Disclaimer: Tokimeki Memorial Girl's Side 2nd Season adalah properti milik Konami.

Timeline: Kapan aja boleh, sih. Setelah kelulusan dari Hanegasaki yang jelas. Haha.

\(^0^)/

Karena "Oke" Terlalu Mainstream

\(^0^)/

"Kosaka, maaf, ya," ucap sosok tinggi di sampingku, "Kita jadi terjebak hujan begini."

"..Huh? Oh, nggak apa-apa kok, Tatsuko-san. Kan bukan salah Tatsuko-san kalau hujannya belum berhenti juga," aku tersenyum.

Sosok yang kupanggil Tatsuko-san itu menghela napas, "Tapi aku yang mengajakmu keluar. Aku juga lupa membawa payung."

Tatsuko-san lupa membawa payung memang benar-benar kebetulan yang tidak menguntungkan. Dia adalah tipe yang bisa diandalkan dan memancarkan aura seorang 'kakak', berbeda denganku. Kalau aku sih, memang selalu melupakan macam-macam. Payung hampir selalu lupa. Tapi dulu pertama bertemu Akagi-kun juga karena lupa bawa payung, sih. Saputangan pun lebih sering ketinggalan. Beda banget deh dibandingkan dengan Tatsuko-san.

Aku tertawa menanggapi Tatsuko-san, "Memang kelihatan banget ya kalau aku pasti nggak membawa payung?"

Mata Tatsuko-san melebar terkejut, "Sorry, sorry, nggak bermaksud. Tapi ya begitulah. Saputangan hari ini dibawa?"

"Nggak juga," jawabku dengan senyum lebar.

Dengan butiran keringat yang turun di dahinya, Tatsuko-san hanya bisa berkata, "Dan kamu terlihat sangat bangga…"

Kita pun kembali menatap hujan yang masih turun dengan stabil. Tatsuko-san mulai memandang jam tangannya, "Kalau begini terus, mungkin sebaiknya aku menembus hujan untuk membeli payung."

Aku menatap Tatsuko-san. What? Tatsuko-san memang benar-benar seorang 'kakak'…

"Kalau begitu, kita tembus saja hujannya sama-sama. Sudah malam juga, kan," saranku.

"Nanti kita basah berdua. Lebih baik aku membeli payung lalu kembali ke sini menjemputmu. Seenggaknya kan kamu nggak basah."

Tatsuko-san ini…

"Toudou. Kosaka."

Aku menoleh ke arah suara baru yang terdengar sangat berat itu. Sosok sangat tinggi yang rasanya cocok kalau dibandingkan dengan tinggi Tatsuko-san terlihat mendekati kami. Payungnya yang berwarna biru melindunginya dari curahan hujan yang sejak tadi menahan kami di sini. Aku secara spontan mengalihkan pandanganku kembali ke arah Tatsuko-san.

"Shiba."

Hanya itu kata yang meluncur dari mulut Tatsuko-san. Hmm, kalau mau disumpah boleh deh, tapi aku yakin banget melihat semburat pink di pipi Tatsuko-san. Nah lho…

"Berteduh?" tanya sosok yang dipanggil Tatsuko-san dengan Shiba itu.

Tatsuko-san mengangguk. Wah, jangan-jangan malu ini karena ketahuan tidak membawa payung? Ya kale…

Aku segera mengambil inisiatif, "Shiba-kun bisa tolong antar Tatsuko-san pulang? Sudah malam dan masih hujan."

"Kamu ngomong apa? Kamu kan juga harus pulang," Tatsuko-san mengangkat alisnya ke arahku.

Ups, aku memang kurang cocok berperan jadi gentleman. Tapi masih bisa diterusin kok, "Nggak apa-apa. Nanti aku minta jemput Teru. Lagipula payungnya Shiba-kun kan nggak cukup untuk kita bertiga, Tatsuko-san."

"Rumahmu di mana, Toudou?" tanya sosok yang memang tidak banyak berbicara itu.

Tatsuko-san langsung memutar kepalanya ke arah Shiba-kun. Err, bukannya benar-benar diputar juga, sih. Tapi cepat banget, aku jadi khawatir Tatsuko-san akan keseleo leher…

Daaan, setelah banyak argumen, atau lebih tepatnya aku diceramahin macam-macam, akhirnya keputusan diambil. Shiba-kun memang gentleman sejati, deh…

"Mengerti? Jangan pulang kecuali Saeki benar-benar menjemput. Kamu masih ada nomorku, kan?" tanya Shiba-kun dengan nada tegas.

"Iya," aku hanya bisa mengangguk. Dikelilingi dua orang yang sangat bisa diandalkan ini rasanya…

Belum sempat aku menyelesaikan pikiranku, sekarang giliran Tatsuko-san, "Oke. Hubungi Saeki sekarang. Aku nggak akan beranjak dari sini kecuali sudah jelas kamu memang dijemput dia."

Uh, mudah-mudahan aja Teru langsung setuju untuk menjemputku. Aku pasti dimarahi dulu deh ini. Tapi nggak apa-apa deh.

Membuka hand phone-ku, aku menekan tombol panggilan cepat yang langsung menghubungkanku dengan hand phone Teru. Setelah beberapa nada tunggu, terdengar suara panggilanku diangkat. Aku pun bergerak sedikit menjauh dari Tatsuko-san dan Shiba-kun.

"…Halo?" terdengar suara malas di seberang sana.

"Teru? Uh, bisa jemput aku nggak? Udah malam banget, terus…"

"…Jemput? Lagi di mana emang?"

"Eh? Umm, lagi neduh di teras coffee shop Koffie…"

"Ngapain di sana jam segini?"

"Kan tadi udah bilang, lagi neduh… Uh, jadi mau jemput, nggak?"

"Salah sendiri jam segini masih di luar."

Teru minta ditimpuk banget deh, "Jadi nggak mau jemput, nih?"

"Menurutmu?"

"Mau. Mau, kan? Mau, dong… Masih hujan lho ini. Udah malam banget pula…"

"Terus kenapa main sampai jam segini?"

"Hujan, Teru sayang…" aku menghela napas menyebutkan kata terakhir tadi, "Ya udah, aku pulang sendiri saja."

Aku menunggu Teru menutup panggilanku sambil berjalan kembali ke arah Shiba-kun dan Tatsuko-san. Nanti aku merepotkan mereka lagi… Aku bilang Teru sudah oke mau menjemput saja, deh.

"Eh, kamu lagi ngapain?"

Teru ternyata masih belum menutup panggilanku. Mungkin dia mendengar suara langkahku, "Eh? Lagi jalan."

"…Kamu serius mau pulang sendiri?" terdengar suara-suara di latar belakang. Seperti suara kain? Seperti suara baju ketika kupakai. Atau… jaket?

"Hah? Ya sama siapa lagi?"

"Malam-malam?" kali ini seperti suara besi? Kunci? Payung?

"Dan hujan," ucapku menekankan kondisiku saat ini.

"…Jangan jalan lebih jauh," aku bisa mendengar suara pintu.

"Hah?"

"Aku sudah berangkat ke sana sekarang," dan terdengar suara panggilan ditutup.

Whaaat? Teru memang selalu mengejutkan. Jadi ini berarti dia menjemputku, kan?

Oh well, bagaimana pun aku memang harus mengabari Tatsuko-san dan Shiba-kun. Lagipula mereka bisa terlalu malam di sini. Aku juga sudah seenaknya meminta tolong Shiba-kun tadi.

Tapi Teru memang… Dasar tsundere. Tsundere itu apa? Coba nanti kita googling, ya…

\(^0^)/

.Kazuya, Nov 20 '12

Fic Indonesia pertamaku di fandom ini! Haha. Didekasikan untuk yang sedang berulang tahun! Yip, yip!

Dan have a happy birthday to Shiba-kun yang berulang tahun pada November 21. Semoga terus menjadi Shiba-kun yang dependable banget, yaaa. Dan selalu dikelilingi hewan-hewan yang membuat Shiba-kun keren banget itu!

Terima kasih telah membaca. Silahkan tuliskan apa yang anda pikirkan setelah membaca fic ini. :kiss: