil berlari ke depan, diikuti para anggota lain yang langsung terlibat pertempuran sengit dengan anggota Hyakki Yakou Mei yang tersisa.

Berjalan lurus ke depan tanpa menghiraukan kekacauan di sekitarnya, Naruto terus memfokuskan pandangannya pada sosok Mei Terumi yang juga memandang balik padanya saat tiba-tiba sebuah jarum-jarum es melesat ke arahnya dari arah samping.

Belum sempat mengenai Naruto, jarum-jarum es itu segera hancur saat tiba-tiba sebuah dinding pasir berdiri kokoh menhalangi jalurnya.

Membulatkan matanya sejenak, Haku segera menghindar ke belakang saat tempatnya berdiri semula langsung disapu oleh aliran pasir yang deras.

"Takkan kubiarkan siapapun menghalangi jalan Naruto-sama." Ucap Gaara datar dari atas dinding pasir yang dibuatnya untuk melindungi Naruto dari jarum-jarum es milik Haku.

Meninggalkan Gaara di belakangnya, Naruto terus berjalan ke depan saat tiba-tiba sebuah suara pedang yang melaju kencang ke arahnya dari arah belakang mencapai telinganya.

Dari balik belakang Naruto, terlihat Zabuza yang tengah mengayunkan pedang Kubikiribochou miliknya dengan cepat ke arah Naruto, berniat memotong kepala musuhnya dengan sekali serang.

Sayangnya –beruntungnya-, sebelum Kubikiribochou bisa mencapai Naruto, tiba-tiba saja Zabuza merasakan dirinya tertendang dengan keras di bagian samping dan menyebabkannya terpental jauh menabrak pepohonan.

Muncul di hadapan sosok jatuh Zabuza, Neji mengambil posisi bertarung dan menatap Zabuza dengan tajam.

"Seperti yang Gaara katakan, tidak ada yang boleh menghalangi jalan pemimpin kami." Ujar Neji pada Zabuza yang hanya menyeringai lebar di balik maskernya.

Melihat jaraknya dengan Mei sudah semakin dekat, Naruto segera mempercepat langkahnya sambil membuat sebuah katana berwarna hitam pekat di tangan kanannya dengan Banbutsu Sozo.

Melompat ke atas saat tiba-tiba salah satu ekor milik Mei memanjang dan mencoba menusuknya dari depan, Naruto segera menghilang dalam kilatan hitam dan muncul tepat di hadapan Mei yang membulatkan matanya sejenak.

Mengayunkan katana miliknya dengan cepat ke tubuh Mei, Naruto kembali dikejutkan saat salah satu ekor Mei mengeluarkan pedang dan memblokir serangannya ke tubuh Mei.

Tanpa memberi waktu pada Naruto untuk menarik napas sedikitpun, Mei segera menggunakan ketujuh ekornya untuk menyerang Naruto secara terus menerus yang kini semakin kesulitan untuk menghindar dan mendapat beberapa luka sobek di sana-sini.

Dengan satu sabetan kuat dari ekornya, Mei membuat Naruto terpental ke belakang.

Memutuskan untuk menggunakan taktik lain, Naruto segera mengaktifkan EMS miliknya dan mencoba menatap Mei langsung pada matanya.

Mengerti apa yang Naruto coba lakukan padanya dari pertarungan sebelumnya saat Mikoto melawan Naruto, Mei segera mengalihkan pandangannya ke kaki Naruto dan menyeringai kecil pada dirinya sendiri.

"Percuma Naruto-kun, kau tidak akan bisa menangkapmu dalam ilusimu. Selama aku tidak menatap matamu, aku akan…?!" membulatkan matanya saat merasakan rasa sakit luar biasa di punggungnya, Mei segera berbalik arah hanya untuk melihat tidak ada seorangpun di belakangnya. Kembali mengalihkan pandangannya ke arah Naruto yang berada di hadapannya, Mei kembali dilanda shock saat dilihatnya Naruto yang penuh luka dan darah di hadapannya mulai menghilang dalam kumpulan gagak.

"Kau terlalu meremehkanku, Mei…" bisik sebuah suara dari samping Mei, membuat Mei secara refleks langsung menusukkan salah satu ekornya ke arah sumber suara.

Mendengar bunyi tusukan basah yang menembus tubuh, Mei menengok ke sampingnya dan langsung tersenyum lebar saat dilihatnya Naruto yang tertusuk ekornya tengah merintih kesakitan.

Tapi sayang, senyum itu tak bertahan lama saat Naruto yang tertusuk ekornya juga perlahan menghilang menjadi kumpulan gagak yang terbang menjauh.

Kembali merasakan rasa sakit kali ini di kakinya, Mei jatuh terduduk dengan kaki yang berdarah bekas luka tebasan pedang dan menjerit kesakitan.

Merasakan sesuatu berdiri di hadapannya, Mei menahan rasa sakitnya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat ke wajah Naruto yang kini tengah berdiri di hadapannya dan menatap Mei dari atas bagaikan dewa yang menatap semut yang berjalan di bawahnya.

"Kau bukannya gagal untuk menghindari Genjutsu milikku, Mei. Sejak awal dimulainya perang ini… kau memang telah masuk dalam ilusiku. Pertarungan ini… telah menjadi milikku bahkan sebelum dimulai."

.

.

.

.

To Be Continued…

A/N : Sebelumnya, terima kasih atas saran, kritik, pertanyaan dan pujiannya yang udah buat saya update nih fic secepat ini~ Dan seperti yang kalian baca, pertarungan baru dimulai! Chapter depan mungkin final clashnya kali yah. Seperti biasa, sampaikan apapun unek-unek dan atau jejak kalian di kolom review~!
OK, segini aja dulu, sampai jumpa di chapter selanjutnya!
SEE YA!
Natsu D. Luffy