My Butler is My Lover

A/N: YOHOOOO! Ayumi disini~! Akhirnya saya terbebas dari hiatus! Wahahahahaha karena magang saya udah selesai jadi saya bisa bikin FF lagi~ hohohohoho /plak/ gimana readers? Pasti lama menunggu kelanjutan fic abal saya ya? Yaaah… waktu 3 bulan tuh emang gak bentar /plak/berasa kayak author sungguhan/timpuk/ maaf ya kalo readers nunggu lama. Saya juga punya kendala… yg pertama writers block yg kedua males /dzziiigg/ oh iya title-nya berubah ya… saya ngerasa yg kali ini lebih cocok (=w=)b oiya ada yg kangen ama saya gak? /ga ada yg nanya/dihajar/ yaa sudah deh lanjut aja yaa~ ini dia!

Warning: sekali lagi EYD berantakan, abal, gaje, aneh, typo, bikin muntah(?)

Pair: Sebastian X FemCiel Don't Like the pair? Then don't read~

A/N 2: lagi pengen aja bikin pair ini wkwkwkwwk /tendang/hajar/


Chapter 4

Burung berkicau dengan gembira, suaranya yang indah bagaikan sebuah nyanyian pembuka di pagi hari dan penyegar di hari yang baru. Ciel Phantomhive—gadis bersurai kelabu atau mungkin lebih tepatnya dark navy blue ini masih terbaring di atas ranjangnya yang berukuran king size tersebut. Tak berapa lama kemudian pintu kamar gadis itu terbuka perlahan, suara langkah kaki pun bisa terdengar menuju jendela lalu berhenti tepat didepan kaca bening besar itu. Orang itu membuka gorden kamar gadis itu dan segera melangkah menuju sisi ranjang gadis tersebut.

"Sudah waktunya untuk bangun oujousama," ujar suara yang terdengar serak-serak tersebut sambil berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh kecil sang gadis itu.

"Nggg… Tanaka sekarang jam berapa?" Tanya Ciel sambil mengusap matanya yang masih setengah tertidur itu, perlahan ia bangun dari ranjangnya dan menatap butler yang sedah berdiri di sebelahnya.

"Jam 07.00 oujousama, sekarang sudah waktunya anda mandi dan bersiap-siap," ujar Tanaka sambil terserum. Dengan cekatan, ia pun segera membuka kancing baju tidur Ciel dengan perlahan dan segera mengambil handuk untuk menutupi tubuh kecil gadis itu.

"Mari oujousama," Tanaka tersenyum lalu ia segera memandikan Ciel. Mulai dari kepala, ia memberikan shampoo dengan wangi yang tidak terlalu kuat, lalu beralih menuju punggung. Tanaka dengan sangat cermat mengusap punggung mulus Ciel, ia melakukannya dengan sangat hati-hati dan teliti kenapa? Karena ia tahu Ciel sama sekali tidak suka bila Tanaka mengusap punggungnya terlalu keras. Sekali saja membuat kesalahan, maka, semburan air-lah yang akan menyambut Tanaka.

Tanaka lalu membersihkan kaki sang lady dengan hati-hati sama seperti yang ia lakukan ketika membersihkan punggung Ciel. Tak berapa lama pun akhirnya acara bersih-bersih Ciel selesai. Ia segera berjalan keluar kamar mandi lalu segera memasuki ruang ganti miliknya. Di dalam ruang ganti tersebut terdapat lemari besar yang isinya tentu saja baju-baju dan dress mewah milik sang lady yang imut ini.

Sebagai butler keluarga Phantomhive tentu harus bekerja ekstra cepat dan cekatan dan itulah yang sedang dilakukan Tanaka sekarang. Ia memilih baju yang pantas untuk Ciel dan tidak butuh waktu lama untuk memilihnya. Sebuah dress berwarna biru gelap, pita besar berwarna biru indigo yang menghiasi pinggang bagian belakang, lengan panjang dengan renda berwarna putih yang menghiasi bagian dalamnya, kerah yang berbentuk turtleneck, rok 3/4 yang hanya mencapai betis lalu pita pemanis dengan bunga di bagian dada menjadi pakaian yang akan dikenakan Ciel pada hari ini.

Tanaka segera mengammbil korset dan memakainya pada perut gadis itu, ia menarik perlahan tali yang mengikat di bagian belakang korset tapi—

"Aaaahh! Tanaka! Pelan-pelan, sakit nih!" seru Ciel dengan suara yang ditinggikan dan nada kesal.

"Maaf oujousama tahanlah sedikit lagi," ujar Tanaka saat ia menarik kembali sedikit tali korset yang tidak beraturan itu.

"I-iyaa… tapi pelan-pelan!" Ciel menggerutu sambil membenamkan wajahnya di lengannya—tidak tahan dengan rasa sesak yang ia rasakan di perutnya. Tak lama setelah kejadian korset itu, Tanaka segera memakaikan dress biru anggun pada Ciel, memakaikan pita sebagai pemanis lalu mengikat rambut dark navy blue Ciel yang panjang menjadi twintails. Kalau dibayangkan mmungkin Ciel terlihat imut saat ini.

Ciel yang sudah rapi itu segera duduk kembali di atas ranjangnya. Matanya yang berwarna deep blue itu melihat gerak-gerik Tanaka yang sedang menyiapkan earl grey dan juga scone sebagai sarapan pembuka.

"Tanaka, jadwal hari ini apa?" Tanya Ciel sambil memegang cangkir teh dan melirik Tanaka.

"Hari ini akan ada pencarian butler baru untuk oujousama pada jam 11.00 siang. Namun oujousama diminta untuk ridak mengikuti jalannya pemilihan agar tidak mengganggu," ujar Tanaka lalu membbungkuk dan keluar dari kamar Ciel.

Setelah Tanaka keluar dari kamar Ciel, Ciel hanya bisa menatap pintu dengan tatapan datar dan ia pun segera mendecakkan bibirnya, "Cih… siapa juga yang mau lihat pemilihan tidak berguna itu."

Merasa bosan menetap di kamar saja, Ciel segera berjalan keluar kamar menuju ruang tengah—tempat berkumpulnya keluarga, namun saat ia tiba di sana ia hanya mlihat ibunya Rachel dan bibinya Angelina Ann Durless atau lebih sering dikenal dengan Madam Red. Kalian mungkin bertanya kenapa bibi Angelina dikenal dengan sebutan "Madam Red"? yaa pastinya karena ia selalu memakai pakaian berwarna merah. Mulai dari topi, baju, jas, bahkan rambutnya pun juga berwarna merah layalnya darah. Tapi meskipun penampilannya serba merah ternyata bibi Ann ini adalah seorang dokter di London Royal Hospital.

"Ann-obasan… tumben ke sini," ujar Ciel yang terkejut ketika melihat bibinya.

"Ciel! Ya kebetulan hari ini bibi sedang libur jadi main ke sini," Madam Red pun berjalan mendekati Ciel dan mengecup kening sang gadis imut tersebut. Ciel yang saat itu dicium keningnya hanya bisa meronta-ronta minta dilepaskan dan akhirnya bibi Ann pun melepaskannya.

"Ngomong-ngomong ayah ke mana bu?" Tanya Ciel pada ibunya yang sedang duduk di depan perapian.

"Oh… ayahmu sedang ada tugas di London," Rachel hanya tersenyum dan mengayunkan tangannya untuk menyuruh Ciel duduk.

Ciel hanya mengangguk dan mngikuti ajakan ibunya, ia pun duduk dan segera bersandar pada sofa yang empuk dan nyaman itu.

"Tapi katanya ayah mau mencari butler baru, kenapa—" sebelum Ciel menyelesaikan kalimatnya, Rachel sudah memotong kalimatnya terlebih dahulu. Ia tersenyum pada anak perempuannya yang manis itu lalu mengusap kepala Ciel dengan lembut.

"Kalau itu kata ayah biar Tanaka saja yang mengurusnya."

Ciel hanya terdiam. Kalau Tanaka yang mengurus soal pemilihan butler baru tidak perlu khawatir karena Tanaka memang sudah senior, ia tahu mana orang yang bagus untuk keluarga Phantomhive. Bibi Ann yang sedari tadi berdiri, kini ikut bergabung bersama kakak dan sepupu kecilnya ini. Mereka berbincang-bincang cukup lama. Ada yang membicarakan mengenai berita, ada juga yang membicarakan mengnai politik, lalu topic berubah mengenai pertunangan antara Edward dan Ciel yang tentu saja dengan sangat mantap dan yakin Ciel menjawab tidak. Sungguh benar-benar anak keras kepala yang manis yang bisa mengambil hati orang kecuali Edward pikir Ciel.

Tak terasa waktu berjalan cepat saat Ciel melirik jam ternyata sudah jam 11.03. ciel pun segera menoleh ke ibunya.

"Bu bukannya sudah waktunyapemilihan butler itu ya…"

"Iya tapi Ciel, kau tidak boleh melihat karena pasti akan mengganggu," ujar Rachel.

"Siapa juga yang mau melihat. Paling-paling pelayang yang tidak berguna lagi seperti ketiga pelayan bodoh itu," Ciel melipat kedua tangannya sambil menatap kea rah luar jendela. Mendengar celetukan putrinya ini Rachel dan bibi Ann hanya bisa tersenyum dan terkekeh kecil.


Sementara itu di ruang khusus butler, Tanaka sedang melakukan wawancara dengan beberapa orang yang mencalonkan diri sebagai butler keluarga Phantomhive. Mereka di tes seberapa cekatankah mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, memasak dan menghias kebun. Bukan Cuma itu, Tanaka juga mengetes seberapa pintarkah orang-orang itu ketika ditanya mengenai pengetahuan sosial dan ekonomi. Namun sayang semua orang yang mencalonkan diri itu gagal karena tidak memenuhi kriteria.

Tanaka melihat daftar nama dan ia pun akhirnya memanggil 1 orang yang tersisa. Ia membetulkan kacamata bulat yang menempel di mata kanannya, berdehem dan memanggil orang berikutnya.

"Karena Joanne Gregory gagal, berikutnya… Sebastian Michaelis, silahkan masuk," ujar Tanaka ketika memanggil Sebastian ke dalam ruangan butlernya.

Sosok pria berperawakan tinggi, tegap dan gagah itu masuk. Kulitnya putih dan rambutnya hitam legam belah tengah dengan menyisakan satu poni ditengahnya. Matanya berwarna merah crimson seperti darah. Ia memakai pakaian butler dengan lengkp dan rapi. Wajahnya yang tampan membuat siapa saja yang melihatnya jatuh hati.

"Namamu Sebastian Michaelis ya… coba tunjukkan kemampuanmu."

Tanpa basa-basi lagi, Sebastian menyeringai lalu segera mengerjakan beberapa pekerjaan umah. Yang pertama adalah bersih-bersih, dengan cepat dan cekatan ia membersihkan lantai dan merapikan taplak meja yang tidak ada lebih dari satu jam. Lalu berikutnya ia memasak. Kecepatannya dalam memasak bagaikan koki di restoran ternama, cara ia menghidangkan makanan di piring sungguh sempurna, tak ada bekas kotor sedikitpun. Tanaka memeriksa semua hasil kerja Sebastian dan terkagum-kagum ketika melihat seluruh pekerjaannya itu sempurna.

"Kerjamu sungguh bagus Sebastian. Sangat sempurna," ujar Tanaka yang masih melihat hasil kerja Sebastian. Mendengar itu Sebastian hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

"…Tapi, masih ada satu tes lagi."

"Apa itu?"

"Tes mengenai pengetahuan untuk mengetahui seberapa pintarkah kamu" saat itu juga Tanaka segera mengtes Sebastian mengenai seluruh pengetahuan yang ada, mengenai ilmu ekonomi dan pengetahuan sosial tak ketinggalan sejarah pun juga ditanyakan padanya.

Alangkah terkejutnya Tanaka ketika ia melihat Sebastian bisa menjawab seluruh pertanyaannya. Tanpa ragu-ragu lagi Tanaka segera merekrut Sebastian menjadi butler baru keluarga Phantomhive.

"Sebastian Michaelis, mulai sekarang kau adalah butler baru di keluarga Phantomhive," ujar Tanaka sambil menyerahkan pin dengan lambang keluarga Phantomhive pada Sebastian. Sebastian menerimanya dengan senang hati dan menyematkan pin itu di bagian dada sebelah kirinya sambil menyeringai tanpa diketahui oleh Tanaka.

Di ruang tengah, Ciel hanya bisa menghela nafas tanda bahwa ia bosan. Seandainya saja Elizabeth main ke sini ia pasti bisa mengusir rasa bosan bersamanya, namun Ciel itdak mau kalau harus bertemu dengan Edward. Tiba-tiba saja pintu ruang tengah terbuka memperlihatkan sosok tinggi dengan wajah tampan juga senyum yang terpampang di wajahnya. Ketika melihat sosok itu Ciel segera membulatkan matanya. Ia kenal dengan wajah itu.

"Aaahhh!" seru Ciel yang berusaha menyebut nama Sebastian yang sedang berdiri di depannya itu, namun sorot mata Sebastian seperti memberitahukan Ciel agar tidak menyebut namanya. Ciel hanya bisa menelan ludah dan tersenyum pada butler baru yang sedang ada di depannya ini.

"Nama saya Sebastian Michaelis. Saya butler baru di sini," ujar Sebastian sambil tersenyum pada Rachel, bibi Ann dan juga Ciel.

"Namaku Rachel Phantomhive ibu Ciel, yang ini Angelina Ann Durless adikku dan gadis imut ini adalah Ciel Phantomhive anakku," Rachel memperkenalkan diri mereka satu persatu. Ciel hanya bisa menunduk ia benar-benar terkejut ketika tahu Sebastianlah yang akan menjadi butler baru untuknya. Tak terasa pipi Ciel pun merona merah, namun Ciel segera menggelengkan kepalanya itu.

"Sa-salam kenal Sebastian, aku Ciel," Ciel berusaha tersenyum lembut pada butler baru ini dan Sebastian hanya tersenyum lalu menundukkan diri di depan Ciel. Ia mengambil tangan Ciel lalu mengecup tepat di bagian atasnya. Tentu saja hal tersebut sontak membuat Ciel kaget, pipinya kembali merona merah dan dadanya tiba-tiba berdegup kencang.

"Salam kenal oujousama," ujar Sebastian dengan lembut.

"Baiklah Sebastian. Mulai sekarang tugasmu adalah menjadi butler pribadi untuk Ciel. Kaulah yang akan mengurus segala kebutuhan Ciel, bagaimana?" Tanya Rachel.

"Saya dengan senang hati akan melakukannya nyonya," Sebastian menaruh satu tangannya pada dadanya lalu membungkuk dengan sopan dan terhormat.

"Baiklah tugasmu bisa dimulai hari ini. Tanaka bisakah kau menyiapkan makanan untuk hari ini?" Rachel sgera melirik Tanaka yang saat itu sedang berjalan melintas ruang tengah.

"Baik nyonya."

"Dan Sebastian, kau mungkin bisa membantu Tanaka."

"Baik nyonya," Sebastian membungkuk kembali lalu berjalan mengikuti Tanaka menuju dapur. Melihat Sebastian yang pergi menuju dapur, Ciel segera bergegas mengikuti butler pribadi barunya itu. Ia ingin bertanya kenapa Sebastian sampai mencalonkan diri sebagai butler keluarga Phantomhive.

"Sebastian!" seru Ciel sambil berlari ke arahnya.

"Ada apa oujousama?" Tanya Sebastian dengan gampangnya.

"Ke-kenapa kau mencalonkan diri hah!?"

"Hmm… kenapa ya~? Apa oujousama ingin tahu?" belum ada 2 hari dan sekarang Sebastian sudah menggodanyanya! Ia tidak suka ini.

"Jangan menggodaku! Cepat beritahu aku kenapa kau mencalonkan diri?!"

"Bagaimana ya… mungkin karena…" Sebastian menaruh satu jari telunjuk pada dagunya dan memasang pose seperti sedang berpikir.

"Karena?" Ciel mengulang kembali kalimat Sebastian dengan tatapan bingung. Ia tidak suka, benar-benar tidak suka kalau digoda seperti ini! Ia butuh jawabannya sekarang juga. Yaah kalian pasti tahu kalau Ciel orangnya suka tidak sabaran.

Sebastian mengedipkan satu matanya sambil menaruh satu jari telunjuk di atas bibirnya. Ia mendekatkan wajahnya kepada Ciel lalu merendahkan sedikit suaranya, "Karena saya ingin bersama anda."

Ciel hanya bisa diam. Lagi-lagi pipinya merona merah seperti kepiting rebus ketika mendengar suara renda dan nge-bass-nya Sebastian. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Belum ada sehari saja butler baru ini sudah berani menggoda Ciel. Benar-benar butler sempurna. Dengan spontnnya Ciel pun berteriak.

"Dasar mesum!"


A/N: Aduuuuuhhh~~ akhirnya chapter 4 jadi juga! Yes! Udah bebas dari hiatus jadi readers mungkin nggak perlu nunggu lama-lama lagi~ hehehehe… maaf ya kalo kali ini ceritanya jelek, udah jelek gaje lagi /plak/abaikan/ dan maafkan saya kalo gaya tulisannya jadi berubah… 3 bulan gak bikin fic soalnya (TTATT) /nangiskejer/dzzziiigg/ya sudahlah selamat membaca kembali readers, dan mohon minta reviewnya ya~