sebelumnya di chapter 22-

"ah, ada dua lucy?!" teriak loki senang. pipinya sudah mulai memerah. lucy memukul kepalanya dari belakang karena dia bisa menerka apa pikiran loki.

"LUCY TIDAK MENYUKAIMU NATSU!" sentak lisanna tiba-tiba. Air matanya mengalir deras pada pipinya. Natsu tampak terkejut, namun dia kembali memikirkan bagaimana perasaan lucy.

"LUCY!" teriak natsu saat menggapai tangan lucy, dia melihat didepannya sendiri saat lisanna dan lucy terjatuh. Wajahnya memucat saat dia hanya berhasil menggapai udara. LUCY!.

-CHAPTER 23 - The Girl next to me

6 Tahun kemudian

Natsu terbangun dari tidurnya, dia mengerang pelan. ponselnya yang juga bertugas sebagai alarm kali ini berdering keras tanpa ampun. Dengan dengusan pelan, dia menjulurkan tangan dan menggapai ponselnya. Matanya setengah tertutup dan dia hampir saja menjatuhkan ponsel itu ke lantai. Natsu membuka matanya pelan dan menyipitkan matanya saat melihat layar yang terlalu terang. Ada 3 pesan.

Gray (08xxxxxxxxx)

Jgn kau akan kubunuh.

Natsu melihat jam diujung ponselnya dan memutuskan ini masih terlalu pagi untuk bersiap-siap pergi.

Loki (08xxxxxxxxx)

Bibi lavia mengijinkanku membawa aries! Wohoooo!

Natsu berniat untuk membantu bibi lavia kalau suatu saat loki macam-macam dengan aries.

Lisanna (08xxxxxxxxx)

Natsu... kau sudah bangun? jangan telat! ^^

Natsu tersenyum. secara refleks dia menoleh ke arah jendela. ke luar balkonnya dan tatapannya tepat tertuju pada kamar diseberang kamarnya. dia sangat merindukan gadis diseberang kamarnya tersebut. Gadis yang senyumnya selalu berhasil membuatnya tersenyum. gadis yang sejak dulu sangat disayanginya.

Natsu bangun dan memakai kaosnya. Dia melihat ke layar ponselnya dan menatap foto terakhirnya bersama lucy.

Lucy... aku merind-

"natsu?"

Natsu berbalik dengan cepat. Jantungnya berdegup cepat saat mendengar suara gadis yang sangat dirindukanya. Senyumnya merekah saat melihat siluet wanita yang paling dicintainya di pintu kamarnya. Gadis itu memakai dress berwarna biru muda selutut. Rambutnya dia biarkan jatuh secara natural. Natsu yakin dia sedang melihat bidadari.

"lucy...!"


Flashback.

Natsu nggak pernah setakut ini dalam hidupnya. Dia nggak bisa menemukan lucy!. dia menuju kepermukaan dan mengambil napas dalam lalu kembali menyelam lagi. di ujung matanya dia bisa melihat loki membantu lisanna. syukurlah.

Air lautan sangat dingin dan tidak banyak yang bisa dilihat natsu, hanya ada bantuan cahaya bulan yang membantunya. dia membuka matanya walaupun matanya terasa sangat pedih. Tiba-tiba ada ombak yang besar yang memelantingkannya ke arah bebatuan. Saat itulah ketakutanny bertambah. Lucy!

Natsu berenang ke arah bebatuan mengikuti ombak dan saat itulah tangannya menyentuh sesuatu,tangan lucy! dia bisa melihat siluet lucy diantara kaburnya matanya. Natsu segera menarik tangan lucy dan memeluknya, membawa lucy kepermukaan. Dia nggak perlu sedetik untuk tahu kalau lucy sudah tidak sadarkan diri.

saat sampai tepi dia menidurkan lucy dengan hati-hati. wajahnya pucat. Natsu merasakan ada yang merembes ditangannya yang berada dibawah kepala lucy. dan dia nggak bisa lebih panik lagi saat dia melihat tangannya berlumuran darah.

"LUCY! KAU BISA MENDENGARKU?!" teriak natsu sambil menepuk pelan pipi lucy yang sedingin air laut. Tak ada respon lucy yang bisa meringankan kepanikan natsu. dengan tangan yang bergetar natsu meraih leher lucy dan menekan ujung jarinya dimana dia yakin seharusnya ada denyut nadi disana. natsu sangat bersyukur saat dia bisa merasakan denyutan lemah dari lucy. tapi tak ada tanda-tanda kalau lucy sedang bernapas, tanpa pikir panjang natsu meletakkan lucy dibidang datar dan mempraktekkan sedikit pengetahuannya tentang pompa jantung. Natsu berdoa dan mulai memompa, pada tekanan yag ke 5, lucy terbatuk dan natsu tersenyum. natsu mengangkat kepala lucy diatas pangkuannya karena dia tahu itu akan membantu memperlambat perdarahan. Lucy masih bernapas. Tapi napasnya sangat pelan.

"luce... ayolah luce... kau ingat? Aku punya 1 permintaan terakhir, bertahanlah luce... itu permintaan terakhirku.. bertahanlah"

Ada gerakan pada bola mata lucy dan natsu tahu lucy bisa mendengarnya.

"gray sedang mengambil mobilnya" kata loki yang sudah berada disampingnya. Virgo disampingnya membawa kain dan segera menekannya pada luka dibelakang kepala tubuh lucy dengan selimut tebal. dia melihat juvia yang berusaha menenangkan tangis lisanna.

Lucy, bertahanlah

Natsu nggak bisa lebih bersyukur lagi saat seorang dokter keluar dari ruangan dan mengatakan kalau lucy tidak apa-apa dan tidak ada masalah apapun dari hasil CT-scan. Dia masuk ke kamar lucy dan duduk disamping sosok lucy yang berada dibawah efek obat bius. Dia menggenggam tangan lucy erat. suara alat-alat medis menemani degup jantungnya dan suara nafas mereka berdua.

"syukurlah..."

Dada natsu sesak, matanya pedih. Dia selalu yakin kalau menangis itu hanya bisa dilakukan oleh wanita, tapi dia salah, perasaan lega karena lucy dan bersyukur karena lucy selamat membuat matanya akhirnya menangis, saat itulah dia merasakan tangan lucy bergerak digenggamannya dan menggenggam tangannya lebih erat. dia melihat ke arah lucy. lucy terbangun dan tersenyum ke arahnya dibalik masker oksigen.

Dengan suara pelan, lucy mengucapkan kalimat pertamanya setelah malam paling menakutkan itu.

"ja.. ngan menangis.. i.. tu.. nggak keren"

Natsu tertawa pelan dan dalam hatinya dia berjanji dia nggak akan menangis di depan lucy lagi.

"aku menyukaimu jangan pernah menakutiku lagi"

Lucy tersenyum.

"aku janji aku nggak akan melakukan itu lagi. dan.. aku juga menyukaimu..."

Setelah kejadian itu, lucy semakin membaik dan lisanna juga sepertinya mulai melepaskan natsu. mama papanya serta orang tua lucy sangat bahagia mendengar berubahnya status hubungannya dengan lucy. mereka menghabiskan sisa kehidupan sekolah dan kuliah bersama. Lucy masih eksis menjadi model dan cheerleaders setelah itu tapi fanboynya nggak akan lagi berani mendekatinya karena ada natsu disampingnya. Klub sepakbola natsu menang fiore cup 3 tahun berturut-turut dan natsu direkrut menjadi anggota team sepakbola fiore bersama gray dan lainnya.

Well, untuk hubungan percintaan natsu dengan lucy nggak banyak yang berubah, hanya saja natsu lebih bebas mendominasi lucy dan lucy nggak akan keberatan. Mereka pergi ke universitas yang sama dengan sting dan tentu saja hubungan mereka nggak akan semulus yang mereka bayangkan saat natsu mulai cemburu dengan sting. mereka sempat bertengkar hebat namun gray dan juvia berhasil mengakurkan mereka kembali. pertengkaran kecil masih sering terjadi, tapi orang bilang bertengkarpun bisa mendewasakan sebuah hubungan.

*end of flashback*


"lucy...!" natsu memeluknya. Terdengar suara tawa pelan dari lucy.

"ew... kau belum mandi..." kata lucy sambil menarik tubuhnya dari natsu membuat natsu mempererat pelukannya.

"haha, aku belum mandi. Tapi kau tetap mencintaiku kan?" kata natsu senang. lucy sudah menjadi pacarnya selama 5 tahun, dan hampir 7 kali seminggu dia akan melihat versi natsu yang belum mandi. Jadi siapa peduli?

"eeww... selain belum mandi, kau juga terdengar seperti loki. hentikan" kata lucy dengan mengernyitkan hidungnya. Natsu tertawa melihat ekspresi lucy dan tertawa, mempererat pelukannya lagi.

"aku merindukanmu lucy"

Tiba-tiba lucy mencubit pingganggnya yang membuat natsu menjerit kesakitan dan secara refleks melepaskan pelukannya. lucy memutar kelopak matanya dan menggelengkan kepala pelan.

"secara teknis kita hanya terpisah dalam waktu 6 jam untuk tidur, natsu" ucap lucy dengan senyum di ujung bibirnya.

"tapi lucy.. 6 jam itu la-"

Belum sempat natsu menyelesaikan katanya, natsu merasakan bibir lembut menyentuh bibirnya. Natsu agak terkejut, dia melihat mata lucy yang terpejam, senyum natsu merekah dan dia menarik lucy lebih dekat ketubuhnya, membungkukkan punggunggnya sedikit dan meraih pipi lucy. dia mengelus pipi lucy lembut sampai dia bisa merasakan lucy tersenyum diantara ciumannya.

"kau harus mandi. Atau kita akan telat" Bisik lucy pelan. lucy memberikan ciuman terakhir lalu melepaskan diri dari natsu. natsu mencoba menarik lucy kembali tapi lucy hanya tersenyum dan menaruh tangannya didepan bibirnya. Natsu tersenyum dan mencium telapak tangan lucy didepan bibirnya.

"aku akan mandi" kata natsu senang, dia tahu dia sangat bahagia. dia sangat bahagia hingga rasanya dia bisa meledak gara-gara terlalu bahagia.

Lucy mengambilkan natsu handuknya dan mendorong natsu ke arah kamar mandi. Sebelum natsu menutup kamar mandinya, natsu ingat sesuatu.

"lucy"

Lucy yang duduk di bed natsu mendongak. "hm?"

"apa aku sudah bilang kalau kau cantik hari ini?"

...

...

BAK! Sebuah bantal melayang ke arahnya dan natsu dengan cepat menutup pintu kamar mandinya. Ada suara teriakan lucy dari luar yang sedang mengatainya, tapi natsu hanya tertawa keras. dia sangat bahagia. sangat-sangat bahagia.


Lucy tersenyum. siapa tahu kalau dia akan masih saja jatuh cinta dengan natsu setiap harinya. Dia bertemu natsu sekitar kurang lebih 8 jam sehari pada hari aktif kerja, dan dia tidak bosan sedikitpun. Dia dan natsu sekarang sudah bekerja di perusahaan orang tua mereka masing-masing, jadi mereka nggak akan bertemu setiap jam. Saat mereka bertemu setiap harinya mereka habiskan hanya untuk bicara mengenai pengalaman mereka sehari atau untuk berkumpul dengan teman-temannya. Ngomong-ngomong soal teman, erza dan jellal sudah menikah dan hari ini adalah hari pernikahan gray dan juvia. Oleh karena itu mereka akan sibuk dari pagi. Lucy akan membantu lisanna dan mira mendandani teman-temannya yang menjadi pendamping pengantin. Oleh karena itu mereka akan datang lebih awal. Mengenai hubungannya dengan lisanna, lucy senang sekarang lisanna sudah sangat dekat dengannya. Natsu merupakan masa lalu lisanna, dan sekarang lisanna bersama dengan bixlow, murid blasteran di universitas mereka dulu. Bixlow merupakan sosok yang sedikit misterius, tapi saat melihat bagaimana bahagia lisanna saat bersama bixlow, lucy tahu bixlow dan lisanna saling mencintai satu sama lain.

Lucy tersenyum, dia bahagia semuanya berakhir dengan happy ending.

Lamunannya terhenti saat tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada pesan masuk dari levy.

Lu-chan, cepat kesini atau erza akan menguhukummu.

"NATSUUU! CEPATLAH!"


Suasana pesta pernikahan juvia dan gray sangat meriah, pesta diadakan disuatu convention hall ternama dan dihadiri mulai dari teman sampai rekan bisnis papa gray dan juvia. Ruangan dihiasi dengan nuansa biru. Ada patung seorang lalki-laki dan perempuan terbuat dari es ditengah ruangan. Semuanya terlihat sangat indah.

Juvia adalah gadis paling cantik hari ini. gaun pengantinnya putih dan semakin kebawah warnanya menjadi biru, hiasan disetiap kain lembutnya menimbulkan efek seperti taburan butir es diatas birunya laut. Rambutnya dihias dengan indah dengan mutiara perak. Disampingnya gray berdiri dengan tegap, lucy masih ingat gray versi 6 tahun yag lalu dan gray yang sekarang jauh lebih keren dari pada versi 6 tahun yang lalu. Lucy berpikir kalau juvia dan gray merupakan pasangan yang memang terlihat begitu indah bersama. disampingnya natsu tersenyum melihat senyum lucy. dia menggenggam tangan lucy lebih erat.

"mereka terlihat sangat cocok bukan?" tanya lucy saat merasakan salah satu tangan natsu melingkari pingganggnya.

"kita juga cocok" kata natsu, ada rasa tertantang pada nada suaranya.

Lucy tertawa pelan. "tentu saja, kita juga cocok natsu.." ucap lucy lembut.

Natsu tertawa bangga, pandangannya tertuju pada papa dan mama lucy yang duduk satu meja dengan papa mamanya. mereka berempat sedang berbincang-bincang dengan senyum terukir diwajah mereka, natsu tersenyum dan menatap lucy.

"hei, kau nggak mau berdansa denganku lagi?"

Lucy menggembungkan pipinya, membuatnya terlihat imut. "tadi kau sudah menginjak kakiku 5 kali dalam 10 menit kita berdansa"

"aku berjanji aku nggak akan menginjak kakimu kalau kita menikah nanti" kata natsu tiba-tiba yag membuat pipi lucy merona merah.

"k-k-kau.."

"kau mau kita menikah, lucy?" tanya natsu tiba-tiba. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah lucy yang yang memerah dan mengelus pipi lembut lucy pelan. MC acara berbicara dan lucy nggak bisa mendengarkan satupun kata karena yang bisa dia dengar adalah degup jantungnya sendiri dan natsu.

Natsu tersenyum. "dapatkan bunganya" katanya lalu berjalan mundur dan berdiri disamping loki dan gajeel, masih dengan mata yang tertuju padanya. lucy mengangkat salah satu alisnya penuh tanda tanya sampai levy menyenggolnya.

"lu-chan. Ayo! Kau nggak mau mendapatkan bunga dari juvia?"

oh

lucy berbalik dan saat itulah terjadi keributan didepannya. Lucy baru bisa memproses apa yag terjadi saat melihat levy melompat didepannya dan tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh tepat ditangannya. Lucy melihat kearah tangannya dan mendapati seikat rangkaian bunga disana

"whooooaaa! Lu-chan! kau beruntung!" levy berteriak gembira disampingnya. Lucy melihat ke arah juvia dan gray dan mereka berdua tersenyum padanya. Lisanna yang juga disitu mengedipkan salah satu matanya dan saat itulah dia merasakan sebuah tangan yang sangat dikenalnya menyentuh punggunggnya. Lucy berbalik dan berhadapan langsung dengan senyuman natsu.

"hebat. kau mendapatkan itu bahkan tanpa mencoba lu, itu baru lucy-ku" kata natsu dengan senyum menghiasi wajahnya. pipi lucy memerah.

Lucy melihat kesekitar dan melihat papa-mamanya dan papa-mama natsu, mereka semua melihat kearahnya dan natsu dengan senyuman penuh arti. Seisi ruangan rasanya menjadi tidak bersuara dan lucy tahu mereka menjadi pusat perhatian.

"kalau kau menangkap itu... artinya kita harus menikah setelah ini..jadi... kapan kau mau kita menikah?" kata natsu.

"kau harusnya menanyakan apa aku ingin menikah denganmu dulu!" kata lucy pelan dengan pipi memerah.

Natsu menggeleng. "itu nggak perlu, karena kalau kamu bilang nggak maupun aku akan tetap menikah denganmu"

Saat itulah natsu mendapat pukulan keras dikepalanya. Erza berada disampingnya dan mengeluarkan aura gelap.

"tanya. Lucy. dulu" kata erza dengan mata yang berbahaya. Terdengar tawa gray yang langsung dihentikan oleh juvia.

Natsu menggosok-nggosok kepalanya tapi kemudian tersenyum ke arah lucy. "lucy, maukah kau menikah denganku?"

Lucy mencoba terlihat berpikir keras.

Detik berlalu dan Lucy tertawa. "tentu saja natsu... tentu saja"

Saat itulah ruangan menjadi ramai kembali. natsu memeluk lucy. MC acara mengucapkan selamat pada mereka, gray mengeluarkan siulan yang selanjutnya lagi-lagi langsung dihentikan oleh juvia. Erza mengangguk menyetujui dan terdengar suara teman lainnya yang meneriakkan kata-kata selamat.

Natsu tersenyum, dia menempelkan dahinya ke dahi lucy dan menatap tepat ke mata coklat lucy.

"jadi.. kau janji untuk mendampingiku selamanya?" bisik natsu.

Lucy tersenyum, maju selangkah dan mencium natsu dengan lembut.

Selamanya natsu. selamanya...

Dan, perjanjian itu dikunci dengan sebuah ciuman.

*the end*

aku harap kalian nggak kecewa sama endingnya /keringetan/

i love you all. maaf g bs bales review satu-satu. tapi grateful bgt kalian udh sabar nunggu. :').

aku harap ini menghibur kalian ^^