Aku kembali dengan cerita baru... ya aku tahu masih banyak yang belum kuselesaikan (TT^TT). Judulnya Happy Marriage? Hahaha lagi-lagi marriage ya? Mungkin aku jago disini :/. Terinspirasi dari manga : Hapi Mari dengan perubahan :D. Enjoy!


Lucy P.O.V

Hai! Namaku Lucy Heartphilia umur 22 tahun. Dan aku akan memberitahu kalian sesuatu, aku sudah menikah! Ya, benar M.E.N.I.K.A.H! Aaaa! Sejujurnya aku sangat tidak mau hal ini terjadi, dan sekarang aku dipanggil teman sekantorku dengan sebutan, Nyonya Fernandes. Huuuaa! Baiklah Lucy... tarik nafas. Oke, yang sedang duduk disofa warna putih itu suamiku, benar suamiku. Sungguh sangat judes dan cuek terhadapku. Aku tak pernah ia anggap ada! Uh! Baiklah perkenalkan dia adalah President Director di cabang 3 Fernandes Company. Namanya Natsu Fernandes. Adik dari Jellal Fernandes. Namun sebenarnya adik tiri, dia diadopsi setelah ibunya meninggal 10 tahun yang lalu, lebih tepatnya ketika ia berumur 13 tahun.

"Hei weirdo! Berhentilah menatapku seperti itu!" Sentakan Natsu membuatku tersadar.

"Eh? Memang tak boleh aku memandang suamiku sendiri?! Huh!" Aku memalingkan mukaku darinya. Sesekali aku lihat ia masih memegang remote dan memasang ekspersi datarnya.

"Apakah ada acara bermutu hari ini?" Ia mendengus kesal dan membuang remote TV kesamping kirinya.

"Mengapa kau tidak membaca koran, atau jalan-jalan keluar? Pikiranmu sempit sekali sih..."

"Hmm... aku sedang malas untuk jalan-jalan. Koran hari ini juga selalu menampilkan lonjakan saham yang itu-itu saja, aku ingin ada kasus pembunuhan atau..." ia terhenti dan menatapku dalam.

"Atau apa?" Balasku. Ia mendekatkan dirinya kearahku, lalu mendekatkan mukanya dan mencengkram kedua tanganku dan meletakannya disamping kanan-kiriku. Menumpu lutut kirinya keatas sofa dan mulai menekan tubuhnya di atas tubuhku.

"Na—Natsu!" teriakku.

"Kasus pemerkosaan, pasti akan sangat booming besok, jika aku memperkosamu hari ini."

"Bahkan dengan istri sahmu?!"

"Kita tidur di kamar terpisahkan? " Ia mulai membenamkan wajahnya ditengkukku dan aku mulai gemetar.

"NATSU! INI PELECEHAN! INI... Ah!" Aku semakin gemetaran, ia menarik wajahnya menjauh dari tengkukku dan mencubit hidungku.

"Aku bercanda, hari ini membosankan, kau tahu?" Ujarnya sambil menjulurkan lidahnya.

"A—a—a... NATSU!" Teriakku dengan suara lantang dan hanya diikuti oleh suara tertawanya yang khas. Semenjak kami menikah seminggu yang lalu, ia lebih suka menggodaku dari pada melakukan hal yang romantis. Misalnya menciumku. Benar juga sih, kami menikah kan tidak memakai Wedding Ceremony jadi kami sudah langsung tercatat oleh catatan sipil sebagai suami-istri. Power of Money.

"By the way, Luce..." ia bahkan sudah me-nickname-kan ku.

"Hmmm..." Aku menatapnya.

"Aku lapar, apa kau sudah membuatkan sarapan pagi ini?"

"Sara—?" Aku melongo dan lantas melonjak keluar dari lamunanku tetang suamiku ini.

"ASTAGA! Aku lupa! Sebentar!" Aku berlari kearah dapur dan segera memasak bahan apa saja yang ada di kulkas.

"Masak apa ya?" Aku mulai memikirkan resep-resep yang pernah kupelajari. Namun sepertinya tak ada satupun yang keluar hingga aku merasakan hembusan nafas yang hangat menabrak ubun-ubunku.

"Make it simple, oatmeal saja." Ia mengambilnya dari rak atas dan memberikanku sekotak Oatmeal instan.

"Natsu! Oatmeal tak akan cukup! Kau harus makan sayuran dan penunjang kesehatanmu!" Aku mengomel tak jelas dan hanya meletakan kotak Oatmeal itu disebelah kanan kompor yang sudah kunyalakan. Mata onyx-nya seperti menjelajah wajah marahku. Aku membuang muka darinya dan mulai menaruh frypan dan mulai menggoreng telur serta sayuran pelengkap. Sebut saja, kacang polong, kentang, dan sedikit paprika.

"Somehow, kau seperti mendiang ibuku,Luce."

"Eh? Maksudmu?"

"Ibuku pasti ribut untuk urusan sarapan, sama sepertimu."

"Oh, maaf kalau membuatmu tersinggung. Aku juga sudah dibiasakan oleh mendiang mamaku untuk sarapan bergizi. Ya boleh sih makan Oatmeal , namun juga tak baik kalau kau hanya memakan itu untuk sarapan dalam jangka panjang. Ingat, kemarin sepulang dari kantor kau langsung tidur dan tidak makan malam. Hari ini kau libur,kan? Maka dari itu aku akan memberimu sarapan yang—"

"Ya ya aku tahu, terimakasih" Natsu menepuk pelan kepalaku. Aku tersenyum sambil terus memperhatikan masakanku.

"Luce, aku tidak suka paprika."

"Oh ya? Kalau begitu makan!"

"Aku tak mau!"

"Makan!"

"Aku tak mau~" Ia merengek seperti anak kecil. Ya itulah kebiasaan Natsu. Ia sangat manja kepadaku, meski kadang aku dicuekin begitu saja. Namun untuk urusan makanan ia akan berubah seperti anak kecil. Beda dengan dia yang dikantor. Sangat wibawa dan... keren.


Normal P.O.V

"Selamat pagi..." Ucap Lucy dari arah pintu masuk ruangan akutansi.

"Pagi Lucy-san" ucap Juvia. Lucy membalasnya dengan senyuman dan berjalan menuju meja kerjanya. Setelah sampai ia meletakan barang bawaannya. Dan mulai membuka berkas yang akan ia entrie kedalam komputer, dan mengirimnya via SAP.

"Well, ini dia, nyonya Fernandes~" canda Levy McGarden, sahabat baik Lucy.

"Well, hello, calon nyonya Redfox, bagaimana persiapan pernikahanmu dengan Gajeel?"

"Berjalan baik, kau harus janji padaku untuk datang bersama pangeranmu itu dan kakak iparnya, Erza. Kau tahu, ia adalah salah satu model untuk majalah terkenal di Fiore, kan? Apalagi saat berita pernikahannya dengan pernerus kerajaan bisnis Fernandes, Jellal, uh mereka cocok sekali! Apalagi saat anak pertama mereka lahir, Jeff Fernandes Jr.! Kyaa!"

"Ya aku tahu aku tahu, Erza-nee memang perfect." Ucap Lucy yang masih terfokus pada layar komputer.

"Lucy! Lihat! Ini Natsu suamimu,kan?" Gray yang tiba-tiba datang dengan koran ditangannya.

"Memangnya ada apa?" Lucy mengambil koran itu dari tangannya dan mulai membaca bagian yang ia tunjuk.

|NATSU FERNANDES, SALAH SATU PEMEGANG CABANG DI FERNANDES COMPANY AKAN MELAKUKAN JOB TOUR KE SPANYOL AKHIR BULAN INI.|

"Eh?" Lucy terbelalak melihat berita itu.

"Ia tak pernah bilang padamu? Disitu ditulis ia akan berada di Spanyol selama 6 bulan. Yang jelas, ia akan lebih lama dari job tour yang biasanya." Ujar Gray.

"Umm... dia... " Lucy melipat koran itu dan meletakannya di meja. Sebenarnya Lucy cukup sedih karena Natsu akan meninggalkan dia lagi, dalam beberapa hari ini, ia mulai belajar untuk mencintai Natsu. Tak seperti yang sebelumnya.

-Flashback-

"Lucy, kau dipanggil oleh Ms. Mavis keruangannya." Ujar Alzack dari seberang ruangan.

"Eh, baik tunggu!" Lucy berlari menuju arah ruangan diseberang ruangan miliknya.

"Semoga berhasil." Ujar Alzack menepuk pundak Lucy.

"Baik!" Balas Lucy riang. Lucy memasuki ruangan itu dan melihat sedang berbicara dengan seorang lelaki berpakaian tuxedo hitam rapi dan berambut pink dengan poni yang sengaja di naikan keatas untuk menambah kesan rapi.

"Ah, Mr. Natsu, ini dia akuntan terbaik kami, Lucy yang baru saja kita bicarakan." Ujar menunjuk kearah Lucy.

"Um... Selamat siang." Ujar Lucy. Natsu menoleh kearahnya dengan muka yang datar.

"Baiklah, tidak buruk untuk ukuran dan selera saja, ."

"Tentu, dia cocok denganmu "

"Maaf, kalau boleh tahu, apa yang sedang terjadi disini?" tanya Lucy dengan heran. Natsu berdiri menatapnya. Lucy merasakan bahwa lelaki ini memiliki tatapan mata yang tajam dan sungguh-sungguh.

"Kau akan menjadi istri sahku sore ini, semua dokumennya telah aku urus dank au tinggal menanda tanganinya saja."

"E...EH?!"

"Nona Heartphilia, ayah anda sudah setuju dengan semua ini. Jadi kami harap tak ada kesalah pahaman lagi."

"Aku... AKU TAK SUDI MENIKAH DENGAN ORANG YANG BARU AKU KENAL! KAU BAYAR BERAPA ORANG-ORANG INI?!" Tukas Lucy galak.

"Tidak, aku tak membayarnya. Ini semua kulakukan untuk orang yang sudah menyelamatkan hidupku. Saya permisi..." Natsu berjalan menuju pintu keluar sebelum Lucy menghentikannya.

"Tung—tunggu!"

"Hmm?"

PLAAAAAK!

"Aku tak akan semudah itu menjadi istrimu!" Lucy keluar meninggalkan Natsu yang sedang memegangi pipinya.

"Ah, maafkan atas kelakuannya, Mr. Natsu"

"Tak apa, setiap orang akan melakuakan hal yang sama jika ditempatkan disituasi seperti ini. Saya permisi." Kemudian Natsu keluar dan meninggalkan kantor .

Namun sekeras apapun Lucy menolak, ia tetap menjadi istri sah Natsu. Ayahnya pun setuju dengan itu. Mau tak mau demi ayahnya, Lucy rela menikah dengan Natsu. Walaupun selama beberapa hari Lucy galak terhadap Natsu, akhirnya ia luluh juga dengan sikap dingin Natsu. Ia mulai kesepian ketika Natsu tak ada di rumah seperti Job Tour, dan mulai belajar menerima sikap Natsu yang belum leleh kepadanya, meskipun sering manja.

-End of Flashback-


Malamnya...

"Tadaima! Luce..."

"Okaeri Natsu! Aku didapur." Ujar Lucy. Natsu berjalan kearah dapur sambil menurunkan poninya. Ia lebih suka membiarkan poninya turun dan menggelitiki dahinya. Hal itu ia lakukan ketika ia di rumah, jalan-jalan, bukan ketika ia kerja atau seperti Job Tour yang mengharuskan dia untuk tampil rapi.

"Hari ini membosankankan!"

"Benarkah? Bisa kau jelaskan tentang berita Job Tour-mu itu?"

"Oh sudah dimuat ya?"

"Jelas! Kau 6 bulan di Spanyol! Kau tahu itu lama sekali Natsu! Kamu melewatkan banyak hal yang akan terjadi disini, jauh dari keluarga dan teman-temanmu! Kau akan melewatkan Natal pertama kita, ulang tahun ayahmu, Tuan Fernandes,dan masih banyak lagi! Mengapa kau—"

"Bukan mauku Luce, itu perkerjaan. Tenanglah aku tak akan berselingkuh disana. Mana mungkin aku berselingkuh kalo body istriku sudah seperti gitar Spanyol?"

"Jangan menggodaku lagi! Aku muak dengan candaanmu!" Lucy kembali memalingkan wajahnya dari Natsu dan memperhatikan masakannya. Natsu melihat kearah Lucy dan sekelebat jokes muncul diotaknya.

"Kau tahu, kau sexy ketika memakai celemek itu. Coba saja kau mau memakai yang itu...umm... naked apron?" Natsu memunculkan smirknya.

"PERVERT! AKU TAK AKAN SUDI MELAKUKAN ITU!" Balas Lucy dengan judes dan galaknya.

"Bercanda... bercanda..."

"Sepi..."

"Hmm..."

"Rumah ini akan sepi tanpamu, aku akan kese—" Tiba-tiba Natsu memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya dipundak kiri Lucy.

"Aku tahu, gommenne..."

"Bisa kau batalkan?"

"Umm..." Natsu melepaskan pelukannya den menepuk kepala Lucy pelan.

"Nggak mau, bodoh!"

"NATSU!"


"Baiklah selamat malam, Luce"

"Malam Natsu..." Kemudian mereka melangkah ke kamar masing-masing. Namun langkah Natsu terhenti dan berbalik memandang Lucy.

"Luce!"

"Hg?" Natsu melangah mendekati Lucy. Lucy menatap Natsu yang lebih tinggi darinya itu.

"One step closer..."

"Apa maksudmu dengan itu?"

"Sepertinya aku mulai menyukaimu, jadi..."

CUP!

Lucy tercenggang Natsu menciumnya tepat dibibirnya dan itu adalah ciuman pertama bagi Lucy.

"Mungkin aku sudah sering melakukan ini dengan mantan pacarku."

"Ugh..." Sakit. Itu yang dirasakan oleh Lucy, ketika Natsu menyinggung soal mantan pacarnya.

"Namun terasa beda dengan istri sahku."

"Tapi tak perlu mengungkit soal mantan pacarmu."

"Ya aku tahu, maaf."

CUP!

Sekali lagi Natsu mencium Lucy. Kali ini Lucy mencium Natsu balik. Natsu menyukainya batin Lucy.

"Jadi ini... Good Night kiss?"

"Sebut saja begitu Luce, Good Night, aku menyukaimu." Lantas Natsu mencium kening Lucy dan beranjak ke kamarnya.

"One step closer, Natsu..."


YYYYYYYAAAAAYYYYY! Chapter 1 selesai. Aku memang membuat Natsu besifat seperti itu meskipun OOOC's (Outstanding Out Of Characters)banget. Namun akan ada kejutan di next chapernya. Aku juga kurang yakin kalo fic ini akan bertahan di rate T. Mungkin nanti akan menjerumus ke rate M. Oh btw, Natsu disini bukan Dragneel tapi Fernandes, mengapa? Disini sudah kuberi hint sedikit, namun, untuk alasan selengkapnya aka nada di next-next chapter berikutnya. Jadi ikuti terus kisahnya ya :D

RnR maybe?

Thank's for reading and review!