Tittle: Mianhae.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

Choi Siwon 18th

Kim Kibum 16th

Other Cast:

Choi Minho

Chap: Prolog

Genre: Drama, Romance, Little Angst, M-Preg.

Rated: T

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: Siwon menyukai salah satu hoobae-nya di sekolah, saat pertengahan tahun keduanya ia pindah ke Jepang. Tapi seminggu sebelum kepindahannya Siwon sempat menyekap hoobae-nya tadi di ruang kesehatan sekolah selama semalam dan memperkosanya. Siapa yang tahu Kibum, Hoobae Siwon tadi akan mengandung anaknya setelah kejadian itu. Lalu bagaimana kelanjutan kisah keduanya?

_o0o_ Prolog _o0o_

Author Pov…

Pllaaakkkk

Tamparan keras mendarat di pipi kiri Kibum, Tuan Kim, appa Kibum tampak murka pada anaknya kini. Pasalnya belum lama ia masuk ke dalam rumahnya setelah seharian bekerja di kantor dengan semua rasa penat tapi sekarang ia malah di beri kejutan tak menyenangkan oleh sang anak yang tiba-tiba saja mengatakan kalau ia tengah mengandung. Oh demi apa, anak bungsunya itu baru berusia 16 tahun beberapa bulan yang lalu tapi sekarang ia tengah berbadan dua? Menikah saja belum, lalu anak siapa yang tengah di kandung Kibum?

"Apa yang barusan kau katakan Kibum? Jangan bercanda!" Kesal Tuan Kim pada sang anak yang mulai terisak pelan.

"Mian appa, mianhae." Isak Kibum yang menangis sambil berlutut dan memeluk kaki appa-nya.

"Bagaimana bisa kau hamil Bummie? Usiamu baru 16 tahun?" tanya sang appa yang masih tampak marah. Kibum tak menjawab ia hanya menangis dan terus meminta maaf pada appa-nya yang terkenal tempramental itu.

"Appa sudahlah jangan bentak uri Bummie terus, lihat dia sudah ketakutan begitu." Ucap Nyonya Kim mencoba menenangkan sang suami.

"Tapi umma, dia..."

"Arraseo, tanyakan padanya secara baik-baik, jangan pakai amarah seperti ini itu tak baik appa," Ucap Nyonya Kim memotong perkataan sang suami yang masih tampak kesal dengan kejutan di malam harinya, "Kemarilah Bummie, ceritakan semua pada appa dan umma ne. Jangan ada yang di sembunyikan kalau tidak appa akan kembali marah padamu." Ucap Nyonya Kim yang kini menuntun Kibum agar duduk di atas sofa, Tuan Kim duduk di seberang anak dan istrinya tadi.

"Sudah berapa lama usia kandunganmu?" Tanya Tuan Kim seraya menatap kearah Kibum tajam. Kibum menatap kearah Nyonya Kim, ia merasa sedikit takut pada ayahnya saat ini.

"Jawab saja sayang." Ucap Nyonya Kim seraya mengelus rambut pendek Kibum dan menyeka air mata sang anak.

"Du-dua bulan appa." Jawab Kibum pelan tapi masih cukup jelas terdengar di telinga Tuan Kim yang tampak menghela nafasnya berat.

"Dia anak kekasihmu?" Tanya Tuan Kim lagi, Kibum mengelengkan kepalanya pelan, "Maksudmu apa? Kalau dia bukan anak kekashmu lalu anak siapa Bummie. Ja-jangan bilang kau..."

"A-aku diperkosan appa." Jawab Kibum pelan, Tuan Kim memijat pelipisnya perlahan.

"Diperkosa? Oleh siapa? Kau ingat wajah namja itu bukan?" Tanya Tuan Kim, Kibum tampak terdiam membisu, "KIM KIBUM JAWAB APPA!" Bentak Tuan Kim mengagetkan Kibum yang tetap diam membisu.

"Kibum, jawablah. Jangan membuat appa semakin murka. Umma dan appa janji kami akan membantumu, kami tak akan membiarkanmu menanggung semua ini." Rayu Nyonya Kim sambil mengelus rambut Kibum dengan perlahan.

"Na-namanya Choi... Choi Siwon." Jawab Kibum pelan.

"Choi Siwon? Anak mana? Kau mengenalnya?" Tanya Tuan Kim pada Kibum, Kibum menganggukan kepalanya pelan tapi mengelengkan kepalanya tak lama kemudian membuat kedua orang tuanya saling bertatap muka tak mengerti.

"Ceritakan pada kami Bummie." Pinta Nyonya Kim lembut.

"Dia... Dia sunbae-ku umma. Dia anak dari pemilik sekolah." Jelas Kibum akhirnya membuat Tuan Kim mengerang kesal.

"Choi, berani sekali anakmu menyentuh anakku." Geram Tuan Kim.

"Umma otteokhae? Apa yang harus kulakukan?" Tanya Kibum yang sudah menghambur ke dalam pelukan sang ibu. Nyonya Kim mengelus punggung Kibum seraya menatap sang suami yang malah melengang pergi dari tempat tadi.

"Kau sabar dulu ne, biar umma bicarakan pada appa dulu. Sebaiknya kau sekarang masuk ke dalam kamar, istirahatlah jangan buat dirimu lelah, kau harus ingat di dalam sini ada buah hatimu." Ucap Nyonya Kim seraya mengelus perut Kibum yang terlihat masih rata tapi bila di sentuh akan terasa sedikit perbendaan di sana. Kibum menganggukan kepalanya pelan lalu beranjak menuju kamarnya dengan di antar oleh sang umma. Nyonya Kim menyelimuti tubuh Kibum dan mengecup dahi anaknya tadi sebelum ia keluar dari dalam kamar Kibum meninggalkan sang anak untuk beristirahat.

Sepeninggalan sang umma Kibum belum juga merasa mengantuk, sesekali isakan pelan masih terdengar darinya. Kibum mendudukan tubuhnya diatas ranjang seraya menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, ia membuka laci meja nakasnya dan mengambil sebuah surat dari dalam sana. Surat yang berasal dari sunbae-nya yang terkenal di sekolah karena ketampanan dan kesempurnaannya Choi Siwon, serta namja yang tak lain adalah appa dari bayi di dalam rahimnya kin. Namja yang sudah memperkosannya dua bulan yang lalu sebelum akhirnya Siwon menghilang dari sekolahan.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Date: 16 Desember 2012, 05.40 PM