JUDUL: GAJE
AUTHOR: GUE DONG! SAPA LAGI?!
'MENYONTEK' TOKOH-TOKOH PRINCE OF TENNIS YANG ASLINYA MILIK TAKESHI KONOMI-SENSEI
MET ENJOY!


SOEKARNO HATTA, LIBURAN MUSIM PANAS DUA MINGGU LALU...

"Matte, matte...!" Tooyama Kintaro berseru sambil berlari menuju bis.

"Kinchan lama sekali." komentar Oshitari Kenya.

"Soalnya Chitose minta tunggu sebentar." balas si anak kelas satu sambil menunjuk kakak kelasnya.

"Gomen, Kintaro. Aku nggak mau ketinggalan nih," ujar Senri Chitose.

"Ya sudah. Ikimasu!" sahut Shiraishi Kuranosuke semangat.

"UN!" dan semua masuk ke dalam bis.

"Aku duduk di depan ya!"

"Oshitari, aku sama kamu, oke?"

"Mana Zaizen-kun?"

"Mana? Mana? Mana duli-aaaaa...!"

Kelima anak Shitenhouji duduk berbarengan mengisi bagian depan.

"Aina Rikkai?" tanya Chitose.

"Kemajuaaaann! Sejak kapan kamu bisa bahasa Arab?"

"Oh, sejak aku les sama gurunya author, Ust. Qori Hadmei!"

Tiba-tiba saja, Rikkai menyerbu kayak lautan buih.

"Cheriooooo...!" seru Kirihara Akaya sambil melompat masuk, "Aku datang! Cherioooo...!"

"Kirihara-kun, cherio tuh artinya 'bye-bye', tahu?" balas Niou Masaharu.

"Eh?! Bye-bye itu artinya apa, Niou-senpai?"

Marui Bunta cekakakan, "Bye-bye tuh artinya, babai!" sambil melambai dengan gaya centil, "Nah, bukankah aku ini jenius?!"

"Ooh."

"Heio Rikkai!" sapa Shiraishi, "P'kabar ni, bek?"

"Apa artinya tuh?" tanya Kuwahara Jackal.

"Apa ya?" Kirihara ngomong sendiri.

"Baik, kok." balas Yukimura Seiichi, "Kalian?"

"Biar aku ngasih tahu deh, Buchou. kalo mereka nggak baik, jelas mereka nggak bakal datang, lah."

Shiraishi ketawa, "Kite fine-fine jak ye, Yukimura..."

"Tuh, kan, be-" mulut Kirihara langsung dibekap sama Marui.

"Tarundoru!" bentak Sanada Genichirou ke alamat Kirihara.

"Afwan, fukubuchou!"

Yukimura tersenyum, "Ayoh duduk..."

Koishigawa Kenjiro, fukubuchounya Shitenhouji tiba-tiba meloncat masuk ke dalam bis, "Chotto matte, Shiraishi-kun...!"

"K, Koishigawa!"

"Huaaaa...! Ada alien...-"

"Shiraishi-kuun! Jangan lupakan sekotak takoyaki pemberian Koishigawa iniii...!"

Shiraishi buru-buru menangkap kardus berisi plastiknya potongan takoyaki-yang langsung diambil oleh Tooyama Kintaro.

"Kinchaaaannn!"

"Salam buat semuanya! Houji-houji, shitenhouji...!"

Dan si alien yang tiba-tiba saja nyasar di Jakarta meloncat turun dari bis tepat saat si roda empat berjalan. Kuwahara terlonjak, Niou bilang, "Piyo!"

"Aheeeeeemmmm..."

"Wow, Yagyuu-senpa gokillz! M-nya panjaaaaaanng! Gue suka gaya loeh!"

Dan sesaat kemudian, keheningan menerpa, menimbulkan suasana yang gaje berat.

- "TARUNDORU!" bentak Sanada tiba-tiba, membuat semuanya terlompat kaget. Bahkan, di dalam bayangan Shiraishi, supir bisnya udah lonjak-lonjak saking banyaknya quote yang keluar dari anak-anak SMP tersebut...

Krauk, krauk, krauk...!

"Kinchan!" "Kintaro-san!" seru anak-anak kaget.

"Kenapa malah dimakan sendiri takoyakinya? Kan bagi-bagi." sergah Zaizen Hikaru.

"Takoyaki kan enak." balas si freshman enteng.

Saat ini, keadaan gaje masih belum selesai. Apa teman-teman tahu, kalau di daerah Kanto telah menyebar sebuah penyakit yang sangat berbahaya, dengan nama gajemaniax? Kayaknya yang telah tertular virus ini adalah Kirihara Akaya dan fukubuchounya, Sanada Genichirou.

"Hoi! Kenapa nama aku masuk?!" bentak Sanada.

"Gomen, Sanada-san. Tarundoru-mu yang terakhir tuh gaje berat. Shitsurei desuga, apakah kamu menderita syaraf akut karena kebanyakan bert'tarundoru' ria?"

"Ta-wa-ki-ga."

"1 lagi kalimat quote hipnotis dari fukubuchou!"

"Katakan; hidup fukubuchou!"

"Hip-hip, horee...!"

"TARUNDORU KALIAN SEMUA!"

"Yeeeeeyyy!"

Kayaknya akhir-akhir ini, ancaman Sanada nggak mempan buat memancing ketakutan anak-anak. Atau ini semua karena pertukaran kondisi yang telah mereka lakukan? Maklum, negara yang kini disamperin anak-anak adalah negara ter-alay di dunia. Hampir semua orang di sini alay-alay.

"Satu lagi faktornya, Shiraishi-kun."

"Yeah, kau kan tahu, kalau virus paling mematikan di dunia ini tengah menyebar ke daerah Kanto, Kansai, dan Kyushu."

"Dua virus yang sangat berbahaya..."

"ALAY INI DATANG SELALU alias AIDS, dan gajemaniax!"

"Oh, mendengarnya saja bisa membuatku mati!" keluh Chitose.

"Tapi kamu kan belum mati!"

... "My senpais are gaje."


-DUA JAM KEMUDIAN...-

"Ghroooqqs, ghroooooqqs, ghroooqss..." snoring Kirihara yang duduk di samping Shiraishi membangunkannya dari tidur. Sepertinya, sesaat lagi mereka akan sampai di hotel Depok. Kenya dan Chitose sedang mengobrol, sementara Kintaro dan Zaizen diem-dieman, meski si rambut merah daritadi ngunyah onde-onde terus. Shiraishi membuka tasnya dan mengeluarkan sebotol mugicha, serta sebungkus coklat besar. Sambil menyedot mugicha dan mengunyah coklat, ia melihat pemandangan ramai kota Depok. Desauan angin dari jendela yang terbuka berhasil mendinginkan hidung kaptennya Shitenhouji.

"Shiraishi-kun?"

"Oh, Yukimura-san."

"Nggak tidur?"

"Barusan kebangun."

"Kenal nggak sama pohon itu?"

"Oh, sengon. Memangnya kenapa?"

"Aku mau tanam di rumah nanti. Kira-kira ada jual bibitnya nggak ya?"

"Sebelum Depok tuh, kayaknya ada."

"Tapi kan kita udah masuk Depok."

"Nggak papa, ntar pulangnya ingat-ingat aja mau belanja. Kalau enggak salah, nama tempatnya P4S."

(Author: Salah alamat banget. P4S tuh adanya di pulau gue, alias Kalimantan! Lebih tepatnya lagi, di Sungai Kunyit! Bukan di sebelum Depok!

Shiraishi: Alaaaaa... bukan pulaunya eloh kalee! Lagian, sapa suruh nulis ini cerita macam ni?

Author: Ahh, udah! Balik aja deh! Readers, mohon tinggalkan dan tanggalkan semua kegajean ini!

Kirihara: Wahaha, author-nya gaje! Temen gue juga, dong! Kan fukubuchou?

Sanada: TARUNDORU!

Author: Back, back, back! To the scene!)

"Oke deh. Makasih Shiraishi." dan Yukimura kembali ke tempat duduknya.

"Shiraishi-san." panggil Kirihara dengan suara gaje. Yah, namanya juga orang kena gajemaniax. Pasti apa-apa yang dia lakukan gaje (contekan dari Yanagi Renji, the Master of Rikkai).

"Apa, Kirihara-kun?"

"Boleh minta coklatnya nggak?"

Shiraishi agak khawatir dia bakal ketularan gajemaniax dari Kirihara, tapi dengan ramah dipotongkannya coklat sebungkus itu jadi dua dan memberikan sepotong kepada Kirihara, "Nih, ambillah."

"Makasih yaaaa..." Kirihara kembali tidur. Memang gaje anak ini. Mau makan atau tidur, sih?

"Shiraishee!" panggil Kintaro.

"Apa, Kinchan?"

"Masih ada takoyaki, nggak? Sausnya juga?"

"Masih banyak. Kenapa nggak makan pakai nasi?"

"Nggak ah. Nanti aja, kalau udah turun. Minta dong, Shiraisheee!"

Maka Shiraishi menyerahkan sekotak takoyaki pada Kintaro, yang langsung meloncat kegirangan dan bersalto di udara.

Tiba-tiba saja, mereka telah sampai di hotel.


tO bE cONTINUED...