"Lagi, Lagi dan Lagi"


Disclaimer : Aoyama Gosho - Sensei

By : Aquarius-ElevenTwo

Rate : T

Genre : Romace & Family

Words :1372 Words

Pairing : Shinichi x Shiho, Conan x Ai

Warning : OOC, Pendek, jelek, gak nyambung & typo. *_Sedih aku_*

Shinichi X Shiho/Conan X Ai


#_Hadir lagi saya (saya hadir lagi). Sebenarnya saya mau melanjutkan Story yang 'Bersamamu' tapi kayaknya kehabisan ide, ya udahlah lebih baik membahas Story yang ini. Kali ini ceritanya (mungkin) gk nyambung sama judulnya deh. Tapi coba aja baca dulu paling nyambung *_Hoooo…k_*. Mungkin alurnya nanti yang kecepetan? Bingung di awal mau nulis apa, tapi kalo dah kayak gini apa boleh buat -_-. Sebenarnya saya lagi malas, tapi kalo diam aja memandang udara yg sulit dipisahkan sama warna yang ada di sekelilingnya kayak orang gk waras. Terserah kalian boleh Review apa gak, asalkan TIDAK MENYINGGUNG, saya mau . (ngantuk)_#


Pagi Hari

"Shiho!" Terdengar jelas panggilan pria yang entah sejak kapan sudah berada di rumah Profesor Agasa. "Hei Detektif tak peka! Sudah berapa kali ku katakkan, kalau masuk kerumah orang permisi dulu." Bentak wanita berambut coklat kemerah-merahan yang sedang sarapan. "Huh," dengus pria tersebut. "Hei Penyihir! Sudah berapa kali kukatakkan, kalau aku ini bukan detektif tak peka." Profesor gendut yang sedari tadi memperhatikan mereka, merasa perang akan segera mulai, maka dari itu ia segera pergi membawa piring berisikan sarapannya ke ruang TV, ini sudah biasa terjadi, bahkan (hampir) setiap hari -_-'.

"Siapa yang kau sebut penyihir?" Terasa aura membunuh dari sang wanita. Wanita tersebut-pun berdiri. Karena merasa takut akhirnya pria itu, Shinichi, mundur perlahan sambil mengeluarkan kata-kata yang terdengar ketakutan. "Ma-maaf Shiho, a-aku tidak bermaksut mengejekmu. Habis kamu tadi yang mengejekku pertama kali." Merasa jawaban pria tersebut lucu, Shiho pun tertawa. "Hahahhha… jika ketakutan kamu harus bercemin Kudo, karna wajahmu seperti anak kecil." Melihat Shiho yang tertawa Shinichi pun mendorongnya ke dinding sehingga Shiho terperangkap dinding dan Shinichi. "Waktu bercanda habis Mi-ya-no." Shinichi terlihat begitu murka karna telah dipermainkan oleh Shiho. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Kalau tidak aku akan, a akan….." "Akan apa?" Shiho yang masih kebingungan akan apa hanya diam saja. "Hhh… ya sudah lah, aku tau kamu ingin berangkat berkerja." Shinichi melepaskan Shiho dan menuju ke meja makan, ia mengambil makanan yang sudah tersedia di meja tersebut, tanpa permisi.

"Kau harusnya izin dulu padaku, karna aku yang memasaknya." Ucap Shiho. "Untuk apa? Bukankah aku sudah sering (baca: setiap hari) menumpang makan di sini?" Shinichi yang tidak peka tersebut berusaha membela diri. "ya ya ya, baiklah maniak kasus, silahkan nikmati makanannya!" Shiho berlalu meninggalkan Shinichi yang sedang melahap habis makanan di meja. Sekitar dua langkah Shiho berkata. "Nikmatilah makanan beracun itu." Shinichi yang mendengar langsung menyemburkan makanan tersebut. "SHIHO…" Shiho yang telah berjalan 10 langkah itu membalikkan badan dan berkata sambil tersenyum jail. " Wah… ternyata kamu mudah terpengaruh ya."lanjut Shiho. "Awas kau!" Murka kekasih Ran Mouri tersebut. Setelah itu Shiho melanjutkan perjalanannya menuju kantor laboratoriumnya, sambil tersenyum.

19.03 pm

Shiho pulang bejalan kaki menuju rumah Profesor sambil memikirkan detik-detik saat pertama kali ia bertemu dengan Shinichi dalam tubuh Conan. 'Saat itu kau menyebut aku pembunuh, dan sekarang kau menyebutku penyihir. Kenapa kamu tidak sekalian menyebutku penjahat?' Ada perasaan sedih jika mengingat dirinya dulu adalah seorang penjahat.

"Oh….. iya, bahan makanan di rumah sudah habis. Lebih baik aku ke minimarket sekitar sini." Setelah Shiho selesai belanja, ia melanjutkan perjalanan pulangnya sambil memikirkan masakan yang akan dibuatnya nanti. Tak terasa ia sudah sampai di depan rumah Profesor Agasa. Segera ia membuka pintu rumah tersebut. "Aku pulang." Namun yang terdengar bukanlah jawaban Profesor, melainkan Detektif yang sok keren (padahal memang keren XD). "Oh kau sudah pulang Shiho, kalau begitu cepat buatkan akau makanan! Aku sudah lapar." Shinichi menyuruh Shiho tanpa melihatnya sedikitpun, dia malah asyik menonton TV

Shiho yang sudah lelah karena pekerjaan yang membebaninya dan jumlah belanjaannya yang cukup banyak malah ditambah lagi kedatangan si Detektif yang dianggapnya dungu akhirnya melawan Shinichi dangan kemarahannya karena lelah."Enak saja. Memangnya aku pembantumu? Menyuruh orang seenaknya. Makannya bisa mengurus rumah sendiri! Baju berbulan-bulan tidak pernah di cuci akhirnya kamu menyuruhku mencucinya, dasar manja!" Mendengar perkataan Shiho, Shinichi pun bangkit dari sofa yang sedari tadi ia duduki. "Memangnya kenapa? Apa itu masalah untukmu?" Tanya Shinichi yang sama sekali tidak sadar kalau Shiho sedang marah. "Tentu saja itu masalahku. Setiap hari kau juga menumpang makan disini, kamu juga sama sekali tidak mengeluarkan uang untukku. Semuanya menggunakan uangku." Kemarahan Shiho memuncak, hal itu membuat Shinichi menyadari kalau Shiho sedang marah besar. "Baiklah Shiho, aku minta maaf telah merepotkanmu, jadi, apa boleh aku makan disini?" Shiho dengan cepat menjawab. "Enak saja kau pikir hanya dengan minta maaf kau bisa makan?" Sepertinya Shiho ingin melakukan sesuatu hal yang akan membebani Shinichi. "Lalu aku harus apa?" Tanya Shinichi. "Bantulah aku memasak, setelah itu mencuci piring." Shiho tersenyum licik. "Ta tapi aku tidak bisa memasak." Mendengar itu Shiho mendapat ide. "Baiklah… kalau begitu sekalian ku ajarkan memasak." "Haahhhh…" Shinichi menganga lebar. "Kenapa? Tak mau? Ya sudah, kau tak boleh makan." Shiho berlalu meninggalkan Shinichi. "Iya baiklah, aku mau." Akhirnya Shinichi pun mau.

Terdengar dari ruang TV sebuah kegaduhan terjadi di dapur. "Hei Shinichi! Potonya wortelmu terlalu besar." "kan aku tidak bisa memasak, jadi wajar sajakan." Bela Shinichi dengan santainya. "Tidak bisa begitu, nanti masakannya tidak enak, dasar bodoh." Balas Shiho yang sedang benar-benar jengkel. "Ah, iya iya aku kecilkan potongannya. Awww…. Sakit…." Jari Shinichi teriris olehnya sendiri. "Ha-ha rasakan itu, payah. Sudah ku bilang hati-hati. Sana ambil kotak P3K!" Shiho sedikit bersyukur karna itu akan membuatnya semakin hati-hati.

Profesor yang sedang menonton TV mendengar kegaduhan akhirnya berkomentar. "Hei kalian! Bisakah mengecilkan suara? Suara TVnya tidak kedengeranni #_Maklu – K_# "Iya, kami akan diam." Jawab Shiho.

20.03 pm

Akhirnya usaha Shinichi & Shiho – pun selesai. Mereka memerlukan waktu 41 menit untuk memasak makan malam tersebut.

"Profesor apa kau mau makan?" Tanya Shiho. "Ya tentu saja, jika aku tidak makan nanti aku kurus." Ucap Profesor sambil menuju ke ruang makan. 'Mana mungkin bisa kurus kalau tidak makan 1 kali saja?' Pikir Shinichi.

Merekapun makan bersama dengan penuh komentar tentang makannan yang saat ini sedang mereka makan. Dan bla-bla-bla….

21.11 pm

Shinichi terlelap di sofa ruang TV, Shiho menghampirinya. "Dasar! Salah siapa kamu mau membantuku mencuci piring? Padahal aku sudah baik tidak menyuruh mu mencuci piring. Jadinya begini deh, kamu langsung terlelap di sofa seperti mayat." Shiho tersenyum sambil mengelus-elus #_aduh bahasanya_# kepala Shinichi sambil bergumam "Dasar Shinichi, kau berlebihan." Gumamnya. Tiba-tiba Shinichi bergerak-gerak pertanda tidurnya terganggu. Segera saja Shiho menghentikan aktivitasnya tersebut, ia segera pergi mengambil selimut dan bantal untuk Shinichi, kemudian ia mencium dahi Shinichi sambil berkata. "Selamat tidur, detektif!" Shiho berlalu pergi kekamarnya untuk tidur. Sementara itu Shinichi mendapati dirinya bermimpi tentang dirinya dan Shiho yang sedang duduk berdua, tiba-tiba Shiho mencium pipinya, hal itu membuat wajahnya memerah. XD.

Shinichi tidurnya sangat lelap, dan mimpinya tadi terus berlanjut entah sampai mena.

Besoknya. 07.05

Terlihat seorang lelaki berdiri di depan rumah profesor Agasa, rambutnya yang hitam basah karena hujan, ya, sekarang memang sedang hujan. Lelaki itu adalah Shinichi.

"Shiho! Tolong buka pintunya! Aku sudah lama disini." Rengek Shinichi. "loh Shinichi sedang apa kamu disiti? Ayo masuk!" tanya Shiho yang baru bangun tidur. Merekapun masuk kerumah Profesor Agasa. "Kenapa kau tak keluar dari tadi? Aku menunggumu sangat lama. "Benarkah? Oh… kalau begitu maaf, aku tidak tau." Ucap Shiho. "Ya sudah tak apa." Ujar Shinichi sambil berlalu kebelakang. "Hei Kudo! Mau apa kamu kesini?" Tanya Shiho, hari ini hari Minggu, mereka libur kerja. "Sebenarnya tadi aku….." Shinichi berkata dengan gugup hingga kata-katanya terhenti. "Kenapa?" Shinichi masih membisu. Shiho yang dari tadi tidak sadar dengan pipi kiri Shinichi yang merah seperti telah tertampar itu akhirnya sadar. "Ada apa dengan wajahmu Shinichi?" Tanya Shiho.

Shiho maju mendekati Shinichi. Sementara Shinichi hanya bisa menunduk untuk menutupi wajahnya. Shiho mulai bertanya lagi. "Ada apa dengan pipimu ini Shinichi?" dengan gugup Shinichi menjawab. "Ah, itu karena aku bertengkar." Shiho yang tidak tau lawan Shinichi bertengkar mulai bertanya lagi. "Dengan siapa?" perlahan Shinichi mengangkat wajahnya, menatap Shiho, dan berkata. "De-dengan… R-Ra-Ran."

"APA?" Shiho terkejut sekali.

TBC…


Bagaimana? Bagus gk? Klo mau Review Silakan kalo gk juga gkpapa

Tapi Reviewnya jgn sampai bikin marah ya. Saya ini mudah kelanjutannya ya. ^^

Jangan lupa kritik dan saran.