Title :: Ocean Fifteen

Author :: Kim Soo Jin (Sansan Kurai)

Main Cast :: All Super Junior member + Zhoumi and Henry

Other Cast :: DBSK and JYJ

Disclaimer :: ide cerita author dapet waktu author nonton film Ocean 13 sama Ocean 11. ^^~ Tapi selebihnya adalah imajinasi author..

.

.

.

Don't take my Fanfiction without FULL CREDIT to my Account, Don't copy my Fanfiction without my PERMISSION, Don't PLAGIAT my Fanficton. I HATE PEOPLE WHO JUST PLAGIAT !

.

.

.


"Kau mau bergabung denganku?"

Eh? Apa yang barusan dia katakan? Bergabung? Dia sudah gila!

"Hyung!" seruku tertahan sambil menarik pakaiannya. "Kau gila mau mengajaknya!"

Hyungku itu diam saja sambil menatap yeoja itu. Sedangkan yeoja itu hanya menatap Leeteuk hyung dengan tatapan bingung.

"Maksud anda, Tuan?"

"Bergabunglah denganku, aku tahu siapa kau sebenarnya nona.. Ahh, tidak.. Maksudku Tuan."

Ku lihat yeoja itu nampak sangat kaget dan mundur selangkah. Dan apa tadi hyungku bilang? Tuan? Sudah sangat jelas dia itu yeoja. Hyungku ini benar-benar sudah tidak waras.

"Siapa kau?"

Eh? Suaranya berubah.. Berubah jadi namja?

*YESUNG POV END*

.

.

.

/ FF O.F Chapter 2 /

.

.

.

"Kau tidak mengenalku Heechul-ssi?" tanya Leeteuk.

"Siapa kau?" tanya Heechul dengan nada sedingin mungkin.

"Aku akan memberitahumu kalau kau bersedia bergabung denganku," ucap Leeteuk.

"Maaf, aku bekerja sendiri," tolak Heechul. "Lebih baik kau pergi mencari orang lain."

SRET

Leeteuk meletakkan selembar kartu nama dihadapan Heechul. Di kartu nama itu hanya tertera sebuah alamat.

"Ku harap kau mau merubah keputusanmu dan segeralah datang ke alamat itu lusa, jam 10 pagi. Aku permisi."

Leeteuk pergi dan Yesung yang sedari tadi hanya diam pun membuntuti Leeteuk sambil sekali-sekali melirik kearah Heechul.

"Dia itu.. namja hyung?" tanya Yesung sambil masuk ke mobil.

"Ne." Leeteuk menjawab dengan singkat. "Putar arah dan teruslah berjalan seperti biasa."

"Dia seorang namja?" bisik Yesung tak percaya sambil masuk ke dalam mobil. "Dia benar-benar seorang namja."

"Kau pasti tertarik padanya," bisik Leeteuk sambil terkikik geli dan Yesung hanya mendengus kesal.

"Kemampuannya apa hyung?" tanya Yesung.

"Dia..."

.

.

Namja cantik itu terus menatap selembar kartu nama yang tergeletak di atas mejanya. Tangannya mengepal menahan amarah.

"Bagaimana mungkin dia bisa tahu siapa aku? Siapa namja sialan itu!" umpatnya dengan marah.

"Ya! Heenim, kenapa kau mengumpat seperti itu? Tidak baik mengumpat seperti itu saat kau sedang menjadi seorang yeoja."

"Berisik kau Zhou!"

"Sepertinya ada yang baru saja mengganggumu, nuguya?"

"Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia tahu siapa aku."

"Jinjja? Wah, dia pasti orang yang sangat hebat sampai bisa mengetahui penyamaranmu." Namja bernama lengkap Zhoumi itu terkikik geli.

"Tidak lucu Zhou!" seru Heechul marah. "Aku hanya ingin tahu siapa dia sebenarnya."

"Memang kenapa kau penasaran padanya? Tumben sekali," ucap Zhoumi sambil menciumi satu per satu bunga-bunga ditempat itu.

"Dia mengajakku untuk bekerja sama."

"Kerja sama?" tanya Zhoumi sambil menatap Heechul dengan tatapan penuh tanda tanya. "Menarik sekali orang itu. Mau mengajakmu yang notabene adalah penyamar ulung. Aku juga jadi ingin bertemu dengannya. Apa ini alamat yang dia tinggalkan?" Zhoumi mengambil selembar kertas di atas meja dan membacanya.

"Distrik Gangnam no.15? Hmm, ternyata dia orang elit," bisik Zhoumi. "Kau mau pergi ke sana?"

"Mungkin ya, mungkin tidak. Aku juga belum tahu," jawab Heechul sambil mengenakan blazer berwarna abu-abu.

"Kau mau ke mana?" tanya Zhoumi.

"Mencari tahu siapa orang itu."

"Caranya?"

"Membuntutinya bodoh!"

"Kau tidah berubah jadi namja dulu?" tanya Zhoumi.

"Aku lebih nyaman keluar dengan penampilan seperti ini," jawab Heechul sambil memakai kaca mata hitamnya dan pergi dari hadapan Zhoumi.

Zhoumi hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya itu. Akhirnya dia pun berjalan dibelakang Heechul dan segera masuk ke mobilnya yang diparkir tepat di depan toko bunga itu.

"Memang kau tahu di mana mereka sekarang?"

"Aku tadi melempar alat pelacak ke bajunya."

"Jinjja? Kau ini memang berniat menguntitnya ya? Ckckck."

.

.

"Belok kiri," perintah Leeteuk sambil memejamkan mata dan menyandarkan kepala ke kursi. Yesung menurut dan mengarahkan mobilnya ke kiri. Saat ini mereka memasuki daerah yang sepi dengan kendaraan-kendaraan. Yesung tidak tahu mau ke mana lagi mereka. Dan Yesung pun kembali mengingat-ingat apa yang barusan Leeteuk katakan padanya.

Flash back...

"Kemampuannya apa hyung?"

"Dia adalah penyamar ulung," jawab Leeteuk. "Jika kau pernah menonton anime Meitantei Conan dan tahu satu karakter bernama Kaitou Kids, dia itu seperti itu. Sangat hebat dan hanya sedikit orang yang tahu akan kemampuannya itu."

"Dan dari mana hyung tahu akan kemampuannya itu?"

"Hanya menebak saja," jawab Leeteuk santai.

"Ya! Jangan bodohi aku! Hyung pasti sudah pernah bertemu dengannya atau hyung pernah menyelidikinya. Iya kan?"

"Sudah tahu masih tanya, kau ini benar-benar bodoh! Kau sudah sangat lama ikut denganku, kenapa kau tidak bisa memahamiku?"

"Hehehe, maaf hyung."

"Dan kuharap dia akan membawa satu orang temannya itu," harap Leeteuk.

"Mwo? Hyung, memang kau akan bekerja sama dengan berapa orang?" tanya Yesung.

"Sebanyak yang aku perlukan."

Flash back end..

Yesung melirik Leeteuk sejenak lalu kembali memperhatikan jalanan.

"Hyung."

"Hmm?"

"Ahh, tidak jadi."

"Apa? Kau mau bertanya apa?" tanya Leeteuk masih sambil memejamkan matanya. Yesung mendesah.

"Aku bingung kenapa hyung tiba-tiba berubah menjadi seperti ini. Sejak dulu hingga sekarang hyung tidak pernah ingin bekerja dengan siapapun dan sekarang hyung ingin mengajak orang lain. Apa hyung tidak takut jika kejadian dengan Changmin dulu akan terulang lagi?"

"Kau percaya saja padaku, semuanya akan berjalan dengan baik."

"Aku percaya hyung, aku benar-benar mempercayaimu tetapi.."

"Tetapi apa?"

"Tetapi aku merasa gelisah hyung," ungkap Yesung dengan jujur. "Aku berusaha menenangkan kegelisahanku tetapi tidak bisa. Aku benar-benar takut terjadi sesuatu padamu hyung."

"Makannya, awasi aku terus."

"Hyung! Aku tidak sedang bercanda!" seru Yesung frustasi.

"Apa aku terlihat sedang bercanda? Belok kanan."

"Tidak hyung, tapi bisakah kau menjawabku dengan lebih serius?" tanya Yesung sambil mengarahkan mobilnya ke kanan. "Kenapa hyung selalu membuatku khawatir?"

"Berhenti!" seru Leeteuk. Seketika itu juga Yesung langsung menghentikan laju mobilnya, nampak terkejut dengan perintah mendadak Leeteuk.

"Wae hyung?" tanya Yesung. "Apa ada yang salah?"

"Ada yang membuntuti kita."

"Nugu?"

Yesung melihat dari kaca, tetapi dia tidak melihat siapa-siapa.

"Tidak ada.."

"Diam!" potong Leeteuk sambil mengecek pakaian Yesung.

"Tidak ada! Pasti ada di suatu tempat," bisik Leeteuk sambil mengecek pakaiannya sendiri.

"Apa yang sedang kau cari hyung?"

Lama tak ada jawaban dari Leeteuk yang sibuk mengecek pakaiannya.

"Ketemu! Sial! Kenapa aku tak menyadarinya sejak tadi!"

"Apa hyung?" tanya Yesung tak mengerti.

"Ini, kau lihat?" tanya Leeteuk sambil menyodorkan sesuatu ke Yesung. Yesung mengamati tangan Leeteuk, tetapi dia tidak menemukan apapun, lalu..

"Serpihan kaca? Ada apa dengan.. Alat pelacak?"

"Hmm, pintar sekali dia melemparkan benda ini kepakaianku," bisik Leeteuk. Yesung diam saja mendengar bisikan Leeteuk yang nampak marah. Jika suara Leeteuk sudah bernada seperti itu, dia tidak berani berucap apapun, takut Leeteuk meledak dan tidak bisa mengontrol emosinya.

"Pergi dari sini!" perintah Leeteuk sambil membuang serpihan itu. "Lurus dan belok di persimpangan itu."

"Ne." Dengan segera Yesung menjalankan lagi mobilnya.

"Kenapa Heenim?"

.

.

"Mereka berhenti," jawab Heechul sambil melihat layar laptopnya. "Sial! Mereka pasti tahu kalau kita membuntuti mereka. Cepat sedikit Zhou! Aku tak ingin kehilangan mereka!"

Zhoumi semakin kencang menjalankan mobilnya.

"Belok kiri!" perintah Heechul. "Cepat! Mereka tidak jauh dari kita!"

"Kau yakin?" tanya Zhoumi sambil lurus memperhatikan depan. "Di sini sepi, tidak ada satu kendaraanpun."

"Belok kanan!"

Ziiiinnnnggggg...

"Tidak ada Hee."

"Sial! Berhenti!"

Zhoumi menghentikan laju mobilnya.

"Sial! Seharusnya mereka ada di sini!" umpat Heechul. "Tunggu! Mereka pasti tidak jauh dari sini! Cepat kejar!"

Heechul masuk lagi ke dalam mobil dan Zhoumi menjalankan mobil.

"Berapa nomor kendaraannya?"

"15특1004," jawab Heechul.

"Mwoya? Tidak ada nomor seperti itu di daerah ini! Semua berawalan dengan angka 70! Kau bercanda!" seru Zhoumi.

"Aku tahu, tapi di GPSku keluar nomor itu!" seru Heechul frustasi.

"Ke.. Ketemu.." ucap Zhoumi terbata.

"M-Mwo?" tanya Heechul sambil ikut melihat arah pandangan Zhoumi.

"I-Ige mwoya?"

Zhoumi kembali menghentikan laju mobilnya. Perlahan mereka berdua turun.

"Ternyata benar dugaanku, kau membuntuti kami," ucap Leeteuk tenang sambil menyandar di mobil. Yesung berdiri di sisinya.

"Di-Dia.."

Heechul menoleh kearah Zhoumi yang sepertinya mengenal Leeteuk.

"Dia ma-malakat maut!"

"Mwo? Kau serius?" tanya Heechul sambil membelalakkan matanya. Tubuhnya sedikit bergetar.

"Ohh, kau mengenalku Zhoumi," ucap Leeteuk sambil tersenyum.

"Namamu sudah sangat terkenal diantara kami semua, tapi tidak ku sangka aku bisa bertemu denganmu sunbae," ujar Zhoumi sambil membungkuk dalam-dalam. Terlihat Zhoumi sangat menghormati Leeteuk. "Sudah sejak lama aku ingin berjumpa denganmu dan akhirnya impianku tercapai."

"Ahh, kau ini," sahut Leeteuk sambil mengibaskan tangannya tak sabar. Zhoumi berjalan mendekat kearah Leeteuk dan Yesung. Yesung sedikit maju untuk menghalangi agar Zhoumi tidak terlalu dekat dengan Leeteuk. Leeteuk diam saja melihat sikap Yesung.

"Hyung, bolehkah aku ikut bergabung denganmu?" harap Zhoumi.

"Kau pasti mendengarnya dari Heechul-ssi?" Zhoumi melirik Heechul sejenak.

"Ne hyung dan dia juga setuju bergabung denganmu."

"MWO! Siapa yang bilang seperti itu!" seru Heechul marah langsung mendekat kearah Zhoumi. Yesung semakin berdiri tegak dihadapan Leeteuk.

PLETAKKK

"Ya! Heenim! Appo!" seru Zhoumi sambil memegangi puncak kepalanya yang terasa sakit.

"Kapan aku pernah mengucapkan itu padamu!"

"Ku pikir kau setuju bergabung dengannya," jawab Zhoumi salah tingkah.

"Kau boleh bergabung Zhou," ucap Leeteuk.

"Jinjja!" seru Zhoumi.

"Hyung!" sentak Yesung membuat Zhoumi terdiam.

"Datanglah lusa ke alamat itu dan jangan terlambat," perintah Leeteuk yang tak menggubris bentakan Yesung.

"Ne, hyung," jawab Zhoumi sambil membungkuk dalam-dalam. "Gomawo hyung."

Leeteuk segera kembali masuk ke dalam mobil dan sesaat kemudian Yesung juga mengikutinya.

"Kau tidak ingin bertanya padaku Heechul-ssi? Bukankah kau penasaran denganku?" tanya Leeteuk tanpa memandang Heechul, karena dia kembali memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya ke kursi.

"Tidak perlu," jawab Heechul dingin dan segera berlalu meninggalkan mobil Leeteuk. Zhoumi hanya melongo melihat tingkah sahabatnya.

"Ya sudah," ucap Leeteuk. "Jalan!"

Setelah Leeteuk pergi, Zhoumi berlari mengejar Heechul.

"Ya! Kau ini! Kenapa bersikap seperti itu padanya?" tanya Zhoumi. "Kau tahu! Banyak sekali orang yang ingin bertemu dengannya, tapi kenapa kau malah seperti ini?"

"Lalu? Apa yang harus ku lakukan? Menjabat tangannya? Memeluknya? Lalu menciumnya?"

"Aish! Kau ini!"

"Aku benar-benar tak peduli! OK! Mau dia king of the blakcworld! Mau dia malaikat maut! Aku benar-benar tidak peduli!"

"Tapi lusa kau datangkan?"

"Tidak! Kau saja pergi sendiri."

"YAAA!"

.

.

"Kenapa kau tadi memanggilku?" tanya Leeteuk.

"Kenapa hyung mengajaknya?" tanya Yesung. "Hyung tahu kan siapa dia?"

"Memang siapa dia? Aku tak tahu."

"Hyung! Dia itu bagai duplikatnya Changmin! Hyung tau apa panggilannya?"

"Apa?"

"Invisibleman."

"Benarkah? Bagus kalau seperti itu."

"Hyung!"

"Haaaahhh! Lama-lama telingaku akan semakin rusak kalau kau terus berteriak seperti itu," desis Leeteuk tak sabar.

"O-oh~ Mi-Mianhae hyung. Hehehe."

"Kau itu ternyata benar-benar bodoh Yesung. Mana mungkin aku akan mengajak orang lain yang tidak ku tahu. Apa sedari tadi kau tidak sadar jika aku memang sudah mengetahu siapa dia itu?"

"Maksud hyung?"

"Babo!" Leeteuk menjitak kepala Yesung. Yesung hanya bisa meringis merasakan kepalanya yang sakit. "Apa kau tidak dengar tadi aku memanggilnya Zhoumi? Kau kemanakan telingamu tadi?"

Yesung diam dan nampak mengingat kejadian beberapa menit lalu.

"Ohhhh, iya ya, tadi kan hyung sempat memanggil namanya," ucap Yesung. Leeteuk hanya mendesah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Huh.. Eh, kau lapar tidak?" tanya Leeteuk.

"Tidak, kenapa hyung?"

"Aku lapar. Ayo kita makan."

"Mwo? Hyungkan tadi habis makan tteokbokki 3 porsi! Bahkan hyung memakan jatahku!"

"Bagus idemu, ayo kita makan tteokbokki lagi," sahut Leeteuk.

"Hufh," desah Yesung. "Dasar anak kecil," imbuhnya sambil berbisik.

"Aku dengar babo!"

"Aku tidak bodoh hyung!" seru Yesung sebal.

"Kenapa kau berteriak padaku kalau kau merasa tidak bodoh? Memang aku bicara padamu?"

"Ahh, terserahlah," sahut Yesung frustasi. "Berarti kita menuju jalan pulang?"

"Ne."

Dan Leeteuk kembali kepada rutinitasnya di dalam mobil. Menyandarkan kepala dan menutup matanya.

.

.

Hari sudah semakin siang dan hawa terasa sangat panas. Kedua namja yang sedari tadi pagi mengendarai mobil masih sibuk berkeliaran di jalanan. Si namja yang mengemudikan mobil nampak cuek menjalankan mobilnya tanpa tujuan yang jelas.

"Belok kanan di persimpangan itu dan berhenti."

Yesung menuruti perintah Leeteuk dan sesaat kemudian mereka sudah berhenti. Leeteuk pun segera turun diikuti oleh Yesung.

"Apa yang kita lakukan di sini hyung?" tanya Yesung. "Ini kan toko berlian. Hyung mau mencari berlian?"

"Tidak. Aku ingin bertemu dengan musuh lamaku."

"MWO!"

"Sudah, ikuti saja aku."

Leeteuk segera masuk ke toko berlian yang sedang ramai pengunjung itu. Perlahan dia berjalan dari etalase satu ke etalase yang lain. Memperhatikan setiap berlian yang ada di tempat itu.

"Kau tahu, berlian itu tidak seindah batu permata," ucap Leeteuk pada Yesung. "Berlian memang bersinar tapi bagiku batu permata lebih bersinar dan bermakna."

"Ya karena hyung lebih menyukai batu permata dari pada berlian," ujar Yesung. "Bagiku batu permata dan berlian itu sama saja. Sama-sama indah."

"Annyeonghaseyo, ada yang bisa kami ba.. Kau!"

"Annyeonghaseyo, kita bertemu lagi."

"Ma-malaikat maut! Kau!"

.

.

.

To be continued...

.

.

uwaaa...

tidak di sangka ternyata responnya baik di chapter pertama... jadi author putuskan untuk mengupdate FF ini...

nah,, sudah terjawabkan siapa orang yang pertama kali diajak Leeteuk.. ^^

ternyata readers pinter ya.. bisa ngejawab siapa orang itu...

nah,, pertanyaan kali ini..

siapa orang yang ditemui Leeteuk dan Yesung di toko berlian?

Review yaaaaaaaaaa...

gamsahamnida...

Reviews on O.F Chapter 1

- shetea : ne... :)

- wieyatz : ne... nih udah update... ditunggu review selanjutnya... :)

- FiiAngelself : ne.. udah kejawab kan siapa yg diajak Teuki... nih udah lanjut,, ditunggu reviewnya... :) mianhae sampe komen beberapa kali... ada sedikit yg salah sama pengaturan komennya...

- hikari tsuky : nih udah diupdate kilat... kkk.. ne,, heenim yg diajak teuki... hhe...

- ikbumkim : updatenya asap kok... hhe... ditunggu reviewnya... :)

- Widia Kesumowardani : annyeonghaseyo chingu... :) ne,, pasti tamat kok nih FF... tapi entah kapan.. ditunggu aja... yups! kim heechul... ditunggu review selanjutnya... :)

gomawo yg udah review di chapter 1.. ditunggu reviewnya di chapter selanjutnya... XD