minna! perkenalkan, i'm riri :) ini fanfic bhs. indonesia pertamaku.

semoga kalian suka XD

please read and review.

Chapter 1 – pinky x blondie

"tuk"

Empat belas... kenapa dia g nyerah aja sih? Lucy mendengus kesal. Itu yang ke 14 kalinya sejak pagi ini. Ke-14 kalinya cowok norak yang tinggal tepat di samping rumahnya itu melempari Jendela kamarnya. cowok berambut pink norak yang ga pernah absen mengganggu hari-harinya. Si pink norak bernama natsu.

"tuk"

"Lima belas! Grrrh... sekali lagi dia me-"

"tuk" belum sempat lucy meneruskan kata-katanya, suara di jendelanya sudah memotongnya. Lucy menutup novel yang sedang dibacanya dengan kasar. berlari ke arah pintu menuju balkonnya. 1000 taktik sudah disiapkannya untuk menghadapi si pinky idiot yang hari ini benar-benar membuat dia kesal. Tapi saat dia membuka pintunya, sebuah kerikil kecil mengenai dahinya. Lucy menggeram, auranya yang awalnya biasa-biasa saja kali ini berubah menjadi hitam pekat. Tangannya kanannya mencengkeram novelnya dengan erat. Sedetik kemudian, Novel yang berada ditangan kanan lucy sekarang sudah berpindah didepan cowok yang sejak pagi sudah mengganggunya. Novel setebal 6 cm dengan hard cover itu menghantam natsu tepat diwajahnya, membuat natsu terjerembab kebelakang di balkonnya sendiri.

Lucy tersenyum puas penuh kemenangan. Menyilangkan tangannya dibawah dadanya. Natsu berdiri dengan cepat.

"O-Oi! LUCY! APA-APAAN SIH?! SAKIT TAU!" natsu berteriak ke arahnya. Lucy masih tersenyum puas.

"ha! Itu balasannya kalau kamu berani ganggu lagi" lucy meniup poni blondenya. Senyum masih terplester di wajah cutenya. Dia berjalan ke arah pagar pembatas balkonnya yang Cuma berjarak satu langkah dengan balkon milik keluarga dragneel.

"itu gara-gara kamu ga keluar-keluar" natsu berjalan ke arah lucy. lucy mengerutkan dahinya. Dia mau apa sih? Pikir lucy. lucy bersandar di pagarnya dan menaruh tangan kirinya untuk menopang dagunya, menghadap natsu yang sudah dulu sampai. Lucy menengadahkan tangan kanannya ke natsu. Natsu mengerutkan dahinya, dan manatap lucy seakan bertanya kenapa dia menengadahkan tangan kanannya.

"novel" seakan mengerti apa maksud natsu, lucy menjawabnya dengan singkat.

"oh" respon Natsu. Dia memberikan novel yang ada di tangan kanannya ke lucy. tapi sebelum novel itu sampai di tangan lucy, dia menariknya kembali. Lucy mengerutkkan dahinya lalu menarik nafas dalam.

"kembalikan, Natsu" dia menjulurkan tangannya kembali.

"ga" dia menjawab singkat.

Lucy mendengus lagi "Ok, kamu mau apa? Pizza? Ayam bakar? Apapun... tapi kembalikan novelnya, ok?"

"ke kamarku, aku punya video game terbaru" natsu tersenyum lebar.

"kenapa ga ajak gray aja sih? Aku mau ngerjain tugas. Besok sekolah sudah mulai" lucy berkata dengan bosan.

"gray lagi kencan sama juvia"

"erza?"

"gahh. Aku g bakalan main game lagi sama si nenek sihir itu!" keringat dingin mengalir di dahinya. Lucy mengerutkan dahinya bingung, tapi sesaat kemudian dia juga mulai berkeringat dingin. Mereka berdua ingat saat si iblis merah itu main game bersama mereka. Erza menghancurkan satu playstick dan memukul siapapun yang mengalahkanya tanpa ampun. Pada akhir permainan, gray dan natsu mendapatkan 10 benjolan di kepala mereka dan lucy memilih mengalah. Lucy menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya. Natsu benar, demi keselamatan mereka sendiri, sebaiknya erza tidak dilibatkan saat mereka main game

"yang lainnya? Gajeel? Loke? Elfman? Freed? Bixlow? Lainnya?" lucy menyebutkan semua teman natsu. Berharap natsu mengajak salah satu dari mereka dan membiarkannya membaca novelnya yang hampir tamat.

"mereka g bisa. Gajeel lagi bantuin om metalicana di perusahaannya, loke ada kencan. Freed, bixlow, kalau tidak ada laxus g mungkin mau. "

"oh. Lisanna? Mira? Cana? lainnya?" tanya lucy

"lucy. kamu mau novel kamu balik g sih?" natsu menanyainya balik.

"tsk" lucy mendecak kesal. Memanjat pagar balkonnya dan melompat ke balkon natsu. Itu hal yang mudah, sejak lucy pindah ke rumah ini natsu atau lucy sudah terbiasa melompati pagar itu.

Natsu tersenyum lebar. Saat lucy mendarat di sampingnya dia mengacak-ngacak rambut blonde favoritnya itu. Mendorongnya menuju ke kamarnya. membiarkan pintu ke arah balkonnya terbuka. Lucy duduk di depan tv natsu dan menyilangkan kakinya. Natsu mengacak-ngacak DVDnya. Tiba-tiba pintu kamar natsu terbuka. Seorang wanita paruhbaya yang cantik masuk. Melihat lucy dan tersenyum lebar.

"oh lucy sayang... kamu disini?" grandine berjalan ke arah mereka berdua. Grandine melihat lucy, dan tersenyum lebar sekali lagi. Lucy memakai celana jeans sepaha dan tanktop yang dilapisi dengan jaket hoodie pink kebesaran dengan gambar karakter kartun didepannya. Rambutnya diikat menjadi satu, poninya dibiarkan jatuh seadanya di dahinya Dan lucy masih memakai sandal kelinci pinknya. Ya ampun, seperti biasa, lucy cantik sekali... andai dia jadi menantuku, ah aku akan memastikan natsu mendapatkannya dan aku akan membutuhkan bantuan dari layla.. grandine tersenyum penuh misi dikepalanya.

"ya, tante..." lucy tersenyum lebar. "natsu memaksaku ke sini"

Grandine menoleh ke arah natsu. Hatinya bahagia, natsu memaksa lucy kesini. Grandine sudah tau kalau natsu sudah lama menyukai lucy, bahkan dia juga sudah berhasil mendesak natsu untuk mengaku kepadanya saat makan malam dengan keluarganya berbulan-bulan lau, tapi natsu tidak berani mengatakannya pada lucy. dia takut apabila lucy menolaknya, persahabatan mereka akan berakhir.

"Natsu lain kali..." grandine bersiap menasihati natsu, tapi dipotong oleh natsu yang sudah menemukan DVD gamenya

"iya mom... aku ngerti... lain kali aku tidak akan menyimpannya sendiri, aku akan membawa lucy menemui kalian dulu, kalau dia kesini..." grandine tersenyum lebar. Lucy meneteskan keringat didahinya. Kupikir dia akan melarang natsu memaksaku kesini... keluarga yang aneh.

"ok" grandine tersenyum "lucy sayang... kamu mau kubawakan sesuatu,,, jus mungkin?"

"terima kasih tante, tapi g usah... lagi pula ini g akan lama kok" lucy tersenyum sopan.

"ayolah g apa-apa, nanti tante bawakan jus strawberry sama cookies. Kalian tunggu ya" dia tersenyum. Lalu meninggalkan kamar natsu. Ah menantuku...

Lucy tersenyum lalu mengalihkan pandagannya ke natsu.

"kenapa g ajak lisanna, mira, cana atau yang lainnya aja sih? Rumah mereka kan juga dekat" tiba-tiba dia ingin menanyakan hal ini.

"mereka g bisa main game" natsu berkata singkat. Lalu tiba-tiba wajahnya memerah. Tapi lucy tidak melihatnya "lagi pula aku lebih suka denganmu" dia meneruskannya dengan kata yang terlalu pelan. Lucy menoleh kearah natsu. Dia tidak mendengar kata-kata natsu yang terakhir. Lagi pula dia sedang sibuk mengambil novelnya yang ditaruh natsu di meja belajarnya.

"apa? Aku g dengar... kamu terlalu pelan" tanya lucy. dia duduk lagi dan menatap natsu tepat kematanya. Natsu memalingkan mukanya dan meraih playsticknya, dia menyembunyikan majahnya yang memerah gara-gara lucy.

"lupakan. Aku g ngomong apa-apa" kata natsu. Lucy kembali menghadap ke depan. Aneh... katanya dalam hati.

Natsu memberikan salah satu playsticknya. Lucy menerimanya, mengambil karet rambutnya di jaketnya yang biasa dia gunakan untuk mengikat poninya. Mengikat poninya ke atas sehingga tidak mengganggunya saat mengalahkan natsu nanti. Lucy tersenyum. Tanpa dia sadari natsu melihat ke arahnya dan tersenyum melihat tingkahnya. Saat lucy melihat ke arah natsu, natsu memalingkan wajahnya, berpura-pura tidak melihat.

"Yosh, aku akan mengalahkanmu tanpa ampun natsu!" lucy mengepalkan tangannya.

"Coba saja kalau bisa!" natsu juga tidak mau kalah. Tiba-tiba ide muncul dikepalanya. Ini kesempatan! Pikirnya.

"Hey, bagaimana kalau kita taruhan!" natsu melihat ke arah lucy.

"eh?" lucy melihat ke arah natsu juga.

"siapapun yang menang boleh mengajukan 5 permintaan, dan yang kalah harus mengabulkannya"

Lucy berpikir sebentar. "boleh, asal permintaannya g macam-macam" bagaimanapun dia harus bersiap kalah kalau melawan natsu. Tapi dia g akan mundur sebelum mencoba.

"OOOOOOKAAAAAAAYYYY! I'M ALL FIRED UP LUCY! KAU SIAP-SIAP SAJA DENGAN PERMINTAANKU YA!" kata natsu sangat bersemangat. Dia mungkin mempunyai kesempatan untuk membuat lucy menyukainya lebih dari teman saat dia memenangkan game ini

"HA! KAU YANG HARUS SIAP-SIAP, NATSU DRAGNEEL!" lucy menggulung lengan jaketnya dan tersenyum penuh semangat. Dia g mau kalah. Mungkin saja natsu mau melakukan hal yang aneh-aneh dengan permintaannya. Ha! Aku ga akan membiarkannya menang.lucy berkata dalam hati

Kali ini, lucy! aku akan mendapatkanmu... kali ini! Natsu juga berkata dalam hatinya.

To be Cont

gmn? kalian suka? :D atau g? :(

bilang apa pendapat kalian. review ya... makasiiii :)

oh ya, check fanficku lainnya ya "for you"