Disclaimers : Fairy Tail always belongs to Mashima Hiro-sensei.


Tanggal 14 Febuari merupakan hari yang sangat dinantikan oleh setiap wanita untuk mengungkapkan cinta mereka kepada seseorang. Tidak hanya para wanita yang berantusias, kaum pria juga telah menunggu event 14 Febuari ini. Tanggal 14 Febuari merupakan event yang dinantikan oleh seorang gadis muda berumur 17 tahun sekaligus seorang murid Fairy Tail High School yang bernama Lucy Heartfilia.

"Yosh! Tahun ini aku harus mengungkapkan perasaanku dan memberikan cokelat ini pada dia!" tekad Lucy sambil memeluk erat sebuah tas kertas kecil yang dimana berisikan cokelat dan surat cinta.

"Lu-chan, selamat pagi," sapa teman sekelas Lucy yang bernama Levy Mcgarden.

"Levy-chan, selamat pagi," balas Lucy.

"Apa kamu sudah bertekad untuk memberitahukan dia bahwa kamu mencintainya?" tanya Levy sewaktu melihat Lucy memeluk sebuah tas kertas kecil.

"LEVY-CHAN! SUARAMU!" Lucy berteriak histeris dan memerah.

"Hihi...Maaf. Semangat Lu-chan!"

Lucy hanya mengangguk kepala dan tersenyum pada sahabat baiknya.

"Ngomong-ngomong, bagaimana denganmu, Levy-chan? Apa kamu ingin memberikan cokelat pada Gajeel?" usil Lucy

Wajah Levy seketika berubah menjadi merah padam sewaktu Lucy menyebutkan nama 'Gajeel'. Lucy sudah lama tahu kalau Levy sangat menyukai Gajeel dan Gajeel juga menyukai Levy tetapi mereka tidak saling mengakui. Tahun ini, Lucy dan Levy sudah bertekad untuk menyatakan perasaan mereka pada pria yang mereka cintai.

Sesampainya mereka di kelas,

Lucy dan Levy mengucapkan 'selamat pagi' kepada seluruh teman baiknya di kelas. Lucy dan Levy langsung pergi menuju bangku mereka masing -masing. Levy melirik Gajeel yang berada pada posisi duduk nomor dua dari depan sebelah kanan Levy. Sedangkan Levy sendiri berada posisi duduk nomor tiga dari depan dari sebelah kiri Gajeel. Levy memegang cokelat Valentinenya dengan cukup erat tapi tidak merusak cokelat itu. Tanpa disengaja, Gajeel melirik ke arah Levy sehingga mereka berdua bertatapan kemudian keduanya tertunduk malu. Lucy yang melihat mereka berdua hanya bisa tertawa kecil.

Lucy tidak ingin kalah dari Levy. Lucy mulai mencari sosok pria yang dicintainya. Akan tetapi, sosok pria itu tampaknya belum datang.

"Luce!" Panggil seseorang sambil menepuk bahu kiri Lucy dari belakang.

Lucy menoleh dan terkejut :" Na-Na-Natsu!"

Natsu tersenyum lebar saat Lucy menoleh ke arahnya. Muka Lucy memerah seketika.

"Luce, kamu kenapa? Apa kamu demam?" tanya Natsu sambil meletakkan tangannya ke kening Lucy.

Muka Lucy kian memerah bahkan lebih berwarna merah dari sebelumnya sewaktu Natsu menyentuh keningnya. Jantung Lucy berdentak sangat cepat bahkan terasa ingin lepas. Seluruh tubuh Lucy terasa panas apa karena suhu ruangan kelas Lucy atau karena Natsu?. Natsu semakin khawatir dengan keadaan Lucy.

"Lucy, tampaknya kamu harus beristirahat di ruang kesehatan," saran Natsu.

"Ah. Aku ti-tidak apa-apa. Kamu ti-dak usah-khawatir, Natsu!"

"Benarkah?"

Lucy mengangguk-anggukan kepala. Meski demikian, Natsu tetap khawatir dengan Lucy.

"Ya sudahlah! Luce, kalau kamu merasa sakit, beristirahatlah!" Natsu tersenyum kembali.

"Natsu~" kagum Lucy dalam hati.

"Selamat pagi, anak-anak! Hari ini kita akan mempelajari materi saya pada halaman 365. Silakan kalian kembali ke tempat kalian masing-masing dan bukalah halaman 365!" perintah seorang guru.

Seorang guru telah memasuki kelas yang bertanda bahwa kelas telah dimulai. Semua teman sekelas Lucy kembali ke bangkunya masing-masing.

"Bye, Luce!" pisah Natsu.

Lucy tidak menjawab salam perpisahan Natsu tetapi Lucy mewakili jawaban itu dengan tersenyum pada Natsu.

Guru itu mulai memberikan penjelasan tentang maksud dari isi halaman 365. Semua murid mendengar penjelasan sang guru dengan serius terkecuali Lucy. Lucy memandang Natsu dan tersenyum-senyum sendiri.

"Aku sudah bertekad. Aku akan menyatakan cinta pada dia, Natsu Dragneel!" tekad Lucy dalam hati.

"Aku sudah lama menyukai Natsu sejak pandangan pertama. Aku tidak berani mengungkapkan perasaanku karena aku takut cintaku bertepuk sebelah tangan. Tapi tahun ini, aku akan menyatakan perasaanku yang sudah lama terpendam."


Flashback Lucy saat bertemu dengan Natsu.

"Eto, kelas 1-5 berada di sebelah mana?" Lucy mencari kelas yang akan dihuninya.

Lucy mulai kebingungan dalam mencari ruang kelas 1-5 sebab setiap murid baru hanya diberikan sebuah kertas dimana terdapat sebuah petunjuk arah kelas mereka dalam bentuk kalimat teka-teki. Jika berhasil memecahkan teka-teki tersebut maka, dia akan menemukan kelasnya. Kenapa harus dengan teka-teki?. Jawabannya, itu dikarenakan Kepala sekolah Fairy Tail High School adalah seorang maniak teka-teki maka dari itu, beliau ingin menguji para murid-murid barunya.

"Ah! Dasar Kepala sekolah! Memaksa kami ikut dalam hobinya!" kesal Lucy sambil mengacak-acak rambutnya.

"Ah. Akan Kucoba lagi. Eto, Sebuah lingkaran terdapat patung devil berdiri membelakangi punggung patung angel. Patung devil itu akan menuntunmu menuju singgasananya. Di sekitar patung angel terdapat berbagai bunga dengan aneka warna sedangkan di sekitar patung devil terdapat berbagai bunga ilusi dengan warna yang sama dengan bunga di sekitar patung angel berdiri." Lucy membaca ulang teka-teki itu.

"Patung angel itu berarti patung angel yang berdiri di tengah halaman depan kelas 1-2 tetapi aku sama sekali tidak melihat patung devil di belakangnya."

Lucy mulai berpikir ulang untuk memecahkan teka-teki yang telah membuatnya pusing. Lucy beranjak pergi dari ruangan perpustakaan yang dikiranya adalah kelas Lucy dan pergi menuju titik awal yakni area patung angel berdiri menghadap depan kelas 1-2.

"Patung angel berdiri disitu pula ada patung devil berdiri. Patung devilkah? Aku sama sekali tidak meli... KYAA!"

"AWAS!" teriak seseorang.

Dengan lincahnya, orang tersebut berhasil memegang tubuh Lucy sebelum Lucy terjatuh ke arah tangga. Lucy tidak melihat benda kecil di lantai karena terlalu sibuk dengan teka-teki itu.

Lucy melihat orang yang berhasil menangkapnya sebelum dia terjatuh menuruni tangga. Orang itu, seorang pria yang berambutkan merah muda gelap dan mengenakan Syal yang melingkar di sekitar lehernya. Tangannya yang besar dan kuat memegang Lucy agar tidak terjatuh. Lucy mulai merasa kurang nyaman dalam posisi seperti itu. Pria berambut pink itu bernapas lega sebab dia berhasil menangkap targetnya sebelum terjatuh menuruni tangga.

"Ano ~ bisakah kamu melepaskan aku?"

"Ah? Maaf," kata pria itu sambil melepaskan Lucy.

"Terima kasih sudah menolongku!"

"Ah tidak masalah. Lagipula kenapa kamu melamun?" tanya pria itu sambil membuang benda kecil yang membuat Lucy tersandung ke tempat sampah.

"Maaf. Aku sedang sibuk memecahkan teka-teki ini. Aku berusaha memecahkannya malah tersesat ke ruangan perpustakaan. Aku sudah menghabiskan 10 menit untuk sebuah teka-teki ini padahal aku dan yang lainnya hanya diberi waktu 15 menit untuk memecahkan dan sekarang tinggal 5 menit lagi. AKHH! AKU PASTI TERLAMBAT DI HARI PERTAMA!"

Pria itu tersenyum melihat kehebohan Lucy.

"Kenapa kamu tertawa? Apa ini sesuatu yang lucu?"

"Maaf..Maafkan aku. Aku hanya berpikir bahwa kamu sangat lucu dan imut."

"Eh?" Wajah Lucy terlihat merah tipis.

"Sini! Biar aku bantu!"

Lucy menyerahkan lembaran kertas itu pada pria berambut pink. Lucy melihat pria itu sedang berpikir untuk membantunya kemudian pria itu tersenyum setelah selesai berpikir.

"Ikut aku!" ajak pria itu sambil memegang tangan Lucy dan menariknya utuk ikut bersamanya.

Wajah Lucy memerah saat tangan besar pria itu memegang tangannya yang berukuran lebih kecil dari pria itu. Lucy terpaksa mengikuti Pria berambut pink itu. Sekarang Lucy dan pria berambut pink itu berada di sebuah halaman yang di tengah-tengahnya berdiri patung angel yang membawa guci berisikan air.

"Aku sudah datang kemari sebelumnya tapi tidak ada patung devil disini," kata Lucy sambil melepaskan tangannya dari pria itu.

"Kelasmu berada di belakang patung angel itu."

"Eh? Apa maksudmu?"

"Akan aku jelaskan, bukankah Tuhan memiliki dua pengikut yakni Malaikat dan Iblis. Malaikat dan Iblis adalah pengikut Tuhan tetapi selalu bertolak belakang. Setiap ada malaikat maka di belakang Malaikat selalu ada Iblis. Manusia membuat patung angel untuk selalu diberi keberuntungan dan melindungi diri dari Iblis tetapi pada kenyataannya tidak, Iblis selalu mengikuti kemanapun Malaikat pergi meski samar-samar. Iblis dan malaikat selalu terikat erat dan tidak bisa dilepaskan. Oleh karena itu, Jika patung angel berdiri menghadap depan maka patung iblis menghadap berlawanan dengan patung angel meski tidak terlihat."

"Tapi... bagaimana dengan kalimat ' Di sekitar patung angel terdapat berbagai bunga dengan aneka warna sedangkan di sekitar patung devil terdapat berbagai bunga ilusi dengan warna yang sama dengan bunga di sekitar patung angel berdiri'?"

"Ah~ Kalau itu, kamu lihat saja sendiri?" suruh pria itu.

Lucy mematuhi perintah pria itu untuk melihat dan mencari jawabannya sendiri ke arah tempat patung angel berdiri. Awalnya, Lucy bingung sebab tidak ada satu bungapun yang berada di tempat patung devil berdiri kemudian Lucy terkejut melihat pantulan gambar bunga dengan beraneka warna yang sama dengan bunga yang tumbuh di sekitar patung angel. Ternyata bunga ilusi yang dimaksud adalah pantulan bunga yang terlihat dari genangan air. Lucy langsung menoleh ke ruangan kelas yang berada di belakangnya.

"Itukah kelas 1-5?"

Pria itu menjawabnya dengan anggukan kepala. Lucy memandang ruang kelas yang akan dihuninya dan membutuhkan waktu 10 menit untuk menemukannya dengan senang.

"Tunggu sebentar, jangan-jangan cuma aku yang telat memecahkannya dan itu menandakan bahwa aku tidak mampu menjadi murid Fairy Tail High School! AkHH, TAHU AKAN SEPERTI INI SEHARUSNYA AKU TAHU DARI AWAL!"

"Aku juga sama denganmu. Awalnya aku bingung dengan teka-teki itu kemudian Erza datang membantuku."

"Teka-teki itu? Jangan-jangan kamu..."

"Natsu Dragneel, kelas 1-5. Namamu?"

"Ah. Lucy Heartfilia, kelas 1-5."

"Senang berkenalan denganmu, Luce! Panggil saja 'Natsu'! Mohon bantuannya, Luce!" Natsu tersenyum lebar pada Lucy.

Lucy merasakan sebuah getaran pada dirinya sewaktu melihat Natsu tersenyum lebar di hadapannya. Detakan jantung Lucy berdetak kencang dan warna merah muda terlihat di kedua pipi Lucy.

"Apa aku jatuh cinta pada Natsu pada pandangan pertama? Senyuman Natsu membuatku merinding dan jantungku berdetak kencang," kata Lucy sambil memegang dadanya.

"Ayo, Luce! Kita akan terlambat masuk kelas!" ajak Natsu.

"Ano, Natsu..Lucy bukan Luce."

"Eh, adakah yang salah dengan itu?" Natsu kembali tersenyum .

"Lupakan saja!" Lucy benar-benar dibuat lemah oleh senyuman Natsu.

Flashback berakhir.

"Yosh! Lucy Heartfilia, katakan ' I Love You' pada Natsu!"


Sepulang Sekolah,

Lucy tampaknya mengurung niatnya untuk mengungkapkan perasaannya pada Natsu secara langsung. Lucy memutuskan akan memberikan surat cinta dan cokelat valentine lewat loker Natsu. Levy yang tersipu malu memberikan cokelat pada Gajeel dan Gajeel terpaksa menerimanya meski sebenarnya senang menerima coklat pemberian Levy yang membuat Droy dan Jet shock berat. Juvia memberikan coeklat valentinenya kepada pangeran pujaannya yakni Gray Fullbuster, murid kelas 2-4 yang mendapat protes besar dari Lyon, pria yang jatuh cinta pada Juvia. Mirajane memberikan cokelat valentinenya kepada Freed Justice, murid kelas 2-2. Sedangkan Erza meski cuek tetapi tahun ini dia ingin mencoba lebih menunjukkan cintanya kepada kekasihnya Jellal Fernades, murid kelas 2-1.

"Semuanya menyerahkan cokelatnya secara langsung sedangkan aku..." sedih Lucy sambil memandang cokelat dan surat cintanya.

"Biarlah!"

"Eto...Loker Natsu...Loker Natsu. Setahuku nomor loker Natsu 078 atau 079. Mana yang benar?" kata Lucy sambil mencari nomor loker Natsu.

Lucy lupa dengan nomor loker Natsu dan mencoba mengingatnya meski samar-samar. Akhirnya, Lucy memutuskan Loker dengan nomor 078 adalah milik Natsu dan membuka pintu loker itu untuk meletakkan cokelat dan surat cintanya. Lucy terkejut saat melihat loker Natsu dipenuhi cokelat Valentine dengan aneka warna dalam jumlah banyak sehingga loker itu tidak mampu lagi untuk menampungnya. Beberapa cokelat valentine itu terjatuh dan berhamburan ke lantai saat Lucy membuka pintu loker itu.

Lucy mulai memungutnya dan menata kembali semua bungkusan cokelat itu tetapi karena jumlah cokelat itu terlalu banyak sehingga kembali berantakan. Lucy menghela napas dan mulai merapikannya kembali. Akhirnya, butuh waktu 15 menit untuk merapikan tumpukan cokelat. Lucy melihat sedikit celah dan berpikir mungkin tas kertas miliknya bisa masuk. Tanpa ragu lagi, Lucy mencoba memasukkannya dan memang cocok dengan ukuran tas kertas kecil yang berisikan cokelat dan surat cintanya. Lucy menutup kembali pintu loker itu.

"Aku sama sekali tidak menyangka kalau Natsu sangat populer di kalangan murid perempuan."

"Ma-Terserah. Aku mohon semoga perasaanku tersampaikan olehnya," doa Lucy di depan loker bernomor 078 sebelum beranjak pergi.

Natsu belum meninggalkan sekolah dikarenakan ada kegiatan klubnya sedangkan Lucy telah meninggalkan sekolah dengan perasaan lega dan menantikan balasan dari Natsu.

Sementara itu,

Sosok pemilik loker 078 berdiri terdiam di depan lokernya yang terbuka dan setumpukan cokelat Valentine berhamburan ke bawah. Pria itu tidak memperdulikan dengan cokelat Valentine yang berhamburan di sekitarnya, pria itu hanya terdiam memandang dan memegang sebuah tas kertas kecil yang berisikan cokelat dan surat cinta. Pria itu mengambil surat cinta dari kedalaman tas dan membaca siapa pengirim surat itu. Alangkah terkejutnya pria itu, saat mengetahui pengirim surat itu bernama Lucy Heartfilia dan tidak terdapat nama orang yang dituju pada halaman depan surat. Pria itu tersenyum.

"Oi, cokelat valentinemu berserakan!" kata seseorang saat melihat pemilik loker 078 itu akan beranjak pergi.

"Tidak butuh! Kalian boleh mengambilnya. Aku hanya mengambil cokelat yang ini!" ucap pria itu sambil memperlihatkan tas kertas kecil kepada mereka.

"BENARKAH?!"

Semua murid laki-laki langsung berebutan mengambil cokelat valentine yang dibiarkan oleh pemiliknya sedangkan sang pemilik itu telihat bahagia.


Keesokan paginya,

"Lu-chan, selamat pagi," sapa Levy dengan ceria.

"Levy-chan, selamat pagi," balas Lucy.

Lucy melihat teman baiknya berbeda dari hari sebelumnya tampaknya Levy sedang berbahagia lantaran Gajeel menerima cokelat pemberiannya. Ide usil terlintas di otak Lucy.

"Kapan kalian mulai kencan?" usil Lucy.

Warna merah padam terlihat menyeluruh di muka Levy. Lucy tertawa puas melihat temannya itu memerah di hadapannya.

"Moo~Lu-chan. Kamu usil sekali!"

Levy memukul-mukul Lucy beberapa kali untuk menyembunyikan rasa malunya meski, Lucy tidak merasakan sakit sedikitpun.

"Lalu bagaimana denganmu, Lu-chan? Apa kamu sudah menyerahkannya?"

"Tentu saja! Tapi aku menyerahkan cokelat itu lewat lokernya saja. Aku tidak berani menyerahkannya secara langsung."

"Eh? Loker mana?"

"Loker nomor 078. Bukankah itu loker Natsu, Levy-chan?" kata Lucy sambil menunjuk ke arah deretan loker 078.

"Lucy..."

"Maaf, aku tidak seberani dirimu," maaf Lucy.

"Bukan itu maksudku!"

Lucy memandang wajah Levy yang terlihat pucat.

"Kamu kenapa, levy-chan?"

"Itu bukan loker Natsu. Loker Natsu berada di sebelahnya. Nomor 079," jawab Levy.

"Eh? Lalu loker 078 milik siapa?"

"Laxus Dreyar. Loker dengan nomor 078 itu milik Laxus bukan Natsu."

Bagaikan petir menyambar tubuh Lucy, Lucy sangat terkejut mendengar bahwa nomor loker 078 bukan nomor loker Natsu melainkan loker Laxus Dreyar, murid kelas 2-1. Itu berarti dia salah memasukkan cokelat valentine buatannya ke dalam loker Laxus. Lucy melakukan kesalahan terbesar seumur hidupnya.

Bersambung...


Maaf jika kurang menarik dan banyak kesalahan atau terlalu banyak Typo tapi semoga tetap dinikmati oleh kalian.

Terima kasih dan tolong di reviews.

Sampai ketemu lagi pada chapter 2(Chapter Ending).