Hello ini fanfic ke-8

Pairing Shikamaru x Ino

Yuhuuu... fict baru lagi hahay :D Semoga kalian suka sama fict baru karya Author yang satu ini yaaa..!
Fict ini segera di publish karena banyak permintaan dari twitter hoho XP *poke zeroplus dan nianara

Maaf apabila fict ini bertaburan typo (s) dan maaf juga kalau di fict ini OOC yahh!

CATATAN : Di sini sifat dari Yamanaka Ino sama seperti yang di Road to Ninja 6 (pemalu) KHUSUS FLASHBACK

DISCLAIMER : NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Happy Reading!

.

.

.

"Kapan tugas ini beres?" keluh seorang pemuda berambut hitam yang dikuncir menyerupai nanas. Pemuda itu sekarang berada di tempat kerjanya Sabaku Corp. Pemuda itu menyandarkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang kerjanya. Perlahan mata pemuda itu mulai menutup.

Tok tok tok

"Huh mengganggu saja! Silahkan masuk!" gerutu pemuda itu sambil merapikan jasnya yang mulai kusut itu.

"Shikamaru, apa semua tugasmu sudah beres?" tanya seorang gadis berambut pirang dan dikuncir empat.

"Kau bisa lihat sendiri." Jawab pemuda yang bernama Shikamaru. Gadis pirang itu lalu duduk di atas kursi kerja milik Shikamaru dan merapikan beberapa berkas di atas meja kerja Shikamaru. Selesai merapikan berkas-berkas itu, gadis itu lalu duduk di samping Shikamaru.

"Aku mau mengajakmu makan siang. Kau mau?" tawar gadis itu.

"Maaf aku tidak bisa. Aku harus menyelesaikan beberapa tugas-tugas dari adik kandungmu itu!" kata Shikamaru. Gadis itu hanya mengangguk tanda mengerti.

"Mau aku bantu?"

"Tidak perlu."

"Hm baiklah. Oh iya sebentar lagi akan ada rapat dengan beberapa perusahaan terkenal. Aku minta kau jangan terlambat menghadiri rapat itu atau kau akan dimarahi oleh adikku."

". . . . "

"Shikamaru, apa kau sudah memikirkan tawaranku?" tanya gadis itu.

"Entahlah aku belum bisa menjawabnya sekarang, Temari!" kata Shikamaru sambil bangkit berdiri dari atas sofa dan melanjutkan pekerjaannya.

"Apa susahnya untuk menjawab 'ya'?" tanya gadis itu yang bernama Temari.

"Ini bukan masalah ya atau tidak. Ini masalah ke depannya, Sabaku no Temari. Jujur saja sampai sekarang aku belum bisa mencintaimu."

"Kau bisa belajar mencintaiku saat kita sudah menikah."

"Aku tidak mau seperti itu."

"Shikamaru, apa kau belum bisa melupakan gadis itu?" tanya Temari sambil berjalan mendekati Shikamaru. Shikamaru berdiri dan mencoba menghindar dari gadis pirang berkuncir empat ini. "Kau selalu menghindar dariku. Lebih baik aku pergi bersama Matsuri agar aku tidak sakit hati melihat sikapmu kepadaku." Kata Temari sambil keluar dari ruangan Shikamaru.

"Aku memang menyukai gadis pirang tapi tidak berkuncir empat sepertimu, Sabaku no Temari." Kata Shikamaru sambil melanjutkan pekerjaannya di Sabaku Corp. Setiap kali Shikamaru mau melanjutkan pekerjaan ada bayang-bayang seorang gadis yang selalu menghantuinya dan itu yang membuat Shikamaru tidak konsentrasi dengan pekerjaannya.

"Gadis itu lagi! Ini gara-gara kejadian 3 tahun lalu." Kata Shikamaru.

Flashback ON

Hari kedatangan Shikamaru di desa Konoha. Udara yang masih segar dengan dikelilingi hamparan sawah yang luas. Shikamaru membawa perlengkapannya ke rumah kepala desa Konoha. Sesampainya di rumah kepala desa, Shikamaru mengetuk pintu kayu yang cukup besar. Beberapa lama setelah Shikamaru mengetuk pintu kayu itu keluarlah seorang wanita berambut pirang dengan ditemani seorang wanita berambut hitam dan seekor babi.

"Selamat datang di Desa Konoha, Nara Shikamaru!" kata wanita yang berambut pirang.

"Hn."

"Shizune, bawa masuk tas pemuda ini dan antarkan dia ke kamarnya." Kata wanita berambut pirang kepada wanita yang berambut hitam—Shizune.

"Baik Tsunade-sama." Jawab Shizune kepada wanita berambut pirang yang bernama Tsunade itu.

Shikamaru dan Shizune lalu masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Dari luar memang terlihat kecil tapi jika sudah masuk ke dalam rumah itu mungkin pemikiran tentang rumah yang kecil akan terlempar jauh dengan sendirinya. Setelah Shizune meninggalkan Shikamaru di kamarnya, Shikamaru langsung menuju tempat tidurnya untuk beristirahat.

"My first test." Kata Shikamaru. Shikamaru mencoba untuk memejamkan matanya. Tapi, tiba-tiba ada Tsunade yang langsung membuka pintu kamar Shikamaru tanpa mengetuknya.

"Shikamaru, apa kau tidak mau menjalankan tugasmu sekarang? Gunakan waktu yang ada." Kata Tsunade. Dengan terpaksa Shikamaru bangun dan keluar dari rumah kepala desa dan segera menjalankan tugasnya.

Shikamaru melamar kerja di Sabaku Corp. perusahaan yang terkenal dengan kedisiplinan pegawainya. Sebelum Shikamaru diterima di Sabaku Corp. Shikamaru harus menjalankan tugas lapangannya dan tugas lapangannya ini ada di Desa Konoha. Shikamaru harus mampu untuk mengajarkan beberapa penduduk desa tentang komputer.

Shikamaru berjalan-jalan mengitari Desa Konoha yang cukup luas ini. Shikamaru melewati jalan setapak dan bertemu beberapa orang-orang desa yang berjalan ataupun masih mengendarai sepeda ontel. Ketika Shikamaru melewati sebuah sungai, ada sekelompok anak kecil yang sedang duduk di atas rumput yang berada di pinggir sungai.

"Apa mereka tidak sekolah?" tanya Shikamaru pada dirinya sendiri. Shikamaru lalu memberanikan diri untuk menghampiri sekelompok anak kecil itu. Shikamaru duduk di samping anak laki-laki yang memakai syal panjang.

"Kakak yang dari Tokyo itu ya?" tanya anak laki-laki itu.

"Ya. Namaku Nara Shikamaru. Siapa namamu?" tanya Shikamaru.

"Namaku Konohamaru. Berarti kakak akan menjadi sensei kita ya?" tanya Konohamaru. Shikamaru hanya mengangguk pelan.

"Itu sensei!" teriak salah seorang anak. Sekumpulan anak kecil itu segera duduk dengan rapih di atas rumput, sementara Shikamaru duduk di atas batu besar yang berada di sungai.

"Ohayou Gozaimasu!" sapa seorang gadis berambut merah muda kepada sekumpulan anak-anak itu.

"Ohayou Gozaimasu Sakura-sensei!" jawab anak-anak itu kompak. Gadis yang berambut merah muda itu memberikan senyum kepada anak-anak yang menjadi muridnya itu.

"Sekarang kalian harus mencari tanaman obat, satu orang minimal 5 tanaman obat. Selesai makan siang kalian akan maju ke depan untuk mempresentasikan. Silahkan mulai!" kata gadis yang bernama Sakura itu. Semua anak itu segera pergi meninggalkan pinggiran sungai itu. Sakura berjalan dan mendekati Shikamaru.

"Hei! Siapa namamu?" tanya Sakura.

"Nara Shikamaru."

"Oh kau yang akan mengajarkan penduduk desa tentang komputer?" tanya Sakura.

"Hn."

"Hah tak terasa aku akan meninggalkan Desa Konoha ini lagi. Padahal banyak pengalaman yang berkesan di Desa Konoha ini." Kata Sakura.

"Kau juga melamar kerja di Perusahaan Sabaku juga?"

"Ya. Tugasku di Desa ini mengajarkan tentang kesehatan."

"Sudah berapa lama?"

"Sekitar 2 bulan dan kemarin aku ditelpon dari Sabaku Corp. kalau tugas lapanganku sudah selesai. Hanya saja aku masih ingin tinggal di sini selama beberapa minggu. Untung saja Sabaku Corp. mengijinkan."

"mendokusai!"

"Kau tinggal di rumah Tsunade-sama?"

"Hn."

"Berarti kau masih beruntung. Aku ditempatkan di rumah seorang peternak ayam yang kondisi rumahnya jauh berbeda dengan tempat kepala desa."

"Hn."

"Kata-katamu singkat sekali. Aku harus mengawasi anak-anak jadi aku titip tikar-tikar yang sudah aku bawa itu ya!" kata Sakura sambil meninggalkan Shikamaru. Sebelum melanjutkan langkahnya, Sakura berbalik dan menghadap Shikamaru.

"Nanti kalau ada seorang gadis datang ke sini dan membawa makanan bilang padanya aku sedang mengawasi anak-anak." Pinta Sakura sebelum meninggalkan Shikamaru. Shikamaru hanya mengangguk pelan.

Shikamaru lalu berjalan menuju hamparan rumput yang berada di pinggir sungai dan membaringkan tubuhnya. Kedua tangannya digunakan sebagai bantalnya. Shikamaru lalu melihat awan yang sedang bergerak seolah-olah menemani Shikamaru untuk beristirahat.

"Indah." Kata Shikamaru. Setelah mengucapkan pujiannya kepada awan yang sedang menari itu, Shikamaru mencoba untuk tidur di atas rumput hijau.

"Hmm.. per..mi..si..!" kata seorang gadis menganggu kesempatan tidur Shikamaru. 'Hari ini sudah dua orang yang mengganggu waktu tidurku' kata Shikamaru dalam hati. Shikamaru lalu membuka kelopak matanya perlahan dan dilihatnya seorang gadis berambut pirang dengan poni yang yang menutupi salah satu matanya, matanya biru sebiru langit, mengenakan kaos berwarna ungu muda dengan rok panjang berwarna ungu tua.

"Siapa kau?" tanya Shikamaru malas.

"Yama—"

"Yama?"

"Yamanaka Ino."

"Hn. Kau yang bertugas membawa makanan itu?" tanya Shikamaru. Gadis pirang yang bernama Ino itu hanya mengangguk pelan. "Oh." Jawab Shikamaru. Shikamaru lalu melanjutkan tidurnya dan membiarkan Ino menyiapkan makanan.

Sudah satu jam Ino menyiapkan makanan untuk anak-anak dan juga sudah satu jam Shikamaru tidur di atas rumput yang hijau. Ino lalu duduk di atas tikar dekat beberapa makanan dan menikmati udara segar Desa Konoha. Shikamaru yang tanpa diketahui Ino sedang memperhatikannya hanya tersenyum kepada Ino.

"Kau tinggal di mana?" tanya Shikamaru mengagetkan Ino yang sedang menikmati udara segar Desa Konoha.

"Desa Konoha."

"Hn." Jawab Shikamaru. Setelah percakapan singkat itu suasana kembali diam. Perut Shikamaru yang sejak tadi belum diisi mulai berbunyi. Ino yang mendengar suara perut Shikamaru langsung tersenyum kepada Shikamaru, sementara Shikamaru hanya malu karena suara perutnya.

"Kau la..par?" tanya Ino lembut. Shikamaru hanya mengangguk. Ino lalu mengambil satu piring dan mengisinya dengan nasi, tahu, dan sambal lalu diberikannya kepada Shikamaru. "Ma..kan ini sa..ja.." tawar Ino kepada Shikamaru. Shikamaru lalu mengambil piring yang sudah berisi makanan sementara Ino meninggalkan Shikamaru dan berjalan menuju tempatnya semula.

"Eitss.. tunggu!" panggil Shikamaru dan membuat Ino berbalik ke arahnya.

"A..da.. apa?" tanya Ino ragu-ragu. 'Apa masakanku tidak enak?' tanya Ino dalam hatinya.

"Temani aku makan di sini!" pinta Shikamaru sambil menunjukkan tempat kosong di sebelahnya. Ino lalu berjalan menghampiri Shikamaru dan duduk di sebelahnya. Shikamaru pun melanjutkan acara makannya lagi dengan ditemani Ino di sampingnya. "Masakan ini buatanmu?" tanya Shikamaru membuka percakapan.

"I..ya." jawab Ino singkat.

"Oh iya aku belum memperkenalkan namaku. Namaku Nara Shikamaru." Kata Shikamaru sambil mengulurkan tangan kanannya. Ino lalu melakukan hal yang sama dengan Shikamaru, mengulurkan tangan sambil tersenyum kepada Shikamaru. 'Dia tambah cantik saat tersenyum.' Kata Shikamaru dalam hatinya.

Flashback OFF

Tok tok tok

Suara ketukan pintu menyadarkan Shikamaru dari flashback-rianya. Shikamaru lalu merapikan jasnya dan barang-barang di mejanya baru dia menyuruh orang itu masuk. Seorang gadis berambut merah muda membawa beberapa dokumen yang harus ditanda tangani oleh sang manajer Sabaku Corp.

"Nara-sama, silahkan tanda tangan dokumen ini!" kata gadis berambut merah muda—Sakura.

"Sakura, kau tidak usah memanggilku seperti itu. Panggil saja aku Shikamaru." Kata Shikamaru sambil menandatangani berkas yang tadi di bawa Sakura. Setelah mendapatkan berkasnya sudah ditanda tangani, Sakura lalu duduk di salah satu kursi kosong di ruangan Shikamaru.

"Belum bisa melupakan gadis Yamanaka itu?" tanya Sakura tiba-tiba. Shikamaru hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sakura. "Hmm.. aku ingin bertanya padamu. Apa kalian sudah putus?" tanya Sakura.

Shikamaru menggeleng. "Kami tidak pernah mengucapkan kata itu!" jawab Shikamaru.

"Wah berarti sekarang kalian masih pacaran donk? Aku harap hubunganku dengan Naruto akan terus berlanjut." Kata Sakura keceplosan.

"Rupanya sekarang kau bersama direktur utama Uzumaki Corp. itu ya?" tanya Shikamaru.

"Tentu saja. Hanya dia yang bisa melupakan si pantat ayam itu."

"Sasuke?"

"Benar sekali. Aku kira orang-orang di Desa Konoha baik-baik ternyata dia pria playboy. Ah iya aku hampir saja lupa, aku berterima kasih kepadamu karena kalau bukan karena kau mungkin aku dan Naruto tidak akan bertemu. Doumo arigatou gozaimasu!"

"Hn. Anggap saja aku balas budi." Jawab Shikamaru.

"Balas budi? Hmm.. balas budi apa?" tanya Sakura sambil mengingat-ingat. Sementara Shikamaru kembali melanjutkan pekerjaan sebagai manajer Sabaku Corp. Tiba-tiba Sakura berteriak dan mengagetkan Shikamaru. "Aku ingat! Aku sudah membantumu untuk menyatakan perasaanmu kepada Ino." Kata Sakura. Shikamaru hanya menatap Sakura aneh dan segera melanjutkan pekerjaannya. "Baiklah aku pergi! Selamat tinggal Tuan Nara." Kata Sakura sambil meninggalkan Shikamaru.

Shikamaru lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Bayangan seorang gadis pirang panjang kembali menghantui si pemuda ber-klan Nara ini.

"Baru pertama kali aku segugup itu." Kata Shikamaru.

Flashback ON

Shikamaru duduk di atas padang rumput hijau di Desa Konoha. Selesai mengajar beberapa penduduk desa tentang computer, Shikamaru selalu menyempatkan waktunya untuk kembali ke padang rumput ini. Biasanya Shikamaru ditemani dengan seorang gadis cantik yang pemalu, Yamanaka Ino. Tapi, kali ini dia datang ke padang rumput ini sendirian.

Shikamaru lalu membaringkan tubuhnya dan menggunakan kedua telapak tangannya sebagai bantal. Sudah 15 menit Shikamaru berada di padang rumput itu namun Shikamaru tidak merasa bosan. Tiba-tiba dari kejauhan ada seorang gadis yang berlari ke arah Shikamaru dan membuat Shikamaru bangkit berdiri. Rupanya si gadis pirang nan cantik, Yamanaka Ino.

Ino menghampiri Shikamaru dan berdiri berhadapan dengan Shikamaru.

"Ada apa?" tanya Shikamaru.

"Sakura… Sakura… bilang.. kalau kau.. ingin mengatakan… sesuatu yang penting." Kata Ino. Shikamaru lalu menggaruk kepalanya meskipun sebenarnya kepalanya tidak gatal. 'Gadis pinky!' kata Shikamaru dalam hati. Shikamaru lalu memegang kedua tangan Ino dengan kedua tangannya. Perlahan Shikamaru mengeluarkan setetes demi setetes cairan dari dahinya. Detak jantungnya berdetak lebih cepat dibanding biasanya. Onyx Shikamaru menatap aquamarine Ino dan begitu pun sebaliknya.

"Aku…" kata Shikamaru belum mampu melanjutkan kalimatnya. Shikamaru lalu menarik nafas dan mengeluarkannya kembali. "Aku… mencintaimu." Kata Shikamaru akhirnya. Ino yang mendengar kata-kata Shikamaru langsung blushing. Pipi kedua orang itu berubah menjadi warna merah semerah tomat.

"A..ku.. ju..ga.." kata Ino membalas kata-kata Shikamaru. Shikamaru yang mendengar kata-kata Ino langsung melepaskan tangan Ino dan langsung memeluknya. Diciumnya kening, pipi, dan yang terakhir bibir. Ino tidak melawan Shikamaru, bahkan Ia menikmati ciuman hangat dari Shikamaru.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan pasangan kekasih baru itu. Seorang gadis dengan rambut merah muda pendek memberikan tepuk tangan kepada sepasang kekasih baru itu. Dengan terpaksa Shikamaru dan Ino melepaskan ciuman mereka.

"Selamat ya! Akhirnya kalian jadian juga!" kata Sakura. Ino lalu membalas kata-kata Sakura dengan senyum manisnya. Sementara Shikamaru hanya memandang awan yang berada di atasnya. "Aku kemari bukan bermaksud menganggu aktivitas kalian, aku hanya ingin pamitan. Aku akan pergi ke Tokyo sore nanti dan tentu saja aku pasti akan merindukan sahabat pemaluku yang satu ini.

"Se..ce..pat itukah?" tanya Ino tidak percaya. Sakura lalu berlari dan memeluk sahabatnya selama di Desa Konoha ini. Perlahan sepasang sahabat itu meneteskan air mata, air mata perpisahan beserta pelukan perpisahan.

"Aku pasti akan merindukanmu, Yamanaka Ino!" kata Sakura masih dengan posisi memeluk Ino.

"Aku juga!" jawab Ino. Sekitar 3 menit Sakura dan Ino berpelukan, mereka lalu melepaskan pelukan perpisahan mereka. Sakura lalu menatap Shikamaru.

"Jangan kau sakiti sahabat pirangku ini! Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, aku akan memberimu pukulan mematikan." Kata Sakura mengancam Shikamaru.

"Sakura… bagai..ma..na dengan Sasu..ke?" tanya Ino. Sakura hanya menunduk dan mulai meneteskan air mata. Ino yang merasa bersalah telah membuat Sakura menangis lalu menghampiri Sakura dan minta maaf.

"Aku sudah putus. Dia sudah mempermainkanku." Jawab Sakura.

"Maafkan aku."

"Ya sudah tak apa. Aku harap kalian jangan sampai putus ya?" kata Sakura. Ino dan Shikamaru hanya tersenyum tipis kepada Sakura. Dalam hati Ino maupun Shikamaru, mereka berdoa agar hubungan mereka terus berlanjut sampai maut yang memisahkan.

Flashback OFF

Tok tok tok

Suara ketukan pintu ruangan Shikamaru kembali berbunyi. Hari ini sudah tiga kali orang yang mengganggunya selama di kantor. Seperti biasa Shikamaru menyuruh orang itu masuk ke ruangannya. Kali ini seorang pemuda dengan rambut kuning yang sangat khas itu masuk ke ruangan Shikamaru. Shikamaru yang melihat pemuda itu segera menggelengkan kepala apalagi setelah melihat sikapnya yang tidak sopan duduk di sofa dan menaruh kedua kakinya di atas meja.

"Hai Shikamaru! Apa kabar?" tanya pemuda berambut kuning itu.

"Seperti yang kau lihat."

"Ah iya aku ingin meminta izin padamu. Aku ingin mengajak Sakura-chan makan siang bersama kedua orang tuaku. Boleh ya?" tanya pemuda berambut kuning itu.

"Tidak. Dia masih banyak pekerjaan."

"Ayolah aku mohon! Sekali saja!" pinta pemuda berambut kuning itu. 'Sekali? Bukankah ini sudah yang ke 30 kali Naruto meminta izin mengajak Sakura pergi." Kata Shikamaru dalam hati. Shikamaru lalu menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan pekerjaannya.

"Huh.. kau itu tidak tahu rasanya pacaran dengan orang yang kau cintai dari waktu SMA sih! Aku sarankan kau sebaiknya memiliki pacar ya?" kata Naruto.

"mendokusai!" jawab Shikamaru.

"Oh ya bagaimana kalau Temari saja? Kau dulu pernah bilang kalau kau menyukai gadis pirang kan?" tanya Naruto.

"Kapan aku mengatakannya?"

"Tiga hari yang lalu saat kau tertidur di ruanganmu ini."

"Aku tidak suka dengannya."

"Lalu siapa gadis pirang yang kau maksud? Kau tidak mungkin menyukai Shiho si sekertaris kacamatamu kan?"

"Sudah diamlah Naruto! Aku harus menyiapkan untuk rapat nanti."

"Ah iya aku ke sini ingin menceritakan sesuatu kepadamu. Tentang kisah Hinata dengan pacar misteriusnya, ternyata pemuda itu seorang playboy dan pemuda itu berasal dari Desa Konoha. Hinata memutuskan hubungannya lewat media massa. Kasihan ya Hinata-chan!" kata pria berambut kuning—Naruto kepada Shikamaru.

"Sebaiknya kau ajak Sakura pergi, sebelum aku berubah pikiran." Kata Shikamaru. Naruto tanpa berpamitan dengan Shikamaru langsung berlari keluar dari ruangan Shikamaru itu. Shikamaru mulai berhadapan dengan tumpukkan kertas yang harus Ia pelajari dan ditanda tangani.

'Putus? Sebenarnya bagaimana hubunganku dengannya.' Kata Shikamaru dalam hati.

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

Chapter 1

Chapter 1 selesai alias finish :D Maaf apabila banyak kesalahan di fict ini
Akhir kata saya minta review :)
Please Review!
Don't forget yeah!
Thanks before!