Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, saya cuma meminjam tokoh-tokohnya saya

Story by Morena L

Pair: Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura

Warning: AU, OOC, Typo(s), DLDR

.

.

"Sakura, hari ini akan datang anggota baru namanya Uchiha Sasuke. Selama ini dia dilatih di Hungaria," kata seorang wanita pirang pada gadis muda di hadapannya. "Saat dia datang nanti kuharap kau bisa mengajaknya berkeliling dan menunjukkan ruangan-ruangan di markas ANBU ini."

"Baik, Tsunade-sama," balas Sakura patuh.

Saat Sakura keluar dari ruangan Sakura ia begitu heran karena teman-temannya yang tadi sedang latihan sekarang terlihat mengererubungi sesuatu. Jeritan kagum, pujian dan centil berbaur menjadi satu.

Calon ANBU yang berjenis kelamin laki-laki menggerutu kesal karena perhatian para wanita menjadi teralihkan.

"Kyaaaaaaaaa… Kau tampan sekali." suara melengking Ino terdengar membahana di ruang latihan itu.

Seorang lelaki dengan gaya rambut mencuat ke belakang, tubuh yang terlihat altetis, kulit pucat, dan wajah yang rupawan terlihat di tengah kerumunan itu. Wajah lelaki menunjukkan raut tidak suka pada gadis-gadis yang mengelilinginya.

"Hei kalian semua!" teriak Sakura, "Ini masih jam latihan, segera selesaikan menu latihan kalian atau aku akan melaporkan kalian semua pada Tsunade-sama."

Mendengar ancaman Sakura, nyali para gadis menjadi ciut. Siapa coba yang berani membantah Tsunade-sama? Itu sama saja dengan menandatangani surat kematian secara sukarela.

"Kau Uchiha Sasuke? Selamat datang di markas latihan ANBU. Namaku Haruno sakura dan aku minta maaf atas ketidaknyamanan tadi, mereka memang seperti itu," sapa Sakura.

"Hn."

'Apa-apaan orang ini? Dia tidak bisa berterima kasih apa?' gerutu Sakura di dalam hari.

"Baiklah Uchiha, aku akan mengantarkanmu ke ruangan Tsunade-sama." keduanya kemudian pergi diiringi dengan tatapan iri dari gadis-gadis lain.

"Beruntung sekali sih si pinky itu, mentang-mentang dia murid kesayangan Tsunade-sama," keluh Matsuri.

"Ya, Sakura memang menyebalkan," timpal Tayuya.

"Aku akan mendapatkan si tampan itu." semua pandangan langsung mengarah pada Ino, "Hei… kalian kenapa? Sudah jelas si tampan tadi akan bertekuk lutut pada kecantikanku."

.

000

.

"Selamat datang Sasuke, semoga kau betah," sapa Senju Tsunade sang pemimpin ANBU.

"Hn."

'Dasar tidak tahu sopan santun, apa ini caranya dia memperlakukan orang yang lebih tua?' Sakura makin tak suka dengan perangai lelaki yang baru dikenalnya itu.

"Dasar, kalian para Uchiha memang sama saja. Nah, Sakura antarkan Sasuke ke asrama kemudian ajak dia berkeliling markas ANBU," perintah Tsunade lagi.

"Baik Tsunade-sama, Uchiha-san mari ikut saya."

.

000

.

"Ini asrama laki-laki, kami menyebutnya Mars sedangkan asrama perempuan dinamakan Venus." kata Sakura saat mereka memasuki sebuah gedung besar. Sakura benar-benar kesal karena ia sudah berbicara panjang lebar tetapi lawan bicaranya tetap datar. Jika ditanggapi itu pun hanya dengan kata 'Hn'. Haloooooo… Sakura sedang tidak berbicara dengan patung kan?

"Ini kamarmu, teman sekamarmu bernama Uzumaki Naruto mungkin sekarang dia sedang latihan. Semoga kau betah dengannya karena dia itu sangat berisik." ujar Sakura meyakinkan. Namun lagi-lagi hanya ditanggapi secara datar oleh Sasuke.

"Oke tuan patung, aku permisi," kata Sakura kesal.

"Kau belum menunjukkan semua tempat di sini padaku, bukannya tadi kau diperintahkan begitu Haruno?" seru Sasuke sesaat sebelum Sakura melewati pintu kamarnya.

Sakura mengernyitkan keningnya dengan kesal. "Oh, bisa bicara? Kupikir patung," sindir Sakura dari ambang pintu.

"Hanya orang buta yang berpikir ada patung bisa bernafas, berjalan, dan berbicara." jawaban Sasuke ini membuat kerutan di dahi Sakura semakin nampak, "Lakukan yang diperintahkan kepadamu Haruno, jangan bertindak di luar perintah." lanjut lelaki itu lagi sehingga kekesalan Sakura semakin memuncak.

"Baiklah, tuan menyebalkan," balasnya sarkastik.

.

000

.

"Wah, kau beruntung sekali forehead bisa berkeliling bersama si tampan itu seharian ini." nada iri terdengar dari godaan sahabat pirang Sakura itu. Saat ini mereka sedang makan malam bersama di ruang makan―ruang makan kedua asrama disatukan.

"Apanya yang beruntung pig, dia itu menyebalkan," cibir si gadis pink.

"Tapi dia sangat tampan, ah setelah para senior lulus senangnya bisa liat pemandangan indah lagi di angkatan kita~" seru Ino dengan wajah berbinar-binar. Hal senada juga diungkapkan oleh gadis-gadis lain yang terus melontarkan pujian pada Uchiha Sasuke sehingga suasana di ruang makan menjadi lebih berisik.

Keributan semakin membahana saat orang yang dibicarakan memasuki ruang makan. Mata berbentuk hati berwarna merah menyala secara serentak terbentuk ketika sang pangeran mulai melangkahkan kakinya ke dalam. Pandangan para gadis tidak teralihkan sedikit pun dari sang pujaan hati.

"Apa sih yang dilihat dari dia? Sudah tidak punya sopan santun, diam seperti patung, wajahnya datar seperti papan, kulitnya pucat, rambutnya mirip pantat ayam, sudah begitu homo pula." pandangan membunuh langsung diarahkan pada Sakura saat mereka mendengar hal terakhir yang diucapkan oleh gadis pink itu.

"Apa maksudmu forehead?" tanya Ino kesal, laki-laki setampan dewa Apollo itu dibilang homo? WTF, Sakura pasti sedang menderita rabun jauh atau katarak.

Sakura memandang jijik pada Ino. "Lihat saja bajunya waktu datang tadi… Iddiiiih, amit-amit deh ada laki-laki yang memakai baju dengan leher serendah itu! Sudah begitu kerah bajunya tinggi pula. Apa itu bukannya ciri laki-laki homo berpakaian?"

"Itu sexy! Kau yang tidak punya sense pada fashion! Lihat dia bahkan setampan boyband K-POP." bela Ino habis-habisan. Siapa yang terima coba kalau idolanya dicap homo? Hell, ini sama saja dengan mencap Siwon homo!

"Mulai kan kau menyamakannya dengan artis K-POP, heloooo buka matamu Ino. Lihat saja pangeran ayammu itu, dia itu homo!" Sakura masih mati-matian mempertahankan argumennya.

"Matamu buta forehead." Ino semakin jengkel pada sahabat merah mudanya itu. Bukan hanya Ino, namun semua gadis di dekat situ yang masih mendengar suara Sakura juga menjadi kesal dengan Sakura. "Kau harus periksa Sakura, matamu positif rusak." timpal Ino lagi.

"Mataku sangat sehat, dia memang homo kok." dengan cuek Sakura memutuskan untuk memakan makan malamnya. Daripada ribut-ribut mengurusi si pangeran ayam itu lebih baik segera makan dan kembali ke kamar.

"Hn, siapa yang aku bilang homo?" suasana langsung menjadi hening saat Uchiha Sasuke sudah berada di belakang Haruno Sakura dan menanyakan tentang klaim gadis itu bahwa dirinya homo.

Sakura menoleh ke belakang dan tersenyum canggung. Uchiha Sasuke sedang menatapnya dengan datar namun menusuk. Aura dingin telah terasa di sekelilingnya, semua orang diam dan menatap kedua orang tadi.

"Aku yang bilang." Sakura menjawab dengan pura-pura cuek.

Sedikit terkejut karena Sasuke langsung menarik tangannya dan membuat Sakura berdiri di hadapannya. "Akan kutunjukkan kalau aku ini homo atau bukan." tanpa peringatan lelaki itu langsung mengunci gerakan Sakura dan sedetik kemudian bibir tipisnya sudah menempel pada bibir Sakura.

Mata Sakura terbelalak dan semua orang menahan napas. Sasuke melumat dengan sedikit kasar bibir tipis Sakura dan dengan begitu ahli memasukkan lidahnya. Organ tak bertulang itu mengajak Sakura bertarung lidah dan mengobrak-abrik isi dalam gua hangat lawannya itu. Sasuke melumat, mengulum, dan terkadang menggigit kecil bibir dari gadis manis itu. Semua orang yang melihatnya tidak hanya ikut menahan napas namun juga merasakan aura panas yang menguar dari tubuh keduanya. Karena hampir kehabisan napas akhirnya Sasuke melepaskan Sakura dari ciuman panasnya.

"Masih mau bilang aku homo?"

Sakura diam tak percaya, semua orang juga diam. Sedetik kemudian ruangan itu berubah menjadi sangat heboh. Lee dan Naruto mengutuk dan memberikan sumpah serapah pada aksi Sasuke yang seenaknya mencium gadis incaran mereka. Ino dan gadis lainnya menjerit tak percaya, Shikamaru tetap tidur sedari tadi, banyak gadis menggumam betapa beruntungnya Sakura. Tidak sedikit lelaki yang patah hati karena malah Uchiha itu yang berhasil mencium salah satu gadis paling populer di akademi. Sasuke sendiri berjalan cuek dan menempati mejanya, berpura-pura tidak tahu dengan kejadian tadi dan makan dengan santainya. Siapa suruh mengatainya homo, setimpal bukan?

.

.

Fin

AN:

Aarrrrghhh… saya tidak tahu apa yang saya tulis di atas.. hehehe.. ini hanya fic pelepas lelah dan stress yang menumpuk. Setingan di sini adalah saat mereka berusia 17 tahun atau lima tahun sebelum sasusaku menikah. Hohoho…Jadi, bersediakah memberikan review? Terima kasih ^^