My Star © Blue NaNadia

Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing: NaruHina

Genre: Romance

Warning: diusahakan tidak terlalu OOC, Typo(s), Aneh, dwwl (Dan Warning-Warning lainnya)

Summary: Naruto selalu mengamati bintang setiap malam. Tapi hari itu, dia menemukan bintang di sore hari. Bintang yang amat indah. Naruto pun lama-kelamaan semakin jatuh cinta pada bintang itu.

.

.

~ My Star ~

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ!

.

.

Happy Reading!

.

.

Malam itu, seperti biasa, Naruto naik ke atap rumah untuk melihat bintang-bintang. Langit terlihat sangat indah. Langit malam yang gelap itu dihiasi oleh bintang-bintang yang bersinar terang. Menurut Naruto, hari ini agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena dia tak di temani gitar kesayangannya. Malam ini dia sendirian.

Naruto yang sedang memandangi langit, tiba-tiba saja menghentikan kegiatannya karena dia mendengar suara seseorang yang sedang menyanyi. Suaranya begitu indah. Naruto memejamkan matanya, membiarkan angin malam hari menerpa wajahnya.

Lama kelamaan suara itu memelan, hingga akhirnya hilang entah kemana. Kini yang Naruto dengar hanyalah hembusan angin yang membuat daun dan rumput bergesekan, menimbulkan suara yang khas. Suara binatang malam terdengar bersahut-sahutan. Naruto menoleh ke kanan ke kiri, tapi dia tak menemukan seseorang pun.

Dia yakin suara tadi bukanlah suara adiknya –Naruko- , melainkan suara orang lain. Naruto kembali memperhatikan langit. Dia dapat melihat dengan jelas bulan di atas sana. Meski belum purnama, menurut Naruto bulan apapun selalu indah. Bulan mati sekali pun.

Ada sebuah mimpi yang selalu di impikan oleh Naruto, yaitu, di saat bulan purnama, Naruto akan mengajak seseorang, lalu mengajaknya bernyanyi bersama di atap rumahnya. Impiannya memang aneh, dan sampai sekarang pun tidak ada orang yang mau ia ajak melihat bintang bersamanya.

Sayup-sayup Naruto mendengar suara Naruko memanggilnya. Tak terasa sudah pukul 11 malam. Naruto pun masuk kedalam rumahnya.

Sebelum tidur, Naruto menyempatkan diri untuk memandangi langit malam lewat jendela kamarnya. Dan beruntung sekali, Naruto melihat bintang jatuh. Meskipun Naruto selalu memandangi langit malam, dia tak pernah melihat bintang jatuh. Naruto pun cepat-cepat membuat permohonan.

"Kumohon, pertemukan aku dengan bintangku, bintang yang paling indah." Itulah harapan Naruto. Dia segera menutup jendela kamarnya, lalu tidur.

.

.

.

Hari ini, berbeda dari biasanya, Naruto bangun jauh lebih pagi daripada Naruko. Padahal biasanya Naruko-lah yang membangunkan Naruto, tapi hari ini malah sebaliknya. Naruko jadi terheran-heran. "Nii-san, kau baik-baik saja kan?" Tanya Naruko. Saat ini mereka sedang sarapan.

"Ah, aku tidak apa-apa, memangnya ada apa?" Balas Naruto. Dia mengunyah makanannya lambat-lambat. Naruto menatap heran pada adiknya itu.

"Ah, hanya ingin bertanya saja." Jawab Naruko cepat.

"Aku sudah selesai sarapan. Aku berangkat dulu." Ucap Naruto tiba-tiba. Dia segera membawa hardcase yang berisi gitar kesayangannya lalu pergi.

"Hati-hati, Nii-san." Kata Naruko sambil melambaikan tangannya.

"Ya." Balas Naruto yang sedang memakai sepatu. Kemudian dia segera keluar dari rumah, sambil menuntun sepedanya.

Pagi hari yang indah untuk bermain gitar, pikir Naruto yang sesekali melihat ke langit biru. Naruto mengayuh pedal sepedanya pelan-pelan sambil menikmati udara pagi yang menyegarkan. Ingin rasanya Naruto segera sampai di tempat tujuannya, yaitu tempat latihan band-nya.

Naruto adalah anggota salah satu indie band yang ada di Konoha. Nama band nya adalah Blue Star. Anggotanya adalah, Naruto sebagai vokalis, gitaris utama, dan rapper. Lalu ada, Sasuke sebagai leader, vokalis utama dan gitaris, Kiba sebagai drummer, dan Gaara sebagai bassist.

Hubungan mereka sangatlah erat, layaknya saudara. Sasuke sebagai yang tertua selalu mengatur member yang lainnya agar mau latihan dan bersikap akur satu sama lain. Tapi tak jarang pula mereka bertengkar karena hal-hal sepele. Dan itulah saat dimana leader sangat dibutuhkan. Yang paling sering bertengkar di band ini adalah Kiba dan Naruto. Sedangkan Sasuke dan Gaara adalah member yang paling akur pada sesama. Mereka juga lah yang selalu menengahi perdebatan diantara Kiba dan Naruto.

Akhirnya Naruto sampai di tempat latihan band-nya. Tempat itu bisa di bilang sebagai dorm Blue Star. Dorm Blue Star sebenarnya adalah sebuah apartemen yang mereka sewa untuk dijadikan tempat latihan. Setiap harinya member Blue Star berkumpul di sana. Mereka akan berlatih selama beberapa jam, lalu mereka akan pergi berkeliling Konoha, untuk bekerja, sebagai penyanyi jalanan. Mereka juga pergi ke restoran-restoran dan beberapa cafe.

Setelah memarkir sepedanya, Naruto bergegas masuk ke dalam dorm. Ketika Naruto sudah di dalam, member-member lain ternyata sudah berkumpul.

"Ohayou, Naruto!" Sapa Kiba riang.

"Ohayou!" Balas Naruto tak kalah riang, sedangkan Sasuke dan Gaara hanya diam.

Naruto segera meletakkan hardcase gitarnya di meja yang biasa ia gunakan.

"Ah, iya, tak biasanya kalian datang pagi-pagi." Ucap Naruto tiba-tiba.

Sasuke menjawab, "Memangnya kami tidak boleh datang pagi?"

"Tentu saja boleh! Tapi apa penyebab kalian datang pagi? Biasanya kan kalian datang siang."

"Hanya ingin datang pagi saja." Jawab Kiba enteng. Naruto hanya mencibir saja mendengar jawaban bandmate-nya itu.

Mereka berempat pun memutuskan untuk segera latihan. Dan di mulailah latihan hari itu.

.

.

.

Naruto mengayuh sepedanya perlahan-lahan. Sesekali dia memperhatikan langit yang kini berubah warna menjadi jingga. Hari sudah sore, tapi Naruto malah ingin pergi ke toko buku sebelum pulang ke rumah.

Naruto segera memparkirkan sepedanya tak jauh dari toko buku itu. Dia tak pernah ke toko buku itu sebelumnya, entah kenapa hari ini dia ingin sekali pergi kesana. Setiap hari dia melewati toko buku itu, dia hanya memandanginya saja, tanpa mampir sekali pun. Toko buku itu kelihatan sudah tua. Toko buku itu juga tidak terlalu besar. Pembeli yang datang pun hanya sedikit. Bahkan Naruto lihat tidak ada pengunjung sama sekali saat itu.

Naruto membuka pintu toko buku itu pelan-pelan, membuat bel kecil di atas pintu berbunyi nyaring.

"Selamat datang." Terdengar suara seorang gadis yang sepertinya pernah ia dengar. Naruto dapat melihat sesosok gadis berambut indigo panjang yang sedang menata buku di rak. Sayangnya dia sedang memunggungi Naruto, membuat Naruto kesulitan melihat wajah gadis berambut indigo itu. Padahal Naruto ingin sekali melihat wajah gadis itu, tapi ia rasa itu tidak mungkin, melihat gadis itu sedang sibuk menata buku. Jadi Naruto segera pergi mencari buku yang ingin ia beli.

Lama Naruto mencari, buku itu belum juga ia temukan. Terbesit sebuah ide, yaitu menanyakannya pada gadis berambut indigo tadi. "M-Maaf menganggu-" Belum selesai berbicara, ucapan Naruto terputus ketika gadis itu menoleh.

"Ya?" Tanya gadis itu sambil menunjukkan senyuman hangat. Naruto berhenti berkedip selama beberapa saat. Naruto sedang terpesona. Gadis yang ada di hadapannya begitu cantik. Senyumannya membuat hati Naruto menghangat. Jantungnya berdegup kencang saat itu. Naruto dengan cepat mengusir kegugupannya.

"A-Ano, aku mau bertanya, apa disini ada buku berjudul Melody of Love?" Tanya Naruto.

"Melody of Love ya? Sepertinya aku pernah lihat. Tunggu sebentar ya, biar aku carikan dulu." Kata gadis itu ramah. Tak lupa senyuman manis tersungging di bibirnya.

Gadis berambut indigo itu mulai menyusuri tiap rak-rak buku. Mencoba mencari buku yang di cari Naruto. Tangannya meraba buku-buku itu, hingga akhirnya tangan itu berhenti bergerak. "Ini dia, akhirnya ketemu juga." Kata gadis itu. Dia menyerahkan buku itu pada Naruto. Naruto pun memperhatikan buku itu dengan seksama, memang benar, buku itu adalah buku yang selama ini ia cari.

"Terimakasih banyak, akhirnya aku bisa mendapat buku ini." Kata Naruto dengan nada yang terdengar lebih riang dari sebelumnya.

"Iya, sama-sama." Balas gadis itu.

"Jadi berapa harganya?" Tanya Naruto.

"Karena kau pembeli terakhirku, maka aku beri diskon 10%, jadi kau hanya bayar *** yen saja." Jawab gadis itu.

"Ah, ini uangnya. Terimakasih, senang bisa di beri diskon."

"Sama-sama, lain kali datang lagi ya." Gadis itu membungkuk.

Naruto berjalan keluar dari toko buku itu. Kini ia tak bisa menyembunyikan senyumannya lagi. Saat hendak pergi, dia jadi teringat sesuatu. Naruto kembali lagi ke toko buku itu.

"Ah~ Kau kembali lagi, ada apa? Apa tadi aku lupa memberimu uang kembalian?" Tanya gadis itu keheranan.

"Ano, tadi kau bilang aku adalah pembeli terakhirmu, berarti toko mu akan kau tutup kan?"

"I-Iya."

"Kalau begitu izinkan aku membantumu ya?" Tawar Naruto.

"M-Membantuku?" Kata gadis itu. Dari raut wajahnya, kelihatan sekali kalau dia sedang bingung.

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N:

Konnichiwa minna, namaku Blue NaNadia. Aku adalah Author baru di FFN.

FF ini adalah FF pertama yang aku publish, jadi mohon di review ya!

Kalau banyak yang review, FF ini akan di teruskan, tapi kalau tidak ada yang review, terpaksa aku hentikan saja.

Jadi...

.

.

.

REVIEW PLEASE

.

.

.