Sambil menunggu "Pencarian Ibu Jari" selesai, author mau bikin sedikit short story di tengah kesibukan sekolah :D

Reviews are welcome ^^


Seperti seorang Usagi Tsukino yang kuketahui, ia adalah orang yang sangat kuat.

Tetapi.. Layaknya kupu-kupu cantik yang mati setelah bertelur; Usagi harus menderita setelah mengemban cinta palsu Mamoru yang berakhir dengan pahit.

Seperti seorang Usagi Tsukino yang kuketahui, ia adalah orang yang sangat lembut.

Mungkin seseorang seperti dia tidak tega untuk membunuh seekor lalat. Haha.

Seperti seorang Usagi Tsukino yang kuketahui, ia adalah orang yang sangat; kau tahu.. butuh banyak adrenalin bagiku untuk mengatakan ini; cantik.

Her hair, eyes, curves.. ah, bukan hanya itu.. her scent.

Seperti seorang Usagi Tsukino yang kuketahui, ia adalah satu-satunya wanita di dunia yang berhasil menawan hati seorang Seiya Kou.


Seiya : "Selamat pagi, Rei. kau sedang apa ?"

Rei : "Sedang membuat makanan untuk Usagi..."

Seiya : "Memang Usagi kenapa ? "

Rei : "Usagi sedang sedih. Hatinya terluka kehilangan Mamoru beberapa hari lalu. Sekarang ia jadi murung, dan mulai keras kepala. Tidak mau makan sama sekali. Kondisinya benar-benar itu aku dan Ami sepakat untuk membawa Usagi ke kuil ku, agar perasaannya lebih baik. Tetapi sepertinya tidak..."

Seiya : "Kehilangan Mamoru ? maksudmu ?"

Rei : "Mamoru pergi meninggalkan Usagi dan memilih Mio Kuroki, perempuan teman kuliahnya. Seperti yang kau tahu, kami pikir Mamoru memang benar mencintainya. Tetapi rasanya sia-sia mengingat itu lagi. Mamoru sudah pasti tidak akan kembali pada Usagi, selamanya..."

Seiya : "Oh. aku turut sedih."

Rei : "Tapi mungkin kau bisa menggantikan Mamoru."

— DEG

Seiya : "E-eh? a-apa maksudmu?"

Rei : "Kau lebih baik daripada si bangsat Mamoru Chiba itu. Kau pasti bisa mengerti perasaan Usagi. Sekarang cobalah bicara dengannya. Pasti ia sangat senang menerima kedatanganmu."


[ di kamar Usagi ]

Usagi : "Oh, Hai Seiya." *tersenyum kecil*

Seiya : "Hai Usagi ..."

Usagi : "Apa yang membuatmu datang kemari, Seiya? "

Seiya : "Aku mendengar semuanya dari Rei."

Usagi: "Sudah kuduga."

Seiya: "Jadi, kau akan tetap membiarkan Mamoru pergi?"

Usagi: "Aku tidak tahu. Tak kusangka akhirnya akan jadi seperti ini.. "


- FLASHBACK USAGI -

Usagi: "Mamo-chan?"

Mamoru: "Hm?"

Usagi: "Apakah kau mencintaiku?"

Mamoru: "E-eh? kenapa tiba-tiba jadi seperti ini.."

Usagi: "Seberapa banyak?"

Mamoru: "Ah, Usagi.. Kadang-kadang kita membiarkan cinta tak terungkapkan. Kadang-kadang kita tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikannya, terutama pada seseorang yang benar-benar kita cintai.

Usagi: "Jadi, apa jawabanmu pada pertanyaanku tadi?"

Mamoru: "Lho? kau masih menanyakan hal itu? tidakkah jawabanku tadi sudah cukup untuk memuaskan rasa penasaranmu itu, Anata?"

Usagi: "Tidak, Mamo-chan! bukan jawaban seperti yang ingin aku dapatkan darimu! Usagi-chan belum puas!" *cemberut*

Mamoru: "Kalau begitu, apakah jawaban yang seperti ini yang kau inginkan?"


Usagi: "Setelah itu ia mencium bibirku. Bodohnya aku.. dibuat larut dalam ciuman penuh dusta seperti itu."

Seiya: "Dia keterlaluan sekali! Kalau aku jadi perempuan dan dicampakkan seperti itu oleh seorang lelaki, aku tidak akan pernah memaafkannya."

Usagi: "Sudahlah, Seiya. Mungkin mulai saat iniaku harus belajar memaafkannya. Karena jika kita memaafkan seseorang itu bukan karena kita adalah orang yang lemah, melainkan karena kita adalah orang-orang kuat yang tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. "

Seiya: "Walaupun kau berkata seperti itu kau masih merasa sakit, bukan?"

Usagi: "K-kau benar.. Nyatanya aku, tidak sekuat itu.. Mamoru.. Kenapa kau tega.." *mulai menangis*

Seiya: "Oh, Usagi.. Cinta memang kuat dan memikat, tetapi cinta bisa juga patah."

Usagi: "Seiya, aku harap kau mau mendengar ini.. Aku membutuhkan seorang pria yang peduli akan keadaan kekasihnya. Aku membutuhkan seseorang yang memandangku sebagai dunia, meskipun bagi dunia itu sendiri aku hanyalah seorang manusia biasa. Aku membutuhkan seseorang yang bersedia menjadi plester bagiku disaat aku terluka."

Seiya: "Kalau begitu, bolehkah aku menjadikan diriku sebuah plester bagimu seperti yang tadi kau sebutkan.. saat ini, besok, dan selama-lamanya?"


Aku kehabisan kata-kata.

Oh Tuhan, jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini.

Tidak Seiya! ini bukan mimpi! Aku benar-benar sedang mencium bibirnya yang manis!

Laki-laki yang bisa berada di sisi wanita seperti Usagi pastilah laki-laki yang paling beruntung sedunia.

Seiya. Seiya Kou; adalah nama laki-laki itu.