My Sweet Princess

.

.

Pair : Choi Siwon x Kim Kibum

Rate : T

Genre : Drama, romance, humor.

Warning : Genderswitch, Gaje, Full Typos, Abal, OOC, OC.

Pokoknya DON'T LIKE, DON'T READ.

.

.

.

Seorang yeoja cantik tengah berjalan dengan angkuhnya di sebuah koridor sekolah. Mata teduhnya seolah mampu menyihir semua orang yang sedang berdiri mematung di sepanjang koridor hanya untuk melihat kecantikan alami yang terpancar dari sang yeoja. Yeoja cantik yang diketahui bernama Kim Kibum tersebut sama sekali tak menghiraukan panggilan dari para namja yang mengagung-agungkan dirinya. Dia hanya terus berjalan menuju sebuah ruangan kepala sekolah yang ada di ujung koridor ini. Kim Kibum adalah seorang anak dari pengusaha terkenal pemilik Kim Corp yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan para pengusaha kalangan atas. Kim Kibum merupakan yeoja yang amat ceria, dia merupakan sosok yang ambisius dan sangat manja. Hal itu memang wajar karena sejak dari kecil dia sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya serta kakaknya. Oleh sebab itu dia tumbuh menjadi gadis yang egois dan tidak terlalu memperdulikan orang lain bahkan ia seringkali bertindak sesuka hatinya.

Setelah selesai mengurusi surat-surat kepindahan sekolah, Kibum dan kakaknya serta tak lupa dua bodyguard yang ada di belakang mereka melangkahkan kaki mereka menuju ruang kelas baru Kibum.

"Oppa, kenapa aku harus pindah ke sekolah ini sih?"tanya Kibum sambil bergelayut manja pada seorang namja yang memakai setela jas hitam yang sangat pas di tubuhnya.

"Bummie kau kan tau di sekolahmu yang lama sudah tidak aman lagi untukmu, aku rasa disini akan lebih baik untukmu. Dan oppa sudah berpesan pada kepala sekolahmu agar menjagamu dari orang-orang suruhan lawan bisnis appa. Jadi kau tidak perlu takut lagi ne,"ucap namja tersebut lembut.

"Aishh tapi ini sungguh melelahkan Oppa, sampai kapan aku harus berpindah-pindah sekolah seperti ini. huuufttt,"helaan nafas panjang keluar dari bibir mungilnya membuat namja yang ada disampingnya yang diketahui bernama Kim Donghae itupun tersenyum lembut saat melihat tingkah menggemaskan sang dongsaeng.

"Oppa janji, ini yang terakhir kalinya ne,"Donghae mengelus surai hitam Kibum dengan penuh kasih sayang lalu mencium pucuk kepala Kibum penuh sayang.

"Gomawo oppa, kau memang yang paling mengerti aku oppa,"ucap Kibum sambil memeluk erat tubuh Donghae.

"Yasudah cepatlah masuk, oppa harus segera pergi ke kantor. Jadilah anak yang manis ne, aku tidak mau mendengar kenakalanmu lagi,"ucap Donghae sebelum akhirnya ia menghilang di belokan koridor.

"Kalian tidak usah mengikutiku terus, kalian tunggulah aku di gerbang sekolah saja,"ucap Kibum sinis pada kedua bodyguard yang telah disewa appanya untuk melindunginya.

"Tapi noona—"ucapan kedua bodyguard itu lagsung terhenti oleh ucapan Kibum.

"Tidak ada tapi-tapian, cepat kerjakan apa yang aku lakukan!"ucap Kibum mutlak hingga mau tidak mau akhirnya kedua bodyguard itu harus menuruti kemauannya.

.

.

.

"Ahhh akhirnya aku bisa terbebas dari orang suruhan appa itu. hahhh melelahkan sekali hari ini,"Kibum menghela nafas panjang setelah jam pelajaran kedua telah usai.

"Hei apa kau benar anak pemilik Kim Corp yang terkenal itu?"tanya seorang yeoja cantik dengan rambut sebahu itu antusias.

"Ne,"jawab Kibum singkat. Ia sungguh malas harus meladeni pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting seperti itu.

"Kenalkan Eunhyuk imnida,"Euhyuk mengulurkan tangannya pada Kibum, setelah lama berpikir akhirnya Kibum menerima juga uluran tangan Eunhyuk. Kalau dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk mencoba berteman dengan orang baru. Meskipun ia masih trauma dengan kata 'teman'. Ya, Kim Kibum memang mangalami sebuah trauma yang amat mendalam dengan kata-kata di atas. Tepatnya saat dia berusia 14 tahun ia mempunyai teman yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri, tapi temannya malah mengkhianatinya. Ternyata temanya hanya memanfaatkannya dan dia merupakan orang suruhan lawan bisnis appanya. Suatu hari Kibum diajak temannya tersebut untuk ikut naik gunung dengannya. Tapi, sesampainya di atas gunung ia bertemu dengan orang-orang yang sangat menakutkan dan ingin membunuhnya. Kibum sempat ditampar oleh orang-orang tinggi tegap tersebut dan mengikatkan tali pada tubuhnya serta mendorongnya hingga jatuh dari atas tebing yang amat tinggi, tapi untung ada tali yang masih cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya. Namun, apa yang dilakukan oleh temannya itu? dia hanya diam tanpa sekalipun ingin berniat menolongnya. Hingga akhinya oppanya datang bersama beberap orang dan menyelamatkan Kibum dari maut. Oleh karena itu sekarang Kibum amat sangat membenci terhadap kata tersebut.

"Hei kenapa kau melamu?"tanya Eunhyuk bingung saat melihat Kibum kini tengah melamun.

"Ah ani, aku ingin ke kamar kecil sebentar. Annyeong,"Kibum buru-buru meninggalkan kelasnya dan berlari tak tentu arah hingga akhirnya ia terjatuh karena menabrak seseorang. Kibum mendongakkan kepalanya guna mencari siapa orang yang telah membuatnya terjatuh dengan tidak elitnya ini. Namun, saat obsidian jernih milik Kibum menangkap bayangan seorang namja tampan dengan balutan seragam sekolah yang sama dengan dirinya, matanya tidak bisa berpaling dari paras rupawan yang kini sedang tersaji di hadapannya. Mata hitam legam nan tajam, bibir joker nan tipis yang sangat menggoda, serta alis tebal yang membingkai mata sipitnya membuat seorang Kim Kibum sama sekali tak mengedipkan matanya untuk beberapa saat. Ia tidak mau melewatkan melihat makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna itu.

"Kau tidak apa-apa?"tanya namja tampan tersebut sambil menglurkan tangannya untuk membantu Kibum berdiri.

"Ahh n-ne, gwaenchana,"ucap Kibum tergagap, ia segera menerima uluran tangan namja tampan tersebut. Kibum merasakan keanehan pada jantungya saat ini. jantungnya berdegup sangat kencang saat obsidian jernihnya saling bertubrukan dengan obsidian sang namja tampan yang telah menolongnya tadi.

"Kenalkan Kim Kibum imnida, bangapseumnida,"ucap Kibum dengan semangat, sementara Siwon hanya memandang malas pada Kibum dan berlalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Kibum.

"Ya! Kenapa kau mengacuhkanku eoh?"teriak Kibum tak terima, sepanjang hidupnya ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang. semua orang berbondong-bondong untuk tampil baik dan menawan di depannya.

"Apa berbicara denganmu itu penting? Itu hanya akan membuang-buang waktuku saja,"ucap namja tadi sadis namun sama sekali tak menggetarkan hati Kibum untuk berkenalan dengan namja tampa satu ini.

Cuuppp...

Bibir Kibum sukses mendarat pada pipi sang namja tampan yang teridentifikasi bernama Choi Siwon tersebut. Siwon membulatkan matanya lebar melihat tingkah nekat yeoja yang ada di hadapannya ini.

"Ya! Apa yang kau lakukan barusan eoh?"teriak Siwon tak terima atas perlakuan Kibum padanya.

"Aku menciummu. Dan aku rasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu,"ucap Kibum polos dan sangat jujur dari lubuk hatinya yang terdalam.

"Mwoooo?"lagi-lagi teriakan yang cukup memekakkan telinga itupun berhasil keluar dari mulut Siwon tanpa ia suruh.

Cuupppp...

Kali ini Kibum kembali mendaratka bibirnya pada bibir joker Siwon yang tengah menganga lebar. Membuat Siwon kembali membelalakkan matanya lebar.

"Aishhh bibirmu sangat manis membuatku ketagihan saja,"ucap Kibum tersenyum tanpa dosa.

"Ya! Beraninya kau mencuri firts kissku!"teriak Siwon lagi sambil menarik tangan Kibum untuk mendekat padanya.

"Karena kita sudah berciuman maka kita sudah resmi berpacaran,"ucap Kibum sepihak tanpa persetujuan dari Siwon membuat Siwon lagi-lagi tak percaya atas ucapan yang baru saja didengarnya.

"Mwooooooo?"teriak Siwon lagi. Sepertinya ia sudah bertemu dengan orang yang tidak waras hari ini. dan sepertinya akan ada mimpi buruk sebentar lagi di hidupnya.

.

.

.

END or TBC?

Annyeong^^ FF baru lagi nih hehe ^^

Semoga kalian suka ne, baiklah apa FF ini pantas dilanjut apa enggak? Terserah kalian readers.

.

.

.

review please ^^