Tittle: Shima no Neko / Neko Island / Cat's Island / Pulau Kucing.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

YunJae

SiBum

HanChul

YooSu

Chap: 1

Genre: Fantasy, Drama, Romance.

Rated: T.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: Siwon, Hangeng, Yoochun & Jaejoong terdampar di sebuah pulau bernama Neko Island. Mereka di sana bertemu dengan manusia kucing, akankah keempatnya jatuh hati dengan para neco? Dan bisakah mereka kembali ke dunia mereka dengan selamat?

_o0o_

Belum juga hilang rasa takut yang terus menghantui saat badai besar tiba-tiba datang dan menghempas kapalmu masuk ke tiga pusaran besar yang terkenal bernama segitiga bermuda itu kini di dalam otakmu berputar berbagai macam pertanyaan yang tak juga terjawabkan itulah yang Hangeng, Yoochun, Siwon dan Jaejoong rasakan. Ketakutan akan kematian memang sudah mereka lalui dengan selamat karena sampai detik ini keempatnya masih bisa bernafas dan anggota tubuh mereka pun masih lengkap tak kurang satu pun.

Setelah badai besar yang mereka rasakan keempatnya terbangun di malam hari dan mendapatkan kapal mereka yang rusak serta tubuh keempatnya yang terdampar di sebuah pulau antah berantah terlebih tak lama setelahnya banyak orang-orang aneh yang memiliki ekor dan telinga seperti kucing menyerang dan menangkap mereka. Mereka berempat pun digiring masuk ke dalam sebuah perkampungan yang di huni lebih banyak lagi orang-orang aneh tadi yang semuanya laki-laki walau banyak di antara mereka yang berwajah cantik.

Dan sekarang sudah semalam terlewati sejak mereka tertangkap dan menjadi sandera, keempat namja tadi di kurung di dalam sebuah tempat seperti sangkar berukuran tak lebih dari dua meter. Mereka terkurung di tempat yang terpisah dengan jarak sekitar sepuluh meter. Dan kalau di lihat-lihat di sekitar mereka lebih terkesan seperti tempat persembahan karena di tengah-tengah keempat kurungan yang mereka huni terdapat altar persembahan dan tak jauh dari sana terlihat juga singasana raja.

"Jae! Jae! Jaejoong!" Suara teriakkan yang terdengar cukup keras tadi membuat namja cantik bernama Kim Jaejoong ini terbangun dari tidur lelahnya. Dengan malas ia mengeliatkan tubuh pegalnya, ia sedikit kesal karena tidurnya terganggu tapi saat sadar ia tak sedang tidur di kamarnya yang mewah Jaejoong pun langsung terbangun dan memandang takut kesekelilingnya.

"Aku dimana?" Tanya Jaejoong ketakutan, ia langsung menarik tubuhnya hingga ke sudut kurungan dan duduk memeluk kedua lututnya.

"Jae!" Sebuah teriakan memanggil namanya Jaejoong dengar lagi, teriakan yang berasal dari salah satu sahabat hyung-nya, Park Yoochun, yang juga sudah ia anggap seperti hyung sendiri.

"Yoochun Hyung!" Seru Jaejoong saat ia mendapati Yoochun di dalam kurungan lainnya, ia langsung berlari ke sisi lain kurungan agar bisa lebih dekat dengan Yoochun.

"Akhirnya kau bangun juga, aku sudah mencoba membangunkanmu sejak tadi." Terlihat sedikit kelegaan dari nada bicara Yoochun mungkin karena sejak tadi dia takut terjadi sesuatu dengan Jaejoong atau kedua sahabatnya hingga meninggalkan ia seorang diri yang masih bernyawa di sana.

"Hyung kita ada dimana sekarang?" Tanya Jaejoong dengan wajah ketakutannya yang sangat terlihat.

"Entahlah aku juga tak tahu, tapi yang pasti kita sedang berada di sebuah pulau dengan penghuni para siluman kucing." Jawab Yoochun sebatas apa yang ia tahun dan tampaknya jawaban Yoochun tadi malah membuat Jaejoong semakin ketakutan saja.

"Siluman kucing?" Tanya Jaejoong memastikan.

"Ne, lihatlah itu kalau kau tak percaya." Balas Yoochun sambil menunjuk salah satu manusia kucing yang saat itu lewat tak jauh dari tempat kurungan mereka berada. Jaejoong tampak bergetar ketakutan melihat manusia kucing tadi bahkan ia seperti yang ingin menangis saking takutnya.

"Omo... hyung aku takut." Rengek Jaejoong.

"Tenanlah, mereka tak akan menyakitimu kalau kau tak melawan mereka." Balas Yoochun tak yakin, tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa membiarkan Jaejoong di bayang-bayangi ketakutan dan menangis di depannya tanpa ia bisa membantu atau sekedar memeluknya agar ia tanang.

"Hyung sebenarnya kita ada dimana?" Tanya Jaejoong yang akhirnya benar-benar manangis ketakutan.

"Sudah hyung katakan hyung tak tahu, Jae. Mungkin ini seperti Lost Island seperti yang di film-film." Balas Yoochun bingung. Sebenarnya ia tak tega melihat Jaejoong yang sudah seperti adiknya sendiri menangis begitu.

"Tapi di sini menakutkan hyung. Siwon hyung! Dimana Siwon hyung dan Hangeng hyung?" Tanya Jaejoong lagi saat ia teringat hyung tercintanya. Terliat Jaejoong begitu panik saat tak mendapati Siwon di dekatnya, ia sudah terbiasa berada di dekat Siwon selama ini. Sejak perceraian kedua orang tua mereka Jaejoong memang jadi lebih dekat dengan Siwon dan mempercayai hyung-nya tadi dari pada kedua orang tuanya.

"Tenanglah mereka ada di seberang altar sana, sepertinya mereka juga masih tidur dan belum bangun. Aku sudah mencoba memanggil mereka sejak tadi tapi tak ada balasan juga." Jelas Yoochun. Memang sedikit susah melihat posisi Siwon dan Hangeng yang berjauhan dari tempat mereka karena terhalangi altar tinggi dan pepohonan rindang di sekitar mereka.

"Siwon hyung tak mati dan meninggalkanku sendiriankan?" Tanya Jaejoong takut di tengah isakannya.

"Bodoh! Dia tak mungkin mati, kau tenanglah." Balas Yochun tapi Jaejoong masih terlihat mengkhawatirkan keadaan hyung-nya tadi.

"Andwae! SIWON HYUNG! SIWON HYUNG!" Teriak Jaejoong mencoba memanggil sang hyung dengan histeris, mungkin ia terlalu takut bila kehilangan hyung-nya tadi jadi Jaejoong terlihat histeris.

"Shut... Jae diamlah, kau bisa membuat mereka marah nanti." Seru Yoochun mencoba membuat Jaejoong tenang tapi tampaknya itu percuma saja karena Jaejoong malah terlihat semakin histeris saat tak juga ada balasan jawaban dari Siwon atau pun Hangeng.

"SIWON HYUNG! SIWON HYUNG!" Teriak Jaejoong lagi.

"Jae jangan berteriak, kau membuat masalah saja. Aish..." Yoochun tampak sedikit kesal saat Jaejoong tak juga mau mendengarkan perkataannya.

"Hiks... Hiks... Siwon hyung! Hyung aku takut." Ucap Jaejoong di tengah isakannya.

BBRRRAAAAKKKK...

Jaejoong terlonjak kaget saat dengan tiba-tiba seorang namja berwajah tampan memukul dinding kurungannya dengan pedang panjang yang di pegangnya. Jaejoong yang ketakutan pun langsung menarik tubuhnya menjauhi namja tadi apa lagi saat sang namja menatapnya dengan wajah dingin yang mengerikan tapi jujur saja Jaejoong akui kalau wajah namja tadi tetap terkesan tampan.

"Sekali lagi kau membuat keributan jangan salah kan aku kalau pedangku ini mengores kulit mulusmu itu." Seru namja tadi dingin membuat Jaejoong semakin takut, Jaejoong masih terisak sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan takut-takut namja di depannya akan marah karena terganggu dengan suara tangisannya tadi. Yoochun terlihat membeku di tempat saat melihat kondisi Jaejoong saat ini, ia ingin menolong tapi apa yang bisa ia lakukan dalam kurungan seperti sekarang? Tak lama namja tadi pun pergi meninggalkan Jaejoong yang masih ketakutan.

_o0o_

Namja cantik ini sudah sejak setengah jam yang lalu memandangi wajah tampan namja yang tengah tertidur di dalam kurungan di depannya kini. Namja bernama Kibum ini sepertinya suka pada namja yang di pandanginya yang tak lain adalah Siwon, bisa di katakan Kibum jatuh cinta pada pandangan pertama pada Siwon. Semalam Yunho sang kakak pulang dengan membawa empat orang sandera. Yang Kibum tahu keempat sandera tadi merupakan jenis manusia berbeda dari klannya, mereka tak punya telinga dan ekor seperti Kibum tapi entah kenapa dada Kibum berdebar-debar dan ia merasa malu saat menatap Siwon.

"... SIWON HYUNG! SIWON HYUNG!" Terdengar sebuah suara teriakan yang berasal dari Jaejoong tapi tampaknya Kibum tak memperdulikannya. Ia masih setia menatap wajah tertidur Siwon yang menurutnya sangat lucu bahkan terkadang Kibum tersenyum-senyum malu saat menatap wajah Siwon.

"SIWON HYUNG! SIWON HYUNG!" Sekali lagi terdengar teriakan dari Jaejoong dan tampaknya teriakan tadi cukup menganggu Siwon yang tertidur pulas buktinya saja namja tampan tadi mulai mengeliatkan tubuhnya dengan malas.

"Ugh..." Siwon mencoba mengerjap-ngerjapkan matanya yang terasa berat, saat kedua matanya sudah bisa terbuka dengan sempurna pemandangan yang pertama kali di dapatinya tak lain adalah wajah lucu Kibum yang sedang mengerjab-ngerjabkan matanya.

"HUWAAA!" Pekik Siwon kaget mendapati wajah Kibum yang berjarak tak lebih dari setengah meter dari wajahnya walau terhalang kayu yang menjadi penganti besi-besi kurungan. Siwon terlihat bergetar melihat Kibum yang memiliki telinga dan ekor yang bergoyang-goyang lucu mirip kucing.

"Kenapa?" Tanya Kibum polos, ia heran melihat Siwon yang tiba-tiba menjauhinya. Kibum pun langsung berpindah ke sisi lain kurungan sekedar untuk berada lebih dekat dengan Siwon tapi Siwon kembali menjauhinya.

"Jangan mendekat! Menjauh! Pergi!" Seru Siwon takut, Kibum masih saja mendekatinya hingga tanpa sadar ia meraih ranting pohon berukuran lumayan besar lalu melemparnya kearah Kibum.

"Aw! Sakit..." Rengek Kibum dengan nada manja sambil memegang kepalanya yang terkana lemparan Siwon. Melihat Kibum yang kesakitan membuat Siwon kembali mencari ranting pohon lainnya untuk melempar Kibum tapi sayangnya kali ini ranting yang Siwon lempar tertahan oleh sabetan pedang. Siwon terdiam tak kala seorang namja mengarahkan ujung pedangnya pada Siwon seraya menatapnya tajam.

"Yunho." Seru Kibum sambil menarik baju bagian belakang namja yang tadi mengarahkan ujung pedangnya pada Siwon. Yunho langsung menurunkan pedangnya saat melihat tatapan memelas sang adik.

"Ayo pergi, ayah memanggil kita." Yunho langsung menarik tangan Kibum pergi menjauh, Kibum tampak tak rela meninggalkan Siwon. Sesekali ia masih menoleh kebelakang menatap namja tampan yang di taksirnya tadi.

"Siwon, kau tak apa-apa?" Panggil Hangeng yang sudah bangun dari tidurnya akibat keributan yang terjadi. Ia melihat semua yang terjadi pada Siwon tadi tapi ia tak bisa menolong sama sekali, "Siwon!" Seru Hangeng lagi dengan nada suara yang tinggi saat Siwon tak juga bergerak dari posisinya. Tampaknya Siwon terlalu shock dan takut dengan kejadian tiba-tiba tadi.

"Siwon! Kau masih bernyawakan?" Panggil Hangeng lagi, akhirnya Siwon pun menolehkan wajahnya kearah kurungan Hangeng.

"Han, apa yang terjadi disini? Semua tak nyatakan?" Tanya Siwon bergetar.

"Aku tak ingin mengataannya, tapi semua terlihat... Nyata." Balas Hangeng. Wajah Siwon pun langsung pucat seketika.

"Jaejoong. Dimana Jaejoong, Han?" Tanya Siwon panik karena tak mendapati sosok sang adik.

"Aku tak tahu, tapi sepertinya aku mendengar suaranya tadi," Balas Hangeng sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling sampai akhirnya ia menemukan dua kurungan lain yang sedikit tersembunyi, "Di sana ada kurungan lainnya, mungkin mereka disana." Seru Hangeng sambil menunjuk kearah dimana Yoochun dan Jaejoong di kurung.

" JAE! JAE KAU DENGAR HYUNG?! JAE! KAU BAIK-BAIK SAJAKAN?" Teriak Siwon cukup keras.

"H-hyung! SIWON HYUNG!" Terdengar balasan dari Jaejoong.

"KAU TAK APA-APA KAN?" Tanya Siwon yang sedikit lega mendengar suara Jaejoong yang sedikit serak karena habis menangis.

"HYUNG AKU TAKUT." Balas Jaejoong lagi.

"Tenanglah hyung akan mencari cara untuk menolongmu." Seru Siwon, Jaejoong tak membalas lagi dan itu cukup membuat Siwon kalut dan kembali berteriak memanggil sang adik.

_o0o_

"Jangan cemberut begitu nanti wajah cantikmu menghilang." Seru Yunho mengoda Kibum yang sejak meninggalkan tempat Siwon tadi terus memasang wajah cemberutnya dan mempoutkan bibirnya.

"Yunho bodoh!" Seru Kibum jutek.

"Yack! Beraninya kau mengatai saudaramu sendiri bodoh." Balas Yunho tersenyum tipis lalu kembali mengoda Kibum yang berjalan di depannya dengan menusuk-nusukkan ujung sarung pedangnya ke pinggang Kibum. Kibum yang kesal pun menghentikan langkannya, membalikan badan dan menatap Yunho tajam.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh! Yunho Bodoh! Yunho Idiot!" Seru Kibum kesal dan terkesan kekanak-kanakan.

"Ck... Kau menyukai manusia tadi bukan?" Balas Yunho tepat sasaran, Kibum terdiam mempoutkan bibirnya dan memainkan ekornya sendiri, "Kau tak perlu berbohong, kau adikku, dan kita sudah bersama selama bertahun-tahun jadi aku bisa dengan mudah mengetahui semua isi di kepalamu itu." Sambung Yunho, Kibum menundukan kepalanya malu.

"Dia tampan." Seru Kibum pelan tapi masih cukup terdengar oleh Yunho. Kibum memainkan kakinya menyibak-nyibak dedaunan kering di tanah, ia cukup malu mengatakan hal tadi pada sang kakak.

"Aku jauh lebih tampan dari dia." Balas Yunho sombong.

"Yunho jelek." Seru Kibum sambil menjulurkan lidahnya pada Yunho.

"Kau mengatai kakakmu lagi, Kibum." Balas Yunho dengan wajah dan nada suara yang dibuat-buat marah.

"Yunho jelek." Ledek Kibum yang tak takut pada Yunho karena dia tahu Yunho tak akan berani melukainya.

"Aku tampan, Kibum!" Balas Yunho tak terima dikatai sang adik.

"Jelek, kalau kau tampan kenapa kau tak segera punya beta?" Balas Kibum tak mau kalah dan akhirnya terjadilah pertengkaran anak-anak di antara keduanya.

"Karena aku belum ingin memiliki seorang beta dan tak ada beta neco yang bisa membuatku tertarik." Balas Yunho membela diri.

"Yunho tak laku." Balas Kibum lagi.

"Kibum!" Kesal Yunho.

"Yunho jelek tak laku." Seakan-akan tak perduli dengan kekasalan Yunho, Kibum terus saja mengoda kakaknya tadi.

"Kau..." Geram Yunho pada adik bungsunya tadi.

"YUNHO! KIBUM! AWAS!" Terdengar suara teriakan keras yang menghentikan perdebatan Kibum dan Yunho.

BBRRRUUUKKK...

Tak lama setelah teriakan tadi terdengar tiba-tiba dari atas pohon ada sesorang yang terjatuh tepat di atas tubuh Yunho membuat Yunho ikut terjatuh dan menimpa Kibum dan terjadilah aksi saling tindih di antara ketiganya dimana tubuh kecil Kibum berada paling bawah tepat setelah tubuh besar Yunho. Untung saja Yunho sedikit menahan tubuhnya kalau tidak mungkin Kibum akan merasakan kesakitan yang parah.

"Sakit!" Erang ketiganya kesakitan.

"JUNSU!" teriak Kibum dan Yunho kesal pada salah satu saudara mereka yang sifatnya sedikit nakal tadi.

"Eheheh... Maaf aku terpeleset lagi dari atas pohon." Balas Junsu dengan senyuman tanpa dosa di bibirnya. Ia pun segera beranjak dari atas tubuh kedua saudaranya tadi. Yunho membantu Kibum berdiri dan membenarkan bajunya yang berdebu.

"Berhenti bertingkah seperti seorang alfa, Junsu. Kalau kau begini terus kau tak akan bisa dapat mate dengan cepat." Omel Yunho pada Junsu sambil membantu membersihkan rambut Kibum yang tertempeli dedaunan kering.

"Ne, Yunho. Sudah jangan cerewet, kau jadi terlihat seperti Heechul saja." Jawab Junsu santai.

"Yack! Aku sedang menasehatimu. Kau sudah melewatkan 4 kali masa heat tanpa mendapat seorang pendamping." Nasehat Yunho lagi, di tatapnya sang adik tajam membuat Junsu sedikit gerah.

"Bukannya kau juga begitu? Bahkan kau menghabiskan lebih dari 10 kali masa heat tanpa mendapatkan pendamping juga." Balas Junsu tak mau kalah, ia paling benci kalau sudah diajak berbicara soal masalah heat, mate atau apalah namanya itu yang masih sejenis.

"Aku seorang alfa jadi aku jauh lebih bisa menahan hasratku ketimbang kalian para beta." Balas Yunho membela diri.

"Tapi Heechul juga beta dan dia baik-baik saja melewati masa heat tanpa pendamping." Seru Junsu yang tampaknya tak mau kalah.

"Dia berbeda, Heechul itu calon penerus raja jadi sebelum ia menemukan pendamping yang sepadan di setiap masa heat dia akan di berikan ramuan rahasia." Jelas Yunho yang sejujurnya sudah sering Junsu dengar dari Yunho atau kedua orang tuanya.

"Aish... Kau mulai lagi menceramahiku seperti ratu. Sudah aku tak mau bicara soal ini denganmu lagi." Kesal Junsu, ia langsung memungungi Yunho membuat sang kakak ikut kesal juga.

"Junsu kau dari mana?" Tanya Kibum yang sejak tadi di diamkan.

"Air terjun." Balas Junsu sambil merangkul sang adik.

"Kenapa tak mengajakku?" Balas Kibum ngambek, ia pun mempoutkan bibirnya lagi yang langsung mendapat cubitan sayang dari Junsu.

"Bagaimana aku mau mengajakmu kalau kau terus menatap manusia itu selama dia tidur." Jelas Junsu membuat kedua pipi Kibum merona merah.

"Mianhae." Balas Kibum pelan.

"Sudah tak apa, nanti siang setelah makan bersama raja dan ratu kita pergi bersama." Saran Junsu, ia pun mengacak rambut pirang Kibum.

"Asik!" Seru Kibum senang. Kibum memang suka pergi bersama Junsu karena hanya bersama Junsu saja dia bisa pergi keluar dari perkampungan. Yunho, Heechul atau kedua orang tuanya tak pernah mengizinkan Kibum pergi jauh-jauh mengingat di luar sana banyak orang suruhan paman mereka dan ilmu bela diri Kibum masih sangat rendah tak seperti saudaranya yang lain.

"Kalian jangan terus bermain, masa heat akan datang beberapa hari lagi kalian harus menyiapkan diri kalian terutama kau Kibum. Kemungkinan kali ini akan menjadi masa heat pertamamu." Seru Yunho menyela pembicaraan kedua adiknya tadi membuat Junsu dan Kibum memasang wajah kesal mereka yang lucu.

"Junsu, apa yang kau rasakan saat masa heat? Apakah itu menyakitkan?" Tanya Kibum lugu, Junsu tampak berpikir dan mengingat-ingat masa heat terakhir yang di alaminya.

"Hum... Tidak juga, tapi itu cukup menyiksa karena kita tak punya pasangan. Kau akan merasakan tubuhmu sangat panas dan ingin di sentuh. Dan lagi... Lubang sengamamu akan terasa gatal dan mengeluarkan banyak cairan lendir." Bisik Junsu pada Kibum, ia tak mungkin bicara dengan nada besar karena ada Yunho disana, biar bagaimana pun ia pasti merasa malu membicarakan hal seperti itu di depan seorang alfa.

"Sudah bicaranya, kita harus segera pergi sebelum raja dan ratu menunggu terlalu lama." Seru Yunho memotong percakapan kedua adiknya tadi. Yunho pun dengan cepat mendorong pungkun Junsu dan Kibum yang sejak tadi jalan dengan sangat lambat di depannya.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Date: 14 April 2013, 08.46 AM.

Ket:

Masa Heat: itu masa kawinnya para neco, setahun terjadi 2 kali.

Alfa, Beta, Mate: Alfa – Seme, Beta – Uke, Mate – Pasangan.

Bayangin pakaian para neco itu kaya pakaiannya samurai.