Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome

Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5

Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu

.

.

.

Chapter 5:

Ranmaru and Jeanne d'Arc

.

Diambil dari dongeng Romeo dan Juliet

.

.

Dahulu kala, di sebuah kota gaje di dalam fict ini. Hiduplah 2 keluarga yang selalu bertengkar, tidak siang, tidak pagi, ataupun malam. Keluarga itu adalah keluarga d'Arc dan keluarga Kirino.

Keluarga d'Arc adalah pengusaha angkot yang terkenal minta ampun sampai-sampai membuka cabang di seluruh wilayah. (angkot kok bercabang)

Keluarga d'Arc mempunyai sepasang anak laki-laki dan perempuan. Kenapa cuma dua?

Itu karena keluarga d'Arc menyesponsori iklan KBIE (Keluarga Berencana di Inazuma Eleven)

Sang kakak bernama Charles, dia lumayan terkenal karena memiliki wajah yang begitu WOW, sampe katanya sih, kecebong aja jatuh hati ke dia, tapi kalo ditanya tentang pendapat Author, dia pasti bakalan tepar sambil mengeluarkan buih.

Gara-gara itu pula, dia di jauhi oleh para gadis di tempatnya kuliah. Bahkan 99,9% dari penembakannya ditolak mentah-mentah. dan 0,1% tidak ditolak dan tidak diterima. Jadi Si cewek hanya mengira kalo itu cuma buat latihan acting

Berbeda dengan sang adik yang bernama Jeanne, dia memiliki wajah yang sangat cantik dan dia bersama kakaknya bagaikan langit dan neraka (itu artinya Charles itu jeleknya nauzubillah).

Sedangkan Ranmaru yang berasal dari keluarga Kirino, merupakan anak dari juragan gerobak sampah yang tak laku. Saking gak lakunya, sampai ada 50 gerobak sampah yang nganggur halaman rumahnya.

Gara-gara itulah keluarga Kirino sangaaaaaaaaatlah miskin. Gara-gara kedua keluarga itu bermusuhan dan saling tak ingin membantu, tubuh Ranmaru menjadi sangat kurus seperti cacing yang kepanasan dan kulitnya berwarna amaaaaaaat sangaaaaaaat hitam. (enggak kok, putih mulus ^^u)

Dan gara-gara itulah rambut Ranmaru yang SEHARUSNYA lembut dan panjang sekarang jadi gimbal dan keras seperti sapu injuk. Karena hal ini, banyak orang menyangka kalo Ranmaru itu aslinya turunan negro (Author langsung ganti foto profile dari Kirino jadi Aphrodi).

Suatu hari Ranmaru dan Jeanne bertemu, dan mereka langsung jatuh cinta (Jeanne dirimu masih ingin sama orang negro itu!?).

Mereka tahu bahwa keluarga mereka saling bermusuhan dan pastinya tidak akan merestui hubungan mereka. Maka dari itu, mereka merahasiakan bahwa dia berasal dari keluarga d'Arc dan Kirino


Pada suatu hari Charles menyatakan cintanya pada seorang gadis, tapi sayang bukan menjawab 'ya atau tidak', gadis itu malah berlari ke kantor polisi. Mengapa demikian?

Soalnya, pada saat menyatakan cinta, Charles pake acara bawa-bawa tali. Gadis itu menyangka bahwa tubuhnya akan digantung sama Charles, makanya kabur.

Akhirnya Charles menjelaskan kepada polisi, bahwa sebenarnya itu adalah tali pengikat anjingnya yang sebenernya Author aja gak tahu kenapa dibawa-bawa. Setelah paham, dia yang sebenernya mengajak jalan-jalan anjing kesayangannya, baru sadar kalo anjingnya itu telah kabur. Dan karena kejadian ini, dia terpaksa pulang tanpa ada yang menemani.


-Di kamar Jeanne-

"SIALLLLLLL! kenapa nasib gue sial-sial banget sih!" teriak Charles yang depresi.

"Kakak sih…masa gak nyadar seberapa ancurnya wajahmu." Kata Jeanne sambil menulis fanfiksi di komputer kesayangannya.

"Heh, Jeanne serem-serem gini, jelek-jelek gini, lebih parahan Someoka lage! Semua orang juga tahu itu ya kan penonton!?" teriak Charles sambil pake acara nanya penonton.

"IYA! SOMEOKA ITU YANG PALING PARAH!" teriak penonton dengan begitu rusuhnya

"Terserah deh, kak. Bodo amat mikirin masalah kakak!" jawab Jeanne ketus.

tiba-tiba bel keluarga d'Arc berbunyi tanpa henti, ntuh orang kok ndeso banget sih, kayak baru pertama kali mencet bel deh

"Tuh orang siapa sih? katrok banget, mencet bel sampe berpuluh ribuan kali. (lho? kamu hitung!?)" Tanya Jeanne dengan wajah kesal.

"Ada tamu malah dicibirin, bukain pintunya sono!" suruh Charles

"Abang sajalah paling-paling promosi langganan koran, kalo liat abang biasanya langsung kabur"

Charles pun mencibir kesal dan langsung pergi ke sumber suara bel itu.

Bel terus dipencet dengan begitu nafsunya. Sepertinya si pemencet bel ini beneran katrok deh.

'Hii, kok Jeanne lama banget sih? habis ngapain aja sih?' gumam Ranmaru kesal sambil memencet tombol rumah Jeanne.

"Heh, tukang koran! berisik banget sih! Gak tahu gue lagi stress" teriak Charles kesal sambil membuka pintu dan memasang wajah garangnya.

"BSBSANDADIUDJDJS! HII! EMAK! EMAK! MAYDAY! GOOD DAY! ADA SETAN!" teriak Ranmaru gaje sampe nyakar-nyakar tembok gara-gara ngelihat wajah Charles yang mengalahkan wajahnya hantu.

"Heh! kucing sarap! gak usah dikatain dengan frontal kayak gitu napa? Gue juga udah tahu soal itu. Oh ya, lu kesini mau ngapain? Mau ketemu adek gue ya?" tanya Charles dingin

"Ahaha… iya masbro. Saya kira tadi gorila." ujar Ranmaru agak bersyukur

"Apa?" Tanya Charles sambil memberi deathglare.

"Emm... nandemo nai." Jawab Ranmaru pasrah sambil berkeringat dingin


"Oh, Jeanneku tak sayang eh, maksudnya tersayang… apa sayangku gak kangen sama sama aku?" teriak gaje Ranmaru sambil berlari memeluk Jeanne.

Tengah sedang berlari, tanpa sengaja dia menarik kabel komputer Jeanne dan menyebabkan fanfiksinya hilang dari draft-nya

"Oi, PervRan kemana aja sih kamu itu!? udah seminggu ga ketemu, sekarang malah nyabut kabel komputerku sebelum aku ngepost fict terbaruku yang judulnya 'Ranmaru and Jeanne d'Arc'! (itu mah judul fict ini tante)" Jawab Jeanne dengan deathglare sambil menolak pelukan Ranmaru.

"Ahaha… gomen coy, aku di suruh kerja, Jeanne…Tsurugi si salah satu karyawan yang ngangkut gerobak sampah itu, sedang sakit jadi babeh nyuruh aku jadi supir sementara," Jawab Ranmaru sambil berswetdrop ria.

"Tapi kok gak ngehubungi aku kalo kamu lagi sibuk?" Tanya Jeanne

"Biasalah, kamu tahu kan kalau aku gak punya duit, sebagai permintaan maaf, aku nyanyikan lagu buat Jeanneku yang tak sayang…"

ima ashita e, jiyuu ni ketsuide

Jiyuu no mamoru, tame ni

Saking asyiknya nanyi lagu Ashita no Field yang sebenarnya gak nyambung dengan niatnya nyanyi tadi, Ranmaru tidar sadar jika hp-nya terjatuh dan masuk ke kolong bawah komputer Jeanne.

Jujur, sebenarnya itu bukan hp asli Ranmaru beli sendiri. Itu adalah hp pemberian Jeanne karena saking miskinnya Ranmaru, dia sampe gak punya duit buat beli.

Kenapa kok Jeanne mau ngasih? soalnya dia kesal dengan kelakuan Ranmaru yang jarang ngasih kabar layaknya bang toyib. Sehingga Jeanne ngasih hp-nya pada Ranmaru. Memang wajar sih, Jeanne yang kaya kan punya banyak hp.


pukul 13.00 WIE (Waktu Inazuma Eleven)

Setelah berjam-jam bernyanyi lagu aneh yang campur aduk antara lagu klasik, dangdut, keroncong, anime, dll, akhirnya Ranmaru pulang.

"Jeanne, gue mau bikin sambel terasi nih! Beliin terasi di warung mang Endou!" Teriak Charles sambil memotong cabe di dapur.

"Iyaaaa, bentar aku lagi dandan nih…" teriak balik Jeanne

"Halah, ke warung aja pake acara dandan, udah sana cepet pergi!"

Setelah Jeanne pergi ke warung mang Endou, tiba-tiba hp Ranmaru yang terjatuh berbunyi.

DASAR KAU KEONG RACUN BARU KENAL NGAJAK TIDUR…

"Eh, MAMA COPOT! AYAM! AYAM! Gila, suara apaan sih tuh?" teriak kaget Charles sambil pake acara latah juga.

Dia menemukan hp Ranmaru yang berbunyi itu.

"Lho? ini kan hp anak itu…"

Charles yang melihat layar hp itu

Pada layar LCD-nya tertulis 'best friend'. Setelah membaca nama si penelpon, dengan cepat ia pun mengangkatnya

"Halo!?" ucap Charles dengan nada dingin.

"Ranmaru~"

terdengar suara perempuan dengan senangnya memanggil nama pemilik hp itu.

"Siniin Haruna-san! ini kan hp aku, kalo mau telepon sono pake hp sendiri" teriak seorang pemuda dari pihak penelpon.

"Gomen Ranmaru, ini nih Haruna-san ngeganggu terus. Ngomong-ngomong lama banget sih ngangkatnya? bukannya kamu mau curhat, aku tunggu kok ga telepon. Katanya kamu tadi pergi ke rumah Jeanne, ya?".

Charles kebingungan dengan ucapan di penelpon

"Ini siapa?" Tanya Charles dengan muka durja.

"Lho? ini Ranmaru, kan?"

"Bukan, ini kakaknya Jeanne. Kayaknya dia ngejatuhin hp-nya disini."

"Oh, ini Takuto, teman baiknya… Ranmarunya masih disitu gak, bang? Tapi, ini keren lho bang. Saya gak pernah nyangka aku bakalan ngomong sama kakaknya. Tapi kata Ranmaru bisa gawat kalo dia ketahuan sama kakaknya Jeanne yang mirip gorila itu, kalo sebenernya Ranmaru itu dari keluarga Kirino. Katanya dia sih, dia bakalan di jadiin kambing bakar kalo ketahuan… haha lucu ya…" ucap Shindou Takuto asal.

"Apa katamu?" tanya balik Charles

"Tadi kataku abang mirip kingkong." jelas Takuto santai

"Bukan itu yang gue tanyakan, dia dari keluarga Kirino?"

"Iya namanya kan Ranmaru Kiri…no… Ooooppppsss! Gomen saya salah ngomong!" kata Takuto panik.

"Ahhh.. Takuto kamu kebanyakan ngomong tuh, jadinya kelepasan kan!?," terdengar suara Haruna teriak-teriak kepada Shindou

"Ahaha, maaf kak udah ngeganggu… ja ne." Takuto langsung menutup teleponnya tanpa memperpanjangkan percakapannya.

TUT TUT TUT TUT

"Dasar anak ingusan, bau kencur kurang asem berani-raninya ngebohongi Charles d'Arc ini!" teriak Charles dengan amarah yang tidak tertahankan.


Malam harinya Ranmaru datang berkunjung lagi, tapi kali ini scene-nya berbeda dengan kemarin sekarang dia berada di luar rumah dan Jeanne berada di balkon kamarnya supaya lebih mesra. Katanya sih pingin mirip dengan cerita Romeo dan Juliet. (padahal sadarkah dirimu kalau sebenernya ini diambil dari kisah Romeo dan Juliet?)

"Ohhhhh… Jeanne, kau bagaikan cairan empedu dihatiku, selalu berada di dalam hatiku dan tetap disana… (gak bisa diganti dengan perumpamaan lain ya? ==)" kata Ranmaru sambil menjulurkan tangan kanannya dan mengapit tangkai bunga merah di mulutnya. (gimana cara ngomongnya?)

"Ih, jijik ngedenger kata cairan empedunya, ngerti gak sih Ran?" ujar Jeanne sambil sweatdrop.

"Setangkai bunga bangkaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiii ii… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiii yang kuberikan kepadamu, di malam ini… Jeanny beautiful, beautiful, beutiful, Jeanny cantik, cantik kan jadi bidadariku" Dengan riangnya, Ranmaru menyanyikan lagu dangdut + lagu cherry belle sambil menari tarian ngebor yang gak karuan yang juga dicampur dengan beberapa gerakan chibi-chibi.

Gara-gara hal itu pula, terjadi gempa 6,5 skala richter yang menyebabkan seluruh warga kota Inazuma Eleven menjadi panik dan berhamburan keluar.

Tiba-tiba lewat seorang anak kecil bersama ibunya yang habis pulang belanja.

"Mama, mama ada orang aneh…" Seorang anak kecil yang melintas bersama ibunya menunjuk Ranmaru yang asyik menari acak-acak.

"Jangan dilihat!" Sang ibu itu menutup mata anaknya. "Ayo pulang, bahaya disini ada orang gila." Ibu itu pun mengendong anaknya dan berlari terbirit-birit ketakutan.

Sementara itu…

"Sialan anak itu, sudah mempermainkan Charles d'Arc yang gagah perkasa ini," omel Charles yang sedang duduk pojok kamarnya.

Saat itu, Jeanne belum mengetahui bahwa Charles sudah mengetahui rahasia Ranmaru.

"Dieeee… Pig!" teriak Charles sambil berkomat-kamit mengeluarkan mantra peletnya sambil menusukan paku pada sebuah boneka yang di beri nama 'RANMARU'

Tapi sayang santet Charles tidak mempan pada Ranmaru, malahan nyanyiannya makin besar dan terdengar di daerah Hokkaido sono.


-Di Hokkaido-

"Yu-yukimura, kamu kenapa? kok lemes gitu?" Tanya Fubuki Shirou sambil rada sweatdrop gara-gara ngelihat Yukimura sedang muterin kepalanya layaknya lagi asyik ngeniruin trio macan

"Ah, gak kenapa-napa sih… cuma tiba-tiba kepalaku pusing setelah mendengar suara aneh yan makin lama makin terdengar jelas," jawab Yukimura Hyouga sambil dugem *plak maksudnya geleng-geleng T^T

"Masa sih? aku gak denger apapun kok." kata Shirou kebingungan.

"Coba Fubuki-senpai dengarkan dengan seksama. Ada suara parah yang muncul kok."

"Se… tang… kai… bu... nga... bang… kai"

"Ahhhh! Iya, terdengar! hoekkkkk… gila! lebih parah dari pada dangdutannya Author! hii! aku jadi mau muntah!" teriak Shirou sambil jingkrak-jingkrak dan berlari-lari ke kamar mandi karena tidak kuat mendengar suara itu. Tak lama kemudian Yukimura sudah tepar sambil mengeluarkan buih dari mulutnya.

"Setangkai bunga bangkaaaaaaaaaaaiiiiiiii… Jeanny beautiful, beautiful... begadang, jangan begadang~" Ranmaru masih asyik dengan lagu sedeng bin ababilnya dan tarian patah-patahnya seperti cacing kepanasan.

#BLETAKKKKKKKK!

Tiba-tiba Ranmaru berhenti menyanyi karena Ranmaru dan merasakan sesuatu mengenai kepalanya. Ternyata sesuatu yang terkena kepalanya itu adalah hp-nya.

"Lho sejak kapan hp-ku ada disini?" Tanya Ranmaru kebingungan.

Dan yang melemparnya itu adalah Charles dengan wajah yang seram makin dekat makin angker tuh wajahnya.

"Anak kurang ajar!" teriaknya geram

"Hah? Maksudmu?" tanya Ranmaru kebingungang

"Sialan! jangan pura-pura gak tahu ya!? Berani banget lu membohongi gue, gue tahu kalo lu berasal dari keluarga Kirino!" teriak marah Charles.

"Hah!? k-kok bisa tahu?" Tanya Ranmaru yang gemetaran dan gelagapan.

"Teman lu yang namanya Takuto itu yang ngasih tahu!" jelas Charles masih dengan nada yang lumayan tinggi.

Rakyat Hokkaido yang masih bisa mendengar ini, merasa kalo sebenernya ada radio alam yang berbunyi dari tadi

"APUAAA!? kenapa Takuto ngasih tahu sih!? eh, bang! gue numpang telpon!" teriak Ranmaru kesal

"Oh, itu telponnya didalam. SALAH! SALAH! PAKE HP LU SENDIRI! ARGH! YANG LEBIH PENTING! HYAAHHH! DIE, PIG!" Charles mengejar Ranmaru untuk memukulnya dengan senjata andalannya, sapu lidi.

"NOOOOO!" teriak Ranmaru alay sambil lari-lari sana-sini.

"Kakak! Jangannnnnn!" teriak Jeanne sambil lompat-lompat ditempat sempat hampir jatuh sih, tapi gak jadi berkat Author.

"Dasar tak tahu malu!" teriak Charles sambil memukul Ranmaru dengan sapu lidi senjata andalannya itu.

"Ampuuuuuuuunnn emaaaaaaaaakkk!" teriak Ranmaru meringis kesakitan.

"Emangnya gue emak elo!? udah! balik sono!" usir Charles sambil memberikan pukulan super untuk mengusir Ranmaru secara instan

Akhirnya Ranmaru pergi menjauh dari kediaman d'Arc. Setelah kejadian itu Hiroto dan Midorikawa mengetahui bahwa putrinya berpacaran dengan Ranmaru yang berasal dari keluarga Kirino. Kemudian, karena hal itu, Jeanne terpaksa mencermati ceramah yang keluar selama 7 hari 7 malam non stop.

Dan, agar kejadian ababil itu tak terulang, mereka mengurung Jeanne di kamarnya dan menyita semua hp-nya dan juga memutuskan untuk menikahkan Jeanne dengan orang lain.

Saat keluarga d'Arc tertidur nyenyak, Jeanne berniat untuk kabur. Untungnya jendela balkonnya tidak terkunci sehingga Jeanne bisa kabur lewat sana dengan melompatinya.

"Hahaha… untung aku udah belajar ilmu maling dari Author" puji Jeanne pada dirinya.


Sedangkan Ranmaru sedang menunggu Jeanne di tempat biasa mereka bertemu.

Dengan kekuatan naskah Author, dia tahu bahwa Jeanne bakalan datang menyusulnya di sini.

"Maaf-maaf, aku kelepasan bicara…" kata Takuto dalam telepon.

"Arghhh, gara-gara lo sih! aku lagi seneng-senengnya pacaran ama Jeanne, malah jadi gini…" ucap Ranmaru kesal.

"Makanya aku minta maaf, oh ya sekarang Haruna-san sedang membuat makan malam, kamu mau ikut gak?" Tanya Takuto dengan santai

"Bisa-bisanya kamu bicara santai disaat aku menderita gini!? Aku benci kau! Jangan pernah telepon dan sms aku lagi!" teriak Ranmaru sambil menutup telepon dengan logat kecewekan sama seperti penampilannya.

TUT TUT TUT TUT

"Lha? malah di tutup." ujar Takuto dengan nada agak bingung.

"Takuto, Ranmaru jadi ikut gak makan malam sama kita?" Tanya Haruna dari dapur .

"Kalo ga salah sih, katanya dia ada acara sama keluarganya," Jawab Takuto dengan polosnya (arghhhh! Takuto-kun kamu jadi OOC banget!)

"Haa, sayang sekali ya... padahal aku sudah memasak dengan susah payah…" ucap Haruna sambil meletakkan kare buatanya di meja. Meskipun dibilang kare itu tak terlihat seperti kare, karena warnanya hitam dan muncul gelembung-gelembung pada kare tersebut.

Kita kembali ke cerita Ranmaru…

"Haduh, kok Jeanne lama banget sih?" ujar Ranmaru mulai kesal.

"BANDREKKKKKKK…" datanglah tukang bandrek.

"Bang, beli dua hehe buat Jeanne nih, pasti dia kedinginan. Satunya berapa, bang?" Tanya Ranmaru.

"Biasa 2000-an…"

"Oke-lah…" Ranmaru mengambil uang di sakunya tapi ternyata dia punya uang pas 2000.

"Ah, bang gak jadi beli dua, satu ajalah, hehe" ujar Ranmaru sambil menggaruk kepalanya yang ketombean (padahal rambutnya halus dan bagus)

"Ya elah, jadi gak ikhlas nih ngasihnya. Pake recehan sih." kata tukang bandrek kesal sambil nerima sepuluh biji uang 200-an dari Ranmaru.

Tak lama kemudian datanglah Jeanne.

"Ranmaaarrrrruuuuuuuu…" Teriak Jeanne mendekatinya

"Oh, hai Jeanne…" jawab Ranmaru sambil menikmati bandreknya

"Kok gak bagi-bagi sih? Ranmaru pelit ah! hiks… hiks…" isak Jeanne setelah melihat bandrek yang Ranmaru minum

"Maaf Jeanne… uangnya pas-pasan sih, biar aku beliin, mana duitnya?" ujar Ranmaru sambil menengadahkan tangannya meminta uang dari Jeanne

"Gak jadi ah, aku kepengennya yang gratis. Oh ya, bukannya kita kesini mau ngomongin hubungan kita? Kok malah jadi saling lupa sih?" ucap jeanne sambil menampilkan wajah cemas.

"Oh, iya ya…" ujar Ranmaru dengan santainya

"Papih dan mamih aku sudah tahu hubungan kita, gimana nih…aku bakalan di nikahkan sama Tenma anaknya mang Endou…" jelas Jeanne masih dengan ekspresi cemas

"WHAT!? AND THE KAWAT MUKA LO KAYAK TOMAT!? anaknya mang Endou!? haduh gimana nih? aku punya utang sama mang Endou, udah sebulan gak dibayar…" teriak Ranmaru kaget.

"Haa Ranmaru ini gimana sih? aku serius nih! ah! kita kabur dari sini aja yuk!" ajak Jeanne

"Percuma kita kabur juga. kamu tahu kan abangmu itu amat dikenal semua orang, mau kemana kita pasti ketahuan, Charles itu terkenal dengan ke-seram-an-dan-kejelekannya, jika dia bikin pengumuman orang ilang pasti orang-orang ketakutan dan diberitahu dimana lokasi kita sekarang…"

"Oh iya ya..." jawab Jeanne sambil angguk-angguk.

"Liat nih tanganku, sampe bengak-bengkak di pukulin abangmu… aduhhh sakitnya minta ampun udah seminggu belum sembuh-sembuh nih. Kayaknya, nih bengkak bakalan membengkas nih… aduhhh, aku bakalan gak laku nih kalo tanganku jadi jelek gini," gerutu Ranmaru sambil mengelus tangannya.

"Itu kah udah dari sananya," ledek Jeanne yang mulai kesal dengan Ranmaru

"Meskipun gitu kamu suka kan sama aku kan? hehe." ujar Ranmaru sembari memberi senyum mesum

"Kalo gak ada jalan, gimana kalo kita bunuh diri saja?" Tanya Jeanne sambil mengeluarkan dua botol racun.

"Hah!? bunuh diri!? Gak mau! kata pak ustad (?) kalo bunuh diri bakal masuk neraka," tolak Ranmaru dengan kekanakan

"Sejak kapan kamu taat agama? Lagian, emangnya kamu mau terus diburu abang aku sampe ujung dunia dan terus dipukulin sama sapu lidinya?" tanya Jeanne kebingungan


-Di kediaman d'Arc-

"APAAAAAAAAAAA!? Jeanne kabur!?" teriak Charles terkejut

"Cepat sana cari adekmu?" perintah Hiroto sambil menendang Charles keluar. (gak perlu segitunya lagi... ==u)

"Ouch, Aduuuh... papih malam gini suruh anaknya berkeliaran, ga takut diculik?" tanya Charles dengan alaynya

"Siapa yang berani nyulik lu? Palingan lu yang jadinya nyulik anak orang, cepat pergi! nanti keburu jauh tuh adekmu…" ucap Hiroto kembali mengusir anaknya.

"Ogah!" jawab Charles ketus

"Beraninya lu ngelawan orang tua…" Hiroto mulai menampilkan wajah garangnya (hiroto bisa marah ya?)

"Emang papih udah tua. Tuh, liat tuh rambutnya udah ubanan dan keriputannya banyak banget." ujar Charles dengan gak konek

"Ya udah kalo lu ga mau, papih ambil kunci motor lu, biar tahu rasa lu…" kata Hiroto mengancam Charles.

"Argh, sialan! dasar kakek-kakek tua!" teriak kesal Charles


Saat itu Charles langsung pergi untuk mencari adiknya dengan motor scoopy pink-nya.

Tiba-tiba bulu kuduk Ranmaru langsung merinding merasakan firasat buruk tentang akan datangnya si setan satu itu.

"Bagaimana Ranmaru? Mau gak?" Tanya Jeanne lagi.

"Ya udah bunuh diri aja, biar Jeanne yang tanggung dosanya," kata Ranmaru sambil menerima botol racun dari Jeanne.

"Kok, aku nanggung dosa lu sih? Dosanya tanggung sendiri-sendiri lah!" ucap jeanne agak kesal

Merekapun bersama-sama meminum racun dari botol mereka masing-masing.

Beberapa saat kemudian…

"Lho? kok aku gak mati-mati?" tanya Ranmaru yang kebingungan.

"Ah, mungkin aku terlalu tampan sehingga racun pun kalah dengan ketampananku... hahaha" ujar Ranmaru dengan narsisnya. (mas, kamu itu bukan tampan, tapi cantik ==u)

Ranmaru melihat Jeanne yang sudah terbaring dan wajahnya yang putih menjadi pucat sekali di tanah. Pandangannya beralih pada botol yang dia minum dan pada labelnya terbaca 'ini obat kuat'.

"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!?" teriak Ranmaru yang terkejut.

"Pantesan gak mempan, ini kan obat kuat… haa Jeanne, kok bisa-bisanya sih dia salah beli obat?" keluh Ranmaru.

"Jeanne, tunggu aku. Aku akan beli racun asli, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan menyusulmu. Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian di neraka. Biarkan aku juga menemanimu di neraka. Sampai kapan pun cinta kita tak ada yang bisa memutuskannya, walaupun itu kakak gorila milikmu." Kata Ranmaru sambil berlari menuju kota.

Tiba-tiba Jeanne terbangun. Ketika dia membuka matanya Ranmaru sudah tidak ada.

"Ranmaru, dimana kamu?" tanya Jeanne kebingungan

Lho? Jeanne masih hidup. Ternyata... setelah diselidiki obat yang dia minum itu obat tidur.

"Aduhhhhhh! kok gak ada toko obat yang buka sih!?" teriak Ranmaru alay

"Ya-iyalah, tengah malam gini mana ada toko yang buka," Jawab author numpang nongol sambil sweatdrop.

"Woi author! lu kan tampil bukan di adegan ini! pergi sana!" Ranmaru nendang author.

Author yang tidak terima menendang balik Ranmaru yang mulai aneh itu

Tiba-tiba lewat empat orang gadis

"Hei, tahu gak tadi Tenma anak mang Endou ngajak aku berkencan lho," kata gadis bernama Aoi.

"Ahhh!? masa? aku iri deh dia kan LUMAYAN tampan, walaupun gak setampan Shin-sama. Oh ya, Tenma itu siapa?" kata Akane temannya.

"Masa kamu lupa!? dia kan teman sekelas kami, dan adik kelas Akane-senpai!" marah gadis ketiga, Kinako

"Iya, masa kamu lupa sih? kejamnya dirimu Akane!" teriak gadis keempat dengan sok dramatis, Midori

"Ha? Oh iya ya…" Akane angguk-angguk asal, gak tau dia ngerti atau tidak.

"Hai, quartet manager!" sapa Ranmaru sambil mendekati mereka.

"Oh, kamu Kirino Ranmaru-senpai kan? si anak juragan gerobak sampah," sahut Aoi sambil nunjuk-nunjuk Ranmaru.

"Siapa dia?" Tanya Akane dengan polosnya.

Midori menepuk kepalanya. Kinako bernafas pasrah

"Dasar pelupa! dia kan tetangga kamu, Kirino Ranmaru itu lho!" kata Aoi sambil mencak-mencak yang gak kocak.

"Oh, iya," jawab Akane tersenyum polos sambil menggaruk-garuk kepalanya yang lebih ketombean dari kepalanya Ranmaru.

"Mau gak kalian berempat makan malam bersamaku?" kata Ranmaru SOK KAYAK ORANG KAYA sambil membungkuk dan menjulurkan tangannya pada mereka.

"Tumben kamu ngajak–ngajak makan, biasa kamu bokek melulu," ejek Midori

Karena efek dari obat kuat yang Ranmaru minum, dia berubah drastis dan melupakan tentang Jeanne.

"Ranmaru, dimana kamu? mana dimana, Ranmaruku sayang. Ranmaruku sayang sedang pergi kemana?" tanya Jeanne yang masih kebingungan mencari pacarnya sambil menyanyi-nyanyi gaje.

"AHAHAHAHAHA"

terdengar suara ketawa yang keras dan mirip dengan ketawa buto ijo

Begitu mendengar itu, Jeanne menyadari kalau itu suara adalah suara milik Ranmaru.

Setelah melihat kearah sumber suara, Jeanne tanpa sengaja melihat Ranmaru dengan senangnya sedang memegang bahu Aoi dan Midori yang sebenernya ketiduran gara-gara kebanyakan makan, dengan didepannya ada Kinako dan Akane yang telah tidur dengan polosnya. Di malam dan di jam yang sama, Charles sedang mencari-cari adiknya dengan motor pinky kesayangannya.

"Lho, itu kan," ucap Charles saat melihat Ranmaru yang sedang asyik-asyikan sama 2 manager itu.

"RAAANNNMMMAAAARRRRUUUU!" teriak Jeanne dengan begitu geram.

"Ah, Jeanne… anu... itu... eng... etto... a-aku bisa jelaskan!" ujar Ranmaru panik saat menyadari kehadiran Jeanne yang ditambah dengan di belakangnya ada kakaknya.

Jeanne langsung merebut sapu lidi kakaknya

"Ternyata kamu selingkuh!" teriak Jeanne sambil memukul Ranmaru memakai sapu lidi milik kakaknya.

"Ampunn maaaaaaak!" teriak Ranmaru kesakitan.

Begitulah akhir dari kisah dari percintaan Ranmaru dan Jeanne.

Gara-gara kebocoran identitas pula, akhirnya Ranmaru bermusuhan dengan Takuto. Dan yang ababilnya, sampai sekarang pun Takuto gak tau apa sebabnya Ranmaru membencinya. Lho? terus Charles kemanain?.

Dia kembali melakukan rutinitasnya. Nembak cewek secara random, dan ditolak mentah-mentah oleh cewek itu.

~OWARI~


Behind Scent:

Shirou: dan begitulah kenapa kalo dangdutan itu bisa jadi racun telinga...

All: *sweatdrop*

Fuyuri: ah, okaerinasai to ochikaresama minna

Kirino: diam kau Author ababil

Fuyuri: hmm? dia kenapa sih?

Shindou: itu gara-gara kamu ngebuat dia terlihat begitu parah di ch ini

Taiyou: tapi itu tidak separah aku =3=

Shirou: parahan aku!

Ichirouta: TIDAK! dimana-mana cowok yang dijadiin cewek sampe 2 kali itulah yang dapet nasib paling parah

Aphrodi: aku malah dijadiin maid *merinding* padahal aku cowok sejati *tepar*

Masaki: aku juga parah...

Hiroto: tapi, itu semua hanya berasal dari satu sumber...

IE-chara: *deathglare kearah Author*

Fuyuri: ke-kenapa denganku?

All: *ngegebuk Author*

Kinako: jaaaa~ sekarang kita panggil tamu kita hari ini!

Yukimura: selamat Takahashi Tomoya-chan karena sudah menjadi penjawab pertama untuk game tebak dongeng

Tomoya: aku muncul lagi di salah satu fictnya Fuyu-nee lagi?

Fuyuri: ini semua salahmu yang langsung ngejawab dan pingin ikut terus ==u

Yukimura: kalian saling kenal?

Fuyuri: gimana mau gak kenal? dia kan adik jadi-jadianku, dan mantan teman sekelasku

Taiyou: yah... kirain tamunya bakal orang yang spektakuler =3= gak seru ah...

Tomoya: ampunnn T_T

Kinako: Tomoya-san kok suaranya kayak anak bayi sih?

Tomoya: etto, itu karena...

Fuyuri: Nada kualat gara-gara ngomong pake suara buatan yang kayak anak kecil, jadinya sekarang suaranya gak bisa balik lagi. Nida, yang kembarannya juga gitu

Tenma: aku jadi takut kualat juga deh... OAOu

Fuyuri: dari pada itu, ayo bacakan judul ch berikutnya

Tomoya: baik! biar aku yang bacakan! Jikai, Wandaba Tell. Tunggu! ini dari dongeng apa!?

Wandaba: yey! aku muncul! emak! aku jadi eksis!

IE-chara lainnya: untung bukan kita...

Fuyuri: silahkan berpikir keras untuk menemukan kisah asli dari Wandaba Tell. Semangat ya! ich ni san! Inazuma Fairy Tale!

All: this is the most gaje and worse place in the world. Jaa, mata ne~

Fuyuri: ah! matte matte!

Yang lain: kenapa?

Fuyuri: aku mau minta maaf kepada Roxas13-senpai kalo fict ini hampir mirip kayak fict senpai. Yu tidak bermaksud berplagiat ria. Tapi waktu ngetik, entah kenapa hasilnya malah jadi hampir mirip gini , *deep Bow*

Yang lain: jaa, tolong dimaafkan. dan sampai jumpa di ch berikutnya XD

review?