Shinobi Online

Naruto © Masashi Kishimoto

Terinspirasi dari Visual Novel Sword Art Online karya Reki Kawahara

Warning: Banyak istilah dalam game & komputer

Genre: Sci-Fi, Friendship, Family


Chapter 1

"Naruto"


Sunday, November 13, 2022, 7:00 AM

Hyuuga Resident – Tokyo

"Ayah pergi dulu, Hinata."

'Terserah!' teriak Hinata dalam hatinya. Sayangnya yang keluar dari mulutnya hanya deheman pelan dan anggukan. Hinata menatap sepasang lavender pucat milik ayahnya, Hyuuga Hiashi, dengan tatapan yang datar. Kekesalan dan kekecewaan yang ia rasakan berhasil ia sembunyikan dengan sempurna. Hinata adalah orang yang pendiam, ia jarang menyampaikan isi hatinya bahkan kepada sang ayah, satu-satunya keluarganya yang tersisa. Kenyataannya, Hinata tak peduli ayahnya mau pergi atau tidak. Ayahnya ada atau tidak di rumah ini sama sekali tak ada bedanya. Hinata selalu merasa sendiri.

Ini adalah tipikal hari-hari seorang Hyuuga Hinata yang selalu saja sama. Ditinggalkan pergi sendirian di rumah oleh sang ayah di pagi hari, bahkan sebelum matahari menampakkan sinarnya. Ayahnya adalah pemilik perusahaan android terbesar di Jepang, Hyuuga Cyber Company. Ia selalu saja sibuk mengurusi robot-robot ciptaannya. Bahkan setelah pulang ke rumah pun, Hiashi lebih banyak menghabiskan waktunya di lab pribadi di basement rumah mereka.

Hyuuga Cyber Company berkembang dengan sangat pesat karena tak bisa dipungkiri, sekarang penggunaan android dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang lumrah. Manusia menggunakan robot humanoid tersebut untuk berbagai keperluan. Dari sekedar menjadikannya door man, waiter, baby sitter hingga android yang bertugas merawat rumah dan melayani kebutuhan anggota keluarga yang sering disebut 'home android'.

Hiashi sendiri saat ini memiliki 3 android di rumahnya. Dua sebagai bodyguard yang diberinama Izumo dan Kotetsu, seorang lagi adalah home android bernama Hanabi yang bertugas merawat rumah dan memenuhi segala kebutuhan Hinata.

Sebenarnya Hinata tak keberatan ditemani 3 android yang harganya selangit itu. Karena ia mengerti ayahnya sangat sibuk dan tak bisa menemaninya sepanjang waktu. Yang membuatnya kesal adalah ia tidak diperbolehkan keluar rumah. Bahkan untuk sekolah saja Hinata harus home schooling. Benar-benar hidup yang monoton dan membosankan.

Sang ayah selalu berdalih ini demi kebaikan Hinata sendiri. Kebaikan macam apa yang ayahnya maksud? Yang ada, hingga usianya yang kini sudah menginjak 16 tahun Hinata tak pernah punya teman. Yang menemaninya selama ini hanya Hanabi. Tentu saja Hinata tak bisa menganggap Hanabi sebagai teman. Dia hanya robot yang dibungkus kulit sintetis. Hanabi tak akan tertawa jika Hinata bercerita hal lucu, Hanabi pun tak akan merasa sedih jika Hinata menceritakan keluh kesahnya. Hanabi tak akan bisa memberi saran kepada Hinata jika ia sedang membutuhkan petunjuk. Hanabi hanya bisa diajak bicara seadanya. Ia hanya android yang tak punya emosi.

"Ada lagi yang anda perlukan Hinata-sama?"

Hinata tersadar dari pemikiran-pemikirannya. Sarapannya sudah selesai, ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ini hari Minggu, tak akan ada guru private yang akan datang mengajar. Lagipula Hinata ingin segera melihat barang yang baru saja dibelinya di toko online, kebetulan paket kirimannya baru saja sampai pagi ini.

"Aku tidak perlu apa-apa Hanabi. Sekarang aku akan ke kamar dan jangan ganggu aku," kata Hinata sambil beranjak menuju kamarnya di lantai 3.

Hanabi membungkuk kemudian membersihkan meja makan dan memulai rutinitas sehari-harinya merawat kediaman Hyuuga.

Setelah mengunci kamarnya, Hinata menjatuhkan diri di kasur dan membuka bungkusan paket di tangannya. Setelah terbuka, di dalamnya nampak sebuah helm yang masih dibungkus bubble wrap. Setelah dibuka, ada tulisan Nerve Gear di tengahnya. Selain helm ada juga sebuah Blu-ray Disk game bertuliskan 'Shinobi Online' di cover-nya dan juga beberapa buku petunjuk manual.

Hinata bukanlah seorang gamer sejati. Game komputer atau console yang pernah dimainkan Hinata bisa dihitung dengan jari. Hinata lebih banyak menghabiskan waktu luangnya di rumah dengan membaca novel. Oleh karena itu, Hinata membaca baik-baik buku manual yang ada. Apalagi ini game yang gameplay-nya benar-benar berbeda dari game-game yang selama ini pernah Hinata mainkan.

Berdasarkan apa yang Hinata baca di beberapa forum, Shinobi Online adalah game bertipe Virtual Reality Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (VRMMORPG) yang mengizinkan pemain untuk masuk ke dunia game dengan bantuan Nerve Gear. Nerve Gear adalah helm virtual reality yang menstimulasi 5 panca indera manusia lewat otak, sehingga pemain bisa memasuki dunia game dan berpetualang di dalamnya sebagaimana berpetualang di dunia nyata.

Satu hal lagi yang membuat game ini populer adalah temanya dunia ninja. Di dalam game tersebut para pemain dituntut untuk mengalahkan beberapa bos untuk menamatkan game. Tapi seiring popularitasnya yang semakin naik, game ini justru lebih populer karena keindahan dunia di dalamnya. Dunia di dalamnya terasa begitu nyata, tidak terlihat jika sebenarnya semua itu hanya serangkaian kode bahasa pemrograman.

Tujuh puluh persen dari pemain justru tidak tertarik untuk mengalahkan bos dan menamatkan game. Mereka justru lebih tertarik untuk menjalin persahabatan dan berpetualang di dalam game bersama seluruh orang dari penjuru dunia. Hal ini jugalah yang membuat Hinata tertarik.

Tak membutuhkan waktu banyak bagi laptop Hinata – laptop pemberian ayahnya saat ulang tahunnya tahun lalu yang memiliki spesifikasi 'monster' – untuk menyelesaikan instalasi game. Selanjutnya Hinata menghubungkan Nerve Gear dengan laptop-nya, lalu memakai Nerve Gear di kepalanya.

Hinata kemudian menutup matanya.

"LINK START!" kata Hinata.

Sensor suara Nerve Gear mendengar perintah Hinata. Tak lama kemudian Nerve Gear mulai merangsang otak Hinata dan menampilkan grafis game di dalam alam bawah sadar Hinata.

Saat pertama kali bermain Shinobi Online, player harus memilih desa asal. Karena tak tahu secara detail, Hinata memilih desa secara random dan terpilihlah Konoha sebagai desa asalnya. Sedangkan untuk skill-nya Hinata memilih Byakugan. Byakugan adalah kemampuan penglihatan yang jika diaktifkan membuat pemain bisa melihat 360 derajat, melihat perpuluh-puluh meter, bahkan bisa melihat menembus tembok dan tanah sekalipun. Dengan ini, Hinata masuk kategori shinobi yang unggul dalam hal pengintaian dan taijutsu.

Selanjutnya Hinata mengatur penampilan avatar-nya di dalam game. Hinata memutuskan untuk menyamakan model rambutnya dengan rambut aslinya. Sedangkan untuk pakaian ninjanya, ia memilih jaket berwarna lavender dan celana panjang berwarna biru navy. Protektor Konoha ia tempatkan di lehernya.

Setelah menyelesaikan semua pengaturan awal, tiba saatnya berpetualang di Shinobi Online


Sunday, November 13, 2022, 9:00 AM

North Forest - Konohagakure

Saat pertama kali memasuki game, Hinata terkesima dengan keindahan pemandangan di Konoha. Maklum saja, Hinata nyaris tak pernah keluar dari rumahnya. Ia tak pernah menghirup udara segar seperti ini. Ia juga tak pernah merasakan terpaan sinar matahari yang begitu hangat di kulitnya. Hinata benar-benar tak percaya jika yang dilihatnya sekarang sebenarnya hanya tampilan grafis komputer buatan manusia. Benar yang dikatan orang-orang di forum. Ini terlihat begitu nyata!

"Ini kebebasan yang selama ini aku impikan," gumam Hinata.

Saking asiknya melihat keindahan desa Konoha, kaki-kaki Hinata telah membawanya ke sebuah bukit. Dari sanalah ia bisa melihat hamparan sawah yang menghijau. Hinata menarik nafasnya dalam-dalam, seolah tak mau melewatkan segarnya hawa yang ia rasakan.

Kenyamanan Hinata terganggu saat seseorang mendorong badannya hingga ia tersungkur ke tanah.

"Apa yang kau-"

BOOOMM!

Hinata tak sempat menyelesaikan kalimatnya saat sebuah kunai dengan kertas peledak meledak tepat di tempat berdirinya tadi. Kalau saja ia tak didorong, mungkin Hinata akan mati.

Hinata lalu memperhatikan kalau orang yang tadi mendorongnya adalah seorang laki-laki berambut pirang rancung serta punya tanda lahir seperti kumis kucing di kedua sisi pipinya. Dilihat dari protektor di keningnya, ia juga shinobi Konoha.

Sebelum Hinata sempat bicara, sosok dihadapannya langsung menggendong badan Hinata, bridal style. Lalu ia membawa Hinata memasuki hutan. Sepersekian detik kemudian, terdengar rentetan ledakan lain di belakang mereka.

Hinata panik, tak tahu harus berbuat apa.

Game ini benar-benar gila!

Ia baru saja log in dan langsung dihadiahi ledakan bertubi-tubi. Belum lagi sekarang ia berusaha menahan rasa malunya. Hinata tak biasa berinteraksi dengan orang lain. Selama ini hanya Hiashi saja orang lain yang pernah Hinata ajak bicara, tentu saja Hanabi, Izumo dan Kotetsu tidak termasuk. Sekarang, sosok asing berambut pirang ini malah seenaknya menggendongnya padahal mereka belum kenal satu sama lain. Ini membuat detak jantung Hinata memacu sangat cepat.

"T-turunkan aku.." kata Hinata terbata-bata, masih menahan rasa malunya.

"Kalau aku menurunkanmu, shinobi-shinobi itu akan meledakkanmu berkeping-keping," kata sosok itu datar.

Hinata akhirnya membatalkan permintaannya. Ia baru memulai game ini, masa baru beberapa menit saja langsung mati? Apalagi Hinata dengar kalau sekali saja mati dalam game ini, waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali avatar adalah selama 3 hari. Selama itu player tak bisa log in ke dalam game. Lamanya resurrection time dalam Shinobi Online bukan tanpa alasan. Alasan yang paling utama adalah agar player tak menyia-nyiakan nyawa avatar-nya. Mereka dituntut untuk serius dan tak menyia-nyiakan nyawa mereka.

Hinata akhirnya hanya terdiam dalam pangkuan remaja pirang tersebut sambil terus berusaha menahan rasa malunya. Ia pun akhirnya tahu kalau ternyata sosok tersebut membawanya ke pusat desa Konoha, terlihat dari gerbang kayu besar berlambang Konoha yang menyambut mereka.

Begitu memasuki desa, remaja pirang itu menurunkan Hinata dengan hati-hati. Ia kemudian memperhatikan Hinata dari ujung rambut ke ujung kepala. Diperhatikan seperti itu pipi Hinata terasa memanas.

"Biar kutebak, kau newbie?" tanyanya.

Hinata mengangguk cepat.

"Ah sudah kuduga. Mana mungkin player lama bermain-main sendirian di dekat perbatasan desa bunyi. Akhir-akhir ini banyak sekali player baru dalam game ini," gumamnya, terdengar seperti keluhan di telinga Hinata.

Hinata baru ingat, dalam buku manual, ia tadi membaca jika dalam Shinobi Online, tak semua desa ninja memiliki hubungan diplomatis. Hinata baru mengerti, berarti yang tadi mengejar mereka adalah shinobi desa bunyi. Hinata agak kesulitan memahami game dengan genre ini, ini tak seperti game yang pernah dimainkannya, ini jauh lebih rumit.

"Kau masih perlu banyak belajar, Hi-na-ta." Remaja pirang itu terkekeh, lalu memamerkan cengirannya.

Hinata tersipu mendengar remaja pirang itu memanggil namanya dengan cara dieja. Tapi Hinata menyadari sesuatu. "K-kau tahu namaku?" tanya Hinata polos.

"Astaga, hal seperti itu saja tak tahu?" tanya si pirang tak percaya.

Hinata menggeleng.

Remaja pirang itu kemudian menunjuk ke atas kepalanya. Hinata mendongak mengikuti arah telunjuk remaja pirang itu. Nampaklah nama remaja pirang itu terpampang di sana, lengkap dengan hit point alias darah yang dimilikinya.

Hinata menyipitkan matanya, berusaha membaca nama yang terpampang di atas kepala si pirang.

"Naruto…" gumam Hinata pelan.

Remaja pirang yang bernama Naruto itu kembali terkekeh.

"Kau benar-benar harus belajar banyak. Berkelilinglah di desa, ada banyak yang harus kau pelajari. Kalau kau mencariku, aku ada di kedai ramen. Aku sudah mengirimkan exchange contact requests ke akunmu, setelah kau mengkonfirmasinya, kau bisa melihat posisiku di peta. Sampai jumpa." Sebelum Hinata sempat menanggapi apa-apa, Naruto sudah lenyap dari hadapannya.

Hinata kemudian buru-buru melihat menu kontaknya. Di sana ada permintaan pertukaran kontak dari Naruto. Setelah Hinata mengkonfirmasinya, ia melihat kata 'teman' di sana. Ternyata Naruto memasukan dirinya dalam kategori 'teman'.

"Teman."

Kata yang sangat jarang diucapkan oleh Hinata.

Hinata kembali memperhatikan detail kontak Naruto. Ia melihat foto bocah itu yang sedang tersenyum lebar. Entah kenapa ada rasa senang yang tiba-tiba saja dirasakan Hinata. Mungkin bagi Naruto dan kebanyakan orang ini hanya hal sepele. Tapi tidak bagi Hinata, ini merupakan hal yang baru.

Hinata telah menemukan teman pertamanya.

Naruto.

To Be Continue…


A/N: Fic baru lagi nih. Idenya dadakan, baru diketik beberapa jam yang lalu. Ini bisa dibilang crossover dengan Sword Art Online, tapi terbatas pada jenis game, alat, dan teknologi yang digunakan saja. Karakter dari SAO ga ikut di-cross, jadi fic ini ga saya masukin ke kategori Crossover. Semoga hasilnya bagus. Di dalamnya banyak istilah komputer dan game, ah tapi saya yakin reader udah pada ngerti. Niatnya emang kepengen bikin di kategori genre yang jarang: Sci-Fi. Jangan lupa review yaaa…

Arigatou

-rifuki-