Ghost Apartement

Ending Chapter

"It's Over"

Warning : Typho(s), Alur, dll.

-oOo-

Lay Apartement

Brak Brak!

"Kris cepat buka pintunya, tolong aku Kris!"

Dokter Zhang Yixing aka Lay, kembali berteriak meminta tolong dari seberang pintu. Sehun yang mendengar suara teriakkan sang dokter pun merasa sangat khawatir, ia akhirnya memutuskan untuk membuka pintunya. Karena Sehun takut, jika itu memang benar dokter Zhang, ia tidak mungkin diam saja dan mengacuhkan permintaan tolong sang dokter tersebut.

Dengan penuh keyakinan, Sehun mulai melangkahkan kedua kaki jenjangnya menuju pintu utama apartemen Lay.

Grep

Namun secara sigap, Kris menghentikan langkah Sehun dengan memegang pergelangan tangan pemuda itu erat. Sehun kemudian melirik Kris dengan tatapan heran. "Hyung apa yang-"

"Kurasa ini jebakkan Eun Mi, jangan kau buka pintunya," kata Kris yang memotong ucapan Sehun dengan nada serius. Kedua manik mata Kris kemudian menatap takut dan juga ragu pada pintu apartement Yixing, yang saat ini masih terus-terusan digedor oleh seseorang di luar sana. Entah itu memang Yixing atau bukan, Kris masih belum bisa mengetahuinya sama sekali.

Sehun dan Luhan mulai menegang mendengar ucapan Kris. Memang ucapan Kris barusan ada benarnya juga, lagi pula mereka harus lebih bersikap kritis dan waspada mulai sekarang. Mereka berdua pun akhirnya menatap pintu apartement Yixing itu dengan pandangan ngeri.

Kris mulai melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Sehun dan mereka berdua bersama dengan Luhan juga, sedikit menjauhi pintu tersebut, mundur dua atau tiga langkah untuk menghindari hal buruk yang mungkin akan terjadi dihadapan mereka.

BRAK! BRAK!

"KRISSS BUKA! INI AKU YIXING, AKU BUKAN EUN MI! KUMOHON BUKA PINTUNYA SEKARANG, AKU SEDANG TERLUKA,"

Suara atau mungkin teriakkan sang dokter kembali terdengar, membuat bulu kuduk ketiga namja yang berada dihadapan pintu itu meremang. Luhan menatap Kris dengan gurat wajah yang menyiratkan rasa takut dan khawatir. "Bagaimana jika itu memang dokter Zhang? apa kita akan membiarkan dia seperti itu?" tanya Luhan dengan nada panik dan tidak sabaran. Kedua bola matanya bergerak gelisah kesana kemari.

Kris menelan salivanya, pertanda ia juga merasa ragu dengan apa yang ia pikirkan. Bagaimana jika memang benar itu adalah sahabatnya, Zhang Yixing?

Tapi, Kris takut jika itu bukan Yixing dan malah sang arwah gila itu. Kris menarik napas panjang dan dengan pelan ia menggelengkan kepalanya. "Dia bukan Yixing, a-aku-"

BRAK BRAK!

"Siapa saja kumohon buka pintunya… ini aku Yixing, percayalah padaku. Tanganku terluka parah karena Eun Mi, aku tidak bisa membuka pintunya dengan kunciku. Suho hyung benar-benar sudah kerasukan dan ingin membunuhku. Kumohon… kumohon siapa saja bukakan pintunya dan tolong aku… Kris, Sehun dan Luhan… tolong aku hiks hiks,"

Tubuh ketiga namja itu langsung bergetar hebat mendengar ucapan Yixing yang terdengar lirih dan memohon. Ditambah suara isakkannya di akhir kalimat tersebut, membuat mereka bertiga merasa kalut dan juga panik. Luhan langsung mencengkram erat lengan Kris saking takut dan khawatirnya pada keadaan sang dokter.

"Buka pintunya Kris! Itu memang benar-benar dokter Zhang," katanya seraya mengguncang-guncang tubuh Kris. Kris hanya bisa memejamkan kedua matanya dan tetap teguh dengan pilihannya untuk tidak membuka pintu tersebut. Luhan menggigit bibir bawahnya mendapat respon seperti itu dari Kris. "Kris…" panggil Luhan pelan seraya menundukkan kepalanya.

Sehun hanya bisa terdiam melihat situasi sulit seperti ini, ia sama halnya dengan Kris dan juga Luhan. Disatu sisi ia mempercayai suara itu adalah suara milik dokter Zhang dan mungkin diseberang pintu itu adalah sang dokter itu sendiri. Namun disisi lain, ia tidak mempercayai bahwa itu adalah dokter Zhang, mungkin saja itu adalah arwah Eun Mi yang ingin menjebak mereka.

Sehun terlihat berpikir sebentar, ia kemudian mendekat pada Kris setelah ia mendapatkan sebuah ide.

"Coba kau hubungi nomor dokter Zhang lewat ponselmu, jika kita mendengar suara dering diseberang sana, itu berarti dia memang dokter Zhang," gumam Sehun pelan memberikan usulan pada Kris. Kris mengangguk paham dan mulai mengambil smartphone miliknya. Luhan mulai mendekat pada kekasihnya dan memeluk lengannya erat, berharap ide Sehun ini akan memudahkan mereka dalam menentukan pilihan yang akan meraka ambil dalam situasi sekarang ini.

Dengan gerakkan cepat, Kris membuka kontak dan mencari nama Yixing lalu terakhir ia menekan tombol call. Luhan dan Sehun mulai menajamkan indra pendengaran mereka, jikalau diluar sana terdengar suara ringtone milik Yixing. Namun, hasilnya adalah sebuah kekecewaan bagi ketiga namja tersebut. Kenapa? Karena ponsel milik Yixing kini berdering, berdering dengan nyaring yang berada atau terletak diatas sofa yang sebelumnya Yixing duduki. Dan itu artinya, Yixing tidak membawa ponselnya.

Kris dengan kesal langsung menekan tombol End di layar ponselnya. Ia dan Sehun berdecak sebal, sedangkan Luhan menghela napas frustasi. Kini mereka tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana untuk mencari tahu identitas asli seseorang yang berada dibalik pintu tersebut.

Mereka bertiga kembali terkejut saat ketukan pintu kembali terdengar.

Brak Brak!

"Cepat buka pintunya! Kenapa diantara kalian tidak ada yang mau membukakan pintu? Suho hyung sudah berada di ujung lorong sekarang, dia akan melukaiku karena Eun Mi merasukinya. Tolong aku, kumohon Kris! Percayalah ini aku, aku tidak ingin mati…"

Ketiga namja itu masih diam tidak bergeming setelah mendengar permohonan dari Yixing diseberang sana. Namun didalam hati masing-masing dari mereka, mereka ingin sekali membukakan pintu itu. Tapi mereka benar-benar tidak tahu harus percaya atau tidak dengan kebenaran akan sosok itu.

"Su-Suho hyung ja-jangan! Kumohon sadarlah, kau sedang dirasuki Eun Mi, sadarlah hyung kumo-AAGGHH- hyung hentikan aakkhhh!"

Ketiga namja itu tersentak mendengar jerit kesakitan Yixing dibalik pintu, terlebih dengan sebuah suara benda tumpul yang membentur kulit dengan cukup keras. Mereka pun memikirkan hal yang sama, bahwa diluar sana Yixing sedang dilukai oleh Suho yang dirasuki oleh Eun Mi. Mata Luhan mulai berkaca-kaca, ia benar-benar ketakutan dan merasa bersalah jika benar itu adalah dokter Zhang diluar sana.

Luhan mulai mengguncang-guncangkan tubuh kekasihnya. "Tunggu apa lagi Sehunnie? Itu benar-benar dokter Zhang, buka pintunya cepat! Apa kita akan membiarkan dokter Zhang mati diluar sana?" ucap Luhan kalap dan sesudahnya ia menangis di dada Sehun. Sehun menunduk, ia mulai bimbang. Sedangkan Kris mengepalkan kedua tangannya erat. Ia juga masih bingung dengan pilihan apa yang harus ia pilih.

Buagh Buagh!

"Arrgghh h-hyung hentikan aarggghhh kumohon aakhh!"

Suara benturan dan hantaman kembali terdengar, membuat ketiga namja itu semakin ketakutan dengan keadaan sang dokter sekarang. Mereka harus benar-benar cepat mengambil sebuah keputusan atau nyawa seseorang yang akan menjadi taruhannya.

Sehun yang sudah tidak tahan, mulai mengambil cermin arwah di dekat sofa. Ia melukai tangannya hingga berdarah dan menempelkan darahnya membentuk pola yin dan yang di cermin tersebut. Setelah darahnya menghilang, dengan langkah mantap, ia kemudian berjalan menuju pintu dengan cermin arwah di tangannya.

"Sehun! Jangan gegebah!" seru Kris saat ia melihat Sehun mulai memegang kenop pintu, sedangkan Luhan hanya bisa menatap Sehun dengan harap-harap cemas.

"Aku sudah tidak tahan lagi hyung, kita harus menolong dokter Zhang. Bahkan jika memang itu adalah Eun Mi, akan kuusir dia dengan cermin ini," balasnya dengan nada dingin.

CTEK

Sehun pun tanpa ragu memutar kenop pintu dan membukakan pintunya lebar-lebar, dengan cepat ia mengarahkan cermin itu didepan dadanya dengan kedua tangan. Kris dan Luhan yang melihatnya mulai berkeringat dingin, mereka bertanya-tanya apakah disana ada Yixing dan Suho atau tidak ada mereka berdua sama sekali diluar sana.

Kedua mata Sehun membulat sempurna dan ia mulai berkeringat dingin, tubuhnya pun tidak luput merasakan ketegangan dan ketakutan yang ia rasakan, melihat apa yang ia lihat dihadapannya.

Kosong…

Sehun tidak melihat apapun dan siapapun diluar, lorong apartemen begitu sepi dan lengang. Bagaikan tidak terjadi sesuatu apa pun disini. Ia bahkan tidak sadar jika arwah Eun Mi kini tengah memanjat bagai laba-laba dilangit-langit, tepat diatas kepalanya. Eun Mi menyeringai jahat dan tanpa aba-aba menjatuhkan dirinya dengan cepat.

SLAP

DEG!

PRANG

Kris dan Luhan begitu terkejut melihat Sehun yang tiba-tiba menjatuhkan cermin arwah yang ia pegang. Keduanya semakin terkejut saat Sehun mulai bertingkah aneh, mereka bisa mendengar Sehun terkekeh pelan dan tertawa dengan suara sinis. Sehun juga terlihat mulai melebarkan kedua tangannya lebar-lebar.

"Jangan katakan kalau…" Luhan tidak melanjutkan ucapannya, ia langsung membungkam mulutnya sendiri dengan tubuh yang mulai bergetar, disaat ia menyadari sesuatu yang berbeda dengan kekasihnya. Apa yang dirasakan oleh Luhan, sama halnya dengan yang dirasakan oleh Kris. Mereka tahu, Sehun sudah dirasuki oleh Eun Mi dan kini mereka tengah dalam keadaan bahaya.

Sehun menghentikan tawa sinisnya dan berbalik menatap dua namja yang langsung menatap takut dan ngeri padanya. Luhan mulai terisak pelan melihat wajah Sehun yang sangat pucat dengan urat-urat di pelipis dan lehernya mencuat begitu saja, terlihat sangat mengerikan. Kedua matanya putih tanpa pupil, mulutnya dibanjiri air liur dengan giginya yang hampir semuanya terlihat tajam dan runcing. Dia benar-benar tidak terlihat seperti Oh Sehun.

"Se-Sehunnie…" panggil Luhan ketakutan, ia mulai berlindung dibalik tubuh tinggi Kris melihat kekasihnya yang berubah menjadi terlihat semengerikan itu. Sehun menyeringai lebar melihat dua namja yang tengah ketakutan itu. Ia kemudian menatap fokus pada namja manis yang tengah berlindung pada Kris itu.

"Yes my babe~ I'm here and ready to kill you and Huang Zi Tao~ hihihihi"

-oOo-

Di Jalanan kota Seoul yang sedikit lengang oleh hilir mudik kendaraan. Mari kita fokuskan pada mobil sedan berwarna silver yang sedang melaju dengan kecepatan sedang. Mobil berisikan dua penumpang yang tengah mengemban misi untuk mencari suatu benda keramat, yang berada di sebuah kuil yang akan mereka kunjungi.

Suasana didalam mobil cukup tegang, melihat tidak ada satu pun dari mereka berdua yang mau membuka suara sejak mereka pergi meninggalkan apartemen.

"Hyung, bisa kah kita lebih cepat sedikit? Perasaanku entah kenapa menjadi gelisah seperti ini," ujar seorang namja yang duduk di kursi penumpang pada namja lain disampingnya. Namja lainnya yang berada di kursi pengemudi, mengangguk pelan dan mulai mempercepat laju mobil yang ia kendarai itu.

"Kita harus cepat menuju kuil Jogye dan menemukan benda keramat itu, sebelum Eun Mi melukai Tao dan yang lainnya," sambung namja yang barusan memberi titah untuk mempercepat laju kendaraan yang sedang ia tumpangi tersebut, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang dokter, Zhang Yixing aka Lay.

Gurat wajah kekhawatiran tercetak dengan jelas di wajah pemuda berusia 21 tahun itu. Beberapa kali ia menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa kegelisahan yang menelusup masuk kedalam pikiran dan hatinya. Ia benar-benar tidak bisa tenang saat ini, disaat nyawa seseorang kini tengah bergantung padanya.

Namja disampingnya, sang inspektur kepolisian Kim Joonmyun atau Suho, yang sekarang tengah mengemudi. Mulai menggerakkan tangan kanannya untuk menggenggam tangan kiri sang dokter. Sang dokter jelas kaget melihat salah satu tangannya kini tengah digenggam oleh orang yang diam-diam ia sukai itu. Pipi Lay mulai memerah dan jantungnya mulai berdetak tidak terkendali.

"Berhentilah bersikap terlalu khawatir Lay. Tenang dan rileks saja seperti sifatmu yang biasanya, kita pasti akan berhasil menemukan benda keramat itu dan menyelamatkan Tao beserta yang lainnya. Percayalah pada dirimu sendiri," kata Suho memberikan nasihatnya pada Lay seraya tersenyum tipis, tanpa memandang namja disampingnya itu, karena pandangan matanya masih terfokus pada jalanan.

Lay tersenyum simpul dan mengangguk pelan mendengar ucapan orang yang ia sukai itu. "Aku mengerti, terima kasih Joonmyung hyung," ucapnya masih dengan pipi yang masih merona.

"Tidak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi tugasku," balas Suho sembari menarik kembali tangannya dari tangan Lay. Lay sedikit mendesah kecewa saat kehangatan yang Suho berikan pada tangannya itu kini menghilang.

"Sebentar lagi kita sampai," gumam Suho saat ia bisa melihat pintu masuk kuil Jogye diseberang jalan. Lay mengangguk pelan, ia mulai memperhatikan kuil Jogye dengan seksama seraya mencoba merasakan aura gaib positif dari sana.

"Tidak terasa," bisiknya pelan dengan nada kesal dan frustasi. "Tapi, akan aku cari benda itu sampai ketemu, bagaimana pun caranya," Lay mulai memejamkan kedua matanya dan menarik napasnya dalam-dalam.

"Bertahanlah dari gangguan Eun Mi selama mungkin, Kris," sambung Lay bersamaan dengan mobil milik Suho sekarang sudah terparkir dihalaman kuil Jogye. Suho kemudian menatap Lay disampingnya. "Sudah siap?" tanyanya. Lay mengangguk dan mulai keluar dari mobil Suho, diikuti oleh sang inspektur tersebut.

"Kita bergegas sekarang juga, kita tidak punya banyak waktu lagi," ujar Lay. Ia dan Suho pun mulai masuk kedalam kuil Jogye dengan langkah tergesa-gesa, mencari sesuatu yang tidak mereka ketahui benda macam apa yang harus mereka temukan tersebut.

-oOo-

Back to Lay Apartement

"Tubuh laki-laki ini sangat ringan~" kata Sehun/Eun Mi seraya terkekeh pelan dan melompat-lompat dengan gerak slow motion. "Kuakui lelaki ini sangat tampan, tapi sayang aku harus membunuhnya dan juga kekasihnya itu," Sehun lalu menatap dingin pada Luhan, membuat tubuh Luhan menegang sempurna melihat kedua mata mengerikan milik Eun Mi yang menatapnya tajam. Refleks ia pun makin mempererat cengkramannya pada lengan Kris.

"Jangan khawatir sayangku Kris~ kau masih lebih tampan dibanding lelaki ini. Kau tahu aku mencintaimu kan?" cetus Sehun/Eun Mi seraya menatap Kris dengan pandangan nakal. Kris menggeram marah mendengar ucapan arwah gila itu. Ia ingin memakinya, tapi Kris tahan karena mungkin saja keadaan akan semakin gawat jika ia memaki sang arwah.

Kris mulai berpikir agar ia bisa mengusir Eun Mi secepatnya dari sini. Tapi nihil, mengingat cermin arwah sudah hancur berkeping-keping.

Sehun tersenyum lebar dan mulai berjalan menuju Kris juga Luhan dengan pelan. "Kau tahu aku saat ini sedang marah kan? Karena ulah kalian padaku sebelumnya, membuatku muak pada Taomu itu Kris dan juga lelaki ini beserta kekasihnya. Lalu… dokter sialan keturunan cenayang itu,"

"Apa maumu sebenarnya Eun Mi? Kau sudah mati dan aku masih hidup, kenapa kau masih mengejar-ngejarku?" tanya Kris kesal. "Kau tidak bisa memiliku, dunia kita sudah berbeda dan kau tahu itu,"

"DIAM! Kau tidak tahu perasaanku Kris! Aku sangat mencintaimu, aku tidak peduli dunia kita berbeda sekalipun. Kau akan menjadi milikku saat aku sudah membunuh kekasihmu Tao. Seperti yang sudah aku katakan padamu sebelumnya," Sehun menyeringai dan mulai tertawa terbahak-bahak dengan tubuh yang melayang-layang di udara. Membuat dua namja disana terkejut setengah mati.

Lalu secepat kilat, Sehun menukik tajam kebawah dan terbang menuju Luhan. Kontan saja dua namja tersebut sangat kaget dengan gerakkan tersebut, membuat mereka hanya bisa diam membeku saat Sehun semakin dekat dengan mereka berdua.

GREP

"Akh! Hu-Hunnie sakit ugghh,"

Luhan terpekik kaget saat Sehun kini sudah berhasil mencekik lehernya dan menjauhkan dirinya dari Kris. Kris terkejut melihat keadaan Luhan yang sedang dalam bahaya itu. Ia dengan segera berlari menerjang menuju Sehun, namun dengan ilmu gaibnya, Eun Mi mengucapkan mantra dan membuat tubuh Kris tidak bisa bergerak dari tempatnya.

'Si-sial,' ucap Kris dalam hati melihat keadaannya yang seperti patung sekarang ini.

Sehun menyeringai lebar. "Maaf sayangku, aku sudah membuatmu diam bagai patung sekarang. Kau hanya akan bisa bergerak kembali saat namja yang aku cekik ini mati," ujarnya diiringi gelak tawa kegembiraan milik Eun Mi.

"Aku benar-benar tidak menyesal memberikan diriku pada sang siluman… membuatku menjadi kuat dan bisa melukai manusia yang mengalangi jalanku. Jika akhirnya rencanaku ini berhasil Kris sayang HIHIHI!" sambung Eun Mi dengan nada senang dan bangga. Kris menatapnya marah, Eun Mi benar-benar gila dan tidak waras bahkan ketika ia sudah mati.

Sehun/Eun Mi kembali menatap pada Luhan yang sudah ada dalam cengkramannya. Ia perlahan menaikkan tangannya dan mempererat cengkramannya pada leher Luhan tersebut. Luhan menjerit sakit dan refleks kedua tangannya memegang erat tangan Sehun yang terasa begitu dingin, disaat tubuhnya terangkat karena cekikan lehernya oleh Sehun yang dirasuki Eun Mi. Air mata Luhan mulai turun dan ia mulai memberontak sekuat tenaga.

"Hu-Hunnie ugghh Hu-Hunnie ngghhh," panggil Luhan dengan nada lemah dan juga pasrah.

"Hohoho~ bagaimana rasanya kau mati oleh kekasihmu sendiri Luhan, benar kan namamu Luhan? Dan kekasihmu ini, Sehun. Akan menyesal seumur hidupnya karena tidak bisa menolongmu, malahan dialah yang membunuhmu ahihihi~," kata Sehun dengan tawa cekikikan khas Eun Mi. Sehun makin memperkuat cekikannya, membuat Luhan mulai sesak napas dan memberontak tidak terkendali.

"Pemuda ini pasti akan bunuh diri saat ia tahu dirinya lah yang membunuhmu Luhan," Sehun tersenyum lebar dan matanya mulai berkilat tajam.

"Matila-"

DUAGH

BRAK

Kris berteriak dalam hati disaat ia melihat apa yang sekarang tersaji dihadapannya. Sekuat tenaga ia berusaha agar bisa bergerak dan lepas dari mantra sialan ini. Ia tidak bisa diam saja sekarang, melihat kekasihnya kini sudah ikut andil dalam situasi berbahaya.

'TAAOO! TAAOOO,' panggil Kris pada sosok kekasihnya yang berdiri tidak jauh darinya dalam hati. Lidahnya kelu dan terasa mati rasa untuk berucap, membuat Kris hanya bisa berharap Tao bisa mendengar suara hatinya.

Tao terlihat menstabilkan deru napasnya. Ia baru saja menghantam wajah Sehun dengan tinjunya, karena keget melihat Sehun yang hampir membunuh Luhan dengan mencekik lehernya. Tao tidak mengerti kenapa Sehun melakukan hal seperti itu pada kekasihnya sendiri.

Suara berisik dari ruang tengah tadi membuatnya terbangun dan ia pergi untuk melihat apa yang sedang terjadi. Tao bahkan tidak tahu sekarang ia ada dimana, tapi melihat Sehun yang mencekik Luhan saat itu, benar-benar membuatnya panik dan refleks berlari menuju arah mereka dan memberikan bogem mentah pada Sehun. Kedua mata obsidian Tao yang terlihat lelah lalu beralih pada Luhan yang tengah terbatuk-batuk dilantai dan sesudahnya ia mulai tidak sadarkan diri.

Tao kaget dan spontan saja ia segera berjongkok untuk memastikan keadaan Luhan gegenya. Tao menghela napas lega, Luhan ternyata tidak apa-apa, hanya pingsan saja. Kedua matanya lalu beralih pada Sehun yang sudah terbaring di lantai tidak jauh darinya, ia tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi pada Sehun tadi. Ia lalu tanpa sengaja melihat sosok kekasihnya, Kris.

Kedua mata Tao membulat sempurna melihat Kris, ia tersenyum cerah padanya dan mulai kembali berdiri, namun senyumnya pudar melihat keadaan Kris yang diam saja bagai patung. Tao menaikkan alisnya bingung dengan keadaan Kris tersebut.

'TAO LARIIII!' teriak Kris dalam hati, disaat ia melihat arwah Eun Mi melayang dibelakang tubuh Tao.

"Zi Tao… kau mempercepat kematianmu sendiri…"

Tao tersentak kaget mendengar suara barusan, suara dingin nan menusuk yang berada tepat dibelakangnya. Tao kemudian berbalik untuk melihat siapakah sebenarnya yang bicara itu.

GREP

"Ugghh!"

Saat Tao berbalik, dengan cepat Eun Mi mencengkram leher pemuda bersurai hitam itu dengan tangan kanannya yang dingin dan terlihat mengerikan. Eun Mi langsung mengangkat tubuh Tao, lalu dengan tiba-tiba, jari-jari panjang dengan kuku tajam milik Eun Mi menekan kuat-kuat leher Tao. Pemuda yang dicekiknya pun refleks menjerit kesakitan dan mulai meronta-ronta untuk dilepaskan dengan kedua matanya yang perlahan mulai terpejam.

Eun Mi menyeringai senang dengan sosok rupa aslinya sekarang ini. Rambut hitam keputihan panjang miliknya mulai mengambang diudara, membuatnya semakin terlihat menakutkan. Gigi lancip dan runcingnya pun mencuat keluar bagaikan ikan piranha yang bersiap untuk memakan mangsanya. Kedua bola matanya yang putih tanpa pupil mulai bersinar terang dengan warna merah semerah darah.

"Zi Tao… kau harus mati, kau harus pergi dari hidup lelaki pujaanku, Kris. Kris hanya milikku, ingatlah itu," ucap Eun Mi yang tanpa ampun mulai memberikan luka goresan pada Tao dibagian perut menggunakan jari-jari tangan kirinya, membuat Tao berteriak kesakitan karenanya.

'HENTIKAN! JANGAN LUKAI TAOKU EUN MI!' Kris menjerit dalam hati, ia sekuat tenaga kembali berusaha untuk lepas dari mantra. Ia berharap bisa terbebas dari mantra yang membuat tubuhnya membeku bagai patung dan segera berlari menuju mereka berdua untuk menyelamatkan kekasihnya itu.

Tapi harapan tetaplah harapan, ia sama sekali tidak bisa terlepas dari mantra tersebut. Eun Mi bahkan tidak mempedulikan teriakkan Kris, teriakkan memohon agar ia menghentikan aksinya menyiksa Tao. Eun Mi kembali membuat luka gores kecil pada tubuh Tao, membuat pemuda itu mulai menangis kesakitan karena ulahnya tersebut.

Kris mulai menangis dalam diam melihat keadaan Taozinya itu. Ia tidak sanggup dan tidak tega melihat kekasihnya disiksa oleh Eun Mi. Lebih baik dirinya lah yang diperlakukan seperti itu oleh Eun Mi, bukan kekasih tercintanya itu. Kris benar-benar kesal dan marah pada dirinya sendiri, tidak bisa berbuat apapun untuk menolong orang yang ia cintai tersebut.

Ia bahkan tidak pernah siap dan tidak akan pernah bisa bertahan, jika Tao mati dihadapannya dengan dirinya yang tidak bisa melakukan apapun untuknya. Bagaimana sakitnya ia jika itu memang benar-benar akan terjadi padanya? Bagaimana ia bisa bertahan hidup tanpa Tao ada disampingnya?

Kris tidak pernah bisa memaafkan dirinya jika hal itu terjadi padanya. Tapi apa daya? Dia benar-benar tidak bisa berbuat apapun sekarang, ia tidak bisa melakukan apapun, ia hanya bisa diam dan menyaksikan sendiri bagaimana kekasihnya itu akan mati dihadapannya. Satu-satunya harapan ada pada sahabatnya, tapi sahabatnya itu tidak kunjung datang, kemungkinan besar mereka tidak menemukan benda yang mereka cari itu.

"Sampai jumpa di akhirat sana, Huang Zi Tao," gumam Eun Mi seraya menarik tangan kirinya kebelakang, meluruskan jari-jari berkuku tajamnya dengan arah target adalah dada kiri Tao. Eun Mi menyeringai lebar, ia lalu menatap pada Kris dengan menampilkan senyum kemenangan. Jantung Kris mulai berdebar-debar melihatnya, ia bisa merasakan jika Eun Mi akan melakukan hal yang buruk pada Tao.

'HENTIKAN! JANGAN LUKAI DIA,' jerit Kris dalam hati saat Eun bersiap untuk menusuk dada Tao dengan tangan kirinya.

"HENTIKAN EUN MI!"

Eun Mi terkejut mendengar suara baru diruangan itu, ia menoleh pada asal suara, hanya untuk mendapati seorang Zhang Yixing yang tengah berdiri tegap dan Suho yang berada disampingnya. Dengan sebuah pagoda emas kecil ditangan Yixing yang ia arahkan lurus pada dirinya. Kedua mata Eun Mi terbelalak lebar melihat pagoda tersebut.

"KYAAAAAAAA!" Eun menjerit dengan nada keras, ia secara refleks melepaskan Tao dari cengkramannya dan bersiap untuk pergi dari sana secepatnya. Pagoda itu adalah sesuatu yang harus ia hindari dan jauhi, karena ia sudah terikat dengan siluman yang membantunya. Membuat apapun yang siluman takutkan juga ia takuti.

"Lenyapkan dia, wahai pagoda suci," kata Lay dengan nada pelan. Pagoda dalam genggamannya mulai bergerak dengan sendirinya dan tanpa diduga terbang dengan cepat menuju kearah Eun Mi.

DUG!

"HWAAAAAAAAA!" Eun Mi kembali menjerit dengan keras, sarat akan nada kesakitan disaat pagoda itu mengenai dirinya dan menempel di punggungnya. "JAUHKAANNN BENDA INI DARIKU!" teriak Eun Mi tidak terkendali dengan gerakkan tubuh yang meronta-ronta. Ia dengan segera menatap Kris yang sudah terbebas dari mantra, yang sekarang tengah mendekap Tao dalam pelukannya.

"KAU MILIKKU KRIS! MILIKKUUU HANYA MIL-"

Ucapan Eun Mi terpotong saat api mulai menjalar diseluruh tubuhnya. Bisa mereka lihat, tubuh Eun Mi yang meronta-ronta tidak terkendali mulai terbakar, sebelum akhirnya ia kembali menjerit kesakitan dan lenyap dari pandangan ketiga namja yang melihatnya. Membuat pagoda yang baru saja membakar tubuh Eun Mi dan melenyapkannya kini mulai terjatuh menuju lantai.

Prang Prang

Ketiga namja yang melihat peristiwa tersebut hanya bisa terdiam dan mulai menghela napas lega. Lay dan Suho dengan segera berjalan menuju Kris. Lay memeriksa keadaan Tao lebih dahulu, ia memeriksa kondisinya dan mengobati luka goresan yang Eun Mi buat.

Lay menepuk bahu Kris pelan. "Jangan khawatir, keadaan Tao baik-baik saja, di perlu waktu istirahat lagi sekarang," ujar Lay yang diangguki oleh Kris. "Terima kasih Yixing, kau sudah banyak membantuku dan sekarang kau sudah menyelamatkan kekasihku," balas Kris seraya tersenyum tipis.

Lay tertawa pelan. "Sama-sama, kau tidak perlu sungkan meminta bantuanku," sang dokter kemudian mengusap-usap rambut hitam Tao yang berada dalam dekapan Kris dengan lembut. "Sudah kukatakan padamu, aku tidak bisa membiarkan Tao dilukai oleh Eun Mi. Tao sudah aku anggap sebagai adikku sendiri," sambung Lay. Kris hanya mengangguk pelan dan bergumam 'terima kasih' lagi kepada Lay.

Suho dan juga Lay mulai membopong tubuh Sehun dan Luhan menuju sofa dan membaringkan mereka berdua disana. Lay memeriksa keadaan sepasang kekasih itu yang ternyata tidak apa-apa, tidak ada luka yang serius. Hanya Luhan yang lehernya agak sedikit memar, maka dari itu Lay mengoleskan salep pereda nyeri pada leher kekasih Oh Sehun itu.

Sesudah selesai memeriksa keduanya, kedua namja yang telah berhasil memusnahkan arwah Eun Mi itu, mulai duduk berdampingan di sofa panjang lainnya. Sedangkan Kris kini membawa kembali tubuh Tao yang tidak sadarkan diri menuju kamar Lay. Karena saran dari Lay agar Tao mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

"Untunglah tidak ada yang terluka parah dan harus kehilangan nyawanya karena Eun Mi," kata Lay dengan senyum kecil. "Iya, syukurlah. Semua itu karena dirimu Lay, kau bisa dengan cepat menemukan pagoda itu," puji Suho seraya tersenyum pada Lay dan mengingar-ingat apa yang sudah mereka lakukan saat di kuil Jogye. Hanya dalam waktu lima menit saja, Lay sudah berhasil menemukan pagoda itu, walau ia tidak yakin apakah benda itu yang mereka cari atau bukan.

Wajah sang dokter mulai memanas mendengar pujian sang inspektur barusan. "I-itu juga berkat bantuan hyung yang menolongku pergi kesana. Joonmyun hyung juga berjasa, bukan hanya aku," elak Lay gugup. Ia kemudian berdiri dan berusaha untuk tidak menatap namja tampan disampingnya itu, ia berharap kegugupannya sirna secepatnya. Lay mulai mengalihkan pandangannya saat ia mengingat pagoda yang baru saja ia bawa. Ia mulai mencari-cari pagoda itu, namun ternyata pagoda itu telah menghilang dari tempat terakhir kali Lay melihatnya.

"Pagodanya menghilang, sepertinya memang hanya akan datang pada saat dibutuhkan dan pergi saat sudah tidak dibutuhkan lagi," sambung Lay yang kembali mendudukkan dirinya disamping Suho. Suho tertawa pelan, ia tanpa diduga mulai merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya pada paha Lay.

Lay tersentak dengan wajahnya yang kembali memanas merasakan kepala Suho yang bersandar pada kedua pahanya. "Aku lelah sekali Lay, biarkan aku seperti ini sebentar saja," pinta Suho pada Lay, ia tersenyum kecil melihat wajah Lay yang terlihat merona. Lay mengangguk pelan, membuat Suho tersenyum hangat padanya dan mulai memejamkan kedua matanya.

Hening…

"Lay," panggil Suho dengan suara lembut, memecah keheningan diantara mereka berdua. "Y-ya, ada apa Joonmyun hyung?" jawab Lay.

"Apa kau mau menjadi kekasihku?"

"Eh," dan wajah Lay pun semakin memerah, merah bagai kepiting rebus mendengar tawaran sang inspektur tersebut.

-oOo-

Di kamar Lay, Kris kembali membaringkan tubuh kekasihnya itu di kasur. Kris menyibak poni Tao dan mengecup dahinya lembut, membiarkan beberapa bulir air matanya membasahi wajah Tao. Kris menangis bahagia, ia bahagia karena Tao masih hidup dan baik-baik saja. Kris juga lega semuanya sudah selesai, Eun Mi sudah lenyap dan tidak akan hadir diantara mereka berdua lagi. Ia dan Tao akan bisa hidup berdua dengan tenang dan akan membuka lembaran baru bersama-sama.

Kris menarik kepalanya sedikit dari wajah Tao, ia lalu mengusap-usap pelan wajah kekasihnya dengan sayang. "Selesai… semua sudah selesai Taozi," bisik Kris pelan bersamaan dengan kedua belah bibir mereka yang saling menyatu satu sama lainnya.

Selesai

Omake

Tao meregangkan tubuhnya di halaman rumah yang ia dan Kris tempati sekarang, melakukan gerakan yoga dan wushu rutin pagi hari ini. Sudah sebulan ia pindah dari apartement Volks yang dahulu membuatnya dihantui oleh arwah Eun Mi. sekarang ia sudah terbebas dari hantu itu dan luka ditangannya beserta luka lain akibat ulah Eun Mi pun sudah sembuh total.

Tao tersentak saat sebuah lengan melingkar dipinggang rampingnya dan sebuah kepala yang bersandar dibahunya. "Morning Taozi," gumam orang yang memeluknya dari belakang itu, yang ternyata adalah kekasihnya sendiri, Kris. "Morning ge," balas Tao seraya tertawa kecil.

"Selamat pagi Tao dan juga kau Kris!" sapa sebuah suara yang membuat pasangan itu menolehkan wajah mereka pada asal suara tersebut. "Pagi Xiumin ge!" jawab Tao seraya melambai-lambaikan tangannya sembari tersenyum cerah pada seorang namja yang ia panggil Xiumin, tetangganya yang ramah. Seseorang yang sudah akrab dengan Tao dan juga Kris saat mereka pertama kali tinggal dirumah tersebut.

Xiumin membalas lambaian tangan Tao dengan senyum kecil, sebelum akhirnya ia kembali menyirami tanaman di halaman rumahnya. Tao dan Kris mulai mendekati Xiumin, melihat-lihat Xiumin yang sedang menyirami bunga-bunga indah miliknya. Karena sejujurnya, Tao sangat menyukai koleksi bunga yang Xiumin punya, begitu indah dan juga terpelihara.

"Baozi! My honey bunnyku~,"

Suara lain yang begitu merdu kini terdengar, suara yang berasal dari pintu rumah Xiumin yang menampilkan sesosok namja yang keluar dari sana dengan tubuh bagian atas yang tidak terbalut apapun. Namja itu dengan riang berlari pelan menuju Xiumin dan memeluknya dari belakang.

"Ya! Chen, aku sedang menyirami tanaman, jangan memelukku seperti ini, cepatlah pakai baju. Kenapa kau keluar dengan keadaan topless seperti ini hah?" kata Xiumin bertubi-tubi pada namja itu, yang berstatus kekasihnya, Kim Jongdae aka Chen.

Chen mempoutkan bibirnya lucu. "Aku malas memakai baju yang berserakan di lantai karena kegiatan kita tadi malam honey~" ujar Chen yang membuat wajah Xiumin memerah dan ia langsung tertawa canggung pada Kris dan juga Tao yang melihat mereka berdua.

Dengan nakal, Chen mengusap-usap pantat Xiumin. "Padahal tadi malam sangat panas sekali, apa pantat sexymu ini tidak sakit setelah permainan lima ronde kita baozi?" tanya Chen dengan smirk andalannya. Wajah Xiumin makin memerah karena malu, terlebih ucapan Chen didengar jelas oleh kedua tetangganya itu.

"Aha ha ha ha… apa yang kau katakan Chen ahahaha," Xiumin mulai tertawa garing pada Kris dan Tao yang hanya bisa terdiam. Ia kemudian memberikan death glare terbaiknya pada Chen.

"Oh baoziku, jangan menatapku semenggoda itu, katakan saja kalau kau ketagihan dan mau melakukannya lagi. Dengan senang hati aku akan memberikan kenikmatan itu padamu sayangku, mumpung kasur kita masih berantakan dan masih tercium aroma cinta kita berdua yang melayang-layang diudara," kata Chen panjang lebar dengan nada melankolis. Ia pun dengan cepat mulai membopong tubuh Xiumin kedalam gendongannya.

"Kim Jongdae! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku dasar mesum! Tidaaakkkkkk," teriak Xiumin dalam gendongan Chen, dengan alat penyiram tanaman yang masih berada dalam genggamannya. Chen terlihat tidak peduli, ia asyik-asyik saja membopong Xiumin dengan diiringi suara nyanyian merdunya.

BLAM

Kris dan juga Tao hanya terdiam membisu melihat scene tidak biasa dihadapan mereka berdua. Kris lalu menatap Tao. "Kelihatannya cukup menyenangkan, kegiatan morning sex itu~," kata Kris dengan nada seduktif. Tao langsung mendeath glare Kris. "Kelihatannya juga cukup menyenangkan, mewushu orang yang kita cintai di pagi hari seperti ini," balas Tao dengan senyum yang ia buat semanis mungkin.

Kris tertawa canggung dan mulai menjauh dari Tao. "Aku cuman bercanda Taozi, sudah yah aku mau mandi," ucapnya yang dengan segera bergegas menuju kedalam rumah. Tao tertawa kecil dan kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

Volks Apartement

Lantai Enam Nomor Tiga

07.00 pagi KST.

"Woaahhh apartemen yang sangat luas dan bagus," ucap seorang namja manis dengan suara riang. Namja lain dengan tubuh tinggi yang berada disampingnya mengangguk setuju. "Kau suka apartemen baru kita Baekkie?" tanya namja tinggi itu pada sang namja manis yang ia panggil Baekkie tersebut.

Baekki atau Baekhyun tersenyum kecil pada namja tinggi itu dan mengecup bibirnya kilat. "Aku suka Channie, sangat suka," katanya senang pada sang namja tinggi yang ia panggil Channie itu. Channie atau Chanyeol tersenyum senang dan mulai mengedarkan pandangannya pada apartemen barunya.

"Barang-barang kita sudah disini semua, kita hanya perlu membukanya dan membereskannya sekarang," ujar Chanyeol seraya memperhatikan beberapa kardus besar disana sini didalam apartemen yang berisi barang-barang miliknya dan juga milik kekasihnya.

Baekhyun mengangguk setuju. "Kalau begitu jangan buang-buang waktu, kita bereskan sekarang saja Channie," ucapnya bersemangat. Chanyeol tertawa pelan dan memberikan kecupan kecil pada pipi kekasihnya itu. "Okey, tapi aku pergi kebawah dahulu untuk membeli sesuatu, perutku lapar," ucapnya yang diangguki oleh Baekhyun.

"Kau ingin aku membelikan sesuatu untukmu?" tawar Chanyeol pada Baekhyun. "Aku ingin ice cream, bolehkah?"

"Tentu saja, aku akan segera kembali secepatnya dan menyelesaikan pekerjaan kita Baekki," kata Chanyeol yang mulai melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari apartemen.

BLAM

Baekkie pun mulai membereskan barang-barang mereka dengan membuka kardusnya satu persatu.

Disaat ia membuka kardus kelima, sekelebat bayangan tiba-tiba muncul dan berlalu begitu saja di belakangnya. Baekhyun sontak terkejut dan kaget setengah mati merasakan sesuatu baru saja lewat dibelakangnya tubuhnya.

Baekhyun berbalik dan ia tidak mendapati apapun disana. Bulu kudukknya mulai berdiri dan ia mulai merasa ketakutan, terlebih dengan suasana ruangan yang agak sunyi dan juga dingin.

CKLEK

Baekhyun kembali terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka, dengan panik dan takut ia mengedarkan pandangannya pada pintu yang baru saja ia dengar seperti tengah dibuka tersebut. "A-apa itu… si-siapa sebenarnya itu? Apa ada orang lain disini?" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri.

SPLASH

Tubuh Baekhyun terlonjak kaget saat ia mendengar suara air keran didalam kamar mandi. Ia langsung menatap pada asal suara, yaitu pintu kamar mandi yang berada tepat disamping dapur. Baekhyun menebak-nebak ada siapa sebenarnya didalam kamar mandi? Siapa yang menyalakan keran kamar mandi? Apakah itu kekasihnya yang sedang menjahilinya?

"Cha-Chanyeol, apakah itu kau?" panggil Baekhyun seraya berjalan pelan mendekat pada pintu kamar mandi.

Langkah Baekhyun terhenti saat pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka lebar, menampilkan sosok kekasihnya tanpa busana, dengan tubuh penuh bercak darah dan juga sayatan yang tengah menatapnya tajam. Baekhyun menahan napasnya melihat orang itu, yang entah memang Chanyeol atau bukan. Tubuh Baekhyun mulai bergetar karena takut.

"PERGILAH KALIAN DARI SINI!" teriak sosok itu pada Baekhyun yang perlahan mulai limbung dan jatuh tidak sadarkan diri dilantai.

The End

Nah selesai juga *tabor confetti* maaf kalau kurang bagus endingnya. Segala kekurangan dalam ff ini pun mohon di maklumi, authornya masih bolohok hehehe XD

Spesial Thanks to :

fetwelve, Asha lightyagamikun, needtexotic, Riszaaa, HaRin EXOtic, Lylyda, Love Couple, YuniNJ, SelcyMorimoto, Yui the devil, ajib4ff, lee minji elf, Mrs Kim siFujoshi, Deer Panda, Oline, MichelleBunnyKyu, Jaylyn Rui, dian deer, putchanC, KyuLate, Aiiu d'freaky, paprikapumpkin, Arista Estiningt, KecoaLaut, Brigitta Bukan Brigittiw, onix hangel, Rindaesung0910, ayy88fish, Hanum Sal, awlia, Mei, Byun Soo Ra, Kim KyuLate L, Xylia Park, Season Girls Fujoshi, Sisca Daisy Jinx, Queen DheVils94, Kopi Luwak, Kireimozaku, Jung Min Ah, BabySuLayDo, LeeRaeTaoRis, ayulopetyas11, Riyoung Kim, SuLay Daughter, Tania3424, Shin Min Hwa, Kim Panda, 7D 3x, DragPan Mumumu, cacaExotic 3x, , AnnisaDinda, thithiaya, Wulanmsy, Oh SeHan, Guest 2x.

Terima kathih yah#ala Sehun XD

Mumumumu :*