Serdin Private Highschool – Summon The Beasts!

TVP: Halooow! TVP disini dengan wajah baru, cerita baru, juga penggemar baru! *plakberisikloe* Anyway, Fic kali ini adalah Crossover antara Grand Chase dan Baka & Test – Summon The Beasts (kalau ada yang tidak tahu, saya sangat merekomendasikan anime/ manga yang satu ini!)! Baiklah, Enough Chit-Chat, Now Remember: I will Say This Once So, Here we Goes!

Disclaimer: Grand Chase juga Baka & Test bukan milik saya melainkan orang-orang yang memiliki Hak Ciptanya. Saya hanya meminjam nya untuk membebaskan imajinasi saya, So Here The Story Began…

A/N: tambahan lagi! Karena ini fic yang berhubungan dengan sekolah…maka saya akan memasukkan soal-soal asli dari buku pelajaran! Lumayan kan, bisa sekalian belajar. Dan saya namai Fic ini dengan…Ed-Story! (maksudnya Education Story). Warning: materi-nya khusus First sampai Third Year Junior Highschool, jadi bersiaplah!

-School I: Ujian Penempatan dan Hari Pertama!-

Normal POV

Serdin Private Highschool

Normal POV

'Gawat! Aku lupa maksud dari soal ini!' pikir seorang remaja laki-laki berambut Merah yang sedari tadi terus-menerus memasang wajah bingung. Pasalnya, ia saat ini sedang dalam masa ujian untuk penempatan kelas untuknya Dan saat ini sedang mengerjakan soal IPA.

'Ok, tenang Jin, Kau bisa melakukan ini…pertama-tama, kita baca dulu Soalnya dengan Teliti…Apakah Bunyi Dari Hukum 1 Newton? Well, Aku mengingat Hukum ke-2 dan ke-3, tapi yang pertama….' Pikirnya lagi. Ia terus memikirkan jawaban untuk soal itu, hingga beberapa saat kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Jendela, bermaksud untuk mendinginkan kepalanya.

Namun, tiba-tiba, matanya terjatuh pada seorang gadis yang duduk disebelahnya. Gadis itu memiliki rambut berwarna Pink dan mata yang berwarna coklat. Jin mengenal gadis ini, amy Aruha, si Primadona disekolahnya dulu.

Jin yang mengetahui bahwa Amy satu sekolah dengannya tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Bagaimana tidak? Wajah cantik, baik hati, dan pintar? Hanya orang bodoh yang tidak suka.

Namun, Jin menyadari bahwa pada saat itu ada yang salah dengan Amy. Berkali-kali ia mengerjapkan matanya dan akhirnya ia menyadari bahwa…

"Amy!"

…Amy tampak tidak sehat yang membuatnya kehilangan keseimbangan. Jin dengan sigap langsung menangkap tubuh Amy sebelum ia benar-benar jatuh ke lantai.

Jin dengan inisiatif meletakkan punggung tangannya kekening Amy. Saat itulah ia sadar bahwa suhu tubuh Amy menjadi panas dan Jin juga dapat merasakan napas Amy yang terengah-engah.

"cih…Pak pengawas! Minta ijin untuk pergi ke UKS!" ujar Jin. Namun, apa jawaban sang guru?

"tidak ada yang boleh meninggalkan ruang ujian sebelum batas waktu selesai, kalau kalian keluar dari kelas ini, maka kalian akan digagalkan saat ini juga…" jawab guru itu dengan datarnya.

"apa? Tunggu dulu, Apa bapak tidak bisa membuat pengecualian dan membuat paling tidak hanya dia yang masuk Ujian susulan?" Tanya Jin.

"tidak ada yang namanya ujian susulan, lagipula, salahnya sendiri karena tidak menjaga kondisi tubuh. Bukankah menjaga kesehatan juga termasuk didalam pembelajaran?" jawab guru itu lagi dengan tenangnya.

"nah…masih mau pergi?"

Jin meremas kepalan tanganya dengan erat sebelum akhirnya memutuskan untuk membawa Amy ke UKS dengan cara digendong Bridal-Style.

"oh well, peserta nomor 107 dan 108, gagal…" gumam guru itu sambil menulis di buku Absennya. Kemudian matanya teralihkan kearah murid-murid yang tadi sempat berhenti mengerjakan untuk melihat kejadian barusan.

"nah…ada yang mau saya gagalkan lagi?" ucap guru itu dengan nada yang terkesan menakutkan dan membuat murid-murid tadi kembali mengerjakan soal-soal didepan mereka.

Amy's POV

Berat…sakit…panas…

Apakah ada palu yang tidak terlihat yang memukulku saat ini sehingga membuat seluruh tubuhku menjerit kesakitan? Tanganku mulai tidak bisa digerakkan, napasku menjadi berat…ini tidak bisa lebih buruk lagi, kan?

Ng? ah…pandanganku juga mulai tidak jelas…badanku rasanya tambah berat…uh, kutarik ucapanku sebelumnya…

BRUK!

Aku…jatuh dari tempat duduk ya? Tapi…kok tidak sakit, lembut dan hangat malah…

"cih…Pak Pengawas! Minta ijin untuk pergi ke UKS!"

Suara itu…Jin?

"…dia akan saya gagalkan"

Siapa? Siapa yang akan digagalkan?

"…pengecualian…Ujian susulan?"

Ah…pendengaranku sudah mulai menurun…dan setelah itu, kegelapan menyelimutiku…

Normal POV

Few Days Later…

Pertengahan musim semi, musim dimana bunga-bunga bermekaran, yang menambah kesan bahwa alam tidak habis-habisnya menampakkan kecantikan mereka. Hal ini berlaku juga di depan gerbang Serdin Private Highschool.

Bunga-bunga yang bermekaran yang menampakkan warna-warna terang mereka, membuat SPH Nampak memiliki pemandangan yang segar. Saat itu juga, dari arah gerbang, tampak sosok seorang remaja berambut Crimson yang tengah berlari kedalam dengan sepotong roti yang masih berada dimulutnya.

"Shit! Aku lupa hari ini adalah hari penentuan kelasnya!" ujarnya sambil terus berlari. Saat ia sampai di depan gedung sekolahnya, ia dihentikan oleh seorang guru.

"tunggu sebentar Jin!" ujar guru itu.

"Ah! Guru Azin! Tunggu dulu…jadi guru mengajar disini!?" ujar Jin dengan nada tidak percaya. Pasalnya, Azin, atau nama lengkapnya, Azin Tyrin adalah guru ilmu bela diri disebuah dojo bernama 'Silver Knights' tempat Jin belajar. Jin mengetahui bahwa gurunya itu mengajar disebuah sekolah, namun ia tidak menyanga ternyata ia mengajar disekolahnya.

"hoo…jadi peserta nomor 8 itu kamu…yah, Jin sekarang saya harus jujur…" ucap Azin dengan nada serius. Azin merogoh sakunya dan meyerahkan sebuah amplop kepada Jin.

"saya sudah tahu kok, saya pasti masuk kelas terendah bukan? Kalau soal gagalnya saya dalam ujian itu tidak perlu bapak sembunyikan. Lagian, aku melakukannya dengan alasan yang baik!" ucap Jin dengan semangat.

"baguslah kalau begitu…kalau begitu, ruang kelasmu ada diujung selasar ini" ucap azin sambil menunjukkan kesebuah arah.

"baiklah! Arigatou Gozaimasu, Sensei!" ucap Jin sebelum akhirnya berlari menuju kelas barunya.