Jeng-jeng~ tap tarap tarap~ BANG!

Ohayou! Konichiwa, wa konbanwa minna-san!

Author aneh ini kembali lagi, dari hiatus lama selama UN. WUEHEEHE (lebay) (abaikan) (buang saja)

Aitai desu.. aku bener-bener rindu fandom ini~ dan rindu kaliaaan~

fanfic ini khusus ku buat untuk e-friend ku Lovenaaa~ (dadah dadah ke Lovena) (sok artis)(abaikan)

dan untuk semuanya aja, yang sering review, dan read FF saya, juga untuk para fans couple ini.

Fanfic ini, terinspirasi banyak dari cerita lain, misalnya drama koreanya Jung Eun Ji (personil A-Pink) sama Seo In-guk, yang judulnya 'Reply 1997'. Tahu gak tahu gak? Aku suka alur dan jalan ceritanya. Huehee

kalau mau nangkep gimana maksud FF ini, lihat aja drama 'Reply 1997'. setidaknya tidak beda jauh maksudnya.

Well.. enjoy it.


Law Of Ueki (after-aftermath)

disclaimer Law Of Ueki by Fukuchi Tsubasa

Rating : Teen (maybe)

Title:

""

( 秋 の 物語)

Aki

(Aki no Monogatari)

Musim Gugur

(Kisah Musim Gugur)

Summary:

Beberapa tahun setelah peristiwa Hangekai, Haiji, Sora, Nagara, Plus, Byaku dan teman-teman Ueki di Hangekai sudah pindah 'dunia' ke Dunia tempat tinggal Ueki (sebut saja Bumi) dan ikut bersahabat baik juga dengan teman-teman Ueki yang lain. Meski sudah bertahun-tahun sejak reuni pertama mereka apalagi mereka sudah menempuh hidup di bidang masing-masing, tetapi mereka tetap saling kontak, mereka selalu berkumpul untuk reuni lagi setiap setahun sekali seperti ritual Tanabata, bedanya mereka melakukannya di bulan-bulan musim gugur. Bukan musim yang normal untuk bertemu sih. Karena cuaca yang dingin dan bukan musim liburan, tapi mereka punya alasan sendiri untuk itu. Kelompok reuni mereka ini mereka sepakat sebut dengan sebutan

'Chibi Kazoku'

artinya~ Keluarga kecil

(bukan CherryBelle atau semacamnya lo ya, pliss..)

Kisah ini menceritakan tentang reuni Chibi Kazoku yang ke-sekian kalinya pada musim gugur tahun 2000, pertemuan itu tiba-tiba menjadi sedikit 'ribut' karena 'sedikit' pengumuman dari seorang anggotanya yang sudah berganti nama. Siapa kira-kira ya? pengumuman macam apa sih?

(Sok misterius)

23 September 2000, prefektur Osaka, Jepang.

Kompartemen

Terduduk di sebuah kursi di kompartemen mungil seorang gadis sendirian bermata aqua. Tudung parkanya menutupi hampir semua rambut biru langitnya, syal coklat muda bergelung tenang di lehernya berusaha menggisyaratkan betapa dinginnya udara hari itu.

MusimGugur

Ah musim gugur lagi~

Musim dimana sebenarnya rata-rata penduduk Jepang tidak biasa libur dari rutinitasnya. Hanya saja itu tidak berlaku untuk keluarga kecil gadis muda ini, keluarga? Yaah bisa kau bilang keluarga karena bahkan kekeluargaan yang mengikat persahabatan mereka selama bertahun-tahun ini sangat erat.

Argon

Pernah dengar unsur kimia bernama argon? Kau akan menemukannya diantara Neon dan dan Kromium di kolom paling kanan sistem periodic Mendeleyev. Jika bisa dianalogikan maka ikatan persahabatan gadis ini dengan Chibi Kazoku (keluarga mini)-nya ini sama seperti ikatan molekul antar unsur argon. Argon tidak bersenyawa, dia hanya akan berikatan dengan argon lainnya, dan ikatan itu sangat solid. Itulah analogi ikatan persahabatan di Chibi Kazoku-nya.

Musim Gugur lagi

Kembali ke musim gugur, sejak Seiichiro Sano memutuskan musim ini menjadi musim reuni bagi Chibi Kazoku, yang tentu saja berkumpulnya harus di rumah Sano. Anggota Chibi Kazoku mulai menjadikan ini rutinitas annual mereka. Tidak bisa mengeluh! Dan memang tidak ada alasan untuk itu.

Apalagi rumah Sano itu tidak hanya satu loh~. Dia punya sekitar 3 rumah di Jepang dan 2 vila masing-masing di Afrika danTibet. Semuanya punya kesamaan. Punya pemandian air panas sendiri. Well~ kalian akan paham kenapa reuni diadakan pada musim sedingin musim gugur.

Rencana Pengumuman

Reuni tahun ini ada yang berbeda bagi Mori, bukan karena reuni ini di adakan di rumah baru Sano, bukan juga karena musim gugur ini lebih dekat ke hari ulang tahunnya daripada musim panas. Tapi .. di reuni tahun ini, Mori punya sesuatu untuk diumumkan…

Pernikahan

Chibi kazoku tidak hanya ikatan persahabatan atau saudara, justru yang tambah merekatkan adalah kebetulan-kebetulan yang terjadi. Kebetulan bahwa beberapa anggotanya ada yang akhirnya saling jatuh cinta dan menikah. Salah satunya Mori~ Tahun ini dia akan menikah dengan salah seorang anggota Chibi Kazoku. Inilah sesuatu yang akan dia umumkan di reuni tahun ini.

Anggota dan 'Chibi'

Mungkin kau akan bertanya-tanya siapa saja anggota Chibi Kazoku, ini kutuliskan untukmu;

Seiichiro Sano

Mori Ai

Gerard Rinko

Ueki Kosuke

Soya Hideyoshi

Barou

Haiji

Millie

Plus

Nagara

Sora

Haydn Robert

Dll

Kenapa dll? Karena setiap tahunnya ada saja anggota baru, mungkin Marilyn atau Memori atau Kilnotron atau Byaku yang jelas Chibi Kazoku semakin tidak pantas di sebut Chibi.

16.45 pm

Sudah hampir jam 5 sore, tapi kereta belum sampai di kota kecil tempat tinggal Sano. Mori sudah mulai sering menengok jam tangannya. Dia akan telat. Lalu di menoleh ke bungkusan kain hitam di sampingnya, -bungkusan selai biji bunga matahari Hideyoshi. Sepertinya selai itu akan telat berpindah tangan ke Rinko. Padahal Hide sudah berpesan untuk memberikannya segera.

Flashback

"Oka-chan1, akan pergi bersama Otou-kun2 ?" Seorang gadis mungil berkepang 2 memperlihatkan wajah ingin tahunya yang lucu ke Mori di jok mobil sampingnya. Mori tengah mengendarainya ke suatu tempat.

(Oka-chan1=Mama, Otou-kun2=Papa (tapi sangat tidak lazim pakai 'kun'))

"Ah~ sepertinya tidak bersama Otou-kun mu Megumi-chan~, Karena, bukankah hari ini ada kunjungan special di rumah matahari?"

"Iya sih~" Megumi melorot dari tempatnya duduk, sabuk pengamannya kini setinggi dagu.

"Ada apa? Bukankah kau senang ada kunjungan?" Mori menatap bingung.

"Betsuni3~ Oka-chaan" Megumi lalu membenarkan duduknya lagi. Mori tersenyum.

(3Betsuni = tidak apa-apa)

Rumah Bunga Matahari

Tulisan 'Himawari no Uchi' menghiasi gerbang besar yang dimasuki mobil Mori dan Megumi, selesai memarkirkannya, Megumi turun dari mobil cepat sebelum Mori membukakan pintunya, gadis kecil itu melesat ke arah pemuda berjambang kuning yang sedang mengecat salah satu sisi dinding rumah bunga matahari.

"Otou-kuuuuun~ Tadaimaa4" Megumi memeluk tangga itu dari bawah, membuat pemuda di atasnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

(Tadaimaa4=Aku pulang)

"BRUAKK"

"Hide-kun!" Mori yang menenteng banyak tas belanjaan, berlari ke arah Hideyoshi panik.

"Daijoubu5 desuka?" Mori hanya menanyainya mengingat tas di kedua tangannya sangat banyak, sehingga tidak kuasa menolong.

"Daijoubu~ " Hideyoshi menggaruk punggungnya sebentar, "Nee GUMI-CHAN! Sudah ku katakan jangan menggangguku kalau sedang mengecat dinding!"

(Daijoubu5=baik-baik saja)

"Wa-ka-tte-iru6~ hihihi" Megumi hanya tertawa lalu berlari masuk ke rumah bunga matahari.

(Wakatteiru6= Aku tahu)

"Yah, seharusnya aku membawanya belanja lebih lama lagi, kau belum selesai mengecat rupanya" Mori bergumam.

"Tidak apa-apa Ai-chan! Kau sudah sangat membantu mau mengantarnya belanja keperluan rumah matahari" ujar Hide sambil berdiri.

"Ohya Hideyoshi, kau jadi menitip selai nya?" Mori tiba-tiba teringat sesuatu.

"Jadi! Aku akan ambilkan nanti" Hide lalu mengambil separuh belanjaan yang dipegang Mori.

"Hari ini kunjungan besar ya?" Mori tiba-tiba bertanya

"Iya~ aku sendiri gugup, tapi aku pikir anak-anak rumah matahari adalah anak-anak yang baik, jadi aku yakin mereka pasti berhasil dengan kunjungan untuk adopsi ini…" Hideyoshi lantas menunduk lesu.

"Kau pasti akan merindukan mereka" Mori bergumam lagi,

"Iya~"

Tiba-tiba Megumi keluar lagi dari rumah, dan berteriak keras ke arah Mori,

"Nee OKA CHAAANN~ jus jerukku masih di sana kah?"

Sebelum Mori menjawab, Hide menyahut tak kalah keras

"KAU INI ! MASIH MINTA DI BELIKAN JUS JERUK LAGI? BUKANKAH JUS APEL KEMARIN MASIH ADA?"

Megumi menjulurkan lidahnya tidak peduli.

"DAN HENTIKAN PANGGIL AI, OKA-CHAAANN! DIA BUKAN IBUMU!" Hideyoshi berlari mengejar Megumi yang tertawa mengejek.

Ai hanya bisa geleng-geleng.

End of Flashback

BIG

Itu adalah kesan Mori pertama ketika memasuki mansion kuno besar ala Jepang yang berdiri kokoh di atas tempat dimana alamat yang dituliskan Sano pada Mori via e-mail minggu lalu.

Mori masih sibuk bertanya ke 7 orang sekitar, baru kemudian benar-benar yakin tempat itulah rumah baru Sano.

Dia sudah sangat sukses dengan bisnis pemandian air panas rupanya. Mori tersenyum.

Not SOO BIG

Ternyata tidak besar~ itu konklusi sementara Mori, bagaimana tidak? di dalam mansion ternyata keadaan sangaaat ramai, bukan berarti mansion itu tiba-tiba jadi sangat kecil, atau mansion Sano alih-alih menjadi hotel umum. Tapi ternyata, hampir semua Chibi Kazoku berkumpul, dan kalau berkumpul kau bisa bayangkan sendiri ilustrasi kejadiannya.

Sora

Gadis ini menyapa Mori pertama-tama dengan suara lantangnya yang bisa tiba-tiba menjadi lembut.

"AI-chaan~ Oka weee wiii" (baca : Okaeri artinya Selamat datang ) kau pasti tau apa alasan artikulasinya yang tidak jelas, yah lagi-lagi burger keju memenuhi mulut mungilnya.

"Ta-tadaima~" Mori melepas kedua mary-jane shoes nya lalu berjalan masuk, Sora mendekatinya.

Sora tumbuh menjadi gadis 19 tahun yang sangat cantik bagi Mori. Di Chibi Kazoku ini menurut Mori, dialah yang paling cantik. Rambutnya hitam kecoklatan panjang bergelombang, kulitnya putih, dan matanya paling bersinar dan bening. Dia juga gadis paling muda setelah Millie.

Sebulan lalu, Mori dapat kabar bahwa gadis ber-IQ 160 itu juga baru diterima belajar di London sebagai mahasiswa jurusan teknik mesin, dia di sana juga magang sebagai programmer freelance di sebuah perusahaan kolega Robert Haydn.

"Sudah makan?" Sora menawari sebungkus burger sapi ke Mori.

"Belum, Terimakasih~" Mori menyambut burger itu dengan senyum.

Dia duduk di meja pendek di tengah ruangan, disana sudah ada berpuluh-puluh hidangan yang belum dibuka,

"Ah Akhirnya kau datang~" Sano menepuk punggung Mori dengan agak kencang menggunakan buku berjudul 'Atmosphere Warning' di tangannya. Rinko yang datang entah dari mana menginjak kaki Sano dengan tidak sengaja,-memperingatkannya dengan tatapan 'kau-menyakiti-nya'.

"Ah Rinko ini titipan dari Hideyoshi, dia telat datang, mungkin akan datang besok, karena ada kunjungan adopsi di rumah bunga matahari-nya" Ai menyodorkan bungkusan hitam itu pada Rinko.

"Ah~ syukurlah dia ingat! Terimakasih Ai-chan, kalian pasti lelah diperjalanan menuju kesini, istirahatlah dulu" Rinko buru-buru membawa bungkusan itu ke dapur. Bahkan, sebelum Mori sempat mengoreksi subyek kalimatnya barusan.

"Hey! Mori-san, ternyata kau sudah datang! Baguss. Hey kau bocah onsen! Ayo kita mulai makan!" Haiji tersenyum ke arah Mori senang.

"Masih ada yang belum datang!" Sano memandang ke sekeliling,

"SIAPA LAGI?"

"Kurang 3 orang, err Hideyoshi akan datang besok, jadi.. Ueki dan Robert belum datang,"

Masih perlu kira-kira 20 menit lamanya, sampai tiba-tiba suara bell terdengar membahagiakan orang-orang yang kelaparan.

"YATTA7!" Haiji dan Sano berlari ke pintu bersamaan. Semua orang menoleh ke pintu tanpa di komando. (yatta= bagus/yeah)

"Tadaima~"

Rambut Semak

Ueki berjalan dengan kuyup, basah sekali malah!. Dia nyengir di depan pintu seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Seluruh Chibi Kazoku sebenarnya juga sudah hafal dengan kehadirannya yang berpenampilan fenomenal seperti ini, alasan menyelamatkan kucing-lah, menyebrangkan-nenek lah selalu keluar dari mulutnya sepasca kedatangannya. Jadi orang-orang sudah belajar untuk tidak lebay menanyainya 'kenapa dia basah?'.

Makan Malam (Mori's POV)

Akhirnya kami makan malam, setelah Robert menelpon dia akan terlambat, karena ada penundaan penerbangan di bandara London, di London sudah musim dingin, pasti badai-badai salju mulai menghambat transportasi udara disana, batinku.

"Kau bertambah gendut ya Mori?" Rinko bertanya dalam senyum ketika makan malam padaku.

Semua orang di meja makan mengangguk setuju. Aku tersipu malu, menggaruk kepalaku dan tersenyum alih-alih tidak menjawab sama sekali. Sudah 5 orang yang mengatakan aku tambah gendut, apa gendut itu salah? Aku menancapkan sumpitku ke unagi goreng di mangkukku keras.

Menyelamatkan Anak Domba

Itu adalah alasan Ueki kenapa dia basah kuyup saat datang, dia menyelamatkan domba kecil yang terperosok di sungai saat sungai itu meluap karena banjir.

Cuaca Buruk

Malam itu cuaca jadi sangat buruk, tapi Sano bilang besok pagi akan jadi cerah! Dia menjanjikan kami ke perayaan musim gugur di dekat pusat kota besok pagi. Tapi setelah makan malam aku merasa tidak enak badan. Sano juga bilang aku baik-baik saja, besok aku akan sehat dan bisa ikut ke perayaan itu.

Sendirian

Sano benar, ternyata paginya cuaca cukup cerah, Haiji, Millie dan Nagara sudah memulai bersepeda sejak shubuh, sedang yang lainnya pergi ketika langit cukup terang, meninggalkan aku sendiri di mansion. Yah~ Sano boleh benar tentang cuacanya, tapi aku masih tidak enak badan, tubuhku pegal-pegal dan kepalaku pusing. Setelah meninggalkan obat, Rinko (yang calon dokter -red) menyusul yang lain ke perayaan.

Taman

Aku memutuskan berkeliling mansion karena menjelang siang, aku mulai bosan di rumah besar itu sendirian.

Aku mendapati sebuah taman besar di tengah mansion, besar karena 1/5 mansion itu sebenarnya merupakan taman itu. Taman ini yang dibicarakan Ueki dan Sano tadi malam, proyek mereka tahun ini.

Naturalist

Ueki bilang bahwa di umurnya yang ke -116 tahun, dulu sepulang dari Megasite, dia akan mencari pekerjaan karena dia sudah tua. Tapi toh dia tetap kuliah juga. Dia kuliah 2 tahun di jurusan botani, lalu setahun di urusan tata kota. Itu semua menjadi bekalnya merintis pekerjaannya menjadi penasihat kota hijau di pemeritahan kota. Akhir-akhir ini dia sibuk menjadi perancang taman di beberapa kota, sebagai aksi penghijauan tentu saja. Tapi itu tidak berarti hanya kota yang menyewa jasanya, misalnya Sano, untuk 2 rumah barunya dia sudah mengontrak Ueki untuk menjadi arsitek tamannya.

Kimono

Besok malam adalah puncak perayaan musim gugur yang kata Sano akan sangat keren, karena dia yang membiayai pesta kembang apinya sendiri. Aku berjanji padanya untuk benar-benar ikut dan tidak sakit. Maka dari itu ketika yang lain pergi ke perayaan itu, aku diam-diam berniat meminum banyak obat pusing agar cepat sembuh. Ketika 3 butir obat sudah melayang di udara hendak masuk ke mulutku, aku mengurungkan niatku. Ku pikir 3 butir bunuh diri.

Aku beranjak ke tasku membongkar isinya, demi menemukan kimono biru tua bermotif bunga morning glory yang akan ku pakai di perayaan itu, tapi ternyata teman-tamanku benar, aku semakin gendut. Setelah iseng-iseng mendobel bajuku dengan kimono biru itu, aku dapati kimono itu sesak. Bagaimana bisa kimono ini kupakai besok?

Sebenarnya kimono ini sudah lama ku punya, sejak SMA tepatnya. Saat perayaan kelulusan, aku hendak mengenakannya tapi karena terlalu malu, aku tidak jadi pakai. Jadilah kimono ini tidak pernah ku pakai samapai sekarang.

Aku sedang mendesah mengingat kenangan SMA itu, saat suara pintu utama dibuka menggema ke seluruh mansion yang sepi.

Aku buru-buru mengambil tongkat golf Sano di dekat pintu kamarnya, berjalan berjingkat. Setahuku teman-teman akan pulang jam 5 sore. Sedangkan sekarang masih jam 1 siang. Aku mengintip dari balik pintu geser, melihat seseorang berjaket kulit coklat memasuki dapur, dia memakai topi hitam, rambutnya tidak kelihatan, syalnya tebal hitam. Aku mulai cemas, kenapa tidak terpikir olehku mengunci pintu utama? Rumah ini sangat besar, tidak aneh kalau ada orang jahat berniat buruk pada rumah ini.

Aku mengintipnya dari pintu dapur, dia menatap ke kulkas dan buffet, alih-alih berbalik dan hendak keluar dapur, aku buru-buru meremas tongkat golfku, bersiap memukul sekeras mungkin.

"PLETAAKK"

Aku memukulnya keras di topinya, topinya terjatuh ke lantai dapur, dan wajah di balik topi itu membuatku terperanjat ke belakang.

Puding

"Maaf kalau mengagetkanmu~ Aku kembali untuk mengambil puding.." Ueki menjelaskan.

"Kenapa pakai topi dan syal segala, aku jadi tidak mengenalimu!" Aku bertanya sarkatis

"Aku flu tadi pagi, mungkin karena basah kuyup kemarin, jadi aku pakai syal tebal" Ueki berkata datar, setelah bersungut-sungut dahulu, aku tiba-tiba merasa bersalah.

"K-kau tidak apa-apa?" Aku bertanya ragu, karena aku yakin tadi aku memukul dengan sepenuh hati.

"Tidak apa-apa" dia nyengir, dan tepat setelah nyengir darah mengucur deras dari pelipisnya yang benjol kena pukul tongkat golf-ku tadi.

Flu

Aku mengelap bekas luka Ueki dengan air hangat, merekatkan kasa dan tensoplas di pelipisnya,

"Hatsyi~" Ueki bersin, dan setiap dia bersin aku harus mengganti kasanya lagi karena darah membasahinya deras.

"Jangan bersin!" aku menghardiknya.

"Maaf~" Dia menyumpal hidungnya dengan kasa.

Kenapa?

"Kenapa kau pakau kimono ?" Ueki bertanya polos padaku, setelah aku selesai dengan kasa-kasa penuh darah.

"Eh?" aku kaget, bagaimana aku bisa lupa aku sedang pakai kimono, aku buru-buru melepasnya.

Aku tidak mungkin bohong pada Ueki, dia menatapku penuh rasa ingin tahu yang bodoh.

"A-aku.. tadi memakainya hanya untuk.. untuk melihat apa masih pantas, aku berniat mau memakainya besok malam di perayaan hanabi (kembang api), tapi kurasa tidak muat lagi" dengan berat hati aku mengisyaratkan diri bahwa aku gendut.

Blue Ribbon

"Kalau tidak muat kenapa di beli?"

"Aku membelinya saat masih SMA, itu dulu untuk kelulusan tapi karena aku malu, aku tidak memakainya, berhenti bertanya!, dan bisakah kau merahasiakannya?" Aku bertanya agak mengancam.

Dia mengangguk, terdiam sesaat;

"Kalau begitu jangan dipakai !" dia berkata lugas. Aku terhenyak oleh kata-katanya, lalu menunduk.

"I..iya"

Sesaat kemudian, Ueki dari duduknya yang bersila pun, beranjak, berdiri dan berjalan di atas lututnya, menyodorkan padaku sebuah pita biru muda,

"Ini.." dia berkata berjeda, "..terjatuh saat kau memukulku.."

"Kalau ini pakai saja.." dia menambahkan, sambil nyengir. "All size~"

"PLETAKK"

Aku memukulnya dengan kepalan tanganku mantap, darah mengucur lagi di pelipisnya, tapi aku tidak peduli, aku beranjak pergi ke kamarku, kesal.

"Hey? Untuk apa itu?"

Dia masih saja bertanya dengan polosnya.

WC

Malam itu WC jadi tempat favorit, hujan yang datang sore itu membuat udara dingin, dan karena di perayaan ada pesta teh, kedua hal itu menjadi harmoni dalam membuat semua orang kebelet pipis setiap beberapa menit sekali.

Itu tentu saja tidak berlaku untukku dan untuk Hideyoshi yang baru saja datang.

Pergi

Aku membuka kulkas untuk mengambil tomat, untuk masak, ketika aku melihat puding coklat tergeletak di bawah freezer. Inikah puding yang Ueki cari tadi siang? Kenapa belum dia makan?

"Dimana Ueki?" Aku bertanya sambil menutup kulkas, pada Rinko dan Barou yang sedang memasak.

"Dia tidak bilang padamu?" Barou bertanya tidak percaya.

"Bilang apa?"

"Dia dan Sano pergi ke kota mencari bunga morning-glory untuk hiasan taman barunya" Barou menambahkan, sambil mengaduk sup di atas kompor.

"Bukankah sekarang hujan lebat?"

"Mereka pakai mobil, Sano sangat bersemangat dengan tamannya~ semangatnya tidak bisa dipadamkan hujan lebat" Rinko mendesah, dia mengiris wortel dengan agak berlebihan, jelas sekali dia sangat marah juga karena Sano memaksa pergi.

Sienna Seiichiro

Kau pasti bingung, siapa Sienna Seichiro? Dia adalah anak tunggal Sano dan Rinko. Sangat mengagetkan mendengar mereka menikah 3 tahun lalu. Mengingat mereka bagai anjing-dan-kucing sebelumnya. Tapi orang yang paling dekat dengan Rinko saat Robert mengatainya 'scum' pada pernyataan cintanya, adalah Sano~ jadi sebenarnya pernikahan mereka tidak-tidak wajar.

"Bagaimana kabar Sienna?" Barou menanyai Rinko di sela-sela masak.

"Dia baik-baik saja, karena cuaca buruk, aku dan Sano memutuskan meninggalkannya di Brisbane bersama nenek dan kakeknya, sebenarnya aku berat hati, karena dia baru berumur 2 tahun,tapi ayah dan ibuku memaksa, untuk meninggalkannya~ " Rinko mendesah lagi, "Aku sebenarnya merindukannya, padahal baru berpisah 2 hari, ini seperti 2 abad kalau dengannya" Rinko tersenyum lembut, aku dan Barou bertukar pandangan dan senyum.

"Dia pasti sangat lucu, aku belum bertemu lagi dengannya sejak dia lahir" Aku berujar.

"Aku punya fotonya lihatlah~" Rinko, aku, dan Barou berkumpul dan bersama-sama melihat foto gadis kecil bulat berambut hitam dan bermata coklat memeluk boneka kangguru.

"Dia lebih mirip Sano~" Barou menyela,

"Iya sayang sekali" Rinko tersenyum kecut.

"Sebenarnya kau ini ingin tinggal dimana sih Rinko? Kau punya banyak rumah di seluruh dunia" Aku menggodanya,

"Eh.. aku juga bingung"

Shibuya

Ada 2 orang di meja ini yang akan mengumumkan pernikahannya masing-masing, tapi keduanya masih diam, sampai Hideyoshi yang baru sampai tadi sore menyela heboh,

"Jadi, dimana kalian akan menikah?"

Nagara ikut-ikutan menyerbu dengan pertanyaan, "Kami di undang kan?"

"Ah~ indahnya dengan begini ada 2 pasangan Chibi Kazoku yang akan menikah tahun ini" Millie menambahkan,

"Jadi Ai~ kapan kau menikah?" Plus menanyaiku langsung,

"Kau juga, jangan keluar dari topik pembicaraan! Kapan kau akan menikah?" Haiji menanyai seseorang di sampingku.

"Iya~ bagaimana kalau di mansion ini saja~ tanggalnya bisa kapan saja~" Rinko sebagai nyonya rumah menambahkan.

"Oke-oke biarkan mereka menjawab pertanyaan pertama, dimana kalian akan menikah?" Hideyoshi menengahi riuhnya pertanyaan tentang pernikahan,

Dengan kesal aku dan gadis ber-IQ 160 (Baca: Sora) di sampingku menjawab bersamaan,

"Shibuya~"


Chapter 1 " Owari "


To be Continued (alias bersambung)


Well... sampai disini dulu yaa, review ditunggu, salam hangat untuk reviewer, dan silent-reader.

Hountou ni Arigatou gozaimasu, untuk yang sudah repot-repot baca sampai sini.


Summary for Chapter 2

"Kau baik-baik saja?" Rinko bertanya lembut.

"Ah~" "Iya" aku mengangguk pelan.

"Kurasa tidak, bagi seorang yang akan menikah tidak lama lagi"

"Ti-tidak, bukan begitu.."

"Dia belum datang-datang ya? Kau pasti khawatir" Rinko lagi-lagi tersenyum simpul.

"Siapa?"

"Calon pengantinmu tentu saja~"

Aku mulai blushing.

o0o

"Mereka yang menunggu hari menuju pernikahan, biasanya mengungkapkan cinta, pada orang-orang yang pernah mereka sukai~ agar hati mereka tenang"

"Er.. Ueki"

"Hn?"

"Aa.. ada yang ingin ku sampaikan"

"Apa?"

"…"

"Aku.. sepertinya pernah…"

"Brushhh"

suara angin tiba-tiba menyela

"Suka.."

~"wuusshh"~

"pada.. mu.. (?)"

o0o

"Ai~ bagaimana kabar 'boku no hikari8'?" Ueki bertanya tiba-tiba (boku no hikari8=Cahayaku).

o0o

(udahan ya Summary nya)

See ya~ mata ashita!

(Sincerely Author geje)