Kuroko no Basuke sepenuhnya milik Fujimaki Tadatoshi.

Drabble fict ini milik Retatsu Namikaze.

Silahkan dikritik-sarani, bukan flame.


I Say Maiubou-chan


Murasakibara bersama segunung snack dalam pelukannya berjalan menghampiri Akashi yang tengah berdiri di dekat bench, memperhatikan 'budak-budak' first string-nya berlatih.

"Akachin sibuk?" Dengan nada malas Murasakibara memulai percakapan, sedangkan matanya menatap tidak minat pada lapangan basket.

"Seperti biasa." Mata heterochrome miliknya terus memperhatikan detail gerakan para pemain, tidak peduli dengan kehadiran giant center itu.

"Mengintip mereka?"

"Mengintip bukan kata yang tepat, Atsushi." Seorang pemain melihat pada Akashi dan kapten berambut merah tersebut membalasnya dengan lirikan ke arah kanan. Pemain itu mengangguk dan melakukan passing pada temannya.

"Menerawang?"

"Hm. Melihat setiap celah, kalau itu maksudmu."

"Hng..." Murasakibara bingung sendiri dengan apa yang baru dikatakannya.

"..."

Karena tidak ada lagi topik pembicaraan, pemuda pemilik rambut ungu itu memilih untuk mulai melahap camilan-camilannya.

*kraus**kraus*

"..."

*krauk**krauk*

"..."

'Sluurp...' *glup**glup*

"..."

*munch**munch*

"..."

*krenyes**krenyes*

"..."

*graus**graus*

"..."

*gejes**gejes*

"..."

*ngeeeoong* (?)

"Seberapa banyak yang kau makan?"

"Aah... ippaai~"

"..."

"...bou-chan."

"Kau bilang apa?"

"Maiubou-chan."

"Lalu kenapa dengan maiubou-mu?"

"Tidak apa *munch**munch* hanya sedang memilih nama untuk anak kita."

"!"

"Maiubou-chan bagus ya, Akachin?"

"..."

"..."

"Tidak. Akashi Akaiichi lebih bagus." Perintah Akashi adalah absolut bukan?

"Baiklah~ namanya Murasakibara Akaiichi..."

"Sebentar. Apa kau baru saja menyatakan perasaanmu?"

"Benarkah?" Murasakibara menggaruk tengkuknya.

"Kalau begitu kau anggap saja begitu."

Murasakibara tidak pernah lupa kalau perintah Akashi selalu absolut. "Baiklah~"

"Terakhir. Kalau kau memang memilih bersamaku, aku tidak akan pernah mengizinkanmu mendekati orang lain lagi. Dengan kata lain, aku tidak akan melepaskanmu lagi. Mengerti Atsushi?" Akashi mendongak, memperlihatkan 'seyum manis'nya. "Kau absolut milikku sekarang."

"...Akachin mau kumakan?"

"Sigh! Cepatlah masuk lapangan, Atsushi!"

"Oke~" Murasakibara berjalan meninggalkan Akashi karena sekarang adalah giliran bagi timnya untuk bertanding.

Dan hari ini, bertambah satu lagi pasangan di SMP Teikou.


Fin


Ehem, karena ini MuraAka saya sendiri bingung harus nyisipin obrolan apa lagi. Toh, 'saya pikir' mereka berdua aslinya memang betul2 ngirit buat ngomong.

Jadi fictnya udahan cuma segini? Iya udah gitu aja.

Hanya sekedar drabble, tapi bukan junk fict. Segala kekurangan/masukannya tolong sampaikan lewat review. Hontou ni arigatou.