The Power of Sasuke's Eyes

Summary : Kata siapa mata Uchiha Itachi yang paling ditakuti di Konoha? Itu yang akan dikatakan mereka yang sudah bertemu dengan adik Itachi yang paling polos dan manja, Uchiha Sasuke. Bahkan tanpa sharingan, ia bisa mengalahkan siapa pun lawannya. Termasuk Itachi, benarkah?

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto.


Chapter 1

Jangan tatap matanya.

"Kakak... Kakak mau kemana?"

Tidak biasanya seorang Uchiha Itachi berjalan timpang. Tapi itu bukan berarti ia terluka. Itachi jarang sekali mendapatkan luka setiap menjalankan misi. Paling-paling hanya goresan kecil di tangannya yang sehari dua hari juga akan hilang. Tidak. Dia selalu berjalan timpang setiap hari keberangkatannya dalam misi karena beban berat di kaki kanannya yang tidak mau lepas.

Uchiha Sasuke yang belum genap lima tahun itu memegang erat kaki kanan kakak satu-satunya itu. Semua orang di klan Uchiha tahu bahwa Sasuke adalah satu-satunya anggota klan yang paling polos. Bahkan bayi berumur satu tahun pun sudah terobsesi dengan kekuatan sharingan. Tapi tidak dengan Sasuke. Ia lebih terobsesi untuk menggagalkan misi kakaknya dan mengajaknya bermain seharian di rumah.

Jangan tatap matanya.

Itachi berulang kali mengucapkan mantra itu di dalam hatinya. Selama berbulan-bulan ini mempelajari kelakuan manja Sasuke kepada dirinya, ayahnya, ibunya, bahkan saudara-saudara seklannya, Itachi akhirnya sadar bahwa senjata terbesar Sasuke ada di matanya. Mereka akan selalu menuruti permintaan Sasuke jika sudah melihat matanya itu.

Jangan tatap matanya.

Itachi tidak bisa untuk mengabaikan lagi misi kali ini. Sudah dua kali berturut-turut ia mengabaikan misi tingkat D hanya karena ulah adik kecilnya ini. Walaupun jounin dan teman-temannya mengatakan tidak apa-apa, tetap saja Itachi merasa dirinya tidak bertanggung jawab. Mereka pasti berkata demikian karena takut akan kekuatan dan status Itachi. Setidaknya dia adalah anggota termuda dan terjenius di antara timnya. Tapi dia jugalah yang paling memiliki bakat di antara teman setimnya.

Fugaku bisa menghukum Itachi jika ia gagal melaksanakan misi kali ini karena misi kali ini menentukan promosinya untuk mengambil ujian chunnin. Dan si balita kecil ini tidak boleh menggagalkannya.

Mikoto yang tahu permasalahan Itachi saat itu mencoba menghampiri kedua anaknya dan berlutut agar dirinya sejajar dengan tinggi Sasuke.

"Sasu sayang, kakak Itachi ada misi penting dan tidak boleh terlambat. Hari ini Sasu main dengan ibu saja ya." Dari sudut matanya Itachi bisa melihat wajah chubby Sasuke yang mulai cemberut.

"Tidak mau. Kakak kan janji mau menemani Sasu main seharian di rumah. Iya kan kak? Kakak kan janji mau ajarin Sasu baca dan hitung lagi," ucap Sasuke penuh harap. Dan Itachi memejamkan matanya.

Jangan tatap matanya.

Si kecil Uchiha ini bisa menjadi masalah besar setiap harinya. Fugaku bisa mengamuk dan memenggal dirinya seketika jika kali ini ia lebih memilih Sasuke. Apa yang harus dilakukannya?

"Ibu bisa mengajarimu baca dan hitung dulu, otouto. Nanti kalau kakak sudah pulang baru kakak akan mengajarimu lagi. Shisui-niisan juga akan ke sini nanti. Kau bisa minta bantuannya," ucap Itachi datar. Betapa ia sangat benci jika membuat Sasuke kecewa. Tapi mau bagaimana lagi? Ini pilihan hidup dan mati baginya.

"Sasu nggak mau. Sasu maunya sama kakak. Ibu, kakak jahat! Kakak lebih memilih misinya daripada Sasu." Oh, dan betapa Itachi merinding saat membayangkan apa jadinya Sasuke nanti jika ia memiliki sharingan di mata onyx polosnya itu. Bahkan tanpa mata merah darah itu pun si kecil ini berhasil menaklukkan siapa pun.

Saat keinginannya tidak terpenuhi, Sasuke selalu berlari memegang tangan dan menatap korbannya dengan wajah cemberut serta mata memelas. Matanya selalu membesar dan pipi chubby-nya menggelembung merah ketika menginginkan sesuatu. Dan saat lawannya tangguh, sesekali ia akan mengeluarkan sedikit air mata dan mengancam ingin menangis. Dan setahu Itachi tidak ada seorang pun di klan Uchiha yang tega melihat balita kecil nan imut ini menangis.

Ia tahu bahwa dalam beberapa detik lagi ibunya akan berubah pikiran dan memihak kepada Sasuke. Si balita kecil itu sudah melepaskan genggamannya di kaki Itachi dan memeluk ibunya sambil berkata bahwa kakaknya itu manusia terjahat yang pernah ada di bumi.

Seharusnya Itachi bisa saja lari dan bergegas keluar meninggalkan rumahnya menuju tempat pertemuan timnya selagi Sasuke berada di pelukan ibunya. Tapi sayangnya, kaki kanan bekas tempat Sasuke memeluknya seperti berpihak kepada monster kecil itu. Kakinya tidak mau bergerak dan Itachi hanya berdiri menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dan benar saja. Semuanya sesuai dengan perkiraan Itachi sebelumnya.

"Oh, Sasu sayang jangan menangis ya sayang .. Aduh, bagaimana ini ya?" Itachi melihat ibunya kebingungan melihat mata Sasuke yang mulai berkaca-kaca. Seketika itu juga mata onyx ibunya bertemu dengan mata onyx milik Itachi.

"Itachi, kau tunda saja misi kali ini ya."

"Tapi, misi kali ini sangat penting ibu. Ayah akan menghukumku jika aku tidak datang ke tempat pertemuan," kata Itachi mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.

"Tapi bagaimana dengan Sasuke?" tanya ibunya dengan wajah memohon.

"Aku hanya pergi sebentar ibu. Dua tiga hari lagi aku akan kembali ke rumah dan bermain lagi bersama Sasuke." Itachi menghela nafas panjang dan memandang kembali ke arah ibunya. Namun yang ia temui bukan mata onyx milik ibunya, tapi seperti yang sudah dideskripsikan sebelumnya, ia bertemu mata monster kecil itu. Wajah Sasuke sudah memerah siap untuk menangis kapan saja Itachi menolaknya. Dan bahkan sang jenius seperti Itachi yang selalu dipuja siapa saja bertekuk lutut kepada adiknya itu.

"Baiklah. Mungkin aku bisa meminta misi pengganti pada Hokage-sama besok," ucap Itachi menyerah. Jika ayahnya marah nanti, ia akan menyodorkan Sasuke tepat ke wajah ayahnya. Mungkin dengan begitu si monster kecil itu bisa musnah seketika. Tapi Itachi meragukan hal tersebut.

"Asyik. Kakak memang kakak yang paling baik sedunia!" Sasuke berlari dari pelukan ibunya ke pelukan Itachi. Sang kakak hanya heran dengan kelakuan adiknya itu. Ia berubah dari manusia terjahat di bumi menjadi kakak paling baik sedunia hanya dalam satu menit.

"Ah, syukurlah Sasu ceria lagi. Kalau begitu ibu akan membereskan rumah dulu ya. Itachi tolong jaga adikmu," ucap Mikoto seraya meninggalkan kedua anaknya dengan wajah bahagia karena balita kecilnya mendapatkan apa yang diinginkannya.

Itachi memandang makhluk kecil yang tersenyum senang menatapnya. Dengan menghela nafas panjang, Itachi mengangkatnya dan menggendongnya menuju ruang keluarga. "Kau sungguh adik yang sangat manja, huh?" ucap Itachi sambil mencubit pipi gempal adiknya itu.

Mulai saat itu, Itachi meyakinkan dirinya untuk menemukan cara melenyapkan kekuatan mata Sasuke itu. Bagaimanapun juga dia adalah seorang jenius Uchiha, kan? Dan ia tidak boleh terus menerus kalah dari monster kecil di tangannya itu.

.

.

TBC


a/n : Si kecil polos dan manja Sasuke serta kakak Itachi yang baik hati.

Siapa korban Sasuke berikutnya?

Klik review dan berikan komentar kamu ;)

arigato gozaimasu

-petitewinsy-