Author : Byun Lalla Chan/Manami Yanagita/Huang Li Mei

Pair : BaekYeol/ChanBaek/ChanHyun Couple, and others

Genre : Au ah gelap -.-" #digorok readers#

Rating : T

Length : One Shoot

Warning! : YAOI/BL/BoyxBoy/ManxMan/Shonen-ai #nah tu semua w sebutin#, OOC, ngaco, ide pasaran, ancur, gagal, typo(s), penistaan bias, aneh, gaje, ngejenuhin, de el el

Annyeong ^^ Lalla bawa FF Oneshoot yg judulnya udah tertera di atas. FF ini sebenarnya buat ultahnya Chanyeol oppa. Tapi karena pulsa modem yg gk bisa di ajak kompromi(?) Lalla jadi telat update. Bukan karena itu aja, ceritanya juga aneh banget. Awalnya mau certain ultahnya Chanyeol oppa, eh malah jadi gini. Aduh, aduh, aduh! Puyeng saya! Okey, gak usah banyak bacot lagi, Let's Start It!

.

.

It's YAOI fanfic

.

.

If u don't like the genre or the casts in this ff, please don't read

.

.

Lalla Present

.

.

Love You Baby

.

.

Happy reading ^^

.

.

LOVE YOU BABY

Hari itu, dorm EXO-K tampak sepi. Bukan karena tidak berpenghuni, melainkan semua member sibuk tidur siang. Terlihat di sebuah kamar yang terpampang tulisan 'BaekYeol' di pintunya, seorang namja dengan surai ikal berwarna coklat keemasannya tengah memeluk seorang namja yang lebih mungil darinya itu seraya tertidur. Mereka berdua tidur dengan pulasnya.

Baekhyun –si namja bertubuh mungil- terlihat menggeliat dalam tidurnya. Sepertinya sebentar lagi dia akan terbangun. Dan benar saja, sedikit demi sedikit Baekhyun mulai membuka matanya. Mengerjab – ngerjabkan matanya dengan imut untuk membiasakan cahaya menembus retinanya.

Baekhyun kini menatap wajah damai namjachingu-nya –Chanyeol- yang masih tertidur dengan pulas. Baekhyun tersenyum lembut melihatnya. Dengan perlahan, Baekhyun mulai melepaskan tangan Chanyeol yang tengah memeluknya. Di lakukannya dengan sangat hati – hati agar tidak membangunkan namja-nya itu.

Setelah tangan kekar Chanyeol terlepas dari tubuhnya, Baekhyun segera turun dari kasur dan keluar dari kamarnya dan Chanyeol itu.

"Sudah bangun hyung?" tanya D.O yang baru keluar juga dari kamarnya dan Kai. Baekhyun pun mengangguk menanggapi pertanyaan dari D.O.

"Mana Chanyeol hyung?" tanyanya lagi.

"Dia masih tertidur. Sepertinya dia sangat kelelahan dengan pemotreran tadi pagi." Jelas Baekhyun seraya berjalan menuju dapur bersama dengan D.O.

"Hm, baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam untuk nanti." Ujar D.O. Baekhyun pun mengangguk. Ia segera berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk sekedar membasuh muka.

Sebenarnya Baekhyun tidak perlu susah – susah pergi ke dapur jika ingin membasuh muka, mandi, atau apa pun itu. Toh di kamarnya juga ada kamar mandi. Tapi sepertinya uri Baekhyunnie benar-benar tidak ingin membuat Chanyeollie yang kelelahan itu terbangun hanya karena suara gemercik air dari toilet yang ada di kamarnya itu.

Setelah membasuh wajahnya, Baekhyun segera mengelap wajahnya itu dengan handuk kecil yang tergantung di samping pintu kamar mandi. Tanpa sengaja, Baekhyun melihat kalender yang tergantung di tembok samping pintu kamar mandi itu.

"D.O-ah, sekarang tanggal berapa?" tanya Baekhyun kepada D.O yang sedang memasak makan malam itu.

"Hmmm… kalau tidak salah sekarang itu tanggal 26 hyung. Wae?" tanya D.O yang masih dalam kegiatan memasaknya.

"Oh, tanggal 26…" Baekhyun berucap santai. "Dan berarti besok tanggal 27…" Baekhyun kembali berucap santai lalu duduk di salah satu kursi di meja makan. D.O yang mendengar ocehan Baekhyun itu hanya mengangguk-angguk.

"EH? TANGGAL 27?" seketika Baekhyun berseru seraya berdiri dari duduknya. Sontak D.O yang sedang memotong sayur itu terkaget dan hampir saja mengiris jarinya sendiri.

"Wae hyung?" tanya D.O sedikit kesal seraya mengelus-elus dadanya.

"D.O-ah, besok tanggal 27 November! Channie, dia kan ulang tahun!" kata Baekhyun kalut sambil mengguncang-guncangkan bahu D.O.

"Hyunghyung tenang hyung!" D.O berusaha menenangkan hyung-nya yang satu ini.

"Omo D.O-ah, eotteokhae?" Baekhyun terlihat kalut. D.O hanya mengedikkan bahunya dan mulai melanjutkan acara memasaknya.

"Berikan hadiah saja hyung." Sarannya. Sudah jelas Baekhyun akan memberikan hadiah D.O-ah -_-"

"Aa! Kau benar!" Baekhyun menjentikkan jarinya senang. "Tapi…" Baekhyun menggantungkan kalimatnya, membuat D.O menatap kearahnya. "Sudah jelas aku akan memberikan hadiah untuknya tanpa kau sarankan!"

"Eh, hehe iya yah!" D.O menggaruk – garuk kepalanya sedikit kikuk. Baekhyun hanya geleng – geleng melihatnya.

"Tapi…" Baekhyun kembali menggantungkan kalimatnya, membuat D.O yang tadinya sedang fokus pada bumbu – bumbu dapur kembali menatap hyung-nya.

"Wae?"

"Hadiah apa yang harus ku berikan?" D.O menghela nafasnya. Dia terlihat berpikir sekarang.

"Bagaimana kalau membuat cake saja? Hyung bisa menuangkan perasaan hyung ke cake yang hyung buat nanti. Chanyeol hyung pasti bisa merasakannya." Saran D.O.

"Benar!" Baekhyun senang kembali. "Tapi…"

"Apa lagi hyung?" D.O terlihat geregetan.

"Aku tidak bisa membuat cake." Baekhyun berucap dengan polosnya. Gubrakkk! D.O sweatdrop seketika.

"Hah! Nantilah aku yang bantu."

"Jeongmal?" Baekhyun berbinar dan D.O pun mengangguk pasti.

"Gomawo D.O-ah!" Baekhyun memeluk D.O dengan senangnya.

"Eh, eh, hyung lepaskan! Aku sedang memasak!"

"Ah, iya, maaf! Hehe." Baekhyun segera melepaskan pelukannya dan tertawa seperti orang yang tak memiliki dosa(?). Sementara D.O hanya merungut kesal.

+-+-+-EXO-+-+-+

Pada saat makan malam, semua member EXO-K telah berkumpul di meja makan. Posisi duduk : Suho – Baekhyun – Chanyeol dan di depan mereka ada Sehun – D.O – Kai. Mereka makan dengan hikmatnya.

"Hmmm, Soo Baby, makanan buatanmu selalu lezat!" Kai mencium pipi D.O sekilas, membuat D.O langsung mengeluarkan rona merah di pipinya.

"Ekhem!" intrupsi Suho, membuat KaiDo langsung menatap sang leader. "Tidak bileh ada cium – ciuman di saat makan!" ucap Suho.

"Ne…" jawab D.O pasrah sementara Kai hanya menggerutu kesal.

"Yeollie, ayo aaa~" Baekhyun mengarahkan bulgogi ke mulut Chanyeol. Chanyeol tersenyum lalu kemudian membuka mulutnya dan melahap bulgogi dari kekasihnya itu.

"Gomawo!" Chanyeol mengacak – acak rambut Baekhyun. Suho menatap pasangan BaekYeol ini dengan pandangan menusuk(?).

"Wae Suho hyung? Bersuapan saja tidak apa – apa kan? Apa kau iri karena tidak bisa bersama dengan Lay hyung?" tanya –goda- Chanyeol. Sontak wajah Suho memerah.

"Huahahahaha ternyata benar ya. Hahaha!" Chanyeol tertawa geli sementara member lain kecuali Suho terkekeh pelan.

"Hah sudahlah! Habiskan makan malam kalian!" ucap Suho yang wajahnya sudah sangat merah karena malu.

.

.

Setelah selesai makan malam, D.O dan Baekhyun segera merapikan piring – piring dan membersihkannya serta meja.

"Soo Baby, aku tunggu di kamar ne!" Kai mengedipkan sebelah matanya dengan nakal dan melakukan flying kiss. D.O pun mengangguk dengan malu.

"Baekkie, aku juga akan menunggumu di kamar." Chanyeol tersenyum. Baekhyun pun balas tersenyum dan mengangguk pasti. Setelah selesai merapikan piring – piring dan meja makan, kedua namja manis itu segera berjalan ke kamar masing – masing untuk menemui namjachingu mereka itu.

+ BaekYeol's Room

Ceklek

Baekhyun memasuki kamar dan langsung mendekati Chanyeol yang sedang berbaring di kasur seraya mendengar musik dari headphone-nya tersebut. Baekhyun membaringkan tubuh mungilnya di samping Chanyeol, membuat namja tampan itu menoleh da melepaskan headphone-nya. Baekhyun tersenyum dan Chanyeol balas tersenyum.

"Baekhyun-ah…" Chanyeol segera memeluk Baekhyun dengan erat. Baekhyun membenamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol dan menghirup aroma tubuh Chanyeol yang harum tersebut.

"Saranghae Yeollie…" ucap Baekhyun.

"Nado…" balas Chanyeol. Perlahan Chanyeol mulai melonggarkan pelukannya. Menatap mata indah milik namja manis-nya ini. Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun, membuat si namja manis itu menutup matanya. Dan…

Chup~

Bibir keduanya menempel dan mulai saling melumat dengan lembut. Baekhyun melumat bibir atas Chanyeol sementara Chanyeol melumat bibir bawah Baekhyun. Keduanya terus melumat dengan lembut sampai Chanyeol menggigit bibir Baekhyun yang sedang di lumat itu. Baekhyun meringis dan otomatis membuka mulutnya. Chanyeol segera melesakkan lidahnya ke mulut Baekhyun, memulai French kiss-nya. Baekhyun melenguh saat Chanyeol menjilat – jilat rongga mulutnya.

Tanpa terasa kini Chanyeol sudah ada di atas tubuh Baekhyun. Memeluk tubuh mungil di bawahnya dengan erat. Baekhyun pun ikut melingkarkan kedua tangannya ke leher jenjang Chanyeol dan menekan – nekannya agar Chanyeol melakukan lebih. Dan mereka terus saja berciuman dengan panasnya.

"Ngh… ngh…" Baekhyun mendorong – dorong dada Chanyeol pertanda dia sudah kehabisan nafas. Dengan terpaksa Chanyeol pun melepaskan ciumannya dan menarik bibir bawah Baekhyun sebelum ciumannya benar – benar terlepas.

"Hah… hah…" nafas keduanya memburu dan bibir Baekhyun terlihat bengkak dan basah karena ciuman Chanyeol tadi.

"Saranghae Byun Baekhyun." Chanyeol mencium pipi Baekhyun dengan lembut.

"Nado saranghae." Balas Baekhyun. Chanyeol segera memposisikan tubuhnya di samping Baekhyun kembali.

"Aku mengantuk Baby." Ucap Chanyeol dengan mata sayunya. Baekhyun tersenyum.

"Kalau begitu tidurlah. Aku akan menemanimu." Kata Baekhyun dan Chanyeol pun mengangguk. Segera di pejamkan matanya tersebut dan berusaha untuk mengistirahatkan diri dengan tertidur. Dan tak lama kemudian, dengkuran halus terdengar dari Chanyeol. Dan bisa dipastikan bahwa dia tertidur.

Baekhyun segera beranjak keluar kamar setelah Chanyeol tertidur. Ia menuju ke depan pintu kamar KaiDo dan mengetuknya.

Tok! Tok! Tok!

"D.O-ah…" panggil Baekhyun.

Ceklek

Pintu pun terbuka dan menampakkan seorang namja manis dengan keadaan acak – acakkan. Rambutnya berantakan, 2 kancing baju atasnya sudah tidak ada, kissmark di mana – mana, bibir membengkak dan mata yang sayu. Sepertinya uri Do Kyungsoo telah di serang oleh uri Kim Jong In.

"Kau… kenapa D.O-ah?" tanya Baekhyun yang masih memandang D.O dengan cengo.

"Ah, aku? Aku tidak apa – apa." Bohong D.O. "Ada apa hyung?"

"Nggg… aku ingin meminta bantuanmu untuk membuat cake. Apa kau bisa?"

"Ah, chamkamman," D.O berlari ke dalam kamarnya. 10 menit kemudian, D.O keluar dan keadaannya sudah lebih rapi dari pada tadi.

"Kajja hyung kita buat cake-nya!" D.O segera berjalan dengan sedikit pincang kearah dapur. Baekhyun menatapnya dengan bingung tapi dia tidak peduli. Karena tujuannya memanggil D.O adalah untuk membantunya membuat cake untuk ulang tahun Chanyeol besok.

"Nah, ayo kita mulai!" intruksi D.O saat mereka sampai di dapur dan semua bahan telah ada di depan mereka. Baekhyun pun mengangguk.

"Nah, pertama – tama 4 kuning telur di campur dengan susu, lalu setelah itu bla bla bla bla…" D.O terus membantu Baekhyun.

"D.O-ah kenapa adonannya tidak mau mengembang?" tanya Baekhyun yang sedang mencampur semua adonan dengan mixer.

"Kau harus mencampurnya dengan sedikit cepat." D.O pun meningkatkan kekuatan mixer itu.

"Oh, arra arra…" Baekhyun pun mengangguk mengerti. Tak lama kemudian, adonannya pun selesai dan Baekhyun segera menuangkan adonannya ke cetakan berbentuk lingkaran.

"Nah, sekarang tinggal di masukkan ke oven." D.O segera memasukkan cake Baekhyun tadi ke oven.

"Kita harus menunggu berapa lama?"

"Kurang lebih 45 menit." Baekhyun pun mengangguk – angguk. Mereka berdua memutuskan untuk duduk di kursi meja makan sembari menunggu cake-nya matang. Baekhyun dan D.O terlihat sangat mengantuk karena membuat kue tadi.

Ting!

Tak lama kemudian cake-nya pun matang. Baekhyun segera memakai sarung tangan lalu mengeluarkan cake-nya itu dari oven.

"Wah, sepertinya enak sekali~" ucap Baekhyun saat menghirup aroma cake itu.

"Apa kau akan menghias cake ini sekarang hyung?" tanya D.O.

"Hoaahhhmmm. Entahlah D.O-ah. Aku mengantuk sekali." Jawab Baekhyun seraya menguap.

"Kalau begitu kita biarkan cake-nya tetap hangat di kulkas." #anggap aja kulkasnya ada 2 lemari. Lemari pertama bersuhu dingin dan lemari ke-2 bersuhu hangat# Baekhyun pun mengangguk dan meletakkan cake itu di kulkas dan mengatur suhunya agar tetap hangat.

"Kalau begitu ayo kita tidur!" ajak Baekhyun. D.O dan Baekhyun segera meninggalkan dapur dan menuju kamar masing – masing.

Setelah sampai di kamar, Baekhyun segera membaringkan tubuhnya ke samping Chanyeol. Baekhyun memandangi wajah damai namja-nya yag sedang tertidur itu. Ia mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja melihat jam yang tergantung di dinding kamar.

"Pukul 2 pagi." Gumamnya. Dan ia pun tersenyum.

"Happy birthday Chanyeollie." Chup~! Baekhyun mengecup bibir Chanyeol yang tengah tertidur itu dengan lembut. "Saranghae. Jeongmal saranghae. Yeongwonhi." Setelah mengucapkan itu, Baekhyun memutuskan untuk tidur.

+-+-+-EXO-+-+-+

Esok harinya,

"OPPA SELAMAT ULANG TAHUN!"

"OPPA SARANGHAE!"

"CHANYEOL OPPA HWAITING!"

Ribuan penonton yang menyaksikan penampilan EXO-K secara live itu bersorak dengan kerasnya. Chanyeol tersenyum dengan cerah mendengarkan ucapan – ucapan itu dari fans-nya.

"Gamsahapnida! Gamsahapnida!" Chanyeol membungkuk berkali – kali. "Aku mencintai kalian!" Chanyeol membentuk jantung di atas kepalanya dengan kedua tangannya. Semua orang kembali bersorak senang.

Setelah perform tadi, manager hyung segera membawa semua anggota EXO-K kembali ke dorm dengan mobil van mewah berwarna hitam.

Setelah sampai di dorm, semua member segera mengganti baju mereka dan mulai mengistirahatkan diri. Setelah mengganti baju, Baekhyun segera berlari kearah dapur tempat D.O berada.

"D.O-ah, mana cake-nya? Aku mau menghiasnya sekarang." Ujar Baekhyun dengan semangatnya.

"Ini hyung." D.O menyerahkan cake yang semalam (menjelang pagi) mereka buat itu kepada Baekhyun. "Kalau begitu aku ke ruang tengah ya!" Baekhyun pun mengangguk dan dengan semangatnya mengoleskan krim ke seluruh kue itu.

+Di ruang tengah+

"Hyung, thelamat ulang tahun ya!" ucap Sehun seraya tersenyum.

"Selamat ulang tahun Chanyeol-ah. Semoga panjang umur!" ujar Suho.

"Happy birthday Chanyeol hyung!" kata D.O yang baru saja keluar dari dapur.

"Ne, gomawoyo! I love you all!" balas Chanyeol dengan senyum khasnya.

"Hyung! Hadiah untukmu!" tiba – tiba Kai datang sambil mendorong kardus yang besar.

"Omo! Apa ini?" Chanyeol terlihat kaget.

"Entahlah hyung. Mungkin hadiah dari fans." Jawab Kai.

"Ayo di buka! Aku thangat penatharan hyung!" Sehun terlihat sangat excited. Perlahan Chanyeol segera membuka kotak itu, dan WOW! Ternyata benar! Ini adalah hadiah dari para fans. Begitu banyak!

"Wah hyung! Baguth thekali! Aku boleh minta yang ini kan hyung?" tanya Sehun sambil memegang jaket baseball berwarna merah.

Pletak!

"Aw appo hyung!" tiba – tiba Sehun meringis saat merasakan jitakan di kepalanya. Suho si pelaku hanya mencibir.

"Itu hadiah untuk Chanyeol hyung! Kenapa kau yang minta? Dasar magnae!" timpal Kai.

"Ya! Kau juga magnae kan!" Sehun terlihat kesal.

"Tapi aku lebih tua darimu Oh Thehun!" ejek Kai.

"Namaku bukan Oh Thehun tapi Oh Thehun!" balas Sehun.

"Sama saja! Kau baru saja mengucapkan Thehun tau!" Kai tidak mau kalah. Dasar duo magnae kekanakan! Tapi sudah nasip lah bagi Sehun yang cadel itu.

"Yaaa! Dasar Kamjjong hitam!" –Sehun.

"Apa kau cadel!" –Kai.

"SHUT UP! Kalian ini kekanakan sekali!" omel sang eomma, D.O. Sontak Sehun dan Kai diam dan tak berani menatap uri eomma EXO-K itu.

"Err… Sehun-ah, jika kau mau, kau boleh mengambil jaket itu. Aku rasa jaket itu tidak akan muat denganku." Ucap Chanyeol.

"Benarkah hyung? Gomawoyo!" Sehun sungguh senang dan memeletkan lidahnya ke Kai untuk mengejek namja berkulit tan itu. Kai balas mencibir Sehun. Chanyeol tersenyum geli melihat tingkah duo magnae EXO-K itu.

Chanyeol mengedarkan pandangannya untuk mencari Baekhyun. Tapi tidak ada. Kemana Baekhyun? Apa dia melupakan ulang tahun Chanyeol? No Chanyeol, malah sebenarnya Baekhyun yang mengingat ulang tahunmu duluan dan mengucapkannya first. #R : Apalah ni author bahasanya campur aduk!#

"D.O-ah, dimana Baekhyun? Tadi aku merasa melihatnya bersamamu." Tanya Chanyeol kepada D.O kemudian.

"H-ha? Baekhyun hyung? Err… dia… ngg…" D.O terlihat bingung mau menjawab apa. Tidak mungkin kan kalau D.O bilang bahwa Baekhyun tengah mempersiapkan hadiah untuknya? Itu akan merusak surprise! Belum sempat D.O menjawab, tiba – tiba…

Ting tong!

Ting tong!

Bel dorm berbunyi. Sontak ke-5 namja itu menatap kearah pintu.

"Biar aku saja yang buka." Suho segera berjalan menuju pintu.

+-+-+-EXO-+-+-+

+Di dapur+

"Wah yeoppeo!" Baekhyun begitu puas setelah melihat cake untuk ulang tahun Chanyeol yang dia hias dengan indah itu. Di atas cake itu juga ada tulisan Happy Birthday Chanyeol! Love You~ ^.^ yang di tulis dengan cream strawberry oleh Baekhyun.

"Nah sekarang aku akan memberikannya untuk Chanyeol." Baekhyun bersiap akan membawa cake itu ke Chanyeol, tapi…

Ting tong!

Ting tong!

Bel dorm berbunyi, membuat Baekhyun mengurungkan niatnya untuk memberikan cake itu ke Chanyeol.

"Siapa ya? Ah, sebaiknya aku lihat dulu. Cake untuk Chanyeol nanti saja lah." Baekhyun kembali memasukkan cake milik Chanyeol yang sudah di hias itu ke dalam kulkas bersuhu dingin dan setelah itu dia langsung berlari keluar dari dapur untuk melihat siapa yang datang.

.

.

Ceklek

Suho membuka pintu dan…

Grep!

"Hyung! Bogoshippeoyo!" tiba-tiba seorang namja langsung memeluk Suho dengan erat. Namja itu adalah Zhang Yi Xing atau yang akrab disapa Lay.

"Ciee… suit suit! SuLay moment nih!" goda Chen. Sontak wajah Suho memerah dan Lay segera melepaskan pelukannya.

"EXO-M DATANG!" seru D.O senang saat melihat siapa yang datang.

"Huwaaaa Luhan hyung!" Sehun segera memeluk Luhan.

"Sehunnie aku rindu!" ucap Luhan.

"Me too hyung!" Sehun sangat senang.

"Kris hyung!" Chanyeol segera merangkul Kris.

"Tao-ie…" entah sejak kapan Baekhyun sudah ada di ruang tengah dan ia segera memeluk Tao.

"Hey hey hey tunggu dulu!" ucap Kai yang langsung membuat semua orang yang ada di situ menghentikan kegiatan peluk – memeluk, rangkul – merangkul, dan langsung menatap Kai.

"Ada apa EXO-M datang kesini?" tanyanya.

"Ah benar juga." Timpal Suho. Semua member EXO-M saling memandang dan tersenyum, membuat member EXO-K bingung dan mengerutkan dahi mereka.

"TENTU SAJA UNTUK MERAYAKAN ULANG TAHUN CHANYEOL!" ujar mereka serempak dan langsung memeluk Chanyeol. "SAENGIL CHUKAHAMNIDA CHANYEOLLIE!" mereka kembali berucap secara bersamaan. Memang member yang kompak!

"Huwaaaaa!" seru Chanyeol kaget. Ke-5 member EXO-K langsung tertawa terbahak – bahak.

"Hah~ Jangan peluk lagi! Aku merasa benar – benar sesak!" kini wajah Chanyeol sudah memerah. Sontak semua member EXO-M melepaskan pelukan mereka. Chanyeol langsung menghirup udara sebanyak – banyaknya. Semua tertawa melihat tingkah uri Happy Virus.

"Hyung, cepat ambil cake-nya sana! Kapan lagi kau akan memberikan hadiahmu?" bisik D.O di telinga Baekhyun.

"Ah kau benar D.O-ah!" Baekhyun segera berlari menuju dapur untuk mengambil cake yang kemarin dia buat bersama dengan D.O.

"Chanyeol, ikut aku!" tiba – tiba Kris menarik tangan Chanyeol menuju balkon, meninggal kerumunan orang – orang itu.

+Di balkon+

Chanyeol dan Kris berdiri dengan berhadapan. Kris tersenyum dan langsung merogoh saku jaket yang di gunakannya. Ia mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil dengan kertas kado berwarna oranye yang membungkusnya.

"Ini. Untukmu. Dariku dan Tao." Kris menyerahkan kotak itu kearah Chanyeol.

"Apa ini hyung?" tanya Chanyeol penasaran.

"Buka saja!" Chanyeol menuruti dan segera membuka kotak kecil itu. Dan… ternyata isinya adalah sebuah jam tangan!

"Omo hyung! Ini bagus sekali! Gomawo!" Chanyeol segera memeluk Kris.

.

.

Baekhyun keluar dari dapur dan membawa sebuah kotak berisi cake untuk Chanyeol.

"Dimana Chanyeol?" tanya Baekhyun kepada member EXO-K dan EXO-M yang sedang melepas rindu satu sama lain itu.

"Chanyeol ge? Tadi aku melihatnya pergi ke balkon bersama Kris ge." Jawab Tao dengan gaya cerianya.

"Ah, gomawo!" Baekhyun segera melangkahkan kakinya menuju balkon. Dia tidak sabar melihat reaksi Chanyeol saat menerima cake buatannya nanti. Saat tiba di balkon tiba – tiba…

"Omo hyung! Ini bagus sekali! Gomawo!" Baekhyun melihat Chanyeol memeluk Kris dengan senangnya dan Kris tertawa senang.

Deg!

Baekhyun merasakan jantungnya sesak, tapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu. Mungkin saja Chanyeol memeluk Kris hanya karena hal sepele. Jadi dia tidak boleh ber-negative thinking seperti itu. Tapi…

Chup~

Kris mencium pipi Chanyeol sekilas!

Deg!

Brak!

Kali ini Baekhyun benar – benar shock dan langsung menjatuhkan cake yang tadi dia pegang hingga hancur tak berbentuk lagi. Chanyeol dan Kris yang mendengar ada suara langsung menoleh dan menatap Baekhyun yang tengah menatap kue yang telah hancur dengan mata berkaca – kaca. Keduanya terbelalak.

"Baekkie!" ucap Chanyeol kaget.

"Hiks…" Baekhyun menatap nanar cake yang telah hancur itu dan langsung berlari menuju kamarnya.

"B-Baekkie!" Chanyeol segera mengejar Baekhyun.

.

.

Brak!

Baekhyun membanting pintu kamar dengan sangat keras. Membuat semua member yang tengah berkumpul di ruang tengah itu terkaget – kaget. Terlebih saat mereka melihat Chanyeol yang berlari menuju kamar BaekYeol dan segera mengetuknya dengan sangat keras.

"Baekkie! Buka pintunya Baekkie! Kau salah paham! Biar aku jelaskan!" seru Chanyeol seraya menggedor – gedor pintu kamar dengan keras.

"Baekhyun! Bukalah pintunya! Biar kami jelaskan!" ujar Kris yang tiba – tiba datang dan ikut mengetok – ngetok pintu kamar BaekYeol.

"Hiks… hiks… cake-nya… hiks…" Baekhyun terisak di dalam kamarnya itu.

"Ada apa Kris hyung? Chanyeol hyung?" tanya D.O bingung. Sebenarnya bukan hanya dia yang bingung, semua member yang melihat kejadian ini juga bingung.

"Ta-tadi… Baekkie melihat Kris hyung mencium pipiku." Ucap Chanyeol seraya menunduk. Tao ikut kaget dan sepertinya dia akan menangis.

"MWO?" D.O sontak membulatkan mata kukang(?)nya. #plak#

"Tapi jangan salah paham dulu! Aku tidak ada apa – apa dengan Chanyeol!" sergah Kris. Kali ini Tao dan semua member bisa bernafas lega.

"Lalu? Bagaimana cerita sebenarnya?" tanya Xiumin penasaran.

"Tadi, saat Kris hyung memberikan hadiah jam yang katanya pemberian darinya dan Tao kepadaku, aku langsung memeluk Kris hyung karena terlampau senang. Lalu Kris hyung mencium pipiku. Aku tidak tau kalau di situ ada Baekkie. Baekkie sepertinya sangat kaget dan langsung menjatuhkan cake yang di pegangnya sampai hancur." Jelas Chanyeol.

"MWO? CAKE? JATUH? HANCUR?" D.O terlihat shock.

"Kenapa memangnya D.O-ah?" tanya Luhan.

"Astaga! Baekhyun hyung sudah berjuang mati – matian demi membuat cake itu. Dia rela tidur malam demi membuat cake itu semalam! Dia pasti sangat kecewa." –D.O. Semua member terlihat sangat kaget terlebih – lebih Chanyeol.

"Haish! Park Chanyeol! Kau sungguh pabbo!" Chanyeol merutukki dirinya yang dia anggap bodoh itu. Ia mengacak – acak rambutnya frustasi.

"Maafkan aku. Kalau saja aku tidak menciummu tadi, ini semua tidak akan terjadi." Kris menyentuh pundak Chanyeol.

"Tidak apa – apa hyung." Chanyeol memaksakan senyum.

"Sudahlah. Kita biarkan Baekhyun untuk tenang dulu." Saran Lay. Semua menyetujuinya dan kembali ke kegiatan masing – masing. Chanyeol mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah dengan asal. Tak jarang dia merutuki dirinya sendiri.

.

.

"Hiks… pabbo! Tidak taukah aku berjuang mati – matian untuk cake itu?! dasar Chanyeol pabbo! Hiks…" Baekhyun terus menangis di dalam kamarnya.

+-+-+-EXO-+-+-+

4 jam berlalu, dan selama itu juga Baekhyun tidak keluar dari kamar. Hari sudah hampir malam sekarang.

Tok tok tok!

"Baekkie… buka pintunya!" Chanyeol mengetuk pintu kamar dan berucap dengan lembut. Tapi tidak ada jawaban. Chanyeol menunduk dan segera menjauhi pintu kamar itu.

"Bagaimana?" bisik Suho. Chanyeol menggeleng lemah.

Tiba – tiba…

Ceklek

Pintu kamar BaekYeol terbuka dan Baekhyun pun keluar dari kamar itu. Chanyeol dan Suho segera menatap Baekhyun yang matanya sudah sangat membengkak karena menangis dari tadi.

"Baekkie!" Chanyeol segera berlari kearah Baekhyun dan memeluknya dengan erat. Baekhyun tidak menunjukkan reaksi apa – apa di wajahnya saat Chanyeol memeluk tubuhnya tersebut.

"Selamat ulang tahun." Ucapnya pelan. Chanyeol menggeleng – gelengkan kepalanya. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Suho tidak mau menyaksikan adegan ini, dia memilih untuk masuk ke kamarnya dan Sehun yang sekarang sudah menjadi kamarnya dan Lay. Kini di ruang tengah hanya ada BaekYeol. Semua member ada di kamar bersama pasangan masing – masing.

"Baekkie… maafkan aku… Aku memang bodoh!" bisik Chanyeol.

"Tidak apa – apa." Balas Baekhyun datar.

"Aku benar – benar tidak ada apa – apa dengan Kris hyung. Sungguh!" Chanyeol berusaha meyakinkan Baekhyun.

"Sudahlah!" Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dengan kasar dan beranjak untuk meninggalkannya.

Grep!

"Baekhyun!" Chanyeol menahan tangan Baekhyun dengan erat, sehingga langkah namja manis itu terhenti.

"Kenapa kau seperti ini? Aku sudah minta maaf kan?!" Chanyeol mulai marah.

"KARENA KAU TIDAK TAU BAGAIMANA SAKITNYA AKU MELIHAT KALIAN!" Baekhyun berteriak dan air mata langsung lolos dari matanya. Dia menangis.

"Apa kau sadar Chanyeol? Aku sudah susah payah membuat cake itu hanya untukmu. Aku rela tidak tidur hanya demi cake itu. Aku kecewa Chanyeol. Kau memperlakukanku seperti ini. Tidakkah kau tau seberapa besar cintaku untukmu? Kau malah bermain di belakangku seperti ini." Chanyeol merasa dadanya sesak mendengar perkataan Baekhyun.

"Sebenarnya aku tidak terlalu mempersalahkan cake itu. Tapi tadi, tidak taukah kau betapa sakitnya ini?! aku tidak menyangka kau seperti ini Chanyeol. ternyata kalian masih berhubungan. Aku kira kau benar – benar mencintaiku Chanyeol. ternyata begini. Kau anggap aku ini apa? Hanya pelarianmu? Lalu apa maksudnya kau-"

Chup~

Chanyeol langsung membungkam bibir Baekhyun dengan bibirnya, mencoba menghentikan namja manis itu untuk bicara. Baekhyun berusaha memberontak, tapi Chanyeol langsung mengunci pergerakan Baekhyun di tembok. Chanyeol melumat bibir Baekhyun dengan kasar.

"Ngh… ngh…" Baekhyun terus memberontak. Chanyeol yang merasa geram langsung menggigit bibir bawah Baekhyun dengan keras hingga berdarah.

"Akh!" Baekhyun meringis kesakitan. Dan dengan liar Chanyeol menjilat darah yang keluar dari bibir kekasihnya itu. Chanyeol seperti orang yang kesetanan. Langsung saja dia memasukkan lidahnya ke mulut Baekhyun.

"Ngghh…" Baekhyun melenguh karena lidah Chanyeol yang sekarang sedang menjilat langit – langit mulutnya. beberapa menit berlalu dan Chanyeol merasakan nafas Baekhyun yang mulai memendek, segera dia melepaskan lumatan bibirnya itu.

"Hah… hah… hah…" Baekhyun menghirup udara sebanyak – banyaknya.

"Aku mohon… jangan ucapkan kata – kata itu lagi. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Kris hyung hanya masa lalu bagiku. Kau jangan ungkit – ungkit masalah dulu lagi. Aku mohon. Orang yang ku cintai sekarang hanya dirimu Byun Baekhyun." Chanyeol mencium bibir Baekhyun sekilas.

"Dan soal cake itu, aku minta maaf. Aku memang bodoh."

Tiba – tiba saja Baekhyun meneteskan air matanya mendengar perkataan Chanyeol. Dia sudah salah paham kepada Chanyeol dan Kris. Justru sekarang dirinyalah yang ia anggap bodoh.

"Hiks… maafkan aku Chanyeol! Hiks…" Baekhyun memeluk Chanyeol dan menangis.

"Sssttt, sudahlah. Aku yang salah. Jangan menangis lagi." Chanyeol mengelus – elus punggung Baekhyun. "Aku mungkin akan rugi karena tidak bisa menikmati manisnya cake yang kau buat. Tapi aku masih bisa 'mencicipi' bibirmu yang menurutku lebih manis dari cake itu." goda Chanyeol yang langsung membuat wajah Baekhyun memerah.

"Apa yang kau katakan bodoh!" Baekhyun memukul dada Chanyeol pelan.

"Kkk~ mau di lanjutkan?" goda Chanyeol lalu menyentil ujung hidung Baekhyun.

"Ish!" Baekhyun mempoutkan bibirnya.

"Aigoo, kau yang meminta. Kalau begitu baiklah."

"Eh? Meminta apa? Kyyyaa! Chanyeol turunkan aku!" Baekhyun kaget karena tiba – tiba Chanyeol menggendongnya ala bridal style menuju kamar. Chanyeol segera menutup dan mengunci pintu kamar BaekYeol.

Setelah pintu kamar BaekYeol tertutup, semua member yang sebenarnya sedari tadi menguping pembicaraan BaekYeol itu segera membuka pintu kamar mereka. Mereka semua saling memandang.

"Aku senang akhirnya BaekYeol akur lagi." Ucap Tao. Semua member pun mengangguk.

"Ngghh… hah… Yeolliehh…" tiba – tiba suara desahan dari kamar BaekYeol terdengar.

"Omona~ apa mereka sedang melakukan 'itu'?" heboh Xiumin.

"Hah, kalau itu sih tidak masalah. Bagaimana kalau kita melakukannya juga hyung?" tanya Chen kepada Xiumin.

"WHAT? NO WAY!" tolak Xiumin.

"Haish!" Chen tiba – tiba saja langsung menggendong Xiumin ala bridal style dan langsung mengunci pintu kamar mereka.

"Kyyyaaa KIM JONGDAE!" pekik Xiumin dari dalam kamarnya. Semua member yang tersisa saling berpandangan.

"Bagaimana para uke? Apa kalian mau seme kalian melakukan hal yang sama?" Kris akhirnya bersuara. Para uke pun mengangguk dengan malu – malu.

"YES!" pekik para seme dengan girangnya dan langsung membawa para uke masing – masing ke dalam kamar. Dan setelah itu, dorm EXO di penuhi oleh suara desahan para uke mereka. Dan bisa di pastikan, esok pagi pasti semua uke di EXO akan sulit berjalan. Haghaghag XD

+-+-+-END-+-+-+

Huwaaa… otte? Gaje kan? Huweeee #jedukin kepala readers ke tembok#eh?#dibakar ama readers#abaikan# Huwaaaa Lalla hiatus lama buaaangettzzz kan? Haghaghag #jduar# Alasan Lalla hiatus tuh banyak banget… 1. Pulsa modem abis; 2. Males ngetik #penyakit nih#; 3. Ada keluarga datang dr Malay #R : urusan sama mereka apa?#A : w diajak JJ mulu tahu!#R : tempe?#A : -_-# Huwaaa Chanyeol oppa! Baekkie oppa! Mian Lalla buat FF gaje banget ttg kalian! #nangis darah# TT^TT. Huweeee… #meluk Baekkie#eh#di cincang Chanyeol#abaikan# Busyet banyak banget bacotnya Lalla yah… Ya udah deh, Lalla akhiri saja pidato(?) panjang Lalla. (walaupun masih banyak yg Lalla pengin bilang) #R: dasar banyak bacot!# Hehehe… Wokeh(?) kasih review-nya neGomawo! Mumumu :*