.

Naruto by Masashi Kishimoto © 1999

Warning: Typo, gaje, imajinasi tingkat tinggi, OOC (maybe), first fict

Season by Hime

Happy Reading

.


Chapter 2

Mobil BMW berwarna hitam metalik itu telah berhenti di sebuah rumah yang bernuansa eropa dan sangat besar bak istana. Butler yang tadinya mengemudi segera keluar dan membukakan pintu belakang.

"Kita sudah sampai Sasuke Sama." Seru Butler itu setelah membukakan pintu untuk Sasuke

"Ng." Sasuke hanya menjawab singkat dan segera masuk ke dalam rumah dan disambut ramah oleh banyak maid dan butler di rumahnya.

"Lihat, itu Sasuke Sama? Gyaa.. Tampannya..."

"Oh Kami Sama aku sungguh tidak menyesal bekerja di keluarga ini.."

"Benar..! Aku tidak menyangka dia akan setampan ini.. Setelah Itachi Sama sekarang Sasuke Sama.."

"Aku tidak akan pernah pulang kampung kalau begini.."

"Ketampanannya sungguh membuat iri.."

Begitulah bisik bisik tetangga yang dilakukan oleh para maid dan butler di kediaman Uchiha setelah melihat Sasuke.

Sasuke menyadari hal ini dan hanya tersenyum tipis karena bangga akan ketampanannya serta ini merupakan hal rumlah bagi Sasuke sehingga dia tidak akan merasa terganggu. Sasuke dengan coolnya melangkah ke dalam ruangan yang besar.. Ya, itu adalah ruangan utama rumah Uchiha.

Nampaknya di sana para pemilik rumah sudah berdiri menyambut pangeran satu ini. Uchiha Fugaku sang Ayah, Uchiha Mikoto sang Ibu, dan Uchiha Itachi sang Kakak.

"Selamat datang kembali Sasuke, anakku.. Ibu sangat kangen sama kamu." Seru Mikoto girang sambil memeluk Sasuke.

Sasuke hanya tersenyum tipis melihat sambutan dari Ibunya.

"Tadaimasu Minna." Sapa Sasuke singkat.

"Okaerinasai Sasuke" Sapa Fugaku tersenyum tipis

"Okaeri My Lovely Otouto." Perkataan Itachi membuat tampang jijik di muka Sasuke. Entah kenapa Itachi menjadi so sweet dan sedikit menjijikan meskipun itu untuk menggoda adik bungsunya.

Setelah mereka melepas rindu, mereka pun makan siang bersama setelah diberitahukan oleh maid bahwa makanan mereka telah tersaji. Tidak ada perkataan yang mendominasi makan siang tersebut hanya suasana hening. Begitulah Keluarga Uchiha yang lebih cenderung stay cool. Selesai makan mereka berkumpul kembali di ruang utama dan mulai berbincang kecil. Fugaku lebih memilih untuk membaca koran, sesekali dia ikut berbicara meskipun sedikit sekali, kini Keluarga Uchiha nampak terlihat hangat bukan karena musim panas ya. Meskipun diluar panas sekali tetapi ruang utama itu memiliki 5 penyejuk ruangan.

Tidak terasa waktu telah sore, Sasuke yang merasa lelah segera melangkahkan kaki ke kamarnya yang berada di lantai dua dan segera mengambil handuk mandi yang telah disiapkan oleh maid nya. Setelah membersihkan badannya, Sasuke lebih memilih memakai piyama mandi dan mengelap rambut raven nya yang nampak masih basah. Sasuke hanya menatap ke luar jendela masih mengelap rambutnya. Sasuke nampak sexy saat ini. *Nosebleed*

Nampak langit mulai berwarna jingga di sertai beberapa burung yang terbang. Pikiran Sasuke mulai melayang.

"Hinata."

"Kenapa aku memiikirkan gadis itu?" pekik Sasuke yang tiba-tiba sadar dibuat kacau oleh otak kirinya. Segera mungkin dia mengganti baju yang telah disiapkan juga.

Dert.. Dert..

HP Sasuke nampak bergetar, dilihatnya ada SMS masuk.

"Naruto?" dibukanya SMS itu.

From : Naruto Dobe

Oy Teme.. Jam 8 nanti ayo kita pergi reunian.. Jangan bilang tidak bisa ! Atau aku akan menjemputmu sekarang.. Tempatnya di Huni Bani Cafe. Ingat jangan telat.. !

"Tch.. Si bodoh ini seenaknya saja." Sasuke enggan membalas SMS Naruto bukan karena pulsa habis tetapi, tanpa harus Sasuke balas pun Naruto sudah tau bahwa Sasuke pasti akan datang.

"Apakah gadis itu akan datang?" Sasuke melayangkan kembali pikirannya kepada Hinata tetapi dia enggan menanyakannya kepada Naruto karena gengsi nya yang selangit.

Tanpa Sasuke sadari nampaknya Itachi mendengar kata-kata Sasuke dari dalam kamar.

"Nampaknya My Lovely Otouto kini sedang jatuh cinta, Seperti apa gadis itu?" Itachi pun nampak penasaran dengan gadis yang kini telah ditempatkan ke hati Sasuke. Setelah itu Itachi segera pergi dan masuk ke kamarnya dengan ide-ide dan senyuman liciknya.

.

.

"Ka-Kamu SMS siapa Na-Naruto Kun?" Hinata nampak penasaran karena Naruto tampak cengar cengir sendiri setelah mengetikan SMS kepada Sasuke.

"Ah.. SMS Sasuke, malam ini aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan atas kembalinya dia ke Jepang." Sejurus senyuman maut Naruto mampu membuat jantung Hinata semakin berdebar kencang dan membuat raut wajah Hinata memerah.

"Hinata apakah nanti malam kamu bisa ikut?" Naruto nampak mengajak Hinata untuk mengikuti pesta nanti malam.

"A-aku belum tau Na-Naruto Kun.. Aku ha-harus mendapatkan ijin da-dari Otousan." Hinata nampak kaget dengan ajakan Naruto, dia berpikir ini adalah kencan padahal sebenarnya hanya ajakan teman biasa (poor Hinata). Sebenarnya Hinata ingin sekali ikut tetapi berhubung ayahnya Hyuuga Hiashi sangat keras terhadap anak-anaknya apalagi Hinata adalah anak perempuan, nampaknya akan sulit.

"Baiklah.. Mari aku antarkan kamu pulang..." Naruto menampilkan sekali lagi senyuman mentarinya kepada Hinata. "Ha-hai." Hinata pun memberikan senyuman termanisnya.

Mereka berjalan santai ke kediaman Hyuuga. Bukan berarti Hinata dan Naruto tidak mempunyai mobil mewah, tetapi ini adalah permintaan Hinata untuk jalan kaki agar terasa lama jika berada dekat dengan Naruto.

.

.

Sasuke mengendarai mobil sport pribadinya menuju Huni Bani Cafe tempat yang ditunjuk Naruto untuk mengadakan reuni kecil-kecilan mereka. Sesampainya Sasuke segera memparkirkan mobilnya. Ketika dia turun banyak sekali tatapan dari para gadis-gadis muda yang berlalu lalang disana. Nampaknya mereka pun terpesona akan ketampanan dan kewibawaan Uchiha satu ini.

"Tch. Apa tidak ada Cafe lebih bagus disini?" Sasuke hanya mendesis setelah melihat dekorasi cafe yang diunjuk Naruto untuk berkumpul. Cafe ini nampak seperti tempat berkumpul para Gay.. Dekorasi pada papan nama cafe yang cukup menjijikan. Sasuke pun melangkahkan kakinya memasuki Huni Bani Cafe dengan cool dan dilihatnya Naruto, Sakura, Kiba, Sai, Gaara dan Neji sudah berkumpul di satu meja. Nampaknya cafe ini sudah disewa pribadi untuk acara mereka, terlihat hanya mereka dan para pelayan di cafe itu.

"Yo.. Teme.. Ayo cepat kesini, kamu sudah telat 3 menit." Naruto berdiri memanggil Sasuke yang nampaknya masih mencari sosok seseorang yang dipikirnya akan datang. Nampaknya sosok yang dicari Sasuke tidak bisa datang karena tidak mendapat ijin dari ayahnya.

"Sasuke Kun, apa kabarmu?" Sakura menyapa Sasuke malu-malu terlihat pipi Sakura berwarna merah muda.

"Ng." Sasuke hanya menjawab singkat dan duduk di kursinya. Kemudian pelayan pria datang membawakan menu makanan dan mencatat makanan yang mereka pesan. Mereka nampaknya hanya memesan makanan kecil. Selesai mencatat menu makanan yang dipesan, pelayan tersebut segera melangkah ke dapur.

"Oi.. Sasuke gimana kabar lu?" Kiba membuka pembicaraan terlebih dahulu.

"Menurut lu?" Sasuke hanya menjawab datar dan singkat tetapi adanya senyum tipis.

"Tch.. Kamu memang tidak berubah ya Sasuke.." Neji membalas dengan sedikit sindiran tetapi masih tersenyum.

"Terus ngapain lu balik ke Jepang Sasuke?" Tanya Kiba penasaran.

"Semua ini perintah Otousan."

"Apa kamu sudah memiliki wanita Sasuke?" Tanya Gaara juga membuka pembicaraan.

Sasuke hanya menggelengkan kepalanya dan membuat semua pelayan yang diam-diam mendengar pembicaraan mereka berteriak histeris, seolah-olah mereka akan mudah mendapatkan hati sang Uchiha satu ini. Nampaknya Sakura juga merasa senang akan jawaban Sasuke.

"Oi Dobe.." Sasuke mulai angkat bicara.

"Tadi pagi itu pacarmu?" Nampaknya Sasuke penasaran sekali nih.

"Haa..!? Siapa?" Karena Naruto memang lemot sekali jadi dia pasti akan sulit mencerna kata-kata Sasuke yang sebenarnya mudah sekali.

Sasuke hanya menghela nafas mendengar Naruto bertanya balik akan pertanyaannya, sungguh kelewat bodoh sahabatnya satu ini. Entah apa yang membuat Naruto lemot begini.

"Apa perlu ku ulangi ,, bodoh.." Sasuke nampaknya mulai menekankan perkataannya. Hal ini membuat Kiba, Gaara dan Neji sedikit kaget akan sikap Sasuke yang tiba-tiba ingin tau urusan orang. Jarang sekali seorang Sasuke menjadi seperti ini.

"Oh.. Hinata.. Bukan-bukan, dia adalah sahabatku juga.. Tanya saja Neji.." Naruto melambaikan satu tangannya dan sebelahnya lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

"Ada apa dengan Hinata?" Neji yang daritadi diam akhirnya angkat bicara perihal mereka membahas adik sepupunya tersayang.

"Bukan apa-apa." Entah kenapa nampak kelegaan dalam hati Sasuke karena ternyata gadis itu bukan pacar si bodoh ini. Hal ini tanpa disadari Sasuke telah membuat senyuman tipis di wajahnya. Senyuman tipis Sasuke seketika membuat para pelayan wanita di cafe itu membuat lambang hati merah di matanya. Para sahabat Sasuke puun menyadari senyuman tipis itu. Neji, Kiba dan Gaara sepertinya mengerti akan senyuman itu. Naruto yang lemot tidak konek-konek juga dan lebih memilih menikmati cemilan yang sudah tersaji dimeja mereka. Sakura yang nampaknya juga mengerti akan senyuman Sasuke merasakan sedih amat dalam dan memilih menundukan kepala.

"Sakura-Chan.. Kamu sakit?" Nampaknya Naruto sadar akan kelakuan aneh Sakura yang tidak biasanya.

"Ah.. Tidak Naruto, tidak apa-apa.." Sakura berusaha menutupi raut sedih nya dan berusaha tersenyum meskipun hatinya kini sakit teramat sakit. Bagaimana tidak, Sasuke adalah cinta pertama Sakura sejak 11 tahun lalu sampai sekarang dan juga Sakura pernah ditolak cintanya ketika Sasuke akan pergi ke New York.

"Ah.. Aku tau, kamu pasti sakit perut ya Sakura-Chan?" Naruto semakin khawatir tetapi kata-kata yang dipilihnya ternyata salah dan melayangkan bogem mentah ke muka Naruto.

Nampaknya Naruto kini jatuh ke lantai karena bogem mentah yang diluncurkan oleh Sakura karena pertanyaan bodoh Naruto. Kiba, Neji dan Gaara hanya tertawa terbahak-bahak melihat adegan action gratis, sedangkan Sasuke hanya tersenyum tipis. Tetapi akibat pertanyaan Naruto yang bodoh tadi Sakura pun akhirnya tertawa kembali dan membantu Naruto untuk berdiri dan duduk di kursinya.

"Sungguh kejam sekali kau Sakura-Chan." Naruto mengelus muka dan pantatnya yang nampak sakit.

"Hahahaha.. Itu salah mu bodoh.." Nampaknya Kiba masih menikmati penderitaan Naruto.

"Salahmu tidak sensitif, dasar bodoh.." Gaara sedikit tertawa membela omongan Kiba dan membenarkan perbuatan Sakura barusan, karena itu adalah hiburan tersendiri.

Nampaknya malam ini akan terasa panjang bagi mereka ber-enam. Mereka asik mengobrol banyak berhubung besok adalah hari minggu dan mereka tidak harus bangun pagi untuk berangkat ke sekolah.

.

.

~Review Time~

Indigo Mitha-Chan : Shinnen Omedetou Gozaimasu Mitha-Chan.. ^^.. Aku juga penggemar berat Taylor Swift.. Gyaa... .. Judul ini juga aku ambil dari lagu Taylor Swift tetapi lagu ini ada arti mendalam buatku.. Arigatou~(^^~)

Moku-Chan : Pasti... ~(^^~) Arigatou

Crimson Fruit : Terima kasih pujiannya... ~(^^~) Maaf ya aku seperti terbiasa ketika ngetik BBM jadi banyak tanda titiknya trus penggunaan EYD yang masih salah.. Tapi aku senang atas saran kamu.. Arigatou ~(^^~)

Lily Purple Lily : Salam kenal juga.. ^^.. Arigatou ~(^^~)

Dreamer Ladies : Salam kenal Felia-Chan ^^ Aku juga suka pairing SasuHina tetapi NaruHina SasuSaku GaaHina juga bagus... Arigatou ~(^^~)

.

.

Terima Kasih untuk Reviewnya dan Terima Kasih untuk yang sudah meluangkan waktu untuk membaca FF ini..

Chapter ini masih belum membahas adegan Romancenya, masih Friendship biar ga to do point dan kesannya garing mungkin next chapter akan sedikit-sedikit tapi pasti.. hehehe..

Semoga kalian tetap menikmati dan memberikan Review (Kritik dan Saran diperlukan) Arigatou Minna dan Shinnen Omedetou Gozaimasu m(-.-)m.