Title : My Secretary (the series) / part 3
Author : Inchangel ( Inchanxd)
Main Cast : Choi Minho, Lee Taemin.
Genre : Yaoi NC-17, romance, pemaksaan.
Rating : M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)

Malam hari mereka baru sepenuhnya tersadar bahwa tak ada satupun penerangan yang menjelaskan keadaan sekitarnya. Hanya bau-bau aneh dan peluh yang membuat seorang Minho tersadar akan kelakuan bejatnya yang membuatnya kembali tersenyum merasakan himpitan erat rektum Taemin. Taemin yang berada dalam pelukannya pun sebenarnya sudah bangun namun masih ingin merasakan kehangatan dari seseorang yang sudah menghabiskan lebih dari setengah umur hidupnya di London sana.

"Minnie, kita cari makan yuk?" ajak Minho. Taemin hanya mengangguk menuruti ucapan bos nya itu.

#####################

Sebuah mulut terpoutkan dengan sangat imutnya. Kaki kanannya yang terbalut celana kain berwarna biru tua menhentak-hentak cepat namun tak bersuara seperti yang dirasakan hatinya saat ini. AMARAH YANG TERPENDAM!

*Lee Taemin POV*

"Yang ini juga menu andalan kami, tuan. Dengan daging sapi yang..." dan bla bla bla. Begitulah yang dijelaskan pelayan itu pada Minho. Hanya. Pada. Minho.

CIH!

Aku bukannya cemburu karena tidak dilayani olehnya, tapi aku cemburu karena pelayan wanita genit itu mendekati nae Kelolo. Wanita genit itu menundukkan tubuhnya sehingga belahan dadanya yang tertutup sedikit oleh seragam pelayan yang kekurangan bahan itu terpampang jelas. Jujur saja, dia memang memiliki dada yang besar dan cukup berisi. Aku yang seorang namja pun jujur saja suka melihatnya. Tapi ini masalahnya beda!

Wanita itu secara SENGAJA memperlihatkan bagian tubuh nistanya itu ke wajah Minho hyung ku! Dan Minho hyung? Dia hanya tersenyum memamerkan lesung pipinya yang pasti membuat Flamers dan SHAWOL lain lumer saat itu juga.

Aku termenung. Terdiam. Tersadar. Terasuki roh halus. Oke abaikan paragraf ini.

Bagaimanapun kami sesama namja. Aku jelas tahu dia menyukai pemandangan seperti itu. Bedanya adalah, disini ada aku yang notabene adalah kekasihnya yang baru saja direnggut keperawanannya (oke, untuk Taemin tepatnya "kevirginannya" saja. Biar lebih cucok).

Tapi, sudah jelas pasti Minho menyukai boobs seperti itu. Sedangkan aku? Jangankan dada, suara saja berat dan rendah. Beda dengan Jino, rekan kerjaku di hotel, yang memiliki suara tenor. Sering orang salah menyangka itu adalah suara seorang yeoja. Hhh..

"tae? Taeminnie ya?" panggil Minho. Aku sadar dari lamunanku selain karena panggilannya itu juga karena aku sudah selesai melamunkannya.

"A-aku pulang dulu. Aku tak enak badan," ucapku penuh alasan. Penuh kebohongan.

Tiba-tiba badanku seperti tertahan karena sebuah tekanan kuat pada tangan kiriku. Minho menggenggam tanganku erat, dan menjuruskan kedua bola mata elangnya itu kedalam mataku. Aku yang belum lama tadi dipandangi setajam itu saat di kamar jadi salah tingkah. Sekali agi kutarik pelan, berharap ia sedikit tak waspada. Sial, sia-sia belaka.

"Aku sudah memesankanmu spagetti. Tak bisakah kau habiskan dulu makananmu? Toh aku sudah izin ayahmu soal malam ini. Anggaplah ini kencan pertama kita," jelas Minho.

Kapan dia memesankannya? Aih, bukan itu intinya! Kencan pertama dimalam setelah pertama kali bertemu? Bahkan kami sudah melakukan 'itu'? Astaga, kau sudah GILA Lee Taemin!

"Dengar, meskipun kita sudah menjadi sepasang kekasih namun tetap saja aku belum mau menuju tahap 'itu'," jelas Taemin sambil melingkarkan tangannya di dada.

"Lalu? Kenapa tadi kau terlihat menikmati?"

"Oh yeah? Aku merengek-rengek minta selesai itu tanda menikmati, ya? Hohoho, kayaknya aja pintar, nyatanya...," ucap Taemin menggantung karena tak tahu harus menylesaikannya dengan cara bagaimana.

"Nyatanya aku lebih pintar dari yang kau duga! Wajahmu memerah, tau?" ucap Minho penuh kebanggaan. taemin langsung kelabakan.

"Aish. Aku ke toilet dulu!" pamit Taemin.

*Taemin POV start*

"Aish. Aku ke toilet dulu!" ijin – yang lebih mirip dengan bentakan – ku pada 'bos' baruku.

Dia benar-benar orang yang kurang ajar. Baru juga hari pertama aku sudah dihajar habis-habisan seperti ini. Aih, badanku sakit semua pula. Apalagi tiap kali aku melangkah, rasanya perih sekali. Akh, rasanya aku masih belum kuat jalan.

"Minnie ya? Gwaenchana?" tanya sebuah suara. Pasti dia.

"Ne. Gwaenchana. Hanya sedikit perih," bohongku.

"Lebih baik kau duduk saja. Pelayan, tolong ambilkan bantal duduk!" mintanya pada pelayan.

Aih, aku tak tahu apa yang dipikirkan pelayan wanita itu. Pastinya sudah berpikiran tentang hal-hal yang mungkin saja sudah kami lakukan hingga aku butuh bantal untuk duduk di bangku ini. Lihatlah wajahnya, memerah dan dan penuh kegugupan. Fujoshi baru, eoh?

Dia kembali duduk di tempatnya –seberangku—setelah mendudukkanku dengan benar dan dirasanya sudah pas. Kuperhatikan tiap gerak-geriknya. Minho ... jujur saja, ia memang tampan. Ah, ani. Gentleman, bukan cuman tampan di wajah namun juga di sikap – kecuali untuk nafsunya -.-.

"Minnie? Kenapa memandangku seperti itu? Naksir ya?"

HWAD? Hampir aja aku tersedak ludahku sendiri.

"Y-ya! Mana ada!?" ujarku sedikit tak wajar. Tentu saja. Bahkan orang salto pun bisa jelas tahu kalau aku salah tingkah dibuatnya.

"Haha, ah spagettinya sudah datang. Terima kasih, Noona," ucap Minho sambil tersenyum ramah pada gadis itu.

Meskipun memang Minho bilang ia menyukai Taemin, namun sejauh ini ia belum pernah diberikan senyuman seperti itu. Itu membuat Taemin sedikit... err, iri?

"Minho ssi, kenapa kau tersenyum mesum seperti itu?"

Aish! Lee Taemin ! Kalau 'senyum mesum' sih kau sudah dapat! Bukan senyum mesum harusnya.. Aish..

"Yah, hitung-hitung untuk ganti uang tip," katanya tanpa mengalihkan pandangannya kearahku. HUH!

Eh, kenapa aku marah begini? Jangan bilang kalau aku mulai merasakan yang namanya cemburu. Duh, aku baru kali ini punya perasaan seperti ini. Benarkah ini namanya cemburu?

"Tapi aku tetap menyukaimu lebih dari apapun Taeminnie. Sekarang makanlah, dan kita langsung pulang ke rumahku setelahnya."

*Taemin POV End*

Sesampainya di rumah Choi Minho.

Sepasang namja itu memasuki sebuah rumah yang dibilang cukup mewah. Tak tanggung-tanggung 6 pelayan wanita dan 2 pelayan pria menyambut kedatangan mereka di sisi kiri dan kanan. Mereka terlihat senang namun tetap sopan saat bos mereka sampai.

"Selamat datang Tuan Muda," ucap mereka bersamaan. Dan Minho membalasnya dengan senyum.

Taemin memperhatikan *lagi* pelayan-pelayan wanitanya. Mereka mengenakan pakaian maid yang berenda bagian dada dan juga roknya. Meskipun hanya berwarna hitam dan putih, pakaian mereka terbilang cukup imut. Sedangkan yang pria seperti biasa mengenakan pakaian tuxedo dan dasi pita yang elegan dan sepatu hitam kulit membalut kaki panjang mereka.

Dengan terburu-buru, Minho menarik Taemin kearah kamarnya. Pelayan-pelayannya hanya bingung dengan sikap Tuan Muda yang baru saja dilihatnya kemarin malam itu.

"M-minho ssi, tolong pelankan langkahmu. A-aku masih tak bisa berjalan secepat itu," ujar Taemin takut. Takut pelayannya sadar kalau ia baru saja di 'apa-apa'kan oleh Tuan mereka.

"Ah, mian, baby. Aku lupa," jawabnya lembut. Terkadang perlakuan Minho yang sangat gantle itu sering membuat Taemin merona juga.

Meskipun mereka sudah sampai di kamar dan bersiap-siap tidur setelah Minho sedikit melampiaskan hasratnya dalam menyentuh Taemin (inget cuman sebatas cium-raba-kissmark, ga ampe NC-21 yah :P), Taemin masih saja memikirkan segala kemungkinan tentang Minho, bos barunya itu. Bisa saja dia hanya pelampiasan sesaat karena Minho punya cewek di London sana yang berselingkuh [A/N: Taemin belom tau soal Steph]. Atau mungkin karena hanya Taemin yang bisa menarik Minho dari dunia Straight. Atau... Sebenarnya Minho hanya mempermainkannya karena sedari tadi ia tak melakukan perlawanan?

"Minnie, tidurlah. Besok setelah pulang kantor akan kuantar kau pulang."

"Ne," hanya itu jawaban dari Taemin.

'Mungkin aku harus melakukan itu. Untuk membuktikan apakah ia benar-benar mencintaiku atau hanya mempermainkanku.' Pikir Taemin

Tapi, kenapa Taemin repot-repot melakukan itu?

Esoknya, Taemin sudah bangun lebih dulu daripada Minho. Pukul 5 pagi, memang pada jam-jam seperti inilah Taemin bangun biasanya. Karena tinggal hanya bersama ayahnya, ia seperti mengambil alih posisi ibunya di rumah itu. Ia merapikan piyama yang kebesaran untuknya, mengingat badan Minho yang memang lebih besar darinya.

Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Kucuran air segar mulai memenuhi wastafel. Sebuah kaca bening bertengger di dinding tepat diatas wastafel itu. Taemin menyentuh wajahnya yang terrefleksikan di cermin. Jari-jari lentik yang tertanam di tangan kanannya itu mengusap pelan tiap lekukan dirinya yang terpantul di cermin itu.

'Kalau saja aku seorang yeoja, maukah ia menyentuhku seperti kemarin saat pertama kami bertemu?'

Jangan tanya kenapa Taemin bertanya seperti itu dalam hati. Bibit bunga kasih dan cinta yang ditanam Minho kemarin telah tumbuh. Ia ingin menjadi spesial untuk Minho. Tapi bagaimana?

Tiba-tiba, ia punya sebuah ide gila.

################################

*Minho POV Start*

"Tuan.. Bangunlah, Tuan Muda," ucap seseorang sambil menggoyangkan tubuhku pelan. Badanku membelakangi orang yang memanggilku tadi. Bahkan saat bangun pun aku masih menghadap jendela kamarku yang tingginya melebihi tinggiku sendiri.

"Saya sudah menyiapkan air mandi tuan dengan ekstrak aroma terapi bunga jeruk dan melati. Teh merah dari Rumania telah saya seduh dan sebaiknya nda cepat cepat meminumnya sebelum kesegarannya terbawa oleh uap panasnya."

Siapa orang ini? Tak pernah ada pelayanku yang berani memberikanku cerama sebegitu panjangnya mengenai apa yang mereka bawa hari ini. Kuputar kepalaku, dan kalian takkan bisa membayangkan betapa kagetnya aku saat ini.

"T-Taeminnie?"

Kalian tak boleh lihat ini! Taemin sangat manis dengan seragam maid yang seharusnya dipakai pelayan wanitaku. Sebuah bandana dari pita menghiasi rambutnya yang memang agak panjang. Terlihat seperti, gadis tomboy.

Ia tersenyum. Sangat manis.

" Saya rasa tuan terlalu pusing untuk bangun dari tempat tidur anda. Bagaimana dengan seteguk air putih?" tawarnya dengan menyerahkan segelas air putih padaku. Aku menerimanya dan mulai meneguk. Tetes demi tetes mengalir dari pinggir bibirku karena terllau semangat meminumnya. Kulihat Taemin tak berkedip melihatku. Haha.

"Fuah! Ah, Taemin, aku mau buah itu," ujarku sambil menunjuk buah ceri yang menghiasi kue camilan saat mandi pagi ku. Ia melihat, lalu menunjuk dan menatapku seolah bertanya buah-yang-itu?.

Ia mengambil kue itu secara utuh dan membiarkanku mengambil buah itu sendiri. Aku memegang batang buah ceri itu. Kuusap-usapkan pada krim vanila dari kue itu.

"Duduklah," ujarku padanya. Ia duduk tepat disampingku. Karena rok, yang untuknya menjadi pendek, itu membuat paha putihnya terekspos saat ia mulai menduduknya dirinya senyaman mungkin. Aih...

Kudekati dirinya sambil membawa buah ceri yang berlumuran krim vanila dan krim buah apa itu aku juga belum tahu. Dengan gerakan seduktif, kusapu bibirnya itu dengan buah ceri. Seperti memakaikan lipstik, kuusahakan agar merata diseluruh permukaan bibirnya. Ia terlihat sedikit ketakutan namun ia juga menjilat sedikit krim itu hingga membuatku sedikit merinding karena terangsang.

Kulepaskan batang buah ceri itu dan membuangnya sembarang arah. Buah ceri merah ranum itu kuselipkan diantara kedua bibir tipisnya. Tanpa ba-bi-bu, langsung kulahap buah itu sekaligus bibir yang mengapitnya. Taemin cukup tersentak dengan kelakuanku, begitu juga dnegan tanganku yang sekarang sudah meraba-raba punggungnya mencari zipper.

Intinya, kunikmati ciuman itu hingga tak ada satupun dari kami yang mau berhenti melumat. Kekurangan nafas? Bukan alasan untuk berhenti berciuman. Kami membuka mulut dan melepaskan tautan bibir kami namun tidak terlalu jauh sekitar 2 detik, lalu mulai memagut kembali hingga buah ceri dan krim itu habis tak bersisa.

Entah bagaimana bisa namun yang jelas saat ini sudah terpampang tubuh bagian atas Taemin yang masih tersisa bercak merah akibat sebelum tidur aku menandainya terlebih dahulu. Dan aku pun tak kalah eksotisnya. Kemeja yang sudah setengah terbuka, 3 dari 5 kancing yang terlepas, dan tangan Taemin masih di kepalaku mengacak-acak rambutku. Aku tersenyum. Senyum mesum.

"Kita pindah ke kamar mandi," ucapku sambil membantunya berdiri.

*Choi Minho POV end*

##############################

"Eungh... M-minho ssi... p-pelanh.. ah," rintih Taemin. Ia sangat tak suka dengan cara Minho yang memaksa memasukkan juniornya itu kedalam dirinya dengan sangat terburu-buru.

"Oh.. T-Taeminnie.. Kau sang.. ath.. Ah...," bahkan Minho tak bisa menyelesaikan kata-katanya. Dia menopang dada Taemin yang memunggungi dirinya dan tangan satunya bersender di dinding kamar mandi. Taemin menunggingkan badannya dan kedua tangannya bertahan di pinggiran bathup yang setinggi pinggangnya. Minho membantu melebarkan jalur aksesnya (lubang Taemin) dengan mengangkat kaki kanan Taemin dan ditopangkannya di paha kanannya. Dengan cara ini juga ia mendapatkan spot yang baru dari lubang Taemin.

Taemin semakin mengeratkan pegangannya di pinggiran bathup. Wewangian aromaterapi yang keluar dari air hangat di dalam bathup membuatnya sedikit tenang tiap Minho menyesakkan juniornya kedalam tubuhnya. Taemin sedikit mengaduh saat Minho kesekian kalinya menubruk paksa titik tersensitif didalam tubuhnya itu. Dalam beberapa hentakan berikutnya, mereka mengeluarkan cairan sperma itu bersamaan. Sayang sekali mengotori bathup yang sudah diberi wewangian itu.

Badan Taemin menggelinjang kecil saat cairannya itu keluar ditambah cairan Minho yang terus menerus masuk kedalam tubuhnya. Minho, meskipun ia sudah klimaks namun tetap saja ia menggoda Taemin dengan mencium ringan seluruh tengkuk dan punggung Taemin.

"I love you," bisiknya di telinga Taemin. Lelaki cantik itu hanya menutup matanya seakan meresapi kata-kata itu, namun juga sedikit menarik diri karena menurutnya boss nya itu terlampau seksi hingga bisa saja ia kelewat batas.

"Kapan-kapan cosplay lagi ya? Request jadi...," sebenarnya Taemin sudah mau menolak, tapi melihat wajah tampan pria dibelakangnya yang sedang berpikir sambil mempoutkan bibirnya dan memandang keatas itu (ampuuun, gue meltiing~ XD) sangat tampan, ia malah jadi terpana.

"Jadi suster!" ucapnya dengan watados (wajah tanpa dosa) ... dan bingo! Taemin cengo~

*TBC

Hahaha lucu say a baca komenan…ckckck mau nge bash apa non? Emang ini ff remakenya sibum jadi 2min, noh lihat nama author nya sama kan , lihat dulu makanya detail

deteil, apa yang mau ente bash eh? Gw tau gw songong kaya suami gw bang yongguk ck -,-