Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, saya cuma meminjam tokoh-tokohnya saya

Story by Morena L

Pair: Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura

Warning: AU, OOC, Typo(s), setiap chapter bukan kelanjutan dari chapter sebelumnya tapi masih saling berkaitan, DLDR

.

.

Merah

Entah kenapa Uchiha Sasuke sangat membenci warna itu sekarang, mood pria berambut raven ini pasti akan langsung berubah drastis jika melihat apa pun yang memiliki unsur merah. Apalagi jika merah itu adalah warna rambut milik Sabaku Gaara.

Sudah dua minggu kelompok ANBU dari Suna mengadakan pertukaran murid akademi dengan ANBU Konoha. Wakil dari Suna adalah tiga bersaudara Sabaku. Siapa lagi jika bukan Sabaku Temari, Sabaku Kankurou, dan Sabaku Gaara. Wakil dari Konoha adalah Hyuuga Neji, Akimichi Chouji, dan Rock Lee.

Tidak perlu ditanya lagi bagaimana reaksi para gadis ketika melihat si bungsu Sabaku. Mata berbentuk hati, wajah merona, dan kata-kata pujian selalu mengiringi langkah si tampan berambut merah. Bahkan, ada yang saking lebaynya sampai pingsan ketika disapa oleh Gaara.

Okay. Bukan itu yang membuat suasana hati pangeran ANBU Konoha ini memburuk. Ia sama sekali tidak peduli dengan kepopuleran Gaara, toh para gadis tetap mengidolakannya dan menjadikannya pujaan nomor satu. Yang membuatnya kesal adalah kenapa harus Haruno Sakura yang menjadi pemandu mereka selama berada di markas ANBU Konoha?

Baiklah, semua orang juga tahu jika Haruno Sakura adalah kesayangan Senju Tsunade. Ayolah, seperti sudah tidak ada orang lain saja? Masih ada Yamanaka Ino, Tenten, atau mungkin Hyuuga Hinata. Perhatian perempuan pink itu tidak boleh beralih darinya! Haruno Sakura hanya boleh memperhatikannya!

"Temeeeeeeeeeeeee…" kekesalan sang Uchiha semakin memuncak karena mendengar suara bocah rubah yang selalu mengganggunya.

"Hn."

"Dari tadi kau melihat ke arah Sakura-chan terus. Kalau kau tidak mau tempuranya, buatku ya," seru Naruto sambil mengarahkan garpunyanya untuk mengambil tempura dari piring Sasuke, "Aww! Jahat kau teme!" teriak Naruto karena Sasuke memukul pergelangan tangannya menggunakan sendok.

"Jangan harap kau bisa mengambil milikku!" balasnya dengan aura menakutkan. Semua orang yang duduk semeja dengan si bungsu Uchiha hanya bisa merinding karena auranya yang sangat mencekam itu.

Dari mejanya Sakura makan sambil memperhatikan ke arah meja Sasuke. Laki-laki sepertinya sedang kesal pada Naruto. Sambil tertawa kecil ia kembali melanjutkan kegiatan makannya yang tadi sempat tertunda.

"Apa yang kau tertawakan?" tanya Temari pada Sakura.

"Tidak ada Temari-san aku hanya menertawakan Naruto dan Sasuke-kun. Mereka berdua itu tidak bisa berhenti bertengkar padahal mereka sekamar," jawab Sakura.

"Itu si Uchiha yang baru pindah dari Hungaria setengah tahun yang lalu 'kan? Kudengar dia cukup hebat." kata Kankurou.

"Sepertinya dia tidak menyukai kami," sambung Temari.

"Sasuke-kun memang tidak mudah akrab dengan orang lain, tapi dia sebenarnya baik kok," jawab Sakura lagi.

"Aku dengar kau pacaran dengannya? Benarkah?" Sakura sedikit tersedak mendengar pertanyaan Temari itu.

"Si-siapa yang pacaran dengannya? A-aku tidak―" sedikit gelagapan ia menjawab pertanyaan Temari.

"Habisnya kata yang lain cuma kau yang boleh memanggilnya Sasuke-kun, terus kalian berdua pernah berciuman di ruang makan ini. Jadi kau pasti pacarnya," lanjut Temari lagi.

"DIA BUKAN PACARKU!" teriak Sakura yang membuat semua orang di dalam ruangan itu mengarahkan pandangan padanya. Menyadari akan hal itu Sakura segera keluar dari ruang makan dengan wajah yang merah padam karena menahan malu.

Temari dan Kankurou juga menatap tak percaya karena reaksi Sakura itu, sedangkan Gaara tidak terpengaruh dan tetap tenang menyantap makan siangnya.

"Mendokusei." terdengar suara seorang pria yang tidak lain adalah Nara Shikamaru. Pria berambut nanas itu duduk tepat di belakang Temari.

Temari menatap bingung saat pria yang identik dengan mata malas situ tiba-tiba meletakan satu cup puding di sebelah piringnya. "Pudingnya tinggal satu." setelah berkata demikian Shikamaru lalu pergi sambil menguap dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rupanya ia menyadari kalau Gaara dan Kankurou sedang memandangnya dengan pandangan membunuh.

.

000

.

Sakura memegang kedua pipinya yang merona, ia memandang cermin di kamar mandi yang memantulkan wajahnya yang sedang bersemu merah.

"Aku bukan pacar Uchiha Sasukee~ bukan pacarnyaaaa~" namun semakin ia mengumandangkan kata-kata penolakan itu, semakin wajahnya bersemu tidak karuan. Ingatan tantang ciuman pertamanya yang direbut Sasuke di depan semua orang kembali menari-nari dalam benaknya. Sejak saat itu gossip tentang hubungannya dengan Sasuke berhembus kencang. Tidak peduli sekuat apa Sakura membantahnya, kabar burung itu malah semakin menguat. Sasuke sendiri tidak memberikan reaksi apa pun atas beredarnya kabar itu. Hal ini semakin membuat semua orang curiga jika keduanya memang memiliki hubungan khusus. Ah, ini semua salah lelaki tidak tahu diri itu!

Setelah membasuh wajah dan menjernihkan pikirannya, Sakura kemudian melangkahkan kakinya keluar.

"Hn." Sakura menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya itu. benar saja, saat ia membalikan badan, Uchiha Sasuke sedang bersandar di tembok sambil menatapnya tajam.

"Ada apa?" tanya Sakura ketus. Sebenarnya gadis manis ini sedang menyembunyikan debarannya sendiri.

"Jangan terlalu dekat dengan setan merah itu," kata pria itu lagi dengan datar.

"Hah?" Sakura sedikit tidak mengerti dengan maksud lelaki emo itu, "Siapa yang kau maksud dengan setan merah Sasuke-kun?" tanyanya bingung.

"Hn." bukannya menjawab, bungsu Uchiha itu malah berjalan pergi melewati Sakura dan membuat gadis itu semakin kebingungan.

.

000

.

Kekesalan Sasuke semakin menjadi-jadi karena pada hari Minggu nanti Sakura akan menemani para ANBU Suna itu berkeliling Konoha. Sepertinya semua orang memang sengaja memancing emosinya. Lihat saja apa yang akan terjadi nanti jika setan merah itu berani menyentuh miliknya!

Ck. Memangnya Haruno Sakura itu milikmu, Uchiha?

Entah apa yang ada dalam pikiran Sasuke namun ia sudah merencanakan sesuatu untuk hari Minggu nanti.

Tepat pada hari minggu Sasuke mulai menjalankan rencananya. Lelaki tampan ini sudah memastikan jarak antara dirinya dan keempat orang itu berada pada jarak aman. Ia sudah memasang pelacak pada sepatu Sakur dan menyadap semua sistem CCTV sehingga ia bisa memantau semua pergerakan gadis pink itu. Sambil duduk di sebuah café, pria emo ini memantau gadis berhelaian merah muda itu melalui tabletnya.

Matanya melotot dan auranya menghitam saat melihat bagaimana Gaara menolong Sakura yang hampir jatuh melalui tabletnya. Apalagi melihat bagaimana lengan kokoh Gaara melingkari pinggang ramping Sakura dan cara Sakura tersenyum mengucapkan terima kasih. Ia benci sekali saat melihat begitu mudahnya Sakura tersenyum atau tertawa bersama mereka. Padahal gadis itu selalu ketus padanya. Ada sesuatu dalam dirinya yang ingin meledak saat Gaara juga tersenyum memandang gadisnya.

"Sialan!" geramnya.

Kening Sasuke berkerut saat melihat lagi hasil pantauannya. Sekarang Sakura hanya tinggal bertiga dengan Gaara dan Kankurou sedangkan Temari entah berada di mana. Ketiga orang itu juga sepertinya sedang mencari keberadaan Temari yang tiba-tiba menghilang.

Sasuke mindahkan pencariannya ke kamera CCTV yang lain, sedikit penasaran ke mana perginya sulung Sabaku itu.

"Bersama Nara toh," ujarnya sambil menyeringai saat melihat salah satu temannya sedang berlari sambil menarik tangan kakak perempuan si setan merah.

Pantauannya kembali ia alihkan untuk mencari Sakura. Tampak Sakura, Gaara, dan Kankurou sedang panik mencari Temari. Dari tablet itu ia melihat suasana semakin panik karena sepertinya Temari tidak menjawab panggilan telepon mereka.

Aura Sasuke semakin mencekam karena melihat tangan Gaara yang menggenggam tangan Sakura sambil berlari. Sebenarnya Gaara tidak memiliki maksud apa-apa, dia menggenggam tangan Sakura karena gadis itu tidak bisa mengimbangi kecepatan larinya dan Kankurou. Jadi ia memegang tangan Sakura agar gadis itu tidak hilang seperti kakaknya.

Namun Sasuke sepertinya tidak berpikir sampai di sana. "Hahahahahaha…" tawa mencekam ditambah aura menakutkannya membuat orang-orang yang ada di sekitarnya merinding seketika, "Setan merah sialan."

Cukup sudah! Sepertinya lava yang ada di kepala Sasuke sudah membuncah keluar persis dengan gunung api yang meletus. Auranya benar-benar mencekam sekarang, suasana di dalam café langsung berubah menakutkan layaknya film horror. Uchiha Sasuke telah terbakar cemburu buta sekarang.

"Mama aku takuuuut…" seorang anak kecil yang merasakan aura Sasuke langsung menangis sambil memeluk ibunya.

Layar tabletnya menunjukkan Sakura yang ditarik karena hampir ditabrak mobil. Akibatnya, gadis cantik itu terjatuh di pelukan Sabaku Gaara. Sepertinya hal inilah yang menyulut sumbu peledak bernama Uchiha Sasuke.

.

000

.

Ketiga orang yang berlari tadi berhenti mendadak karena terkejut sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berhenti tepat di hadapan mereka. Dari dalam mobil Hummer H4 berwarna silver keluarlah Uchiha Sasuke dengan senyum iblisnya.

"Kalau kalian mau mencari Temari, cari saja di mana Nara maka kalian akan menemukannya. Naruto dan Kiba akan datang menjemput kalian." ujarnya masih dengan aura menakutkan. Dengan langkahnya yang panjang ia segera menghampiri Sakura dan menarik gadis itu, "Kau! Ikut aku!"

"Kau kenapa Sasuke-kun?" tanya Sakura bingung.

"Diam dan ikut saja!" jawabnya tegas.

"Aku tidak mau!" Sakura makin memberontak melepaskan diri dari cengkeraman Sasuke.

"Hei, dia bilang tidak mau," seru Gaara.

"Ini bukan urusanmu setan merah," balas Sasuke angkuh, "sebaiknya kau cari saja kakakmu dan jangan campuri urusan orang lain." dengan segera ia menarik Sakura untuk masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kakak beradik Sabaku itu.

"Dia kenapa?" tanya Kankurou bingung.

"Entahlah." ujar Gaara sambil menaikkan bahunya tanda ia juga tidak mengerti.

"Tadi Uchiha itu bilang nee-san sedang bersama Nara." kata Kankurou lagi.

"Nara Shikamaru ya…" Kankurou kemudian bergidik ngeri karena aura Gaara sekarang tidak kalah mencekamnya dengan si Uchiha tadi saat menyebutkan nama Shikamaru. Sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang gawat.

.

000

.

Sasuke kemudian menghentikan mobilnya di sebuah tempat yang cukup sepi. Karena kesal Sakura terus mambuang muka dan tidak mau menatapnya. Saking jengkelnya ia tidak memperhatikan saat Sasuke membuka pintu mobil di sebelahnya dari luar.

"Hn. Kita bicara di luar saja."

Masih dengan emosi yang memuncak gadis ini turun dan ikut bersandar pada badan mobil sambil menyilangkan tangan.

"Sudah kubilang jangan terlalu dekat dengan setan merah itu."

Sakura memicingkan matanya dengan berapi-api. "Kau ini kenapa sih?"

"Aku tidak suka milikku disentuh orang lain," jawabnya lagi dengan datar namun tajam.

"Hah?" Sakura semakin bingung dengan jawaban lelaki disampingnya itu.

Sasuke kemudian semakin memojokkan Sakura dengan meletakkan kedua lengannya di sisi kanan dan kiri bahu gadis itu. "Kau ini memang benar-benar lambat dalam berpikir ya. Kau itu milikku! Dan aku tidak suka milikku disentuh orang lain! Paham!?"

Sakura mengangguk cepat-cepat tanpa berpikir panjang karena takut pada aura menakutkan yang menguar dari tubuh lelaki di depannya itu. Ah, walaupun sedang marah namun di matanya Sasuke malah terlihat semakin tampan.

Tunggu sebentar. Sakura berpikir lagi dan tidak mempedulikan tatapan tajam Sasuke

Kau milikku

Aku tidak suka milikku disentuh orang lain

Kau milikku

Kau milikku

Kau milikku

Kau milikku

Haruno Sakura milik Uchiha Sasuke

Haruno Sakura….

Milik….

Uchiha Sasuke….

WHAAAAATTTTTTT?

"KAU BILANG APA TADI? SIAPA YANG MILIKMU UCHIHA SIALAN? AKU BUKAN MILIKMU!" teriaknya begitu kencang sampai-sampai Sasuke merasa telinganya akan tuli. Namun sepertinya pria Uchiha ini tahu cara apa yang harus digunakan untuk menjinakkan gadis brutalnya itu.

Sakura terdiam dan matanya melebar, sekujur tubuhnya kembali kaku. Uchiha Sasuke kembali menciumnya sepertu dulu. Ciuman yang lebih panas lagi dari sebelumnya. Lelaki itu mencumbunya sampai gadis itu lupa dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Sakura tahu tidak ada gunanya melawan lelaki ini, ciuman panas ini benar-benar memabukkan. Ia memejamkan mata dan tangannya memeluk leher Sasuke. Pria emo ini menyeringai puas saat Sakura juga membalas ciumannya. Sesekali mereka berhenti untuk mengambil napas sebentar dan kemudian berciuman lagi sampai kehabisan pasokan oksigen. Begitu seterusnya sampai Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura merasa puas.

"Mulai saat ini kau milikku dan aku tidak menerima penolakan." Sakura mengangguk mendengar perintah itu dan kembali menerima ciuman panas dari si bungsu Uchiha. Sepertinya mulai sekarang ia harus memikirkan alasan saat kembali ke akademi nanti karena sudah dipastikan bibirnya akan bengkak dan berwarna sangat merah.

.

.

.

Fin

AN:

Padahal niat hati mau melanjutkan Naïve, tapi ternyata tangan tidak sejalan dan jadilah chapter 4 ini. Wkwkwk

Sebenarnya kepikiran fict ini saat ngeliat gambar yang di tag my lovely friend Erna Suna, jadinya chapter ini khusus untukmu beybeh ^^

Balas dulu ah review-nya, yang login cek PM ya

Q-Ren: sepertinya bikin Sakura ngidam cukup menarik juga ya hehehe

Raditiya: aku emang selalu stress dit wkwkwk

Saki: hayoooooo kamu demen yang asem2 ya? Wkwkwk

Kokoro kazuto: makasih ^^ ini udah lanjut

Hachikodesuka: fufufuufufu saat sakura ngidam maka itu akan jadi neraka buat sasuke wkwkwk

Anyaaaa: makasih kalau kamu suka sasusaku sekarang ^^ aku juga shikatema shipper lho hohohoho OTP ku setelah Sasusaku kan Shikatema*ga ada yang nanya woy!*

Giggy: iya alurnya loncat2 gaje. Semoga ga bingung ya

Terima kasih buat yang suah ngebaca, review, fave, atau pun follow fict ini *nebar kembang*

So, bersediakah memberikan review?