Title : Dream Boy

Author : Nazimah Agustina

Pair : Kibum and Donghae

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, Cho Kyuhyun

Rating : K

Genre : Drama, Romance, Fantasy

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : bingung mau nulis apa di summary.

Warning : Gender Switch!

.

Tidak Suka? Tidak Usah Dibaca

.

~ Nazimah Agustina ~

~ 95line ~

~ Dream Boy ~

.

.

Hari itu ia membaca buku di halaman belakang sekolahnya, buku tebal yang akan terasa sakit jika dipukulkan pada kepalamu, buku tebal yang di dalamnya terdapat tulisan-tulisan kecil yanga dapat membuat matamu minus, serta buku tebal yang membosankan karena tidak adanya gambar-gambar lucu disana layaknya komik yang biasa dibaca siswa saat waktu senggang.

Namun lain halnya dengan pemuda ini, buku tebal yang memuat ilmu-ilmu hebat di dunia inilah yang ia ingin serap, penemuan-penemuan luar biasa yang pernah ada yang ia ingin ketahui, lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Biasanya ia membaca buku di dalam perpustakaan atau di kelas ditemani sang sepupu yang terus saja bermain PSP, menarikan jemari dengan lincahnya pada tombol-tombol yang ada benda mungil pemuas nafsu sang sepupu. Tapi kali ini, pemuda itu, Kim Kibum namanya, ia membaca buku seorang diri, tidak ada sepupu yang biasa menemaninya, terlebih ia berada di alam terbuka, dimana ia rasakan semilir angin sejuk yang menerpa tubuhnya, dimana rambut hitamnya yang diterbangkan oleh angin. Terasa nyaman dibawah sebuah pohon rindang yang melindunginya dari terik matahari yang menyengat.

Tap

Tap

Tap

Kibum menolehkan kepalanya pada sumber suara, suara derap langkah kaki, sang sepupukah? Namun suara langkah itu adalah langkah high heels –sepertinya-, dan jika benar, artinya bukan sang sepupu yang merupakan lelaki seperti dirinya.

Kibum mengucek-ngucek matanya ketika kornea matanya tersebut menangkap sosok yang tidak asing baginya berada tidak jauh darinya, mungkin hanya sekitar lima meter. Sosok indah bak bidadari bagi Kibum, walau, ia sendiri tidak tahu bagaimana sosok bidadari itu yang sebenarnya, namun bukankah selama ini seorang biadadari digambarkan sebagai wanita yang amat cantik? Jika benar demikian, maka pantaslah bagi Kibum menyebut sosok di dekatnya itu sebagai bidadari.

Lengkungan indah bernama senyuman terbentuk di bibir Kibum setelah meyakini sosok tersebut adalah sosok ia kagumi selama ini, sosok yang hanya bisa ia lihat di televisi selama ini, sosok yang hanya bisa ia pandangi melalui photo semata, tapi sekarang? Sosok itu ada di depan matanya.

Kibum menutup bukunya kemudian bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri sosok yang ia kagumi itu, Lee Donghae.

"Kau siapa?" tanya Donghae menyadari kehadiran Kibum di dekatnya.

"Namaku Kibum, sedang apa kau disini Donghae-sshi?"

"Eh? Kau mengenalku Kibum-sshi?" Jawab sekaligus tanya Donghae dengan ekspresi polosnya, membuat Kibum semakin tersenyum akan tingkah artis idolanya ini.

"Tentu saja Donghae-sshi! Saya adalah fanboy anda! Maukah kau menandatangani bukuku ini?" jawab dan tanya Kibum kemudian merogoh saku yanga da di baju dan celananya hingga menemukan sebuah bolpoint, diserahkannya bolpoint dan buku bacaannya tadi pada Donghae, mampu membuat wanita cantik itu tersipu.

"Benarkah? Tentu saja aku mau!" dapat ditebak Donghae kemudian mengambil buku dan bolpoint dari Kibum, setelah itu ia menandatanganinya.

"Ini."

"Terima kasih!"

"Euum, dapatkah kau membantuku Kibum-sshi?"

"Tentu saja! Apa yang dapat kulakukan untuk membantumu?" jawab Kibum senang hati, tentu ia merasa senang dapat mengobrol dengan artis idolanya.

"Begini, aku ingin bertanya, kita sedang berada dimana ya?" tanya Donghae dengan ekspresi bingungnya.

"Eh?" Kibum kemudian berpikir, berusaha mencerna keadaan, dari awal ia memang merasa ganjil. Dari ia yang membaca buku di halaman belakang sekolah, sepupu yang tidak ada di sampingnya, hingga Donghae yang bukan siswi sekolahnya dapat memasuki wilayah sekolahnya.

"Ini adalah halaman belakang sekolah, Donghae-sshi." Jawab Kibum seadanya seraya tersenyum.

"Memangnya ada keperluan apa kau kesini?" lanjutnya penasaran.

Belum sempat Donghae menjawab pertanyaan Kibum, ponsel yang ada di tas tangannya bergetar.

"Halo Siwon?" sapa Donghae pada si penelphone, Kibum merengut mendengar nama itu, nama lelaki yang digosipkan dengan wanita di depannya selama ini.

Kibum terus mendengarkan pembicaraan keduanya hingga,

"KIBUM! KIM KIBUM!"

BYUUURR

"Huwaaaahh!" jerit Kibum ketika segelas air mineral disiramkan pada wajahnya, cepat-cepat ia mengusap wajahnya kemudian membuka mata, dilihatnya sang sepupu –Cho Kyuhyun- yang sedang menyerigai setan padanya.

"Kurang ajar sekali kau Cho Kyuhyun!" umpat Kibum, Kyuhyun terkekeh.

"Ini sudah jam berapa hah? Sudah mandi sana! Kita akan terlambat ke sekolah jika kau terus tidur pabbo!" dumel Kyuhyun.

"Lagipula kau tadi mimpi apa sih? Tidur sambil senyum-senyum sendiri, tidak jelas sekali!" Lanjut Kyuhyun seraya mengikat tali sepatunya, Kibum tertegun, jadi pertemuannya dengan Donghae hanya mimpi?

"I…itu,"

"Biar kutebak! Kau memimpikan penyanyi itu ya? Donghae?" tebak Kyuhyun tepat sasaran, Kibum reflex tersenyum.

"Darimana kau tahu eoh?"

Kyuhyun kemudian menunjuk satu-persatu poster Lee Donghae yang ada di kamar Kibum menggunakan dagunya, Kibum terkekeh.

"Kau begitu mengaguminya, aku sangat tahu itu." Ujar Kyuhyun yang dijawab senyuman oleh Kibum seraya memandangi sosok bidadari yang bernama Lee Donghae itu dalam bentuk poster.

"Cepat mandi sana!" Ujar Kyuhyun lagi seraya mendorong Kibum memasuki kamar mandi.

"Iya iya Setan Kecil!" sahut Kibum sebelum menutup pintu kamar mandi tersebut.

"Semoga malam ini aku bisa bertemu denganmu lagi Donghae-sshi!" harap Kibum tersenyum.

"Cepat mandi es batu!" teriak Kyuhyun karena tidak kunjung mendengar desiran air dari dalam kamar mandi.

"Iya iya!" setelahnya terdengar suara shower yang dinyalakan oleh Kibum untuk memulai mandi paginya sebelum pergi ke sekolah.

.

.

~ The Final ~

Bagaimana?

FF ini ditulis setelah mendengar kembali lagu "Putri Iklan" milik grub band St 12 yang telah bubar, kemudian berganti nama menjadi Setia Band, gak persis sama sih, intinya seorang laki-laki yang bermimpi bertemu dengan artis idolanya. Ff ini dibuat kurang lebih dalam waktu satu jam, cukup lama untuk ukuran drabble seperti ini.