Warning : T semi M rate, some OC, maybe OOC, typos, ada chara minor.

If you wanna fully understand the story you can read Neverland and Side Story.

Genres : Adventure/Fantasy/Friendship/Humor/Romance.

Pair : Akan diketahui seiring berjalannya alur (berniat SasuSaku). Other hints.

Disclaimer : I do not own Naruto, they're belong to Masashi Kishimoto (except the OC).

This story belong to Riyuki18, dedicate to all reader and please do not copy paste this story without our permission.

Please enjoy it!

.

NEVERLAND 2 : SAVE THE WORLD

Chapter 7

(Back Wings!)

.

.

Chapter sebelumnya Arkhan dan Kaze bertarung melawan Yagura dan mengalami kekalahan. Setelah itu, Marie berhasil menemui Naruto dan berniat untuk menyampaikan berita penting dari Neverland yang menyngkut keselamatan dunia! Sementara itu hubungan Sakura dan Sasuke kurang membaik. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Saat ini Marie sedang berada di rumah Naruto karena kebetulan kedua orang tuanya sedang keluar kota untuk beberapa minggu mengurusi bisnis mereka. Naruto juga mengumpulkan beberapa temannya seperti Neji, Kiba, Shino, Shin, Reika, Shikamaru, Chouji dan Asakura, karena memang hanya mereka saja yang saat itu bisa dihubungi oleh Naruto. Sebenarnya dia juga menghubungi Sasuke dan Sakura tapi belum ada respon dari keduanya sampai sekarang.

"Jangan bercanda! Apanya yang dari Neverland? Bagiku gadis ini terlihat seperti seorang cosplayer yang terlalu terobsesi dengan karakter Marie!" celetuk Kiba sambil mendengus heran setelah mendengar pengakuan dari gadis di depannya ini, yang bilang kalau dia adalah Marie dari Neverland.

"Arghhh! Kalian ini serius! Dia benar-benar Marie dari Neverland!" Naruto benar-benar frustasi. Dia sudah bingung bagaimana lagi caranya untuk membuat teman-temannya itu percaya.

"Bukannya kami tak mau percaya, Naruto… Hanya saja… Kami perlu bukti atas semua omonganmu itu," kata Shin yang tampak sedang berusaha untuk mencerna semua penjelasan Marie.

"Kurasa aku bisa membuktikan kalau aku benar-benar dari Neverland!" sambar Marie yang sepertinya mempunyai ide untuk membuat Shin dan yang lainnya percaya padanya.

Tanpa berpikir dua kali gadis manis itu langsung memperlihatkan beberapa jurus yang dia miliki dan sudah menjadi ciri khasnya di Neverland. Untuk beberapa saat, Shin dan yang lain, bahkan Naruto sendiri sempat terdiam kaku setelah melihat apa yang dilakukan Marie. Tapi setelah beberapa menit, Naruto langsung berteriak histeris.

"TIDAAAAK! KA-KAMARKU HANCURRR!" teriak Naruto saat melihat dinding kamarnya kini jebol dan jadi berantakan akibat jurus yang dilakukan sembarangan oleh Marie.

"Oops… Ma-maaf?" balas Marie yang berdiri di tengah kamar Naruto sambil memasang wajah polos.

"Haaah… Ya sudahlah, kurasa kamarku bisa diperbaiki nanti. Untung saja ayah dan ibuku sedang tak ada rumah! Sekarang intinya apa sekarang kalian percaya, kalau Marie ini benar-benar berasal dari Neverland?" Naruto hanya bisa menghela napas pasrah melihat nasib kamarnya yang sekarang hancur berantakan.

Sekarang pemuda itu menatap semua teman-temannya seolah berkata –apa sekarang kalian percaya?- setelah melihat aksi yang dilakukan Marie barusan.

"Ra-rasanya benar-benar mustahil… " kata Reika yang masih bingung apakah dia harus percaya atau tidak. Tapi apa yang dilihatnya barusan benar-benar suatu kenyataan dan tak ada rekayasa sama sekali.

"Kalau kalian masih tidak percaya aku masih ada satu bukti! Kalian bisa menanyakan mengenai keberadaanku pada Shun, Hery dan Reiki, karena kami pernah bertemu langsung dan mereka juga mengetahui tentang kami yang muncul dari Neverland!" sambung Marie lagi untuk lebih meyakinkan kalau saja mereka masih belum bisa mempercayainya.

"Sepertinya kami mempercayaimu… Jadi bisa kau jelaskan kenapa kau bisa ada disini? Apa terjadi sesuatu di Neverland?" balas Shino yang sepertinya sepakat dengan yang lain untuk mempercayai Marie saat ini.

"Aku kemari untuk membawa kabar kalau dunia kalian sedang terancam bahaya!" jawab Marie yang menyatakan kalau ada sesuatu yang tidak beres yang sedang mengancam dunia Naruto dan kawan-kawan.

"Bisa kau jelaskan lebih spesifik lagi? Apa yang kau maksud dengan dunia kami sedang terancam?" balas Shin yang merasa ada sesuatu hal buruk yang sedang terjadi saat ini dan tengah mengancam keselamatan mereka semua.

"Baiklah, kuharap kalian mau mendengarkannya dengan serius… " akhirnya Marie memutuskan untuk menceritakan semuanya. Dia terlihat begitu serius sampai-sampai suasana di kamar Naruto menjadi sedikit mencekam.


Meanwhile…

.

.

Sementara itu Sasuke yang mengejar 'sesuatu' yang dia lihat terjatuh dari atas langit akhirnya berhasil sampai ke tempat jatuhnya objek tersebut. Ternyata sesuatu yang tadinya dia kira adalah sebuah benda ternyata adalah sebuah sosok seorang pemuda berambut hitam sedikit acak-acakan dengan pakaian berwarna serba hitam. Yang membuat Sasuke sangat terkejut karena sosok itu memliki dua sayap hitam yang menyerupai seperti sayap seekor burung di belakang punggungnya itu.

"Astaga… Apa kau ini manusia? Hey, kau tidak apa-apa?" Sasuke menghampiri sosok tersebut sambil menanyakan keadaan pemuda itu. Berharap saja kalau orang tersebut masih hidup.

"Aku harus segera pergi dari sini… " ternyata sosok itu masih hidup. Sekarang dia berusaha berdiri dan mencoba untuk terbang. Tapi usahanya gagal karena sepertinya dia menderita luka yang cukup parah pada sayapnya tersebut. Sosok itu kembali terjatuh ke tanah.

Blugh… !

Sosok itu terjatuh ke tanah dan kedua sayapnya menghilang. Dia merintih kesakitan. Sasuke mau tak mau mendekatinya untuk mengecek keadaan orang tersebut. Dia memang bukan orang yang baik hati tapi minimal dia masih punya sedikit perasaan untuk menolong orang yang terluka seperti pada kondisi saat ini.

"Ternyata kau keras kepala, mari kubantu… " Sasuke akhirnya menghela napas pasrah dan mencoba untuk membantu orang tersebut. Tapi ada suatu hal yang membuatnya terkejut saat menghampiri sosok tersebut.

"A-apa? Ti-tidak mungkin… Bukankah kau Kuro, NPC dari Neverland?" Sasuke mengenali sosok pemuda itu sebagai Kuro Arisato, salah satu NPC Neverland yang juga terkenal dengan julukan The Devil.

"Sasuke? Akhirnya aku bisa menemukan salah satu dari kalian. Ada hal penting yang harus kusampaikan mengenai-" Kuro langsung merasa lega begitu melihat sosok Sasuke yang dia kenali dan berusaha untuk memberitahukan kabar dari Neverland. Hanya saja ucapannya terpotong karena tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan.

JDUAAAR!

Terjadi sebuah ledakan besar, dimana ledakan itu berasal dari arah atas dan langsung mendarat tepat ke arah Sasuke dan Kuro yang sedang berdiri. Kuro mendorong Sasuke dengan kuat agar selamat dari area ledakan tersebut.

"Apa yang terjadi?" gumam Sasuke yang bingung dengan kejadian yang barusan saja terjadi. Dia melihat ke atas dan melihat adanya sosok naga yang begitu besar sedang membuka mulutnya. Sepertinya ledakan tadi berasal dari serangan naga berwarna ungu gelap itu.

"Cepat pergi dari sini!" Kuro langsung menyeret Sasuke untuk pergi dari sana, sementara sang naga tersebut langsung terbang mengejar mereka berdua.


Back to Naruto…

.

.

"Maksudmu ada seseorang yang mencoba untuk menyatukan dua dunia?" tanya Naruto dan kawan-kawan secara serempak setelah mendengar semua cerita Marie.

"Lalu, apa ada cara untuk menghentikan tindakan mereka itu?" tanya Asakura sambil memasang wajah penasaran.

"Satu-satunya cara… Kita tunggu sampai mereka membawa Neverland kemari, setelah itu kita kembalikan mereka!" jawab Marie dengan menggebu-gebu. Gadis itu mengatakan untuk menunggu para musuh menunjukkan dirinya lalu setelah itu baru mereka serang.

"Maksudmu bagaimana?" tanya Naruto sambil pasang muka bingung. Dia benar-benar tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh Marie.

"Sudahlah, penjelasannya nanti saja! Sekarang, apa kau punya makanan?" balas Marie yang malah menanyakan soal makanan, bikin Naruto sama yang lainnya langsung senyum-senyum sendiri pas melihat wajah Marie yang tampak begitu polos.

o0o

Sementara itu Kuro memutuskan untuk menyuruh Sasuke segera pergi agar dia selamat dari kejaran naga buas yang menyerang mereka dengan bola-bola api dari mulutnya.

"Sasuke, lebih baik kau pergi dari sini! Akan bahaya kalau naga itu mengejar kita sampai ke kota, pasti akan timbul korban!" kata Kuro yang ternyata memikirkan dampak kalau naga itu sampai muncul di kota. Sudah dapat dipastikan akan timbul kekacauan dan mungkin akan timbul korban.

"Kau benar juga… Akan bahaya kalau monster itu sampai ke kota. Tapi… Apa yang akan kau lakukan disini?" Sasuke mengangguk setuju dengan perkataan Kuro. Pemuda itu langsung menatap penasaran kira-kira apa yang akan dilakukan Kuro.

"Aku akan menghabisinya disini… " jawab NPC itu sambil menatap tajam ke arah naga itu. Sasuke terdiam sesaat. Sebenarnya dia penasaran sekali ingin melihat NPC itu bertarung, tapi akhirnya Sasuke memutuskan untuk menuruti kata-kata Kuro. Dia bergegas pergi dari tempat yang akan segera menjadi arena pertarungan itu.


Besoknya…

.

.

Besoknya Naruto sengaja datang pagi-pagi sekali. Dia datang bersama Marie dan pemuda itu berniat untuk mengumpulkan semua pemain Neverland untuk mendengar berita yang dibawa Marie.

"Baguslah masih sepi… Ayo cepat masuk!" Naruto segera menarik Marie masuk ke dalam sekolah setelah dikiranya suasana sekolahan masih sepi.

Keduanya bergegas masuk ke dalam sekolah dan langsung pergi menuju halaman belakang sekolah, tempat Naruto janjian sama teman-temannya yang lain.

"Wih, Lo berdua udah dateng rupanya!" celetuk Naruto yang kaget ternyata Shikamaru sama Chouji udah duluan sampe disitu.

"Tidak usah pasang muka kaget begitu! Sekali-kali aku juga ingin bersikap jadi anak rajin!" balas Shikamaru sambil mendengus kesal. Sepertinya image pemalas pada dirinya benar-benar sudah melekat.

"Oi, Naruto!" dari belakang muncul Tenten, Ino, Neji dan Lee yang berlari menghampiri mereka.

"Dateng juga lo semua! Mana yang lain?" tanya Naruto sambil nyariin anak-anak lainnya.

"Mungkin yang lain akan segera kemari sebentar lagi… Naruto, kau yakin kalau dia benar-benar Marie?" balas Tenten yang kemudian langsung beralih menatap Marie. Kelihatannya Tenten masih belum bisa mempercayai semua cerita Naruto. Baginya gadis berambut pirang itu tampak seperti gadis biasa yang sedang mengenakan kostum cosplay.

"Tadinya kami juga tidak percaya, tapi setelah melihat buktinya… Sepertinya dia memang benar-benar Marie dari Neverland!" sambar Shikamaru yang membenarkan kalau gadis itu memang sosok Marie yang asli.

"Itu benar… Krauk… Kalian belum lihat sih, dia bahkan mampu mengeluarkan jurus yang sama seperti yang dimiliki Marie! Krauk… Krauk… !" Chouji ikut menimpali dan menceritakan kalau dia memiliki jurus yang sama seperti jurus Marie di Neverland.

"Bagaimana kalian bisa seyakin itu dengannya? Mungkin saja dia pakai trik! Mungkin ada sesuatu pada payungnya itu!" kata Ino yang sepertinya sulit untuk percaya. Dia menuduh kalau jurus yang dikatakan oleh Chouji itu hanyalah trik, tipuan semata yang bisa saja berasal dari payungnya. Ino dengan cepat merampas payung yang sedang dipegang Marie dan mulai menelitinya secara seksama. Mungkin dia bisa menemukan tombol atau apapun itu yang bisa mengeluarkan tembakan laser atau semacamnya.

"Kau tidak akan menemukan apa-apa pada payung itu! Karena aku memang benar-benar Marie!" kata Marie yang kemudian langsung merampas payung miliknya kembali dari tangan Ino.

Tak lama beberapa orang lainnya datang hingga akhirnya hampir semua murid yang ikut bermain di dalam Neverland berkumpul disana termasuk Shouta, Moegi, Udon dan Konohamaru. Mereka semua saat ini bersiap untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Naruto dan Marie. Naruto menceritakan apa yang dikatakan pada Marie kepadanya kemarin dengan serius kepada teman-temannya.

"Ada satu hal yang ingin kutanyakan Naruto. Bagaimana kau bisa begitu yakin kalau gadis itu benar-benar Marie? Bagaimana kalau dia memang hanya seorang pembual? Bagaimana kalau Ino benar, kalau sebenarnya jurus yang dia keluarkan itu hanyalah sebuah trik?" Sai angkat bicara dan mulai mengeluarkan analisanya. Pemuda itu tampak terlalu sulit untuk mencerna semua kebenaran ini.

"Tapi… Tapi dia benar-benar Marie!" balas Naruto yang ngotot untuk memastikan kalau gadis itu benar-benar Marie. "Kalian semua hanya lupa… " sambung pemuda itu yang sebenarnya ingin sekali menceritakan bagaimana mereka semua melakukan perjalanan saat di Neverland, tapi kata-kata itu tidak bisa dia keluarkan. Dia hanya bisa tertunduk dengan bingung.

"Sudahlah Naruto! Tidak usah memaksakan mereka untuk percaya… Aku tau pasti sulit untuk mempercayai semuanya." Marie akhirnya meminta Naruto untuk tidak melanjutkan perdebatan mengenai siapa dirinya. "Aku akan pergi, tapi tenang saja karena aku tidak akan pergi jauh. Aku akan berada disekitar sini untuk mengawasi keadaan. Kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk meminta bantuanku. Sekarang aku pergi dulu, jaga diri kalian semua." Marie akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana. Yang jelas dia sudah berhasil menemui Naruto, salah satu pemain yang berhasil mencapai tears of sky dan ikut pada pertarungan terakhir.

"Kalian semua harusnya percaya! Menyebalkan!" Naruto yang menjadi kesal akhirnya ikut meninggalkan tempat tersebut. Teman-temannya yang lain hanya bisa angkat bahu pasrah sambil geleng-geleng.

Setelah itu yang lainnya juga menyusul Naruto secara berbodong-bondong tanpa menyadari kalau di atas sana ada sosok Arkhan yang sedang terbang melintas dengan cepat.

'Bulu sayap?' Shin yang sedang berjalan tertarik melihat ada beberapa helai bulu berwarna putih yang yang jatuh ke tanah. Pemuda itu segera melihat ke atas tapi sayangnya dia tidak melihat apa-apa di atas sana.

"Shin? Apa yang kau lakukan disana? Ayo cepat ke kelas!" Neji memanggil Shin dari kejauhan. Dengan cepat Shin menyusul dan membuang bulu tersebut dari tangannya.


Di dalam kelas…

.

.

"Sakura, kau tau tadi pagi-pagi sekali Naruto mengumpulkan pemain Neverland? Dia membawa seorang gadis yang dia bilang bernama Marie dari Neverland! Apa kau percaya itu? Kurasa otaknya sudah benar-benar tak beres karena terlalu sering bermain game itu!" celetuk Ino yang menceritakan kejadian pagi tadi pada Sakura sambil berbisik-bisik supaya tidak terdengar oleh Kakashi yang sedang menyampaikan materi pelajaran.

"Kau bilang apa? Naruto bilang ada Marie dari Neverland?" Sakura yang tadinya sedang asik mendengarkan Kakashi akhirnya memindahkan perhatiannya pada Ino. Gadis itu kelihatan begitu penasaran.

"Iya, apa kau percaya itu? Kurasa Naruto hanya ditipu oleh gadis yang mengaku-ngaku sebagai Marie itu! Lagipula lucu sekali, mana ada kejadian seperti itu? Sangat tidak mungkin kalau sosok yang ada di game datang ke dunia nyata, iya kan?" balas Ino sambil mentertawai kekonyolan Naruto yang seperti anak kecil.

'Kau salah Ino… Kalau Naruto yang bilang, pasti itu benar… Karena pada pertarungan terakhir itu Naruto juga ada disana… Aku harus menanyakannya langsung pada Naruto nanti pas istirahat!' batin Sakura yang merasa kalau Naruto pasti serius dengan ucapannya. Karena dia tau, hanya pemain yang bertarung melawan Joker itu saja yang masih mengingat semua kejadian saat mereka di Neverland.

"Sakura? Hey, kenapa bengong? Jangan bilang kalau kau percaya dengan omongan Naruto!" sambar Ino sambil menyenggol sikut gadis berambut merah muda itu.

"Ah… Ti-tidak hahahahaha!" balas Sakura sambil tertawa canggung. "Sudahlah Ino jangan mengajakku berbicara! Lihat, Kakashi-sensei melotot ke arah kita!" sambung gadis itu sambil menunjuk Kakashi yang sedang menatap dengan tatapan angker ke arah mereka. Ino langsung diam dan tak berani banyak bicara lagi.

o0o

Jam istirahat…

.

.

Sesuai dengan rencana, pas istirahat Sakura langsung pergi menuju kelas Naruto. Tapi tampaknya niat Sakura harus tertunda karena Sasuke memanggilnya dari belakang.

"Sakura!" dengan setengah berlari dan berteriak pemuda itu menghampiri Sakura.

"Ada apa Sasuke? Kau kelihatan serius sekali… " balas Sakura sambil menolah ke arah belakang.

"Ada yang perlu kau tau… Aku bertemu Kuro, NPC dari Neverland!" jawab pemuda itu yang menyatakan kalau dia bertemu dengan salah satu NPC yang ada di Neverland.

'Barusan saja Ino bercerita mengenai Naruto yang bilang soal Marie, lalu sekarang Sasuke… ' Sakura kali ini benar-benar yakin kalau semua ini memang ada sangkut pautnya dengan Neverland.

"Ayo ikut aku! Kita harus bicara pada Naruto sekarang!" Sakura tiba-tiba saja menarik Sasuke menuju kelas Naruto. Pemuda itu hanya pasrah ditarik oleh Sakura.

Sementara itu terjadi kegemparan di kantin. Murid-murid yang sedang jajan di kantin mendengar berita melalui televisi yang memang sengaja dipasang di kantin. Berita itu mengabarkan adanya suatu fenomena aneh. Ditemukan mayat seekor naga besar di suatu kawasan berbukit! Tentu berita ini sangat menghebohkan, di jaman sekarang masih ada naga? Semua murid langsung terpaku dan penasaran mendengarkan berita tersebut.


Somewhere else…

.

.

Sedangkan tak jauh dari tempat kejadian ditemukannya naga besar itu, tampak Kuro sedang membersihkan tubuhnya dari darah yang melekat pada pakaiannya. Selain itu disisi NPC itu ada sosok lain yang berdiri di sampingnya. Sosoknya itu memiliki rambut orange kemerahan yang berdiri dan memiliki mata merah yang menyala.

"Untung kau datang tepat waktu, Fuego… " kata Kuro kepada sosok di sebelahnya yang ternyata adalah Fuego, NPC pendamping Magica yang pada perjalanan Neverland sempat gugur karena melindungi partnernya itu.

"Hanya kebetulan saja, lalu kemana Arkhan?" balas NPC yang memiliki julukan The Sun itu dengan datar sambil bertanya balik pada Kuro.

"Aku tidak tau… Kami terlempar dan terpencar begitu saja… Errgh… Sayap ini mengganggu saja!" jawab Kuro sambil kembali memakai pakaiannya kembali. Kuro dengan kasar merobek sebelah sayapnya yang hancur yang kemungkinan besar akibat pertarungan dengan naga itu. Kemudian dia dengan sengaja melepaskan sayap yang satunya lagi dan dijatuhkannya ke sungai. Sedangkan Fuego hanya terdiam saja sambil melihat sayap hitam besar itu hanyut dibawa aliran sungai yang cukup deras.

"Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ada orang yang mengetahui keberadaan kita." Fuego memberi saran untuk segera meninggalkan tempat tersebut sebelum ada orang yang menyadari kehadiran mereka. Tentunya akan jadi masalah kalau sampai ada yang melihat mereka.

Akhirnya kedua NPC itu pergi meninggalkan tempat yang sudah jadi pusat pemberitaan itu. Bagaimana kisah selanjutnya? Dapatkah para NPC itu bertemu dengan Sakura dan kawan-kawan? Apa yang akan dilakukan Naruto, Sakura dan Sasuke setelah mereka mengetahui kalau sosok-sosok dalam Neverland mulai berdatangan? Apakah ini tanda-tanda akan terjadinya perang?

TBC…


A/N : Disini saia dan Riku memberi julukan pada NPC yang muncul pada Neverland sebelumnya, semoga pemilik OC NPC ini berkenan dengan julukan yang kami berikan. Awalnya sempat ambigu mau memberikan julukan The devil sama The angel itu ke NPC yang mana, tapi pada akhirnya Kuro lebih pas dengan julukan The devil karena artian namanya itu black, dan arkhan yang serba putih jadi the angel hehehe. Untuk para OC baru mungkin akan ditampilkan pada chapter 10 keatas jadi harap bersabar hehehe.

Akan diusahakan untuk update minimal sekali dalam seminggu dan kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman pembaca sekalian. Kritik, saran, masukan, pendapat dan hanya mau sekedar bertanya silahkan kirim PM atau dari review. Semoga cerita ini dapat berkenan untuk kalian semua dan dapat menghibur bagi yang membacanya.

.

.

"Thanks for reading".