Halo. Setelah sekian lama ga bikin humor Akatsuki :D Jangan salah sangka, ini fic sejatinya udah saya tulis sekitar empat tahun yang lalu. Ciyus deh. Tapi lupa mulu saya publish. Dan saat kemarin saya iseng2 baca koleksi fic saya, saya nemu fic ini yang udah lama ampe banyak sarang laba-laba (?) :D Oke, happy reading deh.

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Naruto © Masashi Kishimoto

Death Note © Takeshi Obata dan Tsugumi Ohba

Uchiha Yuki-chan (not so) produly presents…

Who wants to be a Millionaire

Diadaptasi dari Kuis Who Wants To Be A Millionaire

Pencantuman secarik (?) lirik lagu:

Mandul © 'Penyanyinya' (sumpah, saya ga tahu T.T)

Layang Sworo © 'Penyanyinya' (Ga tahu juga T.T)

Cari Pacar Lagi © ST12

Warning : OOC, AU, hints BL (karena fic ini dibuat saat saya dulu masih seorang fujoshi :D), bahasa gaoehl dan ga baku nyempil di sana-sini, Minjem beberapa chara dari fandom lain: Death Note. Tapi ini bukan crossover karena peran chara pinjeman juga ga signifikan sih.

Pairing : ga ada sih, cuma sekedar hints :p

Tidak mendapatkan keuntungan materi apapun dari pempublikasian fic ini.

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Kamera kini sedang meng-shoot seorang lelaki berambut putih dan bermata merah muda. Ia memakai kalung dengan gandul segitiga di ujungnya. Lelaki itu bertelanjang dada. Sekalipun Pak Produser sudah mengingatkannya, bahwa ini adalah acara Kuis, bukan acara maksiat. Tapi lelaki itu tak peduli.

"Hallo, Pemirsa. Berjumpa lagi dengan saya, Hidan Al-JaShino Aburame. Seperti minggu sebelumnya, saya akan menemani Anda dalam 10 jam ke depan dalam acara Who wants to be a Seme!" kata sang presenter itu.

Tepat setelah presenter itu berkata, channel tempat acara itu berada langsung mengalami gangguan satelit. Acara pun tertunda dan hanya menampilkan garis-garis warna-warni bak kue lapis di layar kaca.

9 jam kemudian

"Hallo, Pemirsa! Berjumpa lagi dengan saya, Hidan Al- JaShino Aburame. Seperti biasa, saya akan menemani Anda selama 1 jam ke depan dalam acara Who wants to be a millionaire!" Hidan tersenyum manis tapi narsis sambil membusungkan dadanya saat seorang kru dibalik layar mengangkat sebuah papan kecil yang bertuliskan "Tumben lu bener nyebut judul acaranya."

Backsound kuis pun terdengar.

Tretetetetet…dumdumdum…sepuluh tahun sudah kita berumah tangga. Tetapi belum juga mendapatkan putra~

"Terlebih dahulu, mari kita bacok kedelapan kontestan kita yang tengah hadir di studio ini! Dan sebelum itu, saya mau bilang bahwa para kontestan kita semuanya kali ini adalah seorang shinobi handal. Khukhukhu…" Hidan ketawa gak jelas.

Kamera berbalik dari wajah Hidan menuju ke wajah para kontestan satu persatu. Dimulai dari lelaki berambut model pantat ayam yang duduk di ujung kiri.

"Sasuke Uchiha, seorang shinobi pengkhianat!" Sasuke memasang tampang cool di depan layar.

"Deidara Akatsuki, seorang wanita karir," kata Hidan PD. Deidara cuman cemberut meski kamera sedang meng-shoot dirinya.

"Uchiha Itachi, shinobi tampan dan berambut indah tak berketombe," kata Hidan sambil membatin "Panjang bener gelarnya."

"Pein Nagato, seorang shinobi," kata Hidan.

"Ya eyalah! Masak gue tukang jamu?!" batin Pein jengkel.

"Uzumaki Naruto, shinobi sekaligus jinchuriki buruan kami," kata Hidan saat kamera beralih ke lelaki berambut duren.

"Akasuna no Sasori, seorang shinobi sekaligus korban pedophile Orochimaru," Hidan dengan keras mengatakannya, tak peduli jika Sasori mengumpat di hatinya.

"Kisame Hosh-Hosh, seorang hiu ninja," kata Hidan sambil membaca nama Kisame Hosh-Hosh.

"Dan yang terakhir adalah Kakuzu, shinobi handal dalam urusan per-uangan." Kakuzu melempar cium jauhnya saat kamera meng-shoot dirinya.

"Baiklah, untuk menentukan siapa yang akan maju pertama ke kursi listrik dan mendapatkan hadiah senilai satu milyar dinar, maka para kontestan harus melewati dulu babak eliminasi (?)," kata Hidan tanpa memperdulikan wajah horor para peserta saat mendengar kalimat kursi listrik.

"Di depan Anda semua telah ada layar laptop, dan nanti akan ada soal di mana Anda semua akan diminta untuk mengurutkan pilihannya. Secepat mungkin. Semakin cepat, maka peluang Anda untuk duduk di kursi listrik berdaya 100 volt semakin besar! Guwahahahahaha…," kata Hidan sambil tertawa psikopat.

"Siapkan diri kalian dan kita mulai dari sekarang!"

Di layar laptop masing-masing peserta nampak sebuah soal yang harus mereka pecahkan.

Urutkan dari yang ter-uke sampai ter-seme.

A. Light

B. Mello

C. Ryan

D. Neji

Waktu pun terus berjalan. Kamera meng-shoot para peserta secara bergantian. Menampilkan ekspresi mereka saat berpikir sekaligus berlomba mengetik.

"Ya! Waktu abis!" kata Hidan 2 detik setelah pertanyaan muncul di layar laptop.

"Oi! Cepet amet! Baca aja juga belom!" kata Pein jengkel.

"Emang elu bisa baca?" seorang kru di balik layar mengangkat sebuah papan kecil pada Pein.

"Kita lihat siapa peserta yang akan bernasib tragis di atas kursi listrik!" kata Hidan.

Kamera meng-shoot sebuah layar lebar (?) di belakang Hidan. Di sana terdapat sebuah data tentang jawaban yang telah dimasukkan para peserta tadi.

Sasuke Uchiha : B, D, A, C (feeling)

Deidara : C, A, D, B (ngasal)

Uchiha Itachi : C (belom kelar ngetik)

Pein Nagato : X (salah pencet)

Uzumaki Naruto : D (kenalnya Neji doang)

Akasuna no Sasori : A, B, C, D (males mikir)

Kisame : (No answer) (kagak tau cara make laptop)

Kakuzu : Neji, Mello, Light, Ryan. (malah masukin katanya, bukan abjadnya)

"Eeer…bentar deh…darimana tuh layar tahu kalo gue masukin jawabannya hanya ngasal doang?" Deidara heran.

"Nah…kita tunggu siapa pemenangnya…," kata Hidan sambil menatap ke layar lebar. Dan kemudian kamera langsung meng-shoot sekalian meng-zoom wajah Kisame.

Sfx kemenangan pun terdengar : -lantunan Surat Yasin-

"Kagak adil!" kata Sasuke yang merasa paling jenius, "Dia 'kan kagak jawab apa-apa! Kok malah menang?!"

"Iya! Jangankan jawab, make laptop pun gue kagak bisa!" kata Kisame bangga, "Lagian kenapa sfx nya kayak gitu? Lu kira gue mau mati apa, pake dibacain Surat Yasin segala!"

"Fiuh…selamet gueh," Naruto sujud syukur.

"Eh, bego! Justru Kisame yang bener! Lu liat dong pertanyaannya!" kata Hidan sewot, "Urutkan dari yang ter-uke ke yang ter-seme! Nah…pilihannya 'kan seme semuah! Huwahahahahaha…bego banget sih!?" kata Hidan psikopat. Sang produser di balik layar juga ketawa ala masochist (?).

"Silahkan maju ke depan, Kisame Hosh-Hosh…," kata Hidan sambil menyeret Kisame menuju kursi listrik, "Sebelum Kisame mati gosong di kursi panas, mari kita lihat dulu iklan yang mau lewat."

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Iklan

Terlihat seseorang berdiri di depan sebuah gedung. Seorang wanita.

"Anda seorang fujoshi sejati? Buktikan merahmu (?). Ikutilah PFSI, Perserikatan Fujoshi Seluruh Indonesia dengan alamat di bawah ini," model iklan itu menunjuk ke bawah. Padahal tulisan keterangannya ada di bagian atas layar.

Setelah diberi isyarat dari kameramen, si model akhirnya menunjukkan tangannya ke atas.

"Nah…kalian akan mendapat foto dan banyak koleksi lainnya tentang para yaoi couple di seluruh dunia. Seminggu sekali, akan ada kunjungan para yaoi couple yang beken ke gedung PFSI. Minggu ini bintang tamunya adalah MattMello. C u and prepare yourself. Khukhukhu…bawa daun sirih juga buat pencegahan mimisan."

End of iklan….

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

"Balik lagi ke jalan Jashin, Pemirsa," ujar Hidan numpang promo. Dia menatap Kisame, "Duduklah…," kata Hidan menyuruh Kisame yang masih berdiri, untuk duduk.

"Eeerrr…gue lesehan aja deh..," Kisame ndelosor di lantai.

"Lu kira ini warung tegal?" bentak Hidan, "Lu mau duduk ato hadiah lu gue sumbangin ke panti pijat mesum?"

Dan Kisame langsung duduk anteng di kursi listriknya.

"Buwahahaha…untung kursi gue adalah sofa empuk," batin Hidan sambil duduk dan menaikkan kaki kirinya ke sofa. Tak menyadari bahwa sang sutradara diam-diam sebelumnya telah memasang listrik tegangan tinggi di dalam kursinya.

"Kisame Hosh-Hosh…apa kabar Anda?" tanya Hidan berbasa-basi yang kenyataannya emang basi.

"Baik dan saya akan mati di kursi ini," kata Kisame menderita, "Dan tolong, nama saya Kisame Hoshigaki, bukan Hosh-Hosh."

"Oh…iya! Baiklah Kisame Hosh-Hoshigaki Hosh…"

"Terserah kaulah."

"Saya jelaskan peraturannya. Kamu akan diberi 15 pertanyaan. Dimulai dari pertanyaan terendah senilai 50 ribu dinar, dan tertinggi adalah 500 juta dinar—"

"Bentar, katanya hadiah tertinggi satu milyar dinar. Elu mau korup, ya?!" kata Kisame tersinggung, "Enak banget. Gue mempertaruhkan nyawa gue di sini tauk!"

"Eh…Hosh-Hosh! Dengerin dulu kek!" sambung Hidan ikut jengkel, "Nilai tertinggi adalah 500 juta dinar ditambah 500 juta dinar!"

"Alah…ngeles lu!"

"Udah deh…gue sumbangin ke panti pijat mesum, nih?" ancam Hidan. Kisame diem, "Ada 3 titik aman, yaitu 1 juta dinar, 32 juta dinar, dan 1 milyar dinar. Akan ada 3 macam bantuan, yaitu fifty-fifty, phone, dan asking audiences. Masing-masing hanya diperbolehkan satu kali untuk digunakan. Ngerti kagak lu?!" kata Hidan dengan kecepatan bicara 450 kata permenit.

"Anggap aja gue ngerti, deh," Kisame pasrah.

"Oh ya, dan setiap kamu sampai di titik aman, maka sebagai ucapan selamat, kursi yang kamu duduki akan mengeluarkan kejutan listrik 100 volt selama 5 menit," Hidan tersenyum manis memandang wajah pucat Kisame.

"Siap?" tanya Hidan, "Minum dulu tuh solar di depan kamu kalo mau," Hidan menunjuk gelas berisi cairan yang betuliskan Larutan H2SO4.

Kisame menggeleng.

"Baiklah…kita mulai aja deh," kata Hidan.

Sfx : -intro Titanic-

"Buset! Dari tadi lagunya bernuansa kematian mulu!" batin Kisame jengkel.

"Pertanyaan pertama, 50 ribu dinar," kata Hidan sambil memulai membaca soal di layar laptop-nya. Dia menyadari bahwa Kisame mungkin menderita buta aksara akut.

Bunga sebagai lambang cinta adalah…

A. mawar

B. Bangke

C. Melati

D. Marvell

"Cukup mudah sekali," batin Hidan. "Tapi ngapain tuh nama sinetron kebawa segala?"

"Brengsek! Soal cinta-cintaan gini Sasori pasti lebih tahu! Hiks…gue baru denger ada bunga yang namanya Marvell," batin Kisame.

"Apa jawaban Anda?" tanya Hidan sambil berharap semoga permainan Kisame usai sampai di sini saja. Karena, semakin sedikit uang yang dimenangkan peserta, semakin besar tip yang diterima Hidan :D

"Saya jawab A. Mawar," jawab Kisame akhirnya.

"Kenapa?" Hidan langsung kecewa. Tip melayang sudah~

"Karena dari keempat jawaban, cuma jawaban mawar aja yang inisialnya pake huruf kecil. Beda dari yang lain," jawab Kisame mantap dan ga penting.

"Cuma gara-gara itu?" kata Hidan. Kisame mengangguk, "Baiklah…kita lihat saja jawabanmu. Kalo benar, akan terdengar lagu Saat Terakhir dari ST12, kalo salah akan terdengar lagu Jauh dari Gaby."

"Ujung-ujungnya itu semua adalah lagu pengiring orang mati!" kata Kisame.

"Dan jawaban Kisame adalah… "

Backsound pun terdengar : -lagu We Are The Champion-

"Betooooooooeeeellll!" terdengar suara sang produser di balik bayangan (?).

"Tumben lagu pengiringnya matching?" kata Kisame, "Tapi tadi itu suara siapa sih? Jadi merinding gue."

"Kok lagunya beda?" gumam Hidan heran.

"Ya udah…kita lanjut saja," kata Hidan ketika lagu we are the campion kelar setelah terdengar selama 5 menit. "Pertanyaan kedua, 125 ribu rupee."

"Kok kurs-nya diganti sih? Niat nipu gue nih kuis rasanya," batin Kisame.

Sewajarnya, anting dipasang di…

A. Lidah

B. Telinga

C. Seluruh tubuh

D. Selangkangan

"Hoah! Gue gak nyangka nih kuis mesum juga. Tapi kok dilabeli dengan simbol SU (Semua Umur), ya?" batin Kisame ngeres.

"Apa jawaban Anda?" tanya Hidan.

"B. Telinga," jawab Kisame.

"Kok tahu?"

"Jadi bener, ya?"

Hidan menutup mulutnya dengan telapak tangan saat dia sadar bahwa dirinya telah membenarkan jawaban Kisame tanpa sengaja.

Backsound terdengar lagi menyambut kemenangan Kisame : -lagu Saat Terakhir ST12-

"GUUUUUUUUUDDD. DANKE SHONE!" suara sang produser bayangan terdengar lagi.

"Gue bakar juga nih gedung," batin Kisame.

"Pertanyaan ketiga, 250 ribu dinar!" kata Hidan mulai emosi karena belum dapet tip.

"Nah…vulus-nye balik lagi ke Arab," batin Kisame sweatdropped.

Dalam istilah Jepang, dikenal istilah yaoi. Artinya adalah…

A. Pasangan lelaki dengan wanita

B. Pasangan waria dengan waria

C. Pasangan lelaki dengan lelaki

D. Pasangan janda dengan brondong

"Boleh saya minum dulu?" tanya Kisame sambil meneguk asam sulfat di gelas.

"Ngapain lu nanya kalo lu dah minum?" tanya Hidan.

"Hm…karena saya ini kelahiran Amerika, jadi agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini," kata Kisame setelah melempar gelas tadi ke arah kameramen 1.

"Hah? Amerika? Nyak lu ngebabu di sana?" sindir Hidan.

"Enak aja! Nyak gue napi di sana tauk! Gue lahir di penjara loh…," kata Kisame bangga.

"Udah deh…jawaban lu apaan?!" tanya Hidan jengkel, "Malah nyeritain Nyak lu di sini lagi!"

"Hm…feeling gue ada di C. Yaoi gitu, deh…," Kisame mikir berat.

"Kok bisa?"

"Abisnya…pertama-tama tadi jawabannya A. Trus B. Nah…sekarang pasti C, 'kan?"

"Siapa sih yang bikin nih soal? Bego banget! Gak punya strategi!" batin Hidan mangkel.

"Jadi apaan nih? Waktu 1 jam bakal abis dengan elu doang!" kata Hidan.

"Ya udah… C aja, deh," Kisame pasrah.

Backsound terdengar lagi : -lagu PUSPA, ST12-

"GUD JOB. HOSH-CHAN!" sang suara misterius kembali terdengar.

"Ketahuan banget nih produser maniak ST12," gumam Kisame.

"Sekarang pertanyaan keempat. Nilainya 500 ribu dinar," kata Hidan.

The antonym of slower is…

A. Shower

B. Faster

C. Pilot

D. Faber Castle

"Heh! Bahasa apaan, nih? Pertanyaan yang lain!" Kisame uring-uringan.

"Eh bego! Lu sendiri yang bilang kalo lu lahir di Amerika. Ya udah. Harusnya lu ngerti dong!" kata Hidan, "Atau lu mau pake salah satu bantuan?"

"Ya udah…..gue pake tifi-tifi deh!"

"Hah? Fifty-fifty maksud lu?"

"Apapun itu!"

"Okeh!"

The antonym of slower is…

B. Faster

C. Pilot

"Eeerrr…ini yang ditanyakan adalah merek bolpoin, ya?" tanya Kisame.

"Udah deh…lu jawab apa? Pertanyaan keempat aja dah gak bisa. Apalagi entar!"

"Gue pake phone aja, deh!" kata Kisame.

"Dengan senang hati!" kata Hidan girang sendiri.

"I am sorry, kutak akan love you lagi~" RBT terdengar dari nomor yang sedang dihubungi Kisame.

"Oh My Kira. Kenapa semua orang sekarang maniak Es Teh 12?" kata Kisame.

"Halo!" sapa orang yang di sana.

"Hoi! Ini gue," kata Kisame.

"Gue siapa?"

"Temen lu!"

"Gue gak punya temen, tuh."

"Kisame! Kisame! Prins of de si!"

"Oh…."

"….."

"…."

.

.

"WOI! Buruan ngomong lu, dodol! Lu kira pulsa lagi murah?!" seorang kru mengibarkan sebuah spanduk di balik layar ke arah Kisame.

"Oh…ya, bantuin gue dong," kata Kisame.

"Paan?"

"Ini…de antonim of slower is…faster atau pilot?"

"Khukhukhu…"

"Gak ada pilihan 'khukhukhu'!"

"Gampang. Wanni pirooooo?"

"Gue kasih 5 persen dari duit hadiah gue entar, deh."

"No…."

"Okeh! 50 persen, deh!"

"No problem maksudnya. Tapi kalo lu mau naikin jadi 50 persen sih…Fine. Jawabannya: Pilot!"

"Bener?"

"Ya, karena menurut gue, pilot lebih murah daripada faster."

"Kita lagi ngomongin 'paan, sih?"

Tut tut tut… sambungan diputus oleh sang sutradara yang merasa rugi akan membengkaknya biaya telepon karena percakapan gaje itu.

"Terima kasih…Kakuzu," kata Kisame pada teman yang telah diteleponnya.

Kakuzu di baris peserta hanya mengacungkan jempolnya.

"Jadi jawaban lu apaan?" tanya Hidan.

"Eeeerr…kata Kakuzu sih Pilot," Kisame masih ragu.

"Gue tanya elu. Bukan Kakuz siapa lah itu!" kata Hidan tanpa menyadari death glare dari koruptor di belakangnya, "Yang maen 'kan elu!"

"Ya udah deh…gue jawab Pilot!"

"Yippie yey!" Hidan berteriak hiperbolis, membuat Kisame menaruh curiga padanya.

"Gak deh! Gue jawab faster!" kata Kisame membuat Hidan bengong.

"Kenapa?"

"Jelas banget dari reaksi elu!"

"Gue tadi…tadi cuman—arrrggghh! Ya udah! Lihat aja jawabannya!"

Backsound terdengar (lagi) : -lagu Belah Duren-nya Julia Peres-

"Iiiii waw! Ciyus miapah beudh lagunya!" batin Kisame ng-alay.

"Pertanyaan kelima! 1 juta golden," kata Hidan males.

"Apa?! Golden 'kan dah gak laku!" protes Kisame.

"Mau apa lu? Gue sumbang ke panti—"

"Terserah elu, deh! Nyesel gue ikutan nih kuis."

JK Rowling adalah seorang wanita penulis novel Harry Potter. Kepanjangan dari JK adalah…

A. Joanne Kathleen

B. Jane Kusumaningsih

C. John Keris

D. Jusuf Kalla

"Hoho…pasti si hiu bodoh ini gak tahu, deh!" batin Hidan bahagia, "Tapi siapa sih yang bikin nih pertanyaan? Namanya gak nyambung banget! Apa tuh, 'Kusumaningsih'?!"

"Waduh…pertanyaan suseh bener! Lebih baik jawab Tes Cambridge Certification, deh," batin Kisame sok. Padahal dia kira Tes Cambridge adalah tes kuliner.

"Apa jawaban Anda, Hosh-chan?" tanya Hidan.

"Um…boleh tanya sesuatu pada Anda?"

"Apa?"

"Emang ada novel judulnya Harry Potter?"

"…."

Dan seluruh studio mengheningkan cipta menangisi adanya peradaban manusia seperti Kisame.

"Bukannya novel itu nama penghargaan?" tanya Kisame.

"Itu nobel," Hidan mencoba sabar.

"Nobel? Itu 'kan nama lain dari gelandangan."

"Itu gembel," Masih sabar.

"Lho?! 'Kan itu nama dari lain dari tahi lalat ukuran jumbo!"

"TOMPEL! Dan elu jawab sekarang juga ato gue colokin listrik di kursi lu selama 1 jam?!" Hidan mencapai klimaknya. Ups…jangan ngeres. Maksudnya sampai pada batas kesabarannya.

"Okeh! Gue pake asti audy!"

"Asking Audience?"

"Maksud gue itu."

"Apanya?! Elu tadi nyebut nama artis idola gue tauk!"

"Emang ada artis namanya asti audy?"

Hidan mingkem.

"Ya udah…para penonton sekalian di studio. Di tangan Anda kini telah ada sebuah remot kontrol (?). Injaklah tobol A, atau B, atau C, atau D pada tombol di sana untuk memberikan jawaban Anda atas pertanyaan berikut. JK Rowling adalah seorang wanita penulis novel Harry Potter. Kepanjangan dari JK adalah… A. Joanne Kathleen. B. Jane Kusumaningrat, eh…Kusumaningsih. C. John Keris. D. Jusuf Kalla. Waktu menginjak dimulai dari sekarang!"

BRAK! DUAKH! DUM!

"Terima kasih atas partisipasinya dalam merusak gedung ini. Kita lihat apa jawaban para penonton," Hidan menunjuk layar lebar tadi.

Jawaban A : 1 persen

Jawaban B : 70 persen

Jawaban C : 29 persen

Jawaban D : 0 persen.

"Gile! Cuman 1 persen?Yang pinter cuman 1. Yang nonton bego semua yah?" batin Hidan bersyukur haru, "Hah? Gue gak nyangka Jusuf Kalla nol persen. Di Jepang ternyata tuh orang gak terkenal, ya?" kata Hidan dalam hati. Untung aja nih kuis bukan kuis yang diekspor (?). Bisa terhindar dari perang dunia.

"Brengsek! Tombol D kayaknya rusak! Pilihan gue gak masuk noh!" gumam seorang penonton jengkel.

"Iya! Padahal tadi dah gue injek berkali-kali lho, remotnya!"

"Iye! Gue juga! Gue ngepens banget ama Pak Jusuf Kalla!" kata yang lain.

"Hu'um! Kumisnya itu loh…imyut banget!"

"…."

.

.

"Apa jawaban Anda?" tanya Hidan pada Kisame.

"Hm…apa, ya?" Kisame mikir serius, "Masalahnya, tahu novel itu apa aja kagak. Gimana gue bisa jawab, coba?"

"Sekarang terserah Anda."

"Ano…boleh ngutang bantuan kagak? Plis…," Kisame memelas.

"Eh! Apaan noh? Ngutang?! Kagak boleh ngutang! Ngolor aja lu!"

"Hutang! Bukan benda wanita itu yang gue maksud! Mesum lu!" Kisame kesal.

"Lu juga! Udah deh! Jawabannya apa?"

"Um… Ya udah, gue jawab abstain ajah!"

"Hah?" Hidan cengok, "Kalo abstain kamu cuman bawa pulang 500 ribu Birr doang, lho."

"Hah? Jadi hadiahnya cuman bir? Brengsek! Gue hampir mati kesetrum cuman untuk bir?" Kisame berdiri bersiap untuk ngebacok.

"Bukan bir miras!" kata Hidan kewalahan, "Itu nama mata uang tauk!" Kisame duduk kembali setelah denger penjelasan Hidan, "Mata uang Ethiopia," lanjut Hidan inosen.

"Wotever! Gue capek! Cepet bubarin!" kata Kisame lemes. Perjuangan otaknya hanya untuk mata uang jenis miras itu?!

"WOKEH! SELAMAT! ANDA MENDAPATKAN UANG SENILAI 500 RIBU PESO!"

"Apa? Piso? Apadeh! Bisa gue buat buat bacok elu entar," kata Kisame lirih. Kehabisan tenaga.

Comersial Break

Terlihat seorang petani sedang mengetik dengan laptop di sawah.

"Kita sekarang membutuhkan seorang pemimpin yang melindungi rakyat kecil seperti kami," kata petani itu sambil buka twitter.

"Pemimpin yang jujur, adil, bijaksana, tidak sombong dan rajin menabung," yang lain megang I-Pad buat menelusuri sebuah situs fiction.

"Makanya, pilihlah…PPF! Partai Persatuan Fujoshi!" teriak dua petani itu membahana di tengah sawah. "PPF melindungi rakyat miskin. Menghapus UU dan menurunkan 90 persen harga BBM. Juga menurunkan tarif warnet!"

"Perasaan kok nama partainya kagak nyambung ama misi-misinya, ya?" batin si kameramen dari balik layar.

End!

"Ya! Terima kasih cinta karena masih bersama kami, pemirsa," kata Hidan, "Setelah penampilan Kisame, saya akan memungut lagi satu orang peserta untuk duduk di kursi listrik. Siap-siaplah kalian!"

sfx : -guntur-

"Ya, peraturannya masih sama kayak tadi. Kita mulai dari sekarang!"

"Woi! Tunggu, gue lupa!" sela Naruto. Tapi sayang sekali, Hidan sengaja budek saat itu.

Urutkan dari yang tercantik sampai yang terseksi.

A. Paris Hilton

B. Britney Spears

C. Lindsay Lohan

D. Maria Ozawa

"Eeee…bukannya harusnya pertanyaannya 'urutkan dari yang ter-piip-?" batin Pein saat melihat nama para idolanya muncul di layar laptop.

"Enough!" kata Hidan.

Tapi para peserta masih sibuk mengetik, begitu juga para kru yang tak kunjung menonaktifkan laptop peserta.

.

.

"Insaf gue! Mereka gak bisa bahasa Inggris ternyata," pikir Hidan.

.

.

"CUKUP!" kata Hidan 10 detik kemudian.

Para peserta baru berhenti dan para kru baru mudeng.

"Kita lihat siapa tumbal berikutnya!" Hidan melihat ke layar lebar.

Uchiha Sauce-cay : (no answer) (mencoba keberuntungan Kisame)

Deidara : BBB (pasrah)

Uchiha Itachi : ABCD (dunno why :D)

Nagato Pein : DCBA (XD~)

Uzumaki Naruto : CBAD (ngasal)

Akasuna no Sasori : CBAD (nyontek Naruto)

Kakuzu : BDCA (ngitung pake kancing)

"WOI! Nama gue salah!" teriak Sasuke menunjuk dengan jari tengah pada layar lebar.

"Tuh! Alasan jawaban gue pake emoticon ngiler lagi!" Pein protes, "Mang gue cowok apaan?!"

"Gue malah dituduh nyontek Naruto!" kata Sasori, "Padahal Naruto tuh yang nyontek gue!"

Naruto cuman siul-siul sambil mandang ke atas.

"Gue ngitung pake kancing? Gue sekarang kan pake kain tanpa jahitan khas para haji!" protes Kakuzu sambil menunjuk kain putih polos yang menutupi tubuhnya.

Sedangkan protesan mereka hanya disambut gelak tawa dari sang operator di balik layar.

"Ya udah…kita lihat siapa pemenangnya," kata Hidan menahan kejengkelan.

Dan kamera langsung meng-shoot Pein. Tepat saat dia lagi ngupil.

"Oi, elu di-shoot tuh," kata Itachi pada Pein yang gak nyadar.

"Ya! Pemenangnya adalah Pein Nagini!" kata Hidan keras.

"Nagato! Sejak kapan gue jadi uler?!" bentak Pein. Tapi doi maju juga setelah dipanggil. Merasa Nagini adalah namanya :D

"Kenapa Pein menang? Cukup mudah! Karena Pein adalah maniak bokep. So pasti, jawabannya tak meragukan! Kyahahahahahaha….," Hidan lagi-lagi ketawa saiko. Padahal si pembuat soal juga gak tahu urutan yang benar gimana. Karena si pembuat soal adalah seorang lelaki yaoi yang sama sekali tak tertarik pada wanita :D

Setelah memberi waktu bagi para peserta untuk mengumpat, membanting laptop, meninju salah satu penonton di dekatnya untuk pelampiasan kekecewaan, maka Hidan langsung memulai kembali acaranya.

"Pein, wie geht?" tanya Hidan sok Cinta Lora Kil.

"Yes, wie geht," kata Pein mantap. Padahal gak tahu apa arti ucapan Hidan -.-'

"Alright, gud arimasu," Hidan nge-mix bahasa yang bisa digunakannya. Ternyata dia juga gak tahu apa itu arti wie geht -.-" "Lu dah ngerti 'kan, apa aja peraturannya?"

Pein mengangguk, "Banget!"

"Apa, coba?"

"Lu ngasih soal, gue jawab soal. Gitu, 'kan?" kata Pein.

"YA EYALAH!" semprot Hidan jengkel, "Udahlah, yang penting lu dah tahu basisnya aja dah syukur."

"Sumpeh, pertama kalinya ada pembawa acara sekasar elu," kata Pein memuji (?).

"Ya udah, kita mulai dari pertanyaan senilai 50 ribu rupiah!"

"Nih kuis kayaknya sebenernya gak punya modal deh. Masak mata uangnya gonta ganti mulu ke mata uang negara berkembang-miskin?!" batin Pein, "Apapun deh. Pasti pertanyaan pertama ini gampang banget! Khukhukhu…."

Suatu reaksi kimia di mana harga perubahan entalpi bernilai positif, maka reaksi tersebut dinamakan reaksi…

A. Eksoterm

B. Endoterm

C. Eksotis-erm

D. Endodermis

Senyum bahagia Pein lenyap. Diganti dengan wajah syok dan pucat pasi.

"Fufufu…pinter banget nih, yang buat soal," batin Hidan.

"Bentar deh! Gak adil! Ini pertanyaan awalnya sulit banget!" kata Pein secara tak langsung mengatakan bahwa dirinya mengalami keterbelakangan pendidikan.

"Eh? Itu 'kan gampang," kata Hidan sok. Padahal dia juga kagak tahu jawabannya.

"Apaan?! Tadi waktu Kisame aja soalnya gampang banget!" lanjut Pein.

"Emang elu mau disetarakan dengan Kisame yang otaknya separuh udang separuh hiu?" kata Hidan, "Bagi Kisame, soal tentang bunga-bungaan tadi udah sesulit soal ujian nasional!"

Pein cemberut. Gimanapun ia tentu saja kagak mau disamain ama Kisame yang notabene tuna wisma itu (?).

"Gue pake fifty-fifty aja, deh!" kata Pein akhirnya.

"Okeh. Gitu kek dari tadi!"

"Bacot!"

Suatu reaksi kimia dimana harga perubahan entalpi bernilai positif, maka reaksi tersebut dinamakan reaksi…

B. Endoterm

D. Endodermis

"Nah, pilih yang mana?"

"Kok sama-sama berawalan 'Endo', sih?"

"Emang napa? Mau Endoterm kek, endodermis kek, endomie kek, urusan kami dong!" kata Hidan.

"Hmpfh!" Pein mikir keras, "Teraniaya banget gue di sini."

"Ohoho…," Cuma itu reaksi Hidan.

"Gue pilih B!" kata Pein.

"Why?"

"Karena suku katanya cuman empat. En-do-ter-m! Kalo en-do-der-mi-s ada 5!" kata Pein dengan pengejaan yang salah.

"Trus apa hubungannya?"

"Gak ada sih…," Pein kembali down, "Udahlah! Cepetan!" kata Pein.

"Ya udah."

Sfx : Layang sworo~ Ra iso ngobati~ Roso kangen, marang slirahmu, yei~

"BENTOEL!" kata seseorang di balik layar, "Eh! Salah ding! BETOEL!"

Hidan dan Pein sweatdropped.

"Hah?! Gue bener? Gak nyangka?!" teriak Pein seneng, "Gue tadi sumpah, ngasal banget, lho!"

"Iye! Gue percaya!" kata Hidan nangis darah dalam hati, "Pertanyaan kedua, senilai 125 ribu Amerika!"

"Oi, Amerika itu nama Negara, bukan mata uang!" sela Sasuke sok jenius.

Gubernur Jendral Inggris yang berkuasa di Indonesia tahun 1811-1816 adalah…

A. Raffles

B : ia

C : Arnold

D : di

"Gue pake phone!" kata Pein langsung.

"Okeh!" kata Hidan.

Kring! Kring! Kring! Bunyi hujan di atas genting (?). RBT terdengar.

"Yo!"

"Oi! Tolongin gue! Gue Pein."

"Gak kenal."

"Brengsek lu, Orochimaru. Iye, gue Pain-em!"

"Oh…ngemeng kek dari tadi, Pain-jol!"

"Terserah. Gue tanya, Gubernur Jendral Inggris yang berkuasa di Indonesia tahun 1811-1816 itu siapa? Rafles, atau ia, atau Arnold, atau di?" tanya Pein.

"Kok lu tanya gue? Gue 'kan orang Jepang!"

"Tapi 'kan lu pernah ikut Ramusha di Indonesia!"

"Eh bego! Ramusha itu didirikan Jepang, bukan Inggris!"

"Ya udah. Menurut lu apa jawabannya? Katanya lu saudaraan ama Voldemort di London? Boong, ya?"

"Ya kagak lah! Buktinya gue ama Voldie sama-sama weton-nya sama. Gak nyambung, ya? Hehehe…,"

"Malah ketawa lagi."

"Okeh…dengerin gue. Menurut gue, jawabannya gak mungkin ia atau di. Nah…kalo gak Rafles ya Arnold."

"Bukannya Rafles itu nama kembang dan Arnold itu nama artis?"

"Bukan. Arnold itu nama kartun! Gue suka lho, booo'! Dan juga…"

Tut tut tut… sambungan terputus.

"Kok mati?!" tanya Pein geram.

"Elu dah ngebacot 2 tahun!" kata Hidan.

"Huh! Pelit!" Pein menelpon Oro lagi dengan ponselnya.

"Woi! Curang! Dilarang bawa ponsel sendiri!" Hidan nyambar ponsel Pein dan melemparnya ke arah kru lighting yang langsung jatuh gedubrak.

"BlekBerak gue…," Pein nangis darah.

"Jawab apa?"

"Anu—"

"Ya, kita lihat jawabannya! Pein memilih B!" potong Hidan.

Belom sempat Pein bicara, sfx pun terdengar : -Nakushita Kotoba, No Regret Life-

"SALAHHHHHHHHHHHHHHHHH!" kata seseorang.

"Ya, jawaban Pein salah dan dia terpaksa pulang tanpa membawa satu sen pun! Silahkan keluar!" Hidan langsung nendang Pein yang bengong ke arah pintu keluar studio.

Perjuangan Pein: Berakhir dengan absurdnya.

.

.

"Nah… kita mule lagi! Ayo siapkan diri kalian untuk maju ke kursi panas!"

Urutkan dari yang paling pandai!

A. Einstein

B. Habibi

C. L Lawliet

D. Hidan

"Gembel! Ngapain nama gue ikut?!" gumam Hidan kaget.

"SELESAI!" kata Hidan keras 2 detik kemudian. Para peserta pun menghentikan aksi mengetik mereka. Para kru pun dengan sigap menonaktifkan laptop peserta.

"Kita lihat jawabannya," kata Hidan sambil menatap ke layar lebar.

Uchiha Sasuke : ABC (Hidan gak masuk hitungan)

Deidara : ACB (Hidan gak termasuk)

Itachi Uchiha : CBA (ngasal)

Uzumaki Naruto : C (ngepens)

Akasuna no Sasori : (no answer) (lap top nya bejat)

Kakuzu : D (ngebela uke-nya :D)

"Apa itu?! Masak Hidan uke gue?!" Kakuzu misuh-misuh.

Krik krik krik…tak ada yang merespon.

"Ya, kita lihat siapa pemenangnya," Hidan hanya bersemu merah. Tapi dia tetep stay cool.

Lalu kamera langsung meng-shoot Sasuke. Sasuke yang dari awal emang berambisi untuk bisa duduk di kursi listrik setidaknya sekali seumur hidup, langsung melonjak senang. Dia maju ke arah Hidan setelah sebelumnya menyibakkan rambut a la pantat ayamnya.

"Cih!" kata Sasori masih jengkel karena laptop-nya sekarang bahkan tak bisa menyala akibat dia banting pada sesi sebelumnya tadi.

"Apa kabar, Saskia?" ujar Hidan ramah, disambut dengan death glare dari Sasuke, "Maksud saya—Sasuke?"

"Baik kalo kau bisa menjaga sikapmu!"

"Ya! Kau udah ngerti peraturannya, 'kan?" tanya Hidan.

"Hn," jawab Sasuke.

"Aku anggap itu sebagai jawaban 'iya'," kata Hidan.

"Fufufufu…gue bentar lagi kaya, euy! Gue dapet satu milyar, gue depak Itachi dari rumah, dan gue bakal kawin ama Naruto dan hidup bahagia dan kaya raya serta masuk surga! Guwahahahahah…," batin Sasuke merencanakan masa depan suramnya.

"Kita mul—"

Belom sempat Hidan kelar bicara, saat dia melihat ke arah seorang kru di balik layar yang mengangkat sebuah papan bertuliskan "Udah kelar! Kita ngembat 2 jam dari acara lain! Bentar lagi mau dipake acara boxing!"

"Eeeerr…gini Sasuke, kau tahu, bahwa hidup ini amatlah indah. Kau akan merasakannya jika kau sudah berada dalam kematian. Dan juga semua yang terkenang di hatimu akan membawa segala emosi di jiwamu," kata Hidan sok puitis. "Dengan kata lain, acara ini udah kelar dan kau boleh pulang," lanjut Hidan gak nyambung.

Sasuke sweatdropped.

"Baiklah Pemirsa, cukup sekian perjumpaan kita. Saya, Hidan Al-JaShino Abugosok, pamit undur diri! Take care dan salam Jashin! Muach!" Hidan cium jauh ke arah kamera.

Ending backsound pun terdengar mengiringi kelarnya acara gaje itu : -My Heart, Acha feat Sasori (?)-

End of Who Wants to be a Milionaire

O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

"Okeh. Dilanjutin minggu depan, 'kan?" tanya Sasuke setelah acara itu kelar dan para peserta beserta para kru sedang main adu panco sebagai salam terakhir sebelum pulang.

"Maaf, Saskia. Gue baru dikasih tahu Produser kalo ternyata dia dah gak mood buat nerusin acara ini lagi. Dia mau bikin acara baru. Kuis juga. Judulnya Who wants to be a masochist. Tahu kenapa," Hidan angkat bahu dengan inosennya.

"Mak—maksud lu… gue gak bisa lagi dapet uang satu milyar?" tanya Sasuke.

Hidan mengangguk tak berdosa, "Kecuali kalo elu mau ikut kuis baru kami dan mau menyayat-nyayat sendiri pergelangan tanganmu di layar kaca. Hohoho." Hidan pasang tampang badut yang jelas-jelas gak nyambung ama tampang setan neraka Sasuke.

"APA?! AKU MENUNGGU SEKIAN LAMA UNTUK MERAIH 1 MILYAR DAN KAU BILANG ACARA INI KELAR DAN GAK BAKAL ADA LAGI?!"

"Hu'uh," Hidan menjawab ketakutan.

"…."

Sasuke terdiam. Dia menunduk. Lama-lama dia terkekeh pelan. Hidan dan semua orang menelan ludah dengan sulitnya.

"Fufufu…baiklah! Biar semua yang ada di sini merasakan bagaimana duduk di kursi listrik, aku akan memberi kalian sesuatu!"

"Apaan?" tanya Sasori gemetar. Dia udah keburu ngumpet di balik Hiruko.

.

"CHIDORI NAGASHI!"

.

Dan jadilah satu studio gosong.

.

.

"Fufufufufufu….," Produser di balik layar malah asyik memakan coklat Cad Burry kesukannya. Produser itu tertawa sekalipun melalui layar komputer super megah nan gede di depannya, dia melihat studio megahnya rusak dan penuh dengan mayat bergelimpangan.

Hidan Al-JaShino, Uchiha Sasuke, Akasuna no Sasori, Kakuzu, Uchiha Itachi, Uzumaki Naruto, Deidara, Inem, Alexandra, Andrew, Joe Suminto, Natsume, Xiu Leung Chun, Mira, Deni, Budi, Agus, Ijah, Parno, Gugun, Gugon, Gogun, Slamet. = Die by Heart attack and Sasuke's electric attack.

Kisame : Die by pedicab accident

Pein : Die by global economic crisis (?)

"Hoho…enak juga jadi Kira," kata si produser sambil menjilat darah yang mengucur dari lehernya. Entah gimana caranya.

Tamat dengan Nistanya

Aha~ Saya bersyukur nemu fic ini karena saya setres bikin fic humor Akatsuki :D Dan jelas, 'kan, ini fic udah lama banget saya ketik? Terlihat dari nama-nama Band, Sinetron, atau Lagu-lagu di fic ini yang sebenarnya merupakan lagu jadul. Kecuali Layang Sworo itu, sih, saya cantumin pas ngedit fic ini :D Dan kejadulan fic ini terlihat dari banyaknya hint BL yang menandakan bahwa saat mengetik fic ini dulu, saya masihlah seorang fujoshi akut :p

Tentang siapa produser acara nista itu, silahkan bayang / tebak sendiri :p

Review ya. Saya udah capek-capek ngetik dan nge-edit lho. Kalau review, ntar saya bikinin fic lagi deh :D #jambu~ janji-janjimu janji busuk, Busuk, BUSUK, BUSUK!#

Comment and criticism are whole-heartedly appreciated

Makasih.

U-keh Awesome