- Saya memutuskan untuk mengganti tokoh 'Suzu Minowa' dengan tokoh 'Hotaru Tomoe' ^^ gomen so sudden, baru kepikiran sekarang :v /plak


harapan ku yang terakhir sebelum aku mati adalah melihat pohon Sakura berlima, bersama-sama dengan Usagi.

Tapi...

Apakah mungkin itu akan terjadi ?


[sampai di Desa Tenkai , daerah lokasi kejadian pembunuhan Hotaru Tomoe]

Rei : " jadi ini yang namanya Desa Tenkai ?

Haruka : "kalau di lihat dari petanya sih, benar...sudah ayo jalan. hei Seiya, kau mau kemana ? kita nggak akan menemukannya dengan asal jalan saja!"

Minako : *sambil mengikuti arah jalan Seiya* "Seiya, aku khawatir..."

[Tiba-tiba, seseorang nenek tak dikenal meneriaki Seiya, Haruka, Minako, dan Rei yang sedang menyusuri desa tersebut.]

Nenek : "HEI, APA-APAAN KALIAN ! MAU KEMANA ?! "

Rei : "e-eh..aduh nenek ini bikin kaget.."

Nenek : "lebih baik..kalian jangan pergi lebih jauh lagi-"

Haruka : "memangnya ada apa ? apa urusan nenek ? "

Nenek : "rumah terkutuk.. tak ada penduduk yang berani mendekatinya..."

[nenek itu pun pergi. meninggalkan kecurigaan yang sangat besar kepada Seiya, Haruka, Minako dan Rei ]

Haruka : "nenek aneh..."

Minako : "tapi aku rasa apa yang dikatakan nenek itu benar..."

Seiya : "sudahlah Minako, kau terlalu khawatir. Ayo, kita lanjutkan pencarian ini !"

[mereka pun terus berjalan,sampai akhirnya..]

Rei : "hei ! lihat itu ! "


[semuanya melihat ke arah Rei. dan dengan wajah pucat mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, rumah tua ala barat yang kondisinya sudah hancur, banyak semak dan tumbuhan belukar.]

Seiya : "a-apa..ini adalah Rumah Ala Barat yang pernah kita datangi dulu ?!"

Rei : "aku nggak tahu tapi..rasanya berbahaya..."

Seiya : "apakah Rei dan Minako..mau menunggu disini ?"

Rei : "bodoh kau ! lebih seram kalau ditinggal disini..."

Minako : "Kami juga ikut !"

Rei : "lagipula, aku pasti akan menemukan ibu jari itu dan menolong Usagi..."

Haruka,Minako,Seiya : "TUNGGU, REI ! "

[ Seiya,Haruka,Minako dan Rei pun masuk kedalam Rumah barat itu]

Seiya : "kita akan cari dari mana ? "

Rei : "apakah kau melihat sesuatu ?"

Seiya : *berjalan ke arah suatu pintu dan membukanya* " entah...sepertinya ini gudang..."

Rei : "KYAAAA ! APA ITU ? SABIT ITU SEPERTI MILIK MALAIKAT MAUT !"

Seiya : "lebay ah, jangan bikin kaget Rei ! itu kan hanya sabit untuk memotong padi..."

Rei : "h-habis..."

Minako : "hei,tunggu dulu ! aku pernah datang ke sini..."

Rei : "e-eh ?"

Minako : "nggak salah lagi..aku pernah mencari ibu jari di gudang ini..."

Rei : "kalau begitu, berarti tempat ini memang tempat kejadian yang sebenarnya..gimana dengan ruangan lain ?"

Haruka : "ayo kita lihat ! ayo Minako ! "

[ sampai di ruangan selanjutnya,ruangan yang mirip dengan ruangan istirahat. Terdapat lilin di atas meja dan sebuah foto anak perempuan berambut hitam pendek dengan seorang pria paruh baya ]

Haruka : "i-ini..ruangan tempatku dulu mencari ibu jari..."

Seiya : *melihat foto anak perempuan bersama seorang pria tersebut* (dalam hati ) "inikah Hotaru Tomoe?"

Haruka : "ayo, kita lihat ruangan selanjutnya !"

Seiya : "oh.. Ruangan yang pernah kudatangi ada di lantai dua..."

[ sampai di lantai dua,Seiya membuka pintu sebuah ruangan. Mereka pun masuk ]

Seiya : "tempat ini memang rumah ala barat yang pernah kita datangi 7 tahun lalu..."

Haruka : "mungkin karena kita terlalu cepat datang, rasanya makin tegang ya..."

Rei : "mengerikan..rasanya seperti dirasuki sesuatu..."

Haruka : " 'sesuatu' ? maksudmu apa ? "

Seiya : "oh iya..aku penasaran,tujuh tahun lalu aku sempat tidak mencari di laci ketiga meja ini.."

[ baru saja Seiya ingin membuka laci ketiga meja tersebut,tiba-tiba...]

Rei : "KYAAAA ! TIDAK ! TIDAK !"

Seiya : *panik* "REI ! ADA APA ?!"

Rei : "CERMIN ! DI CERMIN ! SEIYA.."

Haruka : *ikut panik* "CERMINNYA KENAPA REI ? KAU MELIHAT SESUATU ?"

Rei : *histeris* "ADA BAYANGAN WANITA DI CERMIN ! WANITA BERAMBUT PANJANG..."

Seiya : "tenanglah Rei..tidak apa-apa.."

[Hening Sementara,Seiya masih menenangkan Rei yang histeris ]

Haruka : "tunggu.. dimana MINAKO ?!"

Seiya : "itu lihat, di dekat pintu.."

Haruka : "dasar Minako ! jangan membuatku khawatir dong..."

[ Minako tetap terdiam di pintu,di tangannya terlihat ia membawa sesuatu]

Haruka : "Minako ? kau mendengar ku? Ayo kesini..."

Minako :*dengan nada suara berbeda* "KALIAN..NGGAK AKAN...KUMAAFKAN..MATILAH !"

[ Minako yang kerasukan roh gaib penunggu rumah tersebut, mengarahkan sabit yang tanpa sadar diambilnya dari gudang kepada Rei ]

Rei : "KYAAAA ! TOLONG..TOLONG ! "

Seiya : "REI ! " *menolong Rei dan mendorongnya ke arah lain,membiarkan sabitan sabit Minako yang kerasukan mengenai tangannya*

[ Minako berhenti, menjatuhkan sabitnya, lalu ambruk seketika tak sadarkan diri.]

Haruka : "Minako ! bertahanlah..." *memeluk Minako yang tak sadar* Seiya, kau baik-baik saja ?"

Seiya : "aku baik-baik saja..hanya lenganku tergores sedikit..."

Rei : *masih histeris* "TIDAK ! SABIT..SABIT ITU...DIA MENCOBA MEMBUNUHKU..TOLONG !"

Seiya : "Rei, tenanglah.."

Haruka : "kita harus segera keluar dari tempat ini..disini bahaya !" *menggendong Minako yang masih tak sadar*

[ mereka pun keluar dari rumah itu,dengan wajah pucat dan ketakutan yang amat sangat]


Seiya : "Minako..kau sudah siuman ?"

Haruka : "Minako ! apakah kau terluka ? kau tidak apa-apa kan ?"

Minako : *membuka matanya perlahan, sadar* "Seiya..Luka di lenganmu..apa yang terjadi..?"

Seiya : "Luka? Oh ini..hanya tergores pohon..tidak parah kok.." *tersenyum untuk tidak membuat Minako khawatir*

Haruka : "Minako, apakah kepalamu terbentur ?"

Minako : *tidak menghiraukan Haruka* "Rei ? Rei kau tidak apa-apa..?"

Rei : *tidak menjawab, melirik Minako dengan tubuh gemetaran*


To be continued...