Disclaimer : All chara disini sepenuhnya milik diri mereka sendiri dan Tuhan YME. Sedangkan cerita ini sepenuhnya punya saya.

Cast : Kris, Tao and Other EXO members.

Pair : TaoRis / KrisTao

Genre : Horror (focus) and Little bit Romance and nyelip(?) humor dikit.

Rating : T aman

Summary : Tao dan Kris tinggal di apartemen baru. Disana Tao mengalami banyak kejanggalan-kejanggalan dan kejadian mengerikan yang membuatnya ketakutan.

Warning : YAOI, OOC, Typho(s), Horro Kurang Serem, GaJe, and Don't Like Don't Read.

-oOo-

Ghost Apartement

By

Kim Hanny

AN : Disini "aku" adalah Tao.

-oOo-

Aku menyeka keringat didahiku sambil tersenyum puas. Ku edarkan pandanganku pada ruangan apartemen baru kami yang begitu luas dan juga sangat bagus dari apartemen kami sebelumnya. Hari ini, aku dan Kris kekasihku baru saja membereskan barang-barang kami di apartemen kami yang akan kami tempati ini. Apartemen yang aku pilih karena selain dekat dengan tempat kuliahku juga dekat dengan tempat kerja Kris. Selain itu, walau apartemen ini cukup besar dan modern tapi harga sewanya cukup murah.

Aku dan Kris sudah berhubungan selama hampir dua tahun pada saat umurku tujuh belas tahun dan Kris berusia sembilan belas tahun. Jika di ingat-ingat, waktu itu hubungan kami tidaklah baik dan malah bisa dianggap kami adalah rival. Waktu itu aku sangat membenci Kris karena dia itu sangat dingin, sombong dan juga seorang playboy kurang ajar. Sedangkan Kris, dia menganggapku sebagai seorang penggangu yang selalu berada di sampingnya. Kami selalu beragumen dan bahkan saling menghina satu sama lain hampir setiap hari waktu itu, tetapi anehnya kami berdua malah saling jatuh cinta setelahnya

Aku tersenyum kecil mengingat masa laluku. Terlebih pada saat itu Krislah yang menyatakan cintanya padaku. Yah... walaupun bukan dengan cara yang romantis atau manis sedikitpun. Malah bisa dibilang waktu itu terasa sangat canggung dan kaku bahkan mungkin aneh. Walau begitu, aku menganggapnya sebagai memori indah yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Terlebih mengingat ucapan Kris saat menyatakan cintanya padaku yang selalu membuatku ingin tertawa.

Waktu itu dia mengatakannya dengan wajah blushing yang hampir membuatku merasa bahwa orang didepanku itu bukanlah dirinya. Karena pada dasarnya, Kris itu selalu berwajah dingin dan juga angkuh. Jangankan blushing, tersenyum saja dia tidak pernah.

"Aku menyukaimu Huang Zi Tao. Aku tahu ini aneh karena kita selalu bertengkar dan mungkin kau tidak percaya padaku, tapi aku memang benar-benar menyukaimu. Maka dari itu, aku harap kau mau menjadi pacarku. Karena jika tidak, maka aku akan memaksamu sampai kau mau menjadi milikku. Dan kau hanya boleh menjawab pernyataan cintaku dengan 'Iya aku mau menjadi pacarmu Kris' bukan dengan 'Tidak' atau 'Aku menolakmu' karena aku tidak mau menerima penolakkan darimu,"

Itulah pernyataan cintanya atau mungkin paksaan cintanya padaku. Setelah dia mengatakan itu, aku langsung memukul wajahnya dengan tongkat wushu milikku hingga membuat dia pingsan. Lalu setelah Kris sadar, aku katakan padanya tanpa perintah otakku bahwa aku mau menjadi pacarnya. Dan yah... kami pun menjadi sepasang kekasih yang kian harinya semakin dekat dan Kris pun berubah menjadi seorang yang sangat romantis dan perhatian padaku.

Kini aku sudah berumur 19 tahun dengan keperjakaanku yang sudah diambil oleh Kris saat aku berumur 18. Sedangkan Kris kini sudah berumur 21 tahun. Aku masih kuliah di Seoul University mengambil jurusan musik, universitas yang sama seperti Kris dahulu tapi Kris sudah lulus. Kris sekarang bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai manajer pemasaran. Dialah yang membiayai kuliahku dan juga kehidupan kami sehari-hari. Aku merasa sangat tidak enak padanya dan pernah meminta izin untuk berkerja tetapi Kris melarangku dan memintaku untuk fokus pada sekolahku saja.

Aku menggelengkan kepalaku beberapa kali dengan wajah yang memerah mengingat hal tersebut. Lalu aku melihat kembali sekeliling apartemen kami yang terdiri dari satu kamar utama dan satu kamar tamu. Ruang tengah yang cukup luas, sebuah dapur modern beserta meja makannya. Dua kamar mandi yaitu didekat dapur yang berukuran besar dan didalam kamar utama yang berukuran sedang. Dan jangan lupakan jika lantai apartemen kami berada dilantai enam dari tujuh lantai, sehingga kami bisa menikmati pemandangan hiruk pikuk kota Seoul dari jendela besar di ruang tengah.

Aku mulai berjalan menuju dapur sembari melirik Kris yang kini tengah memasang kabel tv diruang tengah dengan serius. Di dapur, aku mulai memasukkan bahan makanan yang beberapa waktu lalu aku beli di supermarket kedalam kulkas. Setelah itu, aku mulai melirik arlojiku yang ternyata waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Aku membulatkan mataku, ternyata kami sudah hampir tiga jam melakukan beres-beres hingga lupa waktu.

Aku menghela napas sebal karena aku belum menyiapkan makan malam sama sekali dan bahkan kami berdua belum mandi. Aku memandangi tubuhku yang hanya terbalut kaus hitam dan celana pendek berwarna putih yang agak basah karena keringat. Sama halnya dengan Kris, tetapi dia sebaliknya yaitu memakai celana hitam dengan kaus putih. Dengan tergesa-gesa, aku mulai menyiapkan makan malam dan mengambil bahan makanan di kulkas.

Aku tersentak saat dua buah tangan melingkar dipinggangku dan sebuah kepala yang bersandar dibahuku yang ternyata adalah Kris. Hal itu membuatku menghentikan kegiatanku yang akan mengambil bahan makanan di kulkas.

"Jangan membuatku kaget Kris," kataku sambil menyikut perutnya pelan dan dia langsung bergumam maaf. Aku bisa merasakan wangi keringat Kris yang maskulin tercium oleh indra penciumanku, membuat pipiku sedikit merona.

"Kau sedang apa?" tanyanya dengan nada pelan. Aku melirik wajahnya yang terlihat jelas bahwa dia kelelahan dengan kegiatan beres-beres tersebut.

"Menyiapkan makan malam untuk kita, jadi lepaskan tanganmu dari pinggangku dan sebaiknya kau mandi Kris. Lihat tubuhmu sekarang! Kau berkeringat dan juga bau," titahku dengan nada bercanda padanya. Kris mempoutkan bibirnya lucu dan malah makin mempererat erat pelukannya pada pinggangku.

"Tubuhmu bahkan lebih berkeringat dan lebih bau dariku my Taozi," balasnya dan dengan refleks aku menyikut kembali perutnya sambil memasang wajah cemberut. Dia terkekeh pelan dan mengecup leherku lalu mendekatkan bibirnya pada telingaku.

"Kita bisa menunda makan malam dan mandinya nanti. Bagaimana jika kita mencoba kasur baru yang aku beli. Kasur yang kuat dan bagus dari yang sebelumnya untuk kegiatan 'malam' kita," bisik Kris dengan nada serak yang membuatku merinding dan juga blushing karena aku paham maksudnya.

"Dasar naga pervert," gumamku yang membuatnya tertawa pelan dan mulai menggendongku bridal style menuju kamar baru kami dan benar disana terdapat kasur baru kami yang Kris maksud. Setelah masuk kedalam, Kris mulai menidurkanku di kasur dan malam itu pun menjadi malam yang panjang untukku dan Kris.

Esok paginya

Aku terbangun dengan rasa sakit dibagian bawah tubuhku karena kegiatan kami semalam. Satu hal yang tidak aku sukai dari Kris adalah dia sangat kasar dan juga sangat buas saat kami making love, walau aku menikmatinya juga sih. Aku melirik kesamping, dimana Kris masih tertidur pulas dengan keadaan telanjang sama sepertiku. Aku mengecup bibirnya pelan dan mulai beringsut dari kasur untuk membereskan pakaian kami yang berserakan dilantai. Setelah menyimpan baju milikku dan Kris yang sudah kotor itu kedalam bak pakaian, aku mulai mengambil baju lainnya didalam lemari dan memakainya.

Kakiku mulai aku gerakkan perlahan karena rasa perih di tubuh bagian bawahku masih terasa. Aku mulai berjalan menuju kamar mandi yang berada didalam kamar untuk membasuh muka dan menggosok gigi. Aku sedikit mendengus sebal melihat bercak merah ciptaan Kris disekitar leher dan dadaku saat aku menatap pantulan diriku di cermin. Terpaksa hari ini aku harus memakai syal agar saat di universitas teman-temanku tidak melihat kissmark hasil buatannya ini.

Setelah aku membasuh muka dan menggosok gigi, kulangkahkan kembali kedua kakiku menuju dapur. Aku melihat jam dinding yang kini waktu menunjukkan pukul 06.45 pagi. Masih terlalu pagi, karena aku dan juga Kris akan menuju tempat kuliahku dan tempat kerja Kris pada pukul 08.00 pagi.

Aku mulai membuka kulkas dan mengambil dua buah telur dan dua potong bacon untuk sarapan. Tidak lupa aku memanaskan air, menyiapkan kopi americano untuk Kris. Tanganku mulai telaten memasak telur dan juga bacon pada wajan penggorengan. Tepat saat aku membalikkan telur, sekelebat bayangan berjalan menuju pintu kamar mandi dan aku bisa mendengar suara pintu yang terbuka dan tertutup sesaat kemudian.

Aku tersentak kaget namun dalam sekejap rasa kagetku langsung hilang karena aku tahu bahwa mungkin itu adalah Kris yang sudah bangun dan ingin mandi. Aku kembali fokus pada masakanku yang kini sudah mulai matang, aku mulai menyisihkan telur mata sapi pada dua piring. Kembali aku terdiam saat mengingat sesuatu yang terasa mengganjal dipikiranku. Kenapa Kris harus mandi di kamar mandi didekat dapur, jika dikamar kami sendiri ada kamar mandi?

PRANG

Aku tersentak kaget, membuat pikiranku langsung buyar seketika saat mendengar suara seperti kaca pecah yang berasal dari dalam kamar mandi didekat dapur. Aku mulai merasa takut saat bulu kudukku tiba-tiba berdiri. tetapi aku juga merasa khawatir jika memang didalam sana adalah Kris. Mungkin terjadi sesuatu padanya, maka dari itu aku mematikan kompor dan mulai berjalan mendekat pada pintu kamar mandi bercat putih kecoklatan tersebut.

"Kris, kau tidak apa-apa?" ucapku dengan nada cukup keras saat aku mulai melangkahkan kakiku menuju pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar mandi dan itu membuatku takut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada Kris didalam sana. Aku kembali menelan ludahku takut dan mulai berdiri tepat dihadapan pintu kamar mandi.

Tok Tok

Aku mengetuk pintu tersebut.

"Kris kau didalam? Apa yang terjadi?" tanyaku dengan nada khawatir. Jujur saja, aku ini penakut pada hal-hal aneh yang terjadi seperti ini.

Hening...

Aku kembali merasa ketakutan jika benar-benar terjadi sesuatu didalam sana pada Kris. Aku mulai bersiap untuk membuka gagang pintu namun aku mengurungkan niatku saat sebuah suara isak tangis terdengar dari dalam sana. Kembali aku merasakkan bulu kudukku merinding dan aku mulai merasakan suhu disekitarku entah kenapa terasa sangat dingin dan membuatku sedikit menggigil.

"Hiks Tao~ hiks tolong aku~ hiks,"

Suara isak tangis itu makin keras dan hal itu makin membuatku takut. Bukan karena apa, tapi karena suara isak tangis itu terdengar sama seperti suara isak tangis milik kekasihku Kris. Hatiku mulai berperang batin antara masuk kedalam kamar mandi atau tidak. Satu pikiranku mengatakan bahwa aku harus segera masuk dan memastikan jika Kris benar didalam sana. Tapi pikiranku yang lain mengatakan padaku agar jangan masuk dan lebih baik kembali kekamar memastikan sesuatu apa Kris masih tidur atau tidak. Jika tidak, mungkin Kris memang ada didalam sana. Karena mungkin saja didalam sana bukanlah Kris.

Melawan rasa takutku yang aku rasakan terlalu berlebihan karena keadaan Kris kini lebih penting dari pada rasa paranoidku. Dengan berani aku mulai membuka pintu kamar mandi dengan kasar.

Tubuhku langsung membeku melihat sosok tubuh kekasihku yang telanjang tergantung dengan kawat yang membelit dilehernya. Mulutnya mengeluarkan darah dan matanya merah melotot, aku menutup mulutku dan aku mulai menangis melihat pemandangan tersebut dihadapanku. Kedua bola mata mengerikannnya menatapku dengan pandangan memohon.

Tubuhku mulai menggigil ketakutan dan kakiku terasa lemas. Aku ingin sekali berteriak, namun entah kenapa tenggorokanku rasanya terasa sulit untuk mengeluarkan suara sekecil apa pun itu. Kedua bola mataku pun mulai teralihkan oleh sesuatu yang muncul tiba-tiba dari dalam perut Kris yang terbelah dan hal itu membuat pandanganku langsung gelap lalu tubuhku pun ambruk.

-oOo-

Aku mengerjapkan kedua mataku untuk sesaat dan yang pertama aku lihat adalah atap apartemen kamarku dan Kris. Rupanya sekarang aku tengah tertidur dikamar karena aku merasakan punggungku menyentuh sesuatu yang lembut dan tubuhku kini tertutup sebatas leher oleh selimut. Aku mengerang kecil karena kepalaku mulai terasa pusing dan dengan sekuat tenaga aku mulai duduk di kasur. Aku terdiam sebentar sambil memegang kepalaku yang terasa berdenyut sebelum akhirnya aku mengingat kejadian itu. Kejadian saat aku melihat Kris mati tergantung di kamar mandi dihadapanku.

Mataku mulai terasa panas dan berkaca-kaca dan aku mulai menangis saat pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok kekasihku yang tengah membawa sebuah cangkir.

"Oh, kau sudah bangun Tao," ucapnya dengan senyum dan pancaran wajahnya yang merasa lega. Aku mulai terisak dan kembali menangis melihat Kris yang ternyata masih hidup kini ada dihadapanku. Kris yang kaget karena kau tiba-tiba menangis langsung berjalan kearahku dan memelukku erat.

"Hei, kenapa kau menangis baby? Ada apa? Apa yang terjadi?" tanyanya dengan nada panik sambil mengecup puncak kepalaku beberapa kali dengan lembut.

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan membalas pelukannya dengan erat sambil menangis didada bidangnya. Bersyukur karena ternyata pemandangan saat melihat tubuh Kris yang tergantung dikamar mandi itu hanya mimpi burukku saja. Kekasihku ternyata baik-baik saja dan kini tengah memelukku.

"Kau membuatku khawatir Tao, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kau pingsan didepan pintu kamar mandi?" tanya Kris yang membuat tubuhku langsung membeku dengan sempurna. Jantungku mulai berdetak dengan keras karena rasa takut dan kedua bola mataku pun membulat sempurna.

'Jadi... yang tadi itu bukan mimpi?' batinku tidak percaya dan kembali tubuhku merinding karena aura dingin itu kembali datang. Aku makin mempererat pelukanku pada tubuh Kris karena takut, terlebih saat aku merasakan seseorang atau mungkin sesuatu tengah memandangi kami.

Dan tanpa mereka berdua sadari. Sesosok mahluk mengerikan kini tengah berdiri disudut kamar memandangi mereka berdua dengan kedua matanya yang kosong tanpa bola mata dan tengah tersenyum mengerikan. Mahluk itu bergumam pelan sebelum akhirnya mulai perlahan menghilang dari sana.

TBC

Tao : *nendang author* Kenapa kau membuat ff dengan genre yang aku benci sih? (T_T) *meluk Kris*

Author : Ish masa gitu aja kok marah? Lagian ada adegan 'itu'nya antara kamu sama si naga juga kan? Masa gak seneng?#wajah Yadong

Tao : *nendang author lagi* Kagak, sakit banget tahu. Gak baca apa kasur yang kemarin-kemarin rusak tuh karena Kris-ge main diranjangnya buas banget.

Kris : *nyengir gaje* Yah~ gimana lagi baby~ namanya juga naga kan pasti buas donk *mulai ganjen megang pantat Tao*

Tao : KRIS-GE!*wushu Kris ampe sakratul maut(?) terus lirik author*

Author : *Kabur naek becak(?)*

Yaayyy~ mencoba hal baru, yaitu bikin ff bergenre horror ^_^ apakah ini kurang serem atau cukup serem atau malah serem banget?

Kalo soal ada bayangan yang masuk ke kamar mandi terus suara pintu kebuka terus ketutup itu, itu adalah pengalaman author tiga tahun yang lalu saat liburan di villa.

So readers sekalian, give me your saran atau kritik juga boleh

Review please *Bbuing-bbuing bareng sang hantu(?)*