Title : Please, Don't Leave Me Alone

Genre : Brothership and Family

Rating : Fiction K+

Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.

Summary : Sudahlah hae, kasihan Kyuhyun! Ppali wa!/ Cepatlah uisa!/ Aaaargh..!/ Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?/ Kau masih marah padaku?/ Ini semua membuatku takut/ kumohon… bertahanlah dan tunjukkan senyummu untukku hyung/ Apakah aku tetap bisa tidur di sini?/

"Please, Don't Leave Me Alone" part 16

"Donghae.. Kita harus bagaimana dengan Kyuhyun-ie?" Leeteuk menangis pilu.

"Sekarang kita harus segera membawa Kyuhyun ke dorm. Hyung cepat hubungi uisa!" Donghae pun bergegas masuk ke dalam lift dan mengambil alih tubuh lemas Kyuhyun. Ia menggendongnya ke punggung dan berlari menuju dorm.

"Cepat hubungi uisa hyung!" Donghae berteriak sambil berlari menuju dormnya.

Saat di Dorm

Donghae masuk dengan terburu – buru. Ia mengambil langkah cepat menuju kamar Kyuhyun. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat 10 tatapan terkejut dari orang – orang yang berada di dorm. Dan Donghae cukup menatap intens sepasang mata cantik yang memiliki kemiripan dengan mata dongsaeng yang sedang terbaring lemah di punggungnya.

"KAU PUAS SEKARANG?!" Donghae mengeluarkan seluruh emosinya, "KALAU SAMPAI SESUATU TERJADI PADA KYUHYUN, KAU ORANG PERTAMA YANG HARUS DISALAHKAN!" Muka putih Donghae sudah merah padam. Ia juga berusaha mengatur napasnya yang semakin memburu karena emosi yang meledak.

Suasana dorm menjadi sunyi senyap seketika. Siwon pun yang berada di sebelah sang eomma hanya terdiam dan terus menatap intens sang maknae.

"Bisakah kau cepat kemari? Aku rasa keadaannya sudah sangat darurat.." Leteeuk yang baru saja menyusul ke dorm sambil menghubungi sang uisa, terlihat bingung dengan situasi dorm yang seketika sunyi.

"Alamat kami di Apartement Star City Gedung C no.1101. Terima kasih. " Leteeuk meneruskan pembicaraannya di telepon dan tanpa basa – basi segera mendorong tubuh Donghae, yang masih menatap nyonya Dae Hee, ke dalam kamar Kyuhyun, "Sudahlah hae, kasihan Kyuhyun! Ppali wa!"

Donghae dan Leeteuk segera membawa Kyuhyun ke kamarnya.

Di Ruang Tengah

Semua member terdiam kaku. Tidak ada seorang pun yang memulai berbicara selepas kepergian Donghae dan Leeteuk. Semuanya sibuk dengan pemikirannya masing – masing.

Kedua mata Siwon menatap telapak tangan sang eomma yang bergetar di samping tubuhnya. Ia tahu bahwa sang eomma pasti terkejut melihat keadaan Kyuhyun tadi. Apalagi kejadian ini terjadi karena dirinya.

15 menit kemudian terdengar bel berbunyi. Dapat dipastikan itu adalah sang uisa yang dihubungi oleh Leeteuk. Sungmin yang berada paling dekat dengan pintu segera membukakan pintu dan mengantar sang uisa ke kamar tempat Kyuhyun berada.

Di kamar Kyuhyun

"Oh, kau sudah datang uisa?" Leeteuk segera berdiri dan mengangguk pelan memberi hormat.

"Cepatlah uisa! Kyuhyun sudah tidak bisa bernapas!" Donghae yang terus berada di samping Kyuhyun terlihat sangat cemas.

"Sudah berapa lama ia seperti ini? Kenapa kukunya sudah sampai biru seperti ini?!" Wajah uisa tak kalah panik.

"Kira – kira 45 menit yang lalu" jawab Leeteuk sigap, "Apakah ia tidak apa – apa?" Leeteuk kembali bertanya dengan wajah khawatir.

"Apakah ia memiliki riwayat penyakit pernapasan?" Sang uisa bertanya sambil mengecek mata Kyuhyun dengan center.

"Dia menderita asma kronis" Donghae menjawab dengan sedih, "tubuhnya juga tidak bisa menoleransi alkohol, tapi tidak sengaja ia meminumnya"

"Bisakah hanya dua orang yang berada di kamar ini? Kyuhyun membutuhkan udara lebih banyak.." Sang uisa menyarankan sambil membuka kancing kemeja seragam Kyuhyun.

"Biar kami keluar saja uisa, supaya anda dapat memeriksanya dengan lebih leluasa" jawab Leeteuk.

"Jangan! Aku tetap butuh dua orang untuk memegangi tubuhnya.." Sang uisa menghentikan membuka seragam Kyuhyun. Dan segera mengambil alat suntik dengan ukuran besar dari tasnya, "Aku butuh dua orang untuk memegangi tubuh Kyuhyun saat aku menyuntikkan obat ini pada dada kirinya"

Ketiga member itu langsung membelalakkan matanya melihat alat mengerikkan yang berada di genggaman sang uisa.

"Biar aku dan Sungmin saja yang tetap berada di sini" ucap Leeteuk segera, "Donghae-ah kau tunggu di luar"

"Tapi hyung, aku juga mau menemani Kyuhyun!" Donghae tidak setuju dengan keputusan Leeteuk yang sepihak.

"Eung.." Erungan Kyuhyun menyadarkan mereka bahwa maknae mereka sedari tadi sedang menahan sakit.

"Cepatlah keluar Donghae!" Leeteuk sedikit berteriak dapa Donghae, "Sungmin kau pegang tubuh Kyuhyun bagian kiri, biar aku memegang bagian kanan" Leeetuk segera berlari ke samiping kanan Kyuhyun. Sedangkan Donghae terpaksa keluar dari kamar Kyuhyun dengan wajah kesal bercampur cemas.

Sang uisa melanjutkan membuka kancing seragam Kyuhyun, dan aktivitsnya terhenti saat melihat beberapa bekas luka memar ditubuh putih sang maknae. Sang uisa menatap Leeteuk dan Sungmin bergantian tanpa mengatakan sepatah kata pun. Namun, tatapan itu seakan meminta jawaban atas apa yang sebenarnya telah terjadi pada pasiennya saat ini.

"Cepatlah uisa!" Leeteuk tidak mempedulikan tatapan sang uisa dan meminta langkah cepat uisa untuk menolong maknae kecil mereka.

Sang uisa pun dengan segera membuka bungkusan suntikan tersebut dan memasukkan obat ke dalamnya. Setelah itu, ia mulai mengoleskan alkohol pada dada kiri Kyuhyun.

"Pegang tubuh Kyuhyun dengan agak kuat ya.. tubuh Kyuhyun tidak boleh bergerak saat aku menyuntikkan obat ini" Wajah sang uisa terlihat tegang.

"Tapi Kyuhyun terlihat sedang tidak sadarkan diri, kurasa reaksi gerak tubuh yang muncul tidak akan berlebihan" Sungmin bertanya heran.

"Sudahlah Sungmin, jangan banyak bertanya.. Pegang saja tubuh Kyuhyun erat!" Leeteuk semakin cemas melihat keadaan maknae mereka yang sudah tidak sadarkan diri.

Sang uisa pun tanpa aba – aba segera memasukkan jarum besar itu ke dada Kyuhyun. Dan saat itu pula Kyuhyun berteriak keras dan tubuhnya tersentak menahan sakit. Suntikan itu masih menempel pada dada kiri Kyuhyun.

"Kyu.. tahanlah sebentar" Leeteuk mengelus lembut kening Kyuhyun yang memerah karena menahan sakit.

"Kyu.." Sungmin tak mampu berkata apa – apa dan hanya menangis, "Kyuhyun terlihat sangat kesakitan, bagaimana ini hyung?!"

Di ruang tengah

"Aaaargh..!"

Semua orang yang awalnya melamun dengan pikiran cemas masing – masing atas keadaan maknae nya, tiba – tiba tersentak kaget dengan teriakan kesakitan adik kecil mereka.

Donghae yang sedari tadi berjalan mondar – mandir, tiba – tiba berhenti karena kagetnya.

"Astaga.. apa yang uisa lakukan pada Kyuhyun?" Donghae bergumam sendiri.

"Siwon-ah, Kyuhyun kenapa?" Nyonya Dae Hee bertanya dengan perasaan bersalah.

"Aku juga tidak tahu eomma.." Siwon menjawab dengan wajah tak kalah khawatir, "Kita tunggu kabar dari uisa saja ya"

Di kamar Kyuhyun

"Paru – paru kiri Kyuhyun sempat mengempis karena pengaruh alkohol yang ia minum, suntikan ini akan membantu paru – parunya untuk mengembang kembali" sang uisa perlahan – lahan menarik suntikan terbut dari dada Kyuhyun, dan memberikan suntikan lain di lengan Kyuhyun, "Aku memberikannya obat tidur, jadi biarkan dia istirahat beberapa jam"

"Baiklah.. terima kasih uisa" Leeteuk mengantarkan sang uisa keluar dari kamar Kyuhyun dan langsung disambut oleh Donghae yang terlihat habis menangis.

"Kenapa Kyuhyun berteriak hyung?! Apa terjadi sesuatu dengannya?" Donghae bertanya tanpa titik dan koma.

"Kau antar dulu uisa ke luar, setelah itu baru melihat sendiri keadaan Kyuhyun, arraseo!" Leeteuk kembali masuk ke kamar Kyuhyun dan menemani Sungmin yang masih mengusap keringat di wajah pucat sang maknae.

"Jadi ini alasan kau menyuruhku menemanimu untuk memegangi Kyuhyun dibandingkan Donghae?" Sungmin bertanya sambil terus menatap jari sang leader yang mengancingkan seragam Kyuhyun untuk menutupi segala bekas lukanya.

"ehm.." Leeteuk bergumam pelan, "Selain karena bekas luka ini, aku juga ingin menyadarkan dirimu bahwa dongsaeng yang tidur sekamar denganmu ini sering menahan sakit sendirian.. kau tahu itu?" Leeteuk bertanya pelan pada Sungmin.

"Ani.." Ia menyesal dengan sikapnya belakangan ini yang begitu dingin terhadap sang maknae.

"Jagalah dia Sungmin.. Dia tidak seburuk yang kamu pikirkan selama ini" tangan Leteeuk berpindah merapikan poni Kyuhyun.

"Arraseo hyung.. " Sungmin mengangguk pelan, Leeteuk pun keluar meninggalkan Sungmin bersama dengan sang maknae.

"Hey maknae.. bagaimana bisa kau terus bertahan hingga saat ini? Kenapa adik kecilku yang harus merasakan semua ini? Dan kenapa aku begitu bodoh memusuhimu belakangan ini?" Sungmin bertanya pada dirinya penuh emosi dan memeluk erat tubuh Kyuhyun yang ada di hadapannya.

Di ruang tengah

"Lebih baik kalian pergi bekerja sesuai dengan jadwal kalian masing – masing.." Leeteuk memecah keheningan, "Ada salah satu manajer yang akan tinggal di dorm untuk menjaga Kyuhyun".

"Tapi hyung.." Donghae lagi – lagi menolak.

"Tidak ada penolakan Donghae!" Leeteuk berkata dengan tegas, "Sekarang kalian siap – siap dan segera masuk ke van"

Donghae pun melangkah menuju kamarnya dengan langkah gontai.

"Oia Donghae!" Leteeuk kembali memanggil Donghae.

"Apa lagi hyung?!" Donghae menunjukkan wajah malasnya pada sang leader.

"Tolong sekalian beritahu Sungmin untuk bersiap – siap ya"

"Arra.. arra.. arraso!" ucap Donghae semakin kesal.

Malam hari

"Eungh…" Kyuhyun mulai membuka kedua matanya perlahan. Kamarnya terlihat kosong. Sepertinya sungmin belum pulang dari jadwal kerjanya.

"Jam berapa ini?" Kyuhyun mencoba meraih handphone nya di meja samping tempat tidur. "Hah? Jam 1 pagi?" Kyuhyun membelalakkan matanya kaget.

"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Kyuhyun menghitung dengan jarinya, "Astaga?! 13 jam?!"

"Nde.. kau sudah tertidur selama 13 jam" Sungmin yang baru saja selesai mandi tiba – tiba muncul dari balik pintu.

"Oh.. sungmin hyung" Kyuhyun tampak takut – takut menatap teman sekamarnya.

"Kau sudah merasa baikkan?" tanya Sungmin dengan canggung.

"Nde hyung.." Kyuhyun berkata pelan sambil mengangguk.

"Tidurlah lagi.. tubuhmu masih butuh istirahat" Sungmin berkata sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya sendiri.

"Nde hyung.." Kyuhyun menjawab pelan.

Setelah 10 menit berlalu, Kyuhyun tidak juga memejamkan matanya. Ia menolehkan kepalanya ke samping, namun sungmin memunggunginya. Hingga pada akhirnya ia menyadari bahwa kerongkongannya terasa kering.

Ia pun berniat untuk mengambil minum di dapur. Perlahan – lahan kyuhyun menurunkan salah satu kakinya, kemudian disusul dengan kaki lainnya. Ia berusaha tidak menimbulkan suara yang dapat membangunkan hyungnya.

Namun, saat ia mulai melangkahkan kakinya beberapa langkah, genggaman hangat terasa pada tangan kirinya.

"Kau mau ke mana?" Sungmin bertanya dengan wajah cemas.

"Oh Sungmin hyung.. kau belum tidur?" Kyuhyun bertanya dengan wajah polos.

"Apa kau membutuhkan sesuatu? Biar kuambilkan.." tawar Sungmin.

"Tidak hyung.. Aku hanya haus.." Jawab Kyuhyun.

"Kalau begitu kau kembalilah ke tempat tidurmu, biar aku yang mengambilkannya untukmu" Sungmin pun mulai beranjak dari tempat tidurnya. Namun, Kyuhyun kembali menahannya.

"Tidak usah hyung.. Aku bisa sendiri" jawab Kyuhyun dengan senyuman, "Hyung istirahat saja"

Namun, tanpa berkata apapun, Sungmin segera berjalan menuju pintu dan meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di dekat tempat tidurnya.

"Hyung.." Panggilan pelan itu sukses menghentikan langkah Sungmin. Namun, Sungmin masih enggan untuk membalikkan badannya.

"Kau masih marah padaku?" tanya Kyuhyun pelan. Namun, Sungmin hanya bungkam dan berniat melangkahkan kakinya kembali.

"Sungguh hyung.. aku tak bermaksud membuat masalahnya menjadi sebesar ini" ucapan Kyuhyun kali ini berhasil membuat sungmin kembali menghentikan langkahnya.

"Ini semua membuatku takut" suara Kyuhyun mulai bergetar, "Sejak awal aku sudah tidak sopan bergabung tanpa izin secara tiba – tiba bersama kalian, dan kali ini aku justru membuat masalah sebesar ini" Suara Kyuhyun semakin pelan.

"Untuk bertatap muka dengan kalian saja adalah hal yang berat bagiku", terdengar helaan nafas berat keluar dari mulut Kyuhyun, "Lagipula, kalian juga merasa sangat kesal bukan melihatku selalu berada di dekat kalian?" Kyuhyun tertawa miris. Namun, Sungmin yang masih tetap memunggunginya sudah mulai meneteskan air matanya.

"Kalian pasti berkata di dalam hati 'siapa anak ini?', 'kenapa dia harus muncul dan merusak segalanya?', 'kenapa anak ini harus ada?', begitu bukan?" Kyuhyun seakan bermonolog dengan tembok, karena sampai saat ini lawan bicaranya masih tetap bungkam.

"Tidak hanya kalian hyung.. Aku pun juga berpikir hal yang sama" Satu tetes air mata kembali menetes di pipi Kyuhyun, "Seseorang bahkan mengatakan padaku bahwa aku adalah sebuah kesalahan, mungkin orang itu benar. Kau juga setuju dengannya hyung?" Kyuhyun bertanya dengan nada serak. Tapi tetap tak ada jawaban dari lawan bicaranya.

"Mianhe hyung.." bisik Kyuhyun, "hanya kata itu yang bisa kulakukan saat ini, tapi aku janji akan melakukan berbagai hal yang dapat memperbaiki semua ini. Aku janji hyung.. Kau percaya padaku kan?" Kyuhyun menatap punggung Sungmin dengan sedih.

"Jadi sampai dengan saat itu tiba, kumohon… bertahanlah dan tunjukkan senyummu untukku hyung" Kyuhyun mulai meneteskan kembali air matanya, "Jika memang kau merasa tak nyaman, untuk sementara ini aku bisa tidur di ruang tengah hyung.. Tapi, saat kita bertatapan muka, tolong jangan bersikap dingin padaku hyung.." Tangis Kyuhyun semakin tak terkendalikan.

"Aku takut.." satu bisikan terakhir keluar dari mulut Kyuhyun dan disusul dengan tangisannya yang coba ia tahan dengan cara menggigit bibirnya. Namun, hal ini sukses membuat Sungmin berbalik dan berlari memeluk tubuh dongsaeng kecilnya.

"Kyuhyun-ah.. Hyung mianhe.. mianhe.. mianhe" Sungmin memeluk erat tubuh dongsaengnya yang terduduk di di tempat tidurnya. Ia mencium lembut rambut sang dongsaeng sambil berurai air mata, "Hyung yang salah Kyu.. Kau tidak salah apapun! Jangan pernah berpikir bahwa kau adalah sebuah kesalahan! Itu sungguh membuat hatiku sakit, kyu.."

Kyuhyun hanya terdiam dan menikmati hangatnya pelukan hyungnya yang sudah lama tidak ia rasakan.

Sungmin pun merendahkan tubuhnya, dan mengangkan wajah sang dongsaeng yang basah dengan air matanya sendiri. Ia pun mengusap lembut pipi sang dongsaeng dan memberikan senyuman tulusnya.

"Apakah senyuman seperti ini yang kau maksud?" Sungmin bertanya lembut. Cara ini sukses membuat Kyuhyun yang sedari tadi menunduk, mulai menatap wajah Sungmin.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan.

"Untuk membayar senyuman ini, kau harus memberikanku senyumanmu juga" ucap Sungmin, "Ppali wa.. Atau kau tidak akan melihat senyumku lagi.." ancam Sungmin.

Kyuhyun pun perlahan mulai melengkungkan bibirnya ke atas. Di tengah kulitnya yang pucat, matanya yang sembab, dan hidungnya yang memerah, senyuman itu tetap membuat dongsaeng kecil Sungmin ini terlihat menggemaskan.

"Kau terlihat manis jika seperti ini dongsaeng.." Sungmin pun mengacak – acak rambut Kyuhyun gemas, "Sekarang kau tunggu di sini, biar hyung ambilkan minum mu, oke?" Sungmin pun beranjak keluar.

"Hyung?" panggil Kyuhyun kembali.

"Apa lagi Kyu?" ucap Sungmin agak kesal.

"Apakah aku tetap bisa tidur di sini?" tanya Kyuhyun polos.

"Apa kau tidak dengar kata – kataku beberapa menit yang lalu? Aku suruh kau untuk tunggu di..si..ni..! Jadi, jangan berani untuk melangkahkan kakimu keluar dari pintu ini.. Arra?!" Sungmin pun mengedipkan salah satu matanya pada Kyuhyun. Sang dongsaeng pun hanya bisa tersenyum.

Keesokan paginya

Kyuhyun terlihat sedang asyik berkutat dengan handphonenya di ruang TV. Siwon yang melihat sang maknae duduk sendiri di depan TV, mencoba untuk menghampirinya.

"Sedang apa kau di sini?" Siwon bertanya dengan halus. Kyuhyun yang kaget dengan kedatangan Siwon spontan menjatuhkan handphone nya ke lantai. Kyuhyun yang tidak berani menatap Siwon hanya bisa menunduk sambil mengambil handphone nya.

"Apakah handphone mu baik – baik saja?" Siwon bertanya kembali dengan cemas.

"Tidak apa – apa.. Aku ke kamar dulu.." Kyuhyun berusaha menghindar.

"Kyu.. Bisakah kau menemaniku menonton TV di sini?" Siwon bertanya ragu – ragu.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia tidak percaya atas pertanyaan yang diajukan hyungnya barusan. Bagaimana bisa sikap hyungnya ini berubah 180 derajat dengan seketika.

"Kyu.." Siwon menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

"Aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu hyung.." Kyuhyun tersenyum tipis.

Setengah jam berlalu. Dan tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka.

"Hyung.." Kyuhyun memulai pembicaraan dengan ragu.

"Hmm?" Siwon menatap Kyuhyun lembut.

"Bagaimana dengan ayah dan ibumu hyung?" Kyuhyun bertanya dengan wajah takut.

"Perceraiannya masih dalam proses.." Siwon menghela napas beratnya dengan wajah sedih.

"Maafkan aku atas semua kekacauan yang kubuat.." Kyuhyun berbicara dengan pelan.

"Kyu.. Kau tidak perlu.." Belum sempat Siwon meneruskan perkataannya, Kyuhyun sudah kembali berbicara.

"Aku sudah menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan kekacauan ini hyung.." Kyuhyun tersenyum pada hyungnya.

"Maksudmu?" Siwon kebingungan dengan perkataan Kyuhyun.

"Hyung tidak perlu cemas, biar aku yang menangani segalanya. Tapi aku butuh bantuanmu.." Kyuhyun menatap Siwon penuh arti.

"Apa yang kau butuhkan Kyu?" Siwon bertanya lembut.

"Bersikaplah seperti pertama kali kita bertemu.." Kyuhyun kembali tersenyum, "Lupakan segala yang pernah terjadi selama ini.. berpura – puralah bahwa kau tidak pernah mendengar gosip murahan itu.. bersikaplah seperti dulu, bahwa hyung adalah satu – satunya anak pewaris Hyundai dengan keluarga yang harmonis.. dan.. memiliki seorang ibu yang sangat baik" Kyuhyun mencoba menggenggam tangan Siwon, "Jangan pernah lagi menanggapi segala pertanyaan wartawan atau orang – orang di luar sana mengenai gosip murahan ini.. Jika ada pertanyaan siapakah nyonya Da Hae, jawablah bahwa dia hanya ibumu hyung.. Dia hanya milikmu..Dia tidak memiliki anak lain" Kyuhyun kembali meneruskan kata – katanya dengan nafas tercekat, tanda ia menahan tangis, "Untuk hal lainnya, biar aku yang urus.. Kau mengerti hyung? Kau bisa membantuku hyung?" Kyuhyun bertanya dengan wajah lelahnya.

"Sebenarnya apa yang akan kau lakukan Kyu? Beritahu aku segalanya secara rinci.." Siwon merasa ada yang Kyuhyun sembunyikan darinya.

"Lakukan saja yang aku minta.. Percayalah padaku bahwa keluarga hyung akan kembali harmonis.. Tenang saja!" Kyuhyun tersenyum dengan yakin.

"Kyu.. Apa yang kau rencanakan? Beritahu aku!"

To Be Continued

Wah maaf yaa baru update lagii

Untuk PDLMA chapter 17, mungkin baru bisa di post 1 bulan lagi. Gimana doong? Author nya mau kkn dulu sebulan, takutnya di tempat kkn gak ada sinyal tapi diusahain bisa update 2 minggu lagi yaa

Seperti biasa, pantengin terus chapter – chapter selanjutnyaa

Terima kasih buat semua reader

Gomawo buat reviewnya:D

Maaf masih belum bisa bales review nya satu – satu Maaf, maaf, maaf bangeet

Tapi jangan bosen – bosen untuk nulis review yaa, kadang menginspirasi author untuk nulis kelanjutannya dan memberi semangat untuk terus melanjutkan ceritanya

Ditunggu reviewnya untuk chapter 16 nya yaa

Jangan bosen – bosen ikutin FF ini yaa