Kris memperhatikan boneka baru yang ia terima dari seorang fans di bandara setibanya EXO dari Thailand. Entah apa yang membuatnya tertarik dengan boneka itu sampai-sampai selalu ia diperhatikan melebihi bonekanya yang lain. Kai yang ada di sampingnya ikut memperhatikan.

"Ace punya adik baru lagi, ya?" candanya. Lelaki berkulit tan itu tidak mengerti kenapa leader mereka yang paling cool selalu menerima boneka yang malah berbeda dari image-nya.

Boneka pertama yang diterima Kris adalah Ace yang ia akui sebagai anaknya dan Lay. Melalui akun Weibo-nya, leader mereka mengakui Ace sebagai member kesembilan EXO–seperti SNSD saja. Kicauan paling gila yang pernah dilontarkan Kris adalah, pinggang Lay cedera saat melahirkan Ace.

Kai masih ingat bagaimana ributnya fans mereka di dunia maya. Mereka semua langsung mendapat peringatan dari perusahaan untuk tidak menjalin kasih dengan sesama member EXO. Semua itu gara-gara si Duizhang.

"Kali ini namanya siapa, Kris?" tanya Xiumin ikut-ikutan.

"Tao. Namanya, Tao." Kris tidak mengerti kenapa ia ingin menamai pandanya Tao. Senyum kecil menghiasi bibirnya.

.

.

.

Kazuma House Production

proudly present…

.

.

.

Me Prometa

® 2013

.

.

.

Hari Jumat ini EXO tidak memiliki jadwal perform, berarti sekarang adalah hari libur mereka. Mereka memiliki kegiatan masing-masing. Luhan masih dalam fase tidur cantiknya dan baru bangun sekitar jam delapan pagi nanti. Lay dan Kyungsoo di dapur sedang memasak. Xiumin membereskan kamarnya yang baru diberantak Kai. Suho dan Kai sedang bermain Wii di ruang tengah. Chanyeol mandi. Duizhang masih hibernasi.

"Kalian masak apa?" tanya Suho dengan wajah berkeringat. Ia bermain tinju dengan Kai. Cukup untuk menguras keringat juga ternyata.

"Nasi goreng kimchi dan brokoli rebus," jawab Kyungsoo yang sedang mengaduk nasi dalam wajan.

Lay sedang menyiapkan piring. Suho pun ikut membantu. Suho dan Lay adalah sepasang kekasih, rahasia yang hanya boleh diketahui member EXO. Mereka tidak berani buka mulut, bahkan pada manager mereka sendiri. Untuk menutupinya, Lay dan Suho memang jarang berinteraksi di hadapan publik. Mereka membiarkan couple SuLay tenggelam dalam kepopuleran KrAy dan KaiLay.

"Kai, tolong bangunkan Luhan Jie dan Duizhang untuk makan. Juga panggilkan Xiumin Eonnie," perintah Kyungsoo pada Kai. Si Maknae langsung menurut. Ia memang hanya patuh pada Kyungsoo.

Tak lama, Xiumin datang ke dapur bersama Luhan yang mengekor dan masih setengah sadar. Dua member tertua mereka langsung duduk manis di kursi meja makan.

"AAA! DUIZHANG! KAU BERAT!" teriak Kai sambil menarik Kris di pundak. Berbeda dengan Luhan yang akan teriak-teriak sambil memukul leader mereka menggunakan bantal, Kai akan menariknya agar duduk di meja makan. Terserah mau masih tidur, sudah sadar, atau setengah-setengah, yang penting Kris di meja makan agar Kyungsoo memperbolehkan mereka segera makan.

Akhirnya ia berhasil mendudukkan Kris di kursi makan terdekat. Kris masih tidur, menggunakan kedua lengannya sebagai bantal. Lay hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menuangkan jus di gelas tiap member.

"Leader macam apa kau? Pemalas sekali," sindir Luhan sambil meminum jus jeruknya. Ia menusuk-nusuk pinggang Kris dengan telunjuknya. "Bangun!"

"Duizhang, kalau kau tidak bangun, Tao kubuang!" ancam Kyungsoo. Manis-manis begitu, Kyungsoo bisa kejam kalau leader mereka sedang dalam mode malas.

Seperti tersengat listrik, Kris langsung melek. Ia menegakkan badannya. Ia sayang sekali dengan boneka pandanya yang ia taruh di kasurnya. Entah apa arti boneka itu bagi Kris, tidak ada yang tahu.

"Jangan malas, Ge!" kata Lay sambil menyendokkan nasi goreng ke piring Kris yang nyawanya masih tiga per empat. Daripada tumpah, katanya. "Cuci muka sana!"

"Melihat Luhan Noona, Lay Noona, dan Kyungsoo, aku jadi membayangkan kalau mereka sudah menikah. Kasihan sekali yang jadi suami mereka nanti," kata Chanyeol sambil mulai makan.

"Memangnya ada yang mau dengan perempuan-perempuan galak seperti mereka?" tanya Kris dari kamar mandi. Siap-siap saja keluar nanti dia akan dibully oleh dua dongsaeng dan satu noona.

Kai menunjuk Suho. "Nih Suho Hyung mau sama Lay Noona," katanya. Suho hanya tersenyum ketika disenggol Chanyeol.

"Aku dan Kai melihat waktu Suho Hyung menyatakan cintanya pada Lay Noona, lho!" canda Chanyeol. Dengan semangat ia menyuruh Kai untuk berdiri, kemudian Chanyeol sujud di depan Kai. "Zhang Yixing… Maukah kau menjadi kekasihku? Aku bersumpah akan membahagiakanmu. Aku akan bekerja keras untuk kehidupan kita dan anak-anak kita nanti."

Suho menunjuk Chanyeol dengan sendoknya. "Ya! Aku tidak pernah berkata seperti itu!"

"Aaa… Junmyeon Oppa… Aku mau menjadi kekasihmu… Saranghae…" Kai berkata dengan suara dibuat cempreng lalu memonyongkan bibir eksotisnya.

"Kau menjijikkan, Kai!" kata Lay sambil terus makan. Wajahnya sudah semerah lipstick yang kemarin ia pakai.

Luhan yang duduk di ujung tertawa sampai menepuk-nepuk meja sambil memegangi perut. Ia tidak bisa berhenti tertawa. "Hahaha… memangnya seperti itu, Lay? Kampungan sekali cara Suho menembakmu."

"Noona, akukan sudah bilang, aku tidak bicara seperti itu," kata Suho. "Caraku menyatakan cinta hanya kami berdua yang tahu."

"Kalian jadian waktu pulang SMTOWN New York, kan?" tebak Kris acuh tak acuh. "Aku melihatnya. Berduaan tengah malam, di bandara, sambil jalan–"

"Wu, tutup mulutmu!" kata Lay geram. Ia memukul pundak Kris serius.

"Lanjutkan! Lanjutkan!" kata Luhan penasaran.

Kris tidak menjawab meski Luhan merengek. Ia takut pada Lay kalau gadis asal Changsa itu mengamuk. Bisa bisa ia tidak memasak untuk mereka. Memang sih masih ada Kyungsoo, tapi Kyungsoo hanya bisa memasak beberapa makanan simpel seperti nasi goreng, spaghetti, dan telur dadar. Selama ini yang memasak ya Lay.

CEKLEK…

Saking berisiknya Luhan, mereka jadi tidak mendengar bunyi pintu apartemen dibuka oleh sang manager. "Kalian sedang makan?"

"Ah, Manager Oppa. Kau mau ikut sarapan?" Kyungsoo menawarkan.

Manager mereka menggeleng. "Terima kasih, Kyungsoo, tapi aku sudah makan. Aku hanya ingin memberi tahu kalian kalau jam tujuh malam kalian akan berangkat ke China untuk menghadiri acara penghargaan musik di hari Minggu. Jam tiga nanti kalian sudah harus sampai di perusahaan. Arra?"

Member EXO mengangguk. Sementara Luhan seperti anak kecil menyerukan, "Pulang kampung," berulang-ulang.

.

.

.

.

.

Kris tersenyum pada fans yang masih menunggu mereka di bandara, padahal mereka tiba jam dua subuh waktu setempat karena pesawat mengalami penundaan cukup lama. Cukup banyak, meski tidak sebanyak kalau mereka tiba siang hari.

Ia berjalan di belakang, di sebelah Coordi Noona. Di deretan paling depan ada manager mereka. Lalu Luhan dan Xiumin yang berjalan bersama. Lay berjalan dengan Chanyeol dan Kyungsoo, terlihat sekali mereka bercanda-canda. Kyungsoo dan Lay menepis lengan Chanyeol saat lelaki jangkung itu mencoba merangkul keduanya. Suho merangkul Kai yang lebih fokus pada ponselnya agar tidak terpisah.

Melihat Lay dan Suho, membuatnya kagum. Dua membernya itu benar-benar memenuhi janji mereka untuk tidak melakukan skinship. Member EXO pun sudah saling berjanji satu sama lain untuk menutupi kenyataan Lay dan Suho berpacaran. Mereka akan tutup mulut apapun yang terjadi.

Suho juga merelakan Lay dipasangkan dengannya atau Kai. Sebagai salah satu dancing machine, Kai dan Lay memang sering menari bersama. Hebatnya, Suho tidak terlihat cemburu sama sekali. Harusnya Suho saja yang jadi leader. Pria bermarga Kim itu jauh lebih dewasa daripada dia.

Omong-omong soal janji, ia merasa punya janji pada seseorang.

.

.

.

.

.

Tao membalik tubuhnya kasar dan merapatkan bantal ke telinganya. Ia tidak tahu sudah berapa kali ia mengganti posisi tidur, berkali-kali memejamkan mata, bergerak-gerak sendiri seperti cacing kepanasan. Intinya, ia tidak bisa tidur. Ia mendengus kesal lalu melirik kasur sebelah. Tiffany masih duduk dengan laptop pink di atas paha. Ia memeluk bantal sambil jejeritan, bahkan sesekali Tao melihatnya menggigit bantal.

"Kya! Airport fashion Chanyeol malam ini benar-benar keren!" pekiknya girang. Matanya terlihat segar sekali memandangi layar di tengah kamar yang gelap. "Baju yang dipakai Kai mirip dengan yang dipakai Kyungsoo waktu itu! Hanya warnanya saja yang berbeda."

"Oh! Sepatunya Suho keren sekali!"

"Apa-apaan itu airport fashionnya Kris? Memakai kemeja dan harem pants begitu dengan topi fedora? Kemana sense of fashion milik Kris? It's the worst! Aku akan lebih milih dia hanya pakai kaos dan celana pendek atau piyama sekalian daripada pakaian aneh macam itu!" Tiffany seru sendiri dengan foto-fotonya.

Kekesalan Tao semakin menjadi-jadi. Ia merindukan rumahnya yang lama di China. Di China ia tidak perlu sekamar dengan Tiffany dan mendengarkan jiejie-nya berkomentar tentang pakaian yang dipakai artis yang tidak ia kenal. Yang penting mereka pakai baju dan tidak melanggar norma!

"Ya ampun! Pipi Xiumin semakin tirus! Diet apa yang dia lakukan? Sepertinya sebulan lalu kulihat pipinya masih chubby," kata Tiffany pada dirinya sendiri.

Tao menyibak selimutnya. Ia duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sebal mendegar Tiffany berkomentar seperti ia adalah ahli fashion. Ya ya ya, Tao tahu, kakaknya fashionista. Ia melirik jam. Demi Tuhan! Ini sudah lewat tengah malam!

"Hiya! Luhan! Kenapa kau tetap imut meski lebih tua dariku?! Kau menyebalkan! Wajahmu tidak imbang dengan usia!" kesal Tiffany. "Chanyeol! Kau modus! Enak saja merangkul Lay dan Kyungsoo begitu! Lay hanya punya Kris! Kyungsoo milik Suho! Kembali saja dengan Xiumin!"

Tao hanya menopang kepalanya malas. Selalu begini. Kakaknya seorang fangirl dan shipper. "Jie, aku mau tidur! Keluar sana!" katanya malas.

Tiffany menjawab tanpa menoleh, "Kau saja," kemudian kembali histeris.

Siku-siku muncul di dahi Tao. "Ya! Ini bukan kamarmu!"

"Ini juga bukan kamarmu!"

"Tapi kamar ini untuk tidur! Bukan untuk fangirling-an sambil teriak-teriak seperti orang gila begitu! Kau hanya buang waktu dengan mereka! Iya kalau mereka mengenalmu. Mereka kan tidak mengenalmu sama sekali. Coba kutanyakan, 'Apa kalian mengenal Tiffany Huang?' Jawabannya pasti tidak!"

"Kris mengenalku!"

Tao menaikkan sebelah alisnya. "Oh ya? Yakin sekali." Tao kembali berbaring dan menyelimuti diri dengan selimut. "Cepat matikan laptopmu! Mataku sakit tahu!"

Baru Tiffany ingin membalas lagi, pintu kamar mereka sudah dibuka. Keduanya sama-sama membeku ketika tahu Sang Baba yang membuka pintu. Lelaki berkacamata bundar itu menatap mereka satu-satu dengan intens. Semoga saja mereka tidak dimarahi.

"Kenapa kalian belum tidur dan malah teriak-teriak? Malu dengan tetangga." Suara seraknya memecah keheningan.

"Dia duluan yang mulai," kata Tao sambil menunjuk Tiffanny dengan dagu.

"Kau–"

Suara Sang Baba kembali menginterupsi. "Tiffany, matikan laptopmu dan segera tidur. Atau fasilitas internetmu dicabut."

Tiffany membeku, tidak jadi mengeluarkan pembelaan pada dirinya. Tidak ada internet sama dengan tidak bisa fangirlingan, tidak bisa update, tidak bisa mengikuti fashion EXO. BIG NO! Thanks a lot. Lebih baik dia ketinggalan berita EXO malam ini daripada tidak mengikuti beritanya lagi.

.

.

.

.

.

To Be Continue…

1.625 words

Disclaimer : Their own selves, SM Ent.

Maap gak update cepet lagi. Saya pergi perpisahan kemaren~

Setelah bertapa di Selat Sunda, nungguin kehadiran Dewa Air a.k.a. Suho #plak, nungguin EXO yang akhirnya comeback, dan Thehun kembali menjadi anak sekolahan(?), saya mutusin GS dengan pertimbangan typo Chapter 1. Maaf kalau ini bikin kecewa sebagian orang yang mengharapkan yaoi.

Tao jadi member EXO gak yah? Um… liat nanti deh. Akakakak~

Kapan KrisTao ketemu? Doain aja semoga mereka ketemu di Chapter 6(?).

Thanks to: PearlWonkyu, kyung .kyungie, Yui the evil, arvita .kim, KRISme, meyy-chaan, ndah .ddocghiel1, ZoeKyu, Kyuki Yanagishita, PrinceTae, fumiwari, Kim Soo Hyun, Viivii-ken, Guest, Eonni-mu (a.k.a. Selcymorimoto), ZiTao99, ChrisAidenicKey, dan semua yang sudah membaca, fave, alert.

Sign,

Uchiha Kazuma Big Tomat

Finished at:

May 13, 2013

05.47 P.M.

Published at:

May 20, 2013

11.05 A.M.

Me Prometa © Kazuma House Production ® 2013