Minna! XD Gomen ne telat update... Rasanya udah 2 tahun ._. Benar? Ah, lupakan saja! XD *author dihajar readers* Ok, silahkan dibaca~

Doki-doki Tamatan & Kamichama Karin © Koge Donbo

Schola Nova © Chang Mui Lie

WARNING: GAJETOT, TYPO, OOC, OOT, ANEH, DLL

.

.

.

No wa yoma sete~!

Kazune POV

Wakh, gila ini, udah sejam kok Nishikiori belum datang juga? OI! NISHIKIORI! LO JADI DATANG GA, SIH?! (Author: Kazune angry mode on :P)

"KAZUNE-KUN! Katanya Micchi mau datang, mana buktinya?! Ini teh juga sudah dingin!" kata Karin marah-marah.

"SABAR! Aku juga ga tau kenapa Nishikiori lama buangeett...!" balasku (Author: Kazune lebay mode on XD).

"MAMA! PAPA! JANGAN BERANTEMM!" Suzune malah ikut-ikut campur.

"Kita ga berantem kok, Suzune-kun..." kata Karin sambil memeluk Suzune.

"Aku pengen ketemu Tama-chaannn~ Kenapa mereka belum datang juga?" tanya Suzune.

"Coba kamu periksa ke rumah Micchi aja. Siapa tau sekarang dia lagi butuh bantuanmu" usul Karin.

Aku setuju dengan usul Karin. Untuk itu, aku pun berjalan keluar. Dan ketika membuka pintu, aku ingin pingsan saat itu juga. Nishikiori dan anaknya, Tama mendadak menjadi hitam gosong layaknya baru dibakar.

"Kazune~ Akhirnya ketemu juga! Kyaa!" Nishikiori langsung memelukku.

"Oi! Oi! Kenapa kau jadi begini?!" tanyaku.

"Tadi habis diserang tetangga... Lagian, kenapa kamu ga bilang selengkapnya tentang rumahmu?! Yang pagar hitam itu ada 3, Kazune-kun!" kata Nishikiori.

"Oh iya.. Kenapa aku jadi goblok begini, ya?" tanyaku heran.

Karin yang (mungkin) mendengarnya langsung menjawab, "Mungkin otakmu telah tertukar denganku!" jawabnya.

"Geez... Ya sudah, ayo masuk" ajakku.

Suzune POV

Aku melihat ada seorang anak perempuan bersama dengan Michiru nii-tan. Wah, aduhai, dia cantik bangeet~ Pengen deh kenalan sama dia (Author: Ciye...! Ciye...! XD). Dia balas menatapku dan tersenyum manis. Kyaa~ Aku pengen mati sekarang juga (Author note: Ditulis mati, soalnya kalau pingsan udah terlalu mainstream XD *author dibunuh*).

"Ah, Suzune, kemarilah" panggil papa.

Aku mendekati papa dan bersembunyi dibalik kakinya.

"Aku Tamae, Nishikiori Tamae, panggil saja aku Tama" kata gadis itu.

"Aku... Kujyou.. Suzune..." jawabku.


10 tahun kemudian~ *author digantung*


Normal POV

"Ayo! Suzune-kun! Cepat!" ajak seorang gadis berumur 13 tahun yang rambutnya diikat twintail.

"Sebentar, Tama!" balas seorang pemuda berambut blonde dengan mata hijau emeraldnya.

"Hati-hati dijalan!" kata Karin.

Pemuda ituᅳKujyou Suzune, menaiki sepedanya. Kemudian, gadis berambut twintailᅳNishikiori Tamae itu duduk dibelakangnya.

"YOSH! Hari pertama di SMP dimulai!" seru Suzune.

"GO!" kata Tamae semangat.

Suzune pun mulai mengayuhkan sepedanya sehingga sepeda itu berjalan. Mereka akan bersekolah disekolah yang baru, yaitu Sakura Gaoka atau bisa dibilang Seiei Gakuen (Akademi Elit).


"Eh? Kok kelihatannya cantik banget?" tanya seorang pemuda berambut blonde dengan mata biru azurenya.

"Kenapa, ojii-sama~? Aku, ya yang ojii-sama bilang~?" tanya gadis berambut ungu kehitaman itu narsis.

"Siapa sih yang mau sama kamu, Miharu? Bweee!" kata pemuda itu sambil menjulurkan lidahnya.

Ya, gadis berambut ungu kehitaman itu terus mengikuti pemuda itu membuatnya tambah kesal.

"Berhenti mengikutiku!" kata pemuda itu.

"Yo, Akane-san!" panggil seseorang.

"Um?" pemuda yang dipanggil Akane itu menengok.

"Akhirnya, ada yang ingin ku bicarakan denganmu!" katanya.

"Ada apa sih, Hyuuga-san?" tanya Akane.

"Ke sinilah!" kata Hyuuga langsung menarik Akane.

Setidaknya, Akane bersyukur karena akhirnya ia tidak diikuti oleh Miharu lagi walaupun harus pasrah ditarik secara paksa oleh Hyuuga.

Tamae POV

Sugoi...! Sekolahnya beneran besar!

"Besarnya... Ga sia-sia aku pindah ke Tokyo" kataku.

"Masuk yuk, Tama!" ajak Suzune sambil menarik tanganku.

Aku pun mengikutinya berjalan dilorong-lorong kelas dan ketika masuk kelas, aku mendapati seorang pemuda yang... hansamu ne... Semoga saja aku ga blushing sekarang.

"Eh? Ayo masuk" kata orang disebelahnya.

Aku dan Suzune duduk bersama dimeja paling depan, tapi mejanya pisah-pisah (satu-satu gitu). Wah, ku lihat banyak gadis yang kagum+blushing+malu+gugup+grogi+(Tamae: WOI! JANGAN KEBANYAKAN! *ngelempar author apel*) lupakan saja yang tadi. Pokoknya, pemuda yang berdiri di depan sekarang ganteng banget~

"Hai, dia Tsukiakanemiko, teman sekelas kalian yang baru (pastilah!). Tapi, dianjurkan untuk tidak terlalu dekat dengannya dan jika ia mendekati seseorang, jangan dihalangi (kayak fans gitu, lho). Nah, kau bisa duduk disebelah meja Nishikiori Tamae, gadis itu, Akane" kata orang disebelahnya.

"..." Ia terdiam dan berjalan ke meja yang ada disebelah mejaku.

'Tuhan... Aku benar-benar ingin mati sekarang, dia sumpah ganteng bangeeet...!' pikirku.

"Aku Nishikiori Tamae, yoroshiku!" kataku sok akrab.

"... Tsukiakanemiko" balasnya.

'KYAA~! Dibales!' pikirku.

"Oke, ayo kita mulai pelajaran hari ini" kata orang itu, oh, dia sensei?

"Tidak upacara dulu?" tanya murid-murid lain.

"Tidak! Kami tidak menggunakan sistem upacara seperti orang tua kalian dulu bersekolah disini!" jawabnya.

'Darimana dia tau kalau orang tua kami semua pernah bersekolah disini...?' pikirku.

"Wah... Sekolah apaan ini?" tanya murid-murid.

'Jangan salahkan sekolahnya, salahkan sensei ini...' pikirku.

Aku dan murid lainnya cuma bisa bersweatdrop-ria. Kira-kira bakal terjadi apa lagi setelah ini?

.

.

.

Tsuzuku~

Waaa...! Gomennasai, minna-san!

Pasti jelek banget

Pendek lagi X(

Hontou ni gomen!

Review, ya?