I Love you forever

Rated : M (jaga-jaga hehehee)

Disclaimer : God

Category : Romance/Hurt/Comfort

Main cast : Kris Tao

Pairing : KrisTao, DaeJae, SuLay, YoonYul and BangZelo in this chapter

Story : Zelo96

Warning! yaoi Yuri ooc typoss gaje

A/N: Yoona as Tao's uncle and Lay as Youngjae and Junhong older brother. GOMAWO REVIEWNYA! Mian gak dibales semua. Tao gak AKAN BOLEH mati sendiri, author juga gak rela hehe~

Summary : "Aku melihat jika Kris dan Tao memiliki anak bernama Ren, Minki Wu nama lahirnya" kataku sambil menatap Kris, Kris yang sedang mengelus kepala Tao sempat menatapku horror. "M-Maksudmu Tao bisa hamil?" tanya Kris horror. TaoRis and others!

Back sound

EXO – Black pearl

.

.

.

.

.

Backsong : B1A4 – Tried to walk

Ooo

Yoona POV

Aku menggenggam tangan dingin Tao, kenapa ia masih belum sadar juga setelah tiga hari ini? Dan orang tua Kris langsung datang pagi ini dari Kanada karena mengetahui kecelakaan yang menimpanya dan keadaan Kris yang sempat kritis kalau saja tidak sempat dapat sumbangan donor darah dari Yixing, Bang, Daehyun dan Junhong kalau tidak salah nama mereka. Katanya sih mereka teman Tao tetapi aku tidak yakin, Kasihan sekali anak ini, haruskah aku bilang jika eoma dan appanya sudah meninggal setahun yang lalu? Pada Kris? Atau Tao? Sepertinya tidak keduanya. Akhirnya kedua orang tua Kris memintaku untuk menjaga Kris dan dengan baiknya mereka membayarkan biaya perawatan rumah sakit Kris dan Tao.

"Pasien akan segera diganti cairan infusnya dan pemberian vitamin, sementara itu anda keluar dahulu" perintah sang suster, aku mendongakkan kepalaku lalu menganggukkan kepalaku akhirnya aku keluar dari kamar rawat Tao dan mendudukkan diriku disebuah kursi ruang tunggu.

"Tao.." gumamku pelan, anak malang itu kini sudah melewati masa kritisnya. Jadi itu sebabnya ia belum sadar selama tiga hari ini dan Kris yang sudah sadar sejak kemarin tapi sama sekali belum berbicara apapun. Namun tiba-tiba aku berfikir jika Kris terkena amnesia, karena kudengar kepalanya terbeset benda keras sehingga harus dijahit sekitar 12 jahitan, dan Tao yang hanya mengalami luka ringan karena saat tertabrak Kris juga melindunginya yang memang tengah memeluknya, miris tapi manis. Kurasakan mataku berat, memang sejak kecelakaan Tao aku lebih jarang tidur karena terlalu sibuk mengurusi anak itu walau belum bangun sama sekali dimulai dari bekerja mencari uang untuk membayar biaya perawatan Tao dan Kris sampai akhirnya orang tua Kris membayar semuanya. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada orang tua Kris, tidak sia-sia aku percaya pada namja berambut pirang itu.

Aku melirik jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam namun aku sudah sangat mengantuk. Apa salahnya jika tidur sebentar, kemudian perlahan aku menutup kedua mataku.

"Bibi.. Bibi!" aku membuka mataku dan kulihat seorang yeoja manis berambut pirang dengan gaya kuncir ekor kuda yang sama sekali tidak aku kenal menarik-narik tanganku. Aku mengedarkan pandanganku melihat isi rumah sakit, kenapa ada sedikit yang berbeda? Jika dilihat-lihat dari mata, bibir dan wajahnya dia sangat familiar.

"Kamu cantik sekali, dimana ummamu?" tanyaku, ia menatapku bingung.

"Umurku sudah 12 tahun, aku namja dan dia appaku. Umma sedang sakit. Minki Wu imnida" aku mengikuti arah telunjuknya, kulihat seorang namja tinggi membelakangiku. Aku menggenggam tangan anak itu dan berjalan menghampiri appanya.

"Ren-ah? Siapa dia" tanya namja tersebut, suaranya amat familiar tetapi dia menggunakan kacamata hitam. Ia mengenakan sebuah kaos dilapisi jas biru gelap dan celana jeans panjang, kini ia berdiri dihadapanku.

"Mianhae hanya kalian—" perkataanku sempat terputus saat aku terpaku melihat appa dari namja manis bernama Ren tadi membuka kacamatanya, b-bukankah dia Kris dan rambutnya berubah menjadi warna hitam.

Kris menatapku terkejut "B-Bibi?" suaranya terdengar ketakutan didalamnya, memang ada apa denganku?

"Ne, waeyo Kris?" tanyaku bingung, kulihat ia menunduk dan sedikit menahan tangis? Sebenarnya ada apa ini?

"Bibi? Dia bibinya appa?" tanya Ren polos, namun Kris menyeka air matanya dan menggunakan kacamata hitamnya.

Kris tersenyum padaku juga Ren "Dia bibi dari ummamu" lalu aku menyuruh mereka untuk duduk. Aku terdiam sejenak menatap isi rumah sakit ini, mengapa berbeda? Dan kulihat dua orang namja lagi menghampiriku, sepertinya aku mengenal mereka sebelumnya tapi kenapa aku lupa?

"Bagaimana keadaan Tao-hyung? Apa keduanya baik-baik saja" tanya seorang namja/yeoja manis ? Berambut biru yang sepertinya aku pernah lihat sebelumnya, b-bukankah dia yang mendonorkan darahnya pada Tao juga Kris? Dan kulihat ia mengelus pelan perutnya yang agak membuncit, sepertinya dia hamil. Dan kudengar namja manis itu bertanya keduanya? Tao dan siapa? Bukannya hanya Tao yang sakit?

"Sudah membaik walau kandungannya lemah" jawab Kris, aku melongo mendengar perkataannya barusan. Kandungan? I-Itu berarti?

"Yey, nae dongsaeng selamat" kata Ren sambil melemparkan tersenyum pada Kris, Kris mengelus kepalanya anaknya itu pelan. Namja tampan yang merangkul seorang namja/yeoja manis itu menatapku bingung.

"Siapa dia, Kris? Dia mirip sekali dengan bibi Tao" kata namja tersebut, aku menatapnya bingung. Jika dilihat-lihat dia mirip dengan Bang dan J-Junhong?! Lalu tak lama datanglah tiga orang dibelakang mereka, Yixing dengan dua orang namja tampan yang berdiri diantaranya.

"Benarkah kau itu bibi Tao?!" kaget Yixing, kini ia mulai terisak.

"Umma, kenapa menangis? Appa, dia siapa?" tanya namja tampan yang lebih tinggi pada namja tampan disebelahnya. Jika kulihat-lihat bukankah ia dokter? Dilihat dari pakaiannya sih dia dokter dan appa dari anak itu? J-jadi Yixing istrinya?

"Dia bibi ummanya Ren, Sehun-ah" kata sang appa, aku tidak tahu namanya.

"Sehun? Dia siapamu?" tanyaku pada sang dokter itu.

"Dia anakku dan istriku Yixing" jawabnya, aku terdiam sejenak.

"Ya, dia bibi Tao" jawab Kris pelan, Junhong, Yixing dan Bang tiba-tiba berangsur memelukku, k-kenapa?

"S-syukurlah" gumam Junhong sambil sedikit terisak, aku mengerutkan keningku melihatnya.

"M-Maafkan aku membuatmu meninggal hanya karena kau menyelamatkan aku.." isak Junhong, aku semakin tidak mengerti mendengar ucapan mereka. Dan Tao, apakah ia berfikir jika aku sudah meninggal juga?

"K-Kalian Junhong dan Bang?" tanyaku kaget, mereka menganggukkan kepala pelan. "Dan kau hamil?" Junhong menganggukkan kepalanya malu-malu.

"Dia hamil anak pertama kita" jawab Bang. Aku beralih menatap lantai rumah sakit, sebenarnya aku ada dimana jika dipikir-pikir lagi?

"Kalau Daehyun dan pacarnya itu?" tanyaku tiba-tiba, ngomong-ngomong dimana mereka berdua?

"Maksud bibi, istrinya Daehyun? Mereka sudah memiliki dua anak dan sekarang Youngjae tengah mengandung anak ketiga, Daehyun memang sangat ganas hahaha" tawa Bang diikuti sang istri.

"Kris, bisakah aku menemui Tao?" tanyaku, kurasakan tangan mungil Ren menggenggam tanganku.

"Sebentar lagi, kita bisa menjenguknya" jawab Kris, Bang dan Junhong melepaskan pelukannya lalu mendudukkan diri mereka dikursi tunggu. Aku ikut duduk disamping mereka dan kudengar Kris mengatakan sesuatu.

"Jika Yuri noona dan Luhan melihatmu, pasti mereka sangat bahagia" kata Kris, aku mengerutkan keningku. Siapa Yuri?

"Siapa Yuri dan Luhan?" tanyaku bingung.

"Yuri suamimu dan Luhan itu anakmu" kata Kris, aku malah semakin melongo mendengar perkataan Kris.

"Pasien bisa dijenguk sekarang dan—" perkataan sang suster sempat terhenti saat ia melihatku, aku menatapnya bingung. Bukankah ia suster yang menyuruhku keluar tadi?

"Y-Yoona-ah?!" kagetnya lalu berangsur memelukku "M-Mianhae.." gumamnya, aku semakin tidak mengerti. Dimulai dari anak Kris dan Tao bernama Ren kemudian bertemu Bang dan Junhong, yang sedang mengandung anak pertama mereka lalu katanya aku sudah memiliki suami bernama Yuri dan suster ini malah meminta maaf padaku, sebenarnya ada apa ini? "Seharusnya aku tidak perlu menikahi Jessica dan Luhan sangat sedih semenjak kau meninggalkan kita" katanya lagi pelan, lalu mendekatkan dirinya padaku dan ia mencium bibirku kemudian melumatnya pelan. Heh? Ada apa dengan suster ini, jangan-jangan dia Yuri?

"A-Aku tidak mengerti dan aku hanya ingin melihat Tao" kataku sambil melepaskan pelukannya. Lalu saat aku memasuki kamar rawat Tao. Aku terkejut melihat selang di hidungnya, alat infus, alat bantu pernafasan dan yang tidak bisa aku deskripsikan karena amat menyeramkan juga ku tidak tahu apa namanya, sebenarnya dia kenapa? Aku berangsung memeluknya, tubuhnya sangat wangi dan ia menatapku terkejut.

"B-Bibi… s-sejak kapan kau hidup lagi?" tanyanya gemetar, dia perlahan mendorongku namun aku mengeratkan pelukanku. "K-kau sudah meninggal setahun lalu!"

"B-Bibi memang masih hidup" bisikku pelan, kulihat Tao mulai menangis "Selamat untuk anak keduamu.." kulihat Tao menunduk, tidak berani menatapku.

"K-KRIS GE!" teriaknya kemudian kini ia mulai terisak "H-Hiks.. Kris ge…" panggilnya lagi, kurasakan seseorang menarikku mundur.

"Tao baby, kau kenapa?" Kris memeluk Tao erat dari samping, apa dia menganggapku hantu? Seseorang menyentuh tanganku.

"Kau membuat umma menangis" kata Ren, menatapku tidak suka. Aku berjalan mundur, kulihat Tao malah semakin ketakutan melihatku.

"Yoona-ah" panggil suster tersebut, namun aku sama sekali tidak berani menatapnya. Ada apa sebenarnya ini, aku memegang kepalaku yang sedikit sakit karena bingung dengan situasi ini.\

Ooo

BRUK

"Kya—!" jeritku, kurasakan bokongku menyentuh lantai yang dingin. Aku jatuh.

"Kau tidak apa-apa?" tanya seseorang dan kulihat suster tadi berdiri dihadapanku. Kuedarkan pandanganku melihat sekitar, ternyata aku tertidur dan bermimpi buruk. "Kini kau bisa menjenguk keponakanmu" katanya lagi lalu aku berjalan memasuki kamar rawat Tao dan ia tertidur.

"Ia tertidur" kataku kesal "Kukira ia bangun" aku mendudukkan diriku disamping Tao yang tengah tertidur di ranjangnya. Wajahnya semakin putih saja.

"Yoona-ah" panggil suster tersebut, aku beralih menatapnya yang sedang membelakangiku.

"Ne, waeyo?" tanyaku bingung, ia berbalik dan malah menatapku intens.

"Aniya" jawabnya, tiba-tiba dengan hebohnya lima orang namja masuk ke kamar ini.

"ANNYEEOOONGG!" Teriak mereka, m-mereka 'kan yang menyumbangkan darahnya pada Tao dan Kris.

"Bagaimana keadaan Tao hyung?" tanya seorang namja manis bernama Junhong, ya Junhong rambut namja itu kudengar sempat di gunting oleh Tao. Dan rambut namja itu menjadi merah muda seperti bubble gum, lucu sekali. T-tunggu?! Jika kuingat dalam mimpiku, ia sedang hamil anak pertamanya dan Bang. Kulihat Bang yang sedang berbincang-bincang dengan namja bernama Youngjae jika tidak salah.

"Bukankah teman Tao hanya Kris?" tanyaku pelan, mereka berlima tersenyum padaku.

"Kita teman Tao juga…" jawab Daehyun dan Junhong bersamaan.

"Tetapi Tao tidak pernah menceritakan kalian padaku, hanya Kris saja yang dibicarakannya" kataku, seketika mereka diam. "Hahaha mungkin ia hanya membicarakan namjachigunya yang tampan saja" kataku sambil tertawa pelan, akhirnya mereka semua ikut tertawa. Dan tiba-tiba Kris masuk bersama seorang dokter membantunya berjalan, masuk dan segera kuhampiri untuk membantunya jalan.

"Kris?" panggilku, ia beralih menatapku.

"Iya Bibi? Ada apa?" tanyanya, kukira ia akan amnesia. Aku sudah ketakutan setengah mati jika ia nanti malah akan melupakan Tao, itu tidak boleh terjadi. Dia mendudukkan dirinya disamping Tao yang tengah tertidur, kebetulan sekali kepala Tao kini kearah kiri dan langsung berhadapan dengan wajah Kris, Kris malah sibuk mengelus kepala Tao.

"Jadi dia yang membuatmu bimbang kemarin, huh? Tak kusangka kalian sangat manis" kata sang dokter, namun kulihat Yixing menyikut sang dokter itu.

"Suho-ah" kesal Yixing, Suho? Jangan-jangan apa mimpiku tadi itu pertanda.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya sang suster, aku tertawa pelan.

"Aku melihat jika Kris dan Tao memiliki anak bernama Ren, Minki Wu nama lahirnya" kataku sambil menatap Kris, Kris yang sedang mengelus kepala Tao tiba-tiba menatapku horror.

"M-Maksudmu Tao bisa hamil?" tanya Kris horror. Aku menganggukkan kepalaku polos. "Kalau begitu jika sudah sembuh, aku akan memperkosanya" celetuknya sambil menatap Tao.

Aku menatap Kris garang "Kau mau apakan keponakanku" geramku, Kris malah tertawa ketakutan. "Dan kalian pasangan yang manis, kulihat saat itu Junhong sedang mengandung anak pertamamu, Bang" kulihat wajah Junhong memerah dan Bang menatapku kaget.

"B-Bibi ngomong apa sih?" kesal Bang, kulihat semburat merah di wajahnya, Yixing dan Suho malah tertawa geli.

"Suho dan Yixing, kalian memiliki anak laki-laki bernama Sehun" kataku, Suho menatap Yixing bingung. Namun Yixing malah menjauhkan dirinya dari Suho, mereka semua malah semakin terbahak-bahak termasuk Kris yang sempat speechless.

"Daehyun-ah, kau memiliki 2 anak dan Youngjae tengah mengandung anak ketigamu. Perutnya membesar namun wajahnya malah terlihat semakin imut dan cantik" kataku, Youngjae malah berlari kearahku dan bersembunyi dibelakang tubuhku.

"A-Aku tidak mau menjadi pacarnya, apa lagi menikah dengannya dan menjadi istrinya!" katanya sedikit malu.

"Tidak usah malu-malu Youngjae-ah, kemarilah" katanya berjalan kearahku dan kurasakan Youngjae mencengkram bajuku.

BUGH

Aku memukul kepala Daehyun pelan namun kulihat ia malah kesakitan, Youngjae tertawa melihatnya. "Yang aku bingung, aku memiliki suami bernama Yuri" kulihat suster tersebut menatapku kaget, Suho juga tak kalah kaget. "Hahaha mungkin hanya mimpi aneh"

"Apa kau peramal, huh? Hahahaha" tawa Yixing pelan, ia sangat cantik dan anggun.

"Atau gambaran?" tanya Suho, kulihat ia sedang berfikir.

"Kalau boleh memberitahu… aku berbohong pada Tao jika orang tuanya sibuk, sebenarnya mereka sudah meninggal setahun yang lalu" kataku, kulihat Kris dan yang lainnya menatapku kaget.

"Bibi, apa kau ingin membuat Tao semakin sedih? Apa maksudmu dengan tidak memberi tahu Tao?" tanya Kris skartis, aku tahu ia tidak menerima ini.

"Jadi, kau berpura-pura bilang pada Tao jika orang tuanya masih hidup. Apakah bibi pernah berpura-pura jika Tao mendapat uang, salam atau semacamnya dari orang tuanya yang ternyata sudah meninggal?" tanya Youngjae yang dianggukki oleh Bang, Yixing dan Suho. Namja ini pintar sekali.

"N-Ne" jawabku takut "Aku hanya ingin membuatnya senang"

"Tapi malah sebaliknya" komentar Daehyun, aku menundukkan kepalaku. Ya, semua ini salahku.

"Bibi.." kudengar suara lembut Tao menyadarkanku, aku berjalan menghampirnya namun aku menghentikan langkahku ketika mengingat mimpi itu lagi.

"Ada apa bibi?" tanya Junhong pelan. "Tao hyung sudah sadar"

"Aku mengingat mimpi itu lagi…" kataku pelan, menunduk menatap lantai. Mereka semua menatapku bingung.

"Memang bagaimana lagi?" tanya Youngjae.

"Meninggalkan kalian semua selamanya, suamiku menikah lagi dan anakku yang bernama Luhan sedih karena aku sudah meninggal" isakku, aku menangis dihadapan mereka. Sang suster berangsur memelukku, aku tidak bisa terbayang jika aku harus meninggalkan Tao selamanya. Padahal aku sudah berjanji pada oppaku, Yunho dan istrinya Jaejoong untuk menjaga Tao sampai ia memiliki anak namun kenyataannya aku malah meninggalkan selamanya seperti apa yang mereka berdua lakukan pada Tao.

Dunia kejam dan tidak adil

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N: Sebelum Yunho dan Jaejoong meninggal memang mereka sering ninggalin Tao sendiri untuk pekerjaan mereka sama hyungnya Tao. Yang notabene ortunya malah gitu, author sampe hampir nangis ngetiknya*plak* untung saja Yoona mau nemenin, nanti diceritakan flashbacknya sampai Yunho dan Jaejoong diberitakan meninggal, hyungnya Tao juga. Pada tau siapa hyungnya Tao di cerita ini? Author juga gatau*plak* maksudnya pada mau tau? Chap selanjutnya flashback semua mambroh, jan lupa review need kritik saran dan komentar juga '-')/ gomawo chigudeul#kissu readers satu2#ditendang#

Bang = Nama marga Yongguk, berarti Bang itu Yongguk.

Yixing = Nama lahir Lay