I am a bad girl

Ooc, Gs, Typo, tidak sesuai EYD dll.

Ranted : T

Chapter : 1/11

It's HunHan World.

I am a bad girl

~Story Of Us~

Seorang perempuan tengah berjalan dengan malasnnya memasuki pintu belakang sebuh café yang berada disalah satu sudut kota London. Dia memakai kemeja yang sangat kekat membuat lekuk tubuhnya terlihat tidak hanya itu dia juga membuka tiga kancing atasnnya membuat bra yang dia pakai ikut terlihat. Wanita itu mengenakan jeans pendek yang telihat kusam. Rambutnya diikat dua dan terlihat sedikit berantakan. Dia terus berjalan memasuki cafe itu sambil mengulum permem lolipop berwarna merah.

"Hey you! Come here!" Teriak sang pemilik cafe. Luhan yang tak lain adalah perempuan itu memutar matanya malas. Dia menghampiri sang pemilik cafe yan terliaht memandangnya dengan malas.

"Let's work lazy girl." Luhan tak mengubris sindiran sang pemilik cafe dan langsung memasuki. Disana ada serorang pria tua sedang duduk menyantap roti dengan segelas kopi ditangan kirinya.

"excuse me. Can I get some coffe please…"

Luhan menulikan pendengarnyannya saat lelaki tua itu berteriak.

"Hallooo…" pria itu mengetuk – ngetukan cangkirnya dan terus saja memanggil Luhan.

Luhan mendengus pelan dan membalikan badannya. Luhan mengambil lolipop yang ada didalam mulutnya dan memasukannya pada cangkir kopi pria tua itu.

"I quit" Ucap Luhan dan dengan santainya dia berjalan menuju pintu keluar café dan tak memperdulikan terikan sang pemilik café yang terus memanggilnya. Luhan mendengus pelan saat keluar dari café itu. Dia berjalan beberapa meter dari café itu dan duduk disalah satu kursi yang ada dipinggir jalan. Dia meronggoh ponselnya dan menelphone seseorang. Tak lama kemudian dia kembali memasukan ponsel kedalam kantung celananya.

Beberapa menit menjelang, tiba – tiba saja ada sebuh mobil berhenti dihadapannya. Luhan tersenyum dengan sedikit menyeringai dan memasuki mobil. Ternyata didalam mobil itu sudah ada seorang pria yang duduk dibelakang kemudi.

"So what happen today?" tanya sang pria saat Luhan masuk. Luhan tak menjawab dia mengeluarkan permen lolipop dari kantung celananya dan kembali mengulum lolipop itu.

"I don't wanna really talk about it." Jawab Luhan. Sang pria tua itu menghembuskan nafas panjang dan mulai menjalankan mobilnya.

"you're fired, right?" Tanya sang pria tanpa menatap Luhan.

"I'm not fired, I quit." Jawab Luhan dengan santainya. Sang pria tua itu menyeringai, telihat kalau jawaban Luhan barusan membuatnya senang.

"Jadi kau akan bekerja sepenuhnya dibar?" tanya sang pria.

"Mungkin tidak, tapi tenang saja aku akan datang ke bar setiap malam seperti biasa." Jawab Luhan.

"Kenapa tidak? Dengan begitu kau akan mendapatkan banyak uang jika berkerja sepanjang dari di bar?" Tanya sang pria sambil memberhentikan mobilnya disalah satu apartemen tua yang hanya memiliki dua tingkat itu. Luhan membuka pintunya tapi sebelumnya dia membalikan wajah dan menatap pria tua itu.

"I don't need money. I need a freedom." Jawab Luhan dengan santainya dan keluar dari mobil. Dia memasuki apartemen itu dengan cueknya dan tak memperdulikan orang – orang yang menatapnya.

~I am a bad girl~

Hari semakin larut dan Luhan baru saja selesai mandi, dia tengah bersiap – siap untuk menuju tempat kerjanya. Bar. Saat Luhan keluar dari apartemennya dia melihat sebuah mobil yang sudah familiar di matanya. Dia mendengus pelan dan memasuki mobil itu.

"Ready for this night?" Tanya sang tadi pagi mengantarkan Luhan menuju apartemennya. Luhan hanya mengangguk tanpa ada niatan untuk menajawab. Mobilpun mulai melaju, Luhan menaikan sebelah kakinya diatas jok mobil.

"Bisakah kau menghilangkan kebiasaanmu itu? Kau merusak jok mobilku." Ucap sang pria. Luhan menatap tak suka kearahnya.

"Jadi boss tidak suka denganku? Kalau begitu anda bisa menurunkanku disini dan aku keluar dari bar." Jawab Luhan dengan entengnya. Sang pria tang tadi dipanggil boss oleh Luhan langsung menegang.

"Hey… come on. I'm just kidding." Jawab sang boss membuat Luhan kembali mengalihkan pandangannya kembali kejalan. Tak lama kemudian merekapun sampai di bar. Luhan keluar dari mobil dan langusng menuju pintu belakang sang bar. Luhan masuk kesalah satu ruangan untuk mengganti bajunya. Seorang wanita memberinya baju dengan nuansa. Luhan menerimanya dan langsung mengganti pakaian. Saat keluar, Luhan terlihat sangat seksi dengan balutan pakaian hitam yang digunakannya.

"Seperti biasa hari ini kau harus menari striptease diatas panggung. kau harus terlihat sangat seksi. Terserah apapun yang kau akan lakukan, aku hanya ingin para penunjung bersorak untukmu dan kembali datang ke bar ini." Jelas sang boss.

"Aku mengerti. Asal ini sesuai dengan kesepakatan kita. Anda tentu masih ingat dengan kesepakatan kita bukan?" Ucap Luhan sambil memutar – mutar rambut ikalnya.

"Sure. Kalau begitu ini saatnya. Menarilah." Ucap Sang boss. Luhan mengehembuskan nafas panjang dan berjalan menaiki panggung. Tak lama kemudian lagu mengalun. Dentruman musik terdenger memenuhi ruangan. Luhan penari striptease solo disana.

~I am a bad girl~

"Aku sudah selesai. Antarkan aku pulang." Ucap Luhan dengan datar pada boss nya.

"I'm sorry baby. I have something to do."

"So?"

"aku sudah menyiapkan taksi untukmu pulang." Jawab sang boss. Luhan berdecak bosan dan bangkit dari kursi hendak keluar tapi sebelumnya.

"Aku ingin uangku ditrasfer pagi ini juga. I need that."

"Sure baby~" Luhan mengangguk dan keluar dari ruanga boss nya. Luhan berjalan kekamar ganti dan mengangganti bajunya. Setelah itu dia keluar dari bar lewat pintu belakang. Dia menemukan taksi disana dan tanpa banyak bicara Luhan masuk dan menyuruh supir taksi itu untuk menuju apartemennya. Sesampainya disana Luhan langsung memasuki kamarnya dan tidur.

~I am a bad girl~

Paginya Luhan bangun dengan keadaan berantakan. Rambut yang tidak pada tempatnya, make up yang mulai luntur dan mata yang terlihat sayu. Luhan menatap jam, ternyata masih jam 7 pagi. Diapun kembali menarik selimut dan mencoba kembali tidur. Matanya sama sekali tidak mau menutup.

"Shit." Maki Luhan. Dia pun menyikap selimut dan bangkit dari kasur. Dia menuju kamar mandi dan menatap wajahnya yang berantakan itu. Luhan mulai membersihkan wajahnya dan menggosok gigi. Tapi tiba – tiba dia mendengar celotehan dari tetangganya.

"She's bad girl. She always arrive at home in the morning. I think she's bitch." Luhan tersenyum mengejek. Dia tau kalau tetangganya sedang membicarakan dirinya. But, who cares? Bahkan orang tuaku tidak pernah peduli padaku. Ujar Luhan dalam benaknya.

.

Beberapa tahun lalu Luhan dan kedua orang tuanya tinggal di korea. Wanita itu memang bukan dilahirkan di Korea. Dia dilahirkan di china tapi kedua orang tuanya pindah ke korea dari sejak dia bayi jadi dia menanggap korea adalah rumahnya.

Dia hidup dengan bahagia dan tenang bersama keluarganya sampai suatu hari gelombang masalah menerpa keluarganya. Sang ayah dikabarkan akan menikah dengan wanita lain membuat sang ibu kalang kabut dan malah membalas kabar itu dengan mencari simpanan. Semuanya terjadi begitu cepat, entah bagaimana ayah dan ibunya selalu bertengkar setiap hari. Hal itu terjadi selama hampir satu tahun membuat Luhan anak satu – satunya selalu menangis. Suatu hari sebuah ide merayapi pemikirkannya. Luhan sudah mengijak masa remaja, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah tanpa diketahui oleh orang tuanya. Luhan merasa kalau kedua orang tuanya terlalu sibuk berdebat membuatnya tidak memiliki waktu untuk Luhan. Bahkan orang tuanya tidak tau kalau Luhan mulai berubah. Luhan merasa kalau orang tuanya sudah tidak mencintainya, sudah tidak memerlukanya. Akhirnya dia pun meningalkan korea.

Saat pergi menuju London Luhan membeli sebuah apartemen kecil disalah satu sudut London, dia menjalani kehidupanya di london sendiri, saat dia tinggal di London yang notabennya negara liberal, dia sangat dekat dengan dunia hitam, tidak jarang Luhan membeli bir atau bermain judi. Untung saja saat itu Luhan memiliki banyak uang ditabungannya tapi hari demi hari, bulan demi bulan uang itu habis, Luhan bingung apa yang harus dia lakukan sampai akhirnya ada seseorang yang menawarinya untuk bekerja di bar. Dan mulai dari saat itu Luhan merubah ke pribadiannya menjadi seorang wanita yang tertutup, kasar, tidak sopan, tidak peduli apa kata orang dan satu hal lagi, dia membenci Cinta.

~I am a bad girl~

Sedangkan ditempat lain seorang pria tengah seibuk dengan pekerjaanya sebagai model terkenal. Dia sedang menjalani sesi pemotretan untuk sebuah majalan terkenal di London.

"Nice!" Seru sang juru foto pada pria itu yang tak lain adalah Sehun. Pria yang berasal dari korea itu sekarang sudah menetap di London karna karirnya. Kadang dia hanya mempunyai waktu beberapa hari untuk kembali ke korea dan setelah itu dia harus kembali bekerja di London.

"Done!" Teriak sang fotographer pada Sehun. Pria itu membungkukan badannya pada semua orang yang telah bekerja sama dengannya. Itulah salah satu kebiasaan Sehun yang dibawanya dari korea.

"Thank you." Sehun terus mengucapkan kata itu sambil membungkuk. Setelah itu, dia melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Sehun sudah kembali memakai pakaiannya yang bernuanasa casual. Dia memasukan kedua tangannya ke saku dan berjalan untuk menghampiri sang photographer.

"Sehun." Ujar pria bertubuh tinggi itu pada Sehun yang baru saja menghampirinya.

"Bagaimana apakah ada yang kurang?" Tanya Sehun.

"Tidak, kau sudah sangat berbakat dalam hal bergaya, senang bekerja sama denganmu." Ucap pria itu pada Sehun.

"So? Can I leave now?"

"Yes sure. Thank you." Sehun mengangguk dan membungkukan badannnya sebelum dia pergi keluar meninggalkan studio foto. Dengan santainya Sehun berjalan menuju mobil yang dia parkirkan didepan studio. Saat sampai tak sengaja matanya menangkap sebuah foto yang tergeletak di jok yang ada disampingnya. Sehun mengambil foto itu dan bergumam pelan.

"where are you now? You know I'm miss you so much." Gumam Sehun sambil menatap foto itu. Ternyata dalam foto itu ada seorang wanita, berwajah cantik, lugu dan sangat manis. Tapi tunggu… tidakah itu terlihat seperti…

"I will find you. Luhan." Luhan? Luhan? Apakah Luhan yang Sehun maksud adalah wanita yang bekerja di bar itu? Tapi kenapa jika didalam foto Sehun, wanita itu terlihat sangat berbeda?

.

Sehun adalah seorang pria yang tinggal disalah satu perumahan yang terletak di korea. Dia tinggal bersama kedua orang tua angkatnya, karna ke dua orang tua kandungnya sudah meninggal akibat kecelakan, hanya Sehun yang selamat di kecelakaan mau itu dan sekarang mau tidak mau Sehun harus diadopsi dan memiliki orang tua angkat. Kedua orang tua angkat Sehun ini sangat menyanginya. Mereka sudah menganggap Sehun seperti anak kandung mereka sendiri. Ditambah lagi mereka tidak memiliki anak, jadi hanya Sehun yang mereka punya. Saat itu Sehun suah menginjak remaja, setahun lagi dia akan lulus dari SMA. Sehun memiliki seorang teman baik yang tak laian adalah tetangganya sendiri. Rumah mereka hanya berjarak beberapa meter saja. Luhan, itu adalah nama teman Sehun. Mereka beruda banyak menghabisakan waktu berdua ditambah lagi mereka sudah kenal dari sejak sekolah dasar. Dulu Sehun dan Luhan memang musuh bebuyutan, mereka sama sekali tidak bisa damai, sampai akhirnya Sehun bosan dan meminta maaf pada Luhan, dari sejak itu mereka menjadi teman yang sangat dekat. Luhan selalu berbagi rasa senang dan sedihnya bersama Sehun, bahkan Sehun tau kalau saat itu orang tua Luhan sedang bertengkar hebat, tak jarang Luhan mengendap – endap kelaur dari rumah dan bertemu dengan Sehun dirumahnya. Orang tua Sehun yang mengerti, dengan baiknya memberikan tumpangan pada Luhan jika wanita itu ingin menginap. Sehun selalu menangkan Luhand an menjaga dia tak kala dia berada dalam kesedihan dan bahaya. Sampai suatu hari, Sehun tidak bisa lagi melakukan itu, karna dia mendengar dari ibu Luhan kalau wanita itu kabur dari rumah. Luhan tak meninggalkan kabar apapun hanya ada sepucuk surat yang bertuliskan 'aku pergi dan tidak akan pernah kembali. Aku harap kalian bisa kembali bersama. Untuk Sehun. Kau adalah sahabat terbaik dalam hidupku' dan dengan itu Sehun benar – benar kehilangan Luhan, dia sama sekali tidak mendapatkan kabar apapun lagi dari wanita itu semenjak kepergiannya.

.

Sehun menghembuskan nafas panjang saat ingatan beberapa tahun itu kembali merayapi pikirkannya. Sehun menatap foto itu dan berujar pelan.

"I know you in London. I can feel it and I promise to find you and bring you back."

.

.

.

~To Be Continued~

.