Aku tak pernah membenci hujan.

Bulir-bulir bening yang berjatuhan satu demi satu. Warna yang dua tingkat lebih gelap dari seharusnya muncul setelah tertimpa tetes-tetes besar. Aroma tanah lembab yang memanjakan indera penciumanku.

Aku suka hujan,

—sama seperti kau.

.

.


Di Bawah Kubah Payung

mysticahime
2013

Naruto Masashi Kishimoto


.

.

Aku suka rinai hujan yang menari di bawah awan.

Genangan air yang timbul setelah guyuran hujan lebat. Cipratan lumpur di mana-mana setelah bocah-bocah sekolah dasar menjejakkan kedua kaki dengan sengaja ke dalam kubangan cokelat. Jas hujan warna-warni yang berseliweran menembus tirai hujan yang transparan.

Aku suka bagaimana hawa dingin menyelimuti tubuhku, begitu kontras dengan gelas kertas berisi cokelat panas yang dilingkari jari-jemariku. Aku suka bagaimana aku menarik kedua kakiku agar tidak terpercik air cucuran atap teras yang kupakai berteduh.

Aku juga suka,

—menantimu.

.

.


"Sudah lama?"

Kepalaku mendongak dan menemukan sosokmu, dengan ekspresimu yang biasa. Kedua tanganmu terbenam dalam saku jaket dan ranselmu tercangklong di punggung.

"Tidak juga. Baru setengah jam—"

—dan kau mendecak.

"Sudah kubilang kau pulanglah duluan, aku kan—"

Buru-buru aku menempelkan jari telunjuk di bibir, isyarat agar kau tidak merepet—oh, ya, di luar kedataran ekspresimu yang melebihi batas datar orang normal, kau ini cerewet sekali; kadang-kadang. Sebelah alis terangkat, dan bibirmu bungkam.

Aku tersenyum dan berjalan mendekatinya.

"Hn?"

"Pulang?" tawarku sambil menggerakkan payung di tangan kanan. Payungmu. Aku tidak membawa payung, dan kau bilang aku harus pulang duluan tadi. Makanya kau meminjamkan payung, dan aku malah... di sini.

Gerakan bahu tak acuh, dan kau melangkah duluan menuju tepian hujan. Aku buru-buru menyusulmu dan membuka payung sehingga kubah bening itu mengembang sempurna dalam lengkung parabola.

"Oke, ayo jalan." Kubiarkan kau maju terlebih dulu dan aku mengikutimu. Gugup? Ya. Bisa dibilang ini pengalaman pertama kita ber—

"Tidak jalan di sebelahku?" Suaramu mengagetkanku. Aku menengadah dan menemukan kedua matamu berkilat bingung.

Kerjap, satu kali, dua kali. "Bukannya kau tidak suka kalau kita berdekatan di muka u—"

"Aku tidak mau kau kebasahan, bodoh."

—dan ia menarikku merapat dalam satu rangkulan.


.

.

Aku suka hujan,

sama besarnya dengan sukaku berada di bawah payung bersamamu.


.

.

sama seperti rasa sukaku padamu, di bawah kubah payung ini.

.

.

~ f i n


.

.

Author's Bacot Area

Done in 15 minutes, dalam keadaan setengah sadar dan baru selesai donlot high kick season 3 episode 91 wkakaak XD maap kalo ceritanya abal dan pasaran, ohohoho.

Btw, ada yang punya WeChat gak? Lagi musim tuh kan ya, saya baru berhasil regis setelah 10x ngirim kode verifikasi -_-)—o)nomerhape) Kalo ada yang punya, monggo silakan di-add WeChat saya, ID-nya mysticahime. LINE juga sama kok ID-nya, mehehe.

Makasih udah baca :")

Review?

Me ke aloha,
mysticahime

18032013