KETIKA HUJAN AKU JATUH CINTA

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Oneshoot

Summary : Dalam perjalanan menuju universitas, di tengah hujan, Jaejoong bertemu seorang lelaki dan lelaki itu telah membuatnya jatuh cinta. YunJae. Drabble.

KETIKA HUJAN AKU JATUH CINTA

"Hati-hati, Jae.."

"Tentu, Umma!"

"Kau bawa payung, kan?" tanya Umma.

Aku mengangguk. Padahal sebenarnya aku tidak membawa payung. Gengsi kan, sudah mahasiswa tapi masih membawa-bawa payung.

Kulambaikan tanganku pada Umma yang melepas kepergianku di depan rumah. Hari ini adalah hari pertamaku menjadi mahasiswa di YJ University. YJ university adalah universitas terbaik di Korea Selatan, dan betapa beruntungnya aku bisa diterima menjadi mahasiswa di sana.

Kebetulan, rumahku dekat dengan YJ university. Hanya lima belas menit berjalan kaki maka aku pun sampai di YJ University.

Dengan gembira aku mengencangkan tas dan mulai berjalan menuju YJ University. Aku sangat senang karena hari ini aku bisa memulai kuliah setelah masa pra-kuliah yang melelahkan.

Aku mempercepat langkah kakiku begitu aku mendongak dan menemukan langit yang tadinya berawan cerah kini sudah menjadi kelabu. Aku takut kehujanan karena aku tidak membawa payung.

BRUUSSH...

"Aish, sialan!" seruku kesal.

Aku segera berlari mencari tempat berteduh. Akhirnya aku berteduh di depan toko yang belum buka. Aku memeluk tubuhku sendiri, menggigil kedinginan. Aku menggerutu dalam hati mengapa tadi hujan langsung turun dengan deras, membuatku jadi basah kuyup.

Aku melirik ke arah jam tangan anti airku. Untung saja kuliahku dimulai satu jam lagi. Sehingga aku bisa menunggu sampai hujan reda.

Dalam hati aku menyesal kenapa tadi aku tidak meminta kakakku untuk mengantarkanku kuliah. Padahal kakakku sudah menawarkannya kemarin dan dengan sombongnya, aku menolak. Mungkin inilah balasan karena aku telah menolak kakakku kemarin.

Tapi, mungkin ini juga balasan karena aku menolak membawa payung. Mungkin ini balasan bagi anak durhaka.

Hiks, Umma... Maafkan Jae... Dingin...

Aku merutuki diriku sendiri karena aku tidak membawa jaket. Dan sialnya lagi, aku hanya memakai kaos dan kaosku sudah sangat basah, dan membuatku tambah kedinginan.

Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki mendekat. Aku menunduk karena aku bisa menebak, pasti dia juga kehujanan seperti aku.

Lalu, kulihat sepasang kaki yang ada di sebelah kananku. Perlahan aku mendongakkan kepalaku dan aku terpukau.

Lelaki yang ada di sampingku ini benar-benar sempurna. Lihatlah pahatan wajahnya, mungkin jika seluruh pemahat di dunia bersatu untuk memahat wajahnya, tak akan pernah bisa menyamai ketampanan wajahnya. Matanya yang sipit seperti mata musang, ditambah dengan bibirnya yang berbentuk hati. Ditambah lagi dengan rambutnya yang basah terkena air, membuatny atambah seksi. Oh Tuhan, dia sempurna.

"Maaf, Anda tak apa-apa?" tanyanya tiba-tiba.

Aku segera tersadar dan segera menunduk. Aku takut wajahku memerah dan aku takut jika dia mengetahui kalau aku terpesona padanya.

Oh Tuhan, aku jatuh cinta...

.

.

FIN

.

.

Ya aku tahu ini tidak tepat disebut drabble karena drabble itu sebenarnya maksimal hanya 200 kata dan fic ini berjumlah 397 kata ._.

Tapi ya sudahlah, fic ini terbuat di tengah kegalauan.

Kalo fic ini responnya bagus nanti ada Yunho side ya.