Loha-loha…!#membungkukkan badan

Aku Shisui-Namikaze, numpang-numpang mampir nih di pairing SasufemNaru, boleh gak Shisui mengupdate fic gaji eh salah maksudnya gaje di pairing SasufemNaru?

Boleh yah? Boleh yah please..., #loh kok maksa sih!

Yah soalnya otak dongkol Shisui ini memaksa Shisui untuk bikin fic pairing SasufemNaru.

Curhat dikit boleh gak...?

Di komik Naruto yang 627 keren banget-ttebane!, Hashirama, Tobirama, Sarutobi, and papihku#ditimpuk Minato. Akan ikut berperang membantu para ninja yang sedang berperang melawan Madara dan Obito.

Dan Sasuke-pun ikut bergabung, wuiiih pasti seru nih!, kira-kira siapa yang menang yah? Sekelompok hokage atau Madara dan Obito yah?#tampang bingung, mereka semua itu ninja-ninja terkuat Shisui bingung siapa yang akan menang-ttebane. Er..., semoga Madara tidak mengeluarkan bijuu saat bertarung..., eh...eh kepanjangan yah curhat-nya?, gak sabar yah pengen baca fic-nya?

Ya udah, gomen-gomen kalau Shisui banyak omong#garuk kepala

Oke! Let's Start atau mulai atau check it out atau...#dideathglare para pembaca yang gak sabar.

Iya deh, let's start

Warning! : fic ini mengandung lemon dan mesum, kalau Minna yang mampir ke fic ini masih dibawah umur, tolong langsung skip dan ganti fic yang lebih sopan dan nyaman untuk dibaca yah, karena Shisui gak mau Minna yang masih dibawah umur jadi rusak gara-gara ni fic

Disclaimer : akang Masashi!, aku rubah sedikit ceritanya boleh kan?

Rate : yang ini masih aman 'T'.

Pairing : SasufemNaru, ShikafemNaru, SaifemNaru...and many more

Hareem No Jutsu Permanent

Prologue

By : Shisui-Namikaze

Ini Lime pertama Shisui jadi Gomen yah kalau tidak terlalu memuaskan dan hot

Don't Like, Don't Read!

Enjoy it!

"hore...hore!"

Teriakkan kesenangan para Shinobi menggemparkan suasana, mereka memenangkan peperangan melawan Madara dan Obito yang sudah berlangsung hampir setengah tahun, suara isakkan dan tangisan bahagia saling beradu satu sama lain, akhirnya peperangan selesai dan dunia ninja kembali damai tanpa ada pengganggu yang akan menghancurkan dunia ninja lagi.

Dilain tempat Naruto memeluk Yondaime yang sekaligus ayahnya, Naruto menangis sangat keras dipelukkannya, meskipun Minato saat ini adalah mayat hidup tapi aroma-nya tetap sama bagi Naruto.

Minato menghusap-husap belakang rambutnya Naruto dengan penuh kasih sayang, dia tersenyum lembut lalu melepaskan pelukan anaknya itu.

"kamu hebat sekali Naruto, aku terkejut melihat perubahanmu beberapa saat yang lalu. Aku tidak menyangka kamu sudah bisa mengendalikan kyuubi"

"itu semua berkat tou-san dan kaa-san, kalian sudah memasukkan kyuubi ke tubuh naru sehingga naru bisa mendapatkan kekuatan yang tak terkalahkan ini, saat aku mengendalikan kyuubi..., bukan aku saja yang bergerak tapi kaa-san juga"

"oh jadi Kushina membantumu melawan kyuubi, huh?"

Naruto menyengir lebar lalu menganggukkan kepalanya dengan semangat, Minato menyengir mesum 'terima kasih Kushina kamu telah membantu Naruto, saat aku kembali 'kesana' aku akan memberimu hadiah yang spesial, batin Minato mesum.

Naruto memandangi Minato dengan tatapan bingung saat melihat expresi Minato yang aneh itu, dia mengamati seluruh wajah Minato dan akhirnya bertanya.

"tou-san? kenapa expresi tou-san aneh begitu?" tanya Naruto sambil mengerutkan keningnya merasa bingung.

Minato tersadar dari lamunan mesumnya dan menatap anak semata wayangnya lagi, kali ini peluh menetes di wajah Minato yang tampan#memangnya ada apa mayat hidup yang bisa mengeluarkan keringat.

"tidak...tidak apa-apa kok, sepertinya waktu tou-san selesai disini Naruto. Tou-san akan pergi"

Naruto tersentak mendengar ucapan ayah tersayang-nya, lagi-lagi bulir-bulir air mata muncul di pelupuk matanya, bola mata saphire-nya berkaca-kaca mendengar ucapannya Minato, dia memeluk Minato sangat erat seolah-olah dia tidak mau melepaskan ayah tersayangnya itu.

Minato terkejut melihat tingkah Naruto yang berubah menjadi manja ini, seorang pahlawan yang dibanggakan oleh desanya ternyata anak yang manja pada ayahnya.

"Naruto? Sudahlah, tou-san ini bukan manusia, tou-san ini adalah mayat yang dihidupkan kembali jadi tou-san tidak bisa hidup lebih lama di dunia ini" jelas Minato sudah mengetahui tingkah anaknya ini kalau dia mencoba mencegah Minato pergi.

"cepat atau lambat tou-san harus pergi" lanjutnya lagi.

Naruto menimbang-nimbang perkataannya Minato, Minato benar..., dia tidak mungkin terus-terusan berada disini, dia itu mayat hidup? Masa iya mayat hidup bisa hidup di dunia dengan nyaman dan tenang? yang ada malah membuat semua orang ketakutan melihat wajahnya yang sudah retak-retakkan hancur begitu. Dan lagipula aku bukanlah anak manja, batin Naruto*padahal dia habis manja-manjaan sama tou-sannya tadi*.

Dia melepaskan pelukannya dan menatap Minato dengan mata yang sembab karena kebanyakan menangis.

"baiklah tou-san, aku akan merelakan tou-san pergi. Lagipula aku sekarang sudah tidak sendirian lagi..." kata Naruto sambil tersenyum. Dikata terakhirnya Naruto..., dia menolehkan kepalanya kearah Sasuke yang sedang diobati oleh Sakura di dekat tebing yang hancur karena perbuatan Susano'o-nya, mata kirinya berdarah-darah dan mata kanannya menatap sayu kedepan. Bajunya sudah robek tidak karuan sehingga memunculkan dada yang bidang dan sangat berisi, wajah Sakura memerah melihat tubuh Sasuke yang berisi itu.

"Sasuke anak yang kuat?"

Naruto menganggukkan kepalanya

"dan dia juga adalah sahabatku, sekarang aku bisa membawa Sasuke kembali ke desa dan menepati janjiku pada Sakura"

Minato menatap Naruto penuh dengan kekaguman lalu dia mengacak-ngacak rambut jabrik-nya Naruto dengan senyuman lembut terlukis diwajahnya.

"kamu memang anakku yang sangat bijaksana, aku bangga mempunyai anak sepertimu Naruto, ya sudah..., lebih baik tou-san pergi, sesepuh-sesepuh terdahulu tou-san sudah meninggalkan tou-san" tukas Minato sambil menolehkan kepalanya kearah tiga hokage yang berubah menjadi debu tepat didepan Tsunade.

Naruto menganggukkan kepalanya dengan lemah lalu tersenyum tapi senyumannya itu senyuman yang dipaksakan, dia masih merasa tidak rela ayahnya meninggalkannya sendirian.

"jaa-ne, Naruto. Anata no aishite" kata Minato sambil menempelkan dua jemarinya ke pelipisnya memberi sapaan sampai jumpa pada Naruto, senyuman hangatnya terpancar sinar matahari pagi yang muncul di ufuk timur, disaat dia mengedipkan sebelah matanya..., dia berubah menjadi debu halus yang tertiup oleh angin pagi.

6 bulan kemudian...

"ittadakimasu!"

Naruto memakan Ramen ichiraku-nya dengan sangat lahap sekali sampai-sampai dia lupa untuk bernafas, seluruh naruto yang berada di mangkuk Ramen dia habiskan tidak tersisa. Saat ini dia makan bersama Sasuke yang sudah resmi menjadi ninja konoha kembali.

Tatapannya tetaplah sama, yaitu dingin sedingin es dan tidak lupa cuek-nya, ampuun deh!, tapi Sasuke tetap keren dan mempesona. Saat ini Sasuke memakai baju kebanggaan Uchiha yang dibelinya di toko Omochika. Bajunya berwarna hitam dan mempunyai kerah baju yang lebar dan besar, celananya berwarna hijau dan panjang dengan lapisan ketat di bagian mata kaki.

"hei dobe, makanlah dengan tenang"

"diamlah! Teme, aku memang sudah biasa seperti ini"

"hn"

Dua jam Naruto berada di ichiraku bersama Sasuke, suara dentangan antara benturan garpu dan sendoknya Naruto beradu di mangkuk yang ke dua puluhnya, Sasuke menghembuskan nafasnya merasa jengkel dengan tingkah temannya yang berada disebelah ini, dengan malas dia tiduran di meja ichiraku dengan gaya Shikamaru sambil menatap Naruto dengan tatapan bosan.

"sudah selesai dobe?" tanya Sasuke saat Naruto menyelesaikan mangkuk ke dua puluhnya sambil menghusap-husapkan perutnya yang mengembung seperti orang hamil.

"hai, arigatou gozaimashita atas makanannya!, Ichiraku-san..., uangnya kuletakkan di meja yah? Ayo teme"

"hn"

Mereka berdua keluar dari kedai ramen ichiraku, Sasuke sibuk memasukkan kedua tangannya disaku celananya dan Naruto sibuk menghusap-husap perutnya yang mengembung. Tidak lama kemudian para anbu tiba didepan mereka berdua dengan sangat mendadak sehingga membuat Naruto terjatuh dibuatnya, Sasuke hanya menghembuskan nafasnya melihat tingkah konyolnya Naruto saat itu.

"untuk apa kalian kesini?" tanya Sasuke dingin sambil menatap para anbu itu dengan tatapan tajam karena dia sangat tidak suka dengan anbu sedangkan Naruto sibuk menghusap-husap bokongnya.

"Naruto-sama, anda dipanggil Tsunade-sama untuk menghadapnya"

"untuk apa? Apa misi?" tanya Naruto masih dengan menghusap-husap bokong dengan tidak elit sekali lalu berdiri dengan susah payah.

Naruto dan Sasuke tersontak terkejut melihat tingkah tiga anbu yang berada didepannya langsung membungkuk hormat pada Naruto.

"bukan itu..., ada masalah penting yang lain" sahut salah satu anbu dengan sangat tegas.

Sasuke menatap anbu yang berkata tadi dengan tatapan mendelik lalu berpaling ke Naruto yang menatap anbu itu dengan tatapan bodoh.

"saya mohon agar anda ikut bersama kami ke istana hokage"

Naruto makin mengerutkan keningnya karena dia merasa heran dengan tingkah tiga anbu didepannya ini yang secara tiba-tiba membungkukkan badan mereka dengan sangat hormat padanya, Sasuke tersenyum tipis lalu menoleh ke Naruto.

"lebih baik kau ikut saja dobe, lagipula aku sudah bosan selalu melihatmu. Jaa" kata Sasuke lalu berjalan menjauhi Naruto tanpa menunggu Naruto menjawab.

Naruto menatap Sasuke dengan expresi lucu*seperti yang ada di anime* lalu berkata pelan

"dia tetap saja menyebalkan-ttebayo"

Tatapannya pada Sasuke beralih ke anbu kembali saat para anbu yang berada didepannya memanggil namanya.

"Naruto-sama, saya mohon kepada anda agar ikut bersama kami ke istana hokage"

Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya dengan paksa lalu melesat pergi menuju istana hokage. Tidak lama kemudian dia tiba di istana hokage dan memasukki ruangan kerja hokage yang disana ada Tsunade dan Shizune dan dua orang tua yang pastinya adalah penentu hokage.

"ada apa nenek Tsunade memanggilku?" tanyanya dengan malas-malasan.

"ada yang ingin kukatakan padamu, dan kuharap kamu mendengarkannya dengan teliti"

Naruto masih menatap Tsunade dengan malas sambil menggaruk-garuk belakang rambutnya yang tidak gatal, Tsunade tidak suka melihat tingkahnya itu sehingga dia menggebrak mejanya sampai-sampai meja tersebut terbelah menjadi dua, Naruto tersontak terkejut dengan pemandangan yang berada didepannya, dia merasa ngeri melihat Tsunade yang sangat marah.

"sudah kubilang dengarkan baik-baik!" teriak Tsunade kesal, Naruto hanya bisa menegakkan tubuhnya dengan expresi sweatdrop penuh ketakutan.

Tidak lama kemudian suasana menjadi tenang kembali dan Tsunade duduk kembali di kursinya dengan tangan melipat di bawah dada besarnya.

"begini..., aku memutuskan untuk pensiun menjadi hokage dan kamu akan menggantikanku menjadi hokage"

Naruto terkesiap mendengar penjelasan Tsunade, hatinya sangat senang sekali saat ini, dia ingin sekali bersorak gembira saat mendengar penjelasan Tsunade tersebut tetapi dia tahu kalau tingkahnya itu pasti akan keterlaluan dan terlalu kekanak-kanakkan, dia tidak bisa melakukannya disini soalnya ada dua orang tua yang tentunya menentukannya menjadi hokage, jika dia bertingkah demikian maka..., hancurlah profesinya untuk menjadi hokage. Naruto berusaha untuk diam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya seolah-olah menunjukkan expresi mengerti.

"kau tahu siapa orang tua yang berada dikiri dan kananku kan?"

Naruto menganggukkan kepalanya lagi.

"dia akan menentukanmu menjadi hokage, aku sih sudah memilihmu menjadi hokage sejak kamu mengalahkan Pain, tapi mereka berdua itu berbeda. Dia akan menilai-nilai dulu padamu" kata Tsunade dengan santai tapi sedikit menekankan suaranya saat dia berkata 'akan menilai-nilai dulu padamu' seolah-olah dia benci kata-kata itu. lagi-lagi Naruto menganggukkan kepala. Kakek berkacamata yang berada di sebelah kiri Tsunade yang mempunyai rambut dan janggut yang putih menatapnya penuh teliti dari atas sampai bawah dan begitu pula nenek yang berada disebelah kanannya, tidak lama kemudian mereka menganggukkan kepalanya dan berkata

"kurasa dia pantas menjadi hokage, dia terlihat berwibawa dan kuat" kata mereka berdua, Tsunade mengeluarkan urat siku-siku di dahinya mencoba menahan emosinya, 'padahal mereka sudah tahu kalau Naruto itu kuat, dasar orang tua menyebalkan' batin Tsunade kesal.

"dengarkan aku Naruto, memang sih masih terlalu lama..., sembilan bulan lagi kamu akan dilantik menjadi hokage ke-6 jadi pada hari itu kamu jangan sampai telat, mengerti!"

"hai!" jawab Naruto singkat lalu membungkukkan tubuhnya memberi hormat.

"sekarang kamu boleh pergi" usir Tsunade

Naruto memutarkan tubuhnya, dan disaat tubuhnya sudah sepenuhnya memunggungi empat orang yang berada dibelakangnya..., dia langsung menyengir bahagia dan membuka kenop pintu penuh kesenangan.

"yosha!, aku akan menjadi hokage-ttebayo, tou-san dan kaa-san pasti sangat bangga padaku" tukasnya saat sudah keluar dari gedung istana dan berjalan menuju rumahnya dengan tertawa bahagia.

Tetapi disaat dia berada di pertengahan jalan, tiba-tiba dua pria muncul didepannya secara tiba-tiba, mereka tersenyum pada Naruto dan memeluk Naruto secara bergantian dengan penuh rasa bangga. Pria yang satu memakai ikat kepala yang bagaikan helm petinju dengan mata bulat besar menyeramkan, pria yang satu lagi berambut hitam jabrik dengan memakai kacamata hitam yang selalu dipakaianya kemanapun sama seperti halnya Shino Aburame, mereka adalah Yamato dan Aoba, senior aka gurunya Naruto. Terkadang Naruto berfikir mungkin Shino dan Aoba mempunyai penyakit katarak yang pastinya tidak mau dibeberkan ditempat umum.

"aku tidak menyangka kamu dipilih menjadi hokage keenam dengan umur yang sangat muda Naruto" kata Yamato sambil menyengir sedangkan Aoba hanya mengangguk-anggukkan kepala penuh dengan rasa bangga. Naruto hanya menggaruk-garukkan belakang kepalanya sambil menyengir tidak karuan, dia tidak mau besar kepala saat Yamato berkata demikian jadi dia berkata

"jangan terlalu berlebihan memujiku Yamato-taichou. Hehehe, er.., ngomong-ngomong darimana kalian tahu aku akan menjadi hokage?"

"bagaimana kami bisa tidak tahu kalau kamu berkata terlalu keras di luar gedung istana hokage dengan berteriak kamu akan menjadi hokage"

Naruto tersipu malu masih dengan menyengir lebar, dan tidak lama kemudian Yamato dan Aoba saling berebut satu sama lain ingin memegang tangan kanannya Naruto, Naruto merasa tidak nyaman dengan tingkah mereka saat ini yang seolah-olah seperti anak kecil yang ingin meminta uang pada ibunya. Dua menit perebutan itu terjadi, akhirnya Yamato-lah yang menang. Dengan gesit Yamato memegang tangan kanannya Naruto lalu dia menghusap-husap punggung tangannya Naruto sehingga membuat Naruto jijik dengan tingkahnya. Naruto mencoba menarik tangannya yang berada di genggamannya Yamato tetapi gagal karena Yamato menggenggam tangannya sangat erat sekali.

"Naruto, jadikan aku asistenmu? Please..." kata Yamato sambil menunjukkan puppy eyes-nya, meskipun saat ini dia menunjukkan puppy eyes-nya..., matanya tetap menakutkan bagi Naruto. Naruto merasa jijik pada Yamato yang saat ini mengemis-ngemis seperti orang gila pada Naruto.

Dia mencoba menarik-narik tangannya kembali dengan bantuan kage bunshin-nya tapi sayangnya Yamato menahan tubuhnya dengan jurus Mokutonnya.

"Yamato-taichou, ini terlalu berlebihan-ttebayo" kata Naruto ditengah-tengah usahanya untuk menarik tangannya.

"aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mau menyetujuiku menjadi asistenmu"

Insiden itu berlangsung hampir dua jam dan Aoba sudah meninggalkan mereka berdua, peluh keluar dari wajah mereka masing-masing karena kelelahan, mereka berdua tahu kalau tingkah mereka itu terlalu kekanak-kanakkan tapi karena prinsip mereka yang tetap bertahan tidak mau menjadikan Yamato asistennya dan bertahan agar Naruto menjadikannya asistennya. 'tidak ada cara lain-ttebayo!' batin Naruto dan mulai memukul Yamato dengan tangan kirinya, Yamato terpental satu meter darinya. Disaat kage bunshin-nya Naruto sudah hilang semua..., Yamato melesat berdiri dari keterpurukannya lalu berlari lagi mendekati Naruto. 'dia keras kepala-ttebayo'.

Naruto mengangkat kedua tangannya dan membuat teknik jutsu

"HAREEM NO JUTSU!"

Dan ketikanya Naruto berkata demikian, tubuhnya berubah menjadi gadis seksi dengan wajah yang imut dan tubuh yang sangat ramping, rambutnya panjang dan bibirnya yang kecil saat ini tersenyum manis pada Minato. Seluruh tubuh Naruto tidak dilapisi baju sama sekali, hanya ada bra dan cd yang terekat di dada dan selangkangannya.

Melihat pemandangan itu..., Yamato langsung nose-bleed dan terkontal terbang kelangit sampai hanya terlihat cahaya kecil dilangit. Naruto tersenyum lebar penuh kemenangan, dia meregangkan tangan kanannya yang sedikit pegal karena perbuatan Yamato tadi. Dia mengangkat tangannya kembali membuat jemarinya menyatu lalu berkata.

"kai!"

Sunyi tanpa suara, angin siang hari yang menjelang sore berhembus dirambut panjang kuningnya Naruto, perasaannya tidak enak dan kemudian peluh keluar di dekat pelipisnya sebesar biji jagung. Dia merasa kedinginan saat angin berhembus ketubuhnya sehingga membuatnya menggigil, dia menundukkan kepalanya dengan perlahan-lahan bermaksud ingin melihat bagian tubuhnya. Ditiap dia menundukkan kepalanya..., dia menelan ludahnya dengan susah payah karena tenggorokkannya merasa tercekat.

Dengan refleks Naruto melebarkan matanya saat melihat pemandangan tubuhnya yang masih memakai bra berwarna merah muda yang melindungi payudara-nya yang tidak besar dan tidak kecil. 'apa-apaan ini-ttebayo' batin Naruto terkejut.

"kai...kai...kai-kai-kai-kai-kai!" kata-kata itu terus diulanginya tapi tetap tidak ada perubahan pada tubuhnya dan wajahnya, dan lagi-lagi angin berhembus ketubuhnya sehingga membuatnya menggigil dan dengan refleks Naruto memeluk tubuhnya sendiri untuk menciptakan kehangatan di tubuhnya. 'apa yang terjadi? Kenapa hareem no jutsuku tidak bisa dilepas?'

TBC