a/n: halo.

ε=ε=ε=ε=ε=ε=┌( ̄ー ̄)┘

; di rumah Chen-Xiumin ;

"anak-anak, makan yuuk. tante udah masak nih ^^" Xiumin berseru senang seraya membawa makan malam panas-panas ke meja makan. ada sup krim jamur. ayam panggang lemon. fu yung hai. dimsum. diantara hidangan-hidangan yang ala hotel banget itu, nyeliplah sambel goreng idolanya. plus lauk pauk seger. diem-diem Xiumin pinter masak emang. hobinya juga sih makan makanan enak.

kontan lah bayi-bayi kurang gizi, eh, kelebihan gizi itu ngeloncat semua ke meja makan.

"AYOOO MAKAN CEMUAAA ~" Chanyeol yang paling rame. disambut ama temen-temennya lebih rame, kecuali Kris yang bawaannya sekarang udah makin coolkas. Xiumin ampe ketawa. berasa di posyandu. nggak sih.

"aii kayanya enak ~" ujar Sehun seraya menahan iler. iya sih. dari baunya aja udah sedep banget. saya juga ikutan laper ini.

"duduklah semua yaa, tante panggil dulu om Chen biar makan bareng :)" Xiumin menyuruh dengan sikap penuh kelembutan. selama anak-anak itu di rumahnya, dia bisa banget 'menjinakkan' anak-anak itu dengan telaten. ngajak mereka main, ngeliatin mereka ini-itu. lagipula dia juga seneng sama mereka. yah selain semuanya ganteng, mereka emang lucu-lucu, bagi dia sih. ini nih calon ibu berbakti kedua setelah Dio. sempet juga terlintas di pikirannya buat punya anak. pastilah bahagia. Xiumin suka malu-malu sendiri kalo udah mikirnya kesana.

Xiumin menghampiri Chen yang sedang membaca koran di sofa dengan kacamata khasnya, menaruh kedua tangannya di bahunya.

"sayang, makan malem udah siap ^^"

Chen menoleh, beranjak dari kursi. "ah, iya. ayo makan."

mereka berdua pun berjalan menuju meja makan.

lalu sampai di meja.

terlihat pemandangan mengenaskan.

"ENAK BANGET UWOO :''Q_" « emot ngiler.

"IYAAA"

"MAU ITU LAGI DOONG, PUYUNG PUYUNG ~"

"FU YUNG HAI, BUKAN PUYUNG PUYUNG ~ MAU JUGA A ~"

seperti di tanah abang, anak-anak itu meng-abuse hidangan makan malam. Chen cuma bisa pasang muka (˙_˙). Xiumin ketawa lagi.

tapi tetap. anjing menggonggong, kafilah berlalu. Chen tetap santai berjalan ke meja makan. sebelumnya memasang senyum suci khasnya, membelai kepala anak-anak itu satu-satu. gambaran bapak idaman.

dalem hati Xiumin berkata bahwa ngga salah pilihannya buat masak banyak. biasanya hanya dengan 2-3 hidangan cukup untuk mereka berdua. yah, rumah segede gaban yang huni cuma mereka dua. Xiumin terharu. rasa bahagia banget gitu rumahnya rame. iklas banget dia keluarin tenaga buat masak.

dan Xiumin akan merindukan masa-masa ini.

Xiumin beneran jadi pengen punya anak. kapan ya. LHO. kenapa mikirnya kesana. Xiumin langsung geleng-geleng.

selesai makan, keempat turunan Hulk itu memegang perut semua. ada yang sendawa. ada yang masih netes iler. jorok semua. tapi ada yang diem aja. diem aja karena udah nggak bisa apa-apa gara-gara kekenyangan.

"KHENYAAAANGG~~" ucap keempat anak manusia itu serentak. Chen sempet ketawa ditahan. setelahnya inisiatif mengumpulkan piring untuk dibawa ke dapur, yang langsung dielak Xiumin. ga enak lah masak nyuruh suami gitu. prinsip Xiumin adalah jangan menyuruh suami melakukan hal-hal yang sepatutnya dilakukan istri. tsah (sebenernya masih sih Chen turun tangan kadangan kalo Xiuminnya sakit. cocwit. yaiyalah).

selagi Xiumin mencuci piring, keempat bayi bongsor itu diajakin maen sama oomnya. maen monopoli. mari saksikan pihak mana yang akan menang.

"EEEE CULANG A CULAAANG, ITEM CULAAANG~"

"APAAN, OLANG LUMAHNYA EMANG DICINI IH"

setdah, tetep aje ribut.

"TU KAN TU KAN, LAU TU DI PENJALA, BUKAN DI JEKPOT WOY"

"E LAU BIACA AJA LA, WA MAEN JUGA NYANTAI."

keluar deh jiwa mas-mas jaga toko-nya.

"hayo, oom akan maju dua kali ya."

lalu itu.

yang curang oom ato anaknya. ayo liatin yang bener coba kalian empat dikibul oom-oom.

Xiumin senyum-senyum aja dengerin mereka maen. selesai nyuci piring ikut maen juga dia. ngedukung Chen pastinya.

dan hasilnya, tentu saja om Chen yang menang.

"AAAA PAYAH NEEEH OM USTAD YUSUPPP GA KECE AAA~~" keluh mereka berjamaah. Chen senyum mesem aja dipeluk Xiumin yang bahagia. hepi ending.

tak terasa jam telah menunjukkan pukul setengah sepuluh. waktunya anak-anak untuk tidur. setelah berganti baju tidur, Xiumin mengantar anak-anak ke kamar. bukan maunya dia sih, dasar anak-anaknya yang manja. Xiumin nurut aja dengan senang hati.

"ayoo semua tidur yaa ~" ucapnya keibuan.

"iya tante :3" sahut Kai malu-malu.

"betewe… macakan tante Yumin enak banget (‾̴̴͡͡ε‾̴̴͡͡ʃƪ)" ini Chanyeol yang ngomong.

"iyaaa enak bangett ~ tante macak di lumah Thehun aja ~"

Xiumin berbinar. "oyaa? yaampun nanti tante masakin lagi lah buat kalian yaa, bungkus biar bawa ke rumah ^^"

mendengar itu anak-anak bersorak bergembira, langsung di ssht-in ama Xiumin. udah malem.

setelah Xiumin memastikan kamar udah disemprot dan diidupin ac, mereka berempat langsung loncat ke kasur, saling timpa-timpaan. Xiumin sempet garuk pala dikit, ngerasa pusing juga ngatur ini anak orang lama-lama. tapi tetap, senyum pepsodent tak pernah hilang dari wajahnya yang imut.

perlahan-lahan mereka diam, setelah guling rapi-rapi dan diselimuti Xiumin.

"nah, bobo ya sayang-sayangku ^^" ujarnya.

semua anak berjamaah liat Xiumin. agaknya mereka berempat memikirkan hal yang sama melihat wajah Xiumin yang adem.

lalu serempak mereka pasang wajah :'(

Xiumin kaget dikit. "eh? kenapa mukanya gitu semua? :O"

lalu mereka menjawab.

"kangen mama :("

yailah. kirain pipis di celana. Xiumin tertawa kecil, langsung sigap membelai kepala mereka semua satu-satu.

"aih kangen mama ya sayang… yaudah besok kita langsung pulang yaa biar ketemu mamanya semua (´._.`)\('́⌣'̀ )"

duh mau deh punya emak kaya tante Yumin.

keempat anak manusia itu keenakan dibelai-belai Xiumin. masing-masing cium tangannya pake suara 'muah'.

"eeh kenapa cium tangan tante semuanya :$" Xiumin langsung malu-malu.

"tante jadi mama kita cemua yuk malem ni ~" ujar salah satu bayi bongsor (perasaan bongsor semua), Kai.

"iyaaa, cehali ni ajaa, kan becok kita uda ketemu mama ~ yayaya :3"

"oh… okee ^^ terus tante harus ngapain, sayang?" Xiumin yang udah terlanjur sayang mengikuti anjuran mereka. feelingnya sih... bagus kok. ngga ngerasa bakal 'dijajah' ama ini anak manusia semua. yah, niatan dalem hatinya sebenernya pengen cepet-cepet bobo, udah ngantuk juga dia (mo cepet-cepet sekalian tidur nyaman dipeluk suami juga sih, ritual malamnya lah).

keempat anak itu langsung menatap sang leader untuk memutuskan apa yang harus dilakukan oleh tante Yumin yang imut alias 'mama semalam'-nya mereka ini.

"emm…" Kris langsung pasang pose mikir. "gini aja!" ujarnya sambil berbinar setelahnya. langsung dapet ilham gitu.

"ya…?" Xiumin antisipasi.

"tante Yumin…"

nyanyiin nina bobo?

tepokin nyamuk?

nari tanggai?

gelar bazaar?

Xiumin antisipasi ampe mikir kaya gitu. kombinasi ngantuk juga. lebay ah si tante.

"…meranin kebiasaan mama buat nidurin kita :)"

.

.

bentar.

tinggi banget kayanya maksudnya si Kris. Xiumin yang udah cemas ampe ke lembah samudera jadi ngernyit dulu.

"meranin kebiasaan mama maksudnya gimana sayang?" tanyanya.

Kris berdecak-decak sambil goyang-goyangin telunjuk sok keren. "jadiiiii biasanya kalo kita sebelum tidur, mama ngapain temen-temeeen?" ujarnya menatap ketiga temannya.

"mama biasanya cium kening Hun."

"mama belai-belai pala Kai kalo mau bobo."

"mama Baek peluk Yeol biar nyenyak~"

"naaah," lanjut Kris lagi. "gitu tante ~ kalo aku sih, mama selalu bilang 'have a nice dream, baby' sebelum tidur 8)"

Xiumin melongo bentar. abis itu manggut-manggut.

jadi gitu.

gitu aja.

betewe yang Kris kaya elit banget gitu pake have a nice dream segala. ide dia tuh pasti, si tukang gombal.

yah. alhamdulillah deh pokoknya.

"yaudah, yang penting semuanya pejemin mata dulu, baru abis itu tante ngelakuin kayak apa yang kalin bilang tadi ^^"

semua anak-anak nyengir abis itu langsung pejemin mata. dalem hati Xiumin berkata: tunggu ya mas Chen (´̯.`̯ ")

ε=ε=ε=ε=ε=ε=┌( ̄ー ̄)┘

setelah menidurkan para bayi, Xiumin beranjak dari tempat tidur pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara, kembali ke kamarnya.

rupanya Chen belum tidur. masih membaca buku motivasi, duduk menyender di sandaran ranjang.

"maaf lama, sayang. tadi anak-anak minta manja bentar (´̯ ̮`̯ )" ujar Xiumin malu-malu setelah masuk ke kamarnya dan suaminya.

Chen tersenyum, menutup bukunya dan melepas kacamata. "mereka semua sudah tidur?"

Xiumin langsung masuk ke dalam selimut, ikut duduk sebelah Chen. "udah. pada kangen mamanya semua, hihi. lucu banget deh."

"begitu." Chen membelai rambut Xiumin, kemudian berpindah untuk menangkup dagunya, berbisik lembut. "saya juga rindu kamu."

Xiumin senyum tersipu, menyenggol sikut Chen malu-malu. "ih, kamu mah."

"setiap saat saya merindukan kamu." Chen berbisik di area perbatasan pipi dan telinganya dengan bibirnya yang menyentuh kulitnya. senyum tersipu Xiumin makin merekah. mendengar Chen yang gombal selalu berhasil mengakibatkan wajahnya merona. Xiumin menaruh kedua tangannya di bahu Chen, udah tau banget roman selanjutnya mau ngapain.

"sayang..."

setelah saling menggosokkan hidung, Chen langsung meraih bibir Xiumin dengan senang hati. tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan di tengah malam baginya selain memeluk dan mencium tubuh dan bibir penuh milik kekasihnya itu. menghirup wangi alami tubuhnya. menggigit, mengisap bibir bawahnya yang manis. dan Xiumin yang membalas dengan intensitas yang sama.

seketika sesuatu bersifat primitif dalam dirinya mengisyaratkan padanya untuk melakukan sesuatu yang lebih. menyelipkan tangannya di balik baju tidur Xiumin, mengelus lembut punggungnya. Xiumin mengerang, tangannya kemudian menangkup wajah Chen, menariknya lebih dekat. seakan mengerti jika ciuman yang lama semakin lama semakin memanas, melibatkan lidah. Xiumin memejamkan matanya, sedangkan gelora yang kuat tergambar di sepasang mata milik Chen yang terbuka menatapnya. erangannya semakin pasrah ketika telapak tangan suaminya yang hangat semakin turun ke bawah, memberi pijatan halus di area sensitifnya. Xiumin memberinya waktu sebentar, sembari menikmati sentuhannya. secara otomatis hal tersebut membangkitkan antusiasme tersembunyinya.

terasa sekali jantungnya berdebar kuat. tidak biasanya Chen menyentuhnya hingga seperti ini. walaupun bisa diakui bahwa dirinya juga seperti telah lama merindukannya.

setelahnya Xiumin melepaskan ciumannya, menyisakan bibirnya yang lembap memerah.

"kamu mau...?" Xiumin ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Chen tersenyum, matanya sudah mengilat. wajah Xiumin semakin bersemu melihat Chen yang telah bersirat tanda-tanda.

"maukah kau bersenang-senang denganku?" Chen berbisik lagi. kali ini tangannya bergerak pelan untuk melepaskan celana yang memeluk kaki istrinya itu. Xiumin memang tidak memberikan perlawanan, namun dirinya seperti malu-malu untuk menyambut.

"eh, aduuh, malu tau sama anak-anak ih..."

Chen sempat memberikannya kecupan di bibirnya singkat sebelum berpindah ke lehernya. "malam ini hanya untuk kita berdua, sayang." Chen menggigit lehernya, membuat Xiumin tersentak pelan. setelah Xiumin terbebas dari pakaian bawahnya, Chen menarik kedua kakinya untuk memeluk pinggangnya, mengagumi halus kulit istrinya yang telanjang.

Xiumin menggigit bibir. cara suaminya menjamahnya sudah jelas mengatakan bahwa dia menginginkannya.

"biarkan aku menjadi bayimu malam ini."

ahaydie.

Xiumin semakin malu-malu napsu. "idih Jongdaeee- hmm."

Chen menutup keluhannya dengan menciumnya lagi, untuk sesuatu yang lebih lama. Xiumin hanya bisa berharap keempat anak-anak kesayangan itu tidak terbangun.

ε=ε=ε=ε=ε=ε=┌( ̄ー ̄)┘

; di dunia lain ;

"oke."

"sebelum mandi, mari kita gosok gigi."

"tapi sebelum gosok gigi."

"alangkah baik jika memulainya dengan bismillah."

(hai. berjumpa lagi dengan saya, Dian. Dian Pisesa.)

(itu yang di atas suaranya si Guardian. baru bangun tidur dia.)

Yixing berangkat dari kasur. menatap jam dinding.

pukul 03.02.

"hem."

"apa gausah mandi ya. cuci muka gosok gigi aja."

"ah tapi nanggung."

"duh ntar takut ga sempet."

(iiii Yixing ga mandi jorok iiii.)

(betewe mo kemana ya dia kaya buru-buru gitu.)

"pokoknya sekarang juga harus bertemu keempat orang itu."

(oo mo ketemu 4 anak manusia.)

Yixing merogoh kantongnya, meraih sesuatu yang jelas sekali tergambar bahwa itu iPhone 7. wo. Guardian ter-update sepanjang jalan kenangan.

"yak. menurut radar, mereka berada di rumah seorang manajer perusahaan besar yang jaraknya sekitar 1,5 km dari sini. baiklah."

"Yixing Sakti Mandraguna. jalankan rencana!"

(eeeeh bentar mas. gajadi cuci muka gosok gigi?)

"eh?"

"oh iya."

langsung deh dia ngibrit ke kamar mandi mendengar bisikan maut.

.

.

.

/5 menit kemudian/ « cepet banget udah 5 menit aja.

"sip. semua siap, brangchoooooooOS ~~~"

(set. dasar Guardian 4 dimensi.)

dan Yixing… terbang ke angkasa melewati langit luas.

ε=ε=ε=ε=ε=ε=┌( ̄ー ̄)┘

begitulah.

selanjutnya... sesampainya di rumah Xiumin dengan setengah tidak sadarkan diri:

tep.

Yixing menginjakkan kaki tepat di pagar tinggi warna coklat tua yang di atasnya tajem-tajem.

Yixing melongo sebentar. sekalian ngumpulin nyawa.

"…"

"…"

Yixing udah mangap. saya siap-siap lalet.

"uwa."

"...ini rumah apa Gedung DPR."

"GEDE BUANGET NJIRRRRR!"

yailah Xing.

(makanya mas jangan lama-lama ngendon di rumput. udahlah, langsung tembusin aja, temuin anak-anaknya biar cepet kelar urusannya.)

iya, itulah untungnya makhluk EXOPlanet. bisa ngilang. pindah tempat. nembus benda. maen wayang. dimana saja dan kapan saja sesuka hati.

dan Yixing menembus gerbang besar gedung DPR berlabel rumah Chen-Xiumin tanpa beban.

Yixing melihat iPhone 7-nya lagi. nyala merah semakin jelas. Yixing tersenyum puas.

keempat orang itu ada disini.

sedang tidur. oke.

Yixing terus berjalan menembus dinding, berjalan pelan. sekalian liat-liatin isi dalem rumah. keponya bangkit.

Yixing berdecak kagum.

indah banget.

rumahnya indah banget. persis kastil Cinderella (menurut dia). Yixing jadi pengen tinggal disana.

(bang. jangan salah fokus bang.)

"oh iya. mana keempat bocah itu? MANA? TUNJUKKAN KEDOKMU SEKARANG JUGA!"

(lah si mas ini nyawanya masih kekumpul berapa.)

"aduh iya nih… masih ngantuk banget…" Yixing berkata sambil kucek-kucek mata.

"ah tapi Yixing ngga boleh ngantuk! Yixing pasti bisa! uyeah ~~~"

(…yaudah mari lanjutkan perjalanan.)

dengan segenap langkah membara, Yixing mencari keberadaan pasti keempat orang itu.

tiba-tiba.

pip pip pip pip!

"KOLAK PISANG EH KOLAK DUREN- masya allah." seperti biasa, Yixing kaget dengan latah.

radarnya bunyi.

akhirnya Yixing sampai di pintu kamar tempat anak-anak itu tidur.

Yixing menarik nafas. dan menghembuskannya. mengulangnya 2 kali. siap-siap (emang dia lebay).

lalu tanpa ragu menembus pintu tersebut.

yak.

gotcha.

terlihatlah badan-badan bayi-bayi bongsor tanpa dosa yang sedang… pose kedamaian.

Yixing ngga ngerti.

setahu dia ya, setahu dia sih.

yang namanya Kris, Kai, Chanyeol sama Sehun tuh nggak yang seperti yang dia liat sekarang.

setahu dia sih mereka berempat tuh cakep. berkarisma. eksis. pokoknya sekali liat langsung ganti nyawa lima kali lah seenggaknya. saking ga nahan kecenya.

dan biasanya kalo udah kaya gitu ya tidurnya tidur dewa dong. angelic.

lah ini.

ada yang mangap.

yang paling gede ngangkang jaya.

ada yang ketangkep garuk ketek trus pas balik badan nendang muka temennya. gedubak.

ya…

ini mah bencana-alamic.

Yixing curiga. jangan-jangan dia salah orang lagi.

"berarti radarnya nih rusak."

(udeh, mereka bener empat orang itu kok. percaya sama saya.)

"oo yaudah deh."

dengan mudahnya dia percaya. ya tapi emang bener.

Yixing mulai mengirimkan sugesti ke dalam ruangan, menyegel agar seolah-olah di dalam tidak terjadi apa-apa, sebagai pencegahan kalau-kalau pemilik rumah terbangun.

langkah selanjutnya, Yixing akan membangunkan mereka dengan mengirimkan intuisi. tsah. cadas emang makhluk EXOPlanet.

Yixing memejamkan mata, memulai aksinya.

1 menit.

2 menit.

3 menit.

zap!

keempat anak itu bangun. langsung meriksa iler. untungnya ga ada.

dan mereka terbangun dalam jiwa asli. umur mereka yang asli.

tatapan mereka pun bukan tatapan dalam mode bayi. citranya berubah 180 derajat dari pose mereka tidur tadi. walau tetep muka sepet semua.

Yixing membuka mata. setelahnya mereka saling bertatapan.

emang cakep sih empat-empatnya. « hati Yixing berkata. boleh dibilang Yixing sedikit deg-degan. segini aja deg-degan gimana mo ngadepin tiap hari. dimana jiwa Guardiannya.

yah, beda fase sih ama bayi. boleh lah kalo mo deg-degan sekarang.

"ini jam berapa…?" salah satu dari mereka, sang leader Kris, berbicara.

"entahlah… di luar masih gelap," jawab Chanyeol dengan suara beratnya. "fuah… padahal aku masih ingin tidur."

Sehun ikut buka mulut. "kita masih berada di tempat temannya Luhan 'kan."

"ya. kita menginap dan hari ini akan pulang." jawab Jongin. "dan kau."

Jongin melemparkan tatapan tajam ke Yixing. diikuti oleh keempat orang yang lain. jadilah mereka bertatapan untuk yang kedua kali.

"kau yang membangunkan kami. kutebak kau si Guardian itu." ujar Jongin lagi.

"Guardian?" tanya Chanyeol.

"betul sekali." Yixing langsung membungkuk 90 derajat. "perkenalkan, saya Yixing, staf yang ditugaskan menjadi Guardian anda sebagai volunteer dari EXOPlanet selama di bumi. saya telah mengetahui identitas anda semua saat saya resmi ditugaskan."

"oh, kau yang jadi Guardian kami?" Sehun menatap Yixing sedikit lebih lekat.

"ya." Yixing tersenyum. "mohon bantuannya." Yixing membungkuk untuk yang kedua kalinya.

"bagaimana kau bisa tahu dia Guardian kita?" kali ini Kris bertanya.

"karena hanya seorang Guardian resmi yang dapat membangunkan jiwa asli dari volunteer yang menjadi bayi." Jongin menjelaskan. Kris, Sehun, dan Chanyeol berdecak paham.

"salam kenal, Guardian." ucap Kris dengan memamerkan senyum khasnya. Yixing membalasnya dengan senyum yang menonjolkan lesung pipitnya. Chanyeol ikut mengucapkan salam kenal dengan ramah. diikuti pula dengan Sehun dan Jongin yang tersenyum tipis.

walau keliatan menyambut, mereka berempat sebenernya menilai diem-diem. pengen tahu Guardian mereka ini gimana.

"lalu, ada perlu kah dengan kami, Guardian?"

"jelas." Yixing menjawab pertanyaan Chanyeol dengan mantap. "itu sebabnya saya membangunkan kalian. maaf sebelumnya, karena ini memang penting. hm, langsung saja, aku ingin bertanya. apakah telah terjadi sesuatu di antara kalian dan para mama selama mereka mengurus kalian?"

Kris dan Jongin mengangkat satu alis. Chanyeol melebarkan matanya. Sehun tetap dengan ekspresi datarnya.

"maksudmu?" tanya Chanyeol yang memang clueless.

"yah... kalian pasti tahu maksud saya." Yixing memberi sedikit penekanan pada ucapannya.

"tidak ada yang khusus." Jongin menjawab secara kasual, dengan seringai tipis di bibirnya.

"oh ya…?" Yixing menatapnya curiga. "sayangnya saya tidak merasa demikian."

"saya tanya lagi. kalian benar-benar tidak melakukan sesuatu terhadap mereka?"

"menurutmu, Guardian? apakah kami terlihat seperti telah melakukan sesuatu terhadap mereka?" dengan keangkuhannya, Kris berbalik bertanya.

Yixing menatap Kris tajam.

sesuatu membuat Yixing tersentak.

"…jangan katakan kalian melakukan itu."

"ha!" Chanyeol berseru, baru menyadari apa yang sedang dibicarakan. "hahaha... itu maksudnya."

Yixing semakin mengernyitkan matanya. "apa maksud anda, Chanyeol?"

Sehun memotong. "memangnya kenapa jika kami telah melakukan sesuatu? bukankah mereka memang milik kami?"

Yixing berdecak. memasang tampang mengancam. "kalian tahu apa akibatnya jika kalian melewati batas? kalian mau saya catat nama kalian di buku hitam?"

Jongin tertawa rendah. "bersikaplah biasa, Guardian. semua tidak terjadi seperti dugaanmu."

"oh, lalu jika memang semua tidak terjadi seperti dugaan saya, kenapa mereka semua seperti lupa ingatan?" "yah, kecuali Kyungsoo yang sepertinya aman."

Jongin mendesis. "ya, dia memang aman karena aku hanya sempat mencium dan... oh. perlukah aku mengatakan semuanya padamu?"

"bila perlu."

"jangan bilang kau tertarik." Kris sedikit menggoda. Yixing mendelik.

"maaf, saya tidak sedang bercanda. sebagai Guardian tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa kalian dan pasangan kalian. dan sebelum semuanya terlambat, lebih baik kalian katakan yang sejujurnya apa yang telah terjadi." Yixing memasang sikap tegas.

"ya, ya. tenang saja, kami tidak sampai menyetubuhi. kalau kau ingin menyalahkan oknum, salahkan saja mereka." Chanyeol akhirnya mengutarakannya. Sehun memberinya telunjuk, tanda setuju.

"ah… jadi begitu." Yixing seperti memahami. "tapi kenapa harus menghilangkan ingatan mereka?"

"bukankah saat seperti itu memang harus menghilang sementara dari ingatan mereka?" Jongin menanyakan keyakinan berdasarkan informasi yang dia ketahui.

eh.

e.

i…ya ya.

"ah- ya… benar juga."

"ya, ya. aku lupa. kau benar."

jreng.

Xing. yang bener Xing.

Yixing memukul-mukul kepalanya, "Ya Tuhan... maafkan aku."

kenapa jadi gitu.

jadi dia suudzon nih ceritanya. salah paham.

hadooh. ada-ada aja.

Yixing mengeluh dalam hati atas sifatnya yang sudah mendarah daging itu. mereka berempat tertawa kecil melihat tingkah Yixing.

duh. Yixing jadi malu.

udah cemas-cemas. udah pake maen ngancem.

emang sih Tetua juga pernah bilang, kalau si bayi itu mesraan yang lebih dari sekadar cium-ciuman sama mamanya… kejadiannya harus dilupain dulu sama mamanya, biar pada saat mereka kembali ke jiwanya, mereka tidak canggung dan yah, agar tidak terasa aneh saja.

tapi Jongin ga sampe ilangin ingetan Kyungsoo. padahal menurut Yixing kalo udah ciuman aja itu udah yang berdesir kemana-mana lah. kan mesraan juga namanya. kenapa ga disuruh diilangin juga. ah, tapi di planetnya malah cium-ciuman mah udah biasa sih. walo cuma ketemuin bibir sama bibir, ga sampe yang ehm…

atau gara-gara emang dia yang nggak pernah ngalamin yang kayak gitu (._. )

huhu. Yixing emang murni jomblo dari bayi oek-oek sih, kasian :')

bentar. kenapa ngomongin Yixing. yaudah, balik lagi deh.

Yixing menyesal sudah berpikir yang tidak-tidak.

"em, tapi benar kan kalian tidak sampai menyetubuhi?" Yixing bertanya lagi. sebagian masih ragu, sebagian menutupi malu-malunya.

"gimana sih caramu menjadi Guardian?" Sehun bertanya dengan memberi pandangan menghakimi, masih tertawa kecil.

Yixing mengerjap-ngerjapkan matanya. "me- memangnya kenapa?"

"lucu saja. tadi kau yang seperti sok formal, menuduh, malah jadi canggung sendiri." komentar Chanyeol. "dimana-mana citra Guardian itu agung, memiliki karisma. menatap matanya seperti dibunuh. jika diinterogasi olehnya, seolah selangkah lagi menuju kematian."

"dan yang terpenting, mengingat dan memahami segala sesuatunya dengan sangat baik. tak lupa dengan satu hal apapun yang diberitahukan, dititahkan padanya."

set.

"ternyata ada yang melenceng."

buset.

"...sebenarnya dilihat dari pandangan pertama juga sudah tahu."

setbuset.

yah, langsung dikatain abis deh si lesung kedelay. Yixing diem aja.

Sehun ikut memberikan komentar dengan kembali berselonjor di kasur. "yah… Guardian seperti dia sih… aku tidak keberatan. malah bagus jadinya."

…Xing.

mana harga dirimu, Yixing? jangan cemberut aja, tunjukkan pada mereka! buktikan merahmu!

"sudah selesai urusannya? bisa tidur lagi kan?" Jongin kembali telentang. "oh iya, terima kasih telah mengembalikan kami ke sosok semula."

"tunggu."

Yixing melirik ke arah yang ngomong. mo apalagi nih. kalo ikutan mojokin mending Yixing salam gudbai aja.

"teman-teman. aku ingin bertanya sesuatu pada Guardian."

"ya tanya saja dengan dia, kenapa bilangnya dengan kami." ucap Jongin dibalik bantal. Sehun dan Chanyeol tertawa.

"dasar setipe." ejek Chanyeol. Kris berdecak dengan menyeringai. Yixing menaikkan mulutnya tidak senang.

"bukan begitu. maksudku biar kalian semua dengar. jangan tidur dulu makanya." elak Kris.

"apa, mau tanya apa." Yixing udah yang males ngomong tapi tetap berbaik hati meladeni.

"beritahu kami, berapa lama hal ini akan berlangsung."

Chanyeol langsung bangkit lagi mendengar pertanyaan Kris. "ya! berapa lama kita bakal begini, Guardian?"

Yixing mencibir. dikirain mo nanya apa. "nanti kalian juga tahu sendiri. ikuti proses saja."

"oh ayolah, kami sudah bosan mendengar jawaban 'ikuti proses'." "kau tahu kan, kami sudah tidak sabar."

kalimat kedua diucapkan Chanyeol dengan parau, seperti sengaja (memang sengaja). Kris menyenggol sikutnya, tetap menyeringai. Yixing mendelik. mukanya kalo mendelik tuh udah yang kaya ngejek banget. semacem ngeliat pete uletan gitu.

"dih, mesum!" komentarnya childish.

"ow, mesum tandanya normal." Chanyeol berfilosofi. "ayo, kau kan Guardian kami. layani kami sebagaimana mestinya lah. haha."

Yixing memutar bola matanya. "sebagaimana mestinya gundulmu. cuma jawab pertanyaan retoris begitu saja."

"wow, retoris katanya." Jongin berbalik tubuh, menumpu kepalanya di telapak tangan. "Guardian kita bisa bicara retoris. sepertinya lebih cocok jadi ahli linguistik daripada Guardian."

"Comedian kali, Guardian apanya."

anjis.

jleb banget Xing.

kalo gue jadi lo-

hayo.

Yixing udah panas nih. udah naek turun tuh bahunya.

tapi mukanya tetep lucu. manis-manis asem gitu sih. ya gimana mereka ga nambah hasrat buat ngatain. dari tadi yang nggak ngatain sih emang cuma Kris, tapi dia nimbrung ketawa aja. ya sama aja jatohnya.

yah… seenggaknya lo udah tau wujud asli serigala-serigala berbulu domba yang jadi bimbingan lo, Xing.

siap-siap aja nggak bakal jadi yang dibimbing. atau lebih parah lagi… dikibulin.

~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~

a/n: ehem. nyoba ngobrol di twitter yuk. username saya: krazyvaya. karena tak kenal maka tak sayang qeqeqe.

dannn seperti biasa, terimakasih banyak atas segala kesediaannya ngintip baca ngomen follow kisah tengil ini, cipok lima bintang untuk semua kalian :***** sehat sukses selalu dilindungi Allah swt ya. ezeh.