Title : Please, Don't Leave Me Alone

Genre : Brothership and Family

Rating : Fiction K+

Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.

Summary : Apakah ini masih seperti cacing?/ Aku memaafkanmu hyung/ Bagaimana dengan ibuku? Kau memaafkannya juga kan?/ Kyu.. Kau dari mana saja?/ Aku tak tahu lagi bagaimana harus hidup/ Kepalaku serasa ingin meledak/ AKU INGIN DIA TAHU BAHWA SELAMA INI AKU MENUNGGUNYA KEMBALI!

.

"Please, Don't Leave Me Alone" part 12

.

Di kamar Leeteuk hyung memapahku ke kasur dan menyenderkan punggungku ke dinding, lalu ia mengobati luka – luka yang ada di wajahku.

"Aku bisa mengobati lukaku sendiri, hyung.. Kau bisa pergi dan membantu menenangkan omma nya Siwon hyung.." Aku berbicara sambil menahan sakit.

"Ada banyak orang di luar sana yang bisa mengurusnya.." Leeteuk hyung berkata sambil terus mengobati luka – luka di wajahku, "Kau pernah mengenal omma nya Siwon sebelumnya?" Leeteuk hyung bertanya padaku.

Aku yang mendengar pertanyaan Leeteuk hyung, hanya diam membisu. Leeteuk hyung terus menatapku serius. "Kau ada masalah dengannya sebelumnya?"

Leeteuk hyung bertanya kembali. Aku pun hanya menjawab dengan sebuah gelengan kepala. Aku tahu bahwa Leeteuk hyung pasti tidak puas dengan jawabanku, ia masih menatap wajahku dengan penuh rasa penasaran.

Kyuhyun POV end

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Leeteuk POV

'Sebenarnya ada hubungan apa antara Kyuhyun dan omma nya Siwon? Dan mengapa Appa nya Kyuhyun lalu memukuli Kyuhyun? Sebenarnya ada masalah apa di antara mereka? Bahkan.. sekarang aku tahu siapa yang membuat bekas luka di sekujur tubuhmu Kyu.. Bagaimana bisa itu adalah ayahmu sendiri?' batinku sambil terus mengobati luka Kyuhyun. Sampai akhirnya aku sadar bahwa mata donsaeng kecilku mulai terpejam. Hari ini pasti sangat melelahkan baginya. Kubaringkan tubuhnya di kasur dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya. Aku takut membuatnya terbangun jika menggantikan seragamnya dengan baju lain. Lalu kuselimuti tubuhnya dan pergi membiarkannya istirahat.

Saat ku keluar, kulihat dorm sudah sangat sepi. Di ruang tengah hanya tersisa Sungmin dan ibunya.

"Sungmin – ah, yang lain mana?" Aku bertanya pada Sungmin penasaran.

"Semua orang sedang mengantar orang tuanya masing – masing pulang ke rumah.. Aku juga baru akan mengantar ibuku pulang hyung.." Sungmin yang sudah siap dengan kunci mobilnya pun beranjak keluar dorm, "Aku pergi dulu ya hyung.."

Aku mengangguk dan tersenyum pada ibunya Sungmin. "Maaf atas kekacauan yang terjadi hari ini, ahjumma.." Aku mengangguk meminta maaf.

"Tidak apa – apa nak.. jagalah adik kecilmu itu.. dia pasti ketakutan atas kejadian hari ini.." Ibunya Sungmin menyuruhku kembali menemani Kyuhyun. Aku mengangguk setuju.

Aku pun kembali ke kamar Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun sedang terduduk di tempat tidur sambil mengenakan piyamanya. Aku pun duduk di hadapannya. Aku tersenyum melihat Kyuhyun yang sedang mengenakan piyama dengan mata tertutup. Kuelus kepalanya lembut. "Setidaknya bukalah matamu dulu Kyu.." ucapku lembut. Kyuhyun hanya membuka matanya sedikit dan menatapku sekilas, namun setelah itu ia membaringkan kembali tubuhnya dan langsung tertidur pulas. Aku pun beranjak pergi menuju kamarku. Kedua mataku juga sudah memaksa untuk tertutup.

Leeteuk POV end

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Author POV

Keesokan paginya

Siwon, Donghae, dan Eunhyuk yang baru pulang dari jogging langsung bergegas menuju dapur untuk mencari minuman. Namun, saat mereka melewati ruang TV, mereka melihat seorang lelaki yang masih lengkap dengan piyamanya sedang duduk di karpet, sambil menulis – nulis sesuatu di selembar kertas yang beralaskan meja kayu.

"Kyuhyun-nie apa yang kau lakukan sepagi ini?" Donghae diam – diam mendekati Kyuhyun. Begitu juga dengan Siwon dan eunhyuk yang ikut mengendap – endap di belakang Donghae.

"Apakah ini masih seperti cacing?" Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri dan mengabaikan kehadiran hyung – hyungnya di belakang. Kyuhyun sibuk memperhatikan karya seninya pada selembar kertas yang ia angkat ke atas. Hyung – hyung di belakangnya pun ikut fokus pada coretan tangan pada kertas yang sedari tadi Kyuhyun pegang.

"Kenapa sekarang malah seperti benang kusut begini?" Kyuhyun kembali bergumam sendiri, "Ah.. Tidak tahu! Tidak tahu!" Kyuhyun yang kesal dengan hasil karyanya tersebut langsung meremukkan kertas yang dipegangnya dan membuangnya ke belakang. Alhasil gumpalan kertas tersebut mengenai kepala Eunhyuk.

"Ya! Apa yang kau lakukan?!" Eunhyuk berteriak sedikit kesal.

"Oh! Hyung! Sejak kapan kalian berdiri di sana?" Tanya Kyuhyun yang terbelalak kaget dengan wajah yang dihiasi oleh hansaplas pada alis dan ujung bibirnya. Luka hasil tinjuan ayahnya kemarin memang masih membekas di wajahnya.

"Sejak kata 'cacing' keluar dari mulutmu! Sebenarnya apa yang kau lakukan di sini dengan piyamamu itu?" Eunhyuk bertanya.

"Aku ingin membuat tanda tangan baru hyung.. tanda tangan lamaku dikatakan seperti cacing oleh teman – temanku" Kyuhyun menjawab dengan lesu.

"Ha..ha..ha.. Jadi sepagi ini kau duduk di sini dengan piyama kekanak – kanakanmu itu hanya untuk membuat tanda tangan baru?" Eunhyuk bertanya heran. Kyuhyun hanya mengangguk lesu.

"Aku sudah berjanji dengan teman – temanku untuk memberikan tanda tangan pertamaku sebagai artis pada mereka.. ini sebagai hadiah dariku karena mereka telah membantuku pada acara debut beberapa hari yang lalu" Kyuhyun menjelaskan, "Untuk sementara, hanya tanda tangan ini yang dapat kuberikan pada mereka" Kyuhyun menambahkan dengan wajah sedih.

Mendengar penjelasan Kyuhyun, ketiga hyungnya langsung duduk di sampingnya.

"Mau kubantu mendesain tanda tangan Kyu? Tanda tanganku cukup bagus.. jadi kupikir aku bisa membantumu.." Donghae tersenyum bangga pada Kyuhyun.

"Aku juga siap membantu" Eunhyuk menambahkan. "Aku pun siap membantumu.." Siwon tersenyum lebar pada Kyuhyun.

"Benarkah?" Kyuhyun membelalakkan matanya kegirangan, "Baiklah.. baiklah.. ini kertas dan spidolnya! Ayo bikinkan tanda tangan yang paling bagus untukku hyung!" Kyuhyun tampak begitu semangat.

"Bagaimana kalau seperti ini?" Kyuhyun menatap hasil karya Donghae dan menggeleng dengan cepat.

"Bagaimana kalau yang ini?" Kyuhyun menatap coretan tangan Eunhyuk, dan kembali menggelengkan kepalanya.

"Bagaimana dengan punyaku, Kyu?" Kyuhyun memperhatikan dengan seksama tanda tangan hasil Siwon dan segera mengangguk dengan semangat. "Aku suka yang ini Hyung!" Kyuhyun tersenyum lebar dan segera ingin mengambil kertas yang dipegang Siwon. Namun, saat tangan Kyuhyun hampir menggapai kertas tersebut, Siwon menariknya.

"Wae hyung?" Kyuhyun tampak kebingungan, begitu juga dengan kedua hyungnya yang lain.

"Sebelum kuberikan ini padamu, aku ingin meminta maaf.. Maafkan kejadian semalam Kyu.. Maafkan perilaku ibuku padamu semalam.. Atas nama ibuku, aku benar – benar tulus ingin meminta maaf padamu.." Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah penuh penyesalan.

"Aku memaafkanmu hyung.." Kyuhyun tersenyum pada Siwon. Kyuhyun pun segera merebut kertas yang berada pada genggaman Siwon. "Haha! Aku dapat! Sekarang tanda tanganku sudah tidak seperti cacing lagi.." Kyuhyun bersorak kegirangan.

"Bagaimana dengan ibuku? Kau memaafkannya juga kan?" Siwon bertanya kembali pada Kyuhyun.

Senyum yang menghiasi bibir Kyuhyun langsung lenyap. Ia menatap Siwon dengan mata sayu.

"Kau mau memaafkannya kan Kyu? Aku mengenal sangat baik ibuku, dia bukan orang yang kau lihat semalam.. Dia wanita yang sangat baik dan penyayang Kyu.. Aku yakin ibuku tidak dalam kondisi yang baik semalam.. Kau mau memaafkannya kan?" Siwon terus menerus meminta Kyuhyun untuk memaafkan ibunya.

Kyuhyun tersenyum masam sambil merapikan kertas – kertas dan spidol yang terletak di meja.

"Kyu.. jawab dulu kata – kataku!" Siwon menarik lengan Kyuhyun. Spidol – spidol dalam genggaman Kyuhyun pun menjadi jatuh berantakan.

.

TING TONG..

Bel dorm berbunyi. Ryeowook yang sedang menyiapkan sarapan segera membukakan pintu.

"Oh… Selamat pagi.. Apa yang membuat anda datang sepagi ini kemari ahjumma?" Ryeowook bertanya dengan lembut.

"Aku ingin menyiapkan sarapan untuk kalian semua sebagai tanda permintaan maafku semalam.. Boleh kan?" Ibunya Siwon bertanya dengan lembut.

"Tentu saja! Ayo masuk.. Di luar sangat dingin.." Ryeowook mempersilahkannya masuk.

"Kyu.. jawab aku.." Siwon terus mengharapkan jawaban dari Kyuhyun sambil membantunya membereskan spidol – spidol yang berserakan di lantai.

"Siwon – ah.. Omma membawakan sarapan untuk kalian semua!" Omma nya Siwon datang dengan wajah riang. Sangat berbeda dengan keadaannya kemarin malam.

Siwon, Kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk langsung menoleh menuju sumber suara.

"Omma.." Siwon menyapa ibunya. Namun, Kyuhyun justru diam terpaku melihat kedatangan wanita ini.

"Omma.. kau harus meminta maaf pada Kyuhyun atas perlakuanmu semalam.." Siwon berbisik pada ommanya. Ommanya pun bergerak perlahan menuju Kyuhyun.

Kyuhyun terus menatap tajam wanita yang sedang berjalan ke arahnya.

"Kyuhyun, maafkan perilaku ahjumma semalam ya.. Ahjumma memang sedikit mabuk semalam.." Omma nya Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah yang menyeramkan. Ia tersenyum ceria, namun tatapannya menyiratkan makna yang penuh kebencian. Kyuhyun masih terus menatap tajam ahjumma di hadapannya tanpa berbicara sedikit pun.

"Kau mau kan memaafkan ahjumma? Ya ampun.. ada apa dengan wajahmu? Apakah luka – luka ini masih terasa sakit?" omma nya Siwon kembali meminta maaf sambil menekan dengan keras luka – luka di wajah Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menahan rasa sakit akibat tekanan jari – jari wanita tersebut dan langsung berdiri tanpa berbicara satu patah kata pun.

"Aku sudah harus siap – siap untuk pergi ke sekolah.. Aku permisi dulu.." Kyuhyun segera pergi meninggalkan semua orang yang berada di ruangan tersebut.

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Kyuhyun berjalan dengan tatapan kosong menuju kamarnya.

"Kyu.. Kau dari mana saja? Aku mencarimu dari tadi.." Leeteuk mencoba menyapa Kyuhyun, namun pertanyaan Leeteuk tak digubris sedikit pun olehnya. "Kyu.. Kau kenapa?" Leeteuk bertanya kembali pada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun terus berjalan memasuki kamarnya dan menutup pintunya.

Leeteuk pun terus berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun sampai dongsaeng kecilnya itu keluar.

Tidak sampai 10 menit, Kyuhyun sudah membuka kembali pintu kamarnya dengan seragam dan peralatan sekolahnya yang lengkap.

"Kau masih merasa sakit?" Leeteuk segera memegang dahi Kyuhyun.

"Aku tidak apa – apa hyung.. Aku berangkat sekolah dulu ya.." Kyuhyun tersenyum lemah sambil terus berjalan menuju pintu dorm. Namun, Leeteuk menarik tangan Kyuhyun dan menyeretnya menuju ruang makan.

"Duduklah.. Kau harus makan sebelum pergi!" Leeteuk mendudukkan Kyuhyun dengan paksa, "Kenapa belum ada makanan sama sekali di sini? Kau tidak masak Ryeowook?" Leeteuk bertanya pada Ryeowook. Ryeowook hanya diam dan melirikkan matanya ke arah ommanya Siwon yang sedang sibuk mengeluarkan beberapa bungkusan jajangmyeon. Leeteuk pun memindahkan tatapan matanya menuju ommanya Siwon. Ia pun langsung mengerti kenapa Kyuhyun berwajah lesu sejak pagi tadi.

"Aku sudah menyiapkan sarapan buat kalian semua!" Ommanya Siwon berteriak semangat sambil membagikan satu porsi jajangmyeon di tiap kursi.

"Waah.. jarang sekali pagi – pagi begini sudah makan enak.. hahaha.. gomawo ahjumma" Shindong terlihat amat senang.

Semua member pun sudah mendapatkan porsinya masing – masing, kecuali Kyuhyun.

"Omma.. Kenapa meja Kyuhyun masih kosong?" Siwon bertanya heran pada ibunya.

"Ya ampun! Aku lupa bahwa kalian sudah memiliki member baru.. Jadi tadi pagi omma hanya menyiapkan 12 porsi.." Ommanya Siwon berkata dengan wajah bersalah yang dipaksakan.

Kyuhyun hanya menunduk menatap meja kosongnya tanpa memandang wajah orang – orang di sekitarnya. "Kau makan punyaku saja Kyu.. Ini.." Siwon menyodorkan makanannya ke meja Kyuhyun.

"Oh tidak! Tidak! Anak omma harus makan yang banyak.. Ini untukmu saja Siwon-ah.." Omma nya Siwon langsung mengambil kembali makanan yang ada di hadapan Kyuhyun dan mengembalikannya kepada sang anak.

"Omma! Aku bisa mencari makanan lain nanti.. Sedangkan Kyuhyun harus sekolah sekarang.. Kenapa omma bertingkah seperti ini?" Siwon mulai kesal dengan perilaku ibunya.

"Sudah.. Biar Kyuhyun makan milikku saja.. Kau makanlah milikmu Siwon…" Leeteuk berkata setenang mungkin. Namun, Kyuhyun hanya terus memandang meja di hadapannya dengan mata lelah.

"Sudahlah hyung.. Kalian makanlah makanan kalian masing – masing.. Aku tidak lapar" Kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya dengan pelan, "Aku sudah hampir terlambat.. Kalian makan saja.. Aku pergi dulu.." Kyuhyun pun beranjak dari bangkunya dengan senyum tipis di wajahnya.

"Kyu! Kau harus makan!" Leeteuk berteriak pada Kyuhyun, namun tidak digubris.

.

Tiba – tiba manager mereka datang dan sudah berdiri di pintu ruang makan.

"Hey Kyu! Kau sudah siap pergi ke sekolah?" Jae won hyung bertanya hangat pada Kyuhyun sambil merangkulnya. Kyuhyun hanya mengangguk. "Kyu.. Aku ke sini untuk memberi berita gembira padamu! Gaji pertamamu sudah keluar! Dan ini tabungan milikmu.." Jae Won hyung memberikan sebuah buku tabungan padaku.

"Benarkah?" Kyuhyun mulai tersenyum.

"Iya Kyu! Sesuai dengan janjiku akan kuantar kau membeli sepatu untukmu dan ayahmu.. Bagaimana?" Jae Won hyung menawarkan.

"Tentu saja! Aku ingin mengunjungi ayahku sore ini.." Kyuhyun berkata dengan senyuman bahagia.

"Baiklah.. Sekarang biar kuantar kau ke sekolah.. Ayo!" Jae Won hyung merangkul Kyuhyun, "Kami pergi dulu ya.." Jae Won hyung juga berpamitan dengan semua orang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Mereka berdua pun meninggalkan dorm.

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

"Omma betul – betul keterlaluan! Kenapa kau melakukan ini padanya omma?!" Siwon mulai mengeluarkan kekesalannya di depan member lain. "Omma hanya ingin kau makan makanan yang omma bawa sayang.. Apa itu salah?" Ommanya berusaha membela diri.

"Omma!" Siwon sudah kehabisan kesabaran, "Aku bersusah payah meminta maaf atas namamu pada Kyuhyun.. dan sekarang usahaku sia – sia karenamu! Dia anak yang baik omma! Jangan pernah memandang rendah dirinya karena latar belakangnya! Bisakah omma bersikap baik padanya?" Siwon mengeluarkan segala kemarahannya saat itu.

"Baiklah.. Baiklah.. Sekarang kau duduk dan makan makananmu nak.." Omma Siwon memaksa sang anak untuk makan.

"Aku sudah kehilangan nafsu makanku.. Bagaimana bisa aku makan setelah melihat wajah lesu Kyuhyun karena ulahmu omma.." Siwon pun pergi meninggalkan dorm. Seluruh member pun pergi beraktivitas sesuai dengan jadwal mereka. Walaupun, di hati mereka semua tertimbun perasaan tidak enak atas kejadian pagi ini.

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Di sekolah

"Waaahh.. tanda tangan mu lumayan juga Kyu!" Jong Ki memuji tanda tangan Kyuhyun.

"Aku sudah menepati janjiku pada kalian yaa.." Kyuhyun tersenyum tipis.

"Ada apa Kyu? Apa ada masalah? Sejak pagi kulihat kau tidak begitu bersemangat.." Kim Bum bertanya pada Kyuhyun.

"Kepalaku serasa ingin meledak.." Kyuhyun berkata dengan sangat pelan sambil memutar – mutar spidolnya. Hanya Kim Bum yang mendengar bisikan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah.. Maukah kau menemaniku duduk – duduk di taman belakang?" Tanpa basa – basi Kyuhyun pun segera berdiri dan menerima ajakan Kim Bum untuk pergi ke taman belakang.

.

Saat berada di taman belakang, Kim Bum hanya terdiam menatap wajah Kyuhyun yang terlihat lelah. Kyuhyun hanya duduk sambil menyenderkan punggungnya di bahu taman dan menatap kosong tanah tempat ia berpijak.

"Aku tak tahu lagi bagaimana harus hidup.." Kyuhyun tiba – tiba berkata pelan.

"Apa maksudmu Kyu? Apa ada masalah?" Kim Bum berusaha berbicara setenang mungkin.

"Kau sudah tahu bagaimana ibuku meninggalkanku bukan? Kau juga tahu bagaimana appa selalu menyalahkanku atas kepergian omma.. Kau juga tahu apa alasan omma meninggalkanku dan appa.. Kau pun tahu bagaimana selama ini aku bekerja mati – matian untuk membahagiakan appa demi menebus semua kesalahanku yang aku pun tak tahu dengan jelas apa salahku sebenarnya.. Hingga sampai titik ini tubuhku sudah sangat lelah Kim Bum – ah.." seluruh curahan hati Kyuhyun mengalir dengan raut wajah sayunya.

"Kau sudah hidup dengan sangat baik sampai pada detik ini Kyu.." Kim bum merangkul pundak Kyuhyun.

"Aku sudah melihatnya.. Aku sudah bertemu dengannya.. Aku akhirnya menatap langsung wajahnya setelah 14 tahun berlalu.. Aku sudah melihat kembali omma ku Kim Bum – ah.." Kyuhyun mulai meneteskan air matanya. "Dia sangat cantik.. Bau tubuhnya pun masih sama seperti dulu.. Bau yang sangat teramat kurindukan.."

"Kau bahagia akan hal ini Kyu?" Kim Bum masih berusaha berbicara dengan sangat tenang. Ia ingin Kyuhyun merasa tenang saat mengeluarkan semua beban pikirannya, karena ia tahu semua masalah yang dihadapi Kyuhyun sangat teramat berat.

"Dia benar – benar tidak menginginkanku.. Dia benar – benar membenciku.." Kyuhyun menundukkan kepalanya dan menangis dalam diam. Pundaknya bergetar. "Selama ini, aku bekerja keras, belajar mati – matian, bahkan bercita – cita menjadi penyanyi, semuanya kulakukan agar aku bisa sukses.. agar aku bisa dikenal banyak orang.. agar namaku terkenal di seluruh dunia.. dan akhirnya omma bisa menyadari bahwa aku ada di bumi ini.. Aku ingin membuatnya menyesal telah menelantarkanku.." Kyuhyun kembali menangis, "AKU INGIN DIA TAHU BAHWA SELAMA INI AKU MENUNGGUNYA KEMBALI!" Kyuhyun sudah benar – benar kacau saat ini. Dia menangis hebat dalam pelukan Kim Bum. Kim Bum pun hanya bisa mengelus lembut pundak temannya agar ia bisa merasa lebih tenang. Di kejauhan pun tampak seseorang yeng terus mengawasi mereka berdua. Orang itu juga ingin menenangkan Kyuhyun. Namun, Kim Bum yang melihat Kang Seongsangnim mendekat, justru melarangnya untuk datang. Kim Bum merasa bahwa Kyuhyun tidak ingin banyak orang yang melihatnya menangis seperti ini. Ia tahu betul bahwa Kyuhyun sangat tidak suka dikasihani.

"Bukankah kau memang sudah tahu lama bahwa Omma mu sekarang adalah omma dari Siwon hyung? Bukankah kau seharusnya sudah siap jika moment ini datang?" Kim Bum bertanya dengan lembut.

"Tapi aku tidak pernah tahu bahwa rasa sakitnya akan sedalam ini.. Dadaku sangat sakit Kim Bum – ah.." Kyuhyun mulai memukul – mukul dadanya dengan air mata yang terus mengalir dari mata lelahnya.

"Dadamu sakit? Kau merasa sesak?" Kim Bum mulai khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

"Appo…" Kyuhyun memukul dadanya semakin keras.

"Hentikan Kyuhyun-ah!" Kim Bum menggenggam kedua tangan Kyuhyun. "Kau akan membuat dadamu lebih sakit.. Kau mau ke UKS?" Kim Bum menawarkan bantuan.

"Lalu? Apa ada obat yang bisa menyembuhkan sakit di dadaku? Tidak ada Kim Bum-ah… Obat itu sekarang tidak akan pernah ada.. Ommaku tidak akan pernah kembali!" ungkap Kyuhyun dengan mata lelah, "Aku bisa bertahan hidup sampai saat ini karena masih ada harapan di hatiku bahwa omma akan kembali padaku dan appa.. Tapi harapan itu sudah tidak ada lagi sekarang.. lalu, bagaimana aku harus hidup mulai dari sekarang? Aku benar – benar tidak tahu.." Kyuhyun terus bergumam pelan sambil menatap kosong tanah di bawahnya, dengan beberapa tetes air mata yang terjatuh dengan pelan. Kim Bum menatap Kyuhyun sedih, dengan hati yang ikut menangis, begitu juga Kang seongsangnim yang memperhatikan mereka dari kejauhan.

"Kau adalah orang terbaik yang pernah kukenal Kyu.. Kau memiliki banyak orang yang sangat menyayangimu, seperti aku, Jong Ki, Hong Ki, Onew, Shi Yoon, ada juga Kang Seongsangnim, dan sekarang kau juga memiliki 12 hyung di sekitarmu.. Bahkan banyak orang di luar sana yang tidak kamu sadari bahwa mereka sangat menyayangimu.. Kami semua tidak akan pernah meninggalkanmu Kyu.. Kami semua membutuhkan senyumanmu untuk bisa hidup.. Hiduplah demi kami.. Hiduplah dengan bahagia dan penuh senyuman untuk kami.. Maukah kau terus tersenyum dan hidup bahagia bersama kami?" Kim Bum tersenyum lembut sambil menyentuh pundak Kyuhyun.

Kyuhyun menatap dalam wajah sahabatnya itu dengan mata sayu. Namun, Kyuhyun hanya terdiam tanpa memberikan respon sedikit pun. "Kyu.. jawab aku.." Kim Bum memohon pada Kyu. Senyum tipis menghiasi bibir manis Kyuhyun, ia pun mengangguk pelan tanda setuju.

"Berjanjilah padaku untuk tidak akan pernah meninggalkanku.. aku takut sendirian.." Kyuhyun berbisik pelan pada Kim Bum.

"Jangan pernah berpikiran seperti itu! Apapun yang terjadi, kami semua tidak akan pernah meninggalkanmu.." Kim Bum tersenyum lebar pada Kyuhyun. Kyuhyun pun membalas senyum Kim Bum dengan senang hati.

"Bagaimana aku bisa hidup tanpa melihat senyummu itu Kyu.." Kim Bum memukul pelan lengan Kyuhyun.

"Kau terlalu berlebihan!" Kyuhyun membalas pukulan Kim Bum, "Oiya! Jangan pernah kau beritahu semua hal ini pada siapapun! Arasso! Terlebih lagi tentang air mataku.." Kyuhyun mengancam Kim Bum.

"Hahahaha! Aku tidak bisa janji kalau tentang air matamu! Orang – orang harus tahu bahwa hari ini kau menangis.. Wajahmu sangat lucu saat menangis!" Kim Bum tertawa geli, "Hey! Hari ini Kyuhyun menangis!" Kim Bum berteriak dengan cukup keras agar orang – orang di sekelilingnya mendengar.

"Hey! Apa yang kau lakukan?!" Kyuhyun segera membekap mulut Kim Bum dan memelototi sahabatnya. Kim Bum senang bahwa keceriaan sahabatnya telah kembali. Begitu juga dengan Kang seonsangnim yang sedari tadi tidak melewatkan satu patah kata pun dari pembicaraan mereka berdua.

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Sore harinya, setelah Jae Won hyung selesai mengantar Kyuhyun membeli sepatu dan sebuah jaket dari hasil kerja kerasnya, ia mengantarkan Kyuhyun ke rumahnya.

"Hyung.. sudah berhenti di sini saja.." Kyuhyun meminta berhenti pada Jae Won hyung.

"Di mana rumahmu Kyu? Biar kuantar kau sampai depan rumah.." Jae Won hyung menawarkan.

"Tidak usah hyung.. rumahku tidak jauh dari sini.." Kyuhyun tersenyum dan langsung membuka pintu, "Aku bisa pulang sendiri nanti.. Kau tidak perlu menjemputku.." Kyuhyun pun langsung meninggalkan mobil. Tanpa Kyuhyun sadari Jae Won hyung mengikutinya dari belakang. Ia melihat Kyuhyun memasuki sebuah rumah kecil yang sangat kumuh, yang bahkan tidak akan cukup menampung setengah dari jumlah member super junior. Jae Won hyung hanya menatap iba punggung Kyuhyun yang mulai menghilang karena sudah memasuki rumahnya.

.

..*Please, Don't Leave me Alone*..

.

Di rumah Kyuhyun

"Appa… Kyuhyun pulang.." Kyuhyun berteriak semangat setelah memasuki rumahnya. Suasana di dalam rumah terlihat sepi. Kyuhyun mencari – cari ayahnya di segala ruangan, ternyata sang ayah sedang tertidur pulas di kamarnya. Kyuhyun tersenyum lembut menatap ayahnya yang sedang tertidur.

"Appa.. Kyuhyun datang.." Kyuhyun berbisik pelan pada sang ayah, namun sang ayah tak kunjung terbangun, "Apakah kau merindukanku appa? Aku sangat merindukanmu.." Kyuhyun membelai wajah sang ayah lembut, "Aku sangat suka melihatmu tidur appa.. Kau terlihat sangat baik.. jadi aku tidak perlu takut dengan pukulan dan omelanmu.." Kyuhyun terus berbicara sendiri, "Tapi, terima kasih sudah mau merawatku sampai sekarang.. Aku janji akan selalu membahagiakanmu appa.." Kyuhyun mencium lembut tangan sang ayah.

Kyuhyun pun mulai menyiapkan makan malam untuk sang ayah di dapur. Setelah itu ia menaruhnya di meja dekat tempat tidur sang appa. Kyuhyun pun menyandarkan punggungnya di dinding sambil terus memperhatikan mata terpejam sang ayah. Tak terasa mata Kyuhyun semakin berat, dan mulai terpejam. Namun, saat Kyuhyun mulai tertidur sang appa terbangun.

"Appa! Kau sudah bangun?" Kyuhyun bertanya dengan riang, "Aku datang mengunjungimu appa.. Kau rindu padaku? Aku sangat sangat sangat merindukanmu.." Kyuhyun terus berceloteh riang.

Sang appa hanya memandang Kyuhyun dingin.

"Appa, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu.. Makanlah.." Kyuhyun menyodorkan makanan yang sudah ia buat kepada appanya. Sang appa menerima tanpa mengucapkan kata terima kasih sedikit pun.

"Oia, aku membelikanmu sepatu baru appa.. Lihat ini! Bagaimana? Sangat bagus bukan? Aku juga membelikanmu beberapa baju.. Appa pasti terlihat sangat tampan ketika memakainya.." Kyuhyun terus tersenyum di depan appanya.

"Kau sudah mendapatkan uang rupanya.." Appanya hanya berkomentar dengan dingin.

"Aku sudah mendapatkan gaji pertamaku.. Apa ada lagi yang ingin kau beli? Aku bisa membelikannya untukmu.." Kyuhyun menawarkan dengan lembut.

"Aku ingin kau mengembalikan dia padaku.. Aku ingin wanita itu kembali bersamaku.. Apakah kau bisa melakukannya?" Appa Kyuhyun menatapnya dingin dengan senyum menantang. Senyuman pun hilang seketika dari bibir Kyuhyun.

"KAU YANG SUDAH MEMBUATNYA PERGI! JADI KAU YANG HARUS MENGEMBALIKANNYA PADAKU!"

.

To Be Continued

.

Gimana? Chapter ini udah super panjang, udah super kebuka juga ttg masalah Kyuhyun dan ibunya, terus kurang apalagi? Aha! Kurang review dari temen – temen.. haha ;) Ayo ayo pada review yaa..

Kira – kira masalah apa sih yang terjadi antara Kyuhyun dan sang appa? Dan sampai kapan penderitaan Kyuhyun ini? Apakah sampai akhir chapter? *haha maunyaa, gak lah kasiaan juga kyu..

Seperti biasa, pantengin terus chapter – chapter selanjutnyaa

Terima kasih buat semua reader

Gomawo buat reviewnya:D

Maaf masih belum bisa bales review nya satu – satu, Authornya masih sibuk niih

Tapi jangan bosen – bosen untuk nulis review yaa, kadang menginspirasi author untuk nulis kelanjutannya loo

Ditunggu reviewnya untuk chapter 12 nya yaa

Jangan bosen – bosen ikutin FF ini yaa

makasiih :*